UKM MAPALA SULFUR UNTIDAR RAIH JUARA 2 LOMBA WANA LESTARI TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala Sulfur UNTIDAR berhasil meraih juara kedua dalam lomba Wana Lestari tingkat Jawa Tengah. Lomba Wana Lestari adalah salah satu metode penyuluhan yang dilaksanakan untuk menetapkan perorangan, kelompok atau aparatur pemerintah yang berprestasi dalam memberdayakan dan mengubah perilaku masyarakat dalam pembangunan bidang lingkungan hidup dan kehutanan melalui mekanisme penilaian tertentu. Apresiasi Wana Lestari adalah suatu kegiatan pemberian penghargaan dari pemerintah kepada perorangan, kelompok, aparatur pemerintah atau badan usaha atas prestasi yang dicapai berdasarkan inisiatif dan partisipatif dalam menjalankan tugas di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

Di tahun 2022 ini, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala Sulfur mengikuti lomba Wana Lestari untuk kategori Kelompok Pecinta Alam/KPA. KPA adalah sekelompok orang/anggota masyarakat yang mempunyai minat, hobi atau prestasi di bidang perlindungan terhadap proses ekologis yang menunjang sistem penyangga kehidupan pengawetan keanekaragaman sumber daya alam dan pelestarian pemanfaatan bagi terjaminnya jenis sumber daya alam dan ekosistem. Syarat KPA untuk mengikuti lomba diantaranya telah berperan aktif dalam pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan; terbukti berhasil memberikan dampak positif bagi masyarakat; belum pernah menjadi pemenang pertama lomba wana lestari tingkat provinsi dalam 3 (tiga) tahun terakhir; dan telah melakukan kegiatan dalam bidang pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan paling sedikit 3 (tiga) tahun, dan terdapat bukti fisik di lapangan, dibuktikan dengan foto copy piagam penghargaan terkait; surat keputusan penetapan; sertifikat pendidikan dan pelatihan yang terkait; laporan kegiatan bidang lingkungan hidup dan kehutanan 3 (tiga) tahun terakhir; serta dokumentasi kegiatan.

Mapala Sulfur adalah Unit Kegiatan Mahasiswa yang eksis sejak tahun 1980. Kegiatan dari setiap divisi yang ada di Mapala Sulfur yaitu arung jeram, lingkungan hidup, panjat tebing, rimba gunung, SAR dan susur gua yang disertai dengan konservasi (pendalaman materi, pendidikan, latihan).”Terkait konservasi kami sering mengadakan kegiatan seperti konservasi sumber mata air untuk memelihara dan meningkatkan debit mata air dengan melakukan penanaman pohon jenis ficus pada kawasan sumber mata air di Magelang. Kami juga menanam pohon pada kawasan gundul atau minim pepohonan guna reboisasi dan penghijauan serta melakukan pemulihan kondisi sungai dengan pembersihan sampah yang ada di daerah sungai sehingga dapat kembali asri,” kata Edho Soekarno Putra selaku Ketua UKM Mapala Sulfur. “Kegiatan tersebut memiliki bukti seperti laporan atau luaran. Poin terpenting dalam kegiatan konservasi adalah luaran artikel yang menjelaskan pemeliharaan dan pendataan satwa, seperti artikel konservasi pada Gua Sibodak, Tebing Siung, Sungai Elo dan Gunung Sumbing. Poin tambahan yang membuat Mapala Sulfur dapat meraih juara 2 yaitu lengkapnya administrasi di setiap kegiatan dan kesekretariatan, “tambahnya.

            Sejak tahun 1980 sampai saat ini sudah banyak prestasi yang ditorehkan oleh UKM Mapala Sulfur diantaranya : Juara 3 Putra LLA Mentari UMM (1994), Juara 3 Lomba Peran Serta Kelompok Pecinta Alam Upaya Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistem Tingkat Provinsi Jawa Tengah (1998), Juara 2 Lomba Peran Serta Kelompok Pecinta Alam Hayati dan Ekosistemnya Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun (2002), Juara 2 Lomba Peran Serta Kader Konservasi Dalam Upaya Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun (2002), Pemenang 3 Lomba Kader Konservasi (KK) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun (2004), Juara 2 Lomba Penghijauan dan Konservasi Alam Tingkat Provinsi Jawa Tengah Bagi Kader Konservasi (KK) (2007), Juara 3 Lomba Penghijauan dan Konservasi Alam Wana Lestari Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun (2010) Kategori Kelompok Pecinta Alam (KPA), Juara Harapan 3 Putra, Kategori Kecepatan Lomba Lintas Alam Perjuangan A. Yani DPD KNPI Kabupaten Temanggung (2011) dan masih banyak penghargaan lainnya.

Penulis : Humas

LPPM-PMP UNTIDAR LAKSANAKAN FGD PENYUSUNAN POTENSI WILAYAH DAN KEARIFAN LOKAL SENTRA SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS DESA

Pengabdian kepada masyarakat sejatinya harus terintegrasi dengan penelitian yang dilakukan oleh dosen, sehingga pengabdian menjadi hilirisasi dari proses penelitian. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPM-PMP) UNTIDAR, kuantitas kegiatan pengabdian kepada masyarakat sejauh ini belum merata dan belum sesuai dengan potensi desa. Perlu dilakukan perbaikan manajemen pelaksanaan kegiatan. Untuk itulah LPPM-PMP menginisiasi pendirian Sentra Sustainable Development Goals (SDG’s) yang bertugas mendata kembali potensi desa di wilayah Kota Magelang, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Temanggung.

Sebagai langkah awal LPPM-PMP mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD), Rabu (21/4). Kegiatan bertempat di Gedung Kuliah Umum H.R. Suparsono UNTIDAR dengan menghadirkan pembicara Taufik Kurrohman, S.E., MSA., Ak., CA., QIA., CFrA., AAPB., CSRS., CSRA., CGAE., Ph.D. (Wakil Ketua ADAI Jatim, Internal Auditor, Dosen FEB Universitas Jember, Tim SDG’s Centre Universitas Jember) dan Labbaika Nugroho, S.STP., M.M.  (Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/Dispermades Kabupaten Magelang), serta dihadiri seluruh tim pelaksana Sentra Sustainable Development Goals UNTIDAR dan perwakilan Kepala Desa dan Lurah di wilayah Kota Magelang, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Temanggung.

“UNTIDAR sebagai sebuah perguruan tinggi tugas utamanya menyelenggarakan pendidikan, mendidik generasi muda memasuki usia dewasa. Cara pembelajarannya tentunya berbeda dengan saat di SMP maupun SMA. “Selain klasikal kuliah juga harus melakukan  penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Demikian juga dengan para dosen, selain mengajar juga harus mengembangkan ilmu pengetahuan dan membantu masyarakat sekitar dalam menyelesaikan problem yang dihadapi,” ujar Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin, M.Si. dalam sambutannya. “Melalui FGD ini semoga bisa menemukan potensi juga permasalahan yang dihadapi oleh desa, untuk kemudian didiskusikan, disimpulkan, dan direncanakan apa yang akan dilakukan. Yang jauh lebih penting di akhir diskusi ada rencana tindak lanjut program kegiatan yang akan dijalankan,” imbuhnya.

Taufik Kurrohman, S.E., MSA., Ak., CA., QIA., CFrA., AAPB., CSRS., CSRA., CGAE., Ph.D. sebagai salah satu anggota Tim SDG’s Centre Universitas Jember, yang sudah sangat berpengalaman mengembangkan potensi desa menyampaikan, bahwa upaya yang dilakukan harus massif dan kolektif. Selain itu harus ada sinergi dari desa, pemerintah daerah, akademisi dan sektor swasta. “Kita bisa belajar dari Banyuwangi. Sebelum tahun 2010 orang tidak mengenal Banyuwangi. Setelah dibantu dikembangkan potensinya, sekarang Banyuwangi leading di sektor pariwisata. Kemudian memiliki infrastruktur yang komplit, perekonomian meningkat, tata kelola pemerintahannya juga berkembang baik. Ada  multiplier effect,” urainya.  

Peserta FGD banyak mendapatkan masukan dari Labbaika Nugroho, S.STP., M.M. selaku Kepala Dispermades yang secara langsung terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan desa. FGD juga memberikan kesempatan kepada para kepala desa dan lurah yang hadir untuk menyampaikan potensi dan juga permasalahan yang dihadapi oleh desa/kelurahan untuk ditindaklanjuti. Kepala LPPM-PMP, Dr. Dra. Eny Boedi Orbawati, M.Si. menyampaikan Sentra Sustainable Development Goals Desa akan melakukan upaya terpadu untuk bisa mewujudkan desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, ekonomi desa tumbuh merata, desa peduli kesehatan, desa peduli lingkungan, desa peduli pendidikan, desa ramah perempuan, desa berjejaring, desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, serta SDG’s desa role model pembangunan berkelanjutan dengan menitikberatkan unsur kearifan lokal dan religiusitas sebagai poin utama.

Penulis : Humas

UITM MALAYSIA DAN UNTIDAR MENGGELAR WEBINAR INTERNASIONAL SEPUTAR KESADARAN BELAJAR BERBASIS LINGKUNGAN

Since students may learn in a wide variety of settings, such as outside-of-school locations and outdoor environments, the term is often used as a more accurate or preferred alternative to classroom, which has more limited and traditional connotations,“ demikian Dr. Sri Sarwanti, M.Hum. mengawali kuliah internasionalnya untuk dosen dan mahasiswa Universiti Teknologi Mara (UiTM), Malaysia dan di Indonesia melalui webinar, Jumat (22/4/2022) siang. Lebih lanjut menurut dosen Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Tidar ini, untuk mencapai lingkungan belajar ideal paling tidak ada 4 hal yang harus diperhatikan, yaitu: Pengertian dan cakupan lingkungan belajar, jenis-jenis lingkungan belajar, mengapa kita harus menyadari lingkungan belajar, dan jenis penelitian pendidikan yang terlibat dalam lingkungan belajar.

Hampir selama 2 jam, Sri Sarwanti menjabarkan beberapa pendekatan riset yang aplikatif dan dapat dilaksanakan dalam riset pendidikan terutama terkait Environment-Based Learning Awareness.

Dalam kesempatan yang sama, Winda Candra Hantari, S.S., M.A. selaku Koordinator Office International Affair (OIA) UNTIDARmenjelaskan bahwa acara dengan tajuk International Webinar: Environment-Based Learning Awareness in Educational Researchers ini adalah rangkaian kegiatan di tahun 2022 yang merupakan aktualisasi dari Nota kesepahaman antara UiTM dengan UNTIDAR. “Saya mengharapkan webinar ini dapat menjadi wadah yang diskursif dan kontributif terutama terkait dengan Environment-Based Learning Awareness.” imbuhnya.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Head of Academy of Language Studies UiTM Cawangan Melaka, Dr. Mohammad Nor Afandi Bin Ibrahim menyambut baik kegiatan sharing knowledge yang dilaksanakan dan berharap kerja sama yang terjadi antar kedua universitas tetap terjalin dan semakin erat dalam kegiatan kegiatan lain yang akademis.                                                                                

Kegiatan daring ini dilaksanakan UNTIDAR di ruang Multimedia, dengan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kepala BAKPK, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan para pejabat di lingkungan FKIP, serta OIA UNTIDAR.

Penulis : Humas

30 MAHASISWA UNTIDAR TERIMA BEASISWA BAZNAS TAHUN 2022

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Tengah menyerahkan beasiswa bagi 30 orang mahasiswa Universitas Tidar (UNTIDAR), Selasa (19/4). Kegiatan berlangsung di Gedung Kuliah Umum H.R. Suparsono UNTIDAR dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

            “Alhamdulillah hari ini kedatangan tamu yang membawa kabar gembira, terutama untuk 30 orang mahasiswa UNTIDAR penerima beasiswa BAZNAS tahun 2022. Terimakasih kepada BAZNAS Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan perhatian kepada mahasiswa UNTIDAR. Semoga stimulus yang diberikan semakin meningkatkan semangat untuk berprestasi di bidang akademik maupun kemahasiswaan,“ kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. dalam sambutannya.

Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Rozihan S.H., M.Ag. menyampaikan beasiswa ini bertujuan untuk memberikan stimulus dana pendidikan demi terjaminnya keberlangsungan program pendidikan bagi golongan kurang mampu/ miskin sebagai pertanggungjawaban antar generasi. “Selain itu kami ingin turut berkontribusi menyiapkan generasi penerus bangsa yang memiliki kedalaman ilmu pengetahuan dan keluhuran akhlak,” jelasnya. “UNTIDAR adalah Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang selama ini tertib menyalurkan sebagian penghasilan dari dosen maupun tenaga kependidikan melalui BAZNAS. Dana yang terkumpul ini kemudian kembali kami salurkan kepada mahasiswa UNTIDAR dalam bentuk beasiswa,” tambahnya. Tak lupa Ia mengingatkan agar penerima beasiswa menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.

Penerima beasiswa BAZNAS berkewajiban untuk mempertahankan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.00 sampai lulus kuliah, berkomitmen menjadi Duta Zakat dan Relawan BAZNAS Provinsi Jawa Tengah jika dibutuhkan, dan setelah lulus jika memiliki penghasilan sampai batas nisab bersedia untuk menjadi muzakki.

Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Dr. H Rozihan, S.H., M.Ag. didampingi oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Drs. K.H. Hadlor Ihsan secara simbolis menyerahkan beasiswa kepada salah satu perwakilan mahasiswa. Beasiswa BAZNAS tahun 2022 diserahkan kepada 30 orang mahasiswa dengan masing-masing menerima beasiswa sebesar Rp 3.500.000,-.

Penerima Beasiswa BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022

No.NamaProgram Studi
1Herliana Erika NursafitriS1 Agroteknologi
2Ivan MuhamadS1 Teknik Sipil
3Ida Maulina FatmawatiS1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
4Lina Nur AeniS1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
5Daruna Anjali WitsaneS1 Teknik Sipil
6Laeli Nur RejekiS1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
7Dewi Anifatus SolikahS1 Pendidikan IPA
8Delia Indah PuspitaS1 Pendidikan Matematika
9Tsani Khoirun NisaS1 Ilmu Administrasi Negara
10Alifia Rizka FitriantiS1 Pendidikan Biologi
11Muhammad KhoiruddinS1 Pendidikan Bahasa Inggris
12Syafira HanifahS1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
13Hernita Indriyana PutriS1 Pendidikan IPA
14Siti AmaliaS1 Pendidikan Biologi
15Ahmad Robih RizqiS1 Teknik Elektro
16Mellia AnggraitaS1 Pendidikan Bahasa Inggris
17Ayu Melani Kus Dwi SaputriS1 Ilmu Administrasi Negara
18Muhammad Arif KurniawanS1 Ekonomi Pembangunan
19Mahi Datun SolihaS1 Manajemen
20Aulia AinussaniS1 Peternakan
21Fatkhatul NgulyaS1 Akuntansi
22Anisa Tri AmbarwatiS1 Pendidikan IPA
23 Laeli Lafi KhusnatunS1 Ekonomi Pembangunan
24Lusida KiswariS1 Pendidikan IPA
25Ariska MaulitaS1 Ilmu Administrasi Negara
26Lusinta KiswariS1 Pendidikan IPA
27Dyah Ayu Febriana Tri SusantiS1 Pendidikan Biologi
28Dita Putri Windi YantiS1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
29Rina TurniyatiS1 Pendidikan IPA
30NoviantiS1 Ilmu Komunikasi

Penulis : Humas

UNTIDAR GELAR SANTUNAN ANAK YATIM, GUS YUSUF : KITA YANG BUTUH DOA MEREKA

Universitas Tidar menyelenggarakan acara Santunan Anak Yatim dan Peringatan Nuzulul Quran, Senin (18/04) di Gedung dr. H. Suparsono.

“Jangan berpikir kita yang jadi penolong, justru kita yang membutuhkan doa mereka untuk mendapat syafaat Allah SWT di hari akhir nanti,” papar KH. Muhammad Yusuf Chudlori, pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salafi Tegalrejo, Magelang.

Gus Yusuf menjelaskan santunan anak yatim merupakan amalan yang luar biasa. Terlebih dilakukan pada bulan Ramadhan ini. Rasulullah pernah bersabda orang yang mencukupi kebutuhan anak yatim akan digandeng olehNya di surga.

“Insya Allah pelaksanaan kegiatan positif ini membawa berkah dan manfaat untuk pelaksanaan Dies Natalis UNTIDAR besok. UNTIDAR semoga semakin jaya yang membawa manfaat khususnya untuk Kota Magelang serta Indonesia,” pungkasnya.

Santunan anak yatim dan peringatan nuzulul quran dengan khotmil quran ini merupakan kali kedua dilaksanakan sebagai kegiatan pra Dies Natalis. Kegiatan ini turut dimeriahkan Hadroh dari UKM IQSAN.

“Sebanyak 20 anak yatim yang tinggal di sekitar kampus UNTIDAR mendapatkan bantuan serta telah dilaksanakan khotmil quran 43 kali sesuai usia UNTIDAR saat ini,” tutur Prof. Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

Total donasi dari Dosen dan Tendik UNTIDAR sebanyak Rp 12.802.000 seluruhnya dibagikan secara merata pada anak yatim yang telah dipilih oleh panitia.

Beliau berharap kegiatan ini tetap berlanjut kedepannya walaupun Dies Natalis tidak diselenggarakan menjelang atau saat bulan Ramadhan.

“Tahun depan dan seterusnya jangan kendor, tapi khotmil quran ditingkatkan minimal sama dengan usia UNTIDAR sehingga Dies Natalis juga bisa terlaksana berkah dan bermanfaat,” tambahnya.

Santunan diberikan secara langsung oleh Prof. Sugiyarto dan Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Usman Siswanto, M.Sc., Ph.D. Kegiatan ditutup dengan potong tumpeng sebagai simbolisasi akan mulai dilaksanakannya rangkaian kegiatan Dies Natalis UNTIDAR.

Rangkaian Dies Natalis ke-43 UNTIDAR direncanakan dimulai pada bulan Mei 2022 mendatang. Berbagai kegiatan internal dan eksternal telah dipersiapkan salah satunya kegiatan bakti sosial yang akan dilaksanakan di Kledung Techno Park di Kwadungan, Temanggung salah satu lahan kampus UNTIDAR yang sedang dalam tahap pengembangan. 

CETUSKAN UNOCARAKA SEBAGAI UPAYA LESTARIKAN BUDAYA JAWA, NOVA DIANDARA JUARAI PEMILIHAN MAHASISWA BERPRESTASI UNIVERSITAS TIDAR

Nova Diandara, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia berhasil menjadi juara di Ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas Tidar (UNTIDAR). Nova berhasil mengungguli Silvi Fatika Wulandari dari Program Studi Agroteknologi yang berada di peringkat kedua, dan Sobri Khausan Al Muis dari Program Studi Teknik Elektro di peringkat ketiga.

            Nova saat ini tercatat sebagai mahasiswa semester 4 pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNTIDAR. Gadis berparas cantik ini memiliki segudang aktivitas dan prestasi diantaranya Juara 3 Formicidae Debate Competition (2021), Narasumber webinar Sukses PTN “Make Your Moments Epic: PTN? I Can Get It” (2021), Narasumber Webinar Sukses PTN “Kiat Jitu Kepenulisan Esai: Essay Become Easy!” (2021), Juri Lomba Esai Sukses PTN “Kiat Jitu Kepenulisan Esai: Essay Become Easy!” (2021), Penulis & Koordinator buku antologi 100+ Tempat Wisata dan Budaya di Indonesia (2021), Peserta pertukaran mahasiswa program PERMATA Universitas Tidar-Universitas Brawijaya (2021), Peserta pertukaran mahasiswa program ICT Universitas Tidar, Indonesia-Iloilo Science and Technology University, Filipina (2021), Ketua umum Sukses PTN Indonesia (2021-2022), Volunteer Pertemanan Sejiwa: Mental Health Campaign (2021), Moderator seminar nasional KABASTRA VI (2021), Juara 1 NUDC FKIP (2022), Juara 2 KDMI FKIP (2022), dan Finalis Duta Bahasa Jawa Tengah (2022)

            “Analogikan dirimu sebagai gelas yang kosong sehingga kamu akan siap untuk menerima hal baru. Orang yang tidak tahu dan tahu bahwa dirinya tidak tahu akan lebih mudah menerima ilmu,” tutur Nova saat ditanya kiat suksesnya. ”Saya suka menantang diri untuk mengambil hal baru dan dari sana saya tahu bahwa masih banyak hal yang belum saya tahu. Pun di setiap kesempatan jadilah diri sendiri. Tak peduli orang-orang menganggapmu aneh selama kau tidak merugikan orang lain,” tambahnya  Nova juga menyampaikan restu dari orang tua adalah hal terpenting karena di sanalah rezeki berada, dan jalan meraih asa akan dimudahkan jika ikhlas menjalaninya. “Saya juga selalu melibatkan Allah dalam setiap proses kehidupan karena hanya Dia yang benar-benar mencintai saya dan tidak akan pernah meninggalkan saya. Terakhir tapi tak kalah penting, tentukan tujuan hidup agar tau ke mana dan kapan harus melangkah,” imbuhnya.

            Selain piawai dalam menulis, Nova juga menguasai berbagai bahasa yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, Bahasa Dayak, Bahasa Arab dan Bahasa Jepang. Gagasan Kreatif yang dicetuskan pada saat mengikuti Pemilihan Mahasiswa Berprestasi UNTIDAR adalah “Permainan Unocaraka sebagai Upaya Pelestarian Bahasa Jawa  pada Siswa Sekolah Menengah Pertama”. Gagasan Kreatif ini merupakan inovasi kartu uno dan aksara jawa (hanacaraka). Penggunaan aksara Jawa sebagai poin utama dalam permainan ini adalah untuk melestarikan dan mempromosikan salah satu budaya bangsa berupa aksara Jawa pada siswa SMP dan diharapkan dapat menjadi sarana penguatan bahasa Jawa.

            Saat ditanya cita-cita yang ingin diraih di masa depan, dengan tegas Nova menjawab ingin menjadi Menteri Pendidikan “Agar bisa menyempurnakan sistem pendidikan dan bahasa di Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : Humas

ILMU AL QUR’AN DAN SENI RELIGI TURUT HIASI GEMA TAMAN SANTRI

Gema Taman Santri Ramadhan merupakan kegiatan pesantren Ramadhan yang diselenggarakan oleh SMPN 2 Kota Magelang. Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari UKM IQSAN (Ilmu Al Qur’an dan Seni Rebana) UNTIDAR. Kegiatan Gema Taman Santri diikuti oleh seluruh siswa kelas 7 dan 8, yang diadakan melalui 2 sesi. Presensi 1-15 pada hari Selasa (12/4) dan presensi 16-32 pada hari Rabu (13/4).

Kegiatan yang diikuti oleh siswa muslim meliputi: SPERO Bersholawat, SPERO Khatam Al Qur’an, SPERO Khatam Menulis Al Qur’an dengan metode follow the line, SPERO Bertilawah, SPERO Berzakat dan One Day One Coint (ODOC). Sementara bagi siswa non muslim kegiatan yang dilakukan berupa kegiatan Pendalaman Iman yang meliputi: desain ruangan paskah, menghias dan pameran telur paskah, pembacaan firman, serta pemutaran film.

      Dalam sambutannya, Fatin Mahdalina, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SMPN 2 Kota Magelang mengatakan bahwa kegiatan Gema Taman Santri Ramadhan digelar sebagai upaya melaksanakan program Kota Magelang yaitu Programis (Program Magelang Agamis), dan program, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang yaitu Prima Religius (Program Magelang Religius). Pihaknya juga mengatakan kegiatan ini tidak hanya diberlakukan bagi siswa muslim saja namun juga siswa yang beragama Katholik dan Kristiani.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Imam Baihaqi, S.Pd., M.Pd. mengapresiasi penuh terselenggarakannya kegiatan Gema Taman Santri Ramadhan, dimana melalui kegiatan ini SMPN 2 Kota Magelang yang telah ditetapkan sebagai Sekolah Religius, turut serta mendukung program Pemerintah Kota Magelang dan program Dinas Pendidikan dan Kebidayaan Kota Magelang. “Sekolah akan menjadi hebat dengan banyak kegiatan keagamaan,” ucapnya.

Acara secara simbolis dibuka oleh Wakil Walikota Magelang, Drs. KH. M. Mansyur, M.Ag. Saat memberikan mauidhoh hasanah, Ia menyampaikan kriteria SMP yang religius dapat terlihat jika keimanan dan ketaqwaan siswanya semakin meningkat, pengetahuan keagamaan siswanya semakin luas dan luwes, siswanya mudah bergaul dan tidak mudah menyalahkan orang lain/intoleran dan semakin berkembangnya akhlaqul karimah/ akhlaq yang baik bagi seluruh siswa.

Dalam kegiatan ini, UKM IQSAN turut menjadi pemateri dalam bidang tilawah dan seni kaligrafi. Pada bidang tilawatil Qur’an, materi disampaikan oleh pengurus dan anggota dari Divisi Tartil dan Tilawah melalui paparan power point yang berisi pengenalan nada dasar pada tilawah. Selanjutnya pemateri memberikan contoh setiap nada yang diimplementasikan pada satu ayat yang kemudian ditirukan oleh semua peserta. Sementara untuk materi seni kaligrafi disampaikan oleh pengurus dan anggota dari Divisi Kaligrafi. Tidak berbeda jauh dengan materi tilawah, penyampaian materi kaligrafi dipaparkan lewat power point yang berisi pengenalan sejarah kaligrafi dan macam macam khat. Dalam kesempatan itu pula, pemateri juga memperlihatkan beberapa karya kaligrafi dari Divisi Kaligrafi UKM IQSAN UNTIDAR.

Setiap selesai kegiatan pembiasaan pagi dilanjutkan SPERO Bersholawat yang dipandu oleh Tim Rebana UKM IQSAN. Pada kesempatan itu pula, Tim Rebana UKM IQSAN memperkenalkan  dan mengajak peserta untuk membaca Maulid Simtudduror yang berisi lafadz, bait sholawat hingga kisah dan riwayat Nabi Muhammad SAW.

Penulis : Humas

DUKUNG MAHASISWA WIRAUSAHA UNTIDAR DAN PELAKU UMKM, UPT PKPP ADAKAN PELATIHAN MANAJEMEN MARKETING DAN MANAJEMEN BISNIS

Unit Pelayanan Teknis Pengembangan Kewirausahaan dan Pembangunan Pedesaan (UPT PKPP) terus berkomitmen untuk memfasilitasi mahasiswa UNTIDAR dan masyarakat sekitar kampus UNTIDAR untuk mengembangkan usahanya. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Inkubator Bisnis. Jumat (1/4) UPT PKPP mengadakan kegiatan Pelatihan Manajemen Marketing dan Manajemen Bisnis bagi Mahasiswa dan Pelaku UMKM. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu mahasiswa wirausaha UNTIDAR (yang baru saja memulai maupun yang sudah berjalan), serta pelaku UMKM sekitar kampus dalam menentukan model usahanya dan manajemen bisnisnya.  Pemateri pada kegiatan ini adalah Nur Hidayat (Kepala Operasional Trio Plaza) dan Panji Hutomo, S.Farm., A.Pt (Praktisi Alkes dan Obat – obatan).

            “Kami senantiasa berupaya agar serangkaian program yang dilakukan oleh UPT PKPP bisa mendukung mahasiswa UNTIDAR untuk belajar berwirausaha sehingga kelak bisa menjadi wirausahawan yang sukses,” tutur Kepala UPT PKPP, Dra. Lucia Rita Indrawati, M.Si. saat membuka acara. “Tak lupa saya sampaikan terimakasih kepada Trio Plaza Magelang atas kerjasamanya memberikan  ruang bagi mahasiswa untuk memasarkan produk/karyanya,” imbuhnya.

            Nur Hidayat (Kepala Operasional Trio Plaza) menyampaikan kepada peserta pelatihan agar jeli dan membuka mata lebar-lebar untuk melihat peluang. “Bebaskan imajinasi untuk berkreasi, tapi jangan berbisnis untuk menyaingi bisnis orang lain. Selalu update trend, perkuat brand, aktif ikut kegiatan pameran, dan berfikir selangkah lebih maju,” jelasnya. Lebih lanjut Nur Hidayat menjelaskan tahap marketing mulai dari mengenalkan, lalu menawarkan, melayani, merawat dan meningkatkan layanan. “Penting untuk selalu memperbaiki cara berkomunikasi, perluas wawasan, selalu percaya diri, dan memiliki semangat pantang menyerah,” tambahnya.

            Pemateri kedua Panji Hutomo, S.Farm. Apt (Owner Apotik Harapan Sehat) menjelaskan tentang Manajemen Bisnis Usaha. “Untuk memulai usaha kita harus merubah mindset kita. Mulailah dari hal yang disukai dan kuasai, membuat skala prioritas, tidak bosan dan sabar, fokus, kerja keras dan jangan ragu untuk memulai usaha,” katanya. Panji juga menjelaskan terkait point penting dalam manajemen. “Untuk keuangan, pisahkan uang usaha dan uang pribadi, gunakan pembukuan keuangan, rencanakan dengan baik kebutuhan modal, kontrol aset, keuntungan dan modal. Di sisi sumber daya manusia (SDM), rekrut karyawan yang berkualitas, pastikan SDM sesuai kebutuhan, ada pembagian tugas yang jelas dan lakukan evaluasi secara berkala. Untuk pemasaran, penting untuk mendengar respon pelanggan, lakukan riset pasar dan evaluasi secara berkala,”urainya. Kegiatan Pelatihan Manajemen Marketing dan Manajemen Bisnis bagi Mahasiswa dan Pelaku UMKM diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab.

UPT PKPP LAKUKAN PEMETAAN POTENSI WISATA KELURAHAN POTROBANGSAN

Dalam rangka mendukung kebijakan Rektor, agar keberadaan UNTIDAR sebagai Perguruan Tinggi Negeri bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar, Unit Pelayanan Teknis Pengembangan Kewirausahaan dan Pembangunan Pedesaan (UPT PKPP) mengadakan kegiatan Pendampingan Pembentukan Kampung Wisata Kelurahan Potrobangsan, yang juga menjadi program unggulan Walikota Magelang. Kegiatan dilaksanakan di Gedung H.R. Suparsono, Jumat (1/4) secara offline dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

                Kegiatan pendampingan diawali dengan Pemetaan Potensi Wisata Kelurahan Potrobangsan yang dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNTIDAR, Lurah Potrobangsan, Kepala UPT PKPP, warga Potrobangsan yang akan terlibat dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan Mahasiswa Wirausaha UNTIDAR yang memperoleh pendanaan PHP2D tahun 2021.

                Dalam sambutannya Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Ir. Noor Farid, M.Si. menyampaikan terima kasih kepada warga Potrobangsan yang selama ini turut membantu kelancaran studi mahasiswa UNTIDAR. “Sudah sepantasnya UNTIDAR juga berkontribusi mengembangkan potensi yang dimiliki kelurahan Potrobangsan,”katanya.

                Dalam forum ini perwakilan para Ketua RW menyampaikan berbagai potensi yang dimiliki kelurahan Potrobangsan diantaranya Museum Sudirman, Taman Badaan, Taman A. Yani, Tubing di sungai Progo, sungai di tengah kota, dan lain sebagainya. Staf Ahli UPT PKPP Ikhwan Taufik, S.Pd., M.Eng. menyampaikan perlu adanya kekompakan dan kebersamaan untuk mewujudkan kelurahan Potrobangsan sebagai Kampung Wisata. “Penting untuk saling berkolaborasi. Yang tua dan yang muda harus saling bersinergi, sesuai dengan kapasitas masing-masing,” jelasnya.

                Kegiatan Pemetaan Potensi Wisata Kelurahan Potrobangsan merupakan realisasi dari salah satu program kerja UPT PKPP tahun 2022. Selain melakukan pendampingan untuk membentuk SK Pokdarwis dan turunan lainnya, kegiatan juga bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk turut berperan serta. Kegiatan ini juga memfasilitasi pihak-pihak yang terlibat untuk melakukan diskusi interaktif guna menggali berbagai ide dan pemikiran untuk mewujudkan Kampung Wisata di Kelurahan Potrobangsan.

Penulis : Humas

UKAI AR-RIBATH AWALI RAMADHAN DENGAN GRAND OPENING RDK UNTIDAR

Grand Opening Ramadhan di Kampus (RDK) UNTIDAR, Jumat (1/4/2022) menjadi pembuka serangkaian program yang dilaksanakan Unit Kegiatan Agama Islam (UKAI) Ar-Ribath selama bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah. Grand Opening diadakan secara hybrid di Masjid Mambaul Ulum Kampus UNTIDAR dan melalui Zoom Cloud Meeting (online), diikuti oleh pengurus dan anggota UKAI Ar-Ribath, ketua BEM KM UNTIDAR, delegasi Ormawa dan UKM Universitas Tidar, Pembina UKAI Ar-Ribath, dan peserta/jama’ah dari mahasiswa dan masyarakat umum.

“Kami berharap teman – teman mahasiswa dapat mengikuti sekaligus berkontribusi lebih untuk memeriahkan dan  mensukseskan kegiatan RDK UNTIDAR,” kata Ketua Panitia RDK UKAI, Abdan Syakuro. “Banyak kegiatan yang dapat di ikuti, yaitu Sholat Tarawih berjamaah, kajian sore dan buka bersama, penerimaan dan penyaluran  Zakat, Ifthor on the road di sekitar kampus UNTIDAR, peringatan Nuzulul Qur’an,  dan lomba – lomba yaitu; Lomba Typography Konten Kreatif, Lomba Video Kreatif Ngabuburit, dan Lomba Podcast Ramadhan,” tambahnya

Dalam sambutannya, Pembina UKAI, Nur Rofiq, S.Pd.I., M.Pd.I. menyampaikan bahwa Ramadhan adalah bulan yang sangat dinantikan. “Bulan dengan banyak keistimewaan yaitu: bulan penuh keberkahan, dimana  seluruh kebaikan yang kita lakukan pada bulan ini, Allah SWT akan melipatgandakannya. Di bulan Ramadhan juga terdapat malam Lailatul Qadr, yang lebih baik daripada seribu bulan, artinya setiap amal kebaikan pada malam itu diperumpamakan kita telah melakukan lebih dari seribu bulan,” tuturnya.

Pemateri pada Grand Opening RDK adalah Ustadz Dzaky Zamani dari Pondok Pesantren Tidar. “Disebutkan oleh Rasulullah SAW bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan di mana kita dijauhkan dari api neraka, pahala amalan sunah menjadi seperti pahala amalan wajib, pahala ditingkatkan sampai 70 kali lipat, dibuka pintu surga dan ditutupnya pintu neraka,” tegasnya.

Lebih lanjut Ustadz Dzaky menguraikan tujuan hidup yang paling tinggi adalah mendapatkan rahmat dari Allah. “Kita beribadah tidak hanya sekedar mencari pahala melainkan juga mencari rahmat dari Allah SWT. Dalam 10 hari di awal bulan Ramadhan, marilah melakukan perbuatan-perbutan baik dan dengan niat yang baik pula, sehingga kita akan mendapaat rahmat dari Allah SWT,” tuturnya. “Di sepuluh hari berikutnya di bulan Ramadhan kita akan mendapatkan maghfirah dari Allah SWT. Sebagai manusia yang banyak memiliki dosa, tentu saja kita akan merasa sangat bahagia jika dosa-dosa kita diampuni oleh Allah SWT. 10 hari terakhir bulan ramadhan akan menjauhkan kita dari api neraka. Dalam bulan Ramadhan ada satu malam yang setara dengan 1000 bulan. Jika kita mendapatkan keberkahan di malam ini, maka kebaikan kita akan dilipatgandakan sebanyak 1000 bulan pula, Oleh karena itu maka berbuat baiklah dalam setiap detik kita. Jangan sampai dibulan Ramadhan ini kita menyia-nyiakan waktu untuk melewatkan ibadah kita kepada Allah SWT,” tambahnya.

            Menanggapi salah seorang peserta yang menanyakan bagaimana ciri atau tanda seseorang diberi rahmat atau kasih sayang oleh Allah SWT, Ustadz Dzaki menjelaskan bahwa ciri atau tanda orang yang mendapat rahmat atau kasih sayang dari Allah SWT adalah dia akan selalu ridha terhadap Allah, karena dia akan selalu mencari hikmah dibalik kejadian, dan Allah akan senantiasa memberikan yang terbaik bagi kita.

Kegiatan Grand Opening RDK yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam ini diikuti dengan begitu antusias dan khusyuk oleh para peserta. “Kegiatan RDK ini dapat dijadikan momentum memanfaatkan bulan istimewa ini untuk bersama – sama meningkatkan amal ibadah kita semua agar  menjadi lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya,” pungkas Nur Rofiq, S.Pd.I., M.Pd.I., selaku Pembina UKAI.

Penulis : Humas