Kuliah Umum Teknologi Pangan dan Gizi Ajak Mahasiswa Kembangkan Pangan Fungsional

Fakultas Pertanian Universitas Tidar sukses menggelar Kuliah Umum “Pangan Fungsional Berbasis Agrokompleks Lokal” bagi mahasiswa program studi Teknologi Pangan dan Gizi di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono, Kamis (6/9). Kuliah umum ini menghadirkan Dosen Universitas Andalas sekaligus Executive Chairman Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture Food and Energy (SAFE Network), Prof. Dr. Ir. Novizar Nazir, M.Si.

Prof. Dr. Ir. Novizar Nazir, M.Si. menjelaskan pentingnya pengembangan pangan fungsional, yakni makanan yang memberikan manfaat kesehatan di samping fungsi gizi dasarnya. Oleh karena itu, riset pengembangan pangan fungsional berlandaskan pada sumber daya lokal sangat krusial untuk meningkatkan kualitas pangan bagi masyarakat Indonesia.

Dalam konteks meningkatnya penyakit degenerative, kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat semakin meningkat. Untuk itu, pangan fungsional perlu dikembangkan inovasinya secara lebih lanjut. Produk-produk seperti kombucha, beras analog, dan sejenisnya dapat menjadi inspirasi luasnya inovasi riset yang dapat dikembangkan.

Prof. Dr. Ir. Novizar menyatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting sebagai pusat inovasi dalam mengembangkan produk pangan fungsional baru dan meningkatkan kualitas produk yang sudah ada.

“Perguruan tinggi memiliki kemampuan untuk melakukan penelitian ilmiah yang mendalam tentang sumber daya alam lokal, potensi pangan fungsional, dan metode pengolahan yang inovatif. Selain itu, yang paling penting adalah pengembangan produk. Ini terkait bagaimana mahasiswa berinovasi yang baik secara komersial dengan memanfaatkan potensi lokal. Tentu nilai komersialnya perlu lebih baik dibandingkan produk yang ada sekarang,” katanya.

Tak hanya sebagai pusat inovasi, perguruan tinggi juga memiliki peran sebagai lembaga pendidikan, tempat pelatihan, pusat pengembangan produk, mitra komunitas lokal, penyebar pengetahuan, penegak keberlanjutan lingkungan, serta pengembangan kebijakan. Oleh karena itu, harapan besar diletakkan pada mahasiswa agar belajar sungguh-sungguh selama masa studinya.

“Saya melihat bahwa anak-anak di Teknologi Pangan UNTIDAR ini sangat antusias, responsif, dan semangat. Dan itu adalah modal bagi mereka. Kemudian yang penting dalam mahasiswa adalah menggali inovasi. Jadi inovasi itu penting, tapi tetap harus dibekali ilmu,” tutupnya.

Kuliah umum ini juga menjadi momen penting dalam peluncuran program studi Teknologi Pangan sebagai salah satu program studi baru yang ditawarkan oleh UNTIDAR. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pertanian UNTIDAR Dr. Ir. Joko Sutrisno, M.P.

“Tahun ini kita menambah tiga program studi baru, yakni Agribisnis, Teknologi Pangan, dan Gizi. Tiga prodi baru tersebut mendapat sambutan yang baik dari masyarakat melihat banyaknya alumni SMA yang mendaftar di prodi-prodi baru,” tuturnya.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

UNTIDAR Sambut 31 Peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2023

Mendukung Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Universitas Tidar ikut menggelar kegiatan Peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) tahun 2023. Sebanyak 31 mahasiswa dari 16 perguruan tinggi negeri dan swasta wilayah Sumatera, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua akan melaksanakan perkuliahan di UNTIDAR selama satu semester.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama UNTIDAR Drs. Giri Atmoko, M.Si. menyambut kehadiran para mahasiswa PMM di Gedung dr. H. R. Suparsono UNTIDAR, (26/8).

“Makna Pertukaran Mahasiswa Merdeka selain pembelajaran di universitas adalah terkait persatuan dan kesatuan di atas keberagaman Indonesia. Keberagaman kita sangat besar potensinya, namun kita juga perlu mengatasi perpecahan. Salah satunya dengan nasionalisme kita dan berpegang pada Pancasila,” tuturnya.

PMM adalah salah satu program andalan MBKM yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkuliah di kampus luar pulau selama satu semester. Koordinator pelaksana pertukaran mahasiswa Merdeka Ikhwan Taufik, S.Pd., M.Eng. menyampaikan, antusiasme peserta PMM tahun 2023 ini lebih besar daripada dua tahun sebelumnya.

“Hampir dua kali lipat antusiasme mahasiswa dari berbagai mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk kuliah di Universitas Tidar. Tentunya motivasinya macam-macam. Pertahankan motivasi yang baik-baik. Silakan kembangkan potensi yang ada juga di sini. Saya ucapkan selamat datang buat adik-adik mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia,” tuturnya.

Mahasiswa perwakilan PMM tahun ini, Johannes Parsaoran Nainggolan asal Universitas Jambi turut menyampaikan antusiasmenya usai melaksanakan minggu pertama perkuliahan di UNTIDAR pada semester ini.

“Kami merasakan bagaimana antusias dan hangatnya para sambutan dosen dan teman-teman di kampus ini. Saya mengajak teman-teman semuanya untuk menjadikan wadah program pertukaran mahasiswa ini sebagai tempat kita untuk memperluas wawasan serta menambah ilmu pengetahuan tentang budaya di luar daerah kita masing-masing,” katanya.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

Seminar Nasional SATGAS PPKS dan ULBK UNTIDAR Bahas Dampak Toxic Relationship terhadap Kesehatan Mental dan Produktivitas Mahasiswa

Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (SATGAS PPKS) dan Unit Layanan Bimbingan Konseling (ULBK) Universitas Tidar menggelar Seminar Nasional Toxic Relationship Terhadap Kesehatan Mental dan Produktivitas di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono UNTIDAR, (5/9).

Kegiatan ini bertujuan menyosialisasikan pentingnya rasa aman dan penyertaan bantuan kesehatan mental bagi siivitas akademika UNTIDAR.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd.  dalam sambutannya menyoroti bentuk kecemasan yang rentan dialami mahasiswa.

“Seminar ini menjadi hal yang penting karena sekarang ini ada beberapa fakta menarik. Yang pertama, mahasiswa yang merasa tidak sesuai dengan jurusan yang sedang dijalani. Yang kedua, mahasiswa yang mengalami kekerasan takut melapor. Takut dampaknya, takut namanya akan viral, takut karena tidak ingin diketahui orang lain,” tuturnya.

Prof. Parmin juga menilai bagaimana UNTIDAR berkomitmen mengembangkan SATGAS PPKS dan ULBK demi memberikan perlindungan kepada sivitas akademika.

“Kita sering membaca di media bahwa kekerasan seksual ini bukan hanya di kampus, tetapi juga di rumah tangga, perkantoran, lembaga agama. Yang diberitakan sebagian kecil, lebih banyak yang tidak diberitakan, bahkan yang sampai sekarang belum diketahui. Oleh karena itu, UNTIDAR sekarang ini sangat serius mengembangkan dua unit lembaga baru. Baik bimbingan konseling maupun penanganan pencegahan kekerasan seksual. Mudah-mudahan dua unit ini bisa meningkatkan indeks kebahagiaan bagi mahasiswa UNTIDAR,” tambahnya.

Pemateri pertama seminar ini adalah Febryanti Putri Khatulistiwa, S.H. yang merupakan seorang pegiat isu anak, remaja, dan perempuan. Ia juga pendiri gerakan sosial @djiwaberbagiasi dan @banyufoundation.

Materi yang ia bawakan mengenai hubungan beracun (toxic relationship) amat dekat dengan realita serta memengaruhi kesehatan mental dan produktivitas diri. Hubungan beracun menurutnya berkorelasi dengan adanya masalah psikologis yang belum selesai di masa kecil seseorang.

“Dasar orang melakukan toxic relationship sebenarnya adalah dominasi. Entah dosen ke mahasiswa, orang tua ke anak, senior ke junior. Kalau kita terbiasa melihat kekerasan, kita akan merasa bahwa kekerasan itu biasa saja. Kita akan menganggap bahwa diri kita kuat. Yang paling buruk adalah membandingkan penderitaan kita dengan orang lain. ‘Oh, apa yang kita rasakan belum seberapa dibandingkan orang lain.’ Itu nggak boleh kita lakukan dan normalisasi. Sadari bahwa itu tindak kekerasan,” jelasnya.

Putri kemudian menyimpulkan bahwa hubungan antarmanusia yang sehat tidak dapat terjadi jika hanya satu pihak saja yang berusaha.

“Ada rasa percaya di situ. Saling menghormati. Kemudian komunikasi yang sehat. Tumbuh bersama. Saling memotivasi. Kalau kamu terjebak di toxic relationship, kamu bisa pilih untuk konfrontasi langsung. Atau, pergi. Karena kita tahu, tidak semua orang bisa berkonfrontasi langsung. Yang paling penting adalah diri kamu dan kesehatan mental kamu,” simpulnya.

Seminar dilanjutkan dengan sesi sosialisasi SATGAS PPKS dan ULBK. Ketua SATGAS PPKS UNTIDAR, Destri Tsurayya I., S.H., M.Hum. menjelaskan pentingnya mengupayakan UNTIDAR yang bebas dari kekerasan seksual. “Kita bersama-sama menjadikan UNTIDAR bebas dari kekerasan seksual. Untuk itu, di SATGAS PPKS, kita melihat dari berbagai aspek. Dari sisi pelapor, saksi, dan pelaku. Jadi kita melihat dari segala aspek yang memang membutuhkan keberanian.

SATGAS PPKS tidak terbatas bagi mahasiswa saja. Tapi juga untuk dosen dan tenaga kependidikan.

“Tentu, kekerasan seksual tidak berlaku untuk mahasiswa saja. Siapapun itu, akan diproses. Silakan lapor saja. Adanya korban dan saksi dalam sebuah laporan akan menjadi indikator yang kuat dalam menentukan rekomendasi sanksi. Satgas akan melindungi. Itu tugas kita bersama. Satgas ada karena dukungan semua civitas akademika,” tambah Destri.

Paparan dilanjutkan oleh Konselor ULBK Universitas Tidar, Weni Anggraini, M.Pd. ULBK adalah garda terdepan dalam upaya peningkatan kesejahteraan psikologis untuk mahasiswa, dosen, dan karyawan UNTIDAR yang membutuhkan. Terdapat empat hal yang menjadi poin perhatian ULBK UNTIDAR, yakni persoalan pribadi, karier, sosial, dan akademik.

“Teman-teman harus paham bahwa dalam kehidupan sehari-hari, selalu ada solusi dari setiap masalah kita. Kita juga harus tahu bahwa kita memiliki perspektif yang penting. ULBK hadir sebagai pihak yang bisa membantu teman-teman untuk melihat masalah, menggali potensi pikiran teman-teman, dan bagaimana teman-teman bisa menentukan solusi,” tutupnya.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

Sosialisasi Kearsipan UNTIDAR Bangun Tata Kelola Arsip Berkualitas

Mendukung terciptanya pengelolaan arsip yang berkembang, Universitas Tidar menggelar Sosialisasi Kearsipan Perguruan Tinggi, Rabu (30/8) di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono. Acara dengan tema “Melestarikan Masa Lalu, Mengelola Masa Depan” ini diikuti oleh tenaga kependidikan UNTIDAR dan menghadirkan Arsiparis Ahli Muda Universitas Gadjah Mada, Herman Setyawan, M.Sc. sebagai narasumber.

Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum UNTIDAR Among Wiwoho, S.E., M.M. dalam sambutannya menekankan pentingnya pengarsipan yang baik di lingkup UNTIDAR.

“Terkait dengan pengelolaan organisasi, tentu kita membutuhkan kearsipan yang lebih baik lagi untuk efektivitas, efisiensi  dan produktivitas kerja. Arsip penting karena ini adalah bahan kita untuk melihat masa lalu dan bahan pertimbangan masa depan,” tuturnya.

Among menambahkan, kegiatan ini penting untuk meningkatkan kesadaran terhadap arsip sebagai fungsi kapabilitas kinerja dan mendukung proses pengambilan keputusan. Terlebih, UNTIDAR sedang gencar meningkatkan keorganisasian universitas dari satuan kerja menjadi badan layanan umum.

Herman Setyawan, M.Sc. selaku pemateri menjelaskan mengenai strategi pengelolaan arsip di lingkup perguruan tinggi. Langkah awal melibatkan pengkategorian berdasarkan jenis, membaginya menjadi arsip dinamis dan arsip statis. Arsip dinamis bersifat langsung digunakan dan disimpan dalam jangka waktu tertentu, sehingga pengelolaannya untuk menjamin tersedianya arsip sebagai akuntabilitas kerja. Sementara itu, arsip statis bersifat penting, rahasia, dan historis secara administrasi.

Pengarsipan juga harus memanfaatkan teknologi untuk menunjang tata kelola organisasi yang lebih baik. “Arsip lebih diutamakan bersinggungan dengan pemanfaatan sistem informasi agar tata kelola arsip lebih compatible (kompatibel) dan user friendly (mudah digunakan),” katanya.

Dengan sosialisasi kearsipan ini, langkah konkret menuju pengelolaan arsip yang lebih canggih dan berdaya guna semakin terbuka. Acara ini memberikan wawasan tentang pentingnya pengarsipan yang efektif dan inovatif dalam mendukung kemajuan pengelolaan arsip UNTIDAR.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

Kuliah Umum Fakultas Ekonomi UNTIDAR Dukung Mahasiswa Siap Hadapi Tantangan Global

Fakultas Ekonomi Universitas Tidar menggelar kuliah umum bagi para mahasiswa baru 2023/2024 di Gedung dr. H. R. Suparsono, Rabu (23/08). Kuliah umum bertema “Mewujudkan Mental Kuat dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi” ini menghadirkan Bupati Magelang, Zaenal Arifin, S.I.P. selaku pembicara utama.

Dekan Fakultas Ekonomi UNTIDAR, Prof. Dr. Hadi Sasana, S.E., M.Si. menyampaikan, kuliah umum ini telah menjadi agenda rutin setiap awal masa perkuliahan untuk menambah wawasan generasi muda dengan pembicara luar biasa.

“Generasi muda diharapkan memegang tonggak pada Indonesia Emas tahun 2045. Karena memang di era globalisasi ini, kita telah berada di dalam revolusi industri 4.0, bahkan 5.0. Perjalanan menghadapi globalisasi ini sangat mungkin mengikis perhatian generasi muda dalam meningkatkan kemajuan bagi bangsa dan negara. Oleh karena itu, sangat diperlukan landasan mental yang kuat, budi pekerti yang mulia, serta kemampuan akademik yang baik untuk para generasi muda. Generasi muda juga harus berkreasi dan mengekspresikan diri melalui keahlian masing-masing,” tuturnya.

Dalam paparan kuliah umum, Bupati Magelang, Zaenal Arifin, S.I.P. mengulas mengenai bagaimana sejarah bangsa Indonesia amat memengaruhi kondisi Indonesia saat ini. Ia mengingatkan bagaimana para bapak bangsa adalah para orang terpelajar yang mampu berdeliberasi memikirkan arah pembangunan Indonesia. Untuk itu, ia menekankan pentingnya mahasiswa memiliki cita-cita untuk masa depannya.

“Cita-cita itu menjadi penting. Jangan pernah bilang ‘nggak bisa’ atau ‘aku bukan siapa-siapa’. Karena kata-kata itu adalah doa. Kita harus selalu berpikir positif. Maka setelah memiliki tujuan-tujuan, kita harus melakukan aktivitas. Mengutip Bung Karno, ‘Gantungkanlah cita-cita setinggi langit! Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang’. Menetapkan tujuan itu penting sekali. 2045 kita ingin menjadi Indonesia emas,” jelasnya.

Zaenal Arifin, S.I.P. menuturkan, banyak hal yang bisa dilakukan anak muda untuk menyambut masa depan Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan memahami keahlian masing-masing untuk tujuan yang lebih besar.

“Anak muda harus kritis dan idealis yang sesuai dengan kaidah-kaidahnya, sehingga nanti tidak salah arahan dan salah tujuan. Maka anak-anak muda harus membangun negeri, harus mengkritik tapi harus memberi solusi. Anak-anak muda harus punya gagasan yang cemerlang. Harapannya, ke depan Indonesia lebih maju lagi,” pungkas Zaenal Arifin, S.I.P.

Kuliah umum ini diikuti oleh 790 peserta yang merupakan mahasiswa baru Fakultas Ekonomi, UNTIDAR.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

HIMAPBIO UNTIDAR Resmikan Kafe Jamu ‘Bu Jatem” di Pasar Babrik, Tempuran, Kabupaten Magelang

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi (HIMAPBIO), Fakultas Keguruan, dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar meresmikan Kafe Jamu ‘Bu Jatem’ (Bumi Jamu Tempurejo) di Pasar Babrik, Tempuran, Kabupaten Magelang, Kamis (17/08).

“Sebagian besar penduduk Dusun Tempursari bermata pencaharian sebagai penjual jamu keliling. Peresmian Kafe Bu Jatem ini diharapkan bisa mengenalkan dusun ini sebagai sentra penghasil jamu,” kata Dr. Setiyo Prajoko, S.Pd., M.Pd. Dosen Pendamping PPK Ormawa Himapbio.

Kafe Bu Jatem ini merupakan realisasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) yaitu program penguatan kapasitas Ormawa melalui serangkaian proses pembinaan Ormawa oleh Perguruan Tinggi yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.

Peresmian dihadiri oleh Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd.,;  Dekan FKIP, Dr. Ahmad Muhlisin, S.Pd., M.Pd; serta Guru Besar FKIP, UNTIDAR, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.

“Kafe Bu Jatem semoga menjadi wadah bagi masyarakat untuk memajukan perekonomian desa utamanya para komunitas jamu,” ujar Rektor dalam sambutannya.

Secara simbolis Rektor menumbuk rempah-rempah bahan jamu dalam lumpang batu sebagai tanda resmi dibukanya Kaje Jamu Bu Jatem. Kegiatan dilanjutkan dengan minum jamu bersama.

Kegiatan PPK Ormawa Himapbio dimulai Juli hingga Desember 2023. Kafe Jamu ini merupakan salah satu inovasi dalam pemasaran produk jamu.

“Minum jamu kita buat lebih kekinian, lokasi penjualan kita buat semenarik dan senyaman mungkin jadi anak-anak muda pun akan ikut tertarik minum jamu di kafe ini. Metode ini juga menjadi solusi bagi beberapa penjual jamu yang terkendala alat transportasi dalam memasarkan produknya selama ini,” jelas Fitria Alfiyah Hastuari, Ketua Tim PPK Ormawa Himapbio.

Perbedaan dari penjual jamu keliling yaitu Kafe Jamu penjualannya menetap pada satu lokasi, penataan tempat bernuansa Kafe menjadi daya tarik tersendiri terutama anak muda, dan Kafe Jamu Bu Jatem ini merupakan pelopor dan satu satunya Kafe Jamu di Tempurejo.

Fitri dan 14 anggotanya juga mendampingi warga dalam pembentukan komunitas Kafe Jamu yang melibatkan seluruh produsen jamu di Dusun Tempursari, Desa Tempurejo.

“Kami akan mendampingi dalam pembuatan media sosial juga, tujuannya agar Kaje Jamu ini dapat dikenal banyak orang dan meningkatkan penjualan produknya juga,” tambah Fitria.

Varian produk jamu hampir sama dengan produk jamu yang sudah ada di pasaran. Contohnya beras kencur, kunir asem, cabe puyang, paitan, gula asem, air sirih, uyup uyup dan sebagainya. Harga mulai sekitar Rp 3000 per gelas dan Rp 6000 untuk jamu bubuk.

“Selain tempat, Kafe Bu Jatem juga mulai mengembangkan jamu bubuk yang mempunyai ketahanan jangka panjang,” pungkasnya.

Tim PPK Ormawa Himapbio

  1. Fitria Alfiyah Hastuari_(2120305073)_Pendidikan Biologi (Ketua)
  2. Adhisty Putri Awalia _(2010305105)_Pendidikan Biologi
  3. Eka Febriana Maghfiroh_(2010305064)_Pendidikan Biologi
  4. Muklinatun Sofa Nafisah_(2010305023)_Pendidikan Biologi
  5. Anis Sufanniyah_(2140305095)_Pendidikan Biologi
  6. Anisa Rahmawati Dewi_(2120305070)_Pendidikan Biologi
  7. Ariffatur Rizki Asfarina_(2110305026)_Pendidikan Biologi
  8. Elyza Rohman Nurul Mufidah_(2120305057)_Pendidikan Biologi
  9. Eriana Kusuma Wati_(2110101016)_Ekonomi Pembangunan
  10. Gadis Diane Saskya_(2140202125)_Ilmu Komunikasi
  11. Khasanah Pangestuti_(2120305032)_ Pendidikan Biologi
  12. Najib Adiburrahman_(2120305036)_Pendidikan Biologi
  13. Nicola Putra Ristiono_(2120305076)_Pendidikan Biologi
  14. Nurul Inayah_(2140305109)_Pendidikan Biologi
  15. Yuni Fatmawati_(2140305101)_Pendidikan Biologi

 

Penulis : Tim PPK Ormawa Himapbio

Editor : Humas UNTIDAR

Dosen FKIP UNTIDAR Gelar Pelatihan Aplikasi CANVA Hasilkan Media Pembelajaran yang Menarik

Tiga dosen dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar menggelar pelatihan aplikasi Canva sebagai media pembelajaran digital kepada guru Sekolah Dasar (SD) Rejowinangun Selatan 1, Rejowinangun Selatan 2, dan Rejowinangun Selatan 5, Kota Magelang.

Lilia Indriani, S.Pd., M.Pd., Dwitiya Ari Nugrahaeni, M.AppLing (TESOL), dan Noor Sahid Kusuma Hadi Manggolo, M.A. TESL. menemukan permasalahan dalam media pembelajaran khususnya pada saat Covid-19 dan masa transisi seperti saat ini.

Para guru seakan ‘dipaksa’ beralih dan menyesuaikan diri dengan media digital karena pembelajaran sekolah dilaksanakan secara online. Tidak hanya itu mereka juga dituntut untuk membuat media pembelajaran yang lebih inovatif.

“Menghadapi siswa sekolah dasar yang masih kanak-kanak tentu memerlukan media pembelajaran yang menarik sehingga siswa tidak mudah bosan. Ditambah lagi, para siswa yang sudah tidak asing dengan penggunaan teknologi sebagai dampak pembelajaran online saat masa Covid,” jelas Ibu Lilia Indriani, Dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), UNTIDAR selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat.

Walaupun pada hari ini pandemi tersebut sudah dinyatakan selesai, namun bukan berarti para guru bisa meninggalkan apa yang mereka gunakan pada waktu melaksanakan pembelajaran secara online.

Hal ini karena saat ini sangat memungkinkan bagi para pengajar untuk memanfaatkan teknologi seperti media digital tersebut untuk digunakan dalam kelas offline karena justru bisa membuat pembelajaran dikelas semakin efektif dan menyenangkan bagi siswa.

“Berangkat dari hal tersebut, kemi bertiga dibantu para mahasiswa menyelenggarakan pelatihan aplikasi Canva sebagai media pembelajaran digital kepada guru sekolah dasar,” tambahnya.

Program pengabdian masyarakat ini mengangkat judul “Penguatan profil pelajar pancasila melalui pendampingan pengembangan media pembelajaran menggunakan aplikasi Canva pada guru SD di wilayah Kota Magelang”.

Program pelatihan tersebut dilakukan kurang lebih selama 4 bulan, yaitu dimulai dari Mei-Agustus 2023. Pelatihan terdiri dari 4 pertemuan intensif yang membahas perihal gambaran umum aplikasi canva, pengenalan fitur-fitur dan praktek serta sesi terakhir untuk pengaplikasiannya dalam pembuatan media pembelajaran.

Ada dua keterampilan penting yang menjadi fokus pada pelatihan ini yaitu para guru diharapkan tak hanya bisa mengenal aplikasi Canva, namun juga bisa membuat desain media pembelajaran menggunakan Canva yang nantinya benar-benar bisa diterapkan di kelas saat mengajar.

“Walaupun ada banyak fitur yang disediakan Canva, pelatihan ini memfokuskan pelatihan untuk melatihkan para guru agar bisa mendesain media pembelajaran berupa presentasi dan video yang menarik,” kata Lilia.

Kedua desain tersebut tentu tidak bisa langsung dikuasai oleh para guru sekaligus, khususnya para guru yang kurang mengenal Canva sebelumnya. Oleh karena itu, dua pertemuan digunakan untuk melatihkan kedua hal tersebut. Pada pelatihan hari kedua, para guru diajarkan untuk membuat media pembelajaran berupa presentasi, sementara pertemuan ketiga mereka dilatih untuk membuat media pembelajaran berupa video. Pada sesi ini, para guru sebenarnya sudah agak familiar dengan menu yang ada di proses pembuatan kedua pembelajaran tersebut karena sebelumnya sudah diperkenalkan sejak pertemuan pertama. Namun, demi menghasilkan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan menyenangkan peserta didik tentu memerlukan teknik editing yang sedikit agak rumit. Maka, disinilah tugas para dosen dan mahasiswa sebagai fasilitator pelatihan untuk memberikan arahan, bimbingan, dan panduan kepada para guru agar bisa memaksimalkan potensi mereka dalam mendesain media pembelajaran menggunakan Canva.

Kesuksesan dari pelatihan ini nampak nyata setelah melihat semua hasil desain media pembelajaran para peserta yang bagus dan benar-benar layak untuk digunakan di kelas mereka nantinya. Tak hanya itu, hasil survei evaluasi di akhir sesi juga menunjukan bahwa hampir semua guru yang menjadi peserta dalam pelatihan tersebut puas dan menganggap pelatihan yang mereka dapatkan tersebut sangat berguna untuk kedepannya.

Penulis : Tim Pengabdian Masyarakat

Editor : Humas UNTIDAR

 

Keseruan Lomba HUT RI Ke-78 Dharma Wanita UNTIDAR

Dharma Wanita Persatuan Universitas Tidar (DWP UNTIDAR) menggelar berbagai lomba 17-an dalam rangka memperingati HUT ke-78 Republik Indonesia, Jumat (18/8). Kegiatan dilaksanakan di Gedung dr. H.R Suparsono melibatkan perwakilan masing-masing unit di Lingkungan UNTIDAR.

“Dalam memperingati hari kemerdekaan Indonesia menjadi bagian dari rasa syukur kita atas perjuangan kemerdekaan, yang mana diisi dengan kegiatan-kegiatan positif dalam semarak kemerdekaan. Tujuan diadakannya perlombaan ini agar Dharma Wanita UNTIDAR bisa mengingat dan mengambil hikmah dari perjuangan kemerdekaan melalui perlombaan ini,”  jelas Ketua DWP UNTIDAR, Sri Tuwasti.

Berbagai lomba yang diadakan meliputi menghias tumpeng, merias wajah, pesan berantai, dan kempit balon. Tak hanya diikuti para ibu anggota Dharma Wanita, lomba juga diikuti oleh bapak-bapak tenaga kependidikan UNTIDAR yang berbagi keseruan dalam lomba kempit balon.

“Lomba diikuti oleh seluruh anggota DWP UNTIDAR meliputi Fakultas Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Pertanian, LPPM LPMPP, Satuan Pengawasan Internal, BAKK, Biro Umum dan Keuangan, UPA Bahasa, dan UPA Kewirausahaan, UPT Perpustakaan, UPT TIK,” kata Ketua DWP Fakultas Teknik, Mina Yumei Santi selaku ketua panitia.

Selain mengadakan lomba-lomba, dalam kesempatan ini, DWP UNTIDAR juga mengadakan pertemuan rutin.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

FKIP UNTIDAR Buka Wawasan Pendidikan Melalui Seminar Nasional MIPA dan Bahasa

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar menggelar Seminar Nasional Matematika dan IPA (MIPA) serta Seminar Nasional Bahasa dan Sastra di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono, Sabtu-Minggu (19-20/8).

Seminar Nasional MIPA dengan tema “Inovasi Pembelajaran Matematika dan IPA Menuju Indonesia Emas 2045” diinisiasi oleh Jurusan MIPA UNTIDAR menghadirkan Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. dari UNTIDAR, Prof. Dr. Ida Kaniawati, M.Si. dari Universitas Pendidikan Indonesia, dan Dr. Lilia Ellany Mohtar dari Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia sebagai narasumber.

Penanggung jawab Seminar Nasional MIPA, Paskalia Pradanti S.Pd, M.Pd. menyebutkan,  acara ini sebagai ajang kolaborasi dan berbagai ilmu baik dalam pembelajaran, penelitian, maupun pengabdian masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan Seminar Bahasa dan Sastra, Minggu (20/8) bertema “Transformasi Pendidikan Bahasa, Sastra dan Budaya Untuk Mendukung Merdeka Belajar”. Seminar yang diadakan oleh Jurusan Bahasa dan Seni UNTIDAR ini menghadirkan Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. dari UNTIDAR, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana dan Prof. Dr. Suminto A. Sayuti sebagai narasumber.

Kepala Jurusan Bahasa dan Seni, Muhammad Daniel Fahmi Rizal S.S., M.Hum. dalam sambutanya menyebutkan, seminar nasional ini sebagai ajang mempersiapkan diri untuk pembelajaran merdeka belajar. “Selama kalian belajar di FKIP ini, kalian adalah produk merdeka belajar. Jadi, sebelum perkuliahan dimulai nanti, kalian bisa terarah dan tahu mau bagaimana nantinya,” ungkapnya.

Muhammad Nur Hanif S.H., M.A.  selaku penanggung jawab Seminar Nasional Jurusan Bahasa dan Seni berharap, semangat berbagi ilmu tidak boleh berhenti hanya pada acara seperti ini. Ia berharap, seminar ini semakin berkembang untuk mewadahi banyak pihak yang ingin memaparkan karya ilmiahnya.

Selain paparan materi dari para narasumber ahli, seminar nasional ini juga menghadirkan para pemakalah yang mempresentasikan artikel ilmiahnya. Para pemakalah berasal dari perguruan tinggi dari berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Jakarta, dan Kalimantan.

Penulis: Haikal

Editor : Isaka

UPZ UNTIDAR BANTU BIAYA BUKU KULIAH 32 MAHASISWA

Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Universitas Tidar terus berkomitmen memberikan manfaat bagi segenap sivitas dari hasil pengumpulan zakat, infaq, dan sodaqoh yang diperolehnya. Seperti pagi ini Jumat (18/08/2023) bertempat di Ruang A2.B7 Fakultas Ekonomi, UPZ menyalurkan bantuan biaya buku perkuliahan untuk 32 mahasiswa.

Ketua UPZ UNTIDAR, Dr. Muhamad Wahyudi, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa ada beberapa kriteria untuk mendapatkan bantuan kali ini, yaitu Mahasiswa tersebut harus berprestasi, mempunyai kondisi ekonomi tertentu, dan tentu saja menimbang kuota keuangan yang ada. Sebelumnya UPZ UNTIDAR menginformasikan dana ini secara terbuka kepada Mahasiswa. “Selama ini, UPZ di lapangan dibantu oleh 40 duta zakat. Mereka adalah mahasiswa penerima beasiswa BAZNAS yang kami minta membantu operasional UPZ, dari pengumpulan hingga menjadi teman diskusi bagaimana penyalurannya.” Imbuhnya.

Pengurus lain, Rifki Hamdani, menjelaskan bahwa 32 mahasiswa ini berhak menerima dana masing-masing sebesar Rp.500.000. “UPZ akan mengupayakan penyaluran bantuan, mungkin dengan program berbeda, paling tidak satu semester sekali.” Jelasnya.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan jangan sampai program yang baik seperti ini berhenti sampai di sini, tapi harus bisa berlanjut. “Saya juga mengharapkan para mujahid ini bisa memberikan dorongan kepada seluruh keluarga besar UNTIDAR untuk sadar menyisakan rejekinya dimasukkan ke zakat dan sebagainya.” Ucapnya. Ia juga berpesan kepada para penerima manfaat agar tidak rendah diri. “Justru bisa memotivasi seamngat belajarnya, memunculkan hal terbaik di dalam dirinya,” pungkasnya.

Acara dihadiri pula oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan UNTIDAR, Ibu Sri Tuasti. Kegiatan Penyerahan Bantuan Buku Perkuliahan diakhiri dengan kajian yang disampaikan oleh Rifki Hamdani.

Penulis/Editor :  HUMAS UNTIDAR