Muhadharah UKM IQSAN UNTIDAR Tampilkan Ragam Karya Islami

Unit Kegiatan Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Seni Rebana (UKM IQSAN) UNTIDAR sukses menggelar malam pentas seni religi Muhadharah, Sabtu malam (19/8). Dalam acara yang berlangsung di Aula Secaba Rindam IV Diponegoro Magelang tersebut, sebanyak 135 mahasiswa UNTIDAR dan masyarakat umum menyaksikan pentas seni dengan antusias.

Ketua panitia Muhadharah, Imam Agus Wahyudi menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi dan dukungan yang diberikan para peserta. Acara tahunan ini adalah bentuk unjuk diri UKM IQSAN yang aktif mengembangkan seni Islami melalui berbagai penampilan kreatif.

“Tema pada acara muhadhoroh ini yaitu ‘Memperkenalkan Keanekaragaman Budaya Islam melalui Pentas Seni Religi’. Muhadharah bertujuan memperkenalkan UKM IQSAN kepada mahasiswa baru dan masyarakat umum,” tutur Imam saat menyambut acara.

Foto : UKM Iqsan

Rangkaian penampilan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh divisi Tilawah dan Tartil. Penampilan dilanjutkan dengan tim Syarhil, presentasi Karya Tulis Ilmiah Alquran (KTIA) berjudul ‘Memoranda’, serta penampilan drama oleh divisi Tahfidz dan Kaligrafi. Tak ketinggalan, penampilan tari indang dan saman juga memeriahkan acara ini, diikuti lantunan sholawat oleh divisi Rebana.

Foto : UKM Iqsan

Penampilan dilanjutkan dengan persembahan “Mahalul Qiyam”, sebuah penampilan yang mengangkat esensi dari Muhadharah. Acara inti ini dikemas dalam bentuk kirab untuk mengenal divisi-divisi UKM IQSAN. Mengakhiri acara tim Nasyid UKM IQSAN menghadirkan beberapa lagu islami.

Dengan suksesnya acara Muhadharah ini, UKM IQSAN sekali lagi membuktikan peran dan kontribusinya untuk menghidupkan seni religi dan budaya Islam di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.

Penulis : Lailatul Khusna

Editor : Isaka

Unsil Kunjungi Untidar, Bench Marking Kewirausahaan

Unit Pendukung Akademik Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPA PKW) Universitas Tidar menerima kunjungan Unit Pendukung Akademik Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Mahasiswa (UPA PKKM) Universitas Siliwangi (15/08/2023). Rombongan diterima oleh Kepala UPA PKW UNTIDAR, Dra. Lucia Rita Indrawati, M.Si. dan segenap pengelola di ruang rapat Rektorat UNTIDAR.

Dalam sambutannya, Kepala UPA PKKM UNSIL, Euis Rosidah, S.E., M.Ak. menjelaskan kehadiran mereka sebagai manifestasi Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama yang telah ditandatangani oleh Rektor kedua Perguruan Tinggi. “Sekaligus kami ingin belajar bagaimana pengelolaan kewirausahaan dan pengembangan karir di Universitas Tidar ini sehingga pencapaian IKU bisa maksimal,” jelasnya.

UNSIL merasa UPA PKW UNTIDAR memiliki progres yang cepat dan dinamis, sehingga layak menjadi tempat bench marking. “Kami juga ingin mendengar langsung bagaimana kita-kiat penyelenggaraan kegiatan di sini, termasuk penyiapan sebuah kegiatan besar seperti Bazaar dan Kompetisi Produk mahasiswa Tingkat Nasional yang dilakukan UNTIDAR beberapa waktu lalu.” ungkap Euis.

Lucia Rita menjelaskan bahwa UPA PKW UNTIDAR menjalankan beberapa layanan yaitu Kewirausahaan, Tracer Study, Bimbingan Konseling, dan Karir. “Sebelum menjadi UPA, Pengembangan Pedesaan ada di bawah kami. Kini layanan tersebut dikerjakan oleh LPPM,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Lucia memberi kesempatan kepada masing-masing koordinator layanan untuk presentasi program kerja dan pengalamannya selama ini. Dari paparan dan sesi tanya jawab, UNSIL merasa mendapatkan insight signifikan untuk diaplikasikan di kampusnya. “Kunjungan kami tidak sia-sia. Banyak insight bisa kami terapkan di tasikmalaya,“ lanjut Euis.

Rombongan PKKM UNSIL kemudian diajak mengunjungi salah satu desa binaan UPA PKW UNTIDAR, yaitu desa Ngargogondo, Borobudur. Melalui program pendampingan yang dimentori oleh UPA PKW UNTIDAR, desa ini kini telah berkembang pesat menjadi Desa Wisata. Kunjungan UNSIL diakhiri di IKM Center kota Magelang. Lucia menjelaskan bahwa produk UMKM Mahasiswa UNTIDAR juga sudah dijual di pasar modern, salah satunya di IKM Center ini. “Kita bersyukur, artinya, produk-produk tersebut telah memenuhi standar kelayakan sebagai komoditas,” pungkasnya.

 

Penulis: Erwin

Upacara HUT Ke-78 RI, Rektor UNTIDAR Ingatkan Pentingnya Komunikasi untuk Kemajuan UNTIDAR

Sivitas akademika Universitas Tidar melaksanakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2023. Upacara berlangsung di halaman Gedung dr. H. R. Suparsono UNTIDAR, Kamis (17/8). Dalam upacara tersebut, sivitas akademika mengenakan pakaian adat yang mewakili beragam budaya di Indonesia.

Peringatan HUT ke-78 Republik Indonesia mengusung tema ‘Terus Melaju Untuk Indonesia Maju’. Tema ini merefleksikan semangat bangsa Indonesia untuk berkolaborasi demi mewujudkan Indonesia maju.

Rektor UNTIDAR Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menyampaikan pentingnya semangat kemerdekaan dan peningkatan kualitas komunikasi demi mewujudkan kemajuan bersama di tengah keragaman UNTIDAR.

“Marilah kita tingkatkan semangat perjuangan kita dengan kebersamaan. Kita ingat, kemerdekaan muncul karena satu tujuan merdeka dari berbagai unsur yang ada. Di UNTIDAR, saya lihat juga banyak keragaman di antara kita, disparitas di antara kita. Untuk itu, kita harus berkomunikasi, baik secara vertikal dan horizontal supaya kita berjuang bersama untuk kemajuan UNTIDAR,” kata Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.

Upaya pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) juga menjadi fokus perhatian. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan menjadi kunci agar pelaksanaan MBKM berjalan optimal untuk mendukung perluasan wawasan mahasiswa.

“Masa studi mahasiswa kita masih sangat panjang. Kebijakan Kampus Merdeka akan sangat membantu meningkatkan studi dan memperpendek masa studi. Mari kita dukung dalam rangka meningkatkan prestasi maupun reputasi UNTIDAR,” tuturnya.

Rektor UNTIDAR Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. juga membacakan amanat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim. Dalam amanat tersebut, Nadiem menyoroti pentingnya kolaborasi untuk perubahan perjalanan dunia pendidikan Indonesia. Salah satunya adalah implementasi Kurikulum Merdeka yang telah dirasakan oleh 250 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

“Untuk jenjang pendidikan tinggi, program-program Merdeka Belajar Kampus Merdeka juga telah berhasil mengubah hidup lebih dari 760 ribu mahasiswa. Kesempatan belajar di luar kampus, baik di industri, di sekolah, sampai di lingkungan masyarakat, memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi generasi muda Indonesia untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara,” tuturnya.

Perjuangan dalam menggerakkan Merdeka Belajar selama empat tahun terakhir harus dilanjutkan untuk mewujudkan kemerdekaan dalam sistem pendidikan Indonesia. Semangat para pendahulu harus diteruskan. Untuk maju, pendidikan harus terus melaju.

Dalam kesempatan ini, Rektor menyerahkan penghargaan kepada 6 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memperoleh tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya.

Penghargaan Satyalancana Karya Satya dianugerahkan kepada :

  1. Ir. Sapto Nisworo, M.T., IPU., ASEAN. Eng. Jabatan Lektor Kepala Pada Fakultas Teknik. Tanda Kehormatan yang dianugerahkan Satyalancana Karya Satya Tiga Puluh Tahun.
  2. Dra. Endang Mawarsih, M.Sc. Jabatan Lektor Pada Fakultas Teknik. Tanda Kehormatan yang dianugerahkan Satyalancana Karya Satya Tiga Puluh Tahun.
  3. Herlina Manurung, SE.Akt., M.Si. CA. Jabatan Tenaga Pengajar Pada Fakultas Ekonomi. Tanda Kehormatan yang dianugerahkan Satyalancana Karya Satya Sepuluh Tahun.
  4. Rachmi Nurhardini, S.P., M.Pd. Jabatan Kepala Subbagian Umum pada Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Tanda Kehormatan yang dianugerahkan Satyalancana Karya Satya Sepuluh Tahun.
  5. Andri Nofreeana, S.Pi., M.Sc. Jabatan Lektor Pada Fakultas Pertanian. Tanda Kehormatan yang dianugerahkan Satyalancana Karya Satya Sepuluh Tahun.
  6. Siti Winarsih, S.A.P. Jabatan Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda. Tanda Kehormatan yang dianugerahkan Satyalancana Karya Satya Sepuluh Tahun.

Dalam upacara kali ini, Matheus Gratiano Mali, S.Sos., M.P.A. dosen Prodi Ilmu Administrasi Negara, Fisipol mencuri perhatian dengan pakaian adat yang dikenakannya.

“Saya mengenakan pakaiaan adat Kepulauan Rote, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Penutup kepala ini disebut Ti’i Langga terbuat dari daun lontar kering,” jelasnya.

Dosen kelahiran Kupang, NTT ini merupakan salah satu peserta upacara yang mengenakan pakaian adat dari daerah asalnya.

Peringatan HUT ke-78 RI di lingkungan UNTIDAR ini melibatkan UKM Menwa, Pramuka, PSM GST dan KSR menjadi petugas upacara.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

Kuliah Umum UNTIDAR Ajak Mahasiswa Baru Kembangkan Karakter Diri

Universitas Tidar mengadakan kuliah umum yang menginspirasi ribuan mahasiswa baru Tahun Akademik 2023/2024 di Gedung dr. H. R. Suparsono, Selasa (15/8). Acara ini bertujuan membekali mahasiswa baru dengan pengetahuan untuk mengembangkan diri selama masa perkuliahan mendatang.

Kuliah umum diselenggarakan dalam tiga sesi, dengan menghadirkan tiga pembicara utama yaitu Prof. Dr. Mukh Arifin, M.Sc., Rektor UNTIDAR Periode 2019-2022; Dosen Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Pujiyono, S.H., M.H., dan Dr. Ir. Bambang Surendro, M.T., M.A., Rektor Universitas Tidar Magelang (UTM).

Pada sesi pertama, Prof. Dr. Mukh Arifin, M.Sc. memberikan kuliah pertama M.Sc. mengenai cara menjadi generasi yang tangguh dan berkarakter. Mahasiswa baru sebagai generasi Z dikatakan memiliki tingkat literasi digital yang baik karena telah terpapar teknologi komunikasi sejak kecil. Tingkat penguasaan teknologi yang baik ini harus dibarengi dengan sikap generasi yang tangguh dan berkarakter dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Karakter menunjukkan kualitas pembeda yang dimiliki seseorang. Memiliki karakter membuat Anda menarik dan bernilai. Karakter terkait pada bisa tidaknya Anda diandalkan dan dipercaya. Untuk itu, Anda harus memiliki tekad, jangan sampai orang lain menghalangi tekad Anda,” kata Prof. Dr. Mukh Arifin, M.Sc.

Prof. Dr. Mukh Arifin, M.Sc. juga mengingatkan bahwa anak muda sekarang juga harus berkualitas dunia. Anak muda harus berwawasan luas, menggali ilmu seluas mungkin, dan mempelajari kehidupan masyarakat lain. Untuk menghadapi tuntutan cita-cita tersebut, mahasiswa juga harus memiliki gaya hidup yang sehat.

Materi yang tak kalah menarik disampaikan oleh Dosen Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret, Prof. Pujiyono, S.H., M.H. bertema “The Future is Yours”. Ia mengingatkan mahasiswa UNTIDAR mengenai pentingnya adaptabilitas dan orientasi pada usaha untuk meraih masa depan yang sukses.

“Makhluk hidup yang bisa bertahan itu bukan yang paling kuat, tapi yang paling adaptif. Kalau yang bisa bertahan itu yang paling kuat, maka hari ini kita masih melihat dinosaurus. Yang kita lihat hari ini adalah semut sebab bisa beradaptasi sekalipun kecil. Jangan dipikirkan bahwa orang-orang yang paling kuat menurut Anda, itu adalah orang-orang yang tidak dapat Anda lampaui. Kalau mereka tidak bisa adaptif, Anda bisa kejar. Kalau kalian bisa adaptif, melihat situasi, memanfaatkan teknologi, kalian yang menang,” katanya.

Beliau juga menyoroti pentingnya kesetaraan skill antara generasi Z. Dalam dunia yang terus berkembang, mahasiswa diminta untuk memiliki penguasaan dalam satu bidang keahlian utama sambil mengembangkan beragam keahlian lain yang relevan

Pembicara selanjutnya adalah Dr. Ir. Bambang Surendro, M.T., M.A. yang membawakan materi mengenai “Konsep Penguatan Pendidikan Karakter bagi Mahasiswa”. Dalam presentasinya, Dr. Bambang mengingatkan bahwa mahasiswa harus berkarakter. “Mahasiswa harus memiliki karakter kuat agar tidak mudah terbawa arus yang justru meninggalkan budayanya sendiri. Mahasiswa harus memiliki prinsip moral kuat dan cara berpikir kritis, ” jelasnya.

Dr. Bambang juga berpesan agar mahasiswa tidak merasa cukup dengan “kostum”-nya, tapi mahasiswa harus mencerminkan perilaku seorang pembelajar. Untuk itu, ilmu yang ia peroleh tidak hanya disimpan, tetapi juga untuk diamalkan. Menurutnya, menjadi mahasiswa berarti secara otomatis wajib berperan memberikan kontribusi nyata pada masyarakat sekitar.

Dengan kehadiran para pembicara, acara ini berhasil memberikan wawasan penting kepada mahasiswa baru UNTIDAR. Mahasiswa diberi panduan untuk menjadi generasi yang tangguh, adaptif, berorientasi pada usaha, dan berkontribusi pada masyarakat.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

TEKNIK ELEKTRO UNTIDAR TUAN RUMAH TEMU NASIONAL FORUM PENDIDIKAN TINGGI TEKNIK ELEKTRO INDONESIA (FORTEI) 2023

Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) adalah wadah komunikasi para dosen Teknik elektro yang sudah berdiri sejak tahun 2005.

“Didirikan pertama kali di Bali pada tahun 2005 oleh 6 ketua jurusan dari 6 perguruan Tinggi di Indonesia,” demikian disampaikan Ketua FORTEI 2022-2024, Dedet Candra Riawan, S.T., M.Eng., Ph.D.

Ia menambahkan bahwa tujuan hadirnya FORTEI adalah untuk menyelaraskan pendidikan tinggi Teknik Elektro se-Indonesia melingkupi bidang pendidikan, penelitian, dan aplikasi teknologi, dan menjadi forum diskusi topik-topik nasional terkait keilmuan Teknik Elektro, menyimpulkan, memberi masukan, dan solusi kepada pemerintah serta pemangku kepentingan. “FORTEI menjadi institusi rujukan mengenai pendidikan tinggi Teknik Elektro di Indonesia,” imbuhnya.

Hal itu disampaikannya di sela-sela Temu Nasional FORTEI dan Seminar Nasional 2023 yang diselenggarakan di Kota Magelang (10-12/08/2023). Ini adalah ajang tahunan yang penyelenggaraannya diperebutkan oleh anggota FORTEI.

“Kali ini, Universitas Tidar berhasil menjadi tuan rumah Temu nasional FORTEI. Tentu ini menjadi kebanggaan kita semua, karena Perguruan Tinggi Baru seperti UNTIDAR, dipercaya menjadi tuan rumah untuk lebih dari 100 perguruan tinggi,” jelas Ir. Deria Pravitasari, S.T., M.Eng., Ketua Jurusan Teknik Elektro UNTIDAR, sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Temu Nasional FORTEI 2023.

Dalam sambutannya, Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M. Si. mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir.

“Saya mengapresiasi kegiatan FORTEI ini. Semoga forum selama 3 hari ke depan memperoleh hasil yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan Teknik Elektro di Indonesia, yang muaranya menciptakan generasi unggul untuk mendukung pembangunan nasional.” Rektor menambahkan, forum komunikasi profesi seperti FORTEI ini penting untuk saling meningkatkan kualitas tenaga pendidik Pendidikan Tinggi.

Dalam kesempatan yang sama Deria menjelaskan, Temu Nasional kali ini diikuti 257 peserta dari 120 perguruan tinggi se-Indonesia yang memiliku jurusan/departemen Teknik Elektro. Agenda hari pertama, diawali dengan seminar nasional yang diselenggarakan di Puri Asri Hotel, yang menghadirkan 4 narasumber yaitu Widya Adi Nugroho (Ses Dirjen EBTKE), Nur Hidayanto (Koordinator Perencanaan dan Pelaporan dalam hal ini mewakili Dirjen  Ketenagalistrikan), Yusuf Suntoro, Dewan pakar Ahli Ketenagalistrikan dari METI, Prof. Dr. Ir. Tumiran, M. Eng. (UGM), dan Prof. Dr. Suyitno, M. Sc. (UNTIDAR).

Siang harinya dilakukan pararel session di kampus Tuguran, UNTIDAR sekaligus visiting campus.

Di hari kedua diselenggarakan workshop terkait akreditasi internasional – IABEE yang diampu oleh Prof. Dr. Ir. Misri Gizan, M. Tech., IPU. “Kami juga melakukan rembug internal membahas program kerja dan penandatanganan Kerjasama Kegiatan Publikasi Ilmiah antara Pengelola Jurnal dengan FORTEI,” imbuhnya. Deria mengingatkan kepada peserta, untuk materi Pedoman Kurikulum dapat diunduh di https://fortei.org/materi-panduan-kurikulum/

Prof. DR.-Ing., Misri Gozan, M.Tech. IPU, Wakil Ketua Badan Tetap Indonesia Accreditation Board for Engineering Educatin (IABEE) pada hari kedua penyelenggaraan Temu Nasional FORTEI menyampaikan kiat-kiat pengajuan IABEE.

“Kriteria Umum Evaluasi dibagi menjadi 4 bagian: Plan, Do, Check, Act. Dengan kriteria evaluasi ini, proses akreditasi ini memastikan program studi menerapkan program berkesinambungan dalam meningkatkan luaran berbasis capaian pembelajaran,” jelasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi internal terkait pengelolaan FORTEI dan seremonial penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) terkait pengelolaan jurnal dan penerbitan jurnal.

“Dokumen sebelumnya sudah dikirim desk to desk kepada Pimpinan Jurnal atau Pejabat yang berhak menandatangani dokumen kerjasama dari Institusi terkait. Lalu hari ini Ketua FORTEI berkesempatan menandatangai 96 PKS secara langsung didampingi perwakilan masing-masing perguruan tinggi,” pungkas Deria.

Di hari ketiga, peserta diajak menikmati destinasi wisata di Magelang Raya menggunakan VW safari, mengunjungi heritage di kota Magelang dan kawasan wisata super prioritas Borobudur.

Penulis/Editor : Humas UNTIDAR

Mapala Sulfur UNTIDAR Raih Juara Terbaik II Nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2023

Mapala Sulfur Universitas Tidar, berhasil meraih Juara terbaik II Tingkat Nasional sebagai Kelompok Pecinta Alam pada Apresiasi Teladan Wana Lestari Tahun 2023. Penghargaan ini diserahkan secara langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. kepada Ketua Mapala Sulfur di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat (15/08). Mapala Sulfur hadir mewakili Provinsi Jawa Tengah.

Sedangkan untuk Terbaik pertama diraih perwakilan dari Provinsi Jawa Timur, Yayasan Masyarakat Ficus Indonesia. Sedang terbaik ketiga diraih oleh Mapala Universitas Indonesia dari Provinsi Jawa Barat.

Apresiasi Teladan Wana Lestari ini sendiri merupakan lomba yang diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia sebagai suatu metode penyuluhan, dilaksanakan untuk menilai prestasi perorangan, kelompok, atau aparatur pemerintah dalam pemberdayaan dan mengubah perilaku masyarakat di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

Apresiasi Teladan Wana Lestari merupakan agenda rutin tahunan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan pemberian apresiasi tahun ini sengaja dilakukan mendekati peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia.  Pada Lomba Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2023 ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia tidak hanya memberikan apresiasi kepada kelompok Konservasi Alam, melainkan juga kepada kepada Individu Kader Konservasi Alam yang berasal masyarakat dan unsur pemerintah.

 

Penulis: Mapala Sulfur Universitas Tidar

Tim KKN 79 UNTIDAR Dampingi Pembuatan NIB dan “Melek” Pemasaran Digital bagi UMKM Desa Krinjing.

Tim KKN 79 Desa Krinjing Universitas Tidar melakukan pendampingan dan mentoring terkait pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pemasaran digital bagi UMKM di Desa Krinjing, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.

“Sebagai Sentra UMKM kopi dan anyaman bambu banyak yang belum memiliki NIB dan memahami pemasaran digital. Padahal di era sekarang ini dua hal ini sangat dibutuhkan untuk mendukung daya jual produk-produk UMKM tersebut,” tutur Rezananda Rifky Gunawan, Ketua Tim KKN 79 Desa Krinjing.

Melihat permasalahan ini, Rifky dan 9 anggota timnya menggandeng Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Dinas Perdagangan Koperasi dan Bisnis UKM (DISDAGKOPUKM) Kabupaten Magelang untuk memberikan solusi terbaik untuk UMKM Desa Krinjing.

“Harapannya setelah UMKM mempunyai NIB dan paham tentang pemasaran digital produk-produk yang dihasilkan tidak hanya dititipkan kepada pengepul namun UKMK itu sendiri dapat memasarkannya sendiri,” tambahnya.

Strategi pemasaran ini tentunya juga berpotensi menambah penghasilan dikarenakan yang biasanya hanya mengandalkan pengepul nantinya UMKM bisa langsung melakukan jual beli dengan konsumen secara langsung misalnya via ecommerce dan sebagainya.

Kasi Penerbitan DPMPTSP Kabupaten Magelang, Drs. Supriyadi menjelaskan selama ini beberapa UMKM terkendala syarat yang harus dipenuhi ketika mengurus NIB. Permasalah yang sering ditemukan adalah kurangnya data internal terkait usaha seperti jenis klasifikasi baku lapangan Indonesia (KBLI) yangdisesuaikan jenis pelaku usahanya.

“Data internal usaha itu seperti modal awal, omset, terus luas usahanya. Masyarakat sebagian masih kurang paham dengan internet terlebihnya situs OSS yang mengakibatkan terhambatnya proses pendaftaran NIB. Sedangkan penguruan NIB saat ini semuanya sudah serba online,” jelas Drs. Supriyadi.

Bagi UMKM, kepemilikan NIB mempunyai beberapa manfaat salah satunya yaitu kemudahan dalam aspek pendanaan yaitu bunga rendah KUR yang diimplementasikan dengan subsidi pemerintah, sehingga bunga yang dibebankan kepada pengguna hanya 3% saja.

“NIB itu ibarat kartu SIM-Nya para pelaku UMKM. Identitas usaha yang terdaftar dalam sistem Kementrian Koperasi dan UKM yang dapat digunakan sebagai Angka Pengenal Impor (API) dan Hak Akses Kepadean. Tentunya juga akan berpengaruh nantinya dalam pemasaran produk kedepannya,” ujarnya.

“Identitas usaha yang terdaftar dalam sistem Kementrian Koperasi dan UKM yang dapat digunakan sebagai Angka Pengenal Impor (API) dan Hak Akses Kepadean. Kasi Penerbitan DPMPTSP Kabupaten Magelang, Drs. Supriyadi menjelaskan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi keetika pelaku UMKM hendak mendapatkan NIB. Di satu sisi, ada permasalahan yang kerap dihadapi  oleh sebagian besar pelaku UMKM dalam mendaftarkan NIB.

Permasalahan tersebut, kata dia, beragam. Seperti kurangnya data. “NIB itu ibarat kartu SIM-Nya para pelaku UMKM. Kami berharap, para pelaku UMKM khususnya di Desa Krinjing dapat terbantu untuk mendapatkan identitas usahanya,” ujarnya.

Setelah mengetahui proses pembuatan NIB dan manfaatkan, selanjutnya Tim KKN 79 UNTIDAR melanjutkan dengan pelatihan strategi pemasaran.

“Pelaku UMKM harus bisa menangkap peluang pasar dengan diikuti perkembangan teknologi digitalisasi yang semakin maju dimulai dari lingkungan sekitar,” jelas Suporting Staf Bidang UMKM, Disdagkop UKM Kabupaten Magelang

Dia juga memberikan edukasi kepada pelaku UMKM di Desa Krinjing mengenai pemasaran online atau digital marketing. Harapnya, produk besek dari anyaman bambu bisa dikreasikan menjadi produk baru seperti kerajinan lampu hias. Selain aspek produk, aspek lain seperti presentasi, harga, dan strategi promosi juga harus diperhatikan. Supaya menjadi lebih menarik, memiliki nilai jual tinggi, serta jangkauan pemasaran lebih mudah.

Selain seminar, tim KKN UNTIDAR Krinjing turut melakukan pembuatan video profil UMKM di Desa Krinjing untuk memperkenalkan usahanya ke lingkup yang lebih luas lagi. “Dengan adanya pembuatan video profil UMKM akan mempermudah pelaku UMKM di Desa Krinjing dalam aspek pemasaran,” ujar Hamdan Faozi, penanggung jawab Unit UMKM Tim KKN UNTIDAR Kajoran.

Kelompok KKN 79 Desa Krinjing :
1. Rezananda Rifky Gunawan_Teknik Mesin
2. Ahmad Zaeni_Teknik Mesin
3. Hamdan Faozi_Teknik Mesin
4. Sugiono_Teknik Elektro
5. Lilis Eka Budiyanti_Teknik Elektro
6. Dwi Kqori Handani_Teknik Elektro
7. Nasyitha Oktavia Rahmawati_Pendidikan IPA
8. Disa Wahyu Purnama_Pendidikan IPA
9. Andira Yufita_Pendidikan Biologi
10. Rahmawati Eka Noviyanti_Pendidikan Biologi

Penulis : Tim KKN 79 Desa Krinjing

Editor : Humas UNTIDAR

Maba Faperta UNTIDAR Cetak Rekor Muri Rangkaian Pothil Terpanjang

Ada yang spesial dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Tidar, Rabu (09/08). Bertempat di Lapangan SMA Negeri 5 Magelang mahasiswa baru Faperta berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam merangkai Pothil Terpanjang.

Sebanyak 686 peserta terdiri dari 682 mahasiswa dan 4 pimpinan universitas yaitu Rektor; Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni; serta Dekan Fakultas Pertanian berhasil membentangkan pothil sepanjang 1.095 meter.

Masing-masing peserta membentangkan pothing yang dirangkai sepanjang 1,5 meter. Pothil dirangkai dalam sebuah plastik memanjang sehingga menjaga kehigienisan dan bisa dinikmati masing-masing peserta setelah acara selesai. Dalam pemecahan Rekor MURI ini kurang lebih menggunakan 150 kg pothil yang diperoleh dari produk UMKM di Magelang.

Senada dengan tema PKKMB Universitas yaitu mengembangkan muatan lokal sebagai landasan mencapai prestasi global, salah satu tujuan pemecahan rekor MURI ada PKKMB Faperta kali ini adalah mengangkat pothil sebagai makanan khas Magelang agar dikenal secara nasional bahkan global.

“Olahan ubi kayu seperti getuk atau slondok mungkin sudah banyak dikenal, tapi pothil mungkin bagi yang dari luar Magelang saja belum tahu. Harapnnya pothil semakin terkenal khususnya sebagai makanan khas bagian dari kekayaan Magelang,” tutur Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.

Rektor juga menyampaikan bahwa UNTIDAR khususnya Faperta juga sedang konsen untuk membuat sebuah penelitian terkait singkong yang menjadi bahan utama pembuatan pothil.

“Tepatnya di Bandongan Teaching farm sedang dikembangkan puluhan varietas ubi kayu. Penelitian terus dikembangkan untuk menemukan varietas ubi seperti apa yang paling cocok dijadikan pothil, slondok, getuk atau tepung,” tambah Dekan Faperta, Dr. Ir. Joko Sutrisno, M.P..

Saat ini, Faperta UNTIDAR memiliki koleksi tanaman singkong sejumlah 150 varietas. Mahasiswa dan dosen melakukan penelitian bersama mengembangkan bibit unggul varietas singkong lokal. Tanaman singkong merupakan salah satu komoditas pertanian yang cukup berpotensi untuk dikembangkan. Produktivitas singkong di Indonesia tergolong cukup tinggi dan Indonesia masuk ke dalam golongan 10 besar negara penghasil singkong tertinggi di dunia. Singkong banyak dibudidayakan di negara Indonesia dikarenakan kandungan karbohidratnya dapat dijadikan sebagai makanan pokok alternatif pengganti nasi. Selain kandungan karbohidrat, singkong juga memiliki protein yang baik bagi tubuh manusia. Adanya kandungan nutrisi tersebut membuat singkong menjadi komoditas yang potensial untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai macam olahan makanan, salah satu contohnya pothil.

“Kami dari MURI berkesempatan untuk mencatat Karsa (karya spektakuler) yaitu rangkaian 1.095 meter pothil yang merupakan makanan khas Magelang. Rekor ini tercatat tidak hanya sebagai rekor nasional namun juga sebagai rekor dunia,” jelas Sri Widayati, Representative MURI.

Rekor pothil terpanjang tercatat sebagai rekor ke 11.107 yang dicatat MURI dan dianugrahkan kepada Fakultas Pertanian UNTIDAR. Penghargaan diserahkan langsung dari perwakilan MURI kepada Rektor UNTIDAR.

Dukung Penyandang Disabilitas Tetap Produktif, UNTIDAR Bagikan Kaki Palsu

Penyandang disabilitas akibat hilangnya anggota tubuh akan mengalami pengurangan aktifitas fisik, baik mobilitasnya, aktifitas kerjanya, maupun aktifitas sehari-harinya. Umumnya, hilangnya anggota tubuh disebabkan oleh cacat bawaan, kecelakaan, penyakit, dan amputasi. Kecacatan dengan kondisi hilangnya sebagian kaki banyak terjadi di masyarakat. Jika tidak diberi alat bantu berupa kaki palsu, maka akan menghilangkan kesempatannya untuk beraktifitas dan bekerja.

Dalam upaya membantu agar penyandang disabilitas tetap produktif, tim Pengabdian masyarakat Universitas Tidar membagikan kaki palsu.

“Kaki palsu telah kami serahkan kepada Ibu Dwi Lestari (53 tahun). Bu Dwi alami amputasi atas lutut yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah.” tutur Ketua Tim peneliti UNTIDAR, Prof. Dr. Suyitno, M. Sc.

Ia menambahkan, Dwi Lestari merupakan seorang ibu rumah tangga yang sehari-harinya punya usaha Jus buah. Akibat amputasi tersebut, kegiatan usahanya berhenti karena tidak bisa beraktifitas ke pasar untuk belanja bahan baku.

“Saya berencana akan jualan jus lagi setelah bisa beraktifitas normal menggunakan kaki palsu bantuan Universitas Tidar ini,” terang wanita yang tinggal di Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah ini.

Setelah memperoleh kaki palsu, Dwi harus berlatih dan membiasakan diri berjalan menggunakan kaki palsu.

Kaki palsu yang diberikan kepada Dwi Lestari adalah jenis kaki palsu atas lutut. Kaki palsu tersebut terdiri dari telapak kaki, sambungan pergelangan kaki sumbu tunggal, adaptor, pipa, lutut multisumbu, adapter dan socket. Selain soket dan telapak terbuat dari baja tahan karat AISI304.

“Kaki palsu ini dikembangkan oleh Tim peneliti UNTIDAR yang bekerja sama dengan Center for Innovation of Medical Equipments and Devices (CIMEDs) UGM.” Imbuh Suyitno.

“Saat ini kaki palsu tersebut telah diproduksi oleh PT Ontiyus Karya Mulia,” sambungnya.

Menurutnya, meski sudah banyak berkembang berbagai jenis kaki palsu untuk amputasi atas lutut, namun bentuknya masih sangat sederhana sehingga tidak nyaman bagi pengguna. Kaki palsu dengan tipe pergelangan kaki sumbu tunggal dan lutut multisumbu masih diimpor dari negara lain. Selain itu harga kaki palsu jenis ini masih mahal untuk pengguna di dalam negeri.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, dan membuat produk terjangkau bagi masyarakat, maka tim peneliti UNTIDAR berinisiatif mengembangkan dan memproduksi kaki palsu ini untuk pasar dalam negeri.

Penulis dan Editor : Humas UNTIDAR

 

Pelita Fair Dorong Kreativitas Siswa dan Mahasiswa dalam Mendukung SDGs

Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran Ilmiah dan Kreativitas Mahasiswa (UKM Pelita) UNTIDAR menggelar Pelita Fair. Mahasiswa dan siswa SMA/SMK berkompetisi melalui lomba esai, karya ilmiah, serta olimpiade biologi dan matematika. Acara yang bertema “Inovasi Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam berbasis Sustainable Development Goals (SDGs)” ini diadakan di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono UNTIDAR, Sabtu (5/8).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya berkata, event ini sangat penting untuk mengembangkan kreativitas dan daya ilmiah para siswa dan mahasiswa.

“Kami mengucapkan terima kasih pada semua yang hadir, mahasiswa, siswa, dosen pembimbing, bapak ibu guru yang mendampingi dalam event kegiatan hari ini. Kegiatan seperti ini ke depan akan kita kembangkan terus dengan jumlah event, kompetisi, dan jumlah peserta yang lebih banyak lagi,” tutur Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Parjobo menyatakan kebanggaannya karena UKM Pelita UNTIDAR mengadakan acara bertema SDGs atau Tujuan Pengembangan Berkelanjutan.

“Menjadi seorang siswa dan mahasiswa harus berpikir kritis dan kreatif yang dapat didalami melalui lomba penalaran ilmiah, esai, ataupun olimpiade. Harapannya nanti yang terbaik akan menularkan ilmunya pada yang belum baik agar dapat saling menukarkan ide dan pemikiran mengenai 17 pilar yang telah dicetuskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai pembangunan berkelanjutan,” ujarnya

Olimpiade matematika dan olimpiade biologi dilaksanakan di ruang kuliah FKIP. Sementara itu, liima finalis lomba esai nasional melakukan presentasi di GKU dr. H. R. Suparsono. Lima finalis lomba karya ilmiah remaja nasional juga memaparkan gagasannya di ruang kuliah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Berikut hasil kejuaran Pelita Fair 2023:

Lomba

Juara

Olimpiade Matematika

 

  • Juara 1 diraih oleh Ahmadan Sauqi Zhahir dari SMA Trensains Muhammadiyah Sragen.
  • Juara 2 diraih oleh Lubna Zahira Aqila Rayya dari SMAN 3 Magelang.
  • Juara 3 diraih oleh Mariza Ainun Jariyah dari SMA Trensains Muhammadiyah Sragen
Olimpiade Biologi

 

  • Juara 1 diraih oleh Auliyas Firdausi Utomo dari SMA Trensains Muhammadiyah Sragen
  • Juara 2 diraih oleh Bagus Guntur Resky Prastio dari SMA Trensains Muhammadiyah Sragen
  • Juara 3 diraih oleh Hanna Qurrota Aini diraih oleh MAN Kota Magelang
Karya Ilmiah Remaja Nasional
  • Juara 1 diraih oleh Elsa Hanum Aulia Sansabrina dan tim dari SMAN 1 Maos
  • Juara 2 diraih oleh Maulisa Kusuma Wardani dan tim dari MAN 4 Bantul
  • Juara 3 diraih oleh Khalila Adhema Putri dan tim dari MAN 1 Kudus
  • Juara Harapan 1 diraih oleh Nova Anwalia Irrizqi dan tim dari MAN Jabal Noer
  • Juara Harapan 2 diraih oleh Elyne Kusuma Mahardika dari SMAN 1 Maos
Lomba Esai Nasional
  • Juara 1 diraih oleh Kyla Amalia Gala dan tim dari Universitas Gadjah Mada
  • Juara 2 diraih oleh Danu Ari Wibowo dan tim dari Universitas Gadjah Mada
  • Juara 3 diraih oleh Yoga Bekti Susanto dan tim dari Institus Teknologi Sepuluh Nopember
  • Juara Harapan 1 diraih oleh Hasan Adi Nugraha dan tim dari Universitas Gadjah Mada
  • Juara Harapan 2 diraih oleh Nadya Astadewi Putri A. dan tim dari Universitas Jember

Suksesnya gelaran Pelita Fair menghadirkan semangat kreativitas dan penalaran ilmiah dari para mahasiswa dan siswa. Acara ini telah membuka pintu bagi generasi muda untuk lebih mendalami dan mengaplikasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dalam inovasi teknologi sumber daya alam.

Penulis : Tim UKM Pelita

Editor : Isaka