UNTIDAR dan Biro Ortala Kemendikbudristek Bahas Usulan Penataan OTK

Senin s.d. Rabu (13-15/12/2021) Universitas Tidar (UNTIDAR) mengikuti kegiatan Pembahasan Usul Penataan Organisasi dan Tata Kerja Perguruan Tinggi Negeri yang diadakan oleh Biro Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). UNTIDAR berupaya untuk menyederhanakan birokrasi serta melakukan penataan organisasi dan tata kerja sesuai  Pidato Presiden tanggal 20 Oktober 2019, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 17 Tahun 2021 Tentang Penyetaraan Jabatan Administrasi ke Jabatan Fungsional, dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 25 Tahun 2021 tentang Penyederhanaan Struktur Organisasi pada Instansi Pemerintah untuk Penyederhanaan Birokrasi.

Penataan OTK bertujuan untuk menciptakan iklim organisasi yang lebih tertata secara sistematis, serta sebagai kelengkapan mekanisme sistem organisasi dengan berpedoman pada peraturan dan perundangan yang berlaku. Kegiatan Pembahasan Usul Penataan Organisasi dan Tata Kerja Perguruan Tinggi Negeri diadakan di Hotel Salak, Bogor, Jawa Barat. Hadir pada acara ini Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana Kemendikbudristek, Dr.Ir. Mustangimah, M.Si., Rektor UNTIDAR Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UNTIDAR, Kepala BUK UNTIDAR, Tim Biro Ortala Kemendikbudristek, Tim Setditjen Dikti-Ristek Kemendikbudristek, dan Tim Penyusun Naskah Akademik UNTIDAR.

“Biro Ortala sudah melakukan telaah terhadap naskah akademik Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Tidar, dan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda,” kata Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana Kemendikbudristek, Dr.Ir. Mustangimah, M.Si. “Ini merupakan pertama kalinya UNTIDAR mengusulkan penataan OTK. Telaah perlu dipahami dan diputuskan bersama antara Biro Ortala dengan UNTIDAR. Tentunya upaya menyamakan persepsi dan pendapat tidak cukup dilakukan dalam satu kali pertemuan dan diskusi. Selain itu, Biro Ortala masih menunggu disetujuinya pedoman organisasi dan tata kerja PTN dari KemenpanRB.” jelasnya.

Hasil diskusi pembahasan ruang lingkup penataan organisasi selama 3 hari diantaranya :

  1. Perubahan nomenklatur Wakil Rektor Bidang Akademik menjadi Wakil Rektor Bidang Akademik, Perencanaan, dan Kerja Sama, serta Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan menjadi Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum.
  2. Penataan Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Penjaminan Mutu Pendidikan menjadi 2 lembaga yaitu Lembaga Penelitan dan Pengabdian dan Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu.
  3. Penyederhanaan birokrasi pada unsur pelaksana administrasi.
  4. Perubahan nomenklatur dan penambahan unit penunjang akademik (UPA)
  5. Koreksi terkait isian data Naskah Akademik (untuk segera diperbaiki dan diusulkan Kembali ke Biro Ortala)

Bantu Membangun Desa Wisata di Kwadungan Gunung, UPT PKPP Melakukan Pemetaan Masalah

Komitmen Universitas Tidar dalam pendampingan desa semakin dikukuhkan melalui Gerakan Kampus Desa. Kwadungan Gunung sebagai desa binaan, pada hari Rabu (15/12) kembali disambangi tim UPT Pengembangan Kewirausahaan dan Pembangunan Pedesaan (PKPP) UNTIDAR dalam kegiatan lanjutan, pemetaan masalah.

Pimpinan UPT PKPP, Dra. Lucia Rita Indrawati, M.Si., dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa tahap pemetaan masalah ini sangat penting untuk pengayaan data. “Potensi, masalah sosial, termasuk keinginan masyarakat, masalah birokrasi, regulasi, dan sebagainya perlu diketahui secara komprehensif agar didapat bentuk dan solusi yang paling tepat sebelum kita melakukan eksekusi.” imbuhnya.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari perwakilan BUMDes, pemuka agama, dan masyarakat. Disebutkan bahwa Kwadungan Gunung memiliki beberapa potensi destinasi yang bisa dikembangkan lebih lanjut. Di antaranya Camping Ground Sedadap dan makam Dusun.  Area Sedadap merupakan area wisata alam berupa tanah terasering yang ditumbuhi pohonan pinus, ikaliptus, edelwise, cempedak, pohon sedadap (pohon endemik). Sedang makam Dusun memiliki potensi daya tarik karena terdapat makam pendiri Dusun.

“Di camping Ground Sedadap telah terbentuk kepengurusan namun tidak efektif karena tugas pokok dan fungsinya belum diatur secara detail dan belum legal (tidak ada SK). Tim kepengurusan tersebut kami sebut sebagai Tim Outbound,” jelas salah seorang peserta.

Kesenian, UMKM, dan kuliner dalam desain besar potensi wisata, perlu diselenggarakan sebagai wisata pendukung. Dari data yang ada, hampir setiap RT di Kwadungan Gunung mempunyai kelompok kesenian berupa tari tradisional, yaitu Kuda lumping, Tari topeng, Angklung, Kobro siswa, dan Bangilun.

Peserta lain menjelaskan, untuk bidang kerajinan, yang ditekuni oleh ibu rumahtangga di Kwadungan Gunung adalah rajutan dan bunga sintesis. “Model bisnis rajutan sudah terbentuk. Suplier mengirimkan benang ke ibu-ibu pengajin, kemudian setelah jadi disetorkan kembali ke suplier. Pengrajin mendapatkan upah sesuai dengan jumlah rajutan yang dibuat. Jenis rajutan yang dibuat adalah tas dan dompet. Sedangkan kerajinan bunga sinstesis dibuat dari limbah plastik. Model bisnis bunga sintesis belum terbentuk. Kendala dari kerajinan ini adalah pemasaran,” lanjutnya.  Peserta tersebut menambahkan, kuliner pada desa Kwadungan gunung adalah Tempe Renyah. Bisnis ini sidah berjalan namun masih dipasarkan pada lingkup warung-warung lokal sekitar desa.

Dalam kesempatan tersebut juga diputuskan langkah yang harus dilakukan untuk pengelolaan wisata di Kwadungan Gunung yang pertama adalah penerbitan SK POKDARWIS di bulan Januari 2022. Pada bulan Februari 2022 membentuk rencana aksi yang melibatkan pengurus dan UMKM setempat. Setelah itu Pelatihan dan pendampingan promosi, legalitas usaha, dan HKI apabila memungkinkan.

Penulis : Tim UPT PKPP

Editor : Danu Wiratmoko

UNTIDAR Gandeng BNN Kabupaten Bantul Perangi Narkoba

Dalam upaya memerangi narkoba di lingkungan kampus, Universitas Tidar (UNTIDAR) menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bantul menyelenggarakan workshop ‘Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Menuju Universitas Tidar Bersinar (Bersih Narkoba)’, di Ros-In Hotel Yogyakarta (13-14/12).

Acara yang berlangsung 2 hari tersebut dibuka oleh Kepala BNN Kabupaten Bantul, Arfin Munajah, S.E., M.M. Dalam sambutannya, disebutkan bahwa prevelensi pengguna narkoba di tingkat remaja (Pelajar dan Mahasiswa) meningkat cukup signifikan. Bahkan Yogyakarta masuk dalam 5 besar dalam peredaran gelap narkotika di Indonesia. “Tentu ini menjadi keprihatinan bersama. Untuk itu, perlu adanya gerakan bersama, tidak lagi sekadar mencegah, namun sudah urgent menggemakan tagline War on Drugs!” tegasnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., di kesempatan yang sama menyebutkan goal dari kegiatan ini adalah terbentuknya Satgas UNTIDAR BERSINAR. “Kami berharap, outcome kegiatan ini perlu ditunjukkan impactnya. Kampus yang bersih dari narkoba adalah bentuk membangun reputasi, dan ini akan menjadi daya tarik calon mahasiswa, sehingga kita bisa menjaring mahasiswa baru yang berkualitas.” katanya.  “Kita harus gelorakan kampus UNTIDAR sebagai tempat yang nyaman untuk belajar, dengan mengawal dan membentengi kegiatan-kegiatan negatif, termasuk sejalan dengan gerakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), yaitu mengimplementasikan Gerakan Anti Kekerasan Seksual.” imbuhnya.

Sejumlah 30 orang terdiri dari tenaga kependidikan, dosen, dan mahasiswa UNTIDAR terlibat dalam kegiatan ini. Mereka dibekali materi pengetahuan umum seputar narkoba, bagaimana cara pencegahannya, sekaligus diajak menyusun rencana program Satgas Narkoba. Selain itu dilakukan juga test urine seluruh peserta untuk melihat apakah ada yang terpapar atau tidak.

Di penghujung acara, peserta secara simbolis menerima sertifikat workshop dan penyematan pin Relawan Anti Narkoba oleh Kepala BNN Kabupatan Bantul, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, serta Kepala BAKPK UNTIDAR.

Penulis : Humas

PELAKSANAAN WISUDA PASCASARJANA, SARJANA DAN AHLI MADYA PERIODE KE-59 TAHUN 2021

Informasi Pelaksanaan Wisuda Pascasarjana, Sarjana dan Ahli Madya Periode ke 59 Tahun 2021 KLIK DISINI

Denah Tempat Duduk Wisudawan KLIK DISINI

Mohon dibaca dengan seksama dan teliti.



PENERIMA BEASISWA PANCAKARSA KABUPATEN BOGOR TAHUN AKADEMIK 2021/2022

Berdasarkan Perjanjian Kerja Sama antara Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bogor dengan Universitas Tidar tentang Pemberian Beasiswa Pancakarsa Bagi Pemuda Berprestasi dengan ini Rektor Universitas Tidar mengumumkan bahwa nama-nama mahasiswa yang tercantum dalam lampiran surat ini dinyatakan sebagai Penerima Beasiswa Pancakarsa Kabupaten Bogor Tahun Akademik 2021/2022.

Bagi para mahasiswa penerima beasiswa diwajibkan mengisi data nomor rekening aktif atas nama penerima beasiswa pada laman https://bit.ly/RekBeasiswaPancakarsa2021 guna
keperluan penyaluran beasiswa. Pengisian paling lambat Selasa, 14 Desember 2021.

Informasi lengkap KLIK DISINI



302 Peserta Ikuti SKB Wawancara dan Microteaching di UNTIDAR Secara Online

Sebanyak 302 orang peserta seleksi CPNS Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Lingkungan Universitas Tidar tahun 2021 mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) wawancara dan/atau tes praktik mengajar (micro teaching). Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi ( Kemdikbudristek) telah menggelar Seleksi Kompetensi Bidang ( SKB) untuk tes Computer Based Test (CBT) CPNS hari Sabtu hingga Minggu (4-5/12/2021).

Seleksi Kompetensi Bidang adalah tahapan yang harus dilalui oleh peserta seleksi CPNS setelah lolos pada tahap Seleksi Kompetensi Dasar.

Pada SKB CBT Subtes yang diujikan meliputi:

  1. Literasi Bidang Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, bagi pelamar kebutuhan tenaga kependidikan (non dosen) yaitu mengukur pengetahuan dasar dan wawasan pelamar terkait substansi pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi atau Etika dan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan bagi pelamar kebutuhan tenaga pendidik (dosen) yaitu mengukur pengetahuan dasar dan wawasan pelamar terkait substansi etika dan tri dharma perguruan tinggi.
  2. Literasi Bahasa Inggris, mengukur kompetensi dasar penguasaan bahasa inggris meliputi kemampuan pemahaman bacaan singkat dan pemecahan masalah.
  3. Penalaran dan Pemecahan Masalah, mengukur kemampuan menganalisa dan memecahkan masalah dengan cara mencari alternatif solusi yang tepat.
  4. Dimensi Psikologi, mengukur tipe kepribadian, yaitu karakteristik kepribadian peserta, yang dapat mendukung kinerjanya secara optimal.

Keempat subtes diatas diujikan melalui Computer Based Test.

Peserta Seleksi CPNS 2021 juga harus mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) wawancara dan/atau tes praktik mengajar (micro teaching) bagi dosen, untuk menggali kemampuan komunikasi dan kemampuan berpikir (analytical thinking); bagaimana peserta mampu menyampaikan secara verbal suatu gagasan dengan sistematis, fleksibel, dan terbuka terhadap informasi baru. Untuk tenaga kependidikan (non dosen) pada jabatan tertentu juga dilaksanakan test unjuk kerja

Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) wawancara dan/atau tes praktik mengajar (micro teaching) di Lingkungan UNTIDAR diselenggarakan selama 4 Hari secara daring melalui aplikasi Video Conference (Zoom Cloud Meeting). Setiap harinya untuk sesi wawancara terbagi menjadi 20 sesi, dan untuk microteaching terbagi menjadi 15 sesi. Sejatinya Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) wawancara dan/atau tes praktik mengajar (micro teaching) dijadwalkan dilaksanakan pada tanggal 7,8,9 dan 10 Desember 2021. Namun karena terdapat kendala teknis pada sistem SKB CPNS Kemdikbudristek pada tanggal 7 Desember 2021, maka atas dasar arahan Panitia Pusat Kemdikbudristek pelaksanaan seleksi pada tanggal tersebut ditunda dan dilakukan penjadwalan ulang.

“Para peserta seleksi CPNS Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2021 di Lingkungan Universitas Tidar akan mengisi 114  formasi, terdiri dari 95 formasi dosen dan 9 formasi tenaga kependidikan,” jelas Kepala Biro Umum dan Keuangan UNTIDAR, Among Wiwoho, S.E., M.M. “Alhamdulillah selama 4 hari pelaksanaan, SKB Wawancara dan Microteching berjalan lancar. Kalaupun ada kendala, itu dikarenakan SKB dilaksanakan melalui aplikasi video conference, sehingga beberapa peserta terkendala jaringan internet yang tidak/kurang stabil. Namun secara umum pelaksanaan SKB Wawancara dan Microteaching di Lingkungan UNTIDAR berjalan lancar dan sangat kondusif,” tambahnya.

Penulis : Humas/TERK

Mahasiswa UNTIDAR Cetuskan Mesin Peningkat Produktivitas Sale Pisang Lidah dengan Metode Translation Pressed Screw

Mahasiswa UNTIDAR mencetuskan sebuah inovasi alat baru, yaitu Mesin Peningkat Produktivitas Sale Pisang Lidah dengan Metode Translation Pressed Screw. Mesin ini menggunakan screw yang berfungsi untuk melumat dan menekan pisang supaya keluar melalui lubang yang sudah berbentuk cetakan sale pisang lidah. Ide untuk membuat Mesin Peningkat Produktivitas Sale Pisang Lidah dengan Metode Translation Pressed Screw berawal dari keinginan untuk turut membantu mengatasi permasalahan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Sale Pisang Bunur di Desa Mangli Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen.

(UMKM) Sale Pisang Bunur didirikan oleh Ahmad Muhdor. Menurut Ahmad Mudor masih terdapat beberapa kendala pada proses produksi, yaitu proses pemipihan pisang yang masih menggunakan alat yang masih sederhana dan manual. Dibutuhkan waktu 8 jam kerja hanya untuk proses memipihkan 50 kg pisang. Tingkat produktivitas yang rendah tersebut menjadikan mitra tidak bisa memenuhi permintaan pasar.

Berdasarkan permasalahan tersebut, Rinal Choerul Anam (S1 Teknik Mesin), beserta Wahyucandra Ramadhani (S1 Teknik Mesin), Linda Fauziah (S1 PBSI), Lusida Kiswari (S1 Pendidikan IPA) dan Rusli Kusuma G.A (S1 Teknik Mesin) tergerak untuk memecahkan permasalahan mitra pada proses pemipihan pisang sehingga produktivitas meningkat dan dapat memenuhi permintaan pasar yaitu dengan menerapkan Mesin Peningkat Produktivitas Sale Pisang Lidah Khas Kebumen dengan Metode Translation Pressed Screw.

Penggerak dari mesin ini adalah sebuah motor listrik yang dihubungkan ke gear box untuk menurunkan kecepatan dan selanjutnya dihubungkan poros screw. Mesin ini juga ramah lingkungan dan hemat daya karena menggunakan motor listrik dengan daya rendah. Mesin ini juga lebih produktif karena sistem kerjanya yang kontinyu dan tidak perlu memipihkan satu persatu pisang melainkan cukup memasukan pisang ke mesin untuk diproses dan keluar lembaran panjang sale pisang lidah siap jemur. Hal ini tentu lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan alat manual yang harus satu persatu dalam proses pemipihan. Dengan alat ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, sehingga permintaan pasar dapat terpenuhi dan perekonomian pengusaha sale pisang semakin sejahtera.

“Di tahap awal kami melakukan survei mengenai kondisi dan permasalahan mitra secara daring melalui zoom dan luring dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Data hasil survei kami gunakan untuk analisis menggunakan literatur yang relevan dengan permasalahan tersebut,” kata Rinal. Lebih lanjut Rinal menjelaskan setelah melakukan analisa, dilanjutkan dengan pembuatan Buku Pedoman Aplikasi Mesin sebagai media sosialisasi daring dan luring ke mitra.  “Tahap selanjutnya kami memproduksi mesin. Produksi mesin dilakukan menggunakan jasa pihak ketiga dengan desain rancangan mesin dan material dari kami. Mesin ini menggunakan motor listrik sebagai pengerak dan screw sebagai media pelumat dan pendorong pisang ke cetakan pisang, serta meja kerja yang digunakan sebagai penerima sale pisang,” urai Rinal. “Kemudian kami melaksanakan sosialisasi mesin ke mitra secara daring dan luring. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan edukasi dan diskusi mengenai spesifikasi mesin, cara kerja mesin, dan cara perbaikan mesin apabila terjadi kerusakan. Setelahnya sampai pada tahap implementasi mesin ke mitra dan tak lupa kami lakukan monitoring dan evaluasi dengan tujuan  untuk mengetahui produktivitas pada sistem baik dari segi kelebihan dan kekurangan untuk selanjutnya dilakukan penyempurnaan sistem Mesin Peningkat Produktivitas Sale Pisang Lidah Khas Kebumen dengan Metode Translation Pressed Screw,” tambahnya.

Mesin Peningkat Produktivitas Sale Pisang Lidah Khas Kebumen dengan Metode Translation Pressed Screw adalah karya mahasiswa UNTIDAR yang lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2021 kategori Penerapan Iptek. Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI) merupakan program yang mempunyai tujuan utama mendorong mahasiswa mau keluar dari kampus guna melihat segala macam bentuk kebutuhan atau permasalahan pada masyarakat produktif dan sekaligus memberikan solusi IPTEK yang dibutuhkan dan dikehendaki oleh mitra. Lingkup bantuan iptek yang disepakati oleh mitra dapat berupa diversifikasi sumber bahan baku, peningkatan mutu produk, perbaikan proses produksi (perbaikan atau penggunaan alat atau mesin baru), perbaikan sanitasi, diversifikasi dari produk atau luaran, upaya peningkatan kapasitas produksi, penanganan dan pengolahan limbah, sistem jaminan mutu (ISO), kemasan, dan lain lain. Iptek yang akan dikerjasamakan dengan mitra adalah iptek yang sudah siap diterapkan, jadi tidak lagi memerlukan penelitian dan pengujian.

Senat Universitas Tidar Kunjungi Senat Universitas Siliwangi Dalam Rangka Peningkatan Kerjasama Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Dalam rangka peningkatan kerjasama Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Senat Universitas Tidar (UNTIDAR) melaksanakan Kunjungan Kerja ke Universitas Siliwangi (UNSIL), Rabu (1/12/2021).

Kunjungan ke Universitas Siliwangi diikuti oleh Ketua Senat UNTIDAR, Dr. Sri Mulyani, M.Si.,  Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc., anggota Senat UNTIDAR sebanyak 13 orang dan 8 orang tenaga kependidikan. Senat UNTIDAR disambut oleh Ketua Senat UNSIL, Prof. Deden Mulyana, S.E., M.Si., Rektor UNSIL, Prof. Dr. Rudi Priyadi, Ir., MS., jajaran anggota senat UNSIL sebanyak 25 orang, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama (BAKPK) dan Kepala Biro Umum dan Keuangan (BUK) UNSIL.

“Acara ini diinisiasi oleh Senat UNTIDAR. Namun secara pribadi saya mengundang senat UNSIL untuk bertandang ke UNTIDAR. Mungkin ada rencana berkunjung ke Yogyakarta, silahkan mampir ke Magelang,” kata Prof. Arifin.  “UNTIDAR dan UNSIL memiliki persamaan sebagai PTN baru, namun memiliki latar belakang dan pengalaman sangat yang berbeda. Kami berharap dengan kunjungan ini kami dapat melihat apa saja yang telah dikerjakan oleh Universitas Siliwangi. Pasti ada hal-hal baik yang bisa kami tiru,” tambahnya.

Rektor UNSIL Prof. Dr. Rudi Priyadi, Ir., MS. menyampaikan bahwa dengan adanya kunjungan ini tentunya dapat semakin memperat jalinan kerja sama antara UNSIL dengan UNTIDAR dalam rangka pemanfaatan sumber daya dalam di bidang pendidikan, terutama menyukseskan program MBKM.

Selama pertemuan, Senat UNTIDAR dan Senat UNSIL berdiskusi mengenai banyak hal. Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UNTIDAR, Dr. Jaka Isgiyarta, M.Si., CA, Akt. menyampaikan tentang kendala pelaksanaan MBKM. “Apabila MBKM sudah tidak dilakukan secara daring akan muncul permasalahan, sebab dengan pelaksanaan secara luring mahasiswa yang mengikuti MBKM harus menyiapkan biaya hidup di kampus yang dituju,” katanya. Wakil Rektor Bidang Akademik UNSIL yang juga menjabat sebagai Ketua Senat Prof. Deden Mulyana, S.E., M.Si. menyampaikan dalam realitanya pihak universitas tidak memungkinkan untuk mensupport keseluruhan biaya. “Padahal sudah menjadi kewajiban perguruan tinggi untuk memberikan fasilitas mahasiswa peserta program MBKM antara lain program magang, pertukaran mahasiswa dan pengabdian. Oleh karena itu pemerintah sebagai pencetus program MBKM diharapkan dapat memberikan bantuan secara materi untuk mahasiswa yang mengikuti program MBKM, sehingga tidak hanya mahasiswa yang mampu secara ekonomi yang mampu mengikuti program ini,”ucapnya.

Prof. Deden juga mengatakan bahwa pelaksanaan MBKM tidak bisa dilaksanakan secara asal asalan. “Segala sesuatu harus bisa diukur, baik dari perencanaan program, pelaksanaan program sampai dengan konversi nilai. Oleh karena itu Perjanjian Kerjasama harus dibuat secara jelas, agar pelaksanaan program yang dilakukan oleh perguruan tinggi dapat diakui oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Wakil Rektor Bidang Akademik UNTIDAR Dr. Ir. Noor Farid., M.Si. menyampaikan dalam menjalankan program MBKM, tiap program studi (prodi) tidak boleh merupakan core value masing-masing prodi, agar keilmuaannya tetap selaras. “MBKM memang memberi kesempatan mahasiswa menambah ilmu seluas-luasnya, tapi membutuhkan banyak pemikiran yang matang,” jelasnya.

Selain peningkatan kerjasama MBKM, kunjungan kerja Senat UNTIDAR juga bertujuan untuk menjalin silahturahmi, dan membahas berbagai hal diantaranya dinamika organisasi Senat, hubungan antar unit kerja, diskusi pengelolaan Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB), dan pengelolaan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Penulis : Humas/TERK

Tim Eternals Jurusan Teknik Sipil UNTIDAR berhasil Juarai National Bridge Competition 2021

Tim Eternals dari Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UNTIDAR berhasil menjadi pemenang di ajang National Bridge Competition 2021. National Bridge Competition merupakan salah satu lomba dalam rangkaian acara Civil Creative and Action (CREATION) 5th 2021 yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Departemen Teknik Sipil, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada. National Bridge Competition adalah sebuah kompetisi antar perguruan tinggi se-Indonesia dalam bidang ketekniksipilan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa khususnya dalam bidang teknik sipil untuk merencanakan sebuah rancangan jembatan rangka baja. Pada rangkaian acara 5th Creation kali ini, National Bridge Competition mengangkat tema: “Inovasi Jembatan Kokoh dan Efisien Guna Menunjang Pembangunan Infrastruktur yang Berkelanjutan”. Tujuan dari diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kreativitas mahasiswa untuk berinovasi dalam bidang perencanaan jembatan dan juga sebagai wadah untuk menerapkan ilmu ketekniksipilan dalam merancang jembatan. Peserta perlombaan adalah mahasiswa/i jenjang D3/D4/S1 yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta jurusan teknik sipil atau dari rumpun ilmu yang sejenis (arsitektur, teknik bangunan, dan sebagainya.).

Tim yang ikut serta dalam National Bridge Competition disyaratkan berasal dari perguruan tinggi yang sama (satu institusi) dan beranggotakan 3 orang dengan didampingi oleh 1 orang dosen pembimbing. Pada kompetisi ini  jenis jembatan yang dimodelkan peserta adalah  jembatan rangka baja dengan ketentuan lantai jembatan adalah seluruh lebar bagian jembatan yang digunakan untuk lalu lintas kendaraan. Lantai dihitung dari sisi dalam dan panjang jembatan adalah jarak yang diukur mengikuti garis tengah sumbu jembatan mulai dari ujung jembatan yang satu ke ujung jembatan lainnya. Aspek yang dinilai oleh juri adalah kelayakan rancangan peserta kompetisi berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan.

Pada tahap penyisihan, Tim Eternals harus mengikuti seleksi awal yaitu penilaian proposal perancangan model dan analisa struktur jembatan yang akan dibuat.  Setelah lolos tahap ini Tim Eternals masuk dalam tahap pembuatan video model jembatan dan presentasi file hasil pemodelan jembatan dari aplikasi SAP2000 (tahap final).

Pada tahap ini dilakukan penilaian apakah pemodelan struktur jembatan yang dibuat peserta sesuai dengan ketentuan perlombaan (dimensi, material, dan pembebanan yang digunakan). Setelah melalui babak final presentasi akhirnya Tim Eternals dari Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UNTIDAR berhasil meraih juara pertama. Tim Eternals berhasil mengungguli Tim Gammara’09 dari Universitas Hasanuddin sebagai juara 2, dan Tim CT-KJP40 dari Institut Teknologi Sepuluh November sebagai juara 3.

Kompetisi ini menjadi ajang bagi para peserta untuk berinovasi membuat pemodelan rangka baja untuk jembatan. Peserta dituntut untuk menjadi civil engineer yang dapat berpikir kritis mencari solusi dan inovasi dalam penyelesaian masalah tersebut dengan mendesain model rangka jembatan yang efektif, ekonomis, dan memiliki daya dukung tinggi terhadap struktur jembatan tersebut di lapangan, namun tak luput dari pertimbangan dalam kreasi rangka jembatan dari segi arsitektural.

Penulis : Humas/TERK