HASIL SELEKSI KOMPETENSI DASAR DALAM RANGKA PENERIMAAN CPNS KEMENDIKBUDRISTEK TAHUN 2021

Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi Dasar dalam Rangka Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Tahun 2021 KLIK DISINI



Hasil SKD CPNS KEMENDIKBUD di Lingkungan Universitas Tidar Tahun 2021 silahkan KLIK link berikut KLIK DISINI

UNTIDAR DAN GAMBARAN BRAND KAWAL PENGEMBANGAN ‘NEPAL VAN JAVA’

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc. dan Direktur Utama Gambaran Brand, Arto Biantoro sepakat jalin kerjasama dalam mengembangkan Dusun Butuh, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang atau dikenal dengan “Nepal Van Java” menjadi objek wisata berbasis smart tourism.
“Mari kita manfaatkan kerjasama ini dengan membangun Dusun Butuh dengan cara berbeda. Situasi masyarakat saat ini sudah berbeda, misal dengan smart tourism,” kata Rektor, pada acara pendandatanganan Nota Kesepahaman/MoU antara Gambaran Brand dan UNTIDAR, Rabu (10/11).


Smart tourism salah satunya dapat diwujudkan dengan aplikasi yang mudah diakses para wisatawan. Aplikasi yang memberikan informasi lengkap tentang apa saja yang ada di ‘Nepal Van Java’.
“Dimana saja kamar kecil yang disediakan, tempat makan, tempat membeli oleh-oleh dan sebagainya. Ditambah pelayanan pembayaran digital yang sekarang sudah digunakan masyarakat, pastinya fasilitas ini bisa tambah menarik banyak wisatawan,” tambahnya.
Mempunyai nama asli FX Ceasefiarto, Arto Biantoro yang juga merupakan putra mendiang Kris Biantoro ini sesungguhnya bersemangat dalam menjalankan proyek kesekian kalinya dalam membantu pengembangan desa wisata dan akhirnya tiba di Dusun Butuh, Kabupaten Magelang.
Ayahnya lahir di Grabag dan besar di Magelang. Jadi secara tidak langsung sebenarnya Arto juga orang Magelang yang ingin membantu mengembangkan Dusun Butuh di wilayah Kabupaten Magelang.


“Rencana pengembangan ini digarap dalam 2 tahun, dimulai dengan penelitian untuk mengetahui permasalahan, potensi dan dan beberapa hal penting lain,” jelasnya.
Perguruan tinggi menjadi hal penting dalam rencana pengembangan ini dalam membantu menghimpun data-data awal yang dipergunakan untuk menentukan rencana strategi apa yang akan diterapkan dalam pengembangan Dusun Butuh ini.
Selain penandatangan MoU, Gambarand Brand juga menandatangani Perjanjian Kerjasama/MoA dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UNTIDAR. Dimana tim dari Fisipol nantinya yang akan membantu dalam bidang penelitian. Penelitian akan dilaksanakan dalam kurun waktu 3 minggu.


“Gambaran Brand merupakan sebuah perusahaan yang fokus pada pengembangan local brand. Bagaimana kami bisa membangun wirausaha dengan meningkatkan merk atau brand. Saat ini fokus kami sedikit meluas, bukan hanya pada brand perorangan namun juga ke Desa Wisata,” tambahnya.
Program pengembangan ‘Nepal Van Java’ ini juga didukung Bank Rakyat Indonesia.
“Saat ini sudah mulai diterapkan pembayaran digital di wilayah ‘Nepal Van Java’ sehingga memudahkan transaksi para wisatawan,” ungkap Gunariyadi, Kepala Cabang Bank BRI Cabang Magelang.

PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR ADMINISTRASI PEMERINTAHAN GENERIK KETATAUSAHAAN UNIK REKTORAT DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS TIDAR

PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) ADMINISTRASI PEMERINTAHAN GENERIK KETATAUSAHAAN UNIK REKTORAT DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS TIDAR KLIK DISINI



LPPM-PMP UNTIDAR Laksanakan Seleksi Calon Tenaga Pendamping RODANYA MAS BAGYO Kota Magelang Tahun 2021

Bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMP4KB) Kota Magelang, Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Penjaminan Mutu Pendidikan Universitas Tidar (LPPM-PMP UNTIDAR) laksanakan serangkaian kegiatan Seleksi Calon Tenaga Pendamping Program Pemberdayaan Masyarakat Maju Sehat Bahagia (RODANYA MAS BAGYO) Kota Magelang Tahun 2021. Latar belakang pendidikan yang disyaratkan bagi pelamar minimal DIII semua jurusan, namun diutamakan teknik, ekonomi, kesehatan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, kesejahteraan sosial, sosiologi, administrasi publik, pemerintahan dan informatika. Selain itu pelamar harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam mengoperasikan komputer minimal Microsoft Office (word, excel, power point) dan internet. Usia pelamar minimal 22 tahun, dan maksimal 58 tahun. Calon Tenaga Pendamping RODANYA MAS BAGYO harus merupakan warga Kota Magelang yang dibuktikan dengan surat keterangan domisili dari kelurahan dan dibuktikan dengan KTP Kota Magelang, minimal 1 tahun berdomisili di Magelang.

RODANYA MAS BAGYO adalah pengalokasian APBD untuk Anggaran Dana RT (ADRT) sebesar Rp 30 juta per RT per tahun, yang merupakan salah satu program unggulan di era kepemimpinan Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz dan Wakil Wali Kota Magelang M. Mansyur. Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang memberikan fasilitas pengusulan masyarakat tingkat Rukun Tetangga (RT), melalui wadah Rencana Kerja Musyawarah (RKM) untuk merealisasikan program Rp 30 juta per RT per tahun. Tiap RT diminta mengirimkan RKM kepada kelurahan untuk kemudian diverifikasi. Skema RKM menjadi acuan penyusunan penganggaran dana Rp 30 juta per tahun per RT di Kota Magelang pada tahun 2022. Realisasi program tersebut menggunakan sistem swakelola tipe IV. Berdasarkan Perpres 16/2018, swakelola tipe IV berarti sifat dari pengerjaan program itu memerlukan partisipasi, untuk kepentingan, dan melibatkan masyarakat.

Untuk mendukung pelaksanaan RODANYA MAS BAGYO, (DPMP4KB) memberikan kesempatan kepada warga Kota Magelang yang lolos seleksi untuk menjadi pendamping kegiatan ini. Sebanyak 208 pelamar harus mengikuti serangkaian seleksi mulai dari Pendaftaran Online, Seleksi Administrasi, uji Kompetensi, Seleksi Wawancara, dan Tes Psikologi. Adapun proses seleksi dari awal sampai akhir dilaksanakan oleh Tim LPPM-PMP UNTIDAR. Dari 208 orang pelamar akan dipilih sebanyak 70 orang yang nantinya akan ditetapkan menjadi Tenaga Pendamping RODANYA MAS BAGYO. Program pemberdayaan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi dan indeks pembangunan manusia, serta penurunan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka di Kota Magelang.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

PENGUMUMAN HASIL AKHIR SELEKSI CALON TENAGA PENDAMPING PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MAJU SEHAT BAHAGIA KOTA MAGELANG TAHUN 2021

PENGUMUMAN HASIL AKHIR SELEKSI CALON TENAGA PENDAMPING PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MAJU SEHAT BAHAGIA KOTA MAGELANG TAHUN 2021 KLIK DISINI



PERUBAHAN JADWAL PELAKSANAAN WISUDA PROGRAM PASCASARJANA, SARJANA DAN AHLIMADYA PERIODE KE-59 TAHUN 2021

Kepada seluruh calon wisudawan kami sampaikan Perubahan Jadwal Pelaksanaan Wisuda Program Pascasarjana, Sarjana dan Ahli Madya ke-59 Universitas Tidar Tahun 2021, informasi lengkap silahkan KLIK DISINI



Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Matematika Dampingi Anggota Karang Taruna Desa Kupen Pringsurat Temanggung Hasilkan Karya Batik Ecoprint Yang Unik dan Kekinian

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu wujud implementasi Tridharma Perguruan Tinggi dalam upaya memandu mahasiswa menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, objektif, dan kooperatif dalam membangun keragaman intelektual. Tahun 2021 ini, 11 Proposal PKM yang diajukan oleh mahasiswa UNTIDAR berhasil lolos dan mendapatkan dana hibah dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Salah satu proposal yang lolos adalah proposal PKM Pengabdian Masyarakat yang digagas oleh 4 orang mahasiswa program studi S1 Pendidikan Matematika  yaitu Rista Nur Eka Budiyani, Emerald Kristalia Dewi, Hemas Nabila Ardhelia Arrofat dan Dewi Cahya Ningrum, yaitu Pelatihan Batik Ecoprint Teknik Rebus Sebagai Pemberdaya Karang Taruna di Desa Kupen.

Desa Kupen merupakan salah satu dari 14 desa di Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung. Dengan luas 415 hektar, Desa Kupen terbagi dalam lahan sawah dan lahan bukan sawah. Tanaman pangan yang dikembangkan di desa ini adalah padi, jagung, ketela pohon dan kacang tanah. Tanaman sayuran yang dikembangkan berupa cabe dan kacang panjang. Buah-buahan yang dikembangkan adalah klengkeng, rambutan, durian, pepaya, pisang, duku dan salak. Sedangkan tanaman perkebunan yang dikembangkan berupa kelapa dan jahe. Permasalahan yang muncul di Desa Kupen adalah banyak daun-daun yang kurang dimanfaatkan dengan baik, seperti daun rambutan, daun ketela dan daun jati, yang hanya digunakan sebagai pakan ternak saja. Bukan hanya itu, warga Desa Kupen masih kesulitan dalam mengembangkan potensi sumber daya di desanya, dikarenakan anggota Karang Taruna banyak yang masih sekolah dan tidak bekerja, sehingga belum memiliki kegiatan produktif setiap minggunya.

“Kami melaksanakan PKM bidang Pengabdian Masyarakat Sebagai Pemberdayaan Karang Taruna di Desa Kupen. Kami melakukan pelatihan terkait pemanfaatan daun-daun yang selama ini hanya menjadi pakan ternak,  untuk dijadikan batik ecoprint rebus. Daun yang digunakan adalah daun ketela, jati, dan kulit bawang bombay. Untuk membuat pewarna alami kami menggunakan daun rambutan, jambu dan jati. Warga kami berikan  edukasi betapa pentingnya kegiatan ini untuk menambah pendapatan kas desa. Selain itu warga yang tadinya non-produktif bisa menjadi lebih produktif,” urai Rista.

“Rasanya senang sekali bisa mengikuti pelatihan ini. Saya jadi tahu bagaimana cara membuat batik sendiri di rumah dengan memanfaatkan dedaunan yang ada di sekitar. Motifnya unik dan tidak ketinggalan jaman. Saya juga merasa bangga bisa ikut melestarikan salah satu budaya Indonesia yang bernilai seni tinggi,” ujar Sekar salah satu peserta pelatihan.

Teknik Batik Ecoprint merupakan salah satu teknik pembuatan batik yang sangat ramah lingkungan karena menggunakan bahan-bahan alam saat proses pencetakannya. Dalam pembuatannya menggunakan daun yang dimodifikasi dengan motif modern sehingga lebih menonjolkan sisi keindahan dan bisa menyesuaikan dengan model baju yang kekinian agar tidak terlihat kuno. “Kami berharap dengan adanya pembuatan kerajinan dari dedaunan yang ada di desa Kupen, dapat membuka lapangan kerja baru dan membantu masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan. Nantinya hasil kerajinan tersebut dapat diperjualbelikan di pasar ataupun di toko-toko, dan hasilnya dapat membantu perekonomian masyarakat Desa Kupen,” pungkas Rista.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

Telur Asin Bebas Alergi Karya Inovasi Mahasiswa UNTIDAR Raih Silver Medal di Ajang AKIA Global Invention Leaders Award 2021

Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memiliki rasa yang lezat, mudah dicerna, dan bergizi tinggi. Telur merupakan bahan pangan yang sangat baik untuk anak-anak di masa pertumbuhan karena mengandung protein dalam jumlah yang cukup tinggi. Telur juga sangat baik dikonsumsi oleh ibu hamil, ibu menyusui dan orang yang sedang sakit. Meskipun telur bermanfaat bagi kesehatan, namun tidak semua orang bisa mengonsumsi telur. Umumnya gejala alergi telur timbul beberapa menit hingga beberapa jam sejak konsumsi telur ataupun makanan yang mengandung telur. Gejala alergi telur dapat mengenai sistem pernapasan, pencernaan, hingga sistemik seperti ruam kemerahan pada kulit, biduran, sesak napas, mengi, muntah, dan diare. Alergi telur disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang salah mengidentifikasi protein telur sebagai zat yang membahayakan tubuh. Akibatnya, tubuh memberikan reaksi berupa pelepasan histamin ke dalam darah dan menimbulkan gejala alergi. Berangkat dari persoalan ini, Silvi Fatika Wulandari (prodi S1 Agroteknologi), Ana Fajri Kurniasih (prodi S1 Agroteknologi), Fiki Abdurrohim (prodi S1 Agroteknologi), dan Syahrani Wangi Puspita (prodi S1 Akuntansi) tergerak untuk menciptakan inovasi yang bisa membantu para penderita alergi agar bisa mengonsumsi telur dengan aman. Silvi dan tim merasa tertantang untuk membuat salah satu olahan telur yaitu telur asin, menjadi bebas alergi agar semua orang bisa menikmatinya.

Tercetus ide untuk memanfaatkan daun bambu yang memiliki aktivitas farmakologis yaitu motorik spontan, antibakteri, antioksidan, dan antitumor. “Daun bambu dapat digunakan sebagai campuran bubuk batu bata dalam pembuatan telur asin. Kandungan senyawa antioksidan dan antibakteri dalam daun bambu efektif digunakan sebagai antihistamin pada olahan telur asin sehingga tidak memicu terjadinya alergi setelah memakannya,” jelas Silvi. “Pembuatan telur asin biasanya menggunakan batu bata yang ditumbuk hingga menjadi halus untuk meresapkan garam ke dalam telur itik (bebek). Pada inovasi telur asin bebas alergi, tumbukan batu bata ditambah dengan potongan daun bambu. Selain itu telur itik (bebek) yang sudah dibersihkan, dibungkus terlebih dahulu dengan daun bambu sebelum dibenamkan ke dalam adonan batu bata dan daun bambu. Setelah 14 hari, telur asin tersebut diangkat dan dibersihkan sebelum direbus atau dikukus dengan api kecil selama 1 jam,” urainya. Silvi dan tim melakukan uji efficacy dengan mengamati efek yang ditimbulkan setelah mengonsumsi telur asin daun bambu bila dibanding efek setelah mengonsumsi telur asin biasa. Responden menuturkan bahwa biasanya setelah mengonsumsi produk berbahan telur, mereka merasakan badan gatal-gatal, muncul bentol-bentol  di lidah dan ruam merah di sekujur tubuh. Namun setelah mengonsumsi telur asin daun bambu efek tersebut sudah tidak terlihat. Bahkan telur asinnya berkurang keamisannya. Dengan demikian senyawa antioksidan dalam daun bambu dapat menjadi antihistamin sehingga efektif untuk mencegah terjadinya alergi setelah mengonsumsi telur asin. Temuan ini tentunya sangat bermanfaat, karena masyarakat tidak lagi mengkhawatirkan munculnya alergi setelah mengonsumsi olahan telur yang sarat gizi.

Telur Asin Bebas Alergi adalah karya inovasi mahasiswa UNTIDAR yang berhasil meraih Silver Medal dalam kompetisi Agile (AKIA Global Invention Leaders Award) 2021 yang diselenggarakan oleh Yayasan Aku Indonesia. Semoga prestasi ini menjadi pemacu semangat mahasiswa UNTIDAR yang lain untuk terus berkarya dan berinovasi menghasilkan temuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

UKAI Ar-Ribath Gelar UNTIDAR Islamic Fair 2021 “Be The Best Muslim Generation During And After The Pandemic”

UKAI Ar-Ribath  merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa di Universitas Tidar yang mewadahi mahasiswa dan masyarakat sekitar untuk berkarya dan belajar tentang Islam. Dalam rangka mewujudkan misi untuk menanamkan nilai moral dan karakter yang sesuai dengan ajaran Islam dan sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia UKAI Ar-Ribath menyelenggarakan UNTIDAR Islamic Fair (UIF) dengan tema “Be The Best Muslim Generation During And After The Pandemic”. Tema ini diangkat dengan harapan agar umat muslim dapat menjalani kehidupan yang lebih baik di saat dan sesudah pandemi.

Meskipun masih dalam kondisi pandemi, UIF tetap diselenggarakan dengan tetap memenuhi protokol kesehatan yang disyaratkan. Beberapa kegiatan dilaksanakan secara online, sebagian lagi diselenggarakan secara offline dan hybrid. Diharapkan melalui UIF, mahasiswa dapat mengembangkan softskill seperti manajemen waktu, sikap sosial, dan kemampuan mengoordinasikan kegiatan. Kemampuan-kemampuan tersebut dapat diasah dengan menyesuaikan keadaan saat ini, yang menuntut keahlian penggunaan teknologi dan bagaimana berinteraksi secara virtual. Dengan adanya kemampuan baru ini membuat mahasiswa lebih bisa beradaptasi dengan situasi yang ada, serta lebih siap dalam menghadapi kehidupan setelah pandemi. Serangkaian kegiatan yang diselenggarakan yaitu Grand Opening UIF 2021 (9 Oktober), Lomba IG Reels Challenge (10 Oktober-7 November), Lomba Vlog (10 Oktober-7 November), Lomba Esai (13 Oktober-7 November), Talkshow Kemuslimahan (24 Oktober), Bakti Sosial (6 November), dan Tabligh Akbar (7 November).

Grand Opening (GO) UIF membuka sekaligus media branding kegiatan-kegiatan UIF 2021.  Kegiatan GO UIF 2021 mengusung tema “Pandemi Covid-19 Sebagai Sarana Booster Iman dan Media Muhasabah Diri”. Harapannya agar umat muslim senantiasa muhasabah diri dan meningkatkan keimanan terhadap Allah Subhanahu wata’ala meskipun dalam kondisi pandemi, untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta membawa manfaat bagi sesama. Acara ini menghadirkan Hafiz kondang Muzammil Hasballah sebagai pemateri. Lomba IG reels challenge adalah kompetisi yang baru pertama kali diadakan pada acara Untidar Islamic Fair (UIF) 2021. Kegiatan ini bertujuan  memotivasi muslim dan muslimah untuk “melek teknologi”. Video kreatif yang diunggah pada sosial media Instagram adalah fitur reels dengan mengangkat tema “Edukasi Terkini Untuk Generasi Muslim Milenial”.

Lomba Vlog Ekonomi Kreatif merupakan lomba di bidang audio visual (video) yang fokus pada pengenalan usaha (UMKM dan sejenisnya). Tujuan lomba adalah sebagai media pendukung pertumbuhan ekonomi di masa pandemi sekaligus mempromosikan produk lokal. Lomba Esai merupakan salah satu event pra acara puncak Untidar Islamic Fair (UIF) 2021 dengan tujuan untuk memfasilitasi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum yang mempunyai bakat dalam menulis karya Esai Islami sebagai agent of change di era pandemi. Masih dalam rangkaian UIF, UKAI Ar-Ribath juga mengadakan Talkshow Kemuslimahan dengan menghadirkan Ustadzah Adilla Putri Hafzi. Tema Talkshow Kemuslimahan pada Untidar Islamic Fair (UIF) 2021 ini yaitu “Be An Inspiring Muslimah In The Midst Of Pandemic”, dengan tujuan agar muslimah yang mengikuti talkshow ini dapat menjadi inspirasi bagi orang lain dan selalu menebarkan hal-hal positif.

Kegiatan berikutnya adalah Bakti Sosial dengan memberikan santunan kepada anak yatim, dengan tujuan untuk meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama. UNTIDAR Islamic Fair ditutup dengan Tabligh Akbar sebagai wadah untuk meluaskan syiar Islam, baik di lingkungan Universitas Tidar, masyarakat sekitar UNTIDAR, maupun masyarakat dalam lingkup nasional. “Kami berharap UIF bisa menjadi sarana syiar Islam untuk Sivitas Akademika UNTIDAR dan masyarakat umum, meningkatkan persatuan antar umat Islam, meningkatkan kecintaan terhadap budaya Islam, menggali bakat keislaman melalui lomba yang diselenggarakan, dan bisa memajukan SDM pada bidang ekonomi, sosial, dan budaya”, pungkas Erdian Rizki Agung Nugroho selaku Ketua Panitia UIF 2021.