DEPARTEMEN SYIAR UKAI AR-RIBATH GELAR GRAND OPENING KARE DAN NBO

Departemen Syiar UKAI Ar-Ribath menggelar Grand Opening KARE dan NBO, Kamis (24/2). Grand Opening KARE dan NBO ini menjadi pembuka program kerja dari Departemen Syiar UKAI Ar-Ribath. KARE merupakan kegiatan Kajian Kamis Sore, sedangkan NBO adalah kegiatan Ngaji Bareng Ormawa dan UKM. KARE dan NBO merupakan dua diantara empat program kerja dari Departemen Syiar yang memiliki peran dalam penguatan ukhuwah antar mahasiswa dan antar ormawa serta UKM di Universitas Tidar. Selain itu juga menjadi ladang amal dan keilmuan bagi masyarakat umum yang mengikuti secara daring.

Grand Opening KARE dan NBO dilaksanakan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting, dihadiri oleh pengurus dan anggota UKAI Ar-Ribath, Delegasi Ormawa dan UKM Universitas Tidar, Nur Rofiq, S.Pd.I., M.Pd.I., selaku Pembina UKAI Ar-Ribath I sekaligus pemateri kajian, Hadi Rianto, M.Sc. selaku Pembina UKAI Ar-Ribath II, dan jamaah dari mahasiswa dan masyarakat umum

Sambutan pertama disampaikan oleh  Ketua UKAI Ar-Ribath, Teguh Rahayu Widodo. Ia memberikan pengenalan tentang KARE dan NBO yang memiliki manfaat sebagai sarana keilmuan yang dapat dimanfaatkan bagi kalangan sivitas akademika UNTIDAR dan masyarakat. Teddy Firmansyah, Ketua BEM KM sebagai perwakilan Ormawa dan UKM Universitas Tidar mengatakan bahwa kegiatan seperti ini (Grand Opening KARE dan NBO) merupakan kegiatan yang positif bagi semua pihak, dan semakin mempererat hubungan antar organisasi kampus.

“Di masa pandemi yang berkepanjangan seperti sekarang ini, menjaga kesehatan sangat penting, apalagi dengan meningkatnya status Magelang ke PPKM level 4. KARE bisa menjadi sarana untuk menuntut ilmu, baik ilmu pengetahuan dan ilmu agama. Jadi janganlah terlalu hanya fokus ke agama, atau sebaliknya terlalu fokus ke dunia saja. Artinya antara keduanya harus dijalankan dengan seimbang.” tutur Hadi Rianto, M.Sc.

Materi KARE disampaikan oleh Nur Rofiq, S.Pd.I., M.Pd.I. Ia menyampaikan bahwa dalam keadaan apapun kita harus berniat tholabul ilmi. Tholabul ilmi ini tidak harus ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan atau ilmu kauniyah. “Contoh kita melihat kupu-kupu yang beterbangan di lahan dengan beraneka ragam sayapnya yang menarik. Kita dapat menikmati kupu-kupu itu diantara dedaunan dan bunga yang ada. Tetapi dari keberadaan kupu-kupu itu dapat diambil hikmahnya. Kupu-kupu yang kita lihat itu berasal dari ulat yang awalnya menakutkan bahkan menjadi hama lalu menjadi sebuah kepompong yang tidak menikmati keindahan dunia. Dari bertapa itu maka muncul kupu-kupu yang indah. Maka sejalan dengan tholabul ilmi, kita harus berpikiran demikian. Kita bisa mendapatkan ilmu yang baik selama kita dalam belajar mau besungguh-sunguh. Maka seandainya kita bisa menghilangkan hal-hal yang mengganggu dalam belajar, insyaAllah kita dapat beterbangan layaknya kupu-kupu,” jelas Nur Rofiq.

Nur Rofiq juga menyampaikan materi tentang Isra Mi’raj sebagai peristiwa penting dalam sejarah kenabian Nabi Muhammad SAW. Sejarah penting dalam peradaban kehidupan Islam dan merupakan tonggak sejarah dari perintah sholat yang merupakan bagian dari rukun Islam. “Diantara hikmah dan pelajaran yang perlu kita ketahui adalah :

  1. Tingginya derajat kehambaan, hal ini dilakukan oleh Rasulullah terhadap Allah SWT.
  2. Dengan Isra Mi’raj ini dakwah Rasulullah yang semula berat cobaannya, maka setelah terjadinya Isra Mi’raj inilah, Rasulullah merasa ada angin segar untuk berdakwah dan memberanikan diri dalam berdakwah.
  3. Perjalan Isra Mi’raj ditempuh beribu-ribu kilo dengan waktu yang sebentar. Ketika seseorang tidak menggunakan keimanan sebagai tendensinya maka tidak akan mempercayainya.
  4. Dengan adanya Isra Mi’raj maka orang-orang tunduk dan mengakui risalah Nabi Muhammad SAW dan menjadikan syarat bahwa Nabi Muhammad SAW telah menghapus syariat-syariat sebelumnya. Artinya risalah-risalah tauhid Nabi-Nabi sebelumnya itu menjadi satu yaitu risalah Islamaiyah.
  5. Keistimewaan Masjidil Aqsa. Sebelum terjadinya Isra Mi’raj itu Al-Aqsa dinamakan Baitul Maqdis. Perjalanan Isra Mi’raj yang dimulai dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa sampai menuju langit ke tujuh kemudian ke Sidratul Muntaha yang merupakan isyarat bahwa Masjidil Aqsa memiliki keistimewaan bagi umat islam karena menjadi rute perjalanan Nabi untuk bertemu Allah SWT.  Bahkan, sampai saat ini apabila kita sholat di Masjidil Aqsa pahala sholatnya setara dengan 500x lipat dibanding kita sholat di masjid biasa,” urainya.

Grand Opening KARO dan NBO berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam, dengan kajian yang padat dan sangat bermanfaat.

Penulis : Humas

UNIT KEGIATAN MAHASISWA “IQSAN” RAYAKAN HARLAH KE-2

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ilmu Al Quran dan Seni Rebana (IQSAN) UNTIDAR, rayakan Puncak Harlah ke-2, Sabtu (19/2) di Balai Desa Dlimas Tegalrejo. Puncak Harlah sekaligus memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1443 H/2022 M, dengan tema “Meningkatkan Kualitas Akhlak dan Ibadah Kaum Milenial di Era Digital”, dengan menghadirkan K. H Utsman Ali dan Habib Fata Zahir Al-Attas. Sebelumnya UKM IQSAN juga melaksanakan kegiatan Ziarah Auliya zona Jawa Timur.

            Acara yang diikuti oleh seluruh pengurus UKM IQSAN ini, dibuka oleh Ketua Panitia, Farich Shidana. Pada saat acara, Habib Fata Zahir Al-Attas memberikan nasehat kepada pengurus UKM IQSAN UNTIDAR, supaya tidak melupakan kuliah meskipun aktif berorganisasi. Habib Fata Zahir Al-Attas juga memberikan pandangan tentang ‘wayang’ yang menurutnya diperbolehkan, bahkan dahulu digunakan para wali terutama Sunan Kalijaga dalam kegiatan dakwah syiar Islam. Pada acara puncak perayaan Harlah IQSAN, Habib Fata Zahir Al-Attas mengumandangkan sholawat di hadapan seluruh hadirin, membuat suasana syahdu dan indah, apalagi saat Mahalul Qiyam.

            Disusul Mauidhoh Hasanah dari K. H. Utsman Ali yang menekankan agar umat muslim senantiasa  mendekatkan diri kepada Sang Ilahi. “Hidup itu kebiasaan, maka biasakanlah hidup baik. Keluarlah untuk mencari ilmu. Orang sukses mergo kreatif, rajin, istiqomah. Kudu sholat, mergo sholat iku sumber kebahagiaan, sumber ketenangan, sumber kesuksesan. Sholato sing tenanan,” jelasnya.

            Puncak Harlah UKM IQSAN diisi dengan Sholawatan, Pembacaan Ayat Suci Al Qur’an, Tahlil dan Doa, Khotmil Qur’an, Serah Terima Jabatan Ketua Umum Lama ke Ketua Umum Baru, Pembacaan Mawalidurrasul, Mauidhoh Hasanah, Mahallul Qiyam, Pemotongan Tumpeng dan Pemutaran Film.

Cerita Mahasiswa UNTIDAR Ikuti Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka Batch 1       

Mengikuti Program Magang Bersertifikat sebagai bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), adalah pengalaman yang begitu berharga bagi Muhammad Misbachul Muhaimin (Prodi S1 Teknik Sipil UNTIDAR). Misbach adalah satu dari 7 mahasiswa UNTIDAR yang berhasil lolos program Magang Bersertifikat Batch 1. Selama 6 bulan, Misbach melaksanakan program pemagangan di PT Citiasia Internasional atau lebih dikenal sebagai Citiasia Inc., yang  merupakan perusahaan jasa konsultan manajemen dan pembangunan yang berfokus pada bidang smart city, dan memiliki visi mendukung kemajuan pembangunan di Indonesia. Citiasia Inc. membuka peluang kepada mahasiswa untuk bergabung menjadi pemagang selama 6 bulan yaitu dari 23 Agustus 2021 sampai 23 Februari 2022. Peserta yang lolos program ini mendapatkan konversi 20 sks atas persetujuan dari prodi maupun jurusan asal peserta.

“Salah satu divisi yang ada di Citiasia Inc. adalah smart city analyst, yaitu divisi yang ditugaskan untuk membantu penyusunan masterplan smart city pada lokasi -lokasi project Citiasia Inc. dan melakukan penyusunan paper (working paper, white paper, artikel, presentasi) terkait smart city yang akan dipublikasikan melalui website, buku publikasi, jurnal dan lain sebagainya,” tutur Misbach.

            Lebih lanjut Misbach menguraikan pengalaman yang didapat selama 6 bulan menjadi smart city analyst, seperti penyusunan masterplan smart city Kabupaten Wonogiri. “Sangatlah menyenangkan bisa berdiskusi secara langsung dengan Bupati Wonogiri, terkait arah gerak pembangunan smart city Kabupaten Wonogiri,” katanya. “Karena berasal dari jurusan Teknik Sipil, maka lebih difokuskan pada penyusunan smart city dimensi smart living yang membahas mengenai system transportasi cerdas, harmonisasi tata ruang berupa jalan, jembatan irigasi dan air bersih serta dimensi environment yang membahas mengenai proteksi lingkungan, tata kelola sampah dan limbah, tata kelola energy,” tambahnya.

            Selain terlibat dalam penyusunan masterplan smart city Kabupaten Wonogiri secara langsung, Misbach juga turut membantu penyusunan smart city kawasan Borobudur dan kawasan Tanjung Kelayang atau Belitung. Kawasan Tanjung Kelayang terdiri dari 2 kabupaten yaitu Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur. Fokus utama kawasan Belitung yaitu pariwisata,  karenanya dilakukan observasi lapangan ke beberapa pantai yang ada di pulau Belitung dan beberapa objek wisata lainnya.

            “Saya sangat tertantang dengan jobdesk yang diberikan selama magang, karena menuntut kreativitas, inovasi yang tinggi serta kemampuan dalam menulis buku masterplan smart city. Dimana keterjangkauan sebuah program yang disusun dapat dirasakan masyarakat secara luas untuk memudahkan mobilitas, kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat sesuai tujuan smart city. Selain itu saya begitu terkesan bisa turut berkolaborasi dalam satu team, dan berkomunikasi dengan para pejabat pemda, pembimbing dan tenaga ahli smart city bahkan kementerian,” pungkasnya.

Magang bersertifikat memberi mahasiswa kesempatan mendapat pengalaman kerja di dunia industri atau dunia profesi nyata selama 1-2 semester. Dengan pembelajaran langsung di tempat kerja mitra magang, mahasiswa akan mendapatkan hard skill dan soft skill agar mahasiswa semakin mantap memasuki dunia kerja dan karier. Pada program Magang Bersertifikat Batch 1, 7 orang mahasiswa UNTIDAR berhasil lolos. Pada program Magang Bersertifikat Batch 2, UNTIDAR berhasil meloloskan 12 orang mahasiswa yang akan melaksanakan pemagangan di PT Gama Inovasi Berdikari, PT Petrokimia Gresik, Yayasan Hasnur Centre, PT INKA, PT Suri Tani Pemuka, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, PT Indonesia Power, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dan Kementerian Perdagangan.

Penulis : Humas

Peringati Hari Sampah Nasional, GenBI UNTIDAR Gandeng DLH Kabupaten Magelang Gelar Sosialisasi Lingkungan Hidup

Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Universitas Tidar (UNTIDAR) mengadakan kegiatan sosialisasi lingkungan hidup untuk memperingati hari Sampah nasional.GenBI UNTIDAR bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang untuk memberikan edukasi dan wawasan terkait dengan sampah yang ada di lingkungan masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di  Balai Desa Tampir Wetan, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang dan di SD Negeri Tampir Wetan 1 pada Sabtu, (19/2/2022).

Mengusung tema “Together To Manage  Waste With Genbi“ atau Olah dan Pilah Sampah Bernilai Guna, sebagai sarana motivasi untuk masyarakat agar dapat memanfaatkan peluang dari adanya sampah dan menciptakan lingkungan yang bersih serta sehat. Acara sosialisasi di hadiri oleh 30 audien, yang terdiri dari 11 anak SD Tampirwetan 1 dan 19 masyarakat umum.

Ketua panitia, Tiara mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya dua kegiatan ini adalah untuk mengembangkan minat dan semangat warga Tampir Wetan dalam pengelolaan bank sampah dan edukasi pada anak-anak mengenai jenis-jenis sampah.

“Anak-anak dapat lebih paham tentang pemilahan sampah antara organik atau non organik. Kami juga ingin mengedukasi dan mensosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan sekitar,” katanya.

Ditemui ditempat yang sama, Wahyu Hantoro, Kepala Desa Tampir Wetan mengucapkan terimakasih kepada GenBI UNTIDAR yang telah menyelanggarakan acara Sosialisasi Lingkungan Hidup yang sangat bermanfaat sekali bagi warga. “Kegiatan  ini sangat bagus, dan diharapkan dapat menjadi kegiatan yang berlanjut untuk menjaga lingkungan bersih”,tuturnya.

Ia berharap semoga kedepannya warga semakin aktif dan semangat dalam memelihara lingkungan khususnya pemanfaatan dan pengelolaan sampah. Senada dengan itu Tri, Wali Kelas 4 SDN Tampir Wetan 1 mengatakan, “Saya sangat senang dengan dilbatkannya anak-anak dalam rangkaian acara Sosialisasi Lingkungan Hidup. Luar biasa sekali anak-anak sangat semangat dalam mengikuti acara tadi dengan kakak MAPALA, pastinya anak-anak lebih paham terhadap pemilahaan sampah”, ungkapnya.

Lebih lanjut, Tri mengucapkan terimakasih kepada GenBI UNTIDAR karena telah melaksanakan kegiatan ini dengan baik dan meriah. Sosialisasi Lingkungan Hidup mendatangkan dua pemateri diantaranya Soko Wibowo, S.E., Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda, DLH Kabupaten Magelang dan pemateri kedua dari  anggota MAPALA UNTIDAR.

Materi yang disampaikan oleh Soko Wibowo, S.E berupa cara pengelolahan sampah dan ajakan untuk mengelola sampah dengan baik dan bijak.Selain itu beliau mengatakan “Saya sangat mengapresiasi GenBI UNTIDAR karena telah melaksanakan kegiatan ini, serta besar harapan saya untuk kedepannya kegiatan pengelolaan Bank Sampah di dusun-dusun dapat berlanjut dan terus mendapat dukungan dari kami.” ungkapnya

Selanjutnya anak-anak SDN Tampir Wetan mendapatkan edukasi dari anggota MAPALA UNTIDAR yang diwakili oleh Uma Laila dan Zahra, mengenai cara membedakan sampah organik dan non organik serta menonton video bersama yang berisi ajakan untuk menjaga kebersihan lingkungan sejak dini.

Masyarakat Tampir Wetan sangat menyambut positif acara tersebut dan berantusias mengikuti acara hingga selesai.

Penulis : MA

Editor : Humas UNTIDAR

Peneliti Untidar Berhasil Ciptakan Prototipe Coil untuk Mencegah Pendarahan Otak

Peneliti UNTIDAR, Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. berhasil menciptakan Prototipe Coil yang dapat digunakan untuk mencegah pendarahan otak. Otak bersama saraf tulang belakang berperan sebagai pusat kendali tubuh dan menyusun sistem saraf pusat. Saat otak mengalami pendarahan, pasti akan mempengaruhi seluruh tubuh manusia.

Coiling adalah metode yang digunakan untuk menangani kasus aneurisma. Aneurisma otak adalah penonjolan atau pembengkakan pada arteri di otak. Aneurisma yang menonjol menekan saraf atau jaringan otak. Membengkaknya bagian pembuluh darah mengakibatkan resiko pecahnya pembuluh darah ke jaringan di sekitarnya yang disebut pendarahan. Aneurisma yang pecah dapat menyebabkan stroke hemorrhagic, kerusakan otak, sakit kepala yang hebat, koma, dan bahkan kematian.

Prototipe coil yang dibuat dengan bahan Paduan Platinum-Tungsten

Aneurisma otak umumnya terjadi pada orang dewasa antara usia 30 dan 60 tahun dan lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Semua aneurisma cerebral berpotensi pecah dan menyebabkan pendarahan di dalam otak atau area sekitarnya.

Telah dilaporkan bahwa sekitar 2% dari populasi dunia menderita aneurisma intracranial. Tingkat kematian dari kasus-kasus ini adalah sekitar setengahnya. Para pasien yang meninggal sebelum sampai ke rumah sakit adalah sekitar 10-15%.

Metode yang digunakan untuk menangani kasus aneurisma adalah coiling. Coiling merupakan metode kateterisasi melalui pembuluh darah untuk memasukkan coil serat logam yang sangat halus pada gelembung aneurisma. Coil dimasukkan tabung plastik berongga (kateter) ke dalam arteri, dan memasukkannya melalui tubuh ke aneurisma otak dan digulung di dalam aneurisma. Gulungan coil memblokir aneurisma dan mengurangi aliran darah ke aneurisma. Prosedur ini mungkin perlu dilakukan lebih dari sekali selama hidup orang tersebut karena aneurisma yang diobati dengan penggulungan terkadang dapat kambuh.

Coiling ini memerlukan coil yang dimasukkan pada gelembung aneurisma dan instrument untuk memasang coil. Coil merupakan kumparan berukuran 250 mikron dari serat logam berdiameter 50 mikron.

Teknologi coil telah matang untuk negara-negara maju. Negara-negara berkembang adalah pengguna produk. Meningkatnya kasus aneurisma intrakranial di negara berkembang perlu ditindaklanjuti dengan pengembangan produksi coil di negara berkembang.

Peneliti dari Teknik Mesin Universitas Tidar berkolaborasi dengan peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair), Jurusan Material dan Metalurgi Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengembangkan dan memproduksi coil di dalam negeri.

Tim peneliti ini berhasil mengidentifikasi proses, bahan dan instrument untuk coil dan pemasangan coil. Bahkan telah dihasilkan prototipe coil dengan material paduan Platinum-Tungsten oleh Dr. Suyitno, S.T., M.Sc (Dosen Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Tidar). “Paduan Platinum-Tungsten merupakan material yang memenuhi persyaratan untuk Coil. Pengembangan material dilakukan di ITS Surabaya, sedangkan pengujian material dikerjakan Departemen Teknik Mesin SV-UGM,” jelas Suyitno.

Ujicoba pemasangan prototipe coil pada model aneurisma

“Prototipe coil yang dihasilkan telah dilakukan uji coba pemasangan pada model aneurisma di RS UNAIR. Prototipe coil berhasil dimasukkan pada model, selain itu prototipe ini menunjukkan sifat mampu dideteksi dengan X-rays. Sifat ini penting agar coil bisa dipantau secara langsung selama pemasangan dengan X-rays,” tambahnya.

Ia menguraikan riset selanjutnya adalah adalah proses perlakuan prototipe coil agar mampu bertindak sebagai material shape memory. Selain itu instrument untuk pemasangan coil juga menjadi agenda pengembangan selanjutnya.

“Keberhasilan mewujudkan prototipe coil ini memacu peneliti untuk bisa menyelesaiakan penelitian sampai ke tahap siap diproduksi. Meskipun masih banyak riset diperlukan, keberhasilan membuat prototipe ini membawa optimisme kepada tim peneliti,” imbuhnya.

Prototipe coil di dalam kateter

Tim peneliti adalah: Dr. Ir. Suyitno, ST., M.Sc., IPM, dari Universitas Tidar, dr. Yudhi Adrianto, Sp.S, FINR, FINS dan dr. Achmad Firdaus Sani, Sp.S dari Universitas Airlangga, Dr. Agung Purniawan ST. M.Eng. dari Institut Teknologi Sepuluh November, dan Dr. Lilik Dwi Setyana, ST., M.Eng. dari Universitas Gadjah Mada.

Universitas Tidar sendiri berkomitmen dalam penelitian dan pengembangan alat-alat kesehatan dan permesinan. Komitmen itu diwujudkan dalam pembentukan kelompok riset (group research) MEDice (Medical and Mechanical Devices Innovation Centre). Kelompok riset ini berguna untuk mewadahi peneliti yang berkomitmen untuk mendukung pengembangan alat kesehatan dan permesinan di Indonesia.

Sepeda Mesin Matun, Solusi Tangani Gulma Pada Tanaman Padi

Tim Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) dari program studi S1 Teknik Mesin yaitu Dzilan Auliya Sulthon, Muhammad Firdaus Ubai Dullah, Brian Reza Rezianto, Nofal Zuhaeri, dan Katon Wisnu Kartiko merangkai  produk usaha bernama Sepeda Mesin Matun Padi. Sepeda Mesin Matun Padi adalah sepeda yang dilengkapi mesin sebagai tenaga penggerak dengan dirancang khusus dalam pembuatannya. Usaha seperti ini memiliki prospek perkembangan kedepan yang cukup bagus. Sepeda Mesin yang digunakan untuk matun biayanya tidak terlalu mahal, sehingga dapat digunakan oleh petani untuk penyiangan gulma padi atau yang biasa dikenal dengan matun padi. 

Dzilan selaku ketua tim menjelaskan penyiangan gulma padi  atau proses matun yang dilakukan secara manual kurang efektif karena memakan waktu lama, menguras tenaga, dan menelan biaya ekstra untuk membayar jasa petani penggarap lahan pertanian khususnya tanaman padi. “Pada saat matun atau penyiangan gulma padi, minimal membutuhkan dua orang untuk mengerjakan 100 ubin dalam 1 hari. Mau tidak mau harus ada biaya yang dikeluarkan untuk membayar petani penggarap setiap kali matun dengan biaya yang lumayan mahal dan pengerjaan yang kurang efisien karena masih dilakukan dengan cara manual. Bidang pertanian menjadi salah satu sektor kunci perekonomian Indonesia. Dunia bisnis pertanian kami pilih untuk menjalankan wirausaha yang menguntungkan. Bisnis ini sangat menjanjikan karena masih kurangnya penggunaan teknologi dalam bidang pertanian khususnya padi. Dengan melihat masih banyak orang yang mempertahankan cara manual membuat kami berinovasi menciptakan produk yang bertujuan memudahkan proses matun padi, yaitu Sepeda Mesin Matun Padi, yang dapat menjadi lahan usaha sekaligus terobosan terbaru dalam mengikuti perkembangan era teknologi,” kata Dzilan.

Lebih lanjut Dzilan menguraikan bahwa Sepeda Mesin Matun Padi ini akan dipromosikan secara luas. Dimulai dengan mempromosikan secara langsung kepada calon pembeli, melakukan promosi melalui Facebook dan Whatsapp, selanjutnya diperluas melalui Instagram dan Online Shop.

“Alhamdulillah kami mendapatkan dana stimulus Program Mahasiswa Wirausaha Fakultas Teknik, sehingga kami memiliki kesempatan mengasah kemampuan dalam berwirausaha khususnya di bidang teknologi pertanian. Melalui PMW kami juga berkesempatan mengaplikasikan ilmu yang kami peroleh dari jurusan Teknik Mesin, di bawah bimbingan Dosen Pendamping Ikhwan Taufik, S.Pd., M.Eng., untuk menghasilkan produk Sepeda Mesin Matun Padi yang bisa bermanfaat bagi masyarakat luas khususnya petani,” pungkas Dzilan.  

Mahasiswa Teknik Elektro UNTIDAR, Lulusan Terbaik Kedua Gerakan Inisiatif Listrik Tenaga Surya

Luthfian Ramdhan, mahasiswa Jurusan Teknik Elektro UNTIDAR berhasil lulus dari Program Gerakan Inisiatif Listrik Tenaga Surya (GERILYA) dengan memuaskan. Dari puluhan peserta program GERILYA, Luthfian Ramdhan berhasil menjadi Lulusan Terbaik Kedua.

GERILYA merupakan program Kerjasama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi yang bertujuan untuk mencari generasi muda/mahasiswa untuk belajar lebih lanjut mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap mulai dari peraturan hingga analisis ekonomi dari investasi yang dikeluarkan untuk PLTS Atap.

Pada proses pendaftaran, peserta program GERILYA harus melalui tahap yang cukup rumit. Tahapan pertama yaitu seleksi berkas yang terdiri dari CV, foto, transkrip nilai, dan motivation letter. Setelah lolos tahap pertama, dilanjutkan dengan tahapan tes tertulis menggunakan sistem LMS, setelah itu diikuti dengan proses interview dengan para mentor GERILYA.

Setelah dinyatakan lulus, program pun dimulai dengan 10 minggu course online menggunakan Zoom Meeting. Course dilakukan 3 kali dalam seminggu selama sehari penuh. “Awal ketika saya mengikuti course program, saya pikir seperti kuliah pada umumnya, namun ternyata saya salah. Kami para gerilyawan diberikan beberapa materi yang wajib dibaca dan diberikan tugas yang sangat menantang seperti membuat artikel untuk dipublikasikan, dan membuat perencanaan PLTS. Selain itu para gerilyawan juga diwajibkan untuk melakukan pertemuan dengan mentor 2 kali dalam seminggu,” urai Luthfian.

“Selama course banyak sekali ilmu yang saya dapat dari pengisi materi yang memang sangat profesional dibidang EBT khususnya PLTS.  Salah satu pertemuan yang menurut saya berkesan adalah ketika melaksanakan Site Visit ke PPSDM KEBTKE untuk melihat sistem PLTS dan berlatih cara instalasi hingga proses komisioning PLTS. Ketika bertemu teman-teman online untuk pertama kalinya, disitu saya merasa senang karena bertemu dengan teman yang memang satu visi,” tambahnya.

Lebih lanjut Luthfian menceritakan, setelah 10 minggu program online GERILYA, dilanjutkan dengan 12 minggu Team Based Project. Team Based Project merupakan kegiatan magang secara berkelompok di EPC PLTS yang ada di beberapa daerah di Indonesia. Masing-masing mahasiswa yang mengikuti GERILYA dikelompokkan dan ditempatkan di salah satu EPC. “Kebetulan saya ditempatkan di ATW Solar untuk menerapkan semua ilmu yang telah saya dapat di course GERILYA,”kata Luthfian.

Ia menjelaskan, di ATW Solar ditempatkan di divisi Retail dan Residensial yang mengatur pemasangan PLTS Atap dengan skala yang tidak terlalu besar. “Selama di ATW Solar saya bisa menerapkan ilmu yang telah didapatkan pada saat course seperti Helioscope, Layouting PLTS, Analisa Ekonomi, dan masih banyak lagi. Selain itu juga diberikan ilmu-ilmu praktis yang digunakan di lapangan, seperti melihat pemasangan PLTS di salah satu rumah costumer, melakukan troubleshooting, dan banyak hal lainnya. Tanggung jawab terbesar saat magang adalah saat menjadi PIC salah satu proyek residensial berkapasitas 5,4 kWp. Saya diberikan tugas untuk merencanakan, melakukan survey, membuat Bill of Material barang, dan berkoordinasi dengan Solar Ranger (Instaler PLTS ATW Solar),” urainya.

Menurut Luthfian, ia juga diperintahkan untuk melakukan survey dan mengawasi jalannya pemasangan PLTS. “Hampir semua ilmu yang saya dapat selama course GERILYA dapat digunakan untuk mengatasi masalah yang ada di lapangan. Saya juga mendapatkan ilmu baru bagaimana cara berkoordinasi dengan costumer dan atasan di ATW Solar. Setelah 12 Minggu menjalani TBP di ATW Solar saya pun diberikan kesempatan oleh untuk mengikuti Sertifikasi Kompetensi yang diadakan oleh PPSDM KEBTKE. Saya mengambil sertifikasi Pembangunan dan Pengawasan PLT EBT Level 3. Pada minggu terakhir saya menjalani proses sertifikasi seperti ujian tulis, ujian praktik, dan ujian lisan. Sebuah kebanggaan karena saya mendapatkan kesempatan untuk mewakili peserta GERILYA melakukan audiensi dengan Dirjen Dikti di Kemendikbudristek,” jelasnya.

Setelah melalui serangkaian program GERILYA, Luthfian Ramdhan dinyatakan menjadi peserta terbaik ke 2 dari 52 peserta yang mengikuti program.  “Semangat untuk semua mahasiswa UNTIDAR, tidak perlu takut untuk bersaing dengan mahasiswa kampus lain untuk mengikuti program MBKM. Buktikan bahwa kita juga bisa bersaing bahkan menjadi yang terbaik,” pungkasnya.

Penulis : Humas

Pusat Kajian Akuntabilitas Keuangan Negara (PKAKN) DPR RI Hadirkan Dosen Pakar UNTIDAR Dalam Diskusi Terkait Kajian Pelaksanaan Climate Budget Tagging Pada Sektor Kehutanan dan Energi

Pusat Kajian Akuntabilitas Keuangan Negara mengundang 5 orang Akademisi UNTIDAR, yaitu Prof. Dr. Hadi Sasana, S.E., M.Si., Dr. Ir. Noor Farid, M.Si., Dr. Suyitno, S.T., M.Sc., Eva Wulandari, S.E., M.Sc., dan Jalu Aji Prakoso, S.E., M.Ec.Dev., untuk berdiskusi dan memberikan reviu terkait Kajian Pelaksanaan Climate Budget Tagging Pada Sektor Kehutanan dan Energi, Kamis (10/2/2022). Kegiatan diadakan di Hotel Dafam Malioboro Yogyakarta.

                Diskusi dipimpin langsung oleh Kepala Pusat PKAKN Drs. Helmizar, M.E. Ia menyampaikan beberapa permasalahan yang akan dikaji yaitu : Apakah regulasi yang ada telah memadai untuk mendukung penerapan kebijakan Climate Budget Tagging baik di level pusat maupun daerah dalam rangka penanganan krisis iklim di Indonesia; Bagaimana persepsi pemerintah daerah atas kebijakan penanganan krisis iklim di Indonesia khususnya terkait Climate Budget Tagging; Apakah kebijakan Climate Budget Tagging di daerah berdampak pada perubahan indikator lingkungan yang ditargetkan; Apa saja hambatan dan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam menerapkan Climate Budget Tagging; maupun pencapaian sasaran yang ditargetkan.

“Kajian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pemahaman mengenai kondisi regulasi baik di level pusat maupun daerah dalam mendukung penerapan kebijakan Climate Budget Tagging dalam rangka penanganan krisis iklim di Indonesia, persepsi pemerintah daerah atas kebijakan penanganan krisis iklim di Indonesia khususnya terkait Climate Budget Tagging yang menggambarkan bagaimana komitmen daerah dalam mendukung kebijakan tersebut, dampak kebijakan Climate Budget Tagging di daerah terhadap perubahan indikator lingkungan yang ditargetkan, dan hambatan dan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam menerapkan Climate Budget Tagging, maupun pencapaian sasaran yang ditargetkan. Kajian ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber referensi dan masukan untuk mendukung pelaksanaan fungsi DPR RI terkait kebijakan penanganan krisis iklim dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” urainya.

Reviu yang disampaikan oleh Tim Peninjau UNTIDAR diantaranya adalah perlu ditambahkannya penjelasan mengenai Strategi Green Planning and Budgeting (GPB), termasuk penjelasan mengenai rentang waktu dilaksanakannya pilot project di 11 daerah dan alokasi anggaran CBT yang harus dialokasikan setiap pemerintah daerah. Tim UNTIDAR juga memberikan masukan perlunya dijelaskan secara spesifik alasan pemilihan sektor kehutanan dan energi, mengingat terdapat sektor lain yang dapat dimasukkan ke dalam anggaran CBT misalnya kelautan, lingkungan dan pertanian. Hal lain yang ditinjau adalah terkait jenis penelitian, subjek dan objek penelitian, teknik pengumpulan data, metodologi penelitian, rumusan masalah, data penelitian dan tindak lanjut kajian. Tindak Lanjut Kajian meliputi langkah-langkah : Pengungkapan dokumen perencanaan (RPJM/RPJMD, Renstra); Pengungkapan data realisasi/output atas implementasi tahunan; Evaluasi atas kebijakan CBT di daerah apakah berdampak pada perubahan indikator lingkungan dengan metode penelitian yang sesuai; Pengungkapan hambatan dan tantangan yang dihadapi Pemda dalam menerapkan CBT serta sasaran yang ditargetkan; dan upaya/strategi melakukan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dalam rangkai mencapai hidup yang berkelanjutan.

Penulis : Humas

Akademi Militer Gandeng Akademisi UNTIDAR Dalam Workshop Pengisian Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) dan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS).

Akademi Militer (Akmil) mengundang 3 orang akademisi UNTIDAR, yaitu Dr. Dwi Winarsih, M.Pd., Dr. Ahmad Muhlisin, M. Pd., dan Gentur Jalunggono, M.Si untuk menjadi narasumber dalam kegiatan Workshop Pengisian Instrumen  Akreditasi Perguruan Tinggi dan Instrumen Akreditasi Program Studi Akademi Militer Tahun Akademik 2022, Selasa s.d. Kamis (8-10/2/2022).

                Kegiatan Workshop dibuka oleh Wakil Gubernur Akmil Brigjen TNI Erwin Djatniko, S.Sos. Pada sesi awal Dr. Dwi Winarsih, M.Pd. menyampaikan materi mengenai Kaidah Penilaian dan Penyusunan Instrumen Akreditasi, Dimensi Penilaian, Kriteria dan Elemen Penilaian, Ruang Lingkup Akreditasi Perguruan Tinggi, dan Prinsip Dasar Penyusunan Instrumen Akreditasi. Dilanjutkan paparan dari Dr. Ahmad Muhlisin, M. Pd. mengenai Indikator Kinerja Kuantitatif Perguruan Tinggi , Nilai Akreditasi, Status Akreditasi, dan Peringkat Terakreditasi, serta Prosedur Akreditasi Perguruan Tinggi. Narasumber ketiga Gentur Jalunggono, M.Si menyampaikan materi tentang Langkah-langkah Penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED). Pada sesi berikutnya ketiga narasumber memberikan penjelasan teknis pengisian Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT) sesuai Kelompok.

                Di hari kedua, tim narasumber dari UNTIDAR melanjutkan paparan mengenai teknis pengisian LED dan LKPT sesuai kelompok. Di hari ketiga agenda kegiatan adalah penjelasan teknis dari narasumber mengenai Matrik Penilaian LED dan LKPT, Penjelasan terkait Instrumen Pemantauan dan Evaluasi Peringkat Akreditasi (IPEPA) dan pendampingan dalam Pengisian Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) dan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS). Kegiatan Workshop yang berlangsung selama 3 hari dan diikuti oleh 43 peserta ini ditutup oleh Kepala Koordinator Dosen Akmil Brigjen TNI Wahyu Wibowo Raharjo, M.A.

Penulis : Humas

LTMPT : JIKA RAGU DENGAN 2 PILIHAN PRODI, MAKA PILIH 1 SAJA!

Sekretaris Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Bekti Cahyo Hidayanto, S.Si. M.Kom mengingatkan pentingnya pendampingan Guru Bimbingan Konseling (BK) dalam pemilihan prodi pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN).

“Pendaftaran SNMPTN Tahun 2022 akan dibuka 4 hari lagi pada 14 Februari 2022. Jika siswa ragu atau tidak mantap dengan 2 pilihan prodi silahkan isi 1 prodi saja,” kata Bekti pada acara Sosialisasi SNMPTN, UTBK-SBMPTN, dan Seleksi Mandiri Universitas Tidar Tahun 2022, Kamis (10/02).

Pemilihan prodi menjadi penting dikarenakan jika nantinya siswa tersebut diterima di pilihan kedua dan dia tidak melakukan registrasi maka akan berdampak pada SMA/SMK/MA asalnya.

“Siswa yang diterima SNMPTN dan tidak melakukan registrasi maka sekolah asalnya akan di ‘black list’ oleh perguruan tinggi bersangkutan. Siswa tersebut juga tidak bisa mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun ini dan 2 tahun berikutnya,” tambahnya.

Selain pemilihan prodi, pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) oleh sekolah sebagai syarat SNMPTN juga perlu diperhatikan.

“Kami mohon agar tahun depan sekolah bisa memanfaatkan waktu pengisian PDSS SNMPTN sebaik-baiknya. Kami  lihat di minggu-minggu awal belum banyak yang mengisi PDSS SNMPTN. Baru di 3 hari terakhir semua berebut mengisi sehingga mengakibatkan adanya gangguan sistem.  Selain itu kami menghimbau agar Bapak Ibu Guru BK memiliki integritas yang tinggi. Siswa yang eligible betul-betul yang memenuhi syarat dan ‘bukan permainan’. Perguruan Tinggi membutuhkan siswa yang natural, yang cocok dengan pilihan prodinya, sehingga bisa selesai tepat waktu dan saat lulus terjun ke masyarakat bisa memberikan banyak kontribusi bagi bangsa dan negara,” tegasnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan kuota mahasiswa yang diterima melalui jalur SNMPTN hanya 20 %. Ada yang lebih dari 20 % akan tetapi rata-rata di luar Jawa.

“20 % itu masih termasuk di dalamnya siswa yang telah ditentukan dalam Undang-undang, yaitu siswa dari daerah 3 T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal). Kenapa lewat SNMPTN, ya karena kalau harus bersaing di UTBK SBMPTN sulit untuk lolos. Selain itu Kuota SNMPTN juga mengakomodir siswa dari keluarga pra sejahtera,” tambahnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Ir. Noor Farid, M.Si. berterima kasih kepada guru BK se-Karesidenan Kedu yang bisa mengikuti kegiatan sosialisasi ini baik secara langsung hadir di Gedung Kuliah Umum dr. H. Suparsono, UNTIDAR dengan ijin Satgas Covid-19 Kota Magelang serta pengawalan dari Polsek Magelang Utara, Satpol PP dan Koramil Magelang Utara.

Bagi yang berhalangan hadir bisa mengikuti kegiatan ini secara online via zoom atau live streaming youtube Universitas Tidar.

“Kami mengadakan kegiatan ini secara offline dan online (hybrid). Alhamdulillah kami diperkenankan untuk mengundang para guru Bimbingan dan Konseling (BK) di wilayah Karesidenan Kedu untuk hadir di Gedung H.R. Suparsono UNTIDAR, karena memang sudah diizinkan oleh Satgas Covid-19 Kota Magelang. Mohon agar Bapak Ibu Guru BK tetap prokes selama mengikuti kegiatan,” tuturnya.

LTMPT adalah lembaga penyelenggara tes masuk perguruan tinggi yang terbaik dan terdepan di Indonesia, dan berkomitmen melaksanakan tes masuk perguruan tinggi yang kredibel, adil, transparan, fleksibel, efisien, dan akuntabel. Dr. Farid berharap para Guru BK selalu mengakses seluruh informasi resmi dari LTMPT.

Daya tampung UNTIDAR tahun 2022 adalah sebanyak 3275 mahasiswa. Adapun jalur masuk UNTIDAR melalui SNMPTN, SBMPTN, dan Jalur Mandiri UNTIDAR meliputi Seleksi Mandiri Jalur Prestasi (SMJP) dan Seleksi Mandiri Ujian Tulis (SMUT).

Informasi yang lebih lengkap dan detail mengenai Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru UNTIDAR bisa diakses melalui laman https://um.untidar.ac.id. Untuk sosial media melalui instagram universitastidar, facebook Universitas Tidar dan twitter untidar.

Pada kesempatan yang sama Guru BK di wilayah Karesidenan Kedu yang mengikuti kegiatan sosialisasi baik secara luring maupun daring juga mendapatkan penjelasan mengenai KIP Kuliah dan Beasiswa Bagi Mahasiswa UNTIDAR oleh Koordinator Bidang Akademik dan Kemahasiswaan BAKPK UNTIDAR, David Budhi Hartono, S.E., M.M. David menjelaskan bahwa mahasiswa UNTIDAR bisa mendapatkan kesempatan untuk memperoleh berbagai beasiswa diantaranya KIP-K/BIDIKMISI, KJMU, Beasiswa Bank Indonesia, Bantuan UKT dari Kemendikbudristek, Beasiswa Baznas Kebumen, Beasiswa Baznas Jawa Tengah, Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi Pemkab Rembang, Beasiswa Pancakarsa Pemkab Bogor, dan Beasiswa Charoen Phokpand.