Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) Universitas Tidar Semester 2 Tahun 2021

Bapak/Ibu/Saudara Yang Terhormat,

Dalam rangka peningkatan layanan kepada masyarakat terhadap Pelayanan Publik Universitas Tidar, Unit Humas dan Kerjasama, BAKPK, UNTIDAR melaksanakan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) secara rutin yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai kualitas pelayanan kami. Sehubungan dengan hal itu kami mohon kesediaan Bapak/Ibu/Saudara sekalian untuk mengisi survei tersebut, atas kesediannya kami ucapkan terima kasih.

Pelayanan Publik yang dimaksud adalah
1. Pelayanan Informasi (Humas)
2. Pelayanan Akademik dan Kemahasiswaan (BAKPK)
3. Pelayanan Umum dan Keuangan (BUK)
4. Pelayanan Fakultas
5. Pelayanan UPT

link SKM UNTIDAR Semester 2 Tahun 2021 https://bit.ly/SKMUNTIDAR21

Mesin Perajang Ubi Jalar Karya Mahasiswa Teknik Mesin UNTIDAR Bantu Produktivitas UMKM Berkah Tangkur Desa Menoreh Salaman

Desa Menoreh Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang memiliki banyak UMKM yang memproduksi grubi. Grubi adalah makanan ringan khas Jawa Tengah yang terbuat dari ubi jalar, dibuat seperti bola-bola kemudian digoreng dan dibumbui gula jawa. Bentuknya menyerupai bola tetapi tidak seperti bola sungguhan karena masih terdapat rongga-rongga di dalamnya. Grubi memiliki cita rasa manis khas gula jawa dan bertekstur renyah.

Salah satu UMKM di Desa Menoreh yang memproduksi grubi adalah UMKM Berkah Tangkur. Permintaan grubi dari konsumen selalu meningkat dan memberikan omset yang cukup besar bagi UMKM Berkah Tangkur, namun permintaan konsumen tersebut tidak sebanding dengan jumlah grubi yang dihasilkan. Ini dikarenakan proses pembuatan grubi yang masih dilakukan secara manual dan menggunakan peralatan sederhana, terutama dalam proses perajangan yang membutuhkan waktu lama serta tenaga yang besar. Tak jarang membuat kelelahan, dan tidak sedikit yang merasakan pegal-pegal bahkan membuat tangan sampai terluka.

Tim Program Kreativitas Mahasiswa UNTIDAR yang terdiri dari lima mahasiswa program studi S1 Teknik Mesin Fakultas Teknik yaitu Yuni Nur Diana, Kunti Nafingatul Khusna, Seno Sutrisno, Garin Holiyana dan Masnurojak Bin Khanif bersama dosen pendamping Catur Pramono, S.T., M.Eng. menciptakan sebuah inovasi yaitu Mesin Perajang Ubi Jalar Otomatis menggunakan motor listrik, untuk mengganti proses perajang konvensional menjadi mesin otomatis. Mesin ini dirancang dengan tujuan untuk merajang ubi dengan hasil potongan berupa potongan halus memanjang. Mesin ini memiliki beberapa keunggulan yaitu terjangkau, mudah dalam perawatannya, mampu merajang ubi dengan baik, mampu merajang ubi dengan waktu yang relatif cepat dengan hasil yang maksimum, mudah dan aman dalam pengoperasian, dapat dioperasikan dalam daya listrik rendah, menghasilkan produk yang lebih berkualitas, dan efisien serta ramah lingkungan.

“Mesin yang kami kembangkan, dengan kelebihan dan kesederhanaannya mampu menjawab permasalahan mitra kerja. Mesin yang kami kembangkan memudahkan proses perajangan ubi  dan  dapat menekan tenaga serta waktu yang harus dikeluarkan oleh mitra kerja,” kata Yuni selaku ketua tim. “Perajangan ubi secara konvensional membutuhkan waktu yang lama, sementara hasil perajangan hanya mencapai 10 kg/jam sesuai dengan cepat lambatnya kinerja tangan. Sedangkan jika menggunakan mesin otomatis proses perajangan dapat mencapai 48 kg/jam. Hasil rajangan tidak hanya berbentuk lembaran namun langsung dapat berbentuk potongan halus memanjang,” tambahnya. Dia menjelaskan mesin yang dibuatnya bersama tim juga mudah dalam perbaikan dan perawatan, serta ramah lingkungan karena tidak menghasilkan polusi yang dapat merusak keseimbangan ekosistem.

“Semoga inovasi mesin perajang ubi otomatis mengggunakan motor listrik ini dapat mempermudah dan mempercepat dalam proses perajangan ubi, sehingga produksi grubi yang dihasilkan akan semakin banyak, lebih efektif dan efisien serta dapat menyejahterakan mitra kerja,” pungkasnya.

Penulis : Humas

PENGUMUMAN TENTANG HASIL AKHIR SELEKSI PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) KEMDIKBUDRISTEK TAHUN 2021 DI LINGKUNGAN UNTIDAR

Pengumuman Nomor : 92313/A.A3/KP.01.00/2021 tentang Hasil Akhir Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Tahun 2021 KLIK DISINI



Berikut Lampiran Pengumuman CPNS Kemendikbudristek T.A. 2021 Khusus formasi Universitas Tidar KLIK DISINI

Sumber : https://cpns.kemdikbud.go.id

Pemanfaatan Tepung Taoge Untuk Percepat Kematangan Gonad Ikan Beong Raih Gold Medal AKIA Global Invention Leaders Award

Mahasiswa program studi Akuakultur Universitas Tidar yaitu Wahyu Utami, Tito Kurniawan, Hipit Putri Apriarsih dan Syahrul Ramadhan mencetuskan ide inovatif yaitu pemanfaatan tepung taoge untuk mempercepat kematangan gonad ikan beong. Ide inovatif ini berhasil meraih Gold Medal di ajang AKIA Global Invention Leaders Award 2021.

“Turunnya populasi ikan beong di alam dan proses pembenihan ikan beong yang cukup sulit menjadi dasar pemikiran riset kami ini. Solusinya ialah dengan memanfaatkan tauge yang diubah menjadi tepung guna mempercepat proses kematangan gonad ikan beong,” tutur Wahyu Utami selaku ketua tim. Utami menjelaskan Ikan beong (Mystus nemurus) merupakan ikan air tawar yang menjadi olahan khas Magelang. Olahan tersebut berupa mangut beong yang kini banyak peminatnya. Akan tetapi, bertambahnya peminat ikan beong tidak selaras dengan jumlah produksi. Hal ini dikarenakan masih sedikit yang membudidayakannya. Sejauh ini dalam memenuhi kebutuhan konsumsi maupun penyediaan benih untuk kegiatan pembesaran masih mengandalkan tangkapan dari alam. Dalam pengembangan budidaya ikan beong juga masih banyak terdapat kendala dan permasalahan terutama pada proses pembenihan. Salah satu cara untuk meningkatkan jumlah produksi ikan beong yaitu dengan mempercepat waktu pematangan gonad dan ovulasi melalui aplikasi nutrisi pada pakan induk. Tercetuslah ide untuk memanfaatkan tanaman tauge.

Menurut Utami tauge memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik seperti vitamin E, vitamin C, protein, lemak, dan mineral yang dibutuhkan dalam pembentukan vitellogenin. Tauge dapat diolah menjadi tepung sebagai campuran pakan ikan yang berkualitas guna meningkatkan reproduksi ikan. “Ide inovatif pemanfaatan tepung taoge ini tentunya bertujuan agar proses pematangan gonad ikan beong (Mystus nemurus) dapat dipercepat sehingga bisa meningkatkan produksi benih ikan beong terutama di Kota Magelang. Tepung taoge sangat membantu dalam proses pematangan serta meningkatkan kualitas gonad ikan beong, membantu pembudidaya dalam meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan pasar atau konsumen, dan proses produksi ikan beong tidak bergantung pada waktu pemijahannya yang hanya dilakukan pada musim hujan,” urainya.

Untuk menyempurnakan gagasan ini, Utami dan tim harus melakukan pengujian dan pengamatan. “Kami harus melakukan uji proksimat pakan dan pengamatan pertambahan kematangan telur. Uji proksimat pakan terdiri dari uji kadar air, protein, lemak, abu, dan serat kasar. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah kandungan nutrisi dalam pakan ini sesuai dengan kebutuhkan pakan untuk induk ikan beong dalam mempercepat kematangan gonadnya. Selanjutnya untuk pengamatan pertambahan kematangan telur, diawali dengan memasukkan kanula secara hati-hati ke lubang genital induk. Setelah itu telur yang telah diambil diberi larutan transparan yaitu alkohol 95% 8 cc, formal dehid 39% 10 cc, dan asam asetan 100%  5 cc. Setelahnya melakukan pengamatan posisi inti telur dan dihitung persentase kematangan telur tahap akhir yang dapat dilihat dari posisi inti (germinal vesicle) yang berada di tepi telur,” jelas Utami.

“Semoga ide inovasi ini segera bisa diaplikasikan guna meningkatkan produksi ikan beong khususnya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas benihnya, pungkasnya.

Penulis : Humas

UKM Pelita UNTIDAR Sukses Gelar Pelita Fair 2021 Bertema “Peran Mahasiswa Dalam Manifestasi Era Society 5.0”

Gelaran Pelita Fair 2021 yang diadakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran Ilmiah dan Kreativitas Mahasiswa (UKM Pelita) baru saja berakhir. Kegiatan ini terdiri dari Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) dan Lomba Kisah Inspiratif.  LKTIN merupakan lomba karya tulis yang bersifat ilmiah dalam rangka menampung aspirasi para mahasiswa untuk berkarya, dan sebagai media penyaluran inovasi dan kreativitas mahasiswa di seluruh Indonesia. Sedangkan Lomba Kisah Inspiratif merupakan lomba menulis kisah (kisah nyata yang dialami oleh penulis) yang bersifat inspiratif.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi ajang untuk menggali kreativitas dan berkarya. Kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa untuk memperbanyak pengalaman,” kata Tri Puji Rahayu, S.Pt., M.P., selaku Pembina UKM Pelita, saat menutup acara, Jumat (17/12/2021)

Ika Sukmawati salah satu perwakilan dewan juri menyampaikan bahwa kreativitas dan inovasi dari para mahasiswa perlu untuk selalu diasah. “Bagi peserta yang belum juara, jangan kecewa. Evaluasi kekurangan dan terus bergerak maju. Semoga kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin agar dapat menjadi wahana untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi, serta dapat menjaring ide-ide brilian dari seluruh mahasiswa di Indonesia,” tegasnya.

Pelita Fair 2021 dengan tema “Peran Mahasiswa Dalam Manifestasi Era Society 5.0” bertujuan untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa, khususnya di bidang penulisan ilmiah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berpikir kritis terhadap lingkungan sekitar.

Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional diikuti oleh 15 tim, sedangkan lomba Kisah Inspiratif diikuti oleh 20 peserta dari berbagai perguruan tinggi. Adapun para pemenang yaitu :

  1. Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional :

Juara 1

Judul : Strategi Adaptasi dan Resiliensi Pariwisata Desa Adat Suku Tengger Sebagai Pengembangan Ekonomi Lokal Pasca Pandemi Covid-19 (Studi Kasus : Kecamatan Tosari, Pasuruan)

Tim :

  1. Ferdian Wibowo
  2. Sukma Dyah Aini
  3. Muhamad Akbar Makhbubi

Asal Universitas : Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya

Juara 2

Judul : DORU “Aplikasi Dongeng Tunarungu Meningkatkan Pemerolehan Bahasa Siswa Tunarungu Guna Menghadapi Era Society 5.0”

Tim :

  1. Muhammad Najmil Yusro
  2. Lif Ahmad Rifai
  3. Sahira Khairunnisa

Asal Universitas : Universitas Negeri Jakarta

Juara 3

Judul : DIGIDRY(Digitizing Laundry) “Platform Digitalisasi UMKM Laundry Sebagai Upaya Optimalisasi Teknologi Dalam Meningkatkan Daya Saing Menuju Era Society 5.0”

Tim :

  1. Lulu Luthfiah
  2. Eka Sulistyawati
  3. Hermalia Putri

Kisah Inspiratif :

  1. Arif Waryanto,

Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang.

  1. Yulina Winda Rahma,

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Lampung

  1. Siti Nurnasratina Br

Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

UKM Penalaran Ilmiah dan Kreativitas Mahasiswa (UKM Pelita) merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa di Universitas Tidar yang didirikan pada 20 Desember 2019, melalui keputusan Rektor Untidar 436/UN57/KM/2019. UKM PELITA berkonsentrasi pada bidang peminatan penalaran ilmiah, penelitian, pengabdian, serta pengembangan bakat, minat, dan kreativitas mahasiswa.

Penulis : Humas

Tim Dosen dan Mahasiswa UNTIDAR Ciptakan Permen Ternak Herbal

Tim dosen dan mahasiswa Program Studi (S1) Peternakan Fakultas Pertanian, dan Program Studi (S1) Teknik Mesin Fakultas Teknik, Universitas Tidar, menciptakan Permen Ternak Herbal sekaligus mesin pembuatnya yaitu Mesin Pres Pneumatik, untuk meningkatkan produktivitas ternak. Mereka mengenalkannya kepada komunitas peternak di Desa Wisata Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang melalui kegiatan penyuluhan dengan tema “Inovasi Pembuatan Permen Ternak Dengan Mesin Pres Otomatis Berbasis Pneumatik”. Kegiatan ini bertujuan sebagai upaya pemberdayaan Pokdarwis Salink (Sadar Lingkungan) Desa.

Kegiatan penyuluhan diketuai oleh Nur Hidayah, S.Pt., M.Si dengan pendanaan dari hibah Program Kemitraan Masyarakat Kemendikbudristek tahun 2021. Kegiatan ini dihadiri sekitar 30 peternak dari gabungan kelompok tani ternak Argo Kencono, penyuluh lapangan setempat, dan perwakilan Dinas Peternakan Perikanan Kabupaten Magelang.

Kegiatan penyuluhan dimulai dengan sosialisasi teknis dan penentuan formula dalam membuat permen ternak, dengan memanfaatkan bahan pakan lokal baik dari limbah pertanian, perkebunan atau hasil-hasil usaha yang ada di lokasi setempat. Selanjutnya dilakukan praktik bersama peternak secara langsung dalam membuat permen dan langsung diuji coba (diaplikasikan) pada ternak kambing perah yang ada disana. Permen Ternak merupakan pakan tambahan (suplemen) untuk ternak ruminansia (sapi, kerbau, domba, dan kambing) yang dibuat dari bahan baku sumber karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang diolah sedemikian rupa sehingga berbentuk padat dan keras. Permen ternak merupakan teknologi suplementasi pakan penguat, mineral, dan bisa ditambahkan jamu herbal. Produk permen ternak ini bentuknya praktis dan telah terbukti dapat meningkatkan produktifitas dan status kesehatan ternak (Suharti dan Hidayah, 2015).

“Permen Ternak merupakan teknologi tepat guna yang mudah, murah, dan praktis dalam pembuatan dan penggunaannya. Pembuatannya hanya memerlukan bahan-bahan yang murah dan bisa diinovasikan dengan memanfaatkan potensi lokal untuk dicampur dan dicetak agar didapatkan produk permen ternak yang padat dan keras. Cara pemberiannya mudah dan praktis. Permen ternak dikait dengan kaitan khusus kemudian digantung di depan ternak dengan jarak yang terjangkau oleh mulut ternak, sehingga ternak akan menjilat permen tersebut. Satu blok permen ternak dapat digunakan untuk jangka waktu 0,5-1 bulan, sehingga peternak tidak perlu repot-repot untuk memberikannya setiap hari.” Jelas Nur Hidayah.

Kelompok peternak di Desa Wisata Ngargoretno juga dikenalkan dengan alat pres otomatis dalam pembuatan permen ternak. Alat tersebut dikembangkan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Tidar yang diketuai oleh Ikhwan Taufik, S.Pd. M.Eng. “Mesin manual yang selama ini digunakan membutuhkan waktu yang lama dan tenaga fisik yang kuat. Sehingga dikembangkan mesin pres otomatis berbasis pneumatik.” kata Ikhwan. Lebih lanjut ia menjelaskan dengan adanya prinsip otomatisasi menggunakan sistem pneumatik di mesin ini, produktivitas dan efektivitas pembuatan permen tersebut diharapkan semakin meningkat. Sementara itu, teknologi pneumatik dipilih untuk diterapkan di mesin press ini dengan pertimbangan lebih banyak keuntungan penggunaan sistem pneumatik jika dibandingkan dengan menggunakan teknologi lain.

Pembuatan produk permen dan aplikasinya pada ternak diharapkan dapat menjadi bagian di dalam paket wisata integrated farming, sehingga produk yang ditawarkan lebih menarik dan bervariasi, serta akan menjadi menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjungg Desa Wisata Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UNTIDAR Kembangkan Produk Inovasi Kristik Batik Nusantara

Lima mahasiswa program studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar berinovasi untuk memproduksi  Kristikbatikku, yaitu kristik bermotif  batik nusantara, dilengkapi dengan QR code berisi penjelasan dari motif batik tersebut. Tim yang beranggotakan Putri Ariani, Magvani Azzahra Baihaqi, Rezti Dwi Oktaviani, Dianah Nur Afifah, dan Umu Fajriyati ingin turut berperan dalam melestarikan kebudayaan Indonesia, khususnya batik.

“Dengan beragamnya kebudayaan Indonesia, maka kita sebagai masyarakat harus ikut menjaga dan melestarikan kebudayaan tersebut,” ungkap Putri selaku ketua tim. “Upaya yang kami lakukan yaitu dengan membuat kristik menggunakan pola batik nusantara disertai QR code berisi informasi mengenai batik, yang terintegrasi dengan website Kristikbatikku. Tujuannya supaya bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai budaya Indonesia terutama pengetahuan mengenai batik nusantara,” tambahnya.

Lebih lanjut Putri menjelaskan bahwa Usaha Kristikbatikku berupa paket alat bahan (kit) pembuatan kristik berupa kain, pola, jarum jahit, dan benang CMC, dilengkapi dengan QR Code dan dikemas menarik menggunakan custom box. “Keunggulan komoditas produk jika dibandingkan dengan kompetitor diantaranya:

  • Terdapat QR Code yang dapat discan untuk mendapatkan informasi mengenai kebudayaan batik Indonesia yang terintegrasi dengan website www.kristikbatikku.com;
  • Produk kristik batik mengenalkan budaya nusantara khususnya batik yang dikemas dalam bentuk kristik;
  • Pembuatan pola kristik dibuat setelah mempelajari cara pembuatan pola kristik melalui aplikasi cross stich khusus pola kristik, sehingga menambah inovasi dalam pola motif batik dan dapat meminimalisir tingkat kesukaran dalam pengerjaan kristik;
  • Terdapat video tutorial yang disedikan di channel youtube, sehingga para pengguna bisa mengaksesnya dengan mengakses link yang telah tersedia pada website yaitu https://youtu.be/WnJnhR2dum4;
  • Packaging produk lebih menarik dan ramah lingkungan, yaitu dengan menggunakan custom box, berbeda dengan kompetitor pada umumnya yang hanya memakai plastik,” urai Putri.

Kristikbatikku adalah adalah ide kewirausahaan mahasiswa UNTIDAR yang tahun  2021 ini mendapatkan dana hibah PKM-K dari Kemdikbudristek. “Dalam pasar lingkup kampus Universitas Tidar dan sekitar Magelang, serta pemasaran produk yang dilakukan di berbagai akun media sosial, Kristikbatikku sudah berhasil mencapai penjualan 140 kit kristik dalam jangka waktu kurang lebih 3 bulan. Artinya Kristikbatikku ini layak untuk dijadikan usaha,” tutur Putri. Pada periode berikutnya Kristikbatikku akan mengembangkan kegiatan bisnisnya secara kontinu dan menambah berbagai motif batik nusantara serta menambah variasi ukuran kristik. Ini bertujuan agar konsumen memiliki lebih banyak pilihan motif yang disukai sekaligus semakin memperkenalkan berbagai motif batik yang dimiliki Indonesia, agar budaya Indonesia terus lestari. Selain itu, Kristikbatikku juga akan mengembangkan usaha dengan membuat kristik jadi yang sudah diaplikasikan ke berbagai barang. Tidak hanya diaplikasikan di pigura lalu digantung di dinding, tetapi Kristikbatikku akan mengaplikasikannya pada barang lain seperti pembatas buku, baju, sarung bantal, dan tas,” pungkasnya.

RINTIS BUKA PRODI PARIWISATA, UNTIDAR JALIN KERJASAMA DENGAN UNIVERSITAS UDAYANA

Universitas Tidar dan Universitas Udayana resmi menjalin kerjasama dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Kamis (16/12) di Ruang Bahasa, Lantai 2 Gedung Rektorat Universitas Udayana.

Kerjasama ini merupakan bentuk payung hukum atas kegiatan pengembangan Tri Dharma Pendidikan yang melingkupi bidang Pendidikan, Penelitian, Pengembangan Sumber Daya, dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

“Selain Tri Dharma Pendidikan, tujuan kami menjalin kerjasama dengan UNUD adalah dalam rangka pembukaan prodi baru yaitu pariwisata,” tutur Rektor UNTIDAR.
UNTIDAR berlokasi di Kota Magelang, Jawa Tengah yang lokasinya dekat dengan obek wisata Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Faktor kedekatan lokasi ini mendorong UNTIDAR untuk memberikan bantuan dalam pengembangan potensi wisata salah satunya dengan membuka prodi pariwisata.

Kegiatan penandatangan MoU ini melibatkan Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc selaku Rektor UNTIDAR dan Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Informasi UNUD sebagai perwakilan Rektor yang saat itu berhalangan hadir.

“Kami menyambut baik kerjasama dengan UNTIDAR dan segera mungkin MoU ini kita laksanakan lebih lanjut dalam bentuk Perjanjian Kerjasama (PKS),” kata Prof. I Putu Gede, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Informasi UNUD.

Dalam kesempatan ini juga berlangsung penandatanganan PKS atau Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Ekonomi UNTIDAR dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Pariwisata UNUD.

“Kerjasama antar fakultas yang dirumuskan dalam kegiatan tersebut meliputi kerjasama bidang tridharma antara Fakultas Ekonomi UNTIDAR dan Fakultas Ekonomi Bisnis UNUD, kerjasama bidang perumusan kurikulum program studi pariwisata antara Fakultas Ekonomi UNTIDAR dan Fakultas Pariwisata UNUD,” jelas Prof. Dr. Hadi Sasana, S.E., M.Si, Dekan Fakultas Ekonomi UNTIDAR.

Acara penendatanganan MoA diwakili Dekan Fakultas Ekonomi UNTIDAR. Sedangkan dari pihak Fakultas Ekonomi dan Bisnis diwakili Agoes Ganesha Rahyuda, S.E., M.T., P.hD. selaku Dekan dan Dr. Drs. I Nyoman Sunarta, M.Si. selaku Dekan Fakultas Pariwisata UNUD. Penandatangan kerjasama secara terknis tersebut diharapkan agar mampu memberikan manfaat akademis antar kedua lembaga.

Kerjasama bidang pengelolaan program studi pariwisata menjadi urgensi utama dalam pembahasan kerjasama antar universitas. Fakultas Ekonomi UNTIDAR yang pada tahun ini mengusulkan pendirian program studi baru pariwisata membutuhkan bentuk kerjasama tersebut. Dalam dokumen kerjasama bidang pariwisata tertuang bentuk kegiatan yang berupa pendampingan penyusunan kurikulum program studi pariwisata Fakultas Ekonomi UNTIDAR. Mengingat bahwa Fakultas Pariwisata UNUD sudah memiliki pengelolaan yang baik dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi bidang pariwisata di Indonesia.

Selain penandatanganan kerjasama bidang pariwisata, antar pimpinan lembaga turut melakukan kunjungan di salah satu gedung perkuliahan Fakultas Pariwisata UNUD di sekitar Jl. Raya Kampus Unud, No 2013, Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Penulis :
Jalu Aji Prakoso, S.E., M.Ec.Dev.

REKTOR UNTIDAR : LULUS DAN IJAZAH BUKAN JAMINAN SUKSES!

Rektor Universitas Tidar, Prod. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc. menekankan kesuksesan tidak akan datang hanya dengan predikat lulus kuliah dan ijazah pada sambutannya dalam Wisuda Pascasarjana, Sarjana dan Ahli Madya ke 59 Universitas Tidar, Sabtu (18/12).

“Lulus dan mendapatkan ijazah dari perguruan tinggi bukan jaminan terhadap kesuksesan saudara di saat yang akan datang. Keberkahan ilmu pengetahuan dan ketrampilan bergantung pada ketawadukan saudara, dalam menjaga rasa hormat kepada orang tua dan guru saudara,” kata Rektor.

Orang tua dan dosen sebenarnya tidak berharap atas suatu penghormatan namun anak/mahasiswalah yang seharusnya menghormati mereka supaya ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki menjadi berkah.

“Saudara juga perlu melihat dan berpikir tentang bagaimana berkontribusi kepada masyarakat dan menjadi seseorang yang bersemangat serta adaptif dengan hal-hal baru untuk menghadapi situasi saat ini,” tambahnya.

Wisudawan lulus pada masa pandemic covid 19 serta revolusi industry 4.0 Dimana kondisi ekonomi tidak stabil dan mulai bermunculan peluang pekerjaan baru yang mungkin sebelumnya belum ada.

“Jiwa adaptif itu wajib dimiliki alumni UNTIDAR. Mampu menyesuaikan diri dengan cepat baik dengan keadaan maupun kemajuan teknologi saat ini. Kampus ini hanya sarana, tetapi kemampuan dan kesuksesan kembali anda lah yang menentukan,” kata Wawan Setiadi, S.E., M.A., M.S.E.

Alumni UNTIDAR Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, UNTIDAR yang lulus tahun 1998 ini sepakat dengan pesan Rektor kepada wisudawan.

“Saya juga lulus 23 tahun lalu disaat ekonomi Indonesia tidak stabil, saat itu sedang krisis moneter. Jika hanya berbekal ijazah tidak cukup. Situasi saat ini sudah mulai berubah, dulu satu-satunya jalan membuka buku rekening harus datang ke Teller. Saat ini anda bika membuka buku tabungan via ATM atau online, lama kelamaan pekerjaan Teller bisa saja menghilang, anda harus segera beradaptasi dan bersiap menghadapi perubahan yang ada,” tuturnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang ini berpesan alumni UNTIDAR harus menjadi pribadi yang HEBAT; Humble, Entrepreneur, Berdedikasi, Aktual dan Tekun karena mereka adalah calon-calon pemimpin bangsa ini.

Wisuda ke 59

Wisuda periode ke 59 ini merupakan wisuda ketiga kalinya yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat karena dilaksanakan dalam masa pandemi Covid-19.

“Wisuda ke 59 ini meluluskan 400 wisudawan, lebih banyak jumlahnya dari 2 wisuda sebelumnya. Wisudawan wajib rapid antigen dan bagi yang tidak menyertakan hasil antigen negatif disediakan GeNose oleh panitia,” kata Rektor, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc.

Hanya wisudawan yang diperbolehkan masuk ke lokasi pewisudaan. Prosesi wisuda akan disiarkan secara Live Youtube Universitas Tidar sehingga keluarga dapat menyaksikan dari rumah atau lokasi masing-masing.

Sebelum masuk ke GKU wisudawan juga wajib mencuci tangan dan diukur suhu tubuhnya. Jika lebih dari 37,3 derajat maka dipersilahkan istirahat 10 menit terlebih dahulu untuk dicek yang kedua kalinya. Jika setelah 2 kali pengecekan dan suhu masih tinggi maka wisudawan tidak diperkenankan masuk ke GKU.

Wisudawan terbaik diperoleh Rismayanti, wisudawan program studi (prodi) S1 Ilmu Administrasi Negara dengan IPK 3,75 dan terbaik kedua, Kevin Aditia wisudawan prodi S1 IPA dengan IPK 3,72.

Wisudawan Terbaik pertama mendapatkan penghargaan dari BRI Magelang sebesar Rp 1 juta dan terbaik kedua sebesar Rp 750ribu yang diserahkan oleh Sri Widiyati, S.E., Kepala Unit BRI Karanggading, Magelang.

Wisuda ke 59 ini meluluskan 400 wisudawan dan 4 diantaranya  meraih gelar Cumlaude dengan rincian sebagai berikut :

PROGRAM STUDI JUMLAH
Fakultas Ekonomi
S1 Ekonomi Pembangunan 56
S1 Akuntansi 46
S1 Manajemen 47
D3 Akuntansi 70
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
S1 Ilmu Administrasi Negara 19
S1 Hukum 7
S1 Ilmu Komunikasi 1
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
S2 Pendidikan Bahasa Indonesia 1
S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 18
S1 Pendidikan Bahasa Inggris 11
S1 Pendidikan IPA 11
Fakultas Pertanian
S1 Agroteknologi 18
S1 Peternakan 36
Fakultas Teknik
S1 Teknik Elektro 11
S1 Teknik Mesin 17
S1 Teknik Sipil 28
D3 Teknik Mesin 3
Total 400

“Tahun 2021 ini total jumlah yang diwisuda adalah 966 wisudawan, jumlah ini diprediksi akan meningkat pada tahun depan karena ada beberapa prodi baru yang telah meluluskan mahasiswanya seperti Manajemen, Komunikasi dan Hukum,” tambahnya.

Rismayanti, Wisudawan Terbaik

Rismayanti, wisudawan program studi (prodi) S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) berhasil meraih predikat wisudawan terbaik pada Wisuda ke 59 Universitas Tidar pada Sabtu (18/12).

Risma mendapatkan IPK 3,75 dan menyelesaikan studinya dalam 3 tahun 10 bulan 5 hari.

“Tidak pernah menyangka bisa menjadi wisudawan terbaik. Akhirnya kini bisa membanggakan Mak’e dan Pak’e serta membuktikan pada mereka yang pernah meragukan anak dari keluarga kurang mampu bisa kuliah dan sukses,” kata Risma.

Menjelang lulus SMA dari SMK N 2 Magelang, Risma disarankan untuk mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di UNTIDAR.

“Saya ragu mau melanjutkan kuliah, tidak ada biaya. Pak’e dan Mak’e hanya petani dan masih ada 2 adik saya yg masih sekolah juga. Tapi Guru BK bilang kalau kita yakin pasti nanti ada jalannya, saya dibimbing untuk mendaftar Bidikmisi dan SNMPTN saat itu,” tambahnya.

Putri Bapak Amroni dan Ibu Nur Cahyati asal Dusun Bundisan, Desa Balekerto, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang ini akhirnya mendapatkan Bidikmisi dan berhasil lolos SNMPTN di prodi Ilmu Administrasi Negara.

Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah untuk lulusan SMA sederajat bagi yang memiliki potensi akademik dan berasal dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Risma mendapatkan bantuan pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) tiap semester serta mendapat uang saku tiap bulannya dari Bidikmisi.

Walaupun sudah mendapat Bidikmisi untuk mendukung biaya perkuliahannya, Risma juga mencoba beberapa kali kerja part time. Terakhir, Risma berkesempatan menjadi Bendahara Lapangan di Kantor Desa Balekerto.

Sebagai wisudawan terbaik, Risma diberi kesempatan untuk menjadi perwakilan wisudawan untuk memberikan sambutan pada prosesi Wisuda UNTIDAR ke 59. Baginya, kekurangan ekonomi bukanlah alasan untuk tidak mencapai kesuksesan.

“Janganlah takut untuk bermimpi, sukses itu punya semua orang yang tekun dan selalu berusaha. Orang dari keluarga tidak mampu bisa sukses, semua pasti ada jalannya pastinya terus berikhtiar dan berdoa,” pungkas Risma.