“Gebyar Seni Religi” Wujudkan Desa Sumberarum, Tempuran Menuju Desa Seni

UKM IQSAN UNTIDAR merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak dalam bidang ilmu Al Qur’an dan Seni Rebana di Universitas Tidar.

Tim PPK Ormawa UKM IQSAN Universitas Tidar mengadakan acara Gebyar Seni Religi di Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Minggu (15/10).

Foto : Tim PPK Ormawa UKM Iqsan

Acara ini merupakan penampilan hasil pelatihan rebana, tilawah, tahfidz, dan kaligrafi di 15 dusun di Desa Sumberarum selama 4 bulan. Dusun tersebuat yaitu Pakeron, Dimajar 1, Dimajar 2, Dimajar 3, Gunung Bakal, Kasuran, Tepungsari, Ndasekan, Teluk, Kerban, Sumber, Tegalsari, Boto, Ngemplak, dan Wareng.

Ada juga penampilan tahfidz dari santri Madrasah Diniyah Albarokah Dusun Dimajar, dan penampilan tilawah dan kaligrafi dari santri madrasah diniyah Al-Inayah Dusun Wareng. Penampilan ini dimeriahkan semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga kalangan ibu-ibu.

Kepala Desa Sumberarum menyampaikan terima kasih kepada Tim PPK Ormawa UKM Iqsan yang telah memilih Desa Sumberarum sebagai lokasi kegiatan pengabdiannya.

Foto : Tim PPK Ormawa UKM Iqsan

“Terima kasih sudah memberikan pelatihan rebana, tilawah, tahfidz, dan kaligrafi kepada warga Desa Sumberarum. Harapannya tahun depan kegiatan serupan dilaksanakan kembali di desa kami,” kata Muhzen Fanani, Kepala Desa Sumberarum.

Senada dengan Muhzen, Ketua Tim PPK Ormawa UKM Iqsan, Amalia Ikrima berharap bisa kembali membuat program pengabdian berkelanjutan untuk mempromosikan lebih luar Desa Sumberarum sebagai Desa Seni Religi.

“Kami berharap setelah program ini selesai, apa yang sudah kita bersama jalani selama beberapa bulan ini bisa berlanjut bahkan lebih baik lagi. Tanpa usaha bersama Desa Seni Religi tidak akan terwujud dan berkembang lebih baik di masa yang akan datang,” ujar Ikrima.

Foto : Tim PPK Ormawa UKM Iqsan

Gebyar Seni Religi dihadiri kurang lebih 1000 masyarakat Desa Sumberarum baik dari anak-anak sampai orang dewasa bahkan sampai kakek nenek. Antusias masyarakat yang membludak sempat menjadi kekhawatiran panitia penyelenggara acara tersebut. Namun, kerjasama Tim PPK Ormawa UKM Iqsan dan Linmas bisa membuat acara kondusif.

Penulis : Muhammad Kholisudin

Editor : Humas UNTIDAR

Walikota Magelang Bakal Gandeng Prodi Gizi UNTIDAR dalam Penanganan Stunting

Walikota Magelang, dr. H. Muchamad Nur Aziz,Sp.PD-KGH menyambut baik dengan pembukaan Program Studi Gizi di Fakultas Pertanian, Universitas Tidar pada tahun ini. Pada kesempatan ini, dr. Aziz berkesempatan menajdi narasumber pada Launching dan Kuliah Umum Prodi Gizi UNTIDAR, Rabu (18/10) di Gedung dr. H. R. Suparsono.

Menurutnya, Pemerintah Kota Magelang juga akan terbantu dalam upaya penanganan stunting dengan masukan-masukan dari akademisi dari UNTIDAR, terutama dari Prodi Gizi.

“Kecukupan gizi anak linier dengan tingkat kemiskinan. Setelah Covid tingkat kemiskinan di Kota Magelang sudah mulai membaik begitupun juga dengan angka stunting. Tapi harapannya stunting di angka 14% persen bisa diturunkan lagi targetnya menjadi 8,6% tahun ini,” jelas Walikota.

Pemkot Magelang melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP4KB) mulai menjalankan berbagai program untuk penanganan gizi buruk dengan target Baduta dan Balita.

“Kecukupan gizi untuk anak muda dan Ibu hamil juga perlu diperhatikan. Banyak ditemukan kasus HB rendah. Peningkatan HB harusnya tidak hanya bergantung pada multivitamin namun dengan pola konsumsi yang baik,” tambahnya.

Beliau juga menambahkan faktor kurangnya pengetahuan tentang gizi atau pola konsumsi yang baik untuk keluarga belum dipahami secara keseluruhan oleh masyarakat Kota Magelang. Sedangkan dalam penangan gizi buruk, Pemkot tidak bisa melakukan programnya sendiri namun bersama seluruh OPD dan masyarakat Kota Magelang itu sendiri.

“Tolong ingatkan kepada saya untuk segera mempertemukan Dinas Kesehatan Magelang dengan Prodi Gizi UNTIDAR, segera kita bahas apa yang bisa dikerjasamakan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini, turut hadir secara online Prof. Dr. Ir. Drajat Martianto. M.Si., Guru Besar Bidang Gizi Masyarakat, IPB yang memberikan materi PEMAHAMAN AGROKOMPLEKS LOKAL: Solusi Terintegrasi Untuk Ketahanan Pangan dan Gizi yang Berkelanjutan.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

“Penggunaan agrokompleks lokal dapat membantu mencapai ketahanan pangan dan gizi yang berkelanjutan dengan meningkatkan ketersediaan pangan, kesehatan dan gizi masyarakat, pendapatan petani, kerjasama antara petani dan industri pangan, dan partisipasi masyarakat,” jelasnya.

Agrokompleks lokal adalah suatu konsep yang mengacu pada pengembangan dan pemanfaatan sumber daya pertanian lokal untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat di daerah tersebut.

“Contoh kecil agrokompleks yang bisa kita lakukan adalah memananfaatkan pekarangan rumah. Tanamilah dengan sayuran atau bumbu dapur yang sering digunakan. Sisa-sisa dedaunan atau makanan bisa dibuat kompos,” jelasnya.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Penerapan agrokompleks lokal dapat berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan rumah tangga. Contohnya dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk konsumsi sebesar Rp. 2.000,-4.000, /hari sehingga dalam sebulan dapat mereduksi biaya konsumsi rumah tangga sebesar Rp 60.000,-sampai dengan Rp 120.000,-/bulan.

Farida, S.Gz., M.P.H., Koordinator Prodi Gizi, UNTIDAR juga memaparkan kepada para peserta seminar yang sebagian besar adalah mahasiswa baru prodi gizi untuk tidak khawatir nanti ketika lulus bisa mendapatkan pekerjaan apa saja.

“Faktanya di Indonesia masih kekurangan banyak ahli gizi, harapannya ketika nanti lulus tidak hanya bisa masuk ke industry atau pekerjaan dalam bidang gizi namun bisa menjadi entrepreneur dalam bidang gizi,” tuturnya.

Penulis dan Editor : Humas UNTIDAR

Malam Kolaborasi UKM Bengkel Seni UNTIDAR: Harmoni Musik dan Kreativitas Mahasiswa

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bengkel Seni Universitas Tidar menggelar Malam Kolaborasi, Jumat (13/10/2023) di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono. Kegiatan ini merupakan pentas produksi tahunan yang berkolaborasi dengan UKM GST dan IQSAN serta beberapa musisi lokal Magelang, seperti Adin Sax, Berkah Dalem, Katon Art, dan Chain Tone.

Syafiq Rofiqi selaku Lurah UKM Bengkel Seni UNTIDAR menyebutkan dalam sambutannya, malam kolaborasi ini telah melalui persiapan yang panjang. Para anggota UKM Bengkel Seni beserta penampil lainnya telah berlatih dan mencoba menjadikan acara ini ruang berkarya. Selain menampilkan musik-musik populer, acara ini juga menampilkan karya musik original karya para mahasiswa anggota UKM Bengkel Seni.

Foto : Dok. BS

Salah satu pengunjung asal Magelang, Juned menyampaikan, malam kolaborasi ini amat menghibur dan menarik. “Tadi ada beberapa part menarik, misalnya ketika musik digunakan sebagai latar dan ada beberapa adegan. Itu jadi bisa menghidupkan musiknya. Jadi nggak cuma pengalaman audio, tapi visual juga,” katanya

Adi Safari, salah seorang penampil band juga menyampaikan rasa senangnya, tak lama usai tampil. “Senang banget. Soalnya dari dulu rasanya waktu di kampus lebih sepi. Karena mungkin mahasiswanya lebih sedikit, ya. Animo teman-teman mahasiswa sekarang untuk ikut acara ini besar dan antusias sekali,” ujarnya.

Foto : Dok. BS

Tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi Malam Kolaborasi juga menjadi inspirasi bagi para mahasiswa untuk terus mengejar minat dan hobi para mahasiswa terlepas dari jurusan yang dipilih.

“Intinya apa pun jurusan kalian, kuliah apa pun, hari besok ‘kan nggak ada yang tahu, ya, kita akan jadi apa. Kalau ada keahlian atau hobi lain di luar jurusan kalian dan kalian merasa senang dan nyaman, why not?” pungkas Adi.

Penulis dan Editor : Isaka

 

Universitas Tidar Raih Penghargaan JDIHN Terbaik Nasional Tahun 2023

Universitas Tidar mendapatkan penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Terbaik dalam Pertemuan Nasional Pengelola Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN) dan Legal Development Content Creator (LDCC) Awards Tahun 2023, Kamis (12/10).

Foto : Tim Hukum UNTIDAR

Penghargaan ini merupakan penghargaan kedua yang diperoleh Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Universitas Tidar (JDIH UNTIDAR) setelah sebelumnya mendapat penghargaan Pengelola Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Perguruan Tinggi Integrasi dalam Wadah Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional, Jawa Tengah pada Juni lalu.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Hukum dan HAM, Prof. Yasonna Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D. kepada Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. yang didampingi oleh Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum (BPKU) Among Wiwoho, S.E.,M.M.

Foto : Tim Hukum UNTIDAR

“Selamat atas prestasi JDIH UNTIDAR, semoga selalu tetap semangat berkarya, berkontribusi nyata dalam kinerja selalu berinovasi untuk wujudkan prestasi, UNTIDAR unggul dalam kewirausahaan,” tutur Prof. Sugiyarto.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Hukum dan HAM menyampaikan pentingnya keterbukaan akses pada peraturan perundang-undangan sehingga masyarakat menerima informasi secara utuh.

“Dalam sudut pandang hukum, keterbukaan akses pada peraturan perundang-undangan dan semua dokumen dan informasi pendukung dan implementasinya sangat penting, sehingga informasi yang diterima masyarakat tidak setengah-setengah, dalam hal ini saya mengapresiasi seluruh anggota JDIHN yang telah mendorong terdokumentasikannya dokumen-dokumen hukum, saya tetap berharap komitmen pengelolaan JDIH tetap dilakukan dengan seoptimal mungkin,” ujarnya.

Foto : Tim Hukum UNTIDAR

Penghargaan yang diperoleh JDIH UNTIDAR merupakan bentuk apresiasi kepada pengelola, sehingga capaian ini dapat semakin memantapkan komitmen dan usaha Untidar dalam memberikan layanan keterbukaan informasi dalam bentuk dokumentasi dan informasi hukum kepada masyarakat secara mudah, cepat, akurat.

Pada kegiatan nasional yang mengusung tema ‘Membangun Hukum Nasional sebagai Perekat dan Pemersatu Bangsa melalui Transformasi Digital ini, UNTIDAR merupakan 1 dari 57 Anggota JDIHN Terbaik Tahun 2023. Dimana 50 di antaranya adalah anggota eksternal, dan 7 lainnya merupakan internal di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Penulis : Yogi Prayogo, Rasyid Wicaksono

Editor : Humas UNTIDAR

Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa, Tim PKM-K Arcadia Tesi Siap Dampingi Bersama Para Ahli.

Isu kesehatan mental beberapa tahun belakangan ini cukup populer dibahas khususnya yang menimpa Generasi Z atau anak kelahiran 2000-2010. Mirisnya, Gen-Z ini adalah generasi yang diprediksi akan menjadi calon pemimpin Indonesia Emas pada 2045 mendatang.

Permasalahan mental health ini pastinya harus segera diatasi karena mempunyai pengaruh besar pada  perkembangan kondisi sosial dan ekonomi baik di masyarakat sekitar dan negara ini pada umumnya.

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Arcadia Tesi Universitas Tidar, menggagas sebuah event talkshow dan workshop terkait pelayanan kesehatan mental. Kegiatan ini bertujuan mempertemukan mahasiswa UNTIDAR dengan pakar ahli di bidang kesehatan mental.

“Banyak yang belum menyadari bahwa dirinya sedang dalam keadaan ‘tidak baik-baik saja’ seperti depresi, trauma, insomnia dll. Beberapa yang sudah menyadari pun enggan terbuka dengan masalahnya karena bingung mau konsultasi kemana. Maka itu kami membuat event khusus yang membahas tentang kesehatan mental,” jelas Ketua PKM-K Arcadia Tesi, Siti Lailatul Khusna.

Siti menambahkan sebagai Event Organizer atau penyelenggara kegiatan pelayanan kesehatan mental mempunyai potensi bisnis yang cukup menjanjikan.

“Maraknya isu kesehatan mental yang akhir-akhir ini muncul tentunya meningkatkan kebutuhan pelayanan kesehatan mental seperti konseling, terapi dan pendampingan psikologi lainnya,” tambahnya.

Salah satu kegiatan diselenggarakan Tim PKM-K Arcadia Tesi adalah Talkshow dan Workshop Pendampingan dan Kesehatan Mental Mahasiswa UNTIDAR pada awal Oktober lalu. Kegiatan yang bekerja sama dengan Counseling Center UNTIDAR dan Catatan Psikologi diikuti oleh 80 orang mahasiswa UNTIDAR.

Peserta Arcadia Tesi membayar biaya Rp. 15,000 per tiketnya. Biaya ini tentunya masih bisa dijangkau mahasiswa jika dibandingkan dengan event serupa yang diselenggarakan pihak lain. Peserta mendapatkan fasilitas 2 kali pendampingan dalam bentuk talkshow dan workshop serta bonus adanya mental check up terkait kondisi mereka. Selain itu, peserta juga mendapat terapi berupa writing for healing dan Watercolor Art Therapy.

Foto : Tim PKM K Arcadia

Tim Arcadia Tesi terdiri dari 4 orang yaitu Siti Lailatul Khusna (Prodi Manajemen) sebagai Ketua dan 4 anggota lainnya yaitu Ika Amalia Nurunnisa (Prodi Manajemen), Aditya Indra Kusuma (Prodi Manajemen), Anisa Zahra Khaerani (Prodi Manajemen) dan Dati Mega Utami (Pendidikan Biologi).

 

Pentingnya Kesehatan Mental

Kesejahteraan diri merupakan hal yang penting bagi mahasiswa di tengah kehidupannya menginjak dewasa. Beberapa persoalan berawal dari banyaknya tugas kuliah, hubungan pertemanan, percintaan, kekeluargaan hingga ke arah yang lebih sensitif yakni hubungan mental dengan diri sendirinya sendiri.

Dari Counceling Center UNTIDAR hadir narasumber Ferisa Prasetyaning U, S.Pd., M.Pd. dan Rini Setiawati, M.Pd. yang keduanya adalah Dosen Bimbingan Konseling di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNTIDAR.

“Setiap hubungan harus memiliki kesamaan tujuan, mampu saling menghargai, saling membahagiakan, dan saling mempercayai bahwa mereka akan bertumbuh bersama sehingga akan muncul kepuasan atas hubungan yang mereka jalani,” jelas Ferisa Prasetyaning U, S.Pd., M.Pd.

Tidak bisa dipungkiri bahwa masa kuliah adalah masa mulai mengenal hubungan dengan lawan jenis. Hubungan ini bisa jadi motivasi positif namun juga bisa menjadi faktor negatif jika tidak di manage dengan baik.

“Jangan lupa mencari kegiatan yang membawa kebahagiaan bagi diri sendiri dan selalu menggali energi positif untuk disebarkan kepada orang lain,” tambahnya.

Catatan Psikologi yaitu digital platform yang menyediakan edukasi dan program seputar psikologi, kesehatan mental dan pengembangan diri menghadirkan 2 narasumber yaitu Jainal Ilmi, M.Psi., Psikolog, CHt. dan Baiq Sopia Iswari A., M.Psi., Psikolog.

Foto : Tim PKM K Arcadia

Narasumber dari Catatan Psikologi memberikan layanan melalui kegiatan workshop kepada audiens. Dimulai dengan terapi berupa Writing For Healing kemudian dilanjutkan dengan terapi Watercolor Art Therapy. Writing For Healing membebaskan kepada audiens menuliskan apapun mengenai perasaan mereka, baik emosi yang positif maupun negatif. Begitu juga dengan terapi Watercolor Art Therapy yang memberikan kebebasan untuk menggambarkan apapun keluh kesah mereka melalui tiga warna yakni merah, kuning, dan hitam.

Hasil dari kegiatan ini diharapkan  dapat membantu mahasiswa UNTIDAR dapat berdamai dengan mental mereka dan semakin  memahami  arti penting  dalam mencintai diri sendiri, terutama  pada kesehatan  mental masing-masing  individu.

Penulis : Ika Amalia Nurunnisa

Editor : Humas UNTIDAR

Tim PKM-RSH Universitas Tidar Teliti Stigma Negatif Lapangan Kerja di Bidang Pertanian dan Pengaruhnya bagi Mahasiswa Pertanian

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Tidar melakukan riset Stigma Negatif Lapangan Kerja di Bidang Pertanian di lingkungan Kota dan Kabupaten Magelang.

Tim yang beranggotakan 4 mahasiswa yang terdiri dari 3 mahasiswa Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian yaitu Nurul Fajar Amini, May Ningsih Wigati dan Nabila Istiqomah serta 1 anggota dari Prodi Ilmu Komunikasi, Fisipol yaitu Diana Rahmawati.

“Banyak stigma negatif berkembang di masyarakat terkait Lapangan Kerja di Bidang Pertanian. Hal ini dibuktikan salah satunya dengan rendahnya minat generasi muda dalam bidang pertanian,” ujar Nurul Fajar Amini, Ketua Tim PKM RSH, Kamis (12/10)

Nurul mengaku salah satu tujuan dari penelitian ini mampu mendapatkan solusi dan menarik minat mahasiswa pertanian sehingga tercipta regenerasi tenaga kerja pada sektor pertanian yang prospektif dengan sistem pertanian berkelanjutan.

Pengambilan data penelitian ini diawali dengan penyebaran kuisioner, pelaksanaan pengambilan data melalui wawancara, lalu pengolahan data sehingga dapat diambil kesimpulan. Proses wawancara dilaksanakan mulai tanggal 1 September hingga 22 September 2023.  Penelitian kali ini melibatkan total 60 responden yang terdiri dari 30 responden mahasiswa, responden lain dari sisi akademisi yang diwawancarai yaitu dekan, wakil dekan, ketua jurusan, koordinator program studi, dan 3 dosen dari masing-masing program studi di Faperta UNTIDAR. Responden lain yang diwawancara yaitu alumni Faperta UNTIDAR, dan penyedia lapangan pekerjaan di bidang pertanian, serta Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang.

Riset yang dilakukan berjudul 3D (Dirty, Dangerous, Difficult): Stigma Negatif Lapangan Kerja di Bidang Pertanian dan Pengaruhnya Terhadap Mahasiswa Pertanian. Latar belakang penelitian ini adalah pandangan masyarakat umum diketahui bahwa bidang pertanian masih terkenal kolot, konvensional, tidak menjanjikan (berbahaya) dan kotor yang menyebabkan generasi muda enggan untuk turun di bidang pertanian.

Stigma negatif utama yang terkenal di bidang pertanian yaitu dirty, dangerous, difficult. Penelitian dilakukan kepada responden dengan cara pengisian kuesioner lalu diikuti in-depth interview atau wawancara mendalam dengan bertanya terkait pandangan mereka terhadap bidang pertanian.

Foto : Tim PKM RSH

Dekan Fakultas Pertanian, UNTIDAR, Dr. Ir. Joko Sutrisno, M.P. salah satu narasumber riset berpendapat stigma negatif tersebut dapat diantisipasi dengan melakukan inovasi-inovasi yang mampu mengubah pekerjaan bidang pertanian konvensional menjadi pertanian modern.

“Seorang mahasiswa pertanian seharusnya mampu berpikir luas karena bidang pertanian jangkauannya sangat luas sehingga adanya persepsi negatif di dalamnya dapat disingkirkan agar tercipta regenerasi tenaga kerja di bidang pertanian agar Indonesia mampu kembali mewujudkan swasembada pangan,” ungkap Dr. Joko.

Ivana, mahasiswa agroteknologi semester 3 Universitas Tidar sebagai salah satu responden penelitian menyampaikan bahwa baginya stigma negatif yang berkembang tidak mempengaruhi untuk terus belajar pertanian. Menurutnya masyarakat hanya perlu diberikan hasil nyata terkait pertanian modern yang menjanjikan.

“Masyarakat masih memahami pertanian secara konvensional, realitanya saat ini banyak wirausaha sukses dalam bidang pertanian dengan memanfaatkan metode pertanian modern. Sebagai mahasiswa pertanian, tugas kami merubah pemikiran tersebut dengan hasil kerja nyata,” pungkasnya.

Foto : Tim PKM RSH

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang, Pak Among yang juga sebagai salah satu responden penelitian menyampaikan bahwa mahasiswa pertanian harus terjun ke lapangan sebagai agen of change yang mana bidang pertanian ini tidak selalu identik dengan hal yang kotor.

“Mahasiswa pertanian haruslah terjun ke bidang pertanian yang mana sebagai agen of change di bidang pertanian karena yang akan meregenerasi di bidang pertanian adalah mahasiswa pertanian itu sendiri,” tuturnya.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa menarik minat dan solusi mahasiswa pertanian agar berkontribusi di bidang pertanian dengan menumbuhkan motivasi untuk terjun di bidang pertanian dengan pembekalan sedari dini, selain itu pengembangan IPTEK diperlukan untuk mendukung pertanian berkelanjutan dengan pengembangan teknologi yang lebih modern yang akan menarik minat mahasiswa. Adanya peran media massa juga perlu digunakan sebagai media untuk mempublikasikan hal-hal positif mengenai lapangan pekerjaan di bidang pertanian, agar generasi muda termotivasi untuk terjun di bidang pertanian serta mampu memotivasi generasi muda untuk menuju pertanian yang lebih modern.

 

Penulis : Tim PKM RSH SIBER3D

Editor : Humas UNTIDAR

TOKACA Raih Juara LKTI Nasional Universitas Bangka Belitung 2023

Tiga mahasiswa Universitas Tidar meraih juara ketiga dalam LOMBA KARYA TULIS ILMIAH TINGKAT NASIONAL “FESCO 2023” yang diadakan oleh Program Studi Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Bangka Belitung.

Mahasiswa tersebut adalah Muhammad Maulana Yusup (S1 Teknik Mesin, Fakultas Teknik), Wahyu Karunia (S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik), dan Nisa Ulinnawa (S1 Pendidikan Biologi, FKIP). Ketiganya tergabung dalam tim yang Bernama “Tidar Squad” dengan pembimbing R. Faiz Listayanda, S.T., M.Eng., Dosen Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNTIDAR.

Festival Economics Competition (Fesco) Tahun 2023 ini diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi, Universitas Bangka Belitung pada penyelenggaraan kali ini mengusung tema “Optimalisasi SDM di Era 5.0: Meningkatkan Kualitas dan Eksistensi SDM Berbasis Digital, Inovasi, dan Kolaborasi Guna Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan”.

Foto : Tim Tokaca

Kompetisi karya tulis ilmiah nasional ini terbuka bagi mahasiswa aktif dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkolaborasi aktif dan mengasah kreativitas dalam merencanakan Pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Tim Tidar Squad menggagas TOKACA (TOTEBAG KAIN PERCA) BERBASIS QR-CODE untuk mengurangi limbah kain perca yang dapat menimbulkan masalah terhadap lingkungan sekitar.

Kain perca merupakan limbah yang sulit terurai alami. Penanganan saat ini yang umum dilakukan masyarakat yaitu dengan menimbunnya atau membakar limbah perca yang mengakibatkan pencemaran udara.

Berdasarkan studi literatur dan eksperimen  yang telah dilakukan oleh tim Tidar Squad, kain perca dapat dimanfaatkan menjadi berbagai macam jenis kerajinan yang mempunyai nilai estetika, fungsional, dan mampu mengurangi limbah sisa kain. Produk kerajinan yang dihasilkan dari kain perca, diantaranya, masker, totebag, sarung bantal, taplak meja, dan lain sebagainya. Selain itu, produk kerajinan yang dihasilkan sapat dijadikan bisnis, sehingga dapat meningkatkan ekonomi Masyarakat.

Foto : Tim Tokaca

Berangkat dari fenomena tersebut, Tim Tidar Squad merancang sebuah karya tulis dengan pemanfaatan limbah kain perca batik sebagai totebag dengan menggunakan limbah kain perca batik dari seluruh Nusantara dan penggunaan fitur scan pada QR-Code sebagai pemanfaatan teknologi. Fitur scan tersebut dapat digunakan sebagai sarana menampilkan dokumen yang berisi pengenalan budaya-budaya daerah khususnya batik. Dokume ini terdapar di Google Drive yang dapat disimpan secara mandiri, dan dibuka tanpa menggunakan sambungan internet. QR-Code pada sisi bawah totebag memiliki jenis yang berbeda sesuai motif batik yang terdapat pada totebag. Pada dokumen tersebut terdapat beberapa halaman yang berisi mengenai:

  1. Halaman awal berisi desain dan ringkasan terkait motif batik yang digunakan pada Tokaca .
  2. Selanjutnya, dipaparkan lebih dalam terkait sejarah perkembangan, asal daerah, makna simbolis, dan cara pembuatan dari motif tersebut.
  3. Halaman berikutnya berisi latar belakang, visi misi, dan tujuan dibuatnya Tokaca.
  4. Selain itu, pada akhir terdapat informasi seputar akun Instagram, TikTok, Shopee, Tokopedia, dan Lazada.

Informasi pada dokumen dikemas dengan detail menggunakan gambar animasi yang diambil melaui jurnal, maupun situs web resmi pemerintah. Gambar animasi tersebut diharapkan dapat msenambah wawasan masyarakat mengenai batik, sehingga dapat mendukung program ekonomi berkelanjutan.

Selain dapat mengurangi limbah kain perca, totebag TOKACA ini recananya dapat dipasarkan dengan harga jual sekitar Rp. 20.000 hingga Rp. 30.000 dengan target para mahasiswa maupun semua kalangan usia.

Secara singkat, karya tulis ini menyajikan ide dengan menciptakan sebuah produk totebag yang menjadi tren fashion nak muda yaitu “TOKACA”. Totebag ini berasal dari limbah kain perca batik yang diintegrasikan teknologi QR-Code dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan. QR-Code tersebut berfungsi sebagai sarana memindai dokumen yang berisi deskripsi batik sesuai motif pada totebag. Kajian ini menggunakan metode studi literatur dan eksperimen dalam mengumpulkan data yang relevan. Hasilnya, “Tokaca” dapat dijadikan sebagai inovasi totebag kain perca batik berbasis QR-Code, dikarenakan penggunaan motif batik dan QR-Code pada totebag dapat menambah nilai estetika, memperkuat identitas budaya Indonesia, meningkatkan pemahaman mengenai batik pada tiap daerah, dan mendukung program pembangunan ekonomi berkelanjutan.

“Mahasiswa saat ini dituntuk untuk mampu memberikan inovasi yang memberikan dampak positif untuk lingkungan sekitarnya, contohnya TOKACA ini. Harapannya inovasi karya tulis ilmiah kami ini dapat menginpirasi masyarakat luas dalam mengelola sampah khusunya kain perca,” jelas Nisa, salah satu tim Tidar Squad.

Penulis: Ulinnawa

Editor : Humas UNTIDAR

Rayakan Bulan Bahasa, Mahasiswa PBSI UNTIDAR Gelar Diksatra

Himpunan Mahasiswa Pendidikan  Bahasa dan Sastra Indonesia (Himaprodi PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar menggelar Semarak Bulan Bahasa Diksatra di Gedung dr. H. R. Suparsono, Rabu (4/10).

Diksatra tahun ini mengangkat tema “Mengesistensikan Budaya Negeri Melalui Kreasi Gelar Seni Mahasiswa PBSI”. Mahasiswa PBSI menampilkan beragam pentas seni seperti tari tradisional, musik, pembacaan puisi, monolog, dan teater.

Foto : Panitia Diksatra

“Senang sekali ada acara semacam ini, ada Diksatra 2023 untuk memperingati bulan bahasa. Menurut saya ini kegiatan yang sangat mendorong apresiasi sastra. Kegiatan apresiasi sastra harus diperbanyak. Ke depan, teman-teman bisa untuk menghadirkan peserta dari luar dan peserta berperan aktif sebagai penampil,” tutur Koordinator program studi PBSI Liana Shinta Dewi, M.Pd.

Diksatra menyuduhkan 20 penampilan yang terdiri dari 4 penampilan tari, 1 monolog, 7 penyanyi, 6 penampilan puisi, dan 1 penampilan teater.

Sependapat dengan Liana, Siti Roqidah, salah satu penampil mengaku senang karena kegiatan ini menjadi unjuk karya dan keterampilan apik para mahasiswa PBSI. Seni, bahasa, dan sastra berkolaborasi menjadi satu tontonan menarik.

“Kegiatan ini jadi kesempatan buat kami semua untuk menunjukkan bakat dan keinginan kami untuk mengeksistensikan sastra dan bahasa itu sendiri. Apalagi, ini untuk perayaan bulan bahasa. Untuk saya pribadi, perayaan bulan bahasa yang diadakan tahun 2023 ini oleh himaprodi PBSI ini benar-benar keren dan seru banget,” kata Roqi.

Foto : Panitia Diksatra

Kelompok Saniandakara sukses menampilkan Teater dengan judul Senja Dua Kelelawar di malam puncak acara. Berkisah mengenai polemik kisah cinta antara Mursiwi, Suwarto, dan Ismiyati.

Diperankan oleh Kartika Devi Nur Aisyah (Mursiwi), Siti Roqidah (Ismiyati), Riski Adhi (Suwarto), dan Anand De Arfianshah (Sulaiman). Penampilan kelompok teater ini cukup mendapat banyak perhatian dari pengunjung.

Memeriahkan acara, beragam stand-stand bazaar tersedia menjual beragam produk mahasiswa PBSI. Acara terbuka untuk umum dan gratis sehingga ramai dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk mahasiswa UNTIDAR, dosen, dan tamu undangan.

Penulis: Asmitaayu

Editor : Isaka

USUNG INOVASI APLIKASI UNTUK MELESTARIKAN BUDAYA DI DUNIA DIGITAL, MAHASISWA UNIVERSITAS TIDAR RAIH SILVER MEDAL DALAM AJANG MANDALIKA ESSAY COMPETITION 3

Mahasiswa Universitas Tidar meraih Silver Medal dalam lomba Mandalika Essay Competition 3 yang digelar di Universitas Gunung Rinjani, Sabtu, 16 September 2023.

Mahasiswa tersebut yaitu Ines Aulia Lisnur (S1 Ekonomi Pembangunan 2021), Wakhidatul Choeriyah (S1 Ekonomi Pembangunan 2020), Endah Nalasari (S1 Teknik Sipil 2021), dan Hafizh Ihsan Raihanudin (S1 Teknik Mesin 2020). Semua mahasiswa tersebut merupakan anggota UKM UKAI Ar-Ribath.

“Tim kami memilih sub tema pariwisata dan budaya. Inovasi karya yang kami presentasikan adalah CULA (Cultural Learning Applications) sebagai inovasi aplikasi untuk melestarikan budaya di dunia digital akan menjadi alternatif sebagai wadah informasi generasi Z,” kata Ines Aulia Lisnur selaku Ketua Tim saat ditemui Selasa (10/10).

Foto : Tim UKM UKAI Ar-Ribath

Tim UKAI Ar-Ribath menggagas peran generasi muda sebagai tongkat estafet kebudayaan dan identitas bangsa untuk melestarikan kebudayaan di Indonesia. Budaya dalam kehidupan bersosial sangat dibutuhkan apalagi di era sekarang, nilai-nilai sudah mulai luntur di kalangan anak-anak dan pemuda. Banyaknya faktor dan kendala mengenai pengetahuan budaya di Indonesia, sehingga perlu adanya inovasi baru yang mampu memanfaatkan teknologi agar budaya di Indonesia tetap lestari meski berada di era globalisasi.

Cultural Learning Application (CULA) merupakan inovasi aplikasi pembelajaran budaya dalam upaya melestarikan budaya Indonesia dengan panyajian tampilan aplikasi berupa rumah adat,  pakaian adat, tarian adat, makanan khas, lagu daerah, bahasa daerah, kuis yang berbentuk tulisan, suara (mp3), dan video atau gambar 3D.

CULA membawa sistem yang bersifat praktis, adaptif, dan solutif dengan kebutuhan pelestarian di era saat ini. Aplikasi ini dapat diakses di berbagai perangkat penggunanya melalui berbagai sistem yang digunakan mulai dari Android, iOS, maupun Windows. Aplikasi ini juga bersifat user friendly dan mobile, artinya bisa digunakan oleh siapa saja yang memungkinkan bisa mengakses aplikasi ini sesuai kebutuhannya secara praktis.

“Di era digital yang serba canggih seperti sekarang, teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk melestarikan dan mengembangkan budaya. Pemanfaatan CULA bagi anak zaman sekarang yaitu sebagai digitalisasi budaya serta pelestarian budaya agar tetap menjaganya, mempelajarinya, dan mengenalkannya pada generasi selanjutnya,” pungkasnya.

Foto : Tim UKM UKAI Ar-Ribath

Mandalika Essay Competition 3 mengusung tema “Peran Teknologi dan Inovasi untuk Kemajuan Bangsa” merupakan lomba essay yang terbuka bagi siswa, mahasiswa, dan umum dengan rentang usia 17-27 tahun. Kompetisi ini bersifat individu atau tim yang terdiri dari 2-5 orang dengan total peserta 147 tim dan terdiri dari 8 sub bidang.

Tim UKA Ar RIbath memperesentasikan karya secara langsung di depan juri setelah ditetapkan sebagai 6 finalis terpilih dari sub tema pariwsata dan budaya.

“Kami berharap ini adalah sebuah permulaan untuk memulai hal-hal baik lainnya, apalagi sebagai seorang pemuda pastinya mempunyai kewajiban untuk menjaga budaya di Indonesia agar tetap lestari, selain itu prestasi ini juga diharapkan mampu memicu semangat Mahasiswa Universitas Tidar agar terus berkarya dan berprestasi,” pungkas Ines.

Penulis : Ines Aulia Lisnur

Editor : Humas UNTIDAR

Dukung Inovasi Lanjutan, UNTIDAR Danai 54 PKM Internal

Universitas Tidar memberi pendanaan internal untuk 54 tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) internal tahun 2023. Kegiatan penandatangan kontrak pendanaan ini diikuti oleh seluruh ketua tim PKM di Ruang Multimedia, Rabu (4/10).

Setiap tim PKM skema delapan bidang memperoleh Rp3.000.000. Sementara itu, setiap tim PKM insentif mendapatkan Rp1.000.000.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Parmin, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendukung kepada tim-tim PKM yang tahun ini belum lolos pendanaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).

Foto : Kemahasiswaan UNTIDAR

“Kalian luar biasa. Ini sebuah prestasi membanggakan. Kompetisi PKM itu menjadi satu kompetisi yang bergengsi tingkat nasional. Apalagi, banyak pula yang mengikuti program PKM Kewirausahaan yang sesuai dengan visi UNTIDAR. Harapannya, kalian mendapatkan pendanaan  pelaksanaan PKM untuk ke depan membawa nama baik mahasiswa, prodi, fakultas, maupun UNTIDAR,” kata Prof. Parmin.

Salah satu ketua tim PKM Gagasan Futuristik Tertulis (PKM-GFT), Angelli Ana menyatakan, bantuan pendanaan ini sangat membantu timnya.

“Tim saya kebetulan belum lolos pendanaan di Belmawa. Pendanaan intensif ini membantu tim saya untuk merealisasikan ide tim saya,” katanya.

Angelli dan tim mengajukan PKM-GFT dengan judul “Analisis Inovasi Biskuit Pakan Kulit Ubi Jalar (Ipomoe batatas L.) sebagai alternatif Feedlot Domba Wonosobo”. Nantinya, artikel penelitian yang sudah dibuat akan diikutsertakan dalam lomba karya tulis ilmiah sesuai subtema.

“Harapannya setelah hasil PKM kita dipublikasikan dapat memberikan manfaat dan inovasi bagi pembaca agar bisa diterapkan,” pungkasnya.

Pendanaan internal ini juga bertujuan memberikan semangat bagi para mahasiswa untuk berkompetisi kembali di PKM tahun depan dan memperoleh hasil yang lebih baik.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR