DUKUNG LAYANAN PRIMA, REKTOR RESMIKAN UNIT LAYANAN TERPADU UNTIDAR

Rabu, 17 Agustus 2022, Unit Layanan Terpadu Universitas Tidar diresmikan oleh Rektor, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc. Keberadaan Unit Layanan Terpadu Universitas Tidar (ULT UNTIDAR) disambut baik oleh Rektor. Ia berharap ULT UNTIDAR senantiasa berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada stakeholders. Acara peresmian juga dihadiri oleh para Wakil Rektor, para Dekan dan Wakil Dekan, pimpinan unit dan lembaga di lingkungan UNTIDAR, perwakilan dosen dan tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa. Ruang ULT yang berada di GKU dr. H.R. Suparsono, bersebelahan dengan Auditorium UNTIDAR, secara simbolis diresmikan dengan pemotongan rangkaian bunga dan pemotongan tumpeng oleh Rektor.

Unit Layanan Terpadu Universitas Tidar (ULT UNTIDAR) merupakan satuan unit layanan yang dikembangkan oleh UNTIDAR untuk memberikan layanan informasi yang dibutuhkan oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan dan seluruh pemangku kepentingan.

ULT didirikan berdasarkan Keputusan Rektor UNTIDAR No. 2446/un57/K/HK.02/2022 Tentang Pembentukan Unit Layanan Terpadu dan Pengangkatan Tim Pelaksana Unit Layanan Terpadu Universitas Tidar. ULT menjadi unit yang wajib dimiliki serta menjadi titik awal pembenahan layanan publik universitas. ULT UNTIDAR berkomitmen memberikan layanan kepada masyarakat/pemangku kepentingan yang membutuhkan layanan, sesuai bidang tugas dan standar layanan yang sudah ditetapkan.

Unit Layanan Terpadu (ULT) UNTIDAR memiliki tugas pokok mengkoordinasi dan memfasilitasi penyelenggaraan layanan informasi publik, layanan pengaduan, survei kepuasan masyarakat serta layanan fasilitasi lainnya bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan dan seluruh pemangku kepentingan secara terpadu.

Unit Layanan Terpadu (ULT) UNTIDAR memiliki beberapa tujuan, diantaranya:

  • Meningkatkan layanan kepada masyarakat/pemangku kepentingan yang membutuhkan layanan, sesuai bidang tugas dan standar layanan yang sudah ditetapkan;
  • Meningkatkan kecepatan, ketepatan, keakuratan, keterjangkauan, kemudahan & kenyamanan pelayanan informasi, pengaduan dan aspirasi
  • Meningkatkan pengelolaan informasi UNTIDAR sesuai dengan standar keterbukaan informasi publik.
  • Mewujudkan hubungan yang baik & berkelanjutan antara universitas dengan stakeholders yang berdampak pada kredibilitas di mata masyarakat

Masyarakat umum  bisa mengakses laman https://ult.untidar.ac.id/, untuk memperoleh informasi maupun pelayanan publik.

Penulis : Humas

PENYEMATAN SATYALENCANA KARYA SATYA, DAN PEMBERIAN PENGHARGAAN DOSEN TENDIK BERPRESTASI, WARNAI UPACARA HUT RI KE-77 DI UNTIDAR

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, setiap tanggal 17 Agustus, UNTIDAR selalu menggelar upacara bendera. Upacara bendera Rabu (17/8), diadakan di halaman Gedung dr. H.R Suparsono, diikuti seluruh keluarga besar UNTIDAR, mulai dari pengurus yayasan, pejabat struktural, tenaga pendidik/dosen, dan tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa. Dengan mengenakan pakaian adat, peserta upacara tampak antusias dan rapi berbaris selama upacara berlangsung.

Yudha Erlangga Prasetya dari Resimen Mahasiswa Universitas Tidar didaulat sebagai komandan upacara. Sedangkan inspektur upacara oleh Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc. Suasana khidmat penuh semangat dari peserta juga ditunjukkan saat Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc. membacakan naskah pidato dari Menteri Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A.

“Selamat memperingati Hari Ulang Tahun ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kepada seluruh pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik di seluruh tanah air, mari lanjutkan gotong royong kita untuk memulihkan dan membangkitkan Indonesia Merdeka, mewujudkan Merdeka Belajar,”. kata Menteri Nadiem. “Kita beruntung bisa merasakan kemerdekaan yang sebenarnya, yaitu belajar dengan bahagia, berkarya tanpa hambatan, dan berlari menuju masa depan dengan penuh keberanian sebagai Pelajar Pancasila.

Di upacara kali ini, Rektor UNTIDAR juga menyematkan Satyalancana Karya Satya 30 tahun dan 10 tahun. Penyematan Satyalencana Karya Satya ini merupakan penghargaan yang diberikan kepada pegawai negeri sipil yang telah berbakti selama 10 atau 30 tahun lebih secara terus menerus, dengan menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetiaan dan pengabdian sehingga dapat dijadikan teladan bagi pegawai lainnya.

Berikut PNS penerima Satya Lencana di Lingkungan Universitas Tidar:

  1. Doktor Mimi Mulyani, Magister Humaniora Pembina Tingkat Satu, Jabatan Lektor Kepala pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar (Tanda Kehormatan yang Dianugerahkan Satyalancana Karya Satya Tiga Puluh Tahun)
  2. Desi Nurhikmahyanti, Sarjana Pendidikan, Magister Pendidikan, Jabatan Lektor pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar. (Tanda Kehormatan yang Dianugerahkan Satyalancana Karya Satya Sepuluh Tahun).
  3. Sugondo, Ahli Madya Penata Muda, Jabatan Analis Data Akademik pada Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerja Sama Universitas Tidar. (Tanda Kehormatan yang Dianugerahkan Satyalancana Karya Satya Sepuluh Tahun).
  4. Puri Ratna Dewi, Ahli Madya Penata Muda, Jabatan Pengolah Data Alumni Pada Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerja Sama Universitas Tidar. (Tanda Kehormatan yang Dianugerahkan Satyalancana Karya Satya Sepuluh Tahun).

Mewarnai peringatan HUT RI kali ini juga dilaksanakan pemberian penghargaan kepada dosen dan tendik berprestasi.

Berikut Pegawai Berprestasi tahun 2022:

  • Kategori Dosen
  • Juara Utama Peringkat Satu

Doktor Ahmad Muhlisin, Magister Pendidikan

  • Juara Unggulan Peringkat Dua

Jalu Aji Prakoso, Sarjana Ekonomi, Masters of Economics of Development

  • Kategori Tenaga Kependidikan Bidang Administrasi Umum
  •  Juara Utama Peringkat Satu

Yogi Prayogo, Sarjana Hukum, Magister Hukum

  • Juara Unggulan Peringkat Dua

Iqbal Zein Fazlurrohman Sarjana Komputer

  •  Kategori Tenaga Kependidikan Bidang Laboratorium
  • Juara Utama Peringkat Satu

Hony Kharisma Sejati Sarjana Pertanian

  • Juara Unggulan Peringkat Dua

Aryo Asmo Sugiyarto Sarjana Teknik

  • Kategori Tenaga Kependidikan Bidang Perpustakaan
  • Juara Utama Peringkat Satu

Dicki Agus Nugroho Sarjana Humaniora

  •  Juara Unggulan Peringkat Dua

Meliya Niagara Sarjana Ekonomi

CERITA MAHASISWA UNTIDAR IKUTI MAGANG BERSERTIFIKAT DI PT INKA

Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) merupakan salah satu program dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Magang bersertifikat bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri dengan terjun langsung di dunia industri atau profesi nyata selama satu sampai dua semester yang akan diakui dengan konversi 20 SKS setiap semesternya. Yusuf Kafi, mahasiswa prodi S1 Teknik Mesin UNTIDAR Angkatan 2019, merupakan salah satu mahasiswa yang diberikan kesempatan dapat mengikuti program MSIB MBKM batch 2 selama 5 bulan. “Saya lolos program MSIB MBKM di PT INKA (Persero) yang terletak di kawasan Jalan Yos Sudarso, Madiun, Jawa Timur. PT INKA (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), manufaktur kereta api terintegrasi pertama di Asia Tenggara. Fasilitas yang disediakan PT INKA (Persero) juga tidak tanggung – tanggung, seperti fasilitas penginapan di mess selama 2 bulan pertama yang sudah lengkap isinya, makan 3 kali sehari, dan juga antar jemput dari mess menuju perusahaan maupun sebaliknya,” urai Yusuf.

Yusuf menuturkan alasannya mengikuti program MSIB MBKM ini yang paling utama adalah untuk mengembangkan diri dan memperluas pengalaman di dunia industri, karena regulasi dari kampus belum memperbolehkan mahasiswa, khususnya S1 Teknik Mesin melaksanakan Kuliah Praktik (KP) secara offline, dikarenakan pandemi Covid-19.

“Pada program MSIB MBKM ini saya tergabung dalam projek di PT INKA (Persero), yaitu Pengembangan Bus Listrik Merah Putih Untuk KTT G20 di Bali. Saya tergabung dalam unit Bogie & Carbody, salah satu bagian pada Divisi Teknologi Departemen Desain di PT INKA (Persero). Selama 5 bulan secara umum saya diberikan tugas untuk melakukan desain dari platform Bus Listrik Merah Putih menggunakan software Autodesk INVENTOR. Desain tersebut terdiri dari pembuatan 3D Modelling dan juga 2D Drawing. 3D Modelling berfungsi untuk membuat visualisasi dari dokumen teknis yang diberikan oleh customer menjadi gambar 3D. Selain itu desain 3D ini dapat digunakan dalam proses selanjutnya, yaitu untuk dilakukan analisis pembebanan terhadap struktur platform kendaraan tersebut. Untuk 2D Drawing berfungsi sebagai dokumen yang diberikan kepada Teknologi Produksi (TP), yang nantinya akan digunakan sebagai acuan gambar pada proses fabrikasi,” ulas Yusuf.

“Tugas yang saya dapatkan dalam melakukan desain platform antara lain adalah melakukan desain frame chassis kendaraan, sidewall, roof, mascara, endwall, cowl, dan juga komponen penunjangnya. Selain mendapat tugas dari mentor di unit Bogie & Carbody, saya juga mendapatkan banyak materi dari pemateri pilihan yang dipilih oleh PT INKA (Persero). Disini saya tidak hanya belajar sesuai keilmuan saya di Teknik Mesin, tetapi saya juga dapat belajar mengenai baterai, motor listrik, sistem kontrol kendaraan listrik, dan masih banyak lagi materi yang saya dapatkan hingga materi mengenai perkeretaapian,” imbuhnya.

Karena PT INKA (Persero) memiliki kerjasama dengan salah satu karoseri di Malang dalam pembuatan bus listrik, Yusuf juga diberi kesempatan oleh PT INKA (Persero) untuk disertakan dalam dinas keluar kota bersama mentor ke Malang.  Ia ditugaskan untuk membantu mentor melakukan pemantauan kemajuan proses produksi, dan juga melakukan review design jika terdapat kendala saat pemasangan komponen eksterior maupun interior dari carbody.

“Selama proses magang, saya mendapatkan pendidikan mental dan kedisiplinan yang diberikan langsung oleh Yonif Para Raider 501 Madiun. Disitu saya dibentuk untuk memiliki mental yang kuat, memiliki jiwa kepemimpinan, selalu tepat waktu, dan juga dapat bekerjasama dengan peserta magang lainnya. Saat masih di mess, kegiatan bersama TNI dilakukan sebelum berangkat ke perusahaan, dimulai pukul 04.00 – 07.00 WIB hingga setelah pulang magang dari pukul 18.00 – 21.00 WIB. Walaupun awalnya itu terasa berat bagi saya, tetapi output yang saya rasakan sekarang adalah rasa kekeluargaan yang terbentuk antar sesama peserta MSIB di PT INKA (Persero) sejumlah 43 orang sangatlah erat dan kompak. Saya juga merasakan kehidupan saya menjadi lebih tertata,” kata Yusuf.

Yusuf menyampaikan dengan mengikuti program MSIB MBKM ini dapat menambah pengalaman, menambah pengetahuan, memperluas relasi, serta menambah kesiapan dalam menghadapi dunia kerja nantinya.

Penulis : Humas

UPT PKPP UNTIDAR ADAKAN WORKSHOP PENINGKATAN KAPASITAS ORGANISASI POKDARWIS POTROBANGSAN

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan yang telah dilaksanakan pada bulan Juni lalu, terkait rintisan Kelurahan Potrobangsan sebagai kampung wisata, Unit Pelayanan Teknis Pengembangan Kewirausahaan dan Pembangunan Pedesaan (UPT PKPP) mengadakan Workshop Peningkatan Kapasitas Organisasi Pokdarwis Potrobangsan, Selasa (9/8). Kegiatan berlangsung di Gedung FT 3 Ruang 03.4.04. Kali ini workshop menghadirkan Novanda Alim Setya Nugraha, S.S., M. Hum. (Dosen Teknik Informatika Institut Teknologi Telkom Purwokerto/ITTP, dan pengelola pokdarwis daerah Kebumen)), serta Soni Priyanto Sasongko (Praktisi Desa Wisata Sendang Dalem Kebumen)

Dalam paparannya Novanda Alim Setya Nugraha menyampaikan tentang unit usaha yang bisa dikembangkan oleh Desa/Kampung Wisata. Diharapkan anggota pokdarwis Potrobangsan semakin memahami seluk beluk Desa Wisata, sehingga memiliki roadmap yang jelas kedepannya. Novanda juga mengingatkan perlunya semangat dan kerjasama untuk mewujudkan sebuah Kampung Wisata. “Berdayakan anak-anak muda, jalin kerjasama dengan perguruan tinggi, dan kembangkan sadar wisata yaitu Sapta Pesona,” tuturnya.

Pembicara kedua, Soni Priyanto Sasongko menyampaikan cara mengelola wisata tubing. Kampung Wisata Potrobangsan memiliki potensi wisata tubing untuk dikembangkan. Karena itulah UPT PKPP menghadirkan Soni Priyanto Sasongko, yang telah memiliki pengalaman mengelola River Tubing Sendangdalem, di desa Sendangdalem, Kecamatan Padureso, Kebumen.

Kepala UPT PKPP UNTIDAR, Dra. Lucia Rita Indrawati, M.Si. mengatakan, UPT PKPP memiliki komitmen untuk memfasilitasi dan melakukan pendampingan kepada mitra, yaitu desa/kelurahan baik di Kota ataupun Kabupaten Magelang, serta di Kabupaten Temanggung, untuk mengembangkan potensi daerahnya, mendorong terwujudnya kemandirian masyarakat Desa/Kelurahan.

Penulis : Humas

MAHASISWA UNTIDAR CIPTAKAN PRODUK KAOS BERTEMA KEBUDAYAAN SEBAGAI SARANA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI

Di era globalisasi yang memicu lunturnya budaya Jawa, peningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berpendidikan berbudaya menjadi tantangan terbesar yang harus didorong. Melihat kondisi tersebut, Sejumlah mahasiswa UNTIDAR yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang kewirausahaan (PKM –K) menciptakan produk kaos bernama Javonic sebagai media peningkatan literasi. Javonic mengusung tema kebudayaan Jawa yang meliputi Wayang Kulit, Batik Solo, Rumah Joglo, dan Candi Borobudur.

Tim PKM-K yang beranggotakan lima mahasiswa yaitu Hamdan Faozi, Yoga Pratama, Laely Nafila, Risva Aprillia dan Siti Jamilatun, menganggap tema kebudayaan Jawa yang diusung cocok untuk peningkatan literasi terhadap masyarakat dan generasi muda lantaran mengandung pesan moral untuk selalu melestarikan budaya yang ada di Indonesia, dan berisi ajakan jangan pernah berhenti untuk membaca. “Karena produk kaos yang paling sering beredar dari luar dan jarang mencerminkan nilai kebudayaan Indonesia, khususnya kebudayaan Jawa, kami berinisiatif menciptakan kaos dengan tema kebudayaan Jawa dilengkapi QR Kode yang dapat merepresentasikan cerita kebudayaan Jawa sebagai strategi untuk meningkatkan literasi” ucap Hamdan, Ketua Tim PKM-K Javonic, Kamis (11/8).

Tidak hanya menjadi produk peningkatan literasi, Javonic juga terintegrasi dengan teknologi terkini yaitu QR Code yang terhubung ke cerita kebudayaan Jawa melalui platform website Javonic. Pengguna hanya perlu memindai dengan ponsel, kemudian mendaftar menjadi member Javonic. “Detail produk terdiri dari kaos bertema Kebudayaan Jawa bersama penyematan QR Code pada label kaos, jenis ukuran M, L, XL, satu kartu berisi QR Code berukuran 7,5 cm × 4,5 cm yang terintegrasi dengan link website khusus buatan Tim PKM-K, serta kemasan produk berbahan LPPE yang mempunyai rel atau klip di atasnya yang bisa dibuka atau ditutup kembali,” terang Hamdan.

Di dampingi oleh dosen pembimbing, Rany Puspita Dewi, S.T., M.Eng., IPM., inovasi baru dari produk Javonic ini diharapkan mampu menjadi media literasi bagi masyarakat sekaligus generasi muda. “Integrasi dengan teknologi melalui QR Code yang dipindai dan terhubung dengan Website kami ini sebagai upaya agar masyarakat dan generasi muda dapat mempelajari kebudayaan melalui gawai dengan teknologi. Informasi lebih lanjut terkait produk dapat mengunjungi akun instagram resmi Javonic, yakni @javonic_” jelas Hamdan.

Penulis : Humas

MAHASISWA PRODI S1 MANAJEMEN CETUSKAN SOUVENIR HOKI WUJUD NYATA USAHA PEMULIHAN EKONOMI PASCA PANDEMI

Arzan Alawi, Akhmad Fauzan, dan Aryani, ketiganya mahasiswa program studi S1 Manajemen, fakultas Ekonomi UNTIDAR, mencetuskan ide usaha “Souvenir Hoki”. Produk souvenir yang diproduksi adalah centong, solet, sendok, talenan, dan  kipas, yang tidak hanya sekedar pajangan, namun  memiliki manfaat. Souvenir Hoki bisa diberi tulisan ucapan dengan desain yang menarik, sesuai permintaan pelanggan.  

“Dengan berwirausaha, artinya kami turut membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran, yaitu dengan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar lokasi produksi. Kami sebagai mahasiswa fakultas Ekonomi mencoba menerapkan ilmu yang sudah kami pelajari secara akademik di lingkungan kampus, lalu kami aplikasikan dalam wujud membangun usaha bersama kelompok, dan terjun langsung dalam kegiatan bisnis ini. Kami juga mengharapkan dengan penciptaan lapangan pekerjaan dapat membantu mendorong kegiatan perekonomian daerah maupun global yang sempat terpuruk akibat pandemi,” kata Arzan Alawi.  “Selain itu, karena bahan baku dari produk souvenir kami adalah kayu, kami mendukung program pemerintah untuk mengurangi penggunaan plastik dalam kegiatan rumah tangga, sehingga turut berkontribusi mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Limbah sisa hasil produksi hanya berupa potongan-potongan kayu kecil, bisa dijual ke pembuat arang agar tetep menjadi barang yang bernilai ekonomis,” tambah Arzan.

Arzan menjelaskan, Souvenir Hoki memiliki  keunggulan, yaitu awet karena dibuat dari kayu yang berkualitas. “Produk kami juga memiliki keunikan dibanding dengan produk lain, yaitu dari segi cat yang digunakan dalam sablon produk ataupun dalam plitur tidak mudah luntur. Produk seperti centong dan talenan kami desain lebih tebal, agar lebih kuat dibanding produk lain. Untuk bentuk atau potongan pola juga rapi, karena kami menggunakan mesin yang dirakit sendiri. Selain itu produk kami ini berbahan dasar kayu sehingga dapat tahan dengan suhu panas,” tutur Arzan.

Souvenir Hoki, adalah salah satu dari 6 proposal mahasiswa UNTIDAR yang lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Selain mendapatkan pendanaan, kelompok mahasiswa yang lolos P2MW juga mendapatkan fasilitas pembinaan, mentoring, serta bimbingan teknis dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Diktiristek.

Penulis : Humas

ERICK TOHIR INGATKAN MAHASISWA BARU UNTIDAR BERSIAP HADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0

3068 Mahasiswa Baru UNTIDAR mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). PKKMB UNTIDAR berlangsung mulai tanggal 8-13 Agustus 2022. Ini adalah kali pertama PKKMB diadakan secara luring, setelah 2 kali pelaksanaan PKKMB sebelumnya dilaksanakan secara daring dikarenakan pandemi Covid-19.

“Atas nama keluarga Universitas Tidar (UNTIDAR), dengan senang hati saya menyambut anda semua di Universitas Tidar ini. Saya senang melihat anda pagi hari sudah lebih awal datang dengan rapi, dengan uniform berwarna hitam putih dan berdasi. Mudah-mudahan ini akan membawa keberkahan bagi kita semua di kampus tercinta ini,” kata Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin, M.Sc., mengawali sambutannya kepada seluruh mahasiswa baru UNTIDAR, di acara Sidang Senat PKKMB. “Jantung UNTIDAR sebagai universitas adalah budaya akademik dan budaya kewirausahaan. Sebagai akademisi kami semua di Universitas Tidar dipekerjakan untuk mengajukan pertanyaan dan mengeksplorasi kemungkinan jawabannya. Produk dari kami adalah penelitian, dan penemuan baru. Penemuan baru tentang bagaimana alam dan dunia fisik bekerja, penemuan baru tentang bagaimana kita mengerjakan segala sesuatu secara efisien, pengetahuan baru tentang perilaku manusia, pemahaman baru tentang catatan pencapaian manusia di dunia ini, tentang siapa kita dan apa arti kehidupan kita. Sekali lagi saya mengucapkan selamat datang di kampus Universitas Tidar. Mudah-mudahan selama anda belajar disini, anda akan merasa nyaman, tentram dan menjadi insan-insan yang berakhlak mulia,” urai Rektor.

Di acara Sidang Senat PKMMB, mahasiswa baru UNTIDAR juga secara khusus mendapatkan insight dari Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia, H. Erick Thohir, B.A., M.B.A. Secara daring Erick menyampaikan agar mahasiswa baru UNTIDAR bersemangat dan optimis menyongsong masa depan. “Untuk para mahasiswa baru dan segenap civitas akademika yang hadir, saya sampaikan bahwa kita harus mampu mengisi ruang yang dibutuhkan oleh industri 4.0, baik secara profesional maupun akademik, sehingga bisa link and match dengan industri yang berbasis teknologi. Untuk para generasi muda,  ingat selalu  tantangan yang akan dihadapi di masa depan tidak akan lebih mudah dibanding hari ini. Setidaknya ada 3 karakter yang dibutuhkan ketika menghadapi arus distraksi, pertama yaitu memiliki pola pikir growth mindset. Kedua, memiliki sikap tangkas, tangkas dalam menangkap trend teknologi. Ketiga, menjadi pondasi umat manusia, dengan karakter dan akhlak. InsyaAllah kampus akan banyak memberikan dukungan,  terutama link and match dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa Indonesia untuk siap menghadapi arus industri 4.0,” tutur Erick. Sidang senat PKKMB 2022, diikuti oleh para tamu undangan mewakili stakeholders UNTIDAR, dan para pejabat struktural di lingkungan UNTIDAR. Adapun 3068 mahasiswa baru yang hadir, terdiri dari S1 Agroteknologi dengan 151 mahasiswa, S1 Peternakan (145 mahasiswa), S1 Akuakultur (113 mahasiswa), S1 Ekonomi Pembangunan (209 mahasiswa), S1 Manajemen (217 mahasiswa), S1 Akuntansi (208 mahasiswa), D3 Akuntansi (91 mahasiswa), S1 Administrasi Negara (207 mahasiswa), S1 Hukum (217 mahasiswa), S1 Ilmu Komunikasi (207 mahasiswa), S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (206 mahasiswa), S1 Pendidikan Bahasa Inggris (195 mahasiswa), S1 Pendidikan Ipa (156 mahasiswa), S1 Pendidikan Biologi (121 mahasiswa), S1

Penulis : Humas

SINGGIH ADI NUGROHO LULUSAN TERBAIK WISUDA UNTIDAR KE-61 DENGAN IPK 3,98

Singgih Adi Nugroho adalah lulusan terbaik di Wisuda Universitas Tidar ke-61. Wisudawan dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menyelesaikan studinya dalam 3 tahun 7 bulan 22 hari dengan IPK 3,98.

Singgih merupakan mahasiswa dari Jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang lolos masuk ke UNTIDAR pada 2018 silam. Ketertarikannya pada dunia bahasa membuatnya mantap memilih Prodi PBSI.

“Saya pilih PBSI karena saya tertarik mempelajari ilmu kebahasaan. Ilmu terkait Bahasa Indonesia yag saya dapatkan kemudian dapat saya implementasikan di jenjang berikutnya. Saya juga menyukai tiga fokus bidang di prodi ini, yakni bidang pendidikan, bahasa, dan sastra,” ujar Singgih.

Putra kedua dari Bapak Zaenal Mustofa dan Ibu Heni Retnowati ini mengaku sudah tertarik dengan Ilmu Kebahasaan semenjak duduk di bangku SMA. Hasil ketekunannya dalam menggeluti bidang bahasa membuat Singgih mendapatkan pendapatan tambahan untuk digunakan sehari-hari selama kuliah.

“Sekedar membantu teman-teman kuliah mengedit tulisan karya ilmiahnya bisa mendapat tambahan. Sedikit bisa bantu untuk uang bensin dan jajan sehari-harinya. Tambahan lain biasanya dari bantu edit video,” tambahnya.

Lulusan SMK Negeri 1 Kota Magelang Jurusan Elektro ini mendapatkan ilmu tentang video editing semasa SMA dengan bergabung dalam Tim TV Edukasi.

Singgih merupakan mahasiswa penerima Bantuan Bidikmisi yaitu bantuan pendidikan dari Kementerian untuk mahasiswa yang kurang mampu agar bisa melanjutkan pendidikannya di jenjang perguruan tinggi.

“Dengan keterbatasan ekonomi yang ada, tidak pernah membuat saya patah semangat untuk terus belajar. Saya terus belajar dan berusaha secara maksimal agar hasil yang saya dapatkan bisa maksimal pula,” katanya.

Selain itu, Singgih percaya setiap individu punya kesempatan yang sama untuk berprestasi. Jadi, tidak perlu takut, tidak perlu rendah diri, dan tidak perlu berpikiran negatif terhadap diri sendiri. Cukup mulailah setiap langkah dengan keyakinan yang kuat bahwa diri ini mampu untuk mencapai prestasi.

Berikut kiat-kiat belajar yang diterapkan dalam perkuliahannya :

  1. Meningkatkan minat membaca.

Membaca tidak melulu terkait materi pembelajaran. Kita bisa membaca terhadap bacaan yang kita sukai. Dengan demikian, minat membaca materi pembelajaran akan mengikuti.

  1. Belajar dari orang yang lebih berpengalaman

Kita dapat bertukar pikiran dan pendapat dari orang-orang yang telah memiliki pengalaman. Jadi, itu bisa memperluas wawasan kita.

  1. Aktif bertanya

Aktif bertanya setelah menerima penjelasan materi maupun suatu informasi guna mendorong diri kita agar lebih maksimal dalam memahami materi.

  1. Membuat catatan

Catat hal-hal yang penting di buku catatan. Hal itu akan mempermudah kita dalam mempelajari kembali dan mengingat materi pembelajaran.

Singgih juga memilihi beberapa prestasi yang diraih saat kuliah yaitu :

  1. Penulis pada Buku Antologi Puisi (2019, 2020, 2022)
  2. Penulis Buku Antologi Cerpen (2021)
  3. Penelitian bersama dosen (2021)
  4. Menerbitkan 1 artikel jurnal di Jalabahasa (2020) yang sudah di-HaKI-kan (2021)
  5. Juara 3 KDMI tingkat universitas (2020)
  6. Juara 2 PILMAPRES tingkat universitas (2021).

Singgih juga menekankan selama kuliah motivasi terbesarnya adalah orang tua. Mereka selalu mendukung dan mendoakannya. Selain itu, dia juga memiliki punya cita-cita yang harus saya capai di kemudian hari.

“Dikemudian hari saya ingin bisa menjadi Dosen. Kesempatan menjadi wisudawan terbaik kali ini semoga membuka jalan saya untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi lagi dan bisa mewujudkan cita-cita saya,” terangnya.

Pesan Singgih untuk seluruh mahasiswa khusunya UNTIDAR, buktikanlah bahwa kita mampu untuk berprestasi. Jangan pernah menyerah akan keterbatasan yang kita miliki. Buat keterbatasan itu menjadi dorongan dan kekuatan kita untuk meraih mimpi-mimpi kita.

“Beberapa tips dari saya agar ipk bagus dan lulus tepat waktu. Buatlah jadwal terkait aktivitas yang akan dilakukan agar mudah memanajemen diri. Selesaikan segala urusan berdasarkan skala prioritas. Jangan pernah menunda pekerjaan. Tetap konsisten untuk belajar dan menerapkan jadwal. Jangan lupa untuk selalu berdoa,” pungkas Singgih.

Wisuda UNTIDAR ke 61

UNTIDAR kembali menyelenggarakan wisuda secara offline pada Sabtu, 6 Agustus 2022. Wisuda kali ini merupakan pertama kalinya selama masa pandemi Covid-19 mengundang pula orang tua dari para wisudawan.

Protokol kesehatan tetap diberlakukan seperti cuci tangan, penggunakan masker, pengukuran suhu maks 37,3 derajat dan harus lolos screening aplikasi Peduli Lindungi. Bagi yang tidak memiliki aplikasi Peduli Lindungi diharapkan membawa surat dokter.

UNTIDAR LULUSKAN 300 WISUDAWAN, 115 LULUS DENGAN PREDIKAT CUMLAUDE

Universitas Tidar (UNTIDAR) meluluskan 300 wisudawan pada Wisuda ke 61, Sabtu (6/8) di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono secara offline. Berbeda dengan wisuda sebelumnya, kali ini kedua orang tua diperkenankan hadir menyaksikan prosesi wisuda secara langsung.

“Atas nama UNTIDAR kami mengucapkan selamat kepada wisudawan dan wisudawati, para ahli madya dan sarjana yang diwisuda pada pagi hari ini dan capaian yg telah Saudara peroleh dalam menyelesaikan studi di universitas ini,” tutur Rektor Prof. Dr. Mukh Arifin, M.Si.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan 3 butir harapan dan doa kepada seluruh wisudawan dan wisudawati UNTIDAR.

“Yang pertama Saudara tidak boleh terhanyut kepada kondisi yg saat ini masih tidak kondusif. Keadaan anomali belum selesai akibat hantaman virus Covid-19 dan gelombang revolusi industri 4.0 yg telah dipercepat merambat di semua lini kehidupan kita,” jelasnya.

Ribuan jenis pekerjaan yang bersifat rutin dan keterampilan sederhana menghilang begitu saja, digantikan oleh sistem otomasi, kecerdasan buatan, dan hiperconnectivitas digital. Tetapi bersamaan dengan itu, telah datang ribuan peluang pekerjaan baru, berupa peningkatan produktivitas dan layanan publik, yg selama ini tdk pernah kita bayangkan bersama.

Yang kedua, wisudawan harus mampu melihat dan berfikir tentang bagaimana Saudara dapat berkontribusi pada masyarakat, berfikir mendalam tentang bagaimana Saudara akan berkontribusi pada keluarga besar sekalian, tempat kerja Saudara, Teman-teman Saudara, dan negara kita tercinta, Republik Indonesia. Yang ketiga, Lulus dan mendapatkan ijazah dari perguruan tinggi bukanlah jaminan terhadap kesuksesan Saudara disaat yg akan datang. Keberkahan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah Saudara peroleh selama belajar di Universitas Tidar ini, sangat tergantung pada ketawadu’an para wisudawan.

Pada wisuda ke-61, UNTIDAR akan meluluskan 300 wisudawan dimana 115 wisudawan lulus dengan predikat dengan ujian atau cumlaude. Pembagian jumlah wisudawan yaitu :

FakultasProgram StudiJumlah
Fakultas EkonomiD3 Akuntansi4
S1 Akuntansi 6
S1 Ekonomi Pembangunan37
S1 Manajemen23
Fakultas TeknikD3 Teknik Mesin 36
S1 Teknik Elektro2
S1 Teknik Mesin28
S1 Teknik Sipil26
Fakultas PertanianS1 Agroteknologi 17
S1 Akuakultur18
S1 Peternakan 1
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikS1 Hukum14
S1 Ilmu Administrasi Negara16
S1 Ilmu Komunikasi5
Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanS1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia33
S1 Pendidikan Bahasa Inggris23
S1 Pendidikan Biologi8
S1 Pendidikan IPA1
S1 Pendidikan Matematika2
Total300
D3 40 orang S1 260 orang

“Orang tua atau kerabat wisudawan disediakan tempat duduk di tribun lantai 2 dan di depan GKU. Masing-masing wisudawan dibatasi membawa 2 orang pendamping bisa dari orang tua atau kerabat lainnya,” tutur Koordinator Sie Acara Wisuda, David Budhi Hartono, S.E., M.M.

Protokol kesehatan dijalankan untuk seluruh peserta dan undangan. Mulai dari memakai masker, cuci tangan, pengecekan suhu, screening aplikasi Peduli Lindungi serta mematuhi jarak tempat duduk.

“Dari wisuda sebelumnya yangg hanya dihadiri wisudawan sekitar 300a orang hari ini pertama kali di masa pandemi ini wisuda dihadiri hampir 900 orang. Alhamdulillah berjalan lancar dan sesuai jadwal,” tambahnya.

Wisudawan Terbaik, Singgih Adi Nugroho

Singgih Adi Nugroho adalah lulusan terbaik di Wisuda Universitas Tidar ke-61. Wisudawan dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menyelesaikan studinya dalam 3 tahun 7 bulan 22 hari dengan IPK 3,98.

Singgih merupakan mahasiswa dari Jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang lolos masuk ke UNTIDAR pada 2018 silam. Ketertarikannya pada dunia bahasa membuatnya mantap memilih Prodi PBSI.

“Saya pilih PBSI karena saya tertarik mempelajari ilmu kebahasaan. Ilmu terkait Bahasa Indonesia yag saya dapatkan kemudian dapat saya implementasikan di jenjang berikutnya. Saya juga menyukai tiga fokus bidang di prodi ini, yakni bidang pendidikan, bahasa, dan sastra,” ujar Singgih.

Singgih merupakan mahasiswa penerima Bantuan Bidikmisi yaitu bantuan pendidikan dari Kementerian untuk mahasiswa yang kurang mampu agar bisa melanjutkan pendidikannya di jenjang perguruan tinggi.

“Dengan keterbatasan ekonomi yang ada, tidak pernah membuat saya patah semangat untuk terus belajar. Saya terus belajar dan berusaha secara maksimal agar hasil yang saya dapatkan bisa maksimal pula,” katanya.

Selain itu, Singgih percaya setiap individu punya kesempatan yang sama untuk berprestasi. Jadi, tidak perlu takut, tidak perlu rendah diri, dan tidak perlu berpikiran negatif terhadap diri sendiri. Cukup mulailah setiap langkah dengan keyakinan yang kuat bahwa diri ini mampu untuk mencapai prestasi.

Alumni Sukses, H. Basari, S.T., M.Si., Wakil Bupati Semarang

“Saya mengucapkan selamat wisudawan semua. Semoga momentum wisuda ini mengawali kesuksesan atau keberhasilan anda. Namun, perlu disadari bahwa selesainya wisuda hari ini bukan berarti selesai masalah, justru ini adalah awal permasalahan baru pada diri kalian semua. Oleh sebab itu, mari mulai mempersiapkan diri bagaimana untuk menyelesaikan persoalan-persoalan nanti yang akan dihadapi,” kata Basari, S.T., M.Si., Wakil Bupati Semarang.

Basari merupakan Alumni UNTIDAR yang berasal dari Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNTIDAR.

“Saya mulai masuk Universitas Tidar Magelang (UTM) pada 1989. Alhamdulillah diwisuda tahun 1998. Saat saya kuliah di UTM dahulu masih perguruan tinggi swasta. Sama seperti anda, saya menyelesaikan 4 tahun untuk teori lokal, namun 1 hal yg menjadi masalah, terkait ujian negara, nilainya E terus di makul konversi energi, sampai saya ikut ujian negara hingga 12 kali. Tapi jangan berkecil hati, bagi yang memiliki nilai C atau D jangan berkecil hati, pesimis, jangan iri dengan nilai yg tadi nilai baik. Karena justru bagi saya, nilai jelek ini ada berkahnya,” jelasnya. 

Menurutnya ketika kita mampu menyelesaikan sebuah soal yang diberikan oleh dosen, pastinya akan menemukan kesulitan dalam menyelesaikannya. Ketika kita menghadapi kesulitan, disitu kita mendapatkan tempaan, pelajaran untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita hadapi. Berbeda dengan yang pandai, mereka menyelesaikan soal langsung selesai, tidak mempunyai masalah. Itu justru mendapatkan masalah ketika hidup di dunia nyata. Karena belum pernah merasakan cobaan-cobaan yg begitu erat. Semuanya diambil mudah.

Basari berpesan jangan sampai menyesali sesuatu yang sudah terjadi, apalagi hari ini panjenengan semua sudah diwisuda jangan menyesali sesuatu yang sudah terjadi. Ketika nanti sekian tahun adik-adik tidak mendapatkan pekerjaan, nasib tidak baik, jangan menyesali dan menyalahkan kepada siapapun, apalagi menyalahkan kepada orang tua. 

“Jadi kuncinya adalah dimana adik-adik bisa mengambil peluang yang ada. Ambillah 1 peluang dan  fokus. Siapa yang cepat mengambil peluang adalah pemenangnya,” pungkasnya.

BERSIAP GELAR TALENT SCOUTING ACADEMY (TSA) UNTUK MAHASISWA TINGKAT AKHIR, 23 ORANG DOSEN DAN TENDIK UNTIDAR IKUTI TRAINING OF TRAINER

Universitas Tidar (UNTIDAR) bersiap melaksanakan Pelatihan Talent Scouting Academy (TSA). TSA adalah salah satu akademi pada program Digital Talent Scholarship (DTS) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, dan memberikan kesempatan sertifikasi global bagi mahasiswa tingkat akhir yang terseleksi. Program ini ditujukan bagi para mahasiswa diploma 4/strata 1 tingkat akhir yang memiliki passion, bakat dan minat di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK). TSA juga bekerja sama dengan Kampus Merdeka yang mengusung sistem Micro Credentials, yakni materi-materi yang diberikan akan dikonversikan menjadi SKS. Pelatihan TSA memiliki beberapa tema yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), contohnya keamanan siber.

Dalam rangka persiapan TSA, 23 orang dosen dan tenaga kependidikan UNTIDAR, yaitu Yosephine Laura Raynardia Esti Nugrahini, S.Pt., M.Sc., Dr. Arif  Rahman Saleh, S.T., M.T.,  Budi Rahardjo, S.TP., M.M., Laila Alfizanna, S.S., MDCC, Budi Hartono, S.E., M.Sc., Muhammad Tri Aji, S.Kel., M.P., Ir Johan Pamungkas, M.T, IPM, Dr. Sri Sarwanti, M.Hum., Dzikrina Dian Cahyani, S.S., M.A., Nur Rofiq, S.Pd.I., M.Pd.I., M.H., Ika Setyowati, S.T., M.Eng, Adhi Surya Perdana, S.P., M.Sc., Delfiyan Widiyanto, S.Pd., M.Pd., Muhammad Daniel Fahmi Rizal, S.S., M.Hum., Suwito Singgih, S.Pd., M.Pd., Ali Murtopo, M.Eng., Diah Agustina Prihastiwi, S.E., M.Acc., Suamanda Ika Novichasari, S.Kom., M.Kom., Abdul Qadir Jailani S.Kel., M.P., Jalu Aji Prakoso, S.E., M.Ec. Dev., Alifia Revan Prananda, M.Eng., Winasti Rahma Diani, M.Hum., dan Mashud Syahroni, M.Pd., mengikuti kegiatan Talent Scouting AcademyTraining of Trainer (TSA ToT). Kegiatan diselenggarakan di Hotel Episode dan JHL Solitaire Tangerang selama satu minggu. Selepas ToT, para dosen dan tendik ini akan menjadi trainer bagi mahasiswa yang mengikuti Pelatihan TSA.

Acara pembukaan Talent Scouting Academy Training of Trainer (TSA ToT) dihadiri oleh Ir. Hedi M. Idris, M.Sc., Ph.D (Kepala Pusat Pengembangan Profesi dan Sertifikasi, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR), Nur Hasan (Manager Social Impact Mastercard Academy), Andi Ikhwan (Director of Agriculture, Entrepreneurship and Financial Inclusion Mercy Corps Indonesia), Tsania Nur Rahmadani (Program Coordinator Micromentor Indonesia), para Instruktur dari MicroMentor by Mercy Corps Indonesia dan seluruh peserta TSA ToT.

Dalam sambutannya, Prof. Sugiyarto berpesan agar para dosen dan tenaga kependidikan/tendik peserta TSA ToT mengimplementasikan ilmu yang didapatkan. “TSA merupakan kesempatan yang sangat strategis untuk pengembangan lembaga UNTIDAR. Ilmu yang didapatkan selama ToT mohon ditularkan kepada mahasiswa peserta TSA, agar mereka bisa menjadi mentor bisnis di masa depan, di bidang pengembangan bisnis,” jelasnya.

Mahasiswa UNTIDAR tingkat akhir akan diberikan kesempatan mengikuti Talent Scouting Academy program PAHLAWAN MUDA DIGITAL UNTUK UMKM. Mahasiswa akan belajar secara mandiri secara daring, mengatur waktu belajar secara mandiri sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Setelah selesai mengikuti TSA, nantinya mereka diwajibkan melakukan pendampingan bagi pelaku UMKM pemula untuk dapat mengembangkan bisnis, serta menjadi pendamping bagi pelaku UMKM pemula dalam menjaga keamanan siber dan bertransformasi digital.

Penulis : Humas