Resmi Dilantik, HIPMI UNTIDAR Magelang Dorong Semangat Wirausaha Mahasiswa

Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Universitas Tidar resmi dilantik di Rumah Dinas Walikota Magelang, Minggu (29/10). HIPMI UNTIDAR merupakan organisasi mahasiswa ekstra kampus yang menghimpun para mahasiswa pengusaha yang diinisiasikan tahun ini.

Foto : Sindi Magang ULT

Walikota Magelang, dr. H. Muchamad Nur Aziz, Sp.PD.K-GH menyambut baik pelantikan ini dan mendukung kiprah para mahasiswa UNTIDAR untuk berwirausaha.

“Yang penting berani usaha, jangan takut gagal. Harus punya harapan besar. Kalau nggak punya modal, bareng-bareng berusaha. Makanya kalau kita mau kuat, harus bersama. Jangan hanya cari ide, tapi belajarlah selagi kalian masih dalam masa belajar,” tuturnya.

dr. Aziz juga mendorong anak-anak muda untuk berbisnis. Ia berharap, upaya tersebut semakin memberdayakan masyarakat Kota Magelang seiring dengan menurunnya angka kemiskinan Kota Magelang dari 7,1% menjadi 6,11%.

Foto : Sindi Magang ULT

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., menyebutkan, inisiatif ini akan mengolaborasikan para pengusaha ke arah yang baik.

“Ini adalah calon pengusaha-pengusaha muda yang membentuk himpunan, baik di level perguruan tinggi, kota, bahkan se-Indonesia. Intinya kita meniru langkah ‘nikah’. Nikah itu ‘kan mengombinasikan, mensinergikan dua hal yang berbeda. Bahkan, dalam hal ini adalah ‘pernikahan massal’ antara pengusaha-pengusaha di Magelang menjadi satu himpunan keluarga besar HIPMI,” ucap Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.

Masih dalam suasana Hari Sumpah Pemuda, kegiatan ini menandai semangat pemuda dalam mengembangkan diri dan masyarakat di bidang bisnis dan wirausaha.

“Kalau tahun 1928 bercita-cita memerdekakan Indonesia, sekarang bercita-citalah tetap memerdekakan bangsa dengan segala kekurangannya. Sekarang, yang diperjuangkan juga berubah. Kebetulan teman-teman concern (peduli) pada masalah bisnis, merdekakanlah bangsa ini melalui dunia bisnis. Banyak pekerjaan rumah yang harus digarap,” tambah Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.

Foto : Laila Magang ULT

Usai dilantik, para anggota HIPMI UNTIDAR akan melaksanakan beragam kegiatan-kegiatan yang mendorong keberlanjutan usahanya. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan forum business class untuk membuka wawasan para anggota terkait dunia bisnis.

Ketua HIPMI UNTIDAR Fikri Ahmad Zulfian berharap HIPMI bukan hanya wadah untuk mahasiswa yang sudah punya usaha namun yang juga ingin belajar menjadi pengusaha.

“Ke depannya kita akan terus berkolaborasi, terus bersinergi. Karena teman-teman HIPMI UNTIDAR sebagian ada yang belum punya usaha, ada yang baru merintis, ada yang sudah settle (mapan), jadi beda-beda. Untuk itu juga tentu perlu banyak dorongan juga dari senior, dari Dewan Pimpinan Daerah, dari Dewan Pimpinan Cabang, dari seluruh elemen kampus Universitas Tidar, dan para pemangku kepentingan di Magelang,” pungkas Fikri.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

 

Novanda dan Danang Cetuskan Ide Desa Mandiri Energi Manfaatkan Tenaga Surya dan Air

Dua mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Tidar, Novanda Yoga Astaraga (Teknik Sipil ’21) dan Danang Wicaksono (Teknik Elektro ’20) merumuskan sebuah konsep desa mandiri energi dengan mengkolaborasikan potensi tenaga surya dan air.

STROM : Strategi Pemberdayaan Masyarakat melalui Sistem Pembangkit Listrik PhotovoltaicMikrohidro terintegrasi IoRa sebagai Upaya Penguatan Desa Mandiri Energi.

“Konsep STROM merupakan pembangkit listrik hybrid yang memadukan beberapa jenis pembangkit listrik seperti surya dan air. Pembangkit ini ditujukan untuk dapat mengoptimalisasi potensi energi pada suatu daerah dan menutupi kelemahan setiap pembangkit,” terang Novanda, Ketua Tim STROM.

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan Novanda dan Danang, beberapa desa di Kabupaten Magelang telah memiliki instalasi panel surya dan dimanfaatkan untuk penerangan dan kebutuhan listrik di wilayahnya. Namun, ada potensi aliran sungai dan irigasi yang juga bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalkan hasil listrik yang diperoleh.

“Pemanfaatan konsep STROM diharapkan dapat memenuhi 60% dari total kebutuhan energi desa (listrik) dengan memberdayakan potensi sumber daya daerah yang nantinya dapat meningkatkan perekonomian desa,” tambahnya.

Suplai energi yang dibutuhkan ramah lingkungan dan merupakan sumber energi terbarukan yang memiliki potensi besar sebagai solusi energi berkelanjutan dan rendah emis

Menamai timnya “Paku Bumi”, konsep STROM berhasil meriah juara 1 dalam Lomba Esai tingkat nasional “Pesta Ilmiah Sriwijaya” yang digelar Universitas Sriwijaya, Palembang pada Rabu, 17  Oktober 2023.

Tema yang diangkat dalam lomba ini adalah mengenai peran generasi muda nusantara dalam restorasi budaya melalui kreasi dan inovasi mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Sedangkan konsep STROM yang menitikberatkan pada energi baru merupakan salah satu perwujudan SDGs poin ketujuh, yakni energi bersih dan terjangkau.

Foto : Tim Paku Bumi

Prestasi Novanda dan Danang kali ini merupakan hasil dari pantang menyerah dalam mengikuti berbagai lomba. Sebelumnya, mereka sudah beberapa kali mengikuti berbagai lomba, baik daring maupun luring, secara tim maupun pribadi. Lewat pengalaman itu, mereka mengunjungi berbagai kota di Indonesia, seperti Medan dan Makassar, meskipun tak selalu mendapatkan juara.

“Jangan takut mencoba. Kita kembangkan bakat kita. Kita uji aja, seberapa jauh energi dan potensi kita. Kita maksimalin aja. Manfaatkan waktu mengenali potensi diri dan ciptakan ide-ide yang bermanfaat bagi banyak orang,” pungkas Novanda.

Penulis : Isaka dan Tim Paku Bumi

Editor : Humas UNTIDAR

 

Dosen dan Mahasiswa Tekpang UNTIDAR Kenalkan Keamanan Pangan ke Siswa MI Maarif Gunungpring

Dosen dan Mahasiswa dari Prodi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar menggelar kegiatan edukasi keamanan pangan di MI Maarif Gunungpring, Muntilan, Kabupaten Magelang.

“Mitos makanan jatuh boleh diambil sebelum 5 menit itu salah.  Makanan yang sudah jatuh sebelum 5 sudah tidak boleh diambil. Jangankan 5 menit 5 detik saja sudah tidak boleh karena mikroorganisme atau bakteri itu bisa pindah dengan cepat tanpa menunggu 5 menit,” jelas Rahayu Wulan, S.Si.,M.Si., Dosen Prodi Tekpang, Kamis (26/10).

Menurut data BPS Tahun 2019-2021 diare masuk dalam 10 besar penyakit terbanyak di Magelang sumber BPS, hal ini rata-rata karena adanya keracunan jajanan atau makanan, yang disebabkan kurang nya edukasi kesadaran akan pemilahan makanan.

“Siswa pada tingkatan MI/sekolah dasar harus mulai dikenalkan cara memperhatikan kehigenisan dan kelayakan pada jajanan yang dibeli, dari kondisi fisik dan baunya,” tambahnya saat memberikan materi di depan para siswa.

Kegiatan edukasi  yang diselenggarakan pada Sabtu, 21 Oktober 2023 ini diikuti siswa Mi Maarif Gunungpring dari kelas 1-6. Siswa terlihat antusias dengan kedatangan mahasiswa dan dosen tekpang UNTIDAR dari beberapa siswa yang mengajukan pertanyaan.

Tujuan adanya kegiatan ini untuk memberi tips dan kondisi pangan seperti apa yang sehat sekaligus aman, seperti tips memilih pangan, nilai aman pangan, penyakit apa saja yang disebabkan pangan yang tidak aman.

“Intinya, setelah kegiatan ini siswa bisa paham mana jajanan yang aman  dan makanan apa yang tidak boleh dimakan,” tegasnya.

Sarita Anggraeni, S.Pd, Guru MI Maarif menyambut baik kegiatan ini dan berharap bisa berkelanjutan dengan kegiatan lain yang bisa memberikan pengetahuan-pengetahuan baru yang bermanfaat bagi siswa.

Foto : Dok. Prodi Tekpang

“Acaranya bagus, siswa belajar pengetahuan kesehatan. Biasanya anak-anak kalau jajan tidak tahu mana yang sehat dan tidak. Setelah ini harapannya mereka bisa memilah jajanan yang sehat dan baik untuk kesehatan mereka,” tuturnya.

Kegiatan edukasi sangat penting untuk keberlangsungan dalam kehidupan, salah satunya mengenai kesehatan khususnya keamanan pangan.

Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk di konsumsi (UU No.18 Tahun 2012).

Foto : Dok. Prodi Tekpang

Kegiatan edukasi yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa merupakan salah satu upaya menggerakkan dan menginformasikan mengenai pemahaman keamanan pangan.

“Kami melakukan edukasi di MI Maarif sebagai langkah kecil untuk mewujudkan kesehatan masyarakat yang baik, dan sekaligus menyalurkan ilmu yang sudah kita dapat pada saat pembelajaran,” kata Riko, salah satu mahasiswa Prodi Tekpang.

 

Penulis :

Alisa Alya Riani

Farhan Rizqi Ragiliawan

Shiva Reicha Febrin

Nanang Riko Firmansyah

 

Editor : Humas UNTIDAR

Peluang Bisnis Bantal Raja Eco, Ubah Sampah Jadi Cuan

Tiga mahasiswa Himadiktar (Himpunan Mahasiswa Bidikmisi Universitas Tidar) yaitu Taufiq Rahmansyah (S1 Teknik Elektro 2020), Adit Triyono (S1 Teknik Sipil 2020), dan Ahmedayevikramullahirubba (S1 Teknik Elektro 2020) membuat ide Business Plan mengelola sampah plastik menjadi bantal.

Foto : Tim Himadiktar

Busines plan ini berjudul Bantal Raja Eco : Pemanfaatan Limbah Plastik menjadi Bantal dengan Motif Ecoprint yang Bernilai Ekonomis Mendukung SDGs Menuju Indonesia Emas 2045. Selain sebagai solusi pengelolaan sampah non organik, ide ini juga bisa menjadi peluang bisnis berkelanjutan.

“Limbah plastik diolah menjadi potongan yang lebih kecil dan dimanfaatkan menjadi isi bantal. Sedangkan untuk sarung bantalnya, menggunakan bahan ecoprint yang ramah lingkungan,” jelas Taufik, selaku ketua Tim.

Data dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang, rata-rata jumlah sampah yang dihasilkan per orang dewasa adalah 0,3 kg/hari, apabila jumlah Kabupaten Magelang sebesar 1,2 juta jiwa, maka sampah yang dihasilkan sebesar 360.000 kg/hari atau 360 ton sampah/hari.

“Mengingat besarnya jumlah sampah di Kabupaten Magelang, jika rencana bisnis Bantal Raja Eco bisa dijalankan pastinya bisa mengurangi limbah sampah plastik dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” tambahnya.

Output yang diharapkan dari rencana bisnis Bantal Raja Eco adalah produk yang inovatif, berkualitas dan ramah lingkungan; penciptaan lapangan kerja; pengembangan bisnis berkelanjutan dan usaha pemanfaatan limbah plastik menjadi bantal tidur secara langsung berkontribusi terhadap beberapa SDGS menuju Indonesia Emas 2025.

Rencana bisnis Bantal Raja Eco membutuhkan modal awal sekitar 5 juta rupiah. Jika bisa memproduksi 100 bantal tiap bulannya dengan harga jual Rp 60.000 proyeksi laba tahun pertama bisa mencapai 27 juta rupiah.

Busines plan Bantal Raja Eco yang diusung Taufik, Adit dan Ahmed ini meraih Juara 1 dan Best Paper pada Lomba Business Plan Nasional PENA ADIKSI Batch V yang diselenggarakan oleh Asosiasi Mahasiswa Bidikmisi dan KIP-Kuliah (ADIKSI) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto pada 7 Oktober 2023.

 

Penulis : Adit Himadiktar

Editor : Humas UNTIDAR

UNTIDAR berpartisipasi dalam Edu Fair SMA Tarakanita Magelang

Universitas Tidar kembali mengikuti pameran edukasi sebagai ajang sosialisasi dan promosi fakultas dan program studi kepada siswa kelas XII yang akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi.

Bersama 20 perguruan tinggi lainnya, UNTIDAR mengikuti Edu Fair SMA Tarakanita Magelang di Gedung Panti Mandala, Selasa (24/10).

“Harapannya kegiatan ini dapat membuka wawasan terkait perguruan tinggi khususnya bagi siswa SMA Tarakanita dan beberapa sekolah lain yang mengunjungi kegiatan ini,” tutur G. Yulityas Pratyaksa, Guru SMA Tarakanitas sekaligus Panitia Edu Fair.

Dalam kesempatan ini Tim Humas UNTIDAR memperkenalkan Fakultas dan Program Studi di UNTIDAR kepada pengunjung Edu Fair yang didominasi siswa kelas XII.

Foto : Sindi Magang ULT

Selain siswa dari SMA Tarakanita, kegiatan ini juga turut dikunjungi sekolah lain seperti SMAK Pendowo, SMA El Shadai, SMA Kristen Indonesia, SMK Pius X, SMK Wiyasa dan SMA SBTH.

Perguruan tinggi yang mengikuti Edu fair ini yaitu Unika Soegiyapranata, UKSW, Universitas Sanata Dharma, Mercu Buana. STIE YKPN, Stipram, Untar, Atmajaya, UMN, Stikes Panti Rapih, ISI Surakarta, UNDIP, Xianmen University, APU Malaysia, Ciputra, AS. Student, Binus University, UKDW, STMIK Bina Patria dan UNTIDAR.

Tidak hanya membagikan brosur, Tim Humas UNTIDAR juga melayani konsultasi bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikannya di UNTIDAR. Beberapa pengunjung yang beruntung juga mendapat souvenir menarik seperti mug dan kaos.

Penulis dan Editor : Humas UNTIDAR

Kunjungi Rumah Produksi Pothil dan Gerabah, Mahasiswa PMM3 UNTIDAR Belajar Wirausaha

Mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka 3 (PMM3) Universitas Tidar melakukan kunjungan ke tempat usaha Pothil, Tumbar Unyil di Mertoyudan, Kabupaten Magelang pada Sabtu, 21/10/2023.

Dalam kunjungan tersebut, Mahasiswa PMM3 diajak untuk melihat proses produksi Pothil mulai dari persiapan alat, bahan, sampai dengan proses pembuatannya. Tentu, mereka juga berkesempatan mencicipi Pothil langsung dari pabriknya.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

“Kami mengajak Mahasiswa PMM3 ke tempat produksi Pothil yang merupakan makanan khas Magelang dengan tujuan agar mahasiswa mengetahui makanan khas Magelang dan bisa menjadi stimulan ide baru tentang kewirausahaan yang dapat diterapkan mahasiswa di daerah asal mereka,” ujar Ayunda Putri Nilasari, S.Pd., M.Si selaku dosen Modul Nusantara saat ditemui Selasa (24/10).

Usaha rumahan Pothil Tumbar Unyil dirintis sejak tahun 2020 oleh Sulistyo dan istrinya, Ulfa. Usaha ini dimulai karena mereka resign dari pekerjaan sebelumnya akibat Covid-19 melanda. Untuk melanjutkan hidup, Sulistyo bersama keluarga dan beberapa tetangganya memulai usaha produksi Pothil ini. Beliau menjelaskan proses pembuatan Pothil yang diawali dengan mengupas singkong sebagai bahan utama, memarut, memeras, lalu memfermentasikan singkong sekitar 3-4 hari. Setelah itu, tahap terakhirnya adalah penggorengan. Semua proses pembuatan sudah menggunakan mesin. Dalam sehari, usaha rumahan ini memproduksi 200 kg Pothil yang siap dipasarkan.

Mahasiswa PMM3 UNTIDAR mencoba pothil. Foto : Haikal UNTIDAR TV

“Usaha kami sudah berjalan sekitar 3 tahun. Kendalanya ada di pemasaran kerena peminat Pothil sudah berkurang. Saat musim hujan, singkong juga lebih sulit diproduksi karena kandungan airnya lebih banyak. Jadi, lama proses fermentasinya,” jelas Sulistyo.

Selain mengunjungi usaha rumahan Pothil, mahasiswa juga mengunjungi usaha gerabah di Dusun Klipoh, Desa Karanganyar, Kabupaten Magelang. Sebagian besar masyarakat Dusun Klipoh menjadi pengrajin gerabah salah satunya usaha gerabah Arum Art milik Bapak Supoyo yang dikelola oleh anaknya Dwi Arum Sari. Tidak sekedar mengunjungi, mahasiswa juga mendapat kesempatan untuk membuat langsung gerabah dari tanah liat yang dibantu oleh beberapa pekerja di Arum Art. Setelah itu, mahasiswa juga bisa melukis gerabah yang telah disediakan.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Secara terpisah, PIC Program PMM3 Untidar, Ikhwan Taufik juga menambahkan, “Belajar tentang proses pembuatan Pothil dan gerabah adalah sebagian kecil dari sesuatu khasanah yang ada dan bisa dipetik di Magelang. Mahasiswa Inbound PMM3 juga harus lebih aktif dan bersemangat dalam mempelajari keanekaragaman budaya yang ada di Magelang, sebelum pulang kembali ke daerah asal masing-masing,” pungkasnya.

Penulis : Sari Octavia Sagala (Mahasiswa Inbound PMM3 dari Universitas Negeri Medan)

Editor : Humas UNTIDAR

LPM MATA UNTIDAR Ajak Mahasiswa Kaji Media dan Isu Sosial Lewat MATA Festival

Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Pers Mahasiswa MATA (LPM MATA) Universitas Tidar menggelar talkshow dan pameran karya MATA Festival 2023 di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono UNTIDAR, Selasa (24/10). Acara ini menghadirkan penulis Ginanjar Teguh dan stand up comedian Gregorius Jatayu sebagai narasumber.

Mewakili Rektor UNTIDAR, Kepala Tim Kerja Hubungan Masyarakat, UNTIDAR, Danu Wiratmoko, A.Md. menyampaikan tentang pentingnya menulis dan menyampaikan gagasan untuk sesama. “Memang tugas dari sivitas akademika adalah salah satunya memberikan kebermanfaatan untuk lingkungan. Seperti kata Pramudya Ananta Toer, ‘Menulislah, karena orang boleh pandai setinggi langit tapi kalau tidak menulis, kamu akan hilang dalam masyarakat dan sejarah.’ Jadi, tulisanmu bisa berwujud macam-macam dan dialihwahanakan. Seperti narasumber kita. Tulisan menjadi film, stand up comedy, hingga komik,” tuturnya.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Acara ini menggarisbawahi pentingnya anak muda memahami isu-isu sosial dan mengajak mereka untuk turut serta berkarya. Pembina LPM MATA, Jaduk Gilang Pembayun, S.I.Kom., M.I.Kom. dalam sambutannya mengharapkan agar peserta lebih mengenal jurnalistik dan perannya dalam memengaruhi isu sosial. “Bertema ‘Menilik Campur Tangan Media dalam Isu Sosial’, tentunya diharapkan dapat meningkatkan serta menumbuhkan serta meningkatkan daya kritis teman-teman semua terhadap segala aspek di kehidupan sosial sekitar kita,” katanya.

Kegiatan ini juga menampilkan beragam karya LPM MATA dan mahasiswa umum, seperti majalah, foto jurnalistik, opini, dan puisi. Menurut, pemimpin umum LPM MATA Zahratul Istifaizzah, melalui festival ini, mahasiswa bisa melihat sisi lain dari lembaga pers dan berita.

Ginanjar Teguh menyampaikan materi di Mata Festival. Foto : Haikal UNTIDAR TV

“Kita dapat melihat bagaimana campur tangan media dalam menyoriti isu sosial dari sudut pandang yang berbeda. Bagi kami, lembaga pers mahasiswa bukan hanya menulis untuk berita, namun karya sastra yang berupa foto, puisi, komik, dan lain sebagainya merupakan bentuk lain dari tulisan kami,”  ungkap Zahra.

Acara ini juga sebelumnya mengadakan rangkaian perlombaan, yaitu opini, fotografi, dan poster infografis. Harapannya, setiap orang selain menjadi konsumen media massa juga dapat menjadi kreator yang menyuarakan isu-isu yang penting untuk dipahami banyak orang.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

Polres Magelang Kota Gandeng UNTIDAR Latih Bhabinkamtibmas Olah Sampah

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Tidar dan Kepolisian Resor (Polres) Magelang Kota menggelar pelatihan pengolahan sampah di Auditorium Mako Polres, Senin (22/10/2023). Pelatihan diikuti 31 Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan beberapa perwira.

Dalam sambutannya, Kepala Polres Kota Magelang, AKBP Yolanda Evalyn Sebayang, S.I.K., M.M., menyebutkan acara ini bertujuan menguatkan peran Bhabinkamtibmas di masyarakat, selain untuk mengimplementasikan nota kerjasama dengan UNTIDAR. “Selama ini kita mengelola ‘sampah masyarakat’, seperti pelaku kriminal dan sebagainya. Kali ini kita benar-benar belajar mengolah sampah agar ada daur ulang sampah di masyarakat, sehingga jumlahnya dapat terkendali.” Ungkapnya.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Yolanda menambahkan, jika proyek ini berhasil, selain membantu ekosistem di lapangan, Bhabinkamtibmas juga dapat mengambil nilai ekonomi darinya. “Sah, karena ini tidak melanggar aturan manapun.”

Sementara itu, Plt. Ketua LPPM UNTIDAR, Dr. Eny Boedi Orbawati, M.Si. menyebutkan bahwa masalah sampah menjadi perhatian utama pemerintah kota Magelang. Dalam semester 1 tahun 2023 saja, terdapat 100 Ton lebih sampah di kota Magelang. “Maka dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat bersinergi dengan masyarakat dalam mengelola sampah menjadi barang bermanfaat kembali.” Jelasnya.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Instruktur pelatihan ini adalah Adhi Surya Perdana, S.P., M.Sc., dosen Fakultas Pertanian UNTIDAR yang memang selama ini berpengalaman mengelola sampah di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Borobudur, yang bekerjasama dengan kementerian terkait. Dalam pelatihan ini, Adhi menjelaskan bagaimana pembuatan kompos dan pemanfaatan sampah lainnya, seperti mengalihwahanakan menjadi barang kebutuhan rumah tangga dan souvenir.

Setelah memperoleh pelatihan ini, Bhabinkamtibmas diharapkan dapat mengaplikasikan di wilayah operasinya di 17 kelurahan kota Magelang dan 14 desa di Kecamatan Bandongan. Tentu, kegiatan ini juga akan diikuti sivitas UNTIDAR, yakni dosen dan mahasiswa sebagai relawan.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

UNTIDAR Jalin Kerjasama dengan Indonesian Society of Steel Construction

Universitas Tidar menandatangani perjanjian kerjasama/MoA dengan Indonesian Society of Steel Construction (ISSC) dalam kegiatan ISSC Goes to Campus di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono, Jumat (20/10). ISSC Goes to Campus ini juga bertujuan membuka wawasan mahasiswa melalui seminar mengenai rancang bangun konstruksi baja.

Penandatanganan MoA diwakili oleh Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Gito Sugiyanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN. Eng. dan Ketua Umum ISSC yang diwakili  oleh Wakil Ketua Umum ISSC, Purnama Indra Laksmana.

Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM. dalam sambutannya menuturkan, UNTIDAR ingin mengembangkan riset di bidang teknologi baja seiring berkembangnya era industri 4.0. Nota kesepahaman ini akan mendukung keterlibatan industri dalam pembelajaran di universitas.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

“Kami ingin menjadi yang utama di bidang ini. Kami ingin mahasiswa kami punya kemampuan yang baik di bidang teknologi. UNTIDAR ingin punya pusat unggulan, salah satunya adalah di bidang manufaktur dan bidang material. Kenapa itu penting? Karena sekarang, kita telah memasuki era industri 4.0,” ungkapnya.

Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM. berharap, mahasiswa UNTIDAR memiliki kemampuan dan pengetahuan yang baik di bidang teknologi. Terutama seiring dengan berkembangnya peralatan riset di UNTIDAR, salah satunya teknologi 3D print logam. Hal ini turut didukung dengan rencana UNTIDAR mengembangkan riset dan teknologi produksi serbuk logam sebagai bahan baku 3D print logam.

Ketua Panitia Seminar ISSC Goes To Kampus Dr. Edison Hatoguan Manurung, M.M. M.T., M.H. dalam sambutannya menuturkan,  dengan UNTIDAR diharapkan dapat berdampak baik bagi pengembangan keahlian para mahasiswa.

“ISSC Goes to Campus bertujuan memberikan pengalaman ilmu tentang konstruksi baja melalui penelitian/riset, magang, kerja praktik, di industri baja. Hal ini tentu dapat berjalan bila kita melaksanakan nota kesepahaman. Selain merupakan program sosialisasi, kami ingin meningkatkan daya saing masyarakat tentang konstruksi baja dan sumber daya konstruksi baja,” kata Dr. Edison.

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Menurut Sekretaris Umum ISSC Ir. Singgih Wasesa, penandatanganan nota kesepahaman ini juga akan memberikan pendampingan bagi mahasiswa, terutama terkait tugas akhir.

“Sekarang persaingan cukup ketat. Softskill, hardskill harus dimiliki. Dalam studi, kita harus mencari cara ataupun modal untuk diterapkan di lapangan. Kita mencoba mencari solusi untuk teman-teman mahasiswa yang ingin melakukan magang maupun tugas akhir skripsi. Akan diberikan pendampingan. Dan baja itu bidangnya beragam sekali. Kita bicara tentang bangunan, gedung, jembatan, pembangkit, itu semua bisa dilakukan penelitian,”

Setelah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman, acara dilanjutkan dengan sesi seminar dari sejumlah praktisi perusahaan, di antaranya dari PT. Krakatau Steel Tbk., PT. Indotrans Konstruksi, PT. Wijaya Stelindo, PT. Sinergy Sarana Baja, PT. Citra Galvanizing Indonesia, dan PT. Total Solusi Warna (MakePaint).

Foto : Haikal UNTIDAR TV

Peserta seminar melibatkan mahasiswa Prodi Teknik Mesin, Teknik Elektro dan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, UNTIDAR masing-masing sebanyak 50 orang. Tidak hanya peserta internal, seminar ini juga dihadiri peserta eksternal dari Fakultas Teknik UNIMMA, UNSIQ Wonosobo, Dinas PUPR se-kedu raya, Gapensi Kota Magelang, Kabupaten Magelang dan Temanggung. Perwakilan beberapa perusahaan ternama seperti PT. Armada Hada Graha, PT. Mekar Armada Jaya dan Karoseri Trisakti turut hadir dalam kegiatan ini. Panitia juga turut mengundang beberapa perwakilan SMK di Kota dan Kabupaten Magelang.

Seminar terdiri dari dua sesi, sesi pertama membahas mengenai rancang bangun konstruksi baja, presentasi produk material baja hulu, dan teknologi fabrikator. Tak kalah menarik, sesi kedua dilanjutkan dengan presentasi produk material baja ringan, produk gorong-gorong, teknologi galvanizing, dan teknologi coating pada konstruksi baja.

Penulis : Isaka

Editor : Humas UNTIDAR

15 Tim Futsal dari SMA/SMK Se-Kota dan Kabupaten Magelang Berkompetisi dalam “Fantasy Cup”

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Tidar Angkatan 2020 menyelenggarakan Turnamen Futsal antar SMA/SMK Se-Kota dan Kabupaten Magelang “Fantasy Cup” di GOR Samapta, Kota Magelang, Minggu (15/10).

Turnamen futsal “Fantasy Cup” menjadi pembuka dalam rangkaian acara Fantasy (Freedom to Imagine With Communication to Express Yourself). Turnamen ini digelar untuk mewadahi minat dan bakat olahraga futsal bagi siswa SMA/SMK se-Kota dan Kabupaten Magelang. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara mahasiswa Ilmu Komunikasi dengan siswa SMA/SMK. Di samping itu, rangkaian acara Fantasy merupakan implementasi project based learning dari Mata Kuliah Manajemen Event.

Ketua Panitia Fantasy, Bogi Aji, menjelaskan tema kegiatan ini adalah “Practice with Integrity, Playing with Solidarity”, Fantasy Cup diikuti peserta sebanyak 15 tim dari SMA/SMK se-Kota dan Kabupaten Magelang.

Final Turnamen Futsal “Fantasy Cup” yang Diikuti oleh Tim Futsal SMAN 1 Grabag dan MAN Kota Magelang Bersama Wasit di GOR Samapta, Kota Magelang (15/10). Dok. Fantasy Cup

“Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan bisa meningkatkan potensi serta kreatifitas bagi teman-teman dari SMA/SMK yang ikut memeriahkan event ini. Bonusnya kami bisa memperkenalkan prodi Ilmu Komunikasi, UNTIDAR secara tidak langsung,” ujarnya.

Turnamen diawali dengan babak penyisihan untuk 15 tim. Dilanjutkan babak perempat final atau 8 besar. Kemudian babak semi final dan terakhir adalah babak final.

Tim Futsal SMAN 1 Grabag pun berhasil meraih gelar juara setelh mengalahkan Tim Futsal MAN Kota Magelang dalam partai final dengan skor 1-0. Adapun juara ketiga diduduki oleh Tim PMS United yang berhasil menundukkan Tim Futsal SMAN 4 Magelang dalam adu penalti setelah skor imbang 2-2.

Juara Fantasy Cup, Tim Futsal SMAN 1 Grabag yang diwakili oleh Fandi, menyatakan bahwa dirinya sangat menikmati kemeriahan acara ini. Ia juga mengapresiasi sportivitas dari seluruh peserta, baik pemain maupun suporter sehingga acara berlangsung kondusif.

“Acaranya seru banget, bisa menjalin silaturahmi antar sesama, di mana saya jarang ketemu sama teman daerah Magelang dan dengan adanya Fantasy Cup ini jadi bisa ketemu. Alhamdulillah dari seluruh suporter dapat menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah GOR Samapta maupun di luar,” terang Fandi salah satu peserta Fantasy Cup.

Selaras dengan Fandi, Pemenang Best Supporter, SMAN 4 Kota Magelang yang diwakili oleh Guntur selaku Capo, berpendapat bahwa event ini sebagai ajang silahturahmi.

“Seru, jadi bisa unjuk bakat dan kreatifitas dari sekolah kita masing-masing dan juga menambah saudara dengan mengenal capo-capo dari sekolah lain,” ujarnya.

Guntur pun berharap untuk seluruh suporter lain agar tetap kndusif dan menjaga solidaritas antar suporter. “Tingkatkan kekompakan, keamanan, kreatifitas, dan koordinasinya agar teman-teman suporter tetap kondusif,” tambahnya.

Penyerahan Hadiah kepada Best Suporter dari Ketua Angkatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi 2020, Farchan kepada Guntur, Capo “Devil Gama” Suporter SMAN 4 Kota Magelang. Dok. Fantasy Cup

Penggiat event olahraga yang turut hadir dalam acara ini, Wahyu Wiji Nugroho menuturkan kekaguman atas terlaksananya acara ini meski dalam rentang waktu yang cukup singkat. Ia menyebutkan bahwa plotingan alur untuk suporter atau penonton bagus dan terorganisir.

“Sangat saya apresiasi kerja keras dan kerja cepatnya,” ujarnya.

Dosen Mata Kuliah Manajemen Event, Eny Ratnasari mengapresiasi antusiasme dan partisipasi yang luar biasa dari siswa SMA/SMK se-Kota dan Kabupaten Magelang dalam gelaran Fantasy Cup. “Semoga antusiasme ini akan terus berlanjut, bahkan meningkat, hingga seluruh rangkaian event Fantasy ini selesai,” lanjutnya.

Rangkaian acara Fantasy masih akan berlangsung hingga awal Desember 2023. Rangkaian acara selanjutnya adalah Fantasy Run dan Fantasy Art. Fantasy Run merupakan ajang lomba lari yang terbuka untuk umum dan bisa diikuti oleh seluruh warga Magelang. Ditambah juga dengan adanya penampilan dari guest star terpilih dan doorprize banyak hadiah menarik. Sedangkan Fantasy Art adalah pameran karya seni yang akan digelar selama delapan hari lamanya di Gedung Loka Budaya. Selain memamerkan karya seni, Fantasy Art juga akan mengadakan acara All You Can Paint yang baru pertama kali diselenggarakan di Magelang.

Penulis :

Vionita
Nova

Editor : Humas UNTIDAR