Florikultura, Banyak Diminati Karena Miliki Nilai Estetika Tinggi

Lahan dan cuaca yang mendukung, membuat Indonesia memiliki potensi dalam mengembangkan tanaman berbunga dan tanaman hias (florikultura).  Kekayaan hayati florikultura di Indonesia memang sangat luar biasa. Dosen Fakultas Pertanian Jurusan Agroteknologi Universitas Tidar (UNTIDAR), Dr. Agus Suprapto, S.P., M.P. menilai, Indonesia berpeluang untuk mengembangkan florikultura menjadi peluang bisnis.

Selain kepentingan bisnis, tanaman hias juga seringkali digunakan di bidang kesehatan. “Bisa untuk menghibur diri alias meredakan stress, istilah kerennya Healing,” kelakar Agus. “Pecinta tanaman hias bisa berlama-lama menghabiskan waktu memelihara atau sekedar melihat tanamannya, dan ini baik untuk meningkatkan imunitas tubuh,” tambahnya.

Data menunjukan nilai ekspor tanaman hias di Indonesia mengalami kenaikan signifikan, mencapai 69,7 persen pada periode Januari hingga September 2021 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Menurut Agus tanaman hias memiliki nilai estetika yang tinggi. Banyak orang menyukai keindahan, ini yang menjadi nilai lebih bagi tanaman hias. Pekarangan, restoran, dan hotel hampir selalu dipercantik oleh tanaman hias. “Tanaman hias bisa merefresh kejenuhan. Bagi yang memiliki uang tidak mempedulikan harga saat sudah menyukai tanaman hias, “tuturnya. Kelebihan lain dari tanaman hias adalah karena tingkat kebersihan dan supplay oksigen yang tinggi. Peluang ekspor tanaman hias juga menjanjikan.

“Jika seseorang bisa merawat dengan betul, keuntungan akan mudah diperoleh.  “Sekarang ini banyak juga yang menggunakan kultur jaringan, sehingga kualitas semakin baik dan semakin meningkatkan nilai bisnis” jelas Agus. Lebih lanjut Agus menyebut berbagai tanaman hias yang banyak diminati pangsa pasar ekspor, yaitu anggrek, anturium, anyelir, gladiol, hingga mawar. Negara tujuan ekspor tanaman hias paling banyak adalah Singapura, Tiongkok, Thailand, Amerika Serikat, Malaysia, Australia, Kanada, Jerman, Inggris, hingga Belanda.

“Sayangnya Indonesia masih tertinggal dengan Malaysia, Vietnam, Singapura, maupun Thailand. Indonesia hanya mampu menyumbangkan satu persen pendapatan dunia dengan ekspor tanaman hias. Di negara-negara subtropis, tanaman hiasnya lebih banyak dan beragam. Untuk menggenjot pendapatan seringkali diadakan pameran tanaman hias untuk mewadahi para pecinta tanaman hias. Tanaman hias akan selalu ada dari waktu ke waktu, sehingga peluang bisnisnya cukup menjanjikan. Terpenting adalah perlu dikembangkannya jiwa kewirausahaan, sehingga bisnis tanaman hias juga terus bergerak maju, seiring semakin tingginya permintaan akan tanaman hias di pasaran.

Editor : Humas UNTIDAR

BIDANG KEMAHASISWAAN DAN ALUMNI UNTIDAR BEKALI MAHASISWA DENGAN GROWTH MINDSET MELALUI SEMINAR KARIR

Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR menyelenggarakan Seminar Online “Kehidupan Pasca Kelulusan Mau Jadi Apa”, Sabtu (23/03). Kegiatan ini menghadirkan dua orang pemateri yaitu M. Ikhsan Sahal Guntur, M.Pd. dan Dinda Lestari, CHRP.

Saat membuka acara, Koordinator Pusat Karir UNTIDAR Liana Shinta Dewi, S.S., M.A. menyampaikan seminar online ini merupakan satu dari serangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Pusat Karir UNTIDAR dalam rangka membekali mahasiswa agar memiliki kesiapan saat lulus kuliah nanti. “Tidak hanya berhenti di sini, setelah seminar online Pusat Karir akan mengadakan berbagai kegiatan untuk membekali mahasiswa dengan Growth Mindset agar siap di dunia kerja setelah lulus kuliah,” tuturnya.

Dalam sambutannya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si menyampaikan agar mahasiswa UNTIDAR memiliki kepercayaan diri yang tinggi. “Meskipun UNTIDAR adalah perguruan tinggi negeri yang kecil jika dibandingkan pendahulunya, akan tetapi kualitas mahasiswa UNTIDAR tidak kalah dengan mahasiswa dari kampus yang lebih tenar.  Sejak menjadi mahasiswa harus memiliki motivasi yang kuat agar sukses di masa datang, yakin saja Allah akan memberi pertolongan. Sejak awal masuk menjadi mahasiswa sudah dipahamkan untuk mencari ilmu yang bermanfaat, membentuk karakter, dan memiliki komitmen untuk berprestasi. Kegiatan seminar ini adalah sebagian kecil dari usaha untuk membangun atmosfir akademik dan atmosfir kinerja karya terbaik UNTIDAR,” urainya.

Materi pembuka disampaikan oleh Koordinator Tracer Study UNTIDAR, Tri Agus Gunawan, S.H., M.H. Ia menekankan pentingnya mengisi data Tracer Study. Data ini nantinya dapat dijadikan rujukan kepada bidang akademik maupun bidang lain yang terkait untuk mengevaluasi berbagai program yang berhubungan dengan peningkatan kualitas lulusan. “Tidak hanya bermanfaat bagi perguruan tinggi, tracer studi tentunya juga bermanfaat bagi lulusan. Alumni yang telah bekerja dapat membantu alumni satu almamater dengan memberikan informasi mengenai lowongan pekerjaan, bisa memperluas jaringan, dan alumni yang tersebar di perusahaan/ industri bisa saling mengenal satu sama lain.

Pemateri pertama Dinda Lestari CHRP, adalah seorang sertified human resouces professional, yang biasa berinteraksi dengan fresh graduade saat melamar pekerjaan. Dinda memberikan kiat mengenai apa saja yang harus disiapkan saat melamar kerja. “Proses job application, mempersiapkan CV, mengupdate LinkedIn dan mempersiapkan interview session, adalah hal –hal penting yang harus disiapkan,” katanya. Dinda juga berbagi info mengenai apa saja yang wajib ada di Curriculum Vitae seperti nama lengkap, alamat email, nomor handphone, pengalaman organisasi selama kuliah, pengalaman magang jika ada dan sertifikasi yang pernah diambil. “Terkait interview, mahasiswa baiknya menggunakan star method. Diawali dengan menceritakan situasi tentang hal yang relevan dengan pertanyaan yang diutarakan, kemudian menceritakan tentang tugas dan  tanggung jawab dalam hal tersebut, lalu aksi apa yang dilakukan, dan apa hasilnya. Hal yang terkonsep seperti ini disukai pewawancara,” urainya.

Pemateri kedua adalah Muhammad Ikhsan Sahal Guntur, M.Pd. Ia adalah penerima Beasiswa LPDP UGM Program PB dan TPA Bapenas di tahun 2017. Mukhamad Ikhsan selama ini juga banyak membimbing mahasiswa agar bisa lolos beasiswa baik dalam maupun luar negeri. Muhammad Iksan memberikan banyak informasi terkait Beasiswa LPDP. Ia menguraikan  tentang jenis-jenis beasiswa LPDP, syarat mendapatkan beasiswa, tata cara pendaftaran dan proses seleksi. “Untuk tahun 2022 ini masih ada gelombang 2 yang bisa diikuti jika berminat. “Masih ada waktu sekitar 3 bulan untuk mempersiapkan diri. “Tips dari saya jika memang ingin mendapatkan beasiswa diantaranya perbanyak sedekah dan ibadah, luruskan niat, persiapkan Toefl dan TPA jauh-jauh hari dan berkontribusilah,” pungkasnya.

KEMENTERIAN KOMINFO LIBATKAN UNTIDAR DALAM PROGRAM KEWIRAUSAHAAN DIGITAL UNTUK DESA WISATA.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNTIDAR, Dr. Ir. Noor Farid, M.Si. menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) Program Kewirausahaan Digital untuk Desa Wisata, yang diadakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Perangkat dan Penyelenggaraan Pos dan Informatika (SDPPPI) Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Litbang SDM) Kementerian Kominfo, Rabu (16/3). Kegiatan dilaksanakan di Balkondes Karangrejo Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. FGD bertujuan untuk mendapatkan masukan, tanggapan dan mendengarkan saran dari stakeholder Desa Wisata.

            Pada kesempatan ini, Yudistiro Bayu Aji, Sst.Par, M.Par. selaku Analis Adyatama Kepariwisataan Ahli Muda Direktorat Standardisasi Kompetensi Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan (D2- Kemenparekraf) mengutip pernyataan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, menyampaikan bahwa Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) saat ini fokus menggenjot pergerakan wisatawan domestik untuk menghidupkan kembali pariwisata di tanah air. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengembangkan Desa Wisata, karena Desa Wisata memiliki konsep wisata alam dan budaya yang diminati di masa pandemi.

            Sasaran dari Program Kewirausahaan Digital di wilayah Kabupaten Magelang adalah Desa Wisata di kawasan Borobudur yaitu Desa Wisata TukSongo, Desa Wisata Karangrejo, Desa Wisata Borobudur, Desa Wisata Karang Anyar, dan Desa Wisata Candirejo. Program akan dilaksanakan selama 2 bulan, secara online, offline, maupun hybrid. Materi utama yang akan diajarkan adalah mengenai “SMART Village” yaitu standarisasi pengelolaan desa wisata secara modern, kolaboratif dan terintegrasi.

            Wakil Rektor Bidang Akademik UNTIDAR, Dr. Ir. Noor Farid, M.Si. turut memberikan saran dan masukan terkait kurikulum pelatihan. Ia juga menyampaikan UNTIDAR siap mendukung dengan melibatkan mahasiswa, yaitu melakukan pendampingan kepada peserta Program Kewirausahaan Digital.      

Penulis : Humas

DOSEN UNTIDAR LUNCURKAN TIGA BUKU BAHAN TEKNIK UNTUK REKAYASAWAN

Dosen Universitas Tidar (UNTIDAR), Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM. meluncurkan tiga buku referensi yang berguna bagi para rekayasawan, mahasiswa dan masyarakat umum. Buku referensi terdiri dari tiga topik yaitu buku tentang logam ferro, buku tentang logam  bukan ferro dan buku mengenail polimer, keramik, kayu dan komposit.

“Bahan untuk aplikasi bidang teknik merupakan bahan yang banyak dipakai dalam kehidupan manusia. Kita hidup di dunia yang sangat membutuhkan bahan   terutama untuk kebutuhan produk yang membutuhkan sifat mekanis yang tinggi. Semua bahan itu adalah materi yang menjadikan ide dan gagasan manusia menjadi terwujud dan memiliki kemanfaatan,” jelas Dr. Suyitno.

“Manusia memiliki kemampuan untuk merancang dan membuat sesuatu dari logam dan bukan logam sejak jaman prasejarah. Terbukti banyak ditemukan benda-benda peninggalan masa lalu yang terbuat dari logam dan bukan logam. Benda peninggalan tersebut bisa berupa benda-benda pelengkap maupun fungsional. Perhiasan, patung, dan ornamen dari logam peninggalan masa lalu merupakan sebagian dari benda-benda pelengkap hasil rancangan dan pembuatan masa-masa lampau. Beberapa dari peninggalan ini memiliki fungsi yang penting bagi kehidupan manusia, seperti senjata, alat masak, kincir air dan sebagainya,” tambahnya.

Lebih lanjut Dr. Suyitno menguraikan, di jaman modern sangat jelas pentingnya bahan sebagai alat-alat bantu yang memudahkan kehidupan manusia, seperti alat transportasi, konstruksi sipil, alat-alat produksi hingga kebutuhan sehari-hari. Tentunya selain produk-produk fungsioal juga dibuat produk yang menonjolkan estetika seperti patung, perhiasan, alat musik dan monumen. Setiap bahan memiliki beragam sifat fisis, sifat mekanis, dan juga tampilan. Konsumen sekarang mengharapkan tampilan serta fungsi dalam segala hal yang mereka beli. Kemajuan rekayasa bahan memungkinkan kemajuan dalam desain industri, seperti yang mereka lakukan untuk desain teknis. Perkembangan baru dalam rekayasa bahan adalah sumber inspirasi bagi rekayasawan dalam mengembangkan produk-produk rekayasa. Dalam bidang rekayasa, ketersediaan data bahan yang lengkap akan memudahkan dan mempercepat proses rekayasa. Kemudahan ini akan diperoleh dengan kehadiran data-data bahan pada buku ini.

Buku-buku karya Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM. ini bisa menjadi referensi bagi pelajar, mahasiswa, rekayasawan, produsen, konsumen dan masyarakat umum yang membutuhkan pengetahuan dan data tentang bahan. Bagi mahasiswa teknik, tujuannya adalah untuk memperkenalkan peran logam dalam desain industri, menggunakan bahasa dan konsep yang sudah mereka kenal; untuk siswa desain industri, tujuannya adalah untuk mengembangkan pemahaman materi yang berguna untuk praktik desain produk. Untuk rekayasawan, tujuannya adalah untuk menyajikan sumber referensi yang ringkas untuk bahan dan karakteristiknya. Bagi produsen, konsumen dan masyarakat umum, buku ini menjadi referensi dalam dunia perdagangan.

Dr. Ir. Suyitno, S.T., M.Sc., IPM. Memperoleh gelar Sarjana Teknik bidang ilmu Teknik Mesin di Universitas Gadjah Mada, gelar Master of Science bidang Materials Science and Engineering dan Doctor bidang Metallurgy di Delft University of Technology, Belanda. Setelah memperoleh gelar Doctor, ia menjadi peneliti pada Netherlands Institute for Metals  Research (NIMR). Sejak Juli 1995 sampai April 2021 menjadi dosen Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Ia kini menjadi dosen di jurusan Teknik Mesin Universitas Tidar.

Sampai tahun 2021, Dr. Ir. Suyitno, S.T., M.Sc., IPM telah mempublikasikan 101 karya ilmiah terindeks scopus yang disitasi lebih dari 1359 dari 1035 dokumen. Penulis telah mendapatkan 4 paten granted dan 12 paten terdaftar. Penghargaan yang pernah diperoleh adalah Publikasi Jurnal Internasional terbaik Dies Natalis UGM 2009, Proposal Inovatif Potensial Paten terbaik UGM 2009, Publikasi Jurnal Internasional terbaik Dies Natalis UGM 2011, Publikasi Jurnal Internasional terbaik Dies Natalis UGM 2013, masuk dalam 104 Indonesia Innovation, Inovasi paling prospektif Kemristek 2012, 105 Indonesia Innovation, Inovasi paling prospektif Kemristek 2014, penerima hadiah Paten terbaik UGM 2017, pengabdian kepada masyarakat berbasis diseminasi produk teknologi kepada masyarakat terbaik UGM 2017. Penulis merupakan pendiri dan kepala (pertama) Pusat Unggulan Ipteks Perguruan Tinggi (PUI-PT) Center for Innovation of Medical Equipment and Devices (CIMEDs). Sampai hari ini masih tercatat sebagai Editor in Chief Journal of Mechanical Design and Testing, juga Editor in Chief Journal of Materials Processing and Characterization.

Penulis : Humas

UNTIDAR MENJADI TUAN RUMAH RAPAT KERJA BPSMI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2022

Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Provinsi Jawa Tengah mengadakan kegiatan Rapat Kerja, Minggu  (13/3). Tahun ini kegiatan dilaksanakan di Gedung H.R. Suparsono Universitas Tidar (UNTIDAR). BPSMI merupakan organisasi pembinaan dan pengembangan kesenian di jenjang pendidikan tinggi yang berwenang serta bertanggung jawab membina, mengelola, mengembangkan, mengkoordinasikan seluruh pelaksanaan kegiatan kesenian mahasiswa di Indonesia. BPSMI Jawa Tengah menaungi 3 Rayon. Rayon 1 terdiri dari 107 Perguruan Tinggi, Rayon 2 terdiri dari 71 Perguruan Tinggi, dan Rayon 3 terdiri dari 98 Perguruan Tinggi. Karena masih dalam situasi pandemi, tidak semua delegasi mengikuti kegiatan secara luring. Sebagian delegasi mengikuti kegiatan Rapat Kerja secara daring melalui aplikasi zoom meeting.

 “Selamat datang di Kota Magelang. Kota yang letaknya berada di bagian tengah Provinsi Jawa Tengah, sehingga mudah dijangkau dari segala penjuru,” kata Rektor saat memberikan sambutan. “Saya juga mengucapkan selamat kepada Bapak Ibu yang nanti akan dikukuhkan sebagai pengurus BPSMI periode 2021-2024, semoga mampu menjalankan amanah sehingga harapan yang telah diberikan nantinya bisa ditunaikan dengan sebaik-baiknya tanpa hambatan yang berarti, dan hasilnya bisa dirasakan oleh stakeholders,” tambahnya.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Provinsi Jawa Tengah, Bimo Widyo Handoko, S.H., M.H. dalam sambutannya menyampaikan bahwa tantangan perguruan tinggi saat ini adalah menghasilkan lulusan yang benar-benar kompeten. “Adalah tugas kita bersama untuk menyiapkan mahasiswa agar tidak galau dengan masa depannya. Mereka harus menguasai hard skill dan juga soft skill. Hard skill yaitu penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa didapatkan melalui kegiatan akademik, sedangkan softskill bisa dikembangkan melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan. Saat ini pekerja yang diharapkan tentunya yang kreatif, inovatif memiliki critical thinking dan kemampuan problem solver,” tuturnya.

“Perguruan Tinggi dituntut untuk menciptakan/menginovasi kurikulum dalam rangka mengimplementasikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Tantangan bagi kita semua untuk memenuhi 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi yaitu lulusan mendapatkan pekerjaan yang layak, mahasiswa mendapatkan pengalaman di luar kampus, dosen berkegiatan di luar kampus, praktisi mengajar di dalam kampus, pemanfaatan hasil kerja dosen, program studi bekerjasama dengan mitra kelas dunia, kelas yang kolaboratif dan partisipatif, dan program studi berstandar internasional,” urainya.

Senada dengan yang telah disampaikan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VI Provinsi Jawa Tengah, Ketua Forum Kemahasiswaan (Formawa) Perguruan Tinggi Jawa Tengah, Dr Kurni Ingsih, M.M., menyampaikan program MBKM harus dijalankan karena memang demikian yang diinstruksikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Hal itu juga sudah sejalan dengan IKU Perguruan Tinggi dalam rangka meningkatkan kompetensi lulusan.

Rapat Kerja BPSMI turut dihadiri secara daring oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Nikmah Nurbaity, S.Pd., M.Pd., B.I. “Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kepribadiannya, sehingga memiliki konsistensi dalam pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan.Tidak hanya menguasai bidang keilmuan tapi juga aktif dalam bidang seni. Saya mengajak semua elemen masyarakat senantiasa saiyeg saeka praya nyengkuyung kemajuan kebudayaan Indonesia,” tegasnya.

Rapat Kerja BPSMI diawali dengan Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus BPSMI Provinsi Jawa Tengah Masa Bakti 2021-2024 oleh Ketua BPSMI Pusat, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.Si. Agenda Rapat Kerja BPSMI selain membahas program kerja kedepan juga membahas kesiapan dalam pelaksanaan Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) tahun 2022.

Penulis : Humas

REKTOR LANTIK PEMBINA DAN KETUA ORGANISASI MAHASISWA UNIVERSITAS TIDAR PERIODE TAHUN 2022

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin, M.Sc. melantik 16 Pembina dan 16 Ketua Organisasi Mahasiswa di Lingkungan Universitas Tidar. Kegiatan dilaksanakan di Gedung H.R. Suparsono dengan protokol kesehatan yang ketat. Dalam sambutannya Rektor menyampaikan selamat kepada Pembina dan Ketua Organisasi Mahasiswa Periode Tahun 2022 yang dilantik. “Selamat menjalankan tugas, saya berharap antara mahasiswa dan Dosen Pembina dalam menjalankan kegiatan di tahun 2022 dapat saling bekerjasama. Pembina memberikan suri tauladan, contoh, arahan, dan bimbingan. Bagaimanapun mahasiswa butuh bimbingan dari Dosen Pembina yang jauh telah memiliki pengalaman. Kerjasama yang baik antara mahasiswa dan Dosen Pembina sungguh sangat diharapkan, sehingga kegiatan kemahasiswaan berjalan baik dari tahun ke tahun dan selalu mengalami peningkatan,” kata Prof. Arifin.

            “Tahun 2022 ini pandemi belum berakhir, karena itu kegiatan kemahasiswaan diharapkan menyesuaikan diri. Setiap kegiatan yang dilaksanakan selalu dikoordinasikan dengan baik sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga citra dan reputasi UNTIDAR tetap baik di masyarakat,” imbuhnya.

            Lebih lanjut Rektor menyampaikan anggaran di bidang kemahasiswaan tidak jauh berbeda dengan tahun 2020 dan tahun 2021. Organisasi Mahasiswa diharapkan bisa memanfaatkan anggaran secara efisien dan dapat dipertanggungjawabkan.

“UNTIDAR saat ini sedang mengembangkan kawasan kampus, diantaranya kampus Bandongan. Di situ juga akan dibangun greenhouse dan peternakan ayam. Selain untuk praktikum program studi (prodi) agroteknologi dan prodi peternakan, juga bisa untuk praktek kewirausahaan mahasiswa dari semua prodi. Tahun ini UNTIDAR juga membangun kampus Sidotopo, semoga 2 gedung bisa segera dimanfaatkan. Akhir tahun diharapkan laboratorium terpadu selesai, semoga mahasiswa mulai merancang kegiatan kemahasiswaan yang tidak hanya fokus di kampus tuguran,” urai Prof. Arifin.

            Pada kesempatan yang sama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menyampaikan bahwa tuntutan akademik dan kemahasiswaan harus balance dan harus saling bersinergi. Demikian juga dengan kemampuan manajerial yang tidak diajarkan di kelas, menuntut mahasiswa harus aktif terlibat dalam kegiatan kemahasiswaan

            “Target bidang Kemahasiswaan tahun ini adalah merintis berbagai komunitas sebagai embrio Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang baru. Pemikiran mahasiswa begitu beragam, inginnya prestasi juga beragam, maka wadahnya juga harus beragam,” ujar Prof. Sugiyarto. “Di Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ada 3 pilar :

  1. Membentuk jati diri atau pembangunan karakter terbaik untuk UNTIDAR
  2. Membina prestasi
  3. Meningkatkan kepedulian kepada masyarakat  dan pembinaan Alumni

Tugas kita bersama untuk mewujudkannya,” tegas Prof. Sugiyarto.

Pembina Organisasi Mahasiswa yang dilantik adalah sebagai berikut :

Pembina DPM KM :

  • Delfiyan Widiyanto, S.Pd., M.Pd.
  • Muhammad Ardhi Razaq Abqa, S.H., M.H.

Pembina BEM KM :

  • Dr. Ericka Darmawan, S.Si., S.Pd., M.Pd.
  • Sri Hastuti, S.T., M.T.

UKM Pers Mahasiswa

  • Liana Shinta Dewi, S.S., M.A.
  • R.R. Yunita Puspandari, S.H., M.H.

UKM Radio

  • Prinisia Nurul Ikasari, S.I.Kom., M.I.Kom.
  • Zuida Ratih Hendrastuti, M.Pd.

UKM Penalaran Ilmiah dan Kreativitas Mahasiswa

  • Tri Puji Rahayu, S.Pt., M.P.
  • Budi Rahardjo, M.M.

UKM Bengkel Seni

  • Muhammad Triaji, M.P.

UKM Paduan Suara

  • Agnira Rekha, M.Pd.
  • Ari Nurul Fatimah, M.Acc.

UKM Ilmu Al’Quran dan Seni Rebana

  • Muhammad Daniel Fahmi Rizal, M.Hum.

UKM Olahraga dan Bela Diri

  • Boris Ramadhika, M.Pd.
  • Mashud Syahroni, S.Pd., M.Pd.

UKM Mapala Sulfur

  • Fuad Hilmy, S.T., M.T., IPP.
  • Jihad Lukis Panjawa, M.E.

UKM Agama Islam

  • Nur Rofiq, S.Pd.I., M.Pd.I., M.H.
  • Ir. Hadi Rianto, M.Sc.

UKM Kristiani

  • Indira Swasti Gama Bhakti, S.H., M.H.
  • Theresia Pinaka Ratna Ning Hapsari, S.S., M.Pd.

UKM Koperasi Mahasiswa

  • Muhammad Radian Nur Alamsyah, M.Pd.
  • Nuwun Priyono, S.E., M.Ak., Akt., CA.

UKM Resimen Mahasiswa

  • Yasnanto, S.I.P., M.Pd.
  • Rani Pajrin, S.H., M.H.

UKM Pramuka

  • Tri Agus Gunawan, S.H., M.H.
  • Anis Rakhmawati, S.T., M.T.

UKM Korps PMI

  • Andriyatna Agung Kurniawan, S.T., M.Eng., IPM
  • Mikael Sihite, S.Pt., M.Si.

Ketua Ormawa Yang Dilantik :

Ketua DPM KM:Nanda Rizqi Ramadhani Santoso Putri
Presiden Mahasiswa BEM KM:Teddy Firmansyah
  Ketua UKM: 
UKM Pers Mahasiswa:Muhamad Khusni Mubarok
UKM Radio:Dimas Hadi Prayugi
UKM Penalaran Ilmiah Dan Kreatifitas Mahasiswa:Syaiful khusnul
UKM Bengkel Seni:Sulthan Gibran Junaedy
UKM Paduan Suara:Nadia Amalia Fildzah
UKM Ilmu Al-Quran dan Seni Rebana:Yusna Hidayat
UKM Olahraga dan Bela Diri:Muhammad Syaiful Bahri
UKM Mapala Sulfur:Edho Soekarno Putra
UKM Agama Islam:Teguh Rahayu Widodo
UKM Kristiani:Lia Isabela
UKM Koperasi Mahasiswa:Ariska Maulita
UKM Resimen Mahasiswa:Evi Yustikasari
UKM Pramuka:MurdhaniWidyasmor
UKM Korps PMI:Tamara Amalia Putri

Penulis : Humas

WEBINAR GENBI UNTIDAR : CONTENT WRITING BUKAN SEKEDAR KONTEN BIASA

Saat ini, konten digital merupakan bagian penting dalam strategi pemasaran digital tujuannya untuk mengedukasi, memberi informasi dan menghibur pembaca. Namun seringkali kita masih kesulitan untuk membuat konten digital berupa artikel atau social media post yang baik dan benar.

GenBI Komsat Universitas Tidar menyelenggarakan acara Webinar Content Writing dengan tema “Boost Your Personal Branding: How To Become A Great Creative Content Writer On Social Media?” Minggu,(06/03) secara online menggunakan plattform zoom meeting.

Content writing bukan sekedar konten biasa, namun bagaimana kita bisa mengedukasi, memberi informasi dan menghibur pembaca dari tulisan yang kita buat” ujar Imam Suyanto, Pranata Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan RI.

Webinar ini diikuti 200 peserta baik dari kalangan mahasiswa dan umum. Pada era new normal content writing menjadi bagian penting utamanya dalam pemasaran digital maupun branding terutama di website satau media sosial.

Penerapan content writing memberikan beberapa manfaat seperti membuat sebuah produk dan jasa lebih dikenal sebab pemaparan yang dilakukan secara menarik dan efektif. Hal ini sangat penting untuk perkembangan, peningkatan, serta citra perusahaan produk atau jasa tersebut.

Ketua GenBI Komsat UNTIDAR, Eka Widyawati memberikan kesan “pemateri yang luar biasa memberikan insighfull dan manfaat bagi audiens maupun panitia serta mencapai harapan kita dalam menyelenggarakan webinar ini”.

Isaka Natasya selaku ketua panitia webinar acara ini sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya “Acara hari ini penuh inspirasi dari pemateri, khususnya tentang content writing. Nggak cuma mendapat penjelasan secara umum, namun dapat gambaran gimana cara mengetahui niche, mengatasi writer’s block, meriset bahan, dan banyak lainnya. Sangat membantu penulis pemula untuk lebih percaya diri”.

Penulis: Natasya

Editor : Humas UNTIDAR

TENAGA AHLI MENTERI KOMINFO DAN PENULIS BUKU HABIBIE THE SERIES BERBAGI INSPIRASI DAN MOTIVASI DI KEGIATAN TIDAR MANAGEMENT ORGANIZATION

Pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) periode 2022 di lingkungan Universitas Tidar yang baru saja dilantik, mengikuti kegiatan Tidar Management Organization (TMO). TMO merupakan kegiatan pembekalan agar Pengurus Ormawa UNTIDAR memahami dan menguasai berbagai peran yang dimiliki. Selama mengikuti TMO, Pengurus Ormawa menerima berbagai materi diantaranya arah dan kebijakan kemahasiswaan, motivasi berorganisasi, pengendalian diri, penyusunan dan pengembangan program kerja, penjabaran rencana kerja dan kepanitiaan, administrasi kemahasiswaan, administrasi simkatmawa, dilengkapi dengan Forum Grup Diskusi (FGD) serta studi kasus. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat meningkatkan mutu dan pengembangan pada organisasi mahasiswa sehingga menghasilkan organisasi mahasiswa yang berkualitas, berprestasi, dan selalu berinovasi mengikuti perkembangan era globalisasi.

            TMO dilaksanakan selama 2 hari, Jumat-Sabtu (4-5/3). Di hari pertama Pengurus Ormawa UNTIDAR menerima materi tentang Arah  dan Kebijakan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni oleh Wakil Rektor Bidang III, dilanjutkan materi tentang Kebijakan Bidang Akademik di tingkat Universitas oleh Wakil Rektor Bidang I, kemudian materi tentang Kebijakan Bidang Umum dan Keuangan  oleh Wakil Rektor Bidang II.

            Di hari kedua Pengurus Ormawa UNTIDAR mendapatkan kesempatan yang berharga karena TMO menghadirkan 2 orang narasumber yang sarat akan prestasi dan pengalaman yaitu Dr. Sutanto Sastraredja, S.Si., DEA, Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Sebelas Maret, dan Dr. Devie Rahmawati, S.Sos., M.Hum, Direktur Kemahasiswaan Universitas Indonesia yang juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI.

            Mengawali TMO hari kedua, Jalu Aji Prakoso, S.E., M.Ec.Dev., selaku Staf Ahli Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni menyampaikan tentang 3 pilar kegiatan kemahasiswaan UNTIDAR, yaitu Pilar 1:Pembinaan Karakter Mahasiswa, Pilar 2:Prestasi Mahasiswa, serta Pilar 3:Karir, Kesejahteraan dan Alumni. “TMO adalah bagian dari pilar 1. Diharapkan kegiatan ini bisa menumbuhkan komitmen ormawa untuk mewujudkan kualitas, loyalitas, dan solidaritas berorganisasi, dengan harapan para pengurus ormawa dan pembina dapat memiliki komitmen dan konsisten dalam mewujudkan organisasi yang berkualitas, loyal, dan solid,” jelasnya.

            Materi motivasi di hari kedua TMO disampaikan oleh Dr. Sutanto Sastraredja, S.Si., DEA., yang saat ini menjabat sebagai Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS. Selain dikenal sebagai penulis buku Habibie The Series, ia juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai Pemakalah Ilmiah Terbaik 2010 versi Dikti. “Mahasiswa harus selalu dinamis dan mau bergerak maju. Mahasiswa juga harus selalu kritis apalagi di saat krisis, harus turut andil mengoleksi problem yang terjadi lalu bawa ke kampus, ke ruang diskusi untuk merumuskan berbagai alternatif pemecahan masalah,” urainya. “Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, mahasiswa berkesempatan untuk mengoptimalkan bakat, minat dan kreatifitasnya, jangan sia-siakan. Untuk penalaran sudah diwadahi dengan kegiatan riset, magang profesional, pertukaran mahasiswa, kampus mengajar, dsb. Untuk bakat minat bisa mengikuti kegiatan kewirausahaan, project independen, project kemanusiaan, dsb.” tambahnya.

Pembicara kedua adalah Dr. Devie Rahmawati, S.Sos., M.Hum, Direktur Kemahasiswaan Universitas Indonesia yang juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI. Dr. Devie menekankan pentingnya mahasiswa memiliki kepiawaian dalam berkomunikasi. Para “Sultan” di dunia seperti Jeff Bezos, Warren Buffet, dan Elon Musk adalah komunikator yang handal. Mereka lihai melakukan komunikasi yang efektif kepada investor dan kepada customer. Kunci sukses bukan karena mereka pewaris harta keluarga, melainkan kemampuan berkomunikasi,” tuturnya.

“Riset yang cukup panjang (30 tahun) yang pernah dilakukan di John Hopkins University menyimpulkan, akibat komunikasi yang lemah atara petugas kesehatan kepada pasien, telah membuat  400 ribu nyawa melayang. Dari hasil riset tersebut, industri kesehatan Amerika pun mulai berbenah. Dari sini kita bisa tahu begitu pentingnya kemampuan berkomunikasi,” imbuhnya. Tak lupa Ia menekankan pentingnya masyarakat di era sekarang untuk melek digital. “Kementerian Kominfo bersama Siberkreasi dan Japelidi sudah meluncurkan 4 modul digital yaitu Cakap Bermedia Digital, Budaya Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital dan Aman Bermedia Digital. Silahkan diakses. Jadikan ruang digital mata air kebahagiaan dan kesejahteraan, bukan menjadi air mata kehancuran dan kerusakan,” pungkasnya. Selain mendapatkan suntikan motivasi dari Dr. Sutanto Sastraredja, S.Si., DEA. dan Dr. Devie Rahmawati, S.Sos., M.Hum., peserta TMO juga menerima penjelasan umum tentang strategi pencapaian kinerja utama dan tambahan oleh Staff Ahli Bidang III, penjelasan dari Bidang Hukum dan Tata Laksana Rumah Tangga Universitas Tidar, serta melakukan praktek pengisian Sipresma

Penulis : Humas

HIKMAH ISRA MI’RAJ UNTUK KESELARASAN INTERELASI TUHAN-MANUSIA-ALAM DI MASA NEW NORMAL

Memperingati Isra Mi’raj 1443 Hijriah, Takmir Masjid Mambaul Ulum Universitas Tidar, mengundang Prof. Dr. Komaruddin Hidayat dan Dr. Eng. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng. untuk membawakan Mauidhoh Hasanah bertema “Keselarasan Interelasi Tuhan-Manusia-Alam di Masa New Normal. Acara diadakan secara hybrid, Sabtu (26/2). Peringatan Isra Mi’raj dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Koordinator Program Studi di lingkungan UNTIDAR, panitia Peringatan Isra Mi’raj, sivitas akademika UNTIDAR dan masyarakat umum.

            Acara diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al Qur’an, yaitu Surah Al Isra Ayat 1, dengan saritilawah multilingual (bahasa Indonesia, Inggris dan Jawa). Dalam sambutannya Ketua Takmir Masjid Mambaul Ulum yaitu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. mengingatkan untuk senantiasa bersyukur kepada Allah atas segala nikmat, kesehatan, kesempatan, dan keterbukaan hati untuk bersilaturrohim dan tholibul ilmi. “Semoga nikmat yang kita syukuri akan membuahkan nikmat yang jauh lebih besar,” katanya. Sebagai makhluk kita harus tunduk dan taat pada apapun yang ditentukan Allah. Beruntung kita memiliki tauladan taukhid yaitu Nabi Muhammad SAW. Dari peristiwa Isra Mi’raj kita bisa belajar banyak hal. Salah satunya jangan takut bermimpi setinggi mungkin. Sebagai generasi muda harus memiliki mimpi yang tinggi untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun jangan sampai lupa dengan bumi yang kita pijak. Isra Miraj mengajarkan kita untuk selalu berpikir  transversal dan horizontal,” tambahnya.

            Pada kesempatan yang sama Rektor UNTIDAR mengingatkan agar selalu mawas diri, supaya tidak mudah lupa akan tuntunan agama seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. “Topik yang akan disampaikan pemateri sungguh sangat relevan dalam menghadapi permasalahan terkini yang kita alami bersama. Semoga melalui peringatan Isro Mi’roj, kita bisa selalu instrospeksi atas apa yang kita kerjakan, dalam beribadah kepada Allah dan berhubungan dengan sesama manusia, maupun  alam sekitar. Jangan sampai pandemi ini membuat kita menjadi manusia tanpa empati.” jelasnya.

            Prof. Dr. Komarudin Hidayat menyampaikan materi yang begitu menarik, yaitu tentang Spiritualitas Sebagai Energi dan Panduan Hidup. “Ada nasehat orangtua berbunyi : ojo dumeh, ojo kagetan, ojo gumunan. Nasehat yang sederhana, namun sangat berarti, apalagi jika dikaitkan dengan era digital seperti sekarang ini. Kita harus memiliki digital literasi agar punya tanggungjawab moral saat menggunakan jari. Jarimu harimaumu, bisa juga jarimu nerakamu. Hati-hati, jangan sampai kita ikut menyebarkan hal-hal yang tidak benar,” tandasnya.

            “Kita harus punya pusat orientasi hidup, yaitu Allah. Jangan sampai sekolah tinggi-tinggi, terobsesi jabatan, tapi berakhir masuk bui. Apakah seperti itu kemuliaan hidup yang dikejar? Rasululloh mengajarkan kita sholat supaya selalu ingat pada Allah, dzikir juga bisa dimana mana dan kapanpun, sehingga kalbu selalu ingat pada Allah. Beragama dengan senang, senyum, indah, penuh kasih sayang, produktif, bukan dengan marah marah,” jelas Prof. Komarudin.

            Pemateri kedua dalam Peringatan Isra Mi’raj kali ini menghadirkan Dr. Eng. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng. (Dosen Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada). “Manusia diturunkan ke dunia diminta untuk mewujudkan kemaslahatan bukan kemungkaran. Dalam berperilaku jangan sampai keji dan mungkar dalam arti harus selalu  menggelorakan/membangkitkan spirit untuk melestarikan dan tidak merusak lingkungan sekitar,” tegasnya. “Global warming di mana mana, bumi makin panas, es mencair, air laut naik. Ada tantangan pemanasan global yang kita hadapi, sehingga sudah seharusnya turut berpartisipasi mengurangi emisi. Ini adalah tugas kekhalifahan, kita harus berbuat baik kepada sesama manusia, dan juga pada alam di sekitar kita,” pungkasnya.

Humas : Penulis

SYAHRIL MAULA YAHYA : PENGALAMAN BERHARGA BISA MENGIKUTI PROGRAM STUDI INDEPENDEN BERSERTIFIKAT BATCH 1

Syahril Maula Yahya adalah satu dari 10 mahasiswa UNTIDAR yang lolos program Studi Independen Bersertifikat batch 1, sebagai bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Syahril berbagi pengalaman mengikuti  Studi Independen Bersertifikat di Alterra Academy, yang merupakan penyedia coding bootcamp untuk semua orang, baik yang memiliki latar belakang IT maupun non-IT untuk menjadi programmer dengan kualitas yang memenuhi standar industri. Alterra Academy membuka peluang bagi mahasiswa yang tertarik dalam bidang IT untuk mengikuti program Studi Independen dengan materi fullstack engineering. Program ini berlangsung dari 21 Agustus 2021 sampai 31 Januari 2022. Program Studi Independen fullstack engineering ini berisikan materi tentang bagaimana proses pembuatan web dari awal hingga akhir dan diakhir sesi ada final project yang mana bisa dijadikan sebagai portofolio untuk melamar pekerjaan karena tema final project yang diberikan sangat relevan dengan dunia industri.

“ Banyak pengalaman yang saya dapat selama 5 bulan belajar di Alterra Academy. Saya jadi tahu seluk beluk pembuatan website, belajar critical thinking, professional skill seperti komunikasi, kepemimpinan, manajemen waktu dan lain-lain. Selama tujuh minggu awal materi yang dipelajari adalah backend engineering dengan bahasa pemrogaman Golang. Backend engineering ini dalam pembuatan sebuah website berfungsi untuk mentransfer data dari database ke tampilan sebuah website. Selama belajar backend engineering, saya mendapat banyak sekali ilmu baru, seperti seluk beluk pemrogaman Golang, desain arsitektur seperti MVC (model view controller) dan Clean Architecture, bagaimana transfer data yang terjadi di internet, dan melakukan deployment sebuah aplikasi ke cloud server agar dapat diakses banyak user. Akhir sesi backend engineering ini ditutup dengan mini project untuk membuat aplikasi backend,” urai Syahril.

“Minggu ke-8 diisi dengan materi professional skill. Sesi ini belajar tentang soft skill yang harus dikuasai untuk terjun ke dunia industry seperti skill komunikasi, manajemen waktu, pembuatan CV, pengetahuan tentang jenjang karir, dan lain-lain.

Minggu ke-9 sampai 15 diisi dengan materi frontend engineering. Materi ini belajar mengenai bagaimana membuat tampilan sebuah website agar menarik dan interaktif. Materi ini meliputi HTML, CSS, JavaScript, ReactJS, GraphQL, dan deployment. Akhir sesi ini setiap peserta diharuskan membuat sebuah website yang menarik, namun masih menggunakan GraphQL untuk backend-nya, bukan dengan Golang.

Minggu ke-16 sampai 24 setiap peserta diharuskan membuat final project dengan tema yang telah ditentukan oleh tim mentor Alterra Academy. Tema-tema yang diberikan sangat relevan dengan kenyataan di industri, sehingga hasil dari final project ini dapat dijadikan portofolio ketika melamar sebuah pekerjaan,” tambahnya.

“Kesan yang dirasakan selama mengikuti program ini sangat menyenangkan karena banyak belajar hal baru, dan yang paling berkesan adalah ketika belajar Clean Architecture karena teknologi tersebut menurut saya sangat efektif dan efisien daripada MVC. Saya juga sangat bersemangat ketika mengikuti program, karena dibimbing oleh mentor yang professional dan komunikatif,” pungkasnya.

Studi Independen Bersertifikat adalah bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan, namun tetap diakui sebagai bagian dari perkuliahan. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang ingin memperlengkapi diri dengan menguasai kompetensi spesifik dan praktis yang dicari oleh dunia usaha dan dunia industri. Pada program  Studi Independen Bersertifikat batch 1, 10 orang mahasiswa UNTIDAR berhasil lolos mengikuti kegiatan selama 1 semester. Pada batch 2, jumlah mahasiswa UNTIDAR yang lolos meningkat yaitu 33 orang, yang akan mengikuti kegiatan dari 23 Februari s.d 22 Agustus 2022.

Penulis : Humas