PENERIMAAN SELEKSI TENAGA KEPENDIDIKAN KONTRAK NON APARATUR SIPIL NEGARA DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS TIDAR TAHUN 2022

Penerimaan Seleksi Tenaga Kependidikan Kontrak Non Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Universitas Tidar Tahun 2022 KLIK DISINI

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan ketenagaan di lingkungan UNTIDAR, maka UNTIDAR sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri Baru yang terus berkembang membutuhkan tambahan pegawai khususnya untuk mengisi alokasi jabatan Tenaga Kependidikan Kontrak Non Aparatur Sipil Negara (Non ASN). Sehubungan dengan hal tersebut, bersama ini disampaikan persyaratan, tahapan, jadwal pelaksanaan, dan ketentuan.

    • Format DRH KLIK DISINI
    • Format SUPER KLIK DISINI
    • Penjelasan tambahan penggunaan materai pada dokumen seleksi Tenaga Kependidikan Kontrak Non ASN di UNTIDAR Tahun 2022 KLIK DISINI

Pertanyaan seputar Penerimaan Seleksi Tenaga Kependidikan Kontrak Non Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Universitas Tidar Tahun 2022 dilayani via email humas@untidar.ac.id dan WA Helpdesk UNTIDAR 08112633353



PEMBAYARAN UKT SEMESTER GENAP T.A. 2021/2022

Jadwal Pembayaran UKT Semester Genap T.A. 2021/2022 KLIK DISINI

  • Mahasiswa wajib melakukan Aktivasi Pembayaran pada akun SIPADU.
  • Panduan pembayaran KLIK DISINI Pembayaran UKT diluar panduan tidak akan diproses.

Berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Tidar nomor: 277/UN57/K/EP/2021 tentang Kalender Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Tidar Tahun Akademik 2021-2022 dengan ini kami sampaikan jadwal Pembayaran Uang Kuliah Tunggal sebagai Berikut:

No.

Mahasiswa Angkatan Fakultas Tanggal Pembayaran

Bank Pembayaran

1. 2019, 2020 dan 2021
  1. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
  2. Fakultas Ekonomi
24 – 28 Januari 2022 Bank BTN
2. 2019, 2020 dan 2021
  1. Fakultas Teknik
  2. Fakultas Pertanian
  3. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
24 – 28 Januari 2022 Bank Jateng
3 2015,2016,

2017,dan 2018

  1. Fakultas Teknik
  2. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  3. Fakultas Pertanian
  4. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
  5. Fakultas Ekonomi
24 – 28 Januari 2022 Bank Jateng

 

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Bersiap Selenggarakan SNMPTN dan SBMPTN 2022

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) bersiap untuk segera menyelenggarakan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2022 dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2022.

Dalam Konferensi Pers Pembukaan Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2022, Ketua LTMPT, Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng. menyampaikan bahwa mekanisme Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di 75 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Akademik jenjang Sarjana dan D4, 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan 39 PTN Vokasi (Politeknik Negeri) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)  sudah disosialisasikan sejak 1 Desember 2021.

SNMPTN merupakan seleksi berdasarkan nilai akademik saja atau nilai akademik dan prestasi lainnya yang ditetapkan oleh PTN dengan biaya subsidi penuh pemerintah. Sementara SBMPTN adalah seleksi calon mahasiswa baru PTN berdasarkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) saja, atau hasil UTBK dan kriteria lain yang ditetapkan.

Ashari menjelaskan langkah pertama yang harus dilakukan oleh siswa yang akan mengikuti SNMPTN 2022 dan SBMPTN 2022 adalah melakukan registrasi akun LTMPT sebagai syarat untuk dapat mendaftarkan diri di seleksi masuk PTN 2022. Adapun pendaftaran akun LTMPT untuk SNMPTN 2022 dimulai 4 Januari 2022, diikuti registrasi akun LTMPT oleh siswa mulai 10 Januari 2022.

 

SNMPTN tahun 2022 diawali dengan Registrasi Akun LTMPT bagi Sekolah dan Siswa melalui laman Portal LTMPT https: //portal.ltmpt.ac.id. Berbeda dengan tahun 2021, kegiatan Registrasi Akun LTMPT bagi Sekolah dan Siswa pada tahun 2022 tidak bersamaan agar bisa memberi kesempatan Sekolah untuk mendaftar dan mengisi PDSS. “Registrasi Akun LTMPT bagi Sekolah dimulai pada 04 Januari 2022; sedangkan Registrasi Akun LTMPT bagi Siswa dimulai pada 10 Januari 2022. Batas Akhir Registrasi Akun bagi Sekolah dan Siswa adalah sama yaitu 15 Februari 2022,” jelasnya.

Berikut adalah tanggal penting terkait Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri :

  • Penetapan siswa yang eligible oleh Sekolah mulai 04 Januari – 08 Februari 2022.
  • Pengisian PDSS mulai 08 Januari – 08 Februari 2022.
  • Pendaftaran SNMPTN pada 14 – 28 Februari 2022.
  • Pengumuman Hasil SNMPTN dijadwalkan pada 29 Maret 2022.

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2022 menggunakan komputer dan biaya ditanggung oleh peserta serta disubsidi oleh pemerintah.

Berikut adalah tanggal penting terkait UTBK SBMPTN

  • Registrasi Akun LTMPT pada 14 Februari -17 Maret 2022.
  • Pendaftaran UTBK- SBMPTN pada 23 Maret -15 April 2022.
  • Pelaksanaan UTBK-SBMPTN dilakukan dalam dua gelombang di 74 Pusat UTBK PTN. Gelombang 1 pada 17 – 23 Mei 2022, dan Gelombang 2 pada 28 Mei – 03 Juni 2022

Pada tahun 2022 pelaksanaan UTBK-SBMPTN dilakukan tidak pada bulan puasa.

  • Pengumuman Hasil Seleksi Jalur SBMPTN dijadwalkan pada 23 Juni 2022.
  • Masa unduh sertifikat UTBK pada 25 Juni – 31 Juli 2022

Pemerintah akan memberikan bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu secara ekonomi melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Untuk itu, siswa harus mengajukan bantuan biaya pendidikan skema KIP Kuliah terlebih dahulu. Informasi detil dapat dilihat pada website Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan di https: //puslapdik.kemdikbud.go.id.

Informasi resmi tentang SNMPTN dan UTBK-SBMPTN 2022 dapat dilihat melalui laman http://www.ltmpt.ac.id. Layanan Call Center pada nomor 0804 1 450 450 dan Help Desk melalui https://halo.ltmpt.ac.id. Untuk akun media sosial Twitter & Instagram LTMPT: @ltmptofficial, atau Facebook, Youtube dan TikTok LTMPT: LTMPT OFFICIAL.

Penulis : Humas

UNTIDAR Berhasil Raih Juara Harapan 2 Kategori Media Sosial di Gelaran AHD 2022

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) kembali menggelar Anugerah Diktiristek 2021.  Gelaran yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini diselenggarakan sebagai bentuk pemantauan dan evaluasi kinerja hubungan masyarakat pada perguruan tinggi baik itu negeri maupun swasta serta LLDikti. Ditjen Diktiristek berupaya melakukan berbagai pembinaan dalam upaya peningkatan kualitas lembaga kehumasan di bawahnya. Pembinaan ini bertujuan untuk memaksimalkan tugas lembaga kehumasan terkait sosialisasi kebijakan, pelayanan, dan penyebarluasan informasi. Pembinaan ini juga bertujuan menciptakan lembaga Humas yang handal, yang tak hanya bertindak sebagai mediator proaktif dalam menjembatani kepentingan lembaga, namun juga menampung aspirasi dan pengaduan publik.

    Tahun ini, untuk pertama kalinya UNTIDAR berhasil masuk di jajaran 5 besar PTN Satuan Kerja (Satker) peraih Anugerah Humas Dikti untuk kategori Media Sosial. Penghargaan diterima langsung oleh Rektor UNTIDAR Prof. Dr. Mukh. Arifin, M.Sc. yang berkesempatan menghadiri acara secara luring di Kantor Kemendikbudristek Jakarta, Kamis (13/1). “Alhamdulillah, ini merupakan pertama kalinya UNTIDAR mengikuti AHD, dan berhasil masuk di jajaran 5 besar. Semoga kedepan bisa mengikuti lebih banyak kategori dan bisa meraih hasil yang optimal,” kata Rektor.

    Di kategori Media Sosial, Humas Perguruan Tinggi disyaratkan untuk menyerahkan laporan pengelolaan berdasarkan Sosial Media Analytic. Tool ini digunakan untuk melihat respons atau opini audience dan juga mengukur campaign yang sedang dilakukan instansi/perusahaan dengan cara menarik data dari Instagram, Twitter, Facebook, dan sebagainya, dengan tujuan memberikan laporan secara komprehensif mengenai brand sentiment, analisa kompetitor, customer insight, dan sebagainya.

    PTN Satker Pemenang AHD untuk kategori Media Sosial yaitu :

Juara 1: Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Juara 2: Institut Teknologi Kalimantan

Juara 3 : Institut Teknologi Sumatera

Juara Harapan 1 : UPN Veteran Jakarta

Juara Harapan 2 : Universitas Tidar

 

Penulis : Humas

Peserta Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Ikuti Kelas Inspirasi dan Kunjungan ke Museum Oei Hong Djien (OHD)

36 mahasiswa peserta Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) dari 12 perguruan tinggi yaitu Institut Teknologi Kalimantan, Universitas Cokroaminoto Palopo, Universitas Hasanuddin, Universitas Kristen Indonesia Paulus, Universitas Muhammadiyah Kendari, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Universitas Negeri Makassar, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Negeri Manado, Universitas Pattimura, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, dan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya mengikuti kegiatan Kelas Inspirasi, yang dilanjutkan dengan kegiatan Kunjungan ke Museum OHD, Kamis (6/1).

Selama kuliah di UNTIDAR, mahasiswa peserta PMM wajib mengambil 10 sks. 2 sks untuk Modul Nusantara dan 8 sks untuk mengambil mata kuliah sesuai jurusan masing-masing. Modul Nusantara adalah mata kuliah yang wajib diambil oleh peserta PMM. Yang mana dalam Modul Nusantara terbagi menjadi 14 kegiatan Kebhinekaan, 7 kegiatan Refleksi, dan 3 Kelas Inspirasi. Kamis, (6/1) 36 peserta PMM mengikuti 2 kegiatan sekaligus yaitu Kelas Inspirasi ke-3 dan Pengenalan Budaya.

Kelas Inspirasi kali ini menghadirkan pemateri Muhammad Ikhsan Sahal Guntur untuk berbagi kiat bagaimana meraih Beasiswa S2. Muhammad Ikhsan Sahal Guntur adalah penerima Beasiswa LPDP UGM Program PB dan TPA Bapenas di tahun 2017. Mukhamad Ikhsan selama ini juga banyak membimbing mahasiswa agar bisa lolos beasiswa baik dalam maupun luar negeri.

Everyone Can Get Scholarship adalah tema yang diangkat di Kelas Inspirasi 3. Mukhammad Ikhsal menjelaskan banyak hal diantaranya tentang fasilitas yang diperoleh peraih Beasiswa LPDP yaitu Biaya Pendidikan dan Biaya Pendukung. Biaya Pendidikan meliputi Biaya Pendaftaran Biaya SPP/Tuition Fee, Tunjangan Buku, Biaya Penelitian, Tesis/Disertasi, Biaya Seminar Internasional, dan Biaya Publikasi Jurnal Internasional. Sementara Biaya Pendukung meliputi Transportasi, Aplikasi Visa/Residence Permit, Asuransi Kesehatan, Biaya Hidup Bulanan, Biaya Kedatangan, Biaya Keadaaan Darurat dan Biaya Pengayaan (Afirmasi). Muhammad Ikhsan juga menjelaskan tentang jenis-jenis beasiswa, syarat mendapatkan beasiswa, tata cara pendaftaran dan proses seleksi yang harus diikuti. “Tips dari saya jika memang ingin mendapatkan beasiswa diantaranya perbanyak sedekah dan ibadah, luruskan niat, persiapkan Toefl dan TPA jauh-jauh hari dan berkontribusilah,” jelasnya.

Sesuai mengikuti Kelas Inspirasi, peserta PMM mendapatkan kesempatan yang luar biasa yaitu mengunjungi Museum Oei Hong Djien (OHD) yang menjadi kebanggaan Kota Magelang. Kegiatan kunjungan ini sebagai salah satu perwujudan mata kuliah Modul Nusantara yaitu pengenalan budaya. Museum OHD Magelang adalah museum pribadi yang dimiliki kolektor lukisan ternama yang bernama Oei Hang Djien (OHD). Meskipun museum OHD belum setenar Museum Affandi Yogyakarta, tetapi bagi pecinta seni museum ini merupakan tempat yang sangat istimewa. Museum OHD sudah memiliki koleksi lebih dari 2000 karya seni, yang terdiri dari karya anak bangsa. Diantaranya adalah lukisan, pahatan, seni instalasi, patung ataupun new media art. Karya seni ini dibuat oleh seniman-seniman besar Indonesia, seperti Affandi, S.Sudjojono, Hendra Gunawan, Widayat, dan Soedibio. Tidak hanya karya seniman besar,  OHD juga menjadi wadah bagi seniman-seniman baru yang ingin menuangkan kreativitasnya.

Diharapkan dengan kunjungan ke Museum OHD ini, para mahasiswa peserta PMM yang sebagian besar berasal dari luar jawa, bisa lebih mengenal Magelang dengan segala keunikan dan keragaman budayanya.

Penulis : Humas

Gandeng Fakultas Teknik UGM, Fakultas Teknik UNTIDAR Gelar Webinar Bincang Energi

Dalam rangka menggali isu terkini terkait Energi Baru Terbarukan (EBT), Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada berkolaborasi dengan Fakultas Teknik Universitas Tidar mengadakan Webinar Bincang Energi, Sabtu, (8/1/2022). Webinar dilaksanakan secara daring dengan menghadirkan pemateri Staf Ahli Bidang Energi Kantor Staf Presiden RI Ahmad Agus Setiawan, S.T., M.Sc, Ph.D. Sehari-hari beliau adalah dosen di Fakultas Teknik UGM Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika. Banyak penghargaan yang telah berhasil diraih olehnya diantaranya The Best Research-based Community Service pada Dies UGM ke-60 tahun 2009, PII Engineering Award 2010 ADHICIPTA PRATAMA dari Persatuan Insinyur Indonesia, Australian Alumni Award for Sustainable Economic & Social Development tahun 2011, The Best Community Service Supervisor pada dies UGM ke-64 tahun 2013, Habibie Award XVI tahun 2014, US-ASEAN Science & Technology Fellow, USAID and ASEAN Foundation tahun 2018 dan The Professional Achievement Award Science & Engineering in the Curtin University Alumni Achievement Award tahun 2018.

“Energi adalah kebutuhan yang terus meningkat seiring pertumbuhan industri dan tingkat taraf hidup penduduk Indonesia. Negara yang semakin maju tentu kebutuhan energinya semakin meningkat. Saat ini kebanyakan masih energi dari fosil yang kita gunakan. Namun saat ini Indonesia terus berupaya meningkatkan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT),” kata Dekan Fakultas Teknik UGM Prof. Ir. Selo, S.T., M.T.,M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya. “Fakultas Teknik UGM sangat mendukung webinar ini, supaya muncul pemikiran yang positif dan visioner dalam rangka mendukung pemerintah untuk menggunakan EBT. Semoga Fakultas Teknik UGM dan Fakultas Teknik UNTIDAR bisa terus berkolaborasi, bersinergi untuk menghasilkan kontribusi bagi Indonesia,” tambahnya. Senada dengan yang disampaikan oleh Prof. Selo, Dekan Fakultas Teknik UNTIDAR Dr. Ir. Sapto Nisworo, M.T., IPU., mengatakan banyak masalah di Indonesia yang perlu diselesaikan. Karenanya kita harus banyak berkontribusi sesuai bidang keilmuan masing-masing, agar Indonesia menjadi negara yang unggul.

Dalam Webinar Bincang Energi kali ini, Opening Speech disampaikan oleh Ketua Prodi Magister Teknik Sistem UGM Prof. Dr.Eng. Ir. Arief Budiman, M.S., IPU. “Indonesia memiliki banyak potensi Energi Baru Terbarukan (EBT). Pemerintah saat ini juga sudah menyiapkan roadmap transisi energy dari energi fosil ke EBT. Webinar Bincang Energi akan banyak membahas perkembangan dan pemanfaatan EBT termasuk penyiapan infrastukturnya.” Jelas Prof. Arief.

Ahmad Agus Setiawan, S.T., M.Sc, Ph.D. menyampaikan bahwa dalam waktu tidak lama lagi, EBT akan menjadi sesuatu yang mainstream. Ada alasan penting yang mendorong pengembangan energi baru terbarukan. Pertama, karena energi fosil makin lama makin habis dan tidak bisa digantikan. Alasan kedua adalah penggunaan energi fosil berlebihan pada akhirnya menimbulkan dampak baru, yakni pemanasan global atau climate change. Untuk menghambat perubahan iklim, Indonesia harus membenahi pemanfaatan energi dengan cara mengembangkan energi bersih yang tidak memiliki emisi besar (non-fosil) secara signifikan. Energi Baru Terbarukan harus dikembangkan,” urainya. Pemerintah juga telah menargetkan Net Zero Emissions (NZE) di tahun 2060. NZE sebagai puncak harapan masa depan (expected future milestone) dimana emisi karbon sepenuhnya diserap oleh bumi melalui berbagai kegiatan manusia dan bantuan teknologi, sehingga tidak menimbulkan pemanasan global sudah menjadi komitmen bersama semua negara, termasuk Indonesia. “Meskipun ada banyak tantangan yang dihadapi, kita sebagai akademisi bisa menyikapinya secara positif. Terlebih ada banyak dana alokasi untuk riset, sehingga kita bisa turut berkontribusi dalam pengembangan EBT dan mendukung tercapainya Net Zero Emission di tahun 2060,” kata Ahmad Agus Setiawan.

Dalam closing statementnya Ketua Prodi Magister Teknik Sistem UGM Prof. Dr.Eng. Ir. Arief Budiman, M.S., IPU. Menyampaikan terimakasih atas antusiasme peserta yang luar biasa. Semoga apa yang telah disampaikan oleh pemateri semakin menambah wawasan terkait percepatan EBT di Indonesia.

Penulis : Humas

423 Peserta KKN Tematik Periode Januari 2022 Siap Terjun ke Masyarakat

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UNTIDAR Periode 2 Tahun Akademik 2021/2022 siap dilaksanakan. Jumat, (7/1) Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Ir. Noor Farid, M.Si., mewakili Rektor UNTIDAR secara resmi menerjunkan 423 mahasiswa yang akan melaksanakan KKN Tematik mulai 7 Januari s.d. 7 Februari 2022. “Sesuai pesan Rektor, mohon para peserta KKN Tematik selalu berhati hati, menjaga diri dan selalu menjaga kesehatan. Tak lupa menjaga nama baik UNTIDAR, utamakan kesopanan, kedisiplinan dan ketertiban, agar bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” kata Dr. Farid dalam sambutannya. Pada kesempatan yang sama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. secara simbolis melepas 2 orang mahasiswa perwakilan peserta KKN Tematik. Turut melepas Walikota Magelang, dr. Muchamad Nur Aziz, Sp.PD., yang mengikuti kegiatan secara daring. “Hadirnya mahasiswa UNTIDAR melalui kegiatan KKN tentu sangat membantu, karena Pemerintah Kota tidak bisa sendiri, dan harus melibatkan akademisi dalam program pemberdayaan masyarakat,” jelas dr. Aziz.

Sebelum penerjunan, peserta KKN juga telah mengikuti kegiatan Pembekalan pada Rabu, (5/1). Pada kegiatan Pembekalan Rektor UNTIDAR Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin, M.Sc. menyampaikan bahwa KKN merupakan satu dari sekian banyak kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan life skill mahasiswa, bagaimana mahasiswa bisa mempersiapkan diri terjun ke masyarakat, dan ikut peduli dengan permasalahan masyarakat. “Mengidentifikasi dan mengenali problem masyarakat, kemudian mencoba mengurai apa saja akar masalahnya, kemudian merumuskan rencana tindakan yang bisa dilakukan. Tindakan dilakukan secara multidisiplin, karena mahasiswa UNTIDAR berasal dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda. Disamping itu mahasiswa harus luwes berhubungan dengan aparatur pemerintahan baik di desa, kecamatan, kabupaten/kota, tokoh masyarakat, pemuda, ormas dsb. Semoga melalui kegiatan KKN selama sebulan ini mahasiswa bisa menyerap banyak hal positif,” jelas Prof. Arifin. Rektor juga menghimbau kepada mahasiswa untuk sebisa mungkin menyerap problem untuk dicarikan solusinya dan mengaitkannya dengan digitalisasi agar dinamis mengikuti perkembangan jaman.

Kegiatan Pembekalan KKN Tematik periode Januari 2022 dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama, Kepala LPPM-PMP beserta jajarannya, Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan UNTIDAR, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Kepala Bapeda Kab Magelang, Kepala Litbangda Kabupaten Magelang serta Kepala Bapeda Kota Magelang.

“Tahapan KKN Tematik sudah dimulai sejak November 2021. Kami sudah melakukan persiapan, koordinasi, pendaftaran mahasiswa, pembuatan buku pedoman, pembagian kelompok, dan penetapan Dosen Pembimbing Lapangan,” jelas Dr. Eny Boedy Orbawati, M.Si., Kepala LPPM-PMP UNTIDAR. “Peserta KKN periode Januari 2022 berjumlah 423 mahasiswa, terbagi menjadi 84 kelompok, dimana satu kelompok terdiri dari 5 orang. Rinciannya Kabupaten Magelang 38 kelompok, Kota Magelang 34 kelompok, Kabupaten Temanggung 5 kelompok, Kabupaten Jepara 1 kelompok, Kabupaten Temanggung 5 kelompok, Kabupaten Jepara 1 kelompok, Kabupaten Karanganyar 1 kelompok, Kabupaten Purworejo 1 kelompok, dan Kabupaten Kebumen 1 kelompok,” tambahnya.

Lebih lanjut Dr. Eny menjelaskan ada 2 Tema KKN yang bisa dipilih oleh mahasiswa. Yaitu KKN Tematik Penanggulangan dan Edukasi Pencegahan Covid 19, dan KKN Berbasis Karya Pengabdian Kepada Masyarakat. Melalui KKN mahasiswa dapat mengembangkan pemikiran dan wawasan dalam memahami dan memecahkan permasalahan yang berkembang di masyarakat secara interdisipliner dan lintas sektoral, menumbuhkan dan mematangkan jiwa pengabdian kepada masyarakat dan bertanggungjawab terhadap proses pembangunan dan masa depan bangsa dan negara, serta membangun, memelihara, dan mengembangkan jejaring antara Universitas Tidar dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, dan masyarakat.

Penulis : Humas

Mahasiswa Agroteknologi UNTIDAR Teliti Jamur Trichodrema sp. Sebagai Agen Hayati Pengendali Penyakit Tanaman

Serangan hama dan infeksi patogen pada tanaman budidaya menjadi salah satu faktor yang dapat menurunkan produktivitas tanaman. Penggunaan pestisida marak dilakukan oleh sebagian besar petani untuk mengatasi serangan tersebut. Hanya saja penggunaan pestisida dapat meninggalkan residu pada tanah, produk pertanian, serta menyebabkan munculnya hama patogen yang resisten. Oleh karena itu perlu dicari solusi untuk mengatasi serangan hama dengan cepat, tepat dan aman, salah satunya adalah dengan pengendali hayati berupa beneficial fungi.

Beneficial fungi yang sering digunakan adalah Trichoderma sp. karena mampu menekan pertumbuhan patogen. Organisme ini banyak terdapat di tanah, namun belum semuanya tereksplorasi dengan baik terutama untuk yang sifatnya endemik lokal. Untuk itulah 3 mahasiswa program studi S1 Agroteknologi yaitu Nora Aulia, Novi Aulia Nuraini, dan Asri Vidyastuti bersama dosen pendamping Esna Dilli Novianto, M.Biotech., melaksanakan penelitian untuk mengekslorasi beneficial fungi pada tanah lokal di daerah Yogyakarta terutama yang antagonis terhadap patogen Fusarium sp.

Fusarium sp. merupakan jamur penyebab penyakit layu pada tanaman cabai. Penyakit layu pada cabai seringkali menjadi salah satu faktor penyebab kerugian bagi petani cabai. Kerugian akibat penyakit layu Fusarium sp. pada tanaman cabai tergolong cukup besar karena bisa mengakibatkan kerugian dan gagal panen hingga 50 %. Oleh karena itu, dilakukan penelitian terkait eksplorasi dan isolasi jamur Trichoderma sp. pada tanah bawah bambu serta menguji daya antagonisnya dalam menghambat pertumbuhan jamur Fusarium sp. penyebab penyakit layu pada tanaman cabai. Melalui hasil penelitian ini diharapkan isolat beneficial fungi hasil eksplorasi dari tanah bawah bambu dapat diaplikasikan sebagai agensia hayati yang efektif untuk mengendalikan patogen Fusarium sp.

“Penelitian kami laksanakan di Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit Tanaman (LPHPT) Bantul, Yogyakarta. Untuk eksplorasinya dilakukan pada tiga jenis tanah yang berbeda yaitu tanah yang diambil dari Dusun Mangir, Patihan, dan Nanggulan,” kata Nora Aulia selaku ketua tim penelitian. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa isolasi mikrobia dilakukan dengan metode pengenceran bertingkat 100, 10-1, 10-2, 10-3, 10-4, dan 10-5. Kemudian dilanjutkan dengan uji antagonis isolat Trichoderma sp. yang didapatkan terhadap Fusarium sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat mikrobia hasil eksplorasi tanah bawah bambu merupakan isolat jamur Trichoderma sp. Hasil uji antagonis menunjukkan bahwa isolat yang berasal dari tanah Mangir dan Nanggulan memiliki daya hambat terhadap Fusarium sp. lebih dari 60%. Hal ini dikarenakan jamur Trichoderma sp. menghasilkan senyawa antibiotik yang cukup efektif menghambat pertumbuhan Fusarium sp. sehingga dapat digunakan sebagai kandidat agen hayati.

Penelitian jamur Trichodrema sp. sebagai agen hayati pengendali penyakit tanaman adalah artikel ilmiah mahasiswa UNTIDAR, yang tahun 2021 ini mendapatkan pendanaan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah (PKM-AI) dari Kemdikbudristek. PKM-AI diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menuangkan pemikiran hasil dari studi literatur dan hasil-hasil kegiatan ilmiah yang telah dilakukan ke dalam bentuk sebuah artikel ilmiah sesuai kriteria standar penulisan jurnal ilmiah. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu mengantarkan mahasiswa kepada keterampilan atau keahlian dalam menulis artikel ilmiah. Melalui keahlian tersebut, mahasiswa secara runtut mampu menguraikan suatu permasalahan, sehingga hasil analisis tersebut mendorong perlu adanya usaha penyelesaian atau pencarian solusi dengan tujuan tertentu, baik untuk permasalahan yang sifatnya masih dasar maupun permasalahan terapan di lapangan.

Penulis : Humas

Mahasiswa Agroteknologi Pelajari Cara Perbanyak Jamur Trichoderma Harzianum Dengan Media Dedak di Lingkungan Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit Tumbuhan (LPHPT) Kabupaten Bantul Yogyakarta

Pengendalian hayati semakin digalakkan untuk mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan dari penggunaan pestisida ke lingkungan. Jamur antagonis merupakan organisme yang dapat dimanfaatkan dalam upaya pengendalian hayati. Salah satu agen hayati yang sering digunakan adalah Trichoderma Harzanium. Jamur tersebut bersifat saprofit sehingga dapat digunakan sebagai agen biokontrol yang efektif terhadap sejumlah fungi patogen. Upaya perbanyakan jamur T. harzanium yang selama ini dilakukan adalah dengan menggunakan media beras. Namun demikian, metode ini mengeluarkan biaya mahal dan prosesnya lebih rumit. Solusinya media beras diganti dengan dedak karena biaya lebih murah dan prosesnya lebih sederhana.

Laboratorium Pengendalian Hama Penyakit Tanaman (LPHPT) UPTD Balai Proteksi Tanaman Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY di Desa Wirirejo, Pandak, Bantul. (LPHPT) Bantul selama ini telah berhasil menggunakan media dedak dalam perbanyakan T. Harzianum. Oleh karena itu dilakukan kegiatan pembelajaran dalam bentuk Praktek Kerja Lapangan oleh mahasiswa program studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNTIDAR, yang diwakili oleh Sinta Puspita Dewi, Mita Nurjanah, dan Nuzullaela Rahmawati di LPHPT Bantul, dalam rangka melatih kemampuan dan ketrampilan dalam perbanyakan jamur T.Harzianum.

Metode yang akan dilakukan dalam Praktik Kerja Lapangan yakni dengan melakukan wawancara dengan pembimbing yang terlibat secara langsung pada Praktik Kerja Lapangan. Untuk kemudian dilakukan praktik dan pengambilan data tentang perbanyakan jamur T. Harzianum pada media dedak di Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Tumbuhan (LPHPT) Bantul. Selain itu mereka  juga secara aktif mengikuti kegiatan Perbanyakan T. Harzianum yang ada di LPHPT Bantul.

“Teknik perbanyakan Trichoderma Harzianum dimulai dari pembuatan media dedak, sterilisasi media dengan autoklaf, inokulasi starter Trichoderma harzianum ke media LAF, inkubasi selama kurang lebih 2 minggu, pemanenan dan pencampuran dengan zeolite, inkubasi selama 10 hari, dan yang terakhir pengemasan hasil perbanyakan Trichoderma Harzianum untuk siap digunakan. Peremajaan dilakukan 4-6 bulan sekali untuk memastikan persediaan F0 tetap ada, serta pembuatan starter (F1) yang merupakan biang untuk dilakukan lagi perbanyakan,” jelas Sinta Puspitawati selaku ketua tim.

Sinta menambahkan, muara kegiatan ini berupa reportase budidaya T. Harzianum dengan media dedak yang efektif dan efisien sehingga dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi banyak kalangan. Diharapkan hasil kegiatan ini dapat memberikan informasi yang aktual mengenai prosedur baku penggunaan dedak sebagai media pertumbuhan T.Harzanium yang lebih murah, efektif dan efisien.

Penulis : Humas

Pot Kebudayaan, Solusi Kurangi Limbah Sampah Plastik dan Lestarikan Budaya Indonesia

Berawal dari keprihatinan akan sampah limbah plastik yang jumlahnya selalu bertambah dari tahun ke tahun, 4 mahasiswa UNTIDAR menginisiasi sebuah usaha produk pot bunga yang berbahan baku limbah plastik. Mereka adalah Fina Al Fatikhiah (S1 Pendidikan IPA), Feri Irawan (S1 Teknik Mesin), Tri Rohman Sugiyanto (S1 Teknik Mesin), dan Danar Putri Miranda (S1 Akuntansi). “Kami ingin membantu pemerintah dalam mewujudkan pengurangan dan pengelolaan sampah plastik.  Produk ini merupakan terobosan terbaru dan inovatif dalam pengelolaan limbah plastik melalui moulding,” jelas Fina selaku ketua tim. “Pot akan dipercantik dengan hiasan yang mengandung nilai-nilai budaya yang disukai kalangan remaja maupun orang dewasa seperti wayang, batik, dan baju adat. Diharapkan produk ini mampu menjadi salah satu usaha kreatif untuk membantu pemerintah dalam mengurangi limbah, sekaligus melestarikan kebudayaan di Indonesia. Alhamdulillah ide kami ini juga berhasil meraih hibah Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan tahun 2021 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, sehingga kami begitu bersemangat untuk menghasilkan karya yang bermanfaat,” tambahnya.

Usaha pot kebudayaan merupakan media pelestarian lingkungan dan budaya karena dibuat menggunakan sampah plastik dan mengandung nilai-nilai kebudayaan, sehingga turut membantu memberikan solusi kepada masyarakat untuk mengurangi volume sampah plastik yang dari hari ke hari semakin banyak, sekaligus melestarikan kebudayaan khususnya di kalangan muda. Penambahan jumlah penduduk mengakibatkan bertambahnya konsumsi masyarakat, lebih lagi limbah dari kegiatan konsumsi masyarakat tersebut banyak yang terbuat dari plastik, sehingga volume sampah plastik semakin bertambah. “Hal itu menyebabkan permasalahan yang sangat pelik karena sampah plastik susah terurai. Hal ini yang membuat kami berinisiatif untuk membuat produk olahan dari sampah plastik yaitu berupa pot kebudayaan yang bisa menambah inovasi dan daya tarik bagi masyarakat,” ungkap Feri.  “Usaha pengolahan sampah plastik ini memerlukan cetakan pot kebudayaan yang dilengkapi dengan alat-alat untuk mengurai sampah plastik serta dibutuhkan cat untuk menambah daya tarik pada pot,” tambahnya.

Lebih lanjut Fina menjelaskan usaha pot kebudayaan mengalami perkembangan yang cukup baik dimana minat masyarakat terhadap tanaman rumahan untuk mengisi waktu luang saat WFH (Work from Home) selama pandemi sangat tinggi. Selain itu masyarakat tertarik dengan produk ini karena dapat melestarikan lingkungan dengan cara mengurangi limbah plastik di lingkungan masyarakat sekitar.

“Berdasarkan survei pasar tentang pot tanaman rumahan, kebanyakan pot yang dibuat dan digunakan oleh masyarakat hanya pot biasa yang dijual di pasaran. Selain dari segi kegunaan, dari segi estetika kami mengangkat kebudayaan bangsa yang tidak kalah menarik dari gambar-gambar umum yang beredar di pasaran. Sehingga selain terdapat fungsi pelestarian lingkungan, terdapat pula fungsi pelestarian kebudayaan. Sejauh ini, belum ada inovasi tentang pengolahan sampah menjadi pot kebudayaan, sehingga usaha ini dirasa layak untuk dijalankan dan memperoleh peluang yang besar karena pesaing yang masih belum ada,” urai Fina.

“Respon dari para konsumen menunjukkan bahwa mereka mendapatkan kepuasan dari hasil produk yang kami buat. Mereka sangat mengapresiasi bagaimana tim kami berusaha untuk mengurangi limbah plastik di lingkungan sekitar dan pelestarian kebudayaan dengan media pot tanaman. Dengan semakin banyak desain pot yang kami buat dan semakin banyak jenis budaya yang kami tuangkan membantu budaya yang dimiliki Indonesia tetap dikenal di setiap generasinya. Usaha ini memiliki potensi pengembangan dan menjamin keberlanjutan usaha, salah satunya ditandai dengan peningkatan laba mencapai 40%. Menandakan produk potensial pasar. Dengan perkembangan yang baik ini membuat usaha kami memiliki peluang besar untuk lebih dikembangkan. Pengembangan yang bisa dilakukan adalah pengembangan jenis produk seperti variasi ukuran dan desain gambar yang dapat di-custom,” pungkas Fina.

Penulis : Humas