Himpunan Mahasiswa Bidikmisi Universitas Tidar (HIMADIKTAR) mengadakan kegiatan HIMADIKTAR Berbagi. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari Divisi Sosial Masyarakat HIMADIKTAR. Kegiatan HIMADIKTAR Berbagi mengusung tema “Perbanyak Amal dengan Berbagi di Bulan Ramadhan” memiliki dua rangkaian acara yakni berbagi takjil dan berbagi ke Panti Asuhan.
HIMADIKTAR Berbagi juga mengajak masyarakat umum untuk berkontribusi dalam bentuk donasi. Donasi yang dikumpulkan sebagian disalurkan melalui berbagi takjil dan sebagian lagi akan disalurkan ke Panti Asuhan.
Berbagi takjil dilaksanakan pada hari Selasa, (12/4). Panitia mempersiapkan takjil sejak siang hari untuk kemudian dibagikan menjelang saat berbuka puasa. Pembagian takjil berlangsung selama kurang lebih 45 menit, disambut dengan antusias oleh mahasiswa dan masyarakat umum sekitar kampus UNTIDAR. Kegiatan HIMADIKTAR Berbagi akan dilanjutkan dengan berbagi ke Panti Asuhan pada hari Jum’at (15/4). Panti Asuhan yang dimaksud adalah Panti Asuhan Omah Berkah Dusun Sumurbandung, Sumurarum, Grabag, Kabupaten Magelang.
Selain HIMADIKTAR Berbagi, di bulan ramadhan kali ini HIMADIKTAR juga akan melaksanakan kegiatan Webinar Nasional Startup yang direncanakan akan diadakan pada tanggal 24 April 2022.
Penulis : Humas
00adminhttps://untidar.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/LOGO-DIKTISAINTEK-BERDAMPAK-300x104.pngadmin2022-04-12 09:13:002022-04-12 09:13:00HIMADIKTAR BERBAGI TAKJIL KEPADA MAHASISWA DAN MASYARAKAT SEKITAR KAMPUS
Sebanyak 602 orang calon mahasiswa UNTIDAR berhasil lolos melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). SNMPTN Tahun 2022 resmi diumumkan pada Selasa, 29 Maret 2022 pukul 15.00 WIB secara online melalui laman https://pengumuman-snmptn.ltmpt.ac.id dan 31 laman mirror lainnya. Peserta lulus SNMPTN di UNTIDAR juga dapat melihat pengumuman di laman https://untidar.ac.id sekaligus alur registrasi mahasiswa baru. Jumlah mahasiswa baru jalur SNMPTN yang diterima adalah 602 orang. Jumlah ini sesuai dengan Daya Tampung yang telah ditetapkan sebelumnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Ir. Noor Farid, M.Si. mengungkapkan, seperti halnya tahun lalu Program Studi (Prodi) Manajemen menjadi prodi dengan peminat terbanyak.
“Prodi S1 Manajemen memiliki jumlah peminat tertinggi yaitu sebanyak 916. Jumlah ini meningkat signifikan dari tahun lalu sebanyak 609 peminat. Disusul S1 Akuntansi sebanyak 544 peserta dan Ilmu Komunikasi dengan 532 peserta,” jelas Dr. Farid.
Sedangkan dari kelompok ujian Sains dan Teknologi (Saintek), prodi dengan peminat terbanyak pertama adalah S1 Teknik Sipil sebanyak 368, disusul Agroteknologi sebanyak 340 peserta.
REKAPITULASI PENDAFTARAN MAHASISWA BARU JALUR SNMPTN
TAHUN 2022
No.
Program Studi
Daya Tampung
Pendaftar Pilihan 1 dan 2
Diterima
1
S1 Ekonomi Pembangunan
40
415
40
2
S1 Manajemen
40
916
40
3
S1 Akuntansi
40
544
40
4
S1 Agroteknologi
30
340
30
5
S1 Peternakan
30
209
30
6
S1 Akuakultur
30
163
30
7
S1 Pendidikan Biologi
32
295
32
8
S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam
32
274
32
9
S1 Pendidikan Matematika
32
297
32
10
S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
40
480
40
11
S1 Pendidikan Bahasa Inggris
40
293
40
12
S1 Teknik Elektro
32
180
32
13
S1 Teknik Mesin
32
235
32
14
S1 Teknik Sipil
32
368
32
15
S1 Ilmu Administrasi Negara
40
485
40
16
S1 Ilmu Komunikasi
40
532
40
17
S1 Hukum
40
498
40
Jumlah
602
6,524
602
Lebih lanjut Dr. Farid menguraikan total daya tampung Mahasiswa Baru UNTIDAR Tahun 2022 sebanyak 3.275 mahasiswa yang terdiri dari 3010 mahasiswa dari program Sarjana (S1), 15 mahasiswa dari program Magister (S2) dan 250 mahasiswa dari program Diploma (D3 dan D4). Jumlah ini naik 1.6% dari Daya Tampung Tahun 2021 yaitu 3.225 mahasiswa. Daya Tampung ini juga dibagi berdasarkan Jalur PMB yaitu Minimum 20% (602 Mhs) untuk Jalur SNMPTN, Minimum 40% ( 1505 Mhs) untuk jalur SBMPTN dan Maksimum 30% untuk jalur Seleksi Mandiri (1168 Mhs) (SMJP dan SMUT).
Penulis : Humas
00adminhttps://untidar.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/LOGO-DIKTISAINTEK-BERDAMPAK-300x104.pngadmin2022-04-07 11:51:062022-04-07 11:51:06602 ORANG CALON MAHASISWA UNTIDAR DITERIMA MELALUI JALUR SNMPTN
Tim Taekwondo UNTIDAR berhasil merebut 11 Medali dalam kejuaraan Taekwondo yang digelar secara virtual berlabel ‘Negeri Sembilan International Online Taekwondo Poomsae Championship tahun 2022’. Event ini melibatkan empat negara yaitu, Kamboja, Malaysia, Indonesia dan Amerika Serikat dengan total peserta sebanyak 936 atlet.
Dojang UNTIDAR berhasil meraih 3 medali emas, 3 medali perak, dan 5 medali perunggu. Para peraih medali yaitu : 1. Anindita Segi Ramadhani (Perunggu), 2. Anisa Farida (Perak), 3. Hasna Nadia M (Perunggu), 4. Divania Ristho L (Emas), 5. Luthfia Putri Suhendar (Emas), 6. Antonius Hans A.S (Perak), 7. Rio Candra H (Emas), 8. Putra Jatmiko (Perak), 9. Fauzan Noki Pratama (Perunggu), 10. M. Ramadhana H. M (Perunggu), dan 11. Ahmad Rifqi T. (Perunggu)
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menyampaikan bahwa prestasi ini sangat membanggakan. Ini membuktikan kalau atlit UNTIDAR mampu bersaing di tingkat internasional. “ Prestasi ini tentu saja berkat latihan yang intensif dan kedisiplinan yang tinggi. Semoga capaian ini bisa terus ditingkatkan dari tahun ke tahun,” katanya.
00adminhttps://untidar.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/LOGO-DIKTISAINTEK-BERDAMPAK-300x104.pngadmin2022-04-05 10:57:372022-04-05 10:57:37TIM TAEKWONDO UNTIDAR REBUT 11 MEDALI DI AJANG ‘NEGERI SEMBILAN INTERNATIONAL ONLINE TAEKWONDO POOMSAE CHAMPIONSHIP TAHUN 2022’
Dalam rangka peningkatan layanan kepada masyarakat terhadap Pelayanan Informasi Publik, Universitas Tidar melaksanakan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) secara rutin yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai kualitas pelayanan kami. Sehubungan dengan hal itu kami mohon kesediaan Bapak/Ibu/Saudara sekalian untuk mengisi survei tersebut, atas kesediannya kami ucapkan terima kasih.
00adminhttps://untidar.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/LOGO-DIKTISAINTEK-BERDAMPAK-300x104.pngadmin2022-04-04 13:05:192022-04-04 13:05:19Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) Pelayanan Informasi Publik Universitas Tidar Triwulan 1 Tahun 2022
Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pengembangan Kewirausahaan dan Pembangunan Pedesaan (PKPP) mengadakan kegiatan Pelatihan Packaging dan Labelling Produk UMKM di Desa Ngargondo Borobudur Kabupaten Magelang, Senin (28/3). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan fasilitasi pendampingan dalam pengembangan usaha UMKM di desa Ngargogondo.
Kegiatan dilaksanakan di Sekretariat Pokdarwis Terasering Menoreh Ngargogondo. Peserta kegiatan terdiri dari : Pelaku UMKM dan Pengelola Pokdarwis Ngargogondo, mahasiswa UNTIDAR yang lolos pendanaan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) 2021, perangkat desa, dan tim UPT PKPP. Kegiatan dilaksanakan dengan tetap menerapkan 3M (Menjaga Jarak, Memakai Masker, Mencuci Tangan dengan Sabun dan Air Mengalir.) Agenda kegiatan adalah pemaparan materi oleh narasumber yaitu Puput Setyoko (Praktisi Jamur Borobudur) dan Fikri Ahmad Zulfian (Praktisi Logo dan Branding). Setelah mendapatkan materi, peserta melakukan praktik dengan bahan yang telah disiapkan sebelumnya oleh masing-masing peserta, dengan didampingi oleh narasumber.
Dalam sambutannya Kepala UPT PKPP, Dra. Lucia Rita Indrawati, M.Si., menyampaikan pesan Rektor UNTIDAR bahwa Ngargogondo harus menjadi desa wisata yang berkembang, tidak hanya dikunjungi wisatawan domestik tetapi juga wisatawan mancanegara. “Saya sendiri berharap Ngargogondo menjadi “perbincangan” tidak hanya di Indonesia tetapi juga sampai ke luar negeri,” katanya.
Puput Setyoko selaku narasumber menyampaikan bahwa menjalankan bisnis selain memulai bisnis baru dari nol, juga bisa dengan cara membeli yang sudah ada atau mengembangkan yang sudah ada. “Harus ada niat yang kuat. Melihat peluang pasar, mencari tahu kebutuhan masyarakat, dan melakukan analisa permintaan pasar yang belum terpenuhi,” urainya. “Tips dari saya pilih yang sederhana, tidak butuh banyak modal, sesuai potensi masing- masing, dan sedikit berbeda lebih baik,” tambahnya.
Pemateri kedua Fikri Ahmad Zulfian menyampaikan materi dengan tema “Starting a business with logo branding”. Ahmad menyampaikan tips membuat logo yaitu mengenali produk, menyesuaikan padanan warna, membuat sketsa kasar, logo harus jelas dan mudah diingat, memahami konsep warna dan memahami segmentasi pasar. Setelah materi disampaikan, peserta mengikuti praktik pembuatan logo yang dipandu langsung oleh pemateri.
00adminhttps://untidar.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/LOGO-DIKTISAINTEK-BERDAMPAK-300x104.pngadmin2022-03-29 09:36:002022-03-29 09:36:00UPT PKPP ADAKAN PELATIHAN PACKAGING DAN LABELLING PRODUK UMKM DI DESA NGARGOGONDO
Dekan Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) bersama jajarannya, berkunjung ke Universitas Tidar (UNTIDAR), Senin (28/3). Dalam kunjungan kerja kali ini, Dekan Fakultas Teknik Untirta, Prof. Dr. Ing. Ir. Asep Ridwan, S.T., M.T. didampingi oleh Wakil Dekan I, Dr. Ir. Supriyanto, S.T., M.Sc., Wakil Dekan II Dr. Ir. Sirajuddin, S.T., M.T., Wakil Dekan III, Ir. Agus Pramono, S.T., M.T., Ph.D.Tech., Koordinator JFT FT, Herry Sanjaya, S.E., M.Si., BPP FT, Andhita Dian Ponti Kurnia, S.T., Sekretaris Dekan FT Jihan Eka Putri, S.Sos., dan Pengelola Data Akademik, Erry Hajiawati, Amd. Agenda utama kunjungan adalah diskusi terkait pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Fakultas Teknik Untirta dan Fakultas Teknik UNTIDAR, serta Kuliah Umum secara hybrid dengan pemateri Dekan FT Untirta.
“Mari kita saling sharing agar kedepan Fakultas Teknik bisa memberikan bekal kepada calon lulusan, agar kelak bisa bersaing dengan bangsa lain,” kata Dekan Fakultas Teknik UNTIDAR, Dr. Ir. Sapto Nisworo, M.T., IPU, saat memberikan sambutan. Bangsa lain terus berkembang, jangan sampai teknisi Indonesia kalah bersaing dengan Singapura China dan negara lain. Dengan kesungguhan kita pasti bisa,” tambahnya.
Opening Speech disampaikan oleh Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin, M.Sc. “Yang dibahas saat ini adalah topik yang sangat hangat dan tepat untuk diangkat. Mahasiswa yang sekarang masih belajar di perguruan tinggi, saat lulus nanti akan berada pada situasi yang mudah berubah dengan cepat. Perekonomian, industri, politik, mengalami perkembangan yang sangat progresif, terutama sektor industri akan mengalami kemajuan yang pesat. Produk kebutuhan manusia, jenis dan jumlahnya terus berkembang, sehingga industri besar akan berlomba untuk menggali apa saja kebutuhan manusia di waktu yang akan datang. Bahkan kebutuhan 20 tahun yang akan datang sudah siap prototipenya,” urai Rektor. “Kebutuhan yang akan datang tidak hanya disiapkan industri besar, industri rumahan juga ikut berkembang dan berkolaborasi dengan industri besar. Saat ini trendnya pasar digital menggabungkan berbagai industri kecil. Mahasiswa jangan hanya terpaku dengan lapangan pekerjaan yang dikelola industri besar. Karena mengelola industri kecil juga prospektif,” tambahnya. Rektor menegaskan agar generasi muda tergugah untuk memikirkan apa saja yang bisa dikerjakan. Jangan hanya berpikir jangka pendek dan jangan fokus hanya pada satu aspek.
Pemateri utama yaitu Dekan Fakultas Teknik Untirta, Prof. Dr. Ing. Ir. Asep Ridwan, S.T., M.T menjelaskan pergerakan industri mulai dari era industri 1.0, 2.0, 3.0 sampai ke era sekarang yaitu masa transisi menuju industri 4.0. “Ketrampilan kerja yang dicari adalah kemampuan berpikir kritis, fleksibilitas, dan kreativitas, seperti yang disampaikan di World Economic Forum dalam future of jobs report 2020. Terkait dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), saya fokus di magang industri. Perlu ditingkatkan link and match, apa yang dibutuhkan oleh industri harus disesuaikan dengan produk perguruan tinggi,” tuturnya. “Magang idealnya 6 bulan full, 20 sks, agar link and matchnya cepat. Kompetensi teknis jelas dibutuhkan, didukung kemampuan softskill seperti problem solving, kemampuan komunikasi, kemampuan analisis, sehingga lebih siap pakai, adaptif, inovatif dan punya pengalaman. Nah, ini bisa didapatkan melalui program magang. Di era industri 4.0, dibutuhkan tenaga kerja yang bisa menjalankan fungsi agent of change, agent of analisis, dan agent of control. Ditambah ketrampilan berkomunikasi dan kemampuan berorganisasi.,” urainya. Tak lupa ia mengingatkan bahwa sebagai insan teknik selalu berpedoman pada Catur Karsa, yaitu empat prinsip dasar yang harus dimiliki oleh seorang insinyur: Mengutamakan keluhuran budi; menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia; dan bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat sesuai dengan tugas & tanggung-jawabnya.
Penulis : Humas
00adminhttps://untidar.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/LOGO-DIKTISAINTEK-BERDAMPAK-300x104.pngadmin2022-03-29 09:05:002022-03-29 09:05:00DEKAN FAKULTAS TEKNIK UNTIRTA KUNJUNGI UNTIDAR DAN BERI KULIAH UMUM BERTEMA “KESIAPAN LULUSAN FAKULTAS TEKNIK DALAM MENJAWAB TANTANGAN ERA GLOBALISASI DI ERA INDUSTRI 4.0”
Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian Kepada Masyarakat harus diwujudkan secara nyata oleh insan akademik Universitas Tidar (UNTIDAR). Salah satu jalannya adalah melalui jalinan kerjasama dengan mitra.
“Kerjasama yang disepakati mesti ditindaklanjuti dengan kegiatan yang nyata, jangan berhenti hanya pada tataran nota kesepahaman atau perjanjian kerjasama,” demikian ungkap Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc. saat memberikan sambutan usai penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Magelang dan Perjanjian Kerjasama dengan SMP Negeri 2 Magelang, di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNTIDAR, Jumat (25/03/2022).
Ia menambahkan bahwa kampus harus berperan nyata di masyarakat. “Salah satunya, melalui kerjasama seperti ini. Kegiatan dapat terarah dan terukur karena ada target output dan outcome-nya,” tambahnya.
Senada dengan yang disampaikan rektor UNTIDAR, Kepala Kantor Kemenag Kota Magelang, Drs. H. Sofia Nur, menyampaikan sukacitanya atas disepakatinya kerjasama ini.
“Tentu ini akan meningkatkan kualitas instansi kami dalam mewujudkan visi misi, terutama upaya kami mewujudkan modernisasi beragama menuju masyarakat yang bertoleransi tinggi,” imbuhnya.
Kepala SMP Negeri 2 Magelang, Fatin Mahdalina, S.Pd. dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan harapan yang besar atas kerjasama dengan UNTIDAR ini. Ia menyebutkan, kerjasama ini adalah pintu untuk penguatan kerohanian kognitif siswanya sehingga akan dihasilkan lulusan yang berkualitas.
“Mahasiswa dari Unit Kegiatan Mahasiswa IQSAN UNTIDAR akan mendampingi para siswa muslim dalam pendalaman agama melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler agama Islam. Transfer pengalaman ini pasti akan menstimulasi siswa untuk lebih bersemangat belajar,” tuturnya. Dari pihak UNTIDAR ikut menyaksikan penandatanganan ini adalah Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, dan Kepala BAKPK. Selain itu acara ini juga dihadiri dari pejabat di lingkungan Kantor Kemenag Kota Magelang dan pejabat SMP Negeri 2 Magelang.
00adminhttps://untidar.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/LOGO-DIKTISAINTEK-BERDAMPAK-300x104.pngadmin2022-03-25 17:05:372022-03-25 17:05:37UNTIDAR Membangun Sinergitas dengan Kantor Kemenag Kota dan SMP Negeri 2 Magelang
Puji Aisyah Zahroti, mahasiswa aktif Universitas Tidar Jurusan Ekonomi Pembangunan, saat ini mengikuti salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yaitu Kampus Mengajar.
Aisyah bertugas di SDN Krogowanan, Sawangan. “Diantara 5 mahasiswa yang mengajar, saya merupakan satu-satunya mahasiswa bukan dari jurusan pendidikan. Namun hal tersebut tidak membuat saya mundur, sebaliknya saya mendapatkan keuntungan dapat menyerap ilmu mengenai pendidikan dan cara mengajar,” tuturnya. “Jika biasanya dalam perkuliahan saya dituntut untuk selalu berpikir kritis, dan aktif berdiskusi dalam merespon isu-isu terbaru dalam perekonomian, dalam program ini saya berperan sebagai seorang guru (pengajar) yang mempunyai kewajiban untuk membuat orang lain paham atas materi yang saya sampaikan, dalam hal ini siswa SD. Ternyata hal tersebut tidaklah mudah karena, siswa SD saat ini sedang berada dalam tahap adaptasi dari kenyamanan belajar di rumah yang intensif didampingi orang tua lalu berpindah ke sekolah. Mereka sangat antusias untuk selalu bermain bersama teman-temannya dan cepat merasa bosan. Pada saat inilah saya dan rekan rekan saya dituntut untuk selalu kreatif dalam penyampaian materi dan menciptakan atmosfer belajar yang menyenangkan agar tidak bosan. Tantangan terbesar kami dalam proses pembelajaran adalah mengubah siswa yang semula selalu berkata saya tidak bisa, menjadi saya ingin mencoba,” urainya.
Program MBKM, termasuk kampus mengajar menawarkan konversi mata kuliah sebanyak 20 sks, namun Aisyah tidak mengambilnya karena program Kampus Mengajar tidak linear dengan mata kuliah yang diambil. Kebetulan jadwal kuliah dilaksanakan pada siang dan sore hari, sehingga Aisyah dapat menjalankan program mengajar di pagi hari, sementara siang atau sore dapat mengikuti perkuliahan.
“4 minggu berlalu sejak penugasan mungkin masih singkat, namun sudah banyak hal-hal baru yang saya dapatkan dari teman-teman dari perguruan tinggi yang berbeda, bapak/ibu guru, maupun siswa. Saya yakin masih banyak keseruan yang akan temukan kedepan melalui program kerja yang telah dirancang, dalam waktu dekat saya akan melaksanakan home visit atau berkunjung ke rumah siswa untuk belajar bersama mengingat sekarang pelaksanaan pembelajaran di sekolah masih terbatas,” katanya.
Kampus Mengajar merupakan program Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Melalui program ini, mahasiswa bisa membaktikan ilmu, keterampilan, serta menginspirasi para murid sekolah dasar dan menengah untuk memperluas cita-cita dan wawasan mereka. Melalui Kampus Mengajar, mahasiswa bisa turut berkontribusi sebagai agen perubahan untuk tantangan pendidikan Indonesia, memiliki pengalaman mendampingi guru di sekolah mitra, mengajar dan belajar mengembangkan konten, strategi dan media pembelajaran kreatif dan inovatif, menjadi mitra guru untuk berinovasi dalam pembelajaran literasi, numerasi serta adaptasi teknologi selama di SD dan SMP selama 1 semester, mengasah keterampilan sosial: empati, komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, pemecahan masalah, inovasi dan kreativitas, serta melatih keterampilan yang akan berguna di masa depan, baik dalam kehidupan personal dan profesional.
Penulis : Humas
00adminhttps://untidar.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/LOGO-DIKTISAINTEK-BERDAMPAK-300x104.pngadmin2022-03-24 16:02:362022-03-24 16:02:36MAHASISWA JURUSAN EKONOMI PEMBANGUNAN UNTIDAR BERBAGI CERITA MENGIKUTI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR
Dekan Fakultas Pertanian Universitas Tidar, Ir. Usman Siswanto, M.Sc., Ph.D. menekankan bahwa perubahan iklim mengancam sektor pertanian. Ancaman ini menjadi lebih serius ketika jumlah populasi dunia akan terus tumbuh dan diperkirakan mencapai 9 miliar pada tahun 2050.
“Bertambahnya populasi berarti bertambah pula kebutuhan pangan. Permintaan air dan energi pun akan meningkat sedangkan ancaman perubahan iklim menjadi tantangan sendiri dalam pemenuhan kebutuhan-kebutuhan ini,” jelasnya pada Kuliah Umum Suistanable Agriculture in Indonesia & Belarus, Kerjasama antara UNTIDAR Belarusia State Agriculture Academy (BSAA), Rabu (23/03).
Cuaca yang ekstrem berpengaruh pada kualitas dan jumlah produksi terutama untuk kedelai, gandum, beras dan jagung yang saat ini merupakan dua pertiga dari sumber makanan populasi di dunia. Jika tidak segera ditangani maka akan menjadi permasalahan besar bagi ketahanan pangan dunia.
“Penerapan sistem dan produksi yang tepat dapat menjadi solusi seperti sistem tanaman-ternak, budidaya tanaman terpadu, pertanian konservasi, agroforestry, pertanian peka nutrisi, pengelolaan hutan berkelanjutan dan pengelolaan perikanan berkelanjutan,” tambahnya.
Prof. Tamara Nikolaevna Myslyva, Head of The Department of Geodesy and Photogrammetry, BSAA memaparkan kondisi lahan dan pangan dari negara Belarusia.
“Lahan pertanian di Belarusia mencapai 41% dari total area, lahan hutan 42%, lahan air dan rawa 6% serta 11% lahan lainnya. Hasil utama pertanian adalah kentang dan gandum serta hasil peternakan meliputi daging sapi dan susu,” paparnya.
Belarusia juga terdampak akibat perubahan iklim ekstrem saat ini. Salah satu yang dipertimbangkan untuk mengatasi kondisi ini adalah keterlibatan teknologi moderen yang disesuaikan untuk membantu petanian dan juga peternakan.
Kegiatan Kuliah Umum kolaborasi antara UNTIDAR dan BSAA ini merupakan kuliah perdana antara kedua universitas. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan nota kesepahaman beberapa waktu yang lalu dilaksanakan.
“MoU yang ditandatangani oleh kedua Rektor memuat kesepakatan kerja sama dalam pengembangan Tri Dharma Pendidikan yang diwujudkan dalam berbagai bentuk, antara lain: pelaksanaan seminar/ simposium bersama, pengembangan program double degree, pertukaran mahasiswa serta tenaga pengajar, pelaksanaan penelitian dan kegiatan illmiah bersama, pertukaran bahan teknis serta publikasi jurnal ilmiah, pengajaran bahasa dan pertukaran budaya,” kata Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Si.
Fakultas Pertanian UNTIDAR akan menjadi menjadi titik fokus pembahasan pengembangan action plan antar kedua universitas pada tahun 2022. Tetapi tidak menutup kemungkinan Fakultas lain akan ikut bergabung seperti Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Ekonomi.
Kegiatan ini dilaksanakan secara Hybrid dengan mengundang perwakilan mahasiswa, dosen serta masyarakat umum di Gedung Kuliah Umum dr. H. Suparsono UNTIDAR dan dapat juga diikuti secara online via zoom dan Youtube Universitas Tidar.
00adminhttps://untidar.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/LOGO-DIKTISAINTEK-BERDAMPAK-300x104.pngadmin2022-03-23 19:57:482022-03-23 19:57:48UNTIDAR-BSAA SEPAKAT PERUBAHAN IKLIM ANCAM KETAHANAN PANGAN GLOBAL
Sebagai bentuk komitmen dalam melakukan pendampingan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa Kwadungan Gunung, Unit Pelaksana Teknik (UPT) Pengembangan Kewirausahaan dan Pembangunan Pedesaan (PKPP) UNTIDAR melaksanakan kegiatan monitoring, Senin (21/3). Kegiatan dilaksanakan di Aula Kelurahan Kwadungan Gunung.
Agenda kegiatan diantaranya membahas mengenai AD/ART, brainstorming terkait nama Pokdarwis dan logo yang akan digunakan, dan pemetaan potensi wisata desa Kwadungan Gunung.
Saat membuka acara, sekretaris desa Kwadungan Gunung menyampaikan bahwa saat ini sudah melakukan pembahasan terkait Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “BUMDes bisa berbadan hukum kedepannya. Diharapkan nanti bisa menjadi sarana meningkatkan pendapatan masyarakat desa,” tuturnya. “Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada UPT PKPP yang telah berkomitmen untuk melakukan pendampingan. Kami sangat terbuka atas masukan dan saran. Bisa kami sampaikan bahwa saat ini teman – teman PKK setiap bulan sudah rutin mengirimkan hasil home industrinya ke rest area kledung, Jumat bersih juga sudah rutin dilaksanakan. Pengembangan home industri kami juga mohonkan bimbingan dan pendampingannya dari UPT PKPP. Selain itu kelompok tani, kesenian, dll. adalah potensi yang bisa dikembangkan sebagai paket wisata,” tambahnya.
Dalam sambutannya Kepala UPT PKPP, Dra. Lucia Rita Indrawati, M.Si. menyampaikan bahwa melakukan pendampingan kepada desa Kwadungan Gunung adalah suatu kehormatan. “Setiap ada kesempatan, kami akan menghadirkan pakar yang bisa memberikan pencerahan, berbagi ilmu dan pengalaman dalam rangka mewujudkan desa Kwadungan Gunung sebagai desa wisata rintisan.
Selama diskusi tim UPT PKPP memberikan banyak masukan diantaranya terkait Surat Keputusan (SK) Pokdarwis, penyusunan dokumen, pembukuan, keuangan dan paket wisata yang akan ditawarkan. Ikhwan Taufik, S.Pd., M.Eng., salah seorang staf ahli UPT PKPP menyampaikan banyak potensi wisata desa Kwadungan Gunung yang bisa dikembangkan. “Banyak gunung yang mengelilingi, basecamp Sedadap, kesenian Jaran Kepang, Kuda Lumping, Topeng Ireng, kuliner cimol goreng khan Kwadungan Gunung, penyak/petos, kopi dan tembakau, semua sangat berpotensi untuk dikembangkan. Semua potensi ini bisa di paket-paket wisatakan. Pokdarwis tugas utamanya bukan sebagai pengelola wisata, tapi menggerakan masyarakat desa bahwa ada potensi wisata yang bisa menguntungkan desa dan masyarakat. Pokdarwis tujuannya mulia, bisa membangkitkan ekonomi masyarakat di sekitar,” urainya.
Kedepan, UPT PKPP akan terus melaksanakan pendampingan dan mengadakan berbagai pelatihan seperti Hospitality, Pengembangan SDM, dan Peningkatan Kapasitas Organisasi, dalam rangka mewujudkan desa Kwadungan Gunung menjadi Desa Wisata yang diperhitungkan.
00adminhttps://untidar.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/LOGO-DIKTISAINTEK-BERDAMPAK-300x104.pngadmin2022-03-22 16:27:002022-03-22 16:27:00UPT PKPP UNTIDAR LAKSANAKAN MONITORING PEMBENTUKAN POKDARWIS DESA KWADUNGAN GUNUNG