TARUNA AKMIL BERSAMA MAHASISWA UNTIDAR BERSINERGI DALAM KEGIATAN PRAJA BAKTI

Dalam rangka Latihan Praja Bakti TP 2021/2022, Taruna Akademi Militer (Akmil) Tingkat II dan Tingkat III bersinergi dengan dosen dan mahasiswa Universitas Tidar, melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di empat kecamatan yaitu Kecamatan Mungkid, Borobudur, Salaman, dan Tempuran. Kegiatan berlangsung selama enam hari mulai tanggal 15 November 2021 hingga 20 November 2021.

23 orang mahasiswa Universitas Tidar ikut serta dalam kegiatan ini. Dari Fakultas Ekonomi sebanyak 5 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik sebanyak 3 orang, serta Fakultas Teknik (Jurusan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Mesin, dan  Jurusan Teknik Sipil) sebanyak 15 orang. Adapun dosen yang turut mendampingi diantaranya adalah Budi Hartono, S.E., M.Sc., Muhammad Amin, S.T., M.T., Risky Via Yuliantari, S.Pd., M.Eng., Sri Hastuti, S.T., M.T.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Candra Wijaya yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Akademi Militer Brigjen TNI I Gede Agit Thomas mengatakan, pengalaman dalam latihan praja bakti bermanfaat sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kepekaan teritorial terhadap masyarakat di lingkungan sekitar.

Program pengabdian yang dilaksanakan diantaranya adalah pelatihan dan praktek servis gratis sepeda motor secara parsial (membuka baut tap oli, penyemprotan angin bak oli, isi oli, dll), pelatihan pengelasan tiang lampu jalan tenaga surya, pelatihan dan sosialisasi safety riding serta pelatihan bela negara bagi Linmas di desa Kalisari.

Selain memfokuskan pada pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat desa, sasaran PkM lainnya adalah pembuatan infrastruktur digital pada destinasi wisata Balkondes Karanganyar, Borobudur, Magelang. Infrastruktur yang dibangun adalah warung hotspot sebagai bisnis model mikro ekonomi desa dan perbaikan instalasi lampu jalan. Dilaksanakan juga Workshop Digital Marketplace dengan mengundang Ryan Manafe selaku CEO sekaligus Founder Dagangan Indonesia. Harapan adanya workshop digital marketplace, masyarakat bisa memasarkan dagangannya secara digital hingga mampu menembus pasar dunia.

Penulis : Humas/TERK

MEUFORIA TECH EXPO 2021: Ajang Mahasiswa Teknik UNTIDAR Unjuk Karya Inovatif

Himpunan Mahasiswa Mesin Fakultas Teknik Universitas Tidar menggelar acara tahunan MEUFORIA TECH EXPO pada hari Senin (22/11/2021).  Tema yang diangkat tahun ini adalah “Appropriate Technology for Society”. Acara ini dilaksanakan di gedung  auditorium Dr. H.R. Suparsono Universitas Tidar dengan meghadirkan Dinas Penelitian dan Pengembangan Kota Magelang dan dibuka secara resmi oleh Kepala Jurusan S1 Teknik Mesin UNTIDAR, Trisma Jaya Saputra ST. MT.

Dalam sambutannya, Trisma menyampaikan bahwa semua hasil karya yang dipamerkan ini patut diapresiasi. “Mahasiswa jangan ragu dan tetap semangat dalam berinovasi. Mari kita sama-sama tunjukkan, bahwa mahasiswa UNTIDAR dapat menciptakan alat yang aplikatif dan bersumbangsih bagi masyarakat luas.” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ikhwan Taufik, S.Pd., M.Eng., dosen Prodi Teknik Mesin yang juga sebagai pembimbing beberapa karya mahasiswa yang dipamerkan memberikan penjelasan bahwa karya yang ditampilkan ini adalah tugas matakuliah yang harus dipenuhi oleh mahasiswanya. “Sesuai visi UNTIDAR sebagai kampus yang unggul dalam kewirausahaan, Mahasiswa memang saya tuntut untuk menciptakan sebuah alat di akhir semester, dan harus bisa mempertanggungjawabkan fungsi dan manfaat alat tersebut bagi masyarakat.”

Ketua panitia Rozan Alifian, menjelaskan bahwa MEUFORIA TECH EXPO merupakan salah satu serangkaian acara dari Mechanical Engineering Euforia (MEUFORIA) 2021. MEUFORIA sendiri di selenggarakan dalam rangka menyambut ulang tahun Himpunan Mahasiswa Mesin Fakultas Teknik Universitas Tidar. MEUFORIA TECH EXPO ini berisikan hasil karya dari Mahasiswa Fakultas Teknik UNTIDAR. “Spesifikasi alat yang di pamerkan ada yang di peruntukan untuk lomba, seperti: mobil hemat energi, kapal cepat tak berawak, serta alat-alat yang di buat untuk memudahkan pekerjaan dari masyarakat, seperti: mesin penyuling biji kopi, mesin press permen berbasis pneumatik untuk pakan hewan ternak, dan Car RoliFlow Tracking, Alat Bantu Jalan Tuna Netra, Cnc Engraving Machine, Autofeedfish dan masih ada puluhan mesin dan alat-alat lainnya,” tuturnya.

Mahasiswa Teknik Mesin ini menambahkan, maksud dan tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk memperkenalkan ke masyarakat luas, bahwa Mahasiswa UNTIDAR dapat mengimplementasikan ilmu yang sudah dipelajari dengan menghasilkan karya untuk kepentingan masyarakat luas. “Harapan kami, acara MEUFORIA TECH EXPO dapat menjadi sarana bagi mahasiswa UNTIDAR, khususnya mahasiswa S1 Teknik Mesin, untuk mengembangkan potensi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, dan juga hasil karya dari Mahasiwa UNTIDAR dapat membantu masyarakat sekitar.

MEUFORIA TECH EXPO ini dihadiri Mahasiswa UNTIDAR, Masyarakat Umum, dan Dosen. Acara berjalan sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Satgas Covid Universitas Tidar. Total pengunjung MEUFORIA TECH EXPO kali ini mencapai lebih kurang 500 orang dan menggunakan jadwal untuk memasuki area EXPO.

Penulis : Rozan Alifian

Editor : Danu Wiratmoko

Webinar dan Pendampingan Penulisan Artikel Ilmiah BRIN Gelombang 2

Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah bereputasi nasional dan internasional, Direktorat Pendanaan Riset Inovasi, Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional akan mengadakan Webinar dan Pendampingan Penulisan Artikel Ilmiah untuk peneliti dan perekayasa dari lembaga penelitian, serta dosen perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Informasi lengkap KLIK DISINI



UPT PKPP UNTIDAR Dampingi Pengembangan Kawasan Kledung Melalui Gerakan Kampus Desa

UPT Pengembangan Kewirausahaan dan Pembangunan Pedesaan (PKPP) UNTIDAR menggandeng Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Surakarta dalam kegiatan Gerakan Kampus Desa di Desa Kwadungan Gunung, Kledung, Kabupaten Temanggung, Senin (14/11). Gerakan Kampus Desa adalah implementasi dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang menjadi program unggulan Kemendikbudristek. Kegiatan ini diikuti oleh belasan warga representasi dari berbagai elemen seperti BUMDes, tokoh masyarakat, BPD, Pamsimas, dan aparatur di desa Kwadungan Gunung.

Dalam sambutannya, Kades Kwadungan Gunung, Agus Susanta, menyampaikan terima kasihnya atas diadakannya kegiatan seperti ini. Dia menyebutkan, pembangunan desa memang sangat memerlukan edukasi dari pihak akademisi dan praktisi professional. “Di kawasan ini, sudah ada beberapa potensi destinasi wisata seperti camping ground, top selfie, dan sebagainya. Namun dalam perjalanannya mengalami banyak kendala sehingga tidak bisa berjalan dengan baik. Kehadiran UNTIDAR semoga bisa menggairahkan kembali bisnis wisata di kawasan ini,” sebutnya.

Kepala UPT PKPP UNTIDAR, Dra. Lucia Rita Indrawati, M.Si. menggarisbawahi bahwa akademisi memang mengemban amanah agar keberadaannya dapat bermanfaat bagi masyarakat. Ia menyebutkan Untidar melalui UPT PKPP telah melakukan pendampingan di beberapa desa agar mampu menjadi Desa Mandiri melalui pembentukan Desa Wisata. “Jika kemarin-kemarin, kami fokus pada desa di kawasan Borobudur, untuk ke depannya kami akan berkonsentrasi di kawasan Kledung ini. Selain mengundang praktisi untuk memberikan edukasi, kami juga berencana mengajak masyarakat desa Kwadungan Gunung ini studi komparasi dengan desa yang telah berhasil.” imbuhnya.

Rahadi Al Paluri, Ketua LPTP sebagai narasumber pertama menjelaskan pentingnya memperhatikan potensi keunggulan desa dalam pengembangan teknologi pedesaan. Strateginya adalah melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. “Tidak ada desa wisata yang berhasil tanpa berkolaborasi. Kegiatan seperti ini adalah bentuk kolaborasi. Desa harus benar-benar paham apa potensi yang dia miliki. Gali dan munculkan potensi aslinya diikuti potensi-potensi pendukungnya,” lanjutnya.

Senada dengan Rahadi, Tatag Taufani Anwar, S.IP., Praktisi Desa Wisata Kadipaten Wonosobo, menyebutkan ada 3 hal yang harus dipersiapkan untuk menuju Desa Wisata, yaitu Potensi, Kondusifitas, dan Sapta Pesona. Ia mengaku, di Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gerbang Dewa yang ia kelola, ketiga hal itu ia pegang teguh sebagai modal memulai konsep pembangunan Desa Wisata. “Potensi lokal, perlu. Tapi kondusifitas juga penting. Komitmen penyelenggara, masyarakat, dan aparatur harus dibuat agar terjalin sinergisitas. Sedang Sapta Pesona, di antaranya kebersihan, ketertiban, keramahan penduduk, keamanan, dan sebagainya juga harus dikonsep dengan baik,” pungkasnya.

Penulis : Humas/DW

Tim Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) UNTIDAR Ikuti KMI EXPO XII 2021 di Universitas Brawijaya Malang

Lima Tim Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) UNTIDAR yaitu AA Adventure, AKSESORIS KOS, Cocofe, MUSDAM dan Nateco Hijab mengikuti KMI Expo XII 2021 di Universitas Brawijaya Malang, tanggal 17-19 November 2021. KMI EXPO merupakan kegiatan yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun oleh Dit. Belmawa, Ditjen Diktiristek dengan menggandeng perguruan tinggi sebagai pelaksana. Kegiatan ini mendukung kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk menjadi lulusan yang berkarakter, inovatif, dan kompetitif di kancah nasional dan global. Tuan rumah KMI Expo XII 2021 adalah Universitas Brawijaya. Dalam pelaksanaannya KMI Expo XII akan melaksanakan 4 agenda utama yaitu: (1) KMI Award, (2) Pameran dan Bazaar Produk, (3) StartUp Summit dan (4) PWMI Award. Selain itu masih ada pendukung kegiatan yaitu: (1) International Student Entrepreneurship (a. Poster Competition, b. Essay Competition, c. Business Case Competition), (2) Kompetisi Café Mahasiswa Indonesia (3) Kompetisi Booth Sponsorship (4) Kompetisi TikTok Kewirausahaan Mahasiswa (5) Sarasehan Forkomawa, (6) Sarasehan Forum Pendamping Mahasiswa Indonesia (PWMI), (7) Sarasehan Indonesian Student Entrepreneurship Network, dan (8) Sarasehan Forum Pengelola Program Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia.

KMI EXPO tahun ini, memiliki tema “Collaboration and Synergy” yang memiliki arti menyediakan ruang dalam berinteraksi, bekerja sama dan berinovasi bagi seluruh peserta dan segenap civitas akademika perguruan tinggi dari seluruh Indonesia untuk mewujudkan keselarasan dalam kegiatan kewirausahaan yang inovatif, berdaya saing, dinamis dan terus berkembang.

Lima tim KMI UNTIDAR yang mengikuti KMI EXPO XII masing-masing diwakili 2 orang anggota tim, yaitu : 1. AA Adventure: Jasa Penyewaan dan Trip Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Lereng Gunung (Ariawan dan Feri Wirawan), 2. AKSESORIS KOS: Solusi Kenyamanan Belajar  (Mudhofar Zuhdi Tobiin dan Hanafi Mazi Syaputra), 3. Cocofe: Kreasi Kopi Untuk Mengembangkan Potensi Kopi Lokal Kabupaten Temanggung (Muhamad Affan Aqdam dan Upik Setyorini), 4. MUSDAM: Muscovy Duck Farm with Three Smart System Technology (Mujibul Marom dan Sri Widiastuti), 5. Nateco Hijab: Natural Ecoprint Hijab (Dina Kurniasari dan Anisa Solihati). Turut mendampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., dan para dosen pembimbing yaitu Dr. Ericka Darmawan, S.Si., S.Pd., M.Pd., Satrio Ageng Rihardi, S.H., M.H., Adhi Surya Perdana, S.P., M.Sc., Xander Salahudin, S.T., M.Eng., Kuswan Hadji, S.H., M.H., Dzikrina Dian Cahyani, S.S., M.A., Pradipta Bayuaji Pramono, S.Pt., M.Sc., dan Zuida Ratih Hendrastuti, M.Pd.

Delegasi KMI EXPO UNTIDAR mengikuti pameran/bazar dan menampilkan produknya secara offline dan online. Di ajang ini setiap universitas disediakan satu booth offline dan satu virtual booth yang menampilkan satu atau beberapa produk sekaligus. Delegasi yang mengikuti pameran/bazar secara online dapat menampilkan booth dan dapat berkomunikasi dengan pengunjung melalui Virtual Expo. KMI EXPO XII 2021 memberikan apresiasi dan anugerah kepada tim KMI yang Unggul. Penilaian fokus pada keunggulan kinerja dan profesionalisme dari wirausaha yang dijalankan.

Penulis : Humas/TERK

Menyongsong Kota Kembar Magelang – Tula (Mantul), Dubes RI Moskow Beri Kuliah Umum

Guna mendorong proses pengembangan kerja sama Kota Kembar Magelang-Tula (‘Mantul’), Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Jose Tavares, memberikan Kuliah Umum yang bertemakan “Hubungan Indonesia – Rusia: Menyongsong Kerja Sama Kota Kembar Magelang – Tula” secara daring pada tanggal 16 November 2021 bekerja sama dengan Pemerintah Kota Magelang dan Universitas Tidar Magelang.

Kuliah Umum dibuka dengan sambutan Walikota Magelang, dr. Muchamad Nur Aziz dan Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Mukh Arifin.

Walikota Magelang dalam sambutannya mengapresiasi rencana pembentukan Kota Kembar Magelang – Tula (Mantul) yang digagas Dubes Tavares dan berharap KBRI Moskow dapat terus memfasilitasi terwujudnya kerjasama kedua kota tersebut. “Dengan kerja sama Kota Kembar ‘Mantul’ diharapkan kota Magelang dapat mewujudkan visi sebagai kota jasa yang modern dan cerdas yang dilandasi masyarakat yang sejahtera dan religius” ujar Walikota Magelang, dr. Muchamad Nur Aziz.

Senada dengan visi Walikota, Rektor Universitas Tidar menyampaikan harapan agar kerja sama internasional akan membuat Universitas Tidar menjadi universitas unggul dalam bidang kewirausahaan berbasis sumberdaya  dan kearifan lokal. “Rintisan kerjasama Kota Kembar ‘Mantul’ ini sangat strategis dalam rangka membuka peluang generasi muda menjalin kerjasama dengan negara lain,” pungkas Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Mukh Arifin.

Dalam Kuliah Umum, Dubes Tavares menyampaikan hal-hal berkaitan dengan pilar kerja sama yang akan dikembangkan melalui rencana Kota Kembar ‘Mantul’ yaitu: pendidikan (education), perdagangan dan UMKM (trade and MSME’s), pemuda dan kebudayaan (youth and culture), pariwisata (tourism), dan kota pintar (smart city). Selain itu, Dubes Tavares juga menjelaskan tentang situasi Rusia terkini, hubungan bilateral Indonesia-Rusia, prospek perdagangan Indonesia-Rusia dan prospek kerja sama Magelang-Tula serta Universitas Tidar-Universitas Tula.

“Rusia merupakan negara yang tidak familiar di masyarakat Indonesia namun mempunyai potensi kerja sama perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan dan teknologi yang sangat tinggi untuk digarap. Masih jarang sekali dijumpai barang Indonesia di pasar maupun supermarket Rusia,” ungkap Dubes Tavares saat membuka Kuliah Umum.

Dubes Tavares lebih lanjut menjelaskan bahwa semenjak bubarnya Uni Soviet tahun 1991, Rusia bukan lagi negara komunis. Di bidang ekonomi, Rusia menduduki peringkat 11 ekonomi dunia dengan GDP 1,7 triliun USD atau perkapita USD 11,240. Rusia juga merupakan kekuatan militer global.

“Dalam perdagangan, KBRI Moskow meneliti terdapat 21 jenis produk potensial yang dapat dijual di Rusia mulai dari pakaian, alas kaki, peralatan rumah tangga, sampai dengan barang-barang elektronik. Dari segi komoditi, kelapa sawit, teh, kopi, karet, coklat, buah tropis, produk perikanan, dan farmasi adalah jalan masuk bagi produk Indonesia ke pasar Rusia,” tambah Dubes Tavares.

Selain itu, wisatawan Rusia juga tidak sedikit yang berkunjung ke Indonesia. Pada tahun 2019, kunjungan wisman Rusia ke Indonesia mencapai 158.943 orang dengan rata-rata menghabiskan USD 2.000 dengan jangka waktu kunjungan selama 2 minggu di tujuan wisata.

“Oleh karena itu, penting untuk memiliki kerja sama dengan pemerintah setempat di Rusia, untuk dapat masuk ke Rusia dan bertemu kolega bisnis potensial Rusia yang dapat diajak kerja sama,” pungkas Dubes Tavares di hadapan para peserta Kuliah Umum.

Berkaca pada dinamika hubungan bilateral yang ada, Dubes Tavares optimis bahwa pembentukan kerjasama Kota Kembar ‘Mantul’ dapat turut mendongkrak peningkatan kerjasama kedua negara. “Dengan Rusia, saat ini baru Jakarta dan Moskow yang memiliki kerja sama kota kembar, diharapkan Kota Magelang menjadi yang kedua untuk dapat berkerja sama dengan Kota Tula,” ujar Dubes Tavares saat mengakhiri Kuliah Umum.

Para peserta Kuliah Umum adalah mahasiswa dan civitas akademika Universitas Tidar, ASN pada kantor Pemerintah Kota Magelang dan perwakilan berbagai unsur masyarakat kota Magelang. Seluruh peserta yang hadir sangat antusias dan berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab.

Pandu Java, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tidar, menyampaikan aspirasi unsur mahasiswa Magelang agar melalui rencana pengembangan kerja sama Kota Kembar ‘Mantul’ membuka kesempatan mahasiswa Magelang khususnya Universitas Tidar untuk menjadi mahasiswa global. “Saya menantikan agar melalui kerja sama Kota Kembar ‘Mantul’, mahasiswa Universitas Tidar diberikan akses untuk mengikuti program pertukaran mahasiswa dan mengambil mata kuliah di Universitas Tula,” ungkap Pandu dalam sesi diskusi dengan Dubes Tavares. dan Rektor Universitas Tidar.

Harapan lainnya disampaikan Wikan Kanugroho, Kabid Teknologi dan Informatika, Diskominsta Kota Magelang. “Para ASN Pemerintah Kota Magelang berharap agar pilar kerja sama Kota Kembar ‘Mantul’ dapat mengakomodir kerja sama pengembangan kapasitas SDM ASN Pemerintah Kota Magelang dan kerja sama alih teknologi TIK dan Smart City antara kedua kota,” ujar Wikan dalam sesi tanya jawab dengan Dubes Tavares dan Walikota Magelang.

Kuliah Umum dihadiri 1,350 orang peserta yang mengikuti melalui platfom online konferensi video zoom dan 500 orang peserta melalui live streaming pada channel youtube Universitas Tidar.

Unggah Ulang Siaran Pers KBRI Moskow

Wakil Rektor Bidang Akademik Beserta Tim Humas dan Kerjasama UNTIDAR Kunjungi ULT UPI Bandung

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama, serta Tim Humas dan Kerjasama UNTIDAR melaksanakan Kunjungan Kerja ke Unit Layanan Terpadu yang merupakan bagian dari unit kerja Humas Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Kunjungan dilaksanakan dalam rangka peningkatan wawasan terkait pengelolaan ULT.


Tim dari UNTIDAR diterima oleh Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.Pd., M.A., selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Organisasi, dan Sistem Informasi, didampingi oleh Kepala Humas UPI, Prof. Dr. Deni Darmawan, M.Si., MCE, serta Direktur Direktorat Sistem Teknologi Informasi UPI, Dr. Cepi Riyana, M.Pd. Turut menyambut Kepala Seksi Layanan Informasi Publik, Hana Silvana, S.Pd., M.Si., Tito Edy Priandono, S.Sos., M.Si., selaku Kepala Seksi Liputan dan Berita, Jatmika Nurhadi, S.S., M.Hum., Kepala Seksi Publikasi dan Pengelolaan Media, Dr. Yana Setiawan, S.Pd., M.M., Kepala Seksi Kelembagaan, para Staf Humas dan Staf Unit Layanan Terpadu UPI. “Dalam waktu dekat kami akan memulai layanan satu pintu kepada stakeholders melalui Unit Layanan Terpadu. Untuk itulah kami berkunjung ke ULT UPI dengan tujuan ingin banyak belajar tentang pengelolaan ULT,” ungkap Wakil Rektor Bidang Akademik UNTIDAR, Dr. Ir. Noor Farid, M.Si.

Pada kesempatan yang sama Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Organisasi, dan Sistem Informasi UPI, Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.Pd., M.A., menyampaikan banyak informasi tentang perkembangan dan profil ULT UPI. “Sama seperti UNTIDAR, di tahun 2018 lalu kami juga melakukan kunjungan ke Universitas Pajajaran untuk belajar, sebelum kami memulai layanan lewat Unit Layanan Terpadu,” jelasnya. “Tak dapat dipungkiri, pembentukan ULT sangatlah urgent demi meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemberian layanan,” tambahnya. Dr. Cepi Riyana, M.Pd., Direktur Direktorat Sistem Teknologi Informasi UPI menyampaikan, di era masyarakat digital seperti sekarang ini ULT harus terus dikembangkan dengan inovasi berbasis teknologi dan informasi. “Inovasi yang ditawarkan Unit Layanan Terpadu tentunya akan membawa banyak manfaat, yaitu meningkatkan produktivitas layanan dan jumlah pengguna layanan,” tambahnya.

“Unit Layanan Terpadu Universitas Pendidikan Indonesia merupakan pelaksana pelayanan publik di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia. Tugasnya antara lain adalah pelaksana pelayanan, pengelola pengaduan masyarakat, pengelolaan informasi, pengawasan internal, penyuluhan kepada masyarakat, dan pelaksanaan konsultasi,” ujar Kepala Humas UPI, Prof. Dr. Deni Darmawan, M.Si., MCE. “Beberapa layanan yang menjadi tugas dari Unit Layanan Terpadu adalah Informasi Publik yaitu informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu badan publik. (PPID UPI). Aspirasi dan Aduan. Layanan penyampaian semua aspirasi dan pengaduan masyarakat kepada Badan Publik. (LAPOR UPI) dan E-Legalisir, layanan legalisir yang dapat dilakukan secara daring, tanpa harus datang secara langsung. (LEGALISIR UPI). Alhamdulillah selama 3 tahun ini, ULT UPI mengalami perkembangan yang cukup pesat,” tambahnya. Kunjungan ke UPI ini tentunya memberikan banyak pencerahan bagi UNTIDAR. “Semoga informasi yang didapat dari ULT UPI bermanfaat sebagai bekal pengembangan ULT UNTIDAR, sebagai salah satu bagian Reformasi Birokrasi dalam bidang Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik,” pungkas Kepala BAKPK UNTIDAR, Drs. Giri Atmoko, M.Si.

Penulis : Humas/TERK

PENERIMA BANTUAN UKT TAMBAHAN SEMESTER GASAL T.A. 2021/2022 UNIVERSITAS TIDAR

Pengumuman Penerima Bantuan UKT Tambahan Semester Gasal T.A. 2021/2022 Universitas Tidar silahkan KLIK DISINI



SK Penerima Bantuan UKT KLIK DISINI

Dosen UNTIDAR Juarai Lomba Riset Unggulan Daerah Kabupaten Magelang Tahun 2021

Tiga orang dosen UNTIDAR yaitu Rangga Asmara, S.Pd., M.Pd. (Ketua Tim), Widya Ratna Kusumaningrum, M.Ed. (Anggota) dan Firstya Evi Dianastiti, S.Pd., M.Pd. (Anggota), berhasil memenangkan Lomba Riset Unggulan Daerah Kabupaten Magelang Tahun 2021. Rangga dkk. berhasil menjadi juara 1 pada tema Pengembangan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Rangga dkk. mengangkat judul penelitian “Kajian Model Pengembangan Perpustakaan Desa Berbasis Inklusi Sosial di Kabupaten Magelang”.

“Maksud dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi aktual pengembangan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial melalui studi komparasi antara perpustakaan desa berbasis inklusi sosial yang dapat berkembang secara optimal dan yang belum berkembang sesuai kondisi ideal yang diharapkan,”ungkap Rangga. “Sasaran yang ingin dicapai dengan adanya penelitian adalah tersedianya gambaran kondisi aktual pelaksanaan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial, tersedianya informasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial baik yang dapat berkembang secara optimal maupun yang belum berkembang sesuai kondisi ideal yang diharapkan, tersedianya analisis hasil komparasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial, dan tersusunnya rumusan rekomendasi strategi untuk pengembangan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial melalui difusi inovasi di Kabupaten Magelang,” tambahnya.

Secara spasial, lokasi pelaksanaan penelitian berada di delapan desa di Kabupaten Magelang yang telah mempunyai perpustakaan desa berbasis inklusi sosial. Secara substansi, ruang lingkup yang akan dikaji adalah 4 (empat) perpustakaan desa berbasis inklusi sosial yang dapat berkembang secara optimal dan 4 (empat) perpustakaan desa berbasis inklusi sosial yang belum berkembang sesuai kondisi ideal yang diharapkan.

Lebih lanjut Rangga menjelaskan bahwa penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoretis maupun secara praktis. Secara teoretis, penelitian ini diharapkan memberi sumbangsih di bidang literasi dan inklusi sosial khususnya dalam pengembangan peran perpustakaan. Penelitian ini juga dapat dijadikan rujukan teoretis penyusunan framework pengembangan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial, sehingga dapat direduplikasi oleh desa-desa lain yang belum menerapkan. Manfaat secara praktis, hasil kajian ini dapat memberi rekomendasi bagi pengelola perpustakaan desa, sehingga dapat menyempurnakan sistem pengelolaannya sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan.

Penelitian ini juga dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi perangkat desa dalam mengembangkan sistem inklusi sosial yang paling relevan dengan keunggulan lokal daerahnya masing-masing. Manfaat bagi warga desa, hasil kajian ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi warga dalam mempercepat tercapainya kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan sosial-ekonomi dan pemenuhan kebutuhan informasi yang relevan. Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta dan memiliki terhadap perpustakaan desa sebagai pusat kegiatan masyarakat dalam mengembangkan potensi diri (makerspace).

Bagi pemerintah, hasil kajian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam menyusun rencana aksi daerah (RAD) pendidikan sepanjang hayat (PSH) dalam mendukung tercapainya SDGs pada sektor pendidikan sebagaimana tertuang dalam tujuan keempat, yaitu menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta mempromosikan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua. Lebih jauh, dengan adanya perpustakaan desa berbasis inklusi sosial akan sangat mendukung program pemerintah, yakni nawacita, membangun Indonesia dari pinggiran dan program Perpusnas, yakni program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Penulis : Humas/TERK

Pelatihan Service Excellence Bekali Tenaga Kependidikan UNTIDAR Dengan Wawasan dan Skill Untuk Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Stakeholders

Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Menuju UNTIDAR Yang Semakin Unggul, Unit Humas dan Kerjasama UNTIDAR menyelenggarakan Pelatihan Pelayanan Prima, Senin (8/11). Kegiatan ini diikuti oleh 28 peserta dari perwakilan semua unit kerja di lingkungan Universitas Tidar. “Kedepan yang kita harapkan tenaga kependidikan (tendik) UNTIDAR mampu memberikan pelayanan yang baik dan berorientasi pada kebutuhan customer (customer focus). Cara melayani customer harus terus mengalami perbaikan dari waktu ke waktu. Strategi pelayanan prima harus terus dikembangkan, untuk itu dibutuhkan SDM (sumber daya manusia) yang mempunyai customer care excellence dan kemampuan memberikan service excellence yang tinggi,” kata Among Wiwoho, S.E., M.M., selaku Kepala Biro Umum dan Keuangan.

Pelatihan Pelayanan Prima menghadirkan Laksmindra Saptyawati, S.E., M.B.A. sebagai pemateri. Laksmindra Saptyawati, S.E., M.B.A. adalah trainer yang berpengalaman memberikan materi Soft Skill, termasuk di dalamnya materi Service Excellence. Selama 8 jam, tendik UNTIDAR mendapatkan materi yang cukup padat. Di sesi pertama trainer memberikan materi mengenai Bisnis Model You. Bagaimana mengenali Key Partners, Key Resources, Value Provided, Customer Relationship, Channels, Customers, Costs, Revenue dan Benefits. Setiap tenaga kependidikan adalah seorang customer service. Untuk itu sebagai seorang customer service yang kompeten, harus mengenali siapa yang perlu dibantu, bagaimana cara membantu, bagaimana cara berinteraksi, channel layanan apa yang digunakan, kemampuan dan ketrampilan apa yang harus dimiliki sebagai seorang customer service, apa yang seharusnya dilakukan dalam memberikan layanan, termasuk juga mengenali mitra kunci. “Dengan mengenali kesemua elemen itu, maka kita akan tahu hal apa saja yang perlu dibenahi dalam rangka mewujudkan service excellence,“ jelas Laksmindra. Selain itu untuk mendukung pekerjaan kita, mau tidak mau harus memiliki berbagai soft skill seperti ketrampilan berbicara, memanajemen diri, kemampuan analitis, dan kemampuan menyelesaikan masalah,” tambahnya. Laksmindra dengan pembawaannya yang tegas namun humoris menekankan pentingnya body language, senyum, salam yang bersahabat, sambutan yang antusias, eye contact, mendengarkan dengan penuh perhatian, magic words dan sikap yang tulus dalam memberikan pelayanan. Penting juga untuk selalu memegang kode etik, bangga akan profesi dan memiliki semangat dalam melayani.

“Senang sekali diberikan kesempatan untuk mengikuti Pelatihan Pelayanan Prima ini. Apa yang disampaikan Bu Laksmindra sangat bermanfaat bagi saya pribadi. Beliau juga menunjukkan totalitas dalam memberikan materi. Bisa mengikuti kegiatan seperti ini sudah sejak lama saya harapkan, untuk bisa mengembangkan kapasitas dan kapabilitas SDM. Kedepan semoga semua tenaga kependidikan di UNTIDAR bisa memahami dan menerapkan service excellence agar UNTIDAR semakin unggul,” urai Taufik Aji Virmandi, salah seorang peserta pelatihan. Hal senada juga diungkapkan oleh Puri Ratna Dewi, staf bidang kemahasiswaan yang juga menjadi peserta pelatihan. “Alhamdulillah bisa mendapatkan tambahan ilmu. Ada kata kata pemateri yang akan selalu saya ingat, bahwa bekerja itu jangan kebanyakan mengeluh. Karena masih banyak orang di luar sana yang ingin bisa menggantikan posisi kita. Saat emosi dan lelah, ingatlah ada keluarga yang masih butuh biaya demi masa depan mereka,” pungkas Puri.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum