Kunjungi Borobudur, Mahasiswa PMM3 Untidar Perdalam Pengetahuan Budaya Nusantara

Mahasiswa Inbound Pertukaran Mahasiswa Merdeka Tahun 2023 (PMM3) Universitas Tidar mengunjungi Candi Borobudur, Minggu (16/9). Kegiatan ini merupakan bagian dari Modul Nusantara PMM di UNTIDAR.

“Kunjungan ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa, khususnya tentang budaya dan sejarah Indonesia khususnya yang ada di Magelang,” jelas Tholibah Mujtahidah, S.Pi., M.P., Pendamping PMM UNTIDAR.

Selain memperoleh wawasan yang mendalam tentang keragaman budaya Indonesia dan pentingnya menjaga warisan budaya bangsa. Mereka juga memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pengunjung yang lain, menjalani budaya tradisional, serta mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara budaya.

Sejumlah 31 Mahasiswa PMM yang mengikuti tur tersebut didampingi oleh Dua dosen Modul Nusantara yaitu Ibu Tholibah Mujtahidah, S.Pi., M.P. dan Ibu Ayunda Putri Nilasari, S.Pd., M.Si. Tur ini memungkinkan mahasiswa untuk menggali lebih dalam mengenai makna, sejarah, dan arsitektur megah Candi Borobudur.

Kunjungan ini menjadi salah satu momen berharga dalam perkembangan akademis mahasiswa PMM dan menjadi bagian penting dari program Modul Nusantara.

“Semangat dan semakin tingginya rasa cinta mereka terhadap budaya Nusantara diharapkan akan membantu menciptakan pemimpin masa depan yang berkomitmen untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya bangsa,” tambahnya.

Selain Candi Borobudur, mahasiswa PMM juga berkesempatan mengunjungi berbagai tempat menarik di sekitarnya, seperti Museum Candi Borobudur, Pasar UMKM, dan Bukit Rhema.

Kunjungan ke tiga tempat ini bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan mendalam ke budaya dan sejarah Indonesia yang kaya. Mahasiswa PMM membawa pulang tidak hanya pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman berharga yang akan membentuk pandangan mereka tentang peran penting pelestarian budaya dalam manajemen masa depan.

Foto : Tim PMM UNTIDAR

Uut Ravita Sihombing, mahasiswa PMM dari Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal Kisaran, Sumatera Utara mengungkapkan kunjungan ke daerah Borobudur ini menambah pengalamannya tentang budaya Indonesia.

“Kegiatan ini benar-benar memperkaya pemahaman saya tentang warisan budaya Indonesia. Saya merasa terinspirasi oleh keindahan dan sejarah yang terkandung dalam Candi Borobudur, dan ini membuat saya semakin bertekad untuk turut serta dalam menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya kita,” tuturnya.

Secara terpisah, Ikhwan Taufik, S.Pd., M.Eng., Dosen Teknik Mesin sekaligus PIC Program PMM3 UNTIDAR menyampaikan terdapat beberapa kegiatan kunjungan ke lokasi cagar budaya, wisata dan tempat bersejarah lain di wilayah Magelang dan sekitarnya.

“Semoga seluruh mahasiswa Inbound PMM3 Untidar akan bisa lebih memaknai kunjungan demi kunjungan di setiap kegiatan Modul Nusantara yang telah dipersiapkan. Memaknai kunjungan tersebut tentunya bukan sekedar berkunjung dan berwisata budaya saja, akan tetapi lebih dari itu,” jelasnya.

Beliau juga berharap, mahasiswa akan betah dan krasan hidup di Magelang selama 5 bulan kedepan.

Penulis: Uut Ravita Sihombing
Mahasiswa Inbound PMM3 Untidar
dari Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal,
Sumatera Utara

Editor : Humas UNTIDAR

Tim PKM-K UNTIDAR Ciptakan Tote Bag “Towards” Promosikan Desa Wisata Di Kabupaten Magelang

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) UNTIDAR memproduksi tas jinjing atau tote bag sebagai media promosi Desa Wisata di Kabupaten Magelang.

Mengusung judul PKM-K TOWARDS: Usaha Tote Bag sebagai media untuk mengenalkan potensi desa wisata guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif melalui teknologi QR Code. Inovasi ini diharapkan tidak hanya mempromosikan Desa Wisata dengan gambar yang ada di Tote Bag namun juga mengarahkan masyarakat mengunjungi laman TOWARDS yang berisi berbagai informasi mengenai Desa Wisata di Kabupaten Magelang.

“Potensi desa wisata di Kabupaten Magelang banyak yang belum dikenal oleh masyarakat luas, maka kami berinisiatif menciptakan Tote Bag yang dilengkapi dengan QR-Code laman yang menyajikan informasi desa wisata dalam dua bahasa yakni bahasa indonesia dan bahasa inggris,” jelas Laely Nafila, Ketua Tim PKM-K Towards, saat ditemui Senin (28/8).

Laman TOWARDS menyajikan 8 informasi Desa Wisata meliputi Desa Wisata Borodubur, Desa Bahasa Borobudur, Desa Wisata Candirejo, Desa Wisata Nepal Van Java, Desa Wisata Ngawen, Desa Wisata Sukomakmur dan Desa Wisata Nageretno.

“Detail produk terdiri dari Tote Bag yang berdesain gambar desa wisata, stiker dan gantungan kunci yang berisi QR-Code yang terintegrasi dengan link website khusus buatan Tim PKM-K,” tambah Laely Nafila.

Bersama 4 anggota timnya Rahayu Triningsih, Sri Romadhoni, Cahyaning Asri Arumsari dan M. Asfa Sakiful Khakim, Laely memulai projek ini pada Juni 2023. Tote Bag dijual  online dan offline dengan harga Rp 45.000 di e-comerce seperti Shopee, Tokopedia, dan juga event tertentu.

Foto : Tim PKMK Towards

Laman TOWARDS saat ini telah terdaftar dalam Hak kekayaan intelektual (HKI) dan informasi Desa Wisata yang ditampilkan juga akan bertambah, sehingga dapat membantu seluruh Desa Wisata yang ada di Kabupaten Magelang.

Didampingi oleh dosen pembimbing, Karunia Galih Permadani, M.Sc., inovasi baru dari produk TOWARDS ini diharapkan mampu menjadi media pengenalan potensi desa wisata di Kabupaten magelang.

“Integrasi dengan teknologi melalui QR-Code yang dipindai dan terhubung dengan website kami ini sebagai upaya agar masyarakat luas dapat mengetahui adanya berbagai potensi desa wisata di kabupaten Magelang yang dapat dikunjungi sehingga dapat meningkatkan ekonomi kreatif. Informasi lebih lanjut terkait produk ini dapat mengunjungi akun instagram resmi Towards, yakni @towards.pkm23,” pungkas Karunia.

Penulis : Tim PKM-K TOWARDS

Editor : Humas UNTIDAR

BAZNAZ JATENG Serahkan Beasiswa ke 55 Mahasiswa UNTIDAR

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah menyerahkan beasiswa kepada 55 mahasiswa Universitas Tidar, Kamis (14/9) di Gedung dr. H. R. Suparsono.

“UNTIDAR adalah salah satu dari 14 Perguruan Tinggi di Jawa Tengah sebagai lokasi penyaluran beasiswa. Sudah lebih dari 5000 mahasiswa memanfaatkan beasiswa ini untuk pembiayaan kuliahnya,” tutur KH Ahmad Darodji, Ketua Baznas Jateng.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa beasiswa yang mahasiswa terima hari ini sumbernya juga berasal dari Bapak Ibu pegawai di UNTIDAR. Baznaz hanya membantu mengelolanya dan mendistribusikannya ke mahasiswa yang membutuhkan.

“Ada program pendampingan khusus untuk mahasiswa penerima beasiswa di UNTIDAR. Pendampingan meliputi pengembangan karakter dengan adab kesantunan serta sukses studi atau bisa menyelesaikan studi tepat waktu dengan baik dan membanggakan,” terang Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd.

Prof. Parmin menekankan penerima beasiswa Baznaz tidak terlena dan memanfaatkan beasiswa dengan sebaik-baiknya.

Tahun 2023, data peminat ke UNTIDAR tercatat mencapai 22ribu dan yang diterima hanya 3600-an saja. Tidak hanya dari Jawa Tengah, mahasiswa luar Jawa Tengah bahkan Pulau Jawa pun mulai melanjutkan studinya disini. Kondisi ini menunjukkan bahwa profil UNTIDAR sudah mulai naik di skala nasional.

“Bantuan dana pendidikan pun mulai berdatangan salah satunya Baznaz ini. Semoga beasiswa ini terus berlanjut untuk kemajuan pendidikan khususnya bagi mahasiswa asli Jawa Tengah, Insya Allah akan kami jaga dan rawat amanat ini,” tambahnya.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Penyerahan beasiswa Baznaz kali ini terdiri dari penerima tahun 2021 yaitu 15 orang dengan masing-masing menerima 3,5 juta per tahunnya. Sedangkan penerima tahun 2023 yaitu 40 orang menerima 3,5 juta per semesternya.

“Alhamdulillah, beasiswa ini bisa membantu meringankan beban ekonomi orang tua untuk membayar UKT dan juga untuk membeli buku,” pungkas Linda Wahyuningsih, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggrus, FKIP, salah satu penerima beasiswa Baznaz Tahun 2023.

Penulis dan Editor : Humas UNTIDAR

Seleksi MTQMN Universitas Gali Talenta Qurani Mahasiswa ke Ajang Nasional

Seleksi Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) tingkat Universitas Tidar kembali digelar Minggu (10/9) di Gedung Fakultas Pertanian, Kampus Sidotopo. Acara ini“ mengangkat tema Aktualisasi Nilai-Nilai Qur’ani dalam Mencetak Talenta Emas Indonesia” dan diikuti sekitar seratus mahasiswa. Nantinya, para juara akan mewakili UNTIDAR pada ajang MTQMN tingkat nasional.

“Setelah seleksi internal ini, kandidat yang menjadi juara 1 akan berlaga ke MTQMN tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Universitas Brawijaya Malang pada bulan November mendatang,” kata Koordinator MTQMN tingkat UNTIDAR, Mohammad ‘Ulyan, M.Pd.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Ketua panitia Kegiatan MTQMN tingkat UNTIDAR, Erdian Rizki Agung Nugroho menyebutkan, “Untuk kali ini, kita ada 10 perlombaan, yaitu Musabaqah Tartil Qur’an, Musabaqah Hifdzil Qur’an, Musabaqah Khattil Qur’an, Musabaqah Fahmil Qur’an, Musabaqah Syarhill Qur’an, Musabaqah Pembacaan Kitab Maulid Nabi Muhammad SAW, Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al-Qur’an, Musabaqah Desain Aplikasi Komputer Al-Qur’an, Musabaqah Tilawatil Qur’an, Musabaqah Debat Ilmiah Kandungan Al-Qur’an (Bahasa Arab),” jelasnya.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Erdian menambahkan, mahasiswa yang lolos seleksi akan mendapatkan pelatihan khusus untuk mempersiapkan diri menghadapi MTQMN tingkat nasional. “Sebelum mereka lomba di tingkat nasional, akan ada pembekalan terlebih dahulu. Jadi ada pembekalan dari kampus. Setelah kira-kiranya ada dua atau tiga kali persiapan, nanti di akhir baru mengikuti lomba,” pungkasnya.

Penulis : Haikal, Arinda Hikma Wati

Editor : Isaka

 

DAFTAR JUARA
No Kategori Lomba Juara Nama
1 Musabaqah Tartil Qur’an
Putra 1 Izzudin Abdul Faroj
2 Muhammad Emerald Syach Pahlevi
3 Ahmad Rifai
Putri 1 Hadiyatul Milah
2 Zanuba Azizah Rahmawati
3 Dewi Maryam
2 Musabaqah Hifdzil Qur’an 1 Fadhila Syahida Wibowo
2 Fadilah Surya Dewi
3 Qonita Nabila Putri
3 Musabaqah Khattil Qur’an
Dekorasi Putra 1 Sigit Supriono
Dekorasi Putri 1 Setya Agustina
2 Sikni Aini Widadti
3 Jamilatun Khumairoh
Kontemporer Putra 1 Muhamad Rizki Cipta Maulana
Kontemporer Putri 1 Latifatuzzahro
2 Nurul Aulia Firmadhani
3 Devi Cahya Ningrum
4 Musabaqah Fahmil Qur’an 1 Muhammad Nur Rohman
Fathi Syamil Izzudin
Fikri Dani Setiyawan
2 Keysa Neva Nabiha
Nikmatur Rohmah
Eni Octavia Ariyana
3 Afrokha Salsabila
Amalia Amini
Siti Khodijah
5 Musabaqah Syarhill Qur’an 1 Atharazka
2 Laskar An-Nuur
6 Musabaqah Pembacaan Kitab Maulid Nabi Muhammad SAW 1 Adila Kautsar Malik
Ahmad Faza Muttaqin
Zuhdi Baghiz Zain Nafi’
Ardo Arul Hermawan
Muhamad Saiful Bakhri
2 Siti Latifah
Kurnia Fauziyah
Ofi Laili Nur Shochifah
Siti Rohayah
Laonul Laelin Nadifah
3 Juara 3 Selli Dwi Parwati
Nabila Ardania
Diyana Nur Anisa
Indah Nawang Sari
7 Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al-Qur’an
Tim Ibnu Al-Jurum 1 Mufadlotul Izzah
Tim Bravo 2 M Najih Jazuli
Tim Al Fath 3 Hafizh Ihsan Raihanudin
8 Musabaqah Desain Aplikasi Komputer Al-Qur’an
QORI 1 Ningrum Aslikhatul Khirom
Narisya Diar Permana
Atsalisa Khoerunnisa
ABEESATYA 2 Abdan Syakuro
Nur Eka Bagus Kurniawan
ABLA 3 Fakhira Kamila Ainurrafik
Dinda Fatin Nabila
Wafauzia Nur Fatimah
9 Musabaqah Tilawatil Qur’an
Putra 1 Ahmad Khoirurrozikin
Putri 1 Yu’iinu Fauqottoqoti
Irka Lestari
Intan Nur’aini
10 Musabaqah Debat Ilmiah Kandungan Al-Qur’an (Bahasa Arab)
Putri 1 Annisa Zahra Qonita

Fakultas Teknik UNTIDAR Gelar SENASTER Dorong Teknologi Potensial untuk Kemajuan Industri Kreatif Indonesia

Fakultas Teknik UNTIDAR menggelar Seminar Nasional Riset Teknologi Terapan (SENASTER) ke-6, Rabu (13/09). SENASTER merupakan seminar nasional dengan menghadirkan narasumber akademisi dan praktisi di bidang Teknik Mesin dan Teknik Industri.

Koordinator pelaksana SENASTER, Damar Wicaksono, M.Eng, dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan tema ‘Teknologi Potensial untuk Perkembangan Industri Kreatif Menuju Indonesia Maju’ bertujuan memberikan gambaran komprehensif tentang teknologi yang berpotensi mendongkrak industri kreatif Indonesia.

“Seminar ini diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Mari bersama-sama kita beri solusi yang inovatif dan kreatif untuk merespons kebutuhan masyarakat dan menyelesaikan masalah yang ada. Perkembangan teknologi 4.0 berkembang begitu cepat. Semoga menjadi wadah bagi kita sebagai sarana penggali pengetahuan dan terobosan baru,” tuturnya.

Ketua Jurusan Teknik Mesin dan Industri UNTIDAR Trisma Jaya Saputra, S.T., M.T. menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai inspirasi keilmuan para mahasiswa. “Terima kasih untuk mahasiswa untidar yang ikut di ruangan ini untuk menimba pengalaman dan ilmu. Ini salah satu tempat untuk menggali informasi keilmuan yang mungkin nanti bisa menjadi bekal adik-adik semua. Terlebih, para narasumber yang telah mumpuni di bidangnya, satu merupakan akademisi, satu merupakan praktisi,” katanya.

Foto : Haikal, UNTIDAR TV

Narasumber pertama seminar ini adalah Dr. Eng. Ir. Herianto, S.T., M.Eng., IPU., ASEAN Eng. dari Departemen Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada. Ia membahas mengenai bagaimana perkembangan teknologi begitu pesat dan memerlukan pembelajaran yang berkelanjutan.

“Ke depan apa yang diperlukan? Anda perlu tahu. Meskipun Anda belajar teknik mesin, jangan sampai Anda nggak tahu tentang elektro. Dan sebaliknya. Meskipun Anda belajar teknik elektro, jangan sampai Anda nggak tahu tentang teknik mesin. Karena ke depan borderless, tidak ada batas,” jelasnya. Ia lalu melanjutkan mengenai perkembangan teknik percetakan yang telah berkembang hingga percetakan tiga dimensi.

Narasumber kedua, Nova Suparmanto, S.Pd., M.Sc., CEO Astoetik Indonesia, berbicara tentang pentingnya inovasi akar rumput yang dapat diterapkan oleh masyarakat umum, terutama di sektor industri kecil dan menengah. Ia berbagi pengalaman pribadi saat membantu pengrajin batik tulis dengan mengembangkan kompor listrik, yang ternyata menjadi solusi yang efisien dalam proses pembuatan batik.

Foto : Haikal, UNTIDAR TV

“Batik adalah salah satu sektor industri kreatif yang nilainya luar biasa. Termasuk UNESCO World Heritage. Jadi kami melakukan kunjungan UMKM bermacam-macam. Ternyata, masalahnya pengrajin batik masih menggunakan minyak tanah untuk memanaskan lilin yang digunakan untuk membatik. Kami menemukan bahwa solusi dari hal itu yang lebih mudah adalah kompor listrik,” katanya.

Setelah paparan narasumber utama, seminar dilanjutkan dengan paparan enam artikel ilmiah terbaik yang telah diseleksi oleh reviewer. Harapannya, seminar ini akan memberikan kontribusi berarti dalam mendorong kemajuan industri kreatif Indonesia dengan teknologi terapan.

Seminar ini diperuntukkan untuk mahasiswa Fakultas Teknik program studi Teknik Mesin, Teknik Industri, D4 Teknologi Rekayasa Perancangan Manufajtur, Teknik Elektro, Teknologi Informasi, dan Teknik Mekatronika.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

LPPM UNTIDAR dan Pemkot Magelang Berkolaborasi Ukur Keberhasilan Program Rodanya Mas Bagia

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Tidar bersama Pemerintah Kota Magelang mengadakan pertemuan terkait penyusunan instrumen penelitian indikator keberhasilan Program Pemberdayaan Masyarakat Maju dan Bahagia (Rodanya Mas Bagia), Rabu (6/9) di Ruang Rapat Rektorat.

Program Rodanya Mas Bagia adalah program unggulan Pemerintah Kota Magelang untuk memberikan bantuan Rp30 juta pertahun kepada setiap Rukun Tetangga (RT) untuk pengembangan sarana prasarana serta pemberdayaan masyarakat.

“Tahun ini, kami (LPPM UNTIDAR) diminta untuk mengukur keberhasilan program. Jadi, program itu berhasil atau tidak di masyarakat perlu kerjasama dengan LPPM untuk menentukan kerberhasilan,” ujar Kepala LPPM Dr. Dra. Eny Boedi Orbawati, M.Si.

Sebelumnya, RT-RT di Kota Magelang telah mengusulkan pembangunan sarana prasarana maupun kegiatan pemberdayaan yang diperlukan. Total anggaran Rp22.162.751.525 pada tahun ini digunakan 63,04% untuk pembangunan sarana prasarana, kegiatan pemberdayaan masyarakat 33,85%, dan biaya operasional 3,11%.

“Kami (LPPM UNTIDAR) punya teori, sedangkan mereka (Pemerintah Kota Magelang) punya keinginan sesuai program tujuan yang ditetapkan dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah). Kita tetapkan, setelah itu akan ada instrumen penelitian baru. Jadi, bauran antara teori yang ada dengan memang apa yang jadi kebutuhan dari pemerintah daerah terkait keberhasilan kegiatan,” tambah Kepala LPPM Dr. Dra. Eny Boedi Orbawati, M.Si.

Kerja sama antara LPPM Universita Tidar denga Pemerintah Kota Magelang meliputi perencanaan, penelitian, hingga pengabdian masyarakat untuk pembangunan Kota Magelang. Hasil penyusunan instrumen penelitian keberhasilan ini akan menjadi rekomendasi untuk Pemerintah Kota Magelang terkait keberlangsungan program Rodanya Masbagia selanjutnya.

Kepala Bidang Perencanaan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Magelang Agus Budiyono, St, MA, M.Ec.Dev.  menyebutkan,

“Acara ini cukup bagus dalam rangka evaluasi pelaksanaan program Rodanya Mas Bagia yang menjadi program unggulan Kota Magelang. Artinya, acara ini memberikan ruang dan media bagi kita untuk melihat cek-ricek kembali apakah program ini berjalan dengan baik atau belum. Kalau sudah baik, kita pertahankan. Kalau belum, tentu saja nanti perlu kita tingkatkan,” tutupnya.

Penulis: Haikal

Editor : Isaka

TIM PPK Ormawa HMJM UNTIDAR Kenalkan Teknik Pemasaran Digital pada warga Desa Girirejo, Kaliangkrik.

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMJM) Fakultas Ekonomi Universitas Tidar mengenalkan teknik pemasaran digital untuk produk pertanian kepada masyarakat Desa Girirejo, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

“Pemasaran digital membuka jangkauan pasar yang lebih luas. Petani bisa langsung bertransaksi dengan pembeli tanpa perantara tengkulak,” jelas Budi Raharjo, S.TP,. M.M., Dosen Manajemen, FE UNTIDAR.

Petani Desa Girirejo mengeluhkan mengenai penjualan hasil panen yang tidak stabil dan cenderung murah ketika musim panen raya tiba. Biaya dan tenaga yang dikeluarkan akhirnya tidak dapat terpenuhi dari hasil penjualan panen mereka.

“Penggunaan Agromaret.com memungkinkan petani memasarkan produknya sendiri secara online. Maka itu para petani didampingi untuk mengenal, mengoperasikan serta melakukan trasaksi dengan aplikasi ini,” tambahnya.

Tahapan pertama yang dilakukan Tim PPK Ormawa HMJM adalah sosialisasi terkait pemasaran digital pada Juli lalu. Kegiatan ini dihadiri 30 warga yang berprofesi sebagai petani. Jumlah peserta yang cukup banyak ini menunjukkan bahwa antusiasme warga Desa Girirejo ini cukup tinggi.

Desa Girirejo memiliki kondisi tanah yang subur dengan potensi pertanian yang baik. Selama ini, hasil pertanian belum dikelola dengan baik dalam arti para petani lebih memilih langsung memasarkan hasil panen tanpa melakukan pengelolaan atau pemilahan terhadap hasil panen mereka. Komoditas hasil pertanian yang dihasilkan adalah cabai, padi dan jagung.

“Penguatan kapasitas dari produk dan pembaharuan metode pemasaran produk berpotensi menarik lebih banyak minat konsumen. Serta berpeluang mendampatkan penghasilan yang lebih baik,” jelas Vierda Dwi Aprillia, Ketua Tim PPK Ormawa HMJM.

Berdasarkan pengamatan tim, masyarakat dan petani sekitar masih minim pengetahuan mengenai pengelolaan hasil pertanian dan kurangnya kemampuan pemanfaatan teknologi. Permasalahan tersebutlah yang menggerakan Tim PPK Ormawa HMJM untuk melakukan pembenahan mengenai teknik pengelolaan dan pelatihan pemasaran untuk menunjang kegiatan pertanian desa dalam kurun waktu Juli – Oktober 2023.

Tahapan kedua yang dilakukan adalah membentuk wadah sanggar tani muda sebagai wadah pemasaran hasil pertanian masyarakat. Melalui sanggar ini mulai dikenalkan lebih detail terkait Agromaret.com dan pengelolaan produk.

“Dalam pemasaran digital penting untuk diperhatikan adalah kualitas produk dan bagaimana menjadikan produk itu menarik bagi konsumen seperti foto produk. Cara komunikasi dengan konsumen juga penting sehingga terbentuk kepercayaan dan akhirnya membeli produk,” tambahnya.

Agromaret.com telah beroperasi sejak 2009. Aplikasi ini dapat diakses melalui web atau aplikasi smartphone. Tidak ada mewadahi para petani yang ingin menjual produknya namun juga memberi kesempatan konsumen untuk memperoleh produk-produk hasil dari petani tanpa perantara pihak ketiga.

Tim PPK Ormawa HMJM

  1. Vierda Dwi Aprilia (Ketua)
  2. Laili Khoirul Nisa
  3. Temi Ariska
  4. Galuh Witantri
  5. Hesti Agustin
  6. Hafidh Al Fathan Wijaya
  7. Dimas Said Kurniawan
  8. Nabyla Ayu Kusuma Jati
  9. Dewi Lanjar Ibana Hutagalung
  10. Ael Ruhy Fafian Satyawimba
  11. Devy Surya Rosiana
  12. Dewi Farandita Cahya Kusuma
  13. Brilian Setyo Utomo
  14. Miftachussurur
  15. Tri Hartini

Penulis : Tim PPK Ormawa HMJM

Editor : Humas UNTIDAR

Dirikan Sanggar Abyakta, Mahasiswa UNTIDAR Dampingi Desa Genito Menuju Desa Wirausaha.

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Koperasi Mahasiswa (Kopma) Universitas Tidar mendirikan Sanggar Abyakta sebagai wadah pendidikan, pelatihan dan pendampingan usaha di Desa Genito, Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang

“Desa Genito memiliki potensi untuk dirintis menjadi Desa Wirausaha. Mulai saat ini, kami mulai dengan Sanggar Abyakta ini,” ujar Ketua Tim PPK Ormawa Kopma, Nurkhasanah.

Sanggar Abyakta memilik 10 anggota yang mayoritas adalah ibu rumah tangga yang tertarik untuk mencari penghasilan tambahan tanpa harus bekerja diluar Desanya.

Beberapa warga desa mempunyai usaha tusuk sate dan budidaya jamur tiram. Selama ini, mereka langsung menjualnya ke tengkulak atau pasar. Tim PPK Ormawa Kopma menemukan celah untuk meningkatkan nilai ekonomi kedua produk ini dan bisa menjadi lahan penghasilan warga lain.

“Kami mendampingi warga membuat kripik jamur dan es kul kul. Tidak hanya dalam produksi namun sampai pada pengemasan dan pemasarannya,” tambahnya.

Bapak Supiyo selaku Ketua Sanggar Abyakta menjelaskan produksi keripik jamur dan es kul kul ini adalah usaha rintisan. Warga desa diharapkan dapat membuat produk inovasi lain untuk meningkatkan nilai jual potensi dan sumber daya alam di desanya.

“Jamur biasanya diperjualbelikan secara langsung tanpa pengolahan. Setelah diolah menjadi keripik mampu menambah nilai jual dan ketahanan penyimpanan produk sehingga meningkatkan pendapatan warga,” ujarnya.

Keripik jamur tiram dikemas dalam kemasan kecil seharga Rp 3000 dan Es kul kul dengan harga satuan Rp 2000, kedua produk ini menjadi produk usaha baru yang bisa dijajakan untuk anak-anak.

Tim PPk Ormawa Kopma mengarahkan Desa Genito menjadi Desa wirausaha  yaitu desa yang kegiatan kewirausahaan diselenggarakan secara terorganisir oleh seluruh warga desa. Pengembangan desa wirausaha akan membawa banyak manfaat termasuk pengurangan kemiskinan, mengurangi laju urbanisasi penduduk, menciptakan lapangan kerja di desa, meningkatkan pendapatan masyarakat, penguatan jenis inovasi usaha di desa, serta pemanfaatan sumber daya alam desa secara rasional keberlanjutan dan layak.

“Semoga kegiatan pengembangan jamur tiram dan tusuk sate menjadi kripik jamur dan es kul kul kekinian ini akan menjadi produk baru Desa Genito. Munculnya produk-produk baru semoga mampu menambah penghasilan dan kesejahteraan warga,” tutur Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni saat melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev).

Tim PKK Ormawa Kopma juga membuka diskusi terkait kendala-kendala yang sering dihadapi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yaitu Sumber Daya Manusia (SDM).

Warga kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan usahanya, permodalan, kurangnya infrastrutur dan aksesibiltas promosi produk.

“Maka itu kami akan memaksimalkan pendampingan dari Juli-November 2023 untuk mengarahkan Desa Genito menjadi Desa Wirausaha,” pungkasnya.

Tim PPK Ormawa Kopma juga melaksanakan ekspose kegiatan bersamaan dengan pelaksanaan Merti Dusun, Selasa (29/8) dengan mempromosikan produk kripik jamur dan es kul kul hasil pelatihan Sanggar Abyakta. Kegiatan ini diharapkan mulai menggerakan warga desa lainnya untuk mengikuti kegiatan Sanggar Abyakta.

PPK Ormawa UKM Kopma

  1. Nurkhasanah_Ekonomi Pembangunan (Ketua Tim)
  2. Ulfa Rahma Pramudianti _Ekonomi Pembangunan
  3. Siti Sarifah_Ekonomi Pembangunan
  4. Hikmah Rochimatul Chasanah _Pendidikan IPA
  5. Nurul Fajar Amini_Agroteknologi
  6. Lu’lu’ul Maknun_Agroteknologi
  7. Qurotul A’yun_Agroteknologi
  8. Akhmad Kautsar_Teknik Elektro
  9. Erli Baroroh_Ekonomi Pembangunan
  10. Cahya Ramadani_Manajemen
  11. Bondan Nugroho _Hukum
  12. Nur Cahyati Ningsih_Ekonomi Pembangunan
  13. Alifia Ninda kariza_S1 Akuntansi
  14. Arlian Sherly Anjani_S1 Akuntansi

 

Penulis : Tim PPK Ormawa Kopma

Editor : Humas UNTIDAR

Walikota Magelang Tantang Mahasiwa UNTIDAR Ikut Promosikan Magelang dengan Karyanya

Walikota Magelang. dr Muchamad Nur Aziz mengapresiasi kegiatan Pameran Jurusan yang diselenggarakan BEM KM dan UKM Pelita Universitas Tidar, Rabu (7/9) di Gedung dr. H. R Suparsono.

“Pameran ini menunjukkan mahasiswa itu kreatif. Beragam karya dipamerkan sesuai dengan jurusan masing-masing. Karya mahasiswa ini tidak hanya bisa menjadi ajang promosi UNTIDAR tapi juga Magelang,” ujarnya.

Walikota juga berpesan untuk selalu berinovasi karena orang-orang yang berinovasi adalah orang yang nantinya akan menjadi pemimpin.

Saat mengunjungi stand, Walikota tertarik pada salah satu karya dari Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik.

“Bagus ini… berani gak kalau besok kita pamerkan di Pasaraya Magelang. Langsung kita sediakan stand, tunjukan bahwa mahasiswa UNTIDAR itu bisa loh membuat karya seperti ini,” tambahnya.

Karya ini adalah Steering Wheel Simulator yaitu adalah alat simulasi mengemudi kendaraan roda empat. Menarik perhatian banyak orang karena simulator ini dihubungkan dengan game kekinian yang mungkin banyak digemari anak masa kini.

Putra Aderinada salah satu anggota tim Janggo Elektro menjelaskan bahwa karya ini dibuatnya bersama 7 orang lainnya yang saat ini masih semester 3 di Prodi Elektro.

“Kami langsung diberi kontak, besok Sabtu kami siap memamerkan karya ini di Pasaraya Magelang. Beberapa perbaikan akan kami usahakan dalam beberapa hari ini dan juga berkoordinasi dengan prodi,” katanya.

Tahun 2023 ini, UNTIDAR berhasil menjadi Peringkat ke-2 Nasional, Perguruan Tinggi dengan pendanaan terbanyak pada Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Prestasi ini membuktikan bahwa banyak karya mahasiswa UNTIDAR yang inovatif.

“Tujuan utamanya mengenalkan karya nyata tiap jurusan lewat produk-produk program kemahasiswaan seperti PPK Ormawa, PKM, PMW dsb. Harapannya mahasiswa baru juga mulai tertarik membuat karya sejenis dan untuk ekternal seperti siswa SMA bisa tertarik masuk ke UNTIDAR saat tiba masuk kuliah nantinya,” jelas Muhammad Adi Nugroho, Ketua Panitia Pameran Jurusan.

Pada kesempatan ini total terdapat 18 stand yang memamerkan hasil karyanya atau sekedar mempromosikan jurusannya.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (BAKK), Drs. Giri Atmoko, M.Si. menambahkan acara ini murni merupakan gagasan mahasiswa.

“Kami mendukung sepenuhnya kegiatan mahasiswa yang selaras dengan Visi UNTIDAR, menjadi Universitas Unggul Dalam Bidang Kewirausahaan Berbasis Sumberdaya dan Kearifan Lokal. Salah satunya adalah kegiatan ini, mahasiswa diberikan kesempatan memamerkan karya orisinalnya kepada masyarakat,” pungkasnya.

Penulis dan Editor : Humas UNTIDAR

Bersiap menjadi BLU, UNTIDAR Selenggarakan Sosialisasi Transformasi kepada Seluruh Pegawai

Universitas Tidar menyelenggarakan Sosialisasi Tranformasi Menuju Badan Layanan Umum (BLU) kepada seluruh pegawai, Rabu (6/9) di Gedung dr. H. R. Suparsono.

“Transformasi UNTIDAR dari Satker menjadi BLU bertujuan untuk memperbaiki kualitas pendidikan terutama dalam bidang pengelolaan keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM),” ujar Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Sc. pada sambutannya.

Sumber pendapatan diluar Uang Kuliah Tunggal (UKT) seperti kandang ayam dan Laboratorium Terpadu yang potensial menghasilkan dana tambahan di posisi UNTIDAR saat ini yaitu Satker harus disetorkan kembali ke negara.

“Kampus terbatas atau tidak dapat mengelola pendapatan tersebut secara langsung,” tambah Rektor.

Keadaan ini menjadi salah satu kendala disaat kampus UNTIDAR ingin meningkatkan layanan kepada stakeholder utamanya mahasiswa.

Selain keleluasaan dalam pengelolaan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), PTN BLU juga bisa lebih fleksibel dalam pengelolaan SDM. Baik dalam perekrutan maupun dalam penentuan pendapatan.

“Pinginnya hujannya lebih merata, bukan hujan local saja.  Pendapatan pegawai diperhatikan sehingga tidak jauh berbeda karena berdampak dalam psikologi nantinya dalam melaksanakan tugas kesehariannya,” jelas Rektor.

Menjadi lebih baik dalam layanan pada stakeholder terutama pada mahasiswa. Mari bersama2 untuk satu UNTIDAR berkembang untuk menjadi lebih baik.

Drs. Santoso Tri Hananto, M.Acc., Ak., Tim Tranformasi Satker-BLU Universitas Sebelas Maret (UNS) menjelaskan bahwa BLU adalah instansi di lingkungan Pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.

“BLU bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip ekonomi dan produktivitas, dan penerapan Praktik Bisnis yang Sehat,” ujar Dekan Sekolah Vokasi UNS ini.

Praktik Bisnis yang Sehat adalah penyelenggaraan fungsi organisasi berdasarkan kaidah-kaidah manajemen yang baik dalam rangka pemberian layanan yang bermutu dan berkesinambungan.

“UNTIDAR harus bersiap merumuskan sistem akuntansi yang handal dimana pada saat bersamaan memunculkan data laporan keuangan dan laporan kinerja. BLU lebih fleksibel tapi tetap mengacu peraturan yang ada,” jelasnya.

Fleksibilitas pengelolaan keuangan yang diperoleh seperti pengadaan barang jasa, pengelolaan utang dan piutang, kas, pendapatan dan belanja. Pendapatan dapat digunakan untuk belanja dengan aturan yang telah ditetapkan. Kampus dapat merumuskan sistem penggajian pegawai dan mendesain sistem remunerasi pegawai dengan melakukan konsultasi berkala dengan Kementerian Keuangan.

Kegiatan Sosialisasi Tranformasi UNTIDAR menuju BLU ini diikuti sekitar 400 pegawai yang terdiri dari Tenaga Pendidik/Dosen, Tenaga Kependidikan (Tendik), Petugas Kebersihan, Satpam dll.

Penulis dan Editor : Humas UNTIDAR