12 ORANG PENGHAFAL AL QUR’AN 30 JUZ, LOLOS TANPA TES MENJADI MAHASISWA UNTIDAR

Tahun 2022, selain penerimaan mahasiswa baru lewat jalur SNMPTN dan UTBK SBMPTN, UNTIDAR juga melaksanakan Seleksi Mandiri UNTIDAR, yang terdiri dari SMUT, SMJK, dan SMJP.

Seleksi Mandiri Ujian Tulis (SMUT) Universitas Tidar merupakan penerimaan mahasiswa baru secara mandiri dengan jalur ujian “tertulis” yang diselenggarakan oleh UNTIDAR. SMUT-UNTIDAR untuk menjaring calon mahasiswa baru yang mempunyai kualitas akademik baik sehingga calon mahasiswa mampu menyelesaikan studi tepat waktu. Seleksi ini diperuntukkan bagi program pendidikan Sarjana dan Diploma.

Tahun ini SMUT tidak hanya diadakan di Kampus UNTIDAR, namun juga di Tegal, tepatnya di SMKN 3 Tegal. Tujuan dibukanya SMKN 3 Tegal sebagai lokasi ujian adalah untuk memudahkan akses calon mahasiswa dari wilayah Brebes, Pekalongan dan sekitarnya, untuk mengikuti SMUT. Total sebanyak 1981 orang mengikuti SMUT UNTIDAR. Calon mahasiswa yang lolos, diumumkan pada 21 Juli 2022

Seleksi Mandiri Jalur Kerja Sama (SMJK) Program Studi DIII Akuntansi Universitas Tidar Tahun 2022, merupakan penerimaan mahasiswa baru secara mandiri yang dilakukan oleh Universitas Tidar pada program studi DIII Akuntansi melalui jalur kerja sama. Seleksi menggunakan  nilai rapor siswa SMA/SMK/MA/MAK mulai semester 1 (satu) sampai dengan semester 5 (lima) untuk lulusan Tahun 2022. Seleksi menggunakan nilai rapor dan hanya untuk memilih prodi D3 Akuntansi. Sekolah di wilayah Karesidenan Kedu mempunyai kesempatan lebih besar untuk mengikuti jalur ini. Tahun 2022 sebanyak 67 calon mahasiswa UNTIDAR  diterima melalui Jalur SMJK.

Selain SMUT dan SMJK, Seleksi Mandiri UNTIDAR juga membuka jalur SMJP, atau Seleksi Mandiri Jalur Prestasi. SMJP merupakan penerimaan mahasiswa baru secara mandiri yang dilakukan oleh Universitas Tidar pada program pendidikan Sarjana dan Diploma, melalui jalur prestasi, berdasarkan pada nilai rapor siswa SMA/SMK/MA/MAK mulai semester 1 (satu) sampai dengan semester 5 (lima) untuk lulusan Tahun 2022.

Bagi lulusan Tahun 2020 dan Tahun 2021, nilai rapor siswa dihitung mulai semester 1 (satu) sampai dengan semester 6 (enam). Seleksi ini juga mempertimbangkan nilai akreditasi sekolah, prestasi akademik, prestasi non akademik tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, Nasional, dan Internasional, dan prestasi non akademik yang diraih seperti : bidang seni, olahraga, dan hafiz Al-Quran. Seleksi ini dilaksanakan dalam rangka menjaring calon mahasiswa yang berkualitas, berkompeten dilihat dari penelusuran minat dan kemampuan siswa.

Khusus untuk Hafidz atau Penghafal Al Qur’an 30 Juz, UNTIDAR memberikan privilege, yaitu otomatis lolos atau pasti lolos menjadi mahasiswa UNTIDAR. Tahun ini sebanyak 12 Hafidz dan Hafidzah berhasil lolos, dengan rincian S1 Akuntansi (1 orang), S1 Ekonomi Pembangunan (2 orang), S1 Manajemen (1 orang), S1 Ilmu Administrasi Negara (1 orang), S1 Ilmu Komunikasi (2 orang), S1 PBSI (1 orang), S1 PBI (1 orang), S1 Pendidikan IPA (1 orang), S1 Agroteknologi (1 orang), dan S1 Teknik Sipil (1 orang).

Dari 769 pendaftar, total calon mahasiswa yang diterima melalui jalur SMJP sebanyak 179 orang. Selain Hafidz dan Hafidzah, calon mahasiswa yang diterima melalui jalur SMJP memiliki berbagai macam prestasi diantaranya : Silver Medal World Virtual Choir Festival, Juara 1 Negeri Sembilan Online International Taekwondo Championship 2022, Juara 3 Kelas 60 Junior Male Kejuaraan Nasional Wushu, Silver Medal at Indonesia Inventors Day 2021, Juara 2 International Science Olmpiade ( CHEMISTRY), dsb.

PRODI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS FKIP UNTIDAR JALIN KERJASAMA PERTUKARAN CALON GURU DENGAN PANGASINAN STATE UNIVERSITY FILIPINA

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar (FKIP UNTIDAR) melakukan kerjasama pertukaran calon guru dengan Pangasinan State University (PSU) Filipina. Dalam kegiatan ini, 4 mahasiswa PBI Untidar melakukan praktek mengajar secara online di Integrated Laboratory School, yang merupakan sekolah mitra Pangasinan State University. Sebaliknya, 4 mahasiswa dari Pangasinan State University juga mengajar di SMP N 3 Secang, yang merupakan sekolah mitra Universitas Tidar.

Berikut nama-nama mahasiswa dari Universitas Tidar dan Pangasinan State University yang berpartisipasi dalam program ini.

Universitas TidarPangasinan State University
Uli Alfan HasaniFajrin SalistianiRosa Sangga PratiwiJeni Mika AmaliaAira B. BacayFaith A. CeraldeDarla Nicole D. Laraya January Rose F. Ubalde

Keempat mahasiswa PBI UNTIDAR sangat bangga dapat mengikuti kegiatan pertukaran calon guru dan dapat mengikuti serangkaian program magang mengajar di sekolah Filipina. Selain menambah wawasan dan ketrampilan mengajar, khususnya mengajar Bahasa Inggris kepada anak-anak, mahasiswa dapat membangun relasi secara internasional.

Cerita-cerita menarik dan inspiratif dari 4 mahasiswa Universitas Tidar dalam mengikuti praktek mengajar di Integrated Laboratory School, Filipina dapat dilihat dalam web blog berikut ini:

  1. Uli Alfan Hasani (https://uli-alfan-teaching-interns-psu.carrd.co/)
  2. Fajrin Salistiani (https://fajrin-salistiani-psu-1.carrd.co/)
  3. Rosa Sangga Pratiwi (https://sites.google.com/view/rosasangga-psuinternship/home)
  4. Jeni Mika Amelia (https://sites.google.com/view/learningteachingjourney)

Demikian pula dari mahasiswa Pangasinan State University, mereka sangat senang bisa praktek mengajar secara online kepada siswa – siswi di SMP Negeri 3 Secang dan melakukan kolaborasi mengajar bersama mahasiswa PBI yang sedang melaksanakan kegiatan PKL English for Children di SMP Negeri 3 Secang. Meskipun pada saat mengajar ada beberapa kendala teknis seperti keterbatasan sinyal dan minimnya kemampuan berbahasa Inggris para murid, Mahasiswa PSU dan mahasiswa UNTIDAR dapat berkolaborasi untuk mengajar Bahasa Inggris dengan sangat baik.

Dr. Farikah, M. Pd. selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar mengucapkan terimakasih kepada Kepala SMP N 3 Secang beserta Bapak Ibu Guru Pembimbing dari SMP N 3 Secang yang telah membimbing para mahasiswa untuk melakukan praktek mengajar. Diharapkan program ini dapat terus berlanjut di masa-masa yang akan datang.

MENTERI DESA PDTT KUNJUNGI UNTIDAR DAN SAMPAIKAN KULIAH UMUM “PEMBANGUNAN DESA BERBASIS SDG’S DESA”

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd., memenuhi undangan dari  Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu Pendidikan Universitas Tidar (LPPM-PMP UNTIDAR) untuk memberikan pencerahan kepada sivitas akademika UNTIDAR terkait Pembangunan Desa Berbasis SDGs Desa, Kamis (7/7).

“SDG’s desa merupakan suatu bentuk upaya melandingkan sebuah konsep pembangunan global yang berkelanjutan, yang dirumuskan oleh 193 negara di PBB pada tahun 2015. Ada 17 sasaran yang ingin dicapai di dunia dengan rumusan-rumusan yang cukup rumit, salah satunya menyelesaikan berbagai kemiskinan di banyak tempat,” jelas Abdul Halim. Lebih lanjut Ia menjelaskan banyak hal telah dilakukan selama ini akhirnya membuahkan hasil, tentunya berkat adanya SDG’s desa. Contohnya Inpres no. 4 th 2022, tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. “Tempatkan seluruh hal pada proporsinya, dan itu yang menginspirasi saya membuat tagline DESA BISA!. Pada hakekatnya desa itu bisa, hanya saja kita belum memberi ruang yang cukup. Kita harus berikan ruang bagi desa-desa di Indonesia untuk melakukan upaya secara maksimal dengan potensinya, untuk membangun bangsa dan negara melalui basis desa. Manajemen pembangunan desa dengan menggunakan dana desa melalui swakelola desa dan padat karya tunai,” urainya.

Abdul Halim memotivasi mahasiswa untuk menjadi bagian penting menyongsong Indonesia maju. “Saya yakin dari UNTIDAR akan lahir tokoh-tokoh yang mewarnai bangsa dan negara. Ini karena sistem ketatanegaraan kita memberikan ruang yang sangat cukup, yang seluas-luasnya untuk setiap warga negara melakukan upaya maksimal dalam melakukan pengabdian untuk kepentingan bangsa dan negara. Itulah hikmah dan berkah reformasi,” tegasnya.

Senada dengan yang disampaikan Mendes PDTT, dalam sambutannya, Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc. menyampaikan harapannya, semoga melalui kehadiran Menteri Desa PDTT akan membuka wawasan dosen, tenaga administrasi pendukung, dan seluruh mahasiswa UNTIDAR, khususnya mahasiswa yang akan terjun ke masyarakat secara langsung melalui program KKN. “Wawasan tentang desa perlu ditingkatkan karena resources dan SDM terbesar di negara ini ada di desa. Potensi pembangunan juga tersebar di wilayah pedesaaan. Di era digital, marilah kita bekerja dari berbagai penjuru Tanah Air, tidak hanya terkonsentrasi di daerah perkotaan,” tandasnya.

Penulis : Humas

PROF. SUYITNO DIKUKUHKAN SEBAGAI GURU BESAR FAKULTAS TEKNIK UNTIDAR BIDANG METALURGI

Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc., IPM, dosen Fakultas Teknik sekaligus Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Tidar resmi menjadi Guru Besar di Bidang Metalurgi.

Prosesi pengukuhan diadakan di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono, Selasa (12/07) dan disiarkan secara Live Streaming via Youtube UNTIDAR.

”Indonesia tidak memiliki sejarah atau tidak punya catatan tentang metalurgi. Ilmu ini mempelajari sifat logam serta cara memproduksinya. Paparan saya pada hari ini merupakan pengalaman mempelajari Metalurgi selama 23 tahun,” tutur Prof. Suyitno.

Beberapa manfaat logam yang dipelajari adalah Logam untuk Kendaraan Maju, Logam untuk Kendaraan Sederhana, Logam untuk Alat Kesehatan, Logam untuk Tansmisi dan Konversi Energi, Logam untuk Seni dan Alat Musik, Logam untuk Peralatan Olah Raga dan Logam untuk Peralatan Rumah Tangga.

“Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia yang tidak bisa melepaskan diri dari dinamika persaingan bidang perdagangan, sudah tentu perlu memiliki ilmu dan teknologi bidang logam yang kuat. Penelitian dan pengembanga perlu diperkuat dan aplikasi logam untuk mempertajam inovasi perlu segera disadari dan diajarkan di sekolah maupun perguruan tinggi. Tidak ada negara maju tanpa kekuatan pada ilmu dan industri logam,” tambahnya.

Logam akan tetap menjadi kebutuhan bagi masyarakat modern. Keinginannya untuk membuat karya inovasi yang semakin kuat, semakin cepat, semakin tinggi, semakin produktif, semakin menarik, semakin murah menjadikan logam masih dalam pertimbangan.

Ilmu logam juga masih akan berkembang guna memenuhi tuntutan persaingan manusia dalam memenangkan hasil inovasi di pasaran. Bukan hanya itu, persaingan dagang antar negara antar perusahaan antar komunitas juga memicu penelitian dan pengembangan terus menerus bidang ilmu logam.

Ilmu metalurgi yang beliau miliki merupakan hasil pendidikan selama tujuh tahun di Technische Universiteit Delft (TU Delft), Netherlands Institute for Metals Research (NIMR), dan CORUS metal industry di Belanda.

Prof. Suyitno memperoleh sejumlah Hak Kekayaan Intelektual (HKI) antara lain: jumlah paten terdaftar 23, paten granted 5, jumlah desain industri 3, jumlah merek 2 dan jumlah hak cipta 2. Beliau juga meraih penghargaan atas berbagai publikasi ilmiah internasionalnya dan mengikuti berbagai konferensi di Amerika, Australia, Belanda, Inggris, Norwegia, Jerman, Prancis, Malaysia, Thailand.

”Kehadiran guru besar Bidang Metalurgi ini tentunya membawa harapan baru bagi keluarga besar UNTIDAR. Harapan berupa kontribusi terhadap kinerja pembelajaran, penelitian dan layanan kepada masyarakat,” kata Rektor pada Sambutannya.

Guru besar ini merupakan jabatan akademik tertinggi bagi seseorang yang memilih profesi sebagai dosen, sehingga setelah dikukuhkan sebagai guru besar, seseorang harus mampu menjadi motivator dan penggerak bagi para dosen dengan jabatan fungsional dibawahnya dan para mahasiswa asuhannya.

”Orasi ilmiah yang disampaikan Prof. Suyitno telah memberikan gambaran kepada kita semua, bahwa bidang metalurgi kan memegang peranan penting dalam kemajuan bangsa. Kita harus optimis, jika bersungguh-sungguh akan mampu mengembangkan kekayaan alam yang dimiliki, akan mampu menyediakan barang-barang yang kita butuhkan sehari-hari,” pungkasnya.

Pada acara pengukuhan guru besar ini, Prof. Suyitno mengundang guru-guru semasa SD, SMP dan SMA. Baginya jasa guru-guru ini yang telah mengajarkan ilmu terutama matematika. Dosen, Mahasiswa bimbingan, kerabat serta partner pengembangan penelitian juga diundang pada hari spesial ini.

”Tanpa beliau, saya tidak akan berdiri disini, seperti saat ini menyandang gelar Profesor,” tutupnya.

Yang menarik, Prof. Suyitno juga mengundang rombongan dari Masjid Istiqomah Ungaran, dimana saat SMA beliau pernah menjadi marbot pada masjid ini.

Penulis : Magang Humas

Editor : Tim Humas

REKTOR LEPAS 1.323 PESERTA KKN PERIODE JULI 2022

Upacara pelepasan mahasiswa peserta KKN Universitas Tidar (UNTIDAR) dilaksanakan pada Senin, (11/7) di halaman Gedung dr. HR. Suparsono UNTIDAR, disambut dengan antusias oleh seluruh peserta KKN. Penerjunan mahasiswa KKN dihadiri oleh Rektor Universitas Tidar, Ketua beserta Sekretaris LPPM-PMP, Dekan di lingkungan UNTIDAR, dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Dr. Dra. Eny Boedi Orbawati, M.Si., selaku Ketua LPPM-PMP Universitas Tidar menyampaikan bahwa peserta KKN tahun ini berjumlah 1.323. Peserta KKN akan dibagi menjadi 132 kelompok, dimana setiap kelompok berjumlah 10-11 orang. Dalam melaksanakan program-program KKN, mahasiswa tidak tinggal di lokasi KKN atau tidak diperkenankan untuk menginap di lokasi. Secara keseluruhan lokasi KKN mencakup wilayah Kabupaten dan Kota Magelang. “Ada 50 lokasi KKN di Kota Magelang, dan 79 lokasi di Kabupaten Magelang,” terang Dr. Eny.

Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc., Rektor Universitas Tidar, dalam sambutannya menegaskan agar mahasiswa menjaga nama baik universitas dengan tidak melakukan hal-hal yang dilarang di lokasi KKN. Mahasiswa harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh Universitas Tidar. 

Beliau juga menyatakan bahwa tugas mahasiswa pada saat pelaksanaan KKN adalah belajar, karena banyak sekali hal-hal yang dapat dipelajari mahasiswa dari masyarakat.

“Nantinya, ketika kalian menyalurkan ilmu, bersikaplah yang baik, mengedepankan sopan santun dan norma-norma sosial yang berlaku, serta jangan lupa untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.” tutupnya. Setelah dilepas secara resmi oleh Rektor Universitas Tidar, peserta KKN diterjunkan ke lokasi KKN yang sudah ditentukan.

Penulis : Humas

UNTIDAR COLLECTIVE ADAKAN SEMINAR ONLINE “SELF-DEVELOPMENT SERIES: SETTING YOUR GOALS, BUILDING A FINANCIAL PLAN, AND MAINTAINING YOUR MOTIVATION”

Dalam rangka mempromosikan program Untidar Collective’s Monthly Workshop, Untidar Collective mengadakan seminar online bertemakan “Self-Development Series: Setting Your Goals, Building a Financial Plan, and Maintaining Your Motivation.” Untidar Collective merupakan sebuah program inisiatif workshop dan mentorship yang dibuat oleh tiga alumni Universitas Tidar, sebagai bentuk sumbangsih kepada universitas dan komunitasnya. Untidar Collective memiliki tujuan untuk memberikan kesempatan kepada teman-teman yang tertarik dengan bimbingan, dukungan, dan sumber daya, juga untuk berkembang secara akademis. Untidar Collective digagas oleh Kartika Fitrianingsih, May Willyana dan Putri Sukmawati, ketiganya alumnus prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNTIDAR.

Materi pertama disampaikan oleh alumni Universitas Tidar, Kartika Fitrianingsih, Master of Social Work dari Universitas Columbia. Kartika memberikan informasi mengenai Goal Setting atau penetapan tujuan. Baginya, penetapan tujuan merupakan sebuah proses mengidentifikasi apa yang ingin dicapai dan dengan jelas mendefinisikan pengukurannya. “Goal setting sangat membantu kita dalam mewujudkan impian secara efektif,” imbuhnya.

Dilanjut dengan materi kedua, dengan topik membangun rencana keuangan untuk studi di luar negeri dan penerimaan beasiswa. Materi ini disampaikan oleh Putri Sukmawati, Kandidat Master of Arts di Universitas Birmingham. “Rencana keuangan adalah gambaran komprehensif tentang keuangan saat ini, tujuan keuangan, dan strategi apa pun yang telah di tetapkan untuk mencapai tujuan tersebut,” jelasnya. Putri juga menambahkan, alasan mengapa menentukan rencana keuangan itu sangat penting salah satunya adalah supaya siap secara finansial untuk mencapai tujuan hidup, termasuk untuk kuliah di luar negeri.

Materi ketiga mengenai motivasi disampaikan oleh Kandidat Master of Arts di King’s College London, May Willyana. May mengungkapkan bahwasannya menemukan motivasi untuk mencapai tujuan sangatlah penting. “Sangat normal jika kita kehilangan motivasi, hal yang sangat wajar jika kemarin kita merasa sangat bersemangat, namun hari ini merasa malas. Namun, jangan sampai lupa dengan tujuan awal kita dan apa yang telah kita perjuangkan selama ini,” jelasnya.

Penulis : Humas

MAHASISWA PRODI ILMU KOMUNIKASI FISIP UNTIDAR BORONG PRESTASI DALAM AJANG “PARTY OF PUBLIC RELATIONS” 2022

Delegasi Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tidar (FISIP UNTIDAR) berhasil meraih prestasi dalam ajang kompetisi nasional “Party of Public Relations” UIN Sunan Kalijaga 2022. Dalam acara penganugerahan penghargaan yang dilangsungkan secara hybrid, kombinasi luring dan daring, Selasa (28/6), delegasi Program Studi Ilmu Komunikasi Fisipol Untidar berhasil meraih tiga penghargaan bergengsi.

Dalam cabang lomba Management Issue, seluruh tim dari Prodi Ilmu Komunikasi Fisipol Untidar berhasil masuk menjadi finalis, dan  berhasil meraih juara kedua dan juara ketiga. Juara kedua diraih oleh Tim “Halu” yang beranggotakan Ubaid Hawari (Ilmu Komunikasi 2019) dan Shaftsania Izdihar EL Rahmina Sunusi (Ilmu Komunikasi 2019). Sementara juara ketiga diraih oleh Tim “Ilmu Komunikasi 2019” dengan anggota tiga mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi 2019 yaitu Fadhilah Husna, Gading Octorio, dan Athifah Az Zahra.

Selanjutnya pada mata lomba PR Campaign, “Tidar Team” yang beranggotakan tiga mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi 2019 yaitu Iqbal Al-Hakim, Nurul Hidayanti, dan Silfa Futuchatul.berhasil meraih juara ketiga

Party of Public Relations (POP) merupakan kompetisi tahunan dalam bidang Ilmu Komunikasi yang diselenggarakan oleh mahasiswa konsentrasi Public Relations Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tema yang diangkat dalam kompetisi POP tahun 2022 adalah “Be a Smart PR, Be a Smart Digital Citizen”. Ajang ini menampilkan tiga mata lomba yaitu Management Issue, PR Campaign, dan News Presenter.

FASILITASI KELURAHAN POTROBANGSAN RINTIS DESA WISATA, UPT PKPP UNTIDAR UNDANG PENGELOLA POKDARWIS KALI CODE UNTUK BERBAGI ILMU

Sumberdaya manusia maupun sumberdaya alam yang dimiliki Kelurahan Potrobangsan adalah aset yang potensial untuk dikembangkan. Hal inilah yang melatarbelakangi Walikota Magelang mendorong kelurahan Potrobangsan untuk melakukan rintisan Kampung Wisata. Potensi pariwisata yang ada di Kampung Potrobangsan diantaranya Museum Sudirman, Taman Badaan, Taman A. Yani, tubing serta rafting di sungai Progo, dan lain sebagainya. Kelurahan Potrobangsan juga memiliki sungai di tengah kota yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata.

Unit Pelayanan Teknis Pengembangan Kewirausahaan dan Pembangunan Pedesaan (UPT PKPP) yang bertugas mendampingi Kelurahan Potrobangsan menjadi Kampung Wisata berinisiatif mendatangkan Pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kali Code untuk berbagi/sharing terkait pengelolaan sungai dan wilayah sekitarnya menjadi obyek wisata. Dalam kegiatan ini UPT PKPP juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Magelang.

“UPT PKPP Universitas Tidar memiliki tugas untuk mendampingi kelurahan Potrobangsan untuk merintis Kampung Wisata. Potrobangsan memiliki sungai/kali yang berpotensi untuk dijadikan obyek wisata. Desa Wisata Kali Code sudah terlebih dahulu mengelola wilayahnya dengan segala potensinya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Dari situ UPT PKPP berinisiatif menghadirkan  pengelola Kali Code untuk menjadi narasumber dalam kegiatan Rintisan Kampung Wisata Potrobangsan,” jelas Kepala UPT PKPP, Dra. Lucia Rita Indrawati.

“Kami tidak pernah menganggap Kali Code sebagai ‘latar belakang’, sebaliknya kami anggap Kali Code adalah ‘pemeran utama’ yang harus dikelola sedemikian rupa agar membawa kemaslahatan untuk banyak orang,” kata Drs. Darsam selaku pengelola Kali Code. “Kali Code tak pernah bisa lepas dari sosok Romo Mangun, arsitek handal yang telah menyulap Kali Code yang kumuh menjadi kawasan yang indah dan tertata. Selain daya tarik wisata,  Kali Code adalah bagian penting warga Yogyakarta karena berfungsi sebagai sarana irigasi pertanian. Dari tahun ke tahun kami berupaya untuk terus melakukan perbaikan sarana dan prasarana,” tambah Darsam.

Riana Devy Wahyu Kusumawardani, S.E., M.Ec., Dev., MIDS (Kabid Kepariwisataan Disporapar Kota Magelang), dalam paparannya menyampaikan langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam merintis dan mengembangkan Kampung Wisata. “Yang pasti kami akan selalu support. Silahkan bapak ibu menyampaikan dukungan apa saja yang dibutuhkan, kami akan fasilitasi,” tegasnya.“Saat ini SK Pokdarwis Kampung Potrobangsan sudah turun, selanjutnya kami akan dampingi dalam penyusunan visi, tujuan, dan implementasi agar Kampung Wisata Potrobangsan berkembang seperti yang diharapkan,” pungkas Dra. Lucia selaku Kepala UPT PKPP.

Penulis : Humas

PENGUKUHAN GURU BESAR Prof. Dr. A. Sri Haryati, M.Pd.

Prof. Dr. A. Sri Haryati, M.Pd. dikukuhkan menjadi Guru Besar di bidang ilmu Manajemen Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar (UNTIDAR), Rabu (25/05)

Dalam upacara pengukuhan, Sri Haryati menyampaikan pidato berjudul “Mitigasi Learning Loss Sebagai Dampak Pandemi Covid-19”. Ia menjelaskan bahwa dampak Covid-19 pada sektor pendidikan diantaranya : 1. Kebijakan Social Distancing yang berdampak pada proses pembelajaran, 2. Online Learning dikarenakan proses pembelajaran tatap muka yang harus dihentikan sementara, dan 3. Learning Loss yaitu hilangnya capaian hasil belajar akibat terhentinya/terganggunya proses pembelajaran di sistem pendidikan.

“Merujuk pada laporan Bank Dunia tahun 2021, ‘Kemiskinan Belajar’ terjadi terutama di negara-negara dengan pendapatan menengah ke bawah. Literasi turun sekitar 32-37%, Matematika turun sekitar 50-63%, sementara itu masalah Mental dan Sosial terjadi akibat minimnya interaksi antara siswa dengan guru, dan siswa dengan siswa. Strategi untuk mengurangi risiko dan dampak learning loss yaitu : 1 Pengajaran Dengan Metode Spiral, 2. Penekanan Pada Materi Prasyarat, 3. Pembelajaran Kilat Untuk Materi Khusus, 4. Perencanaan Yang Fleksibel, Fokus Pada Personal dan Pembelajaran Abad 21,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan Pembelajaran Abad 21 meliputi Pembelajaran Berbasis Riset dan Pembelajaran Berbasis Proyek. “Pembelajaran Berbasis Riset adalah proses pembelajaran menekankan pada aktivitas penyelidikan yang dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan belajarnya. Tahapannya  yaitu Engage: Persiapan Penyelidikan, Research: Penyelidikan, Analisis, Penyimpulan, dan Penyusunan Laporan, serta Present: Pengkomunikasian hasil penyelidikan.

Adapun Pembelajaran Berbasis Proyek dengan melibatkan siswa dalam pemecahan masalah dalam dunia nyata melalui kegiatan multidisipliner yang mengedepankan team-working. Strategi implementasinya yaitu : 1. Melibatkan beberapa mata pelajaran dalam satu proyek, 2. Menjembatani pengetahuan akademisi menuju situasi kehidupan riil/nyata, 3. Memberikan pengalaman praktis realistis, dan 4. Meningkatkan kemampuan kolaboratif siswa.

“Selain itu keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam mitigasi learning loss sangatlah dibutuhkan. Orang tua harus selalu terlibat dalam kehidupan akademik anak, didukung oleh lingkungan masyarakat yang kondusif,” tuturnya.

Dalam pidatonya, Sri Haryati juga memaparkan bahwa Kelas Hibrida adalah solusi yang bisa diterapkan sebagai langkah mitigasi learning loss pasca pandemi. Metode ini merupakan jalan tengah untuk mengakomodasi pembelajaran daring dan luring. “Mitigasi learning loss merupakan tanggung jawab bersama demi mencapai tujuan pembelajaran. Institusi Pendidikan diharapkan dapat menerapkan strategi-strategi penanggulangan learning loss yang dianggap paling efektif sesuai kondisi masing-masing. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor dalam mengambil kebijakan, institusi pendidikan hendaknya berupaya untuk meminimalisir kerugian yang ditimbulkan oleh kebijakan yang diambil dan memaksimalkan manfaat dari kebijakan tersebut, sehingga kebijakan akan diterima di semua lini,” tambahnya.

Pengukuhan Gelar Guru Besar kepada Prof. Dr. A. Sri Haryati, M.Pd. adalah pertama kalinya sejak Universitas Tidar berubah status menjadi Perguruan Tinggi Negeri. “Semoga bisa memotivasi teman-teman dosen yang lain untuk terus bergerak maju dan meraih pencapaian membanggakan, meraih jabatan fungsional tertinggi dosen yaitu Guru Besar, agar semakin mengharumkan nama UNTIDAR,” pungkasnya.

Kehadiran Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan ini menambah jumlah Guru besar di UNTIDAR menjadi 9 orang.

“Kehadiran guru besar ini sangat ditunggu untuk mendukung pengembangan UNTIDAR. Terlebih, dunia pendidikan yang digeluti Prof. Dr. A. Sri Haryati merupakan bagian penting dari kemajuan bangsa,” kata Rektor, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc.

Konon kalau ingin menghancurkan suatu bangsa, tidak dibutuhkan senjata yang canggih dan menghabiskan banyak dana, cukup dirusak saja sistem pendidikannya.

“Misalnya, jika dalam sekolah kita biarkan saja para siswa tidak disiplin waktu, berperilaku tidak jujur, tidak hormat sesama dan orang tua maka rusak sudah negara dan bangsa ini. Akan bermunculan penegak hukum tidak jujur, kepada daerah tidak jujur dan malas,” tambahnya.

Kehadiran professor manajemen pendidikan diharapkan dapat meningkatkan peran UNTIDAR dalam berkontribusi terhadap perbaikan sistem pendidikan melalui pembelajaran untuk menghasilkan pendidik yang berkualitas, penelitian yang menghasilkan solusi baru bagi permasalahan di bidang pendidikan dan layanan masyarakat untuk memberikan pencerahan bagi masyarakat tentang bagaimana berurusan dengan dunia pendidikan secara benar.

Penulis/Editor : Humas UNTIDAR

MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS UNTIDAR SIAP IKUTI KULIAH 1 SEMESTER DI UNIVERSITY OF SZEGED HUNGARIA

Rizky Purwa Lestari, mahasiswa semester 6 program studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Tidar (UNTIDAR) berhasil lolos program Indonesian International Students Mobility Awards (IISMA). Melalui program ini Rizky berkesempatan untuk belajar selama 1 (satu) semester di perguruan tinggi terkemuka di dunia yang menjadi mitra Kemendikbudristek untuk memperkaya dan meningkatkan wawasan serta kompetensinya di dunia nyata, sesuai dengan minat dan cita-cita. Program Beasiswa Mobilitas Internasional Mahasiswa Indonesia 2021 ini didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dukungan dari LPDP untuk program ini meliputi hampir semua pembiayaan yang dibutuhkan mahasiswa selama 1 semester belajar di luar negeri.

                “Tidak dapat dipungkiri bahwa rasa nervous itu ada karena saya khawatir mengecewakan orang tua yang sudah sangat berharap untuk kelolosan saya. Namun, dengan dukungan dari orang-orang tercinta, perlahan-lahan tumbuh rasa yakin bahwa saya akan lolos. Dari sini saya belajar bahwa mindset itu penting, disertai dengan usaha yang sungguh-sungguh. Puji syukur kepada Allah SWT, malam itu tanggal 14 Mei, saya dinyatakan lolos IISMA ke University of Szeged di Hungaria,” urai Rizky. Rizky di bulan Agustus  nanti akan bertolak menuju Hungaria, untuk kemudian mengikuti IISMA mulai 5 September 2022 s.d. 26 Januari 2023. Melalui Program IISMA, Riszky akan mengambil mata kuliah Perspectives on Hungarian Culture, Living Abroad, Reflecting the Intercultural Experience, Public Speaking and Presentation Skills, dan English Language Development with Games and Exercises.

                Rizky Purwa Lestari selama menjadi mahasiswa sangat aktif dalam kegiatan akademis dan non akademis. Rizky pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Public Speaking di UKM PELITA – UNTIDAR (2021). Ia juga pernah menjadi partisipan pada Virtual Exchange Program – Asia University, Taiwan (2021). Kepiawaiannya dalam public speaking membuatnya ditunjuk menjadi MC untuk Online Workshop (Kagawa University – Jepang, Universitas Tidar, dan Universitas Diponegoro) beberapa waktu yang lalu. Berbagai prestasi yang berhasil diraih diantaranya Juara 1 NUDC Tingkat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP),  Best Speaker pada NUDC FKIP – UNTIDAR, Juara 2 pada Short Story Competition dan Juara 1 Poem Competition. “Saya ingin menuntut ilmu ke luar negeri karena pendidikan Indonesia dapat dikatakan mengacu pada beberapa negara di luar sana. Adanya keinginan untuk berbaur dengan orang asing secara langsung turut mendorong saya. Tak kalah penting, saya ingin mengenalkan nama Universitas Tidar (UNTIDAR) ke lingkup yang lebih luas dan menghapuskan stereotipe yang mengatakan bahwa UNTIDAR hanya dikenal di kalangan tertentu. Semoga dengan diterimanya saya di salah satu perguruan tinggi terbaik di Hungaria, saya dapat lebih mengharumkan nama Universitas Tidar,” pungkasnya.

IISMA adalah salah satu program unggulan dari delapan Program Kampus Merdeka yang bertujuan untuk memberikan hak dan kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan kegiatan pengembangan diri di luar kampusnya pada perguruan tinggi terbaik luar negeri. Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) sendiri akan memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan perguruan tinggi di Indonesia. Mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja dimana mereka dapat belajar dari praktik terbaik di industri, organisasi kemanusiaan, dan institusi penelitian kelas dunia.

Penulis : Humas