DUKUNG  GREEN LIFESTYLE, MAHASISWA PRODI S1 PENDIDIKAN BIOLOGI FKIP UNTIDAR KREASIKAN TANAMAN SUKULEN SEBAGAI SOUVENIR

Di era serba modern seperti saat ini, masyarakat menginginkan hal-hal yang serba praktis dan efisien. Oleh karena itu lima orang mahasiswa FKIP UNTIDAR yang tergabung dalam Aranaa_id, menghadirkan Aranaa Souvenir sebagai solusi praktis pemanfaatan tanaman Sukulen untuk dijadikan tanda mata. Aranaa_id beranggotakan 4 orang mahasiswi prodi S1 Pendidikan Biologi FKIP UNTIDAR, yaitu : Karisma Sekar Nurriski, Alfi Anjani, Dea Danis Sofiyatun N, dan Sherly Widya Antika, dengan dosen pembimbing Dr. Setiyo Prajoko, M.Pd.

Sukulen adalah tumbuhan dengan organ yang menebal, berdaging dan membengkak, biasanya untuk menyimpan air di iklim atau kondisi tanah kering, sehingga salah satu dari kelebihan tanaman ini yaitu tidak memerlukan intensitas penyiraman yang tinggi, cukup satu minggu sekali penyiraman. Sukulen memiliki keunikan yaitu bentuknya yang kecil sehingga relatif ringan dan mudah untuk dipindahkan ke tempat lain. Selain itu juga tidak memakan banyak tempat, sehingga masyarakat dapat mengoleksi tanaman ini dalam jumlah banyak.

“Selain unik dan praktis sebagai produk souvenir, Aranaa juga turut serta mendukung gaya hidup ramah lingkungan atau green lifestyle, yaitu tindakan penyelamatan bumi dengan cara menjaga lingkungan agar tetap hijau melalui penanaman tanaman di sekitar tempat tinggal,” jelas Karisma Sekar Nurriski selaku ketua tim. “Produk dari Aranaa juga dikemas sedemikian rupa menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan seperti kardus, besek, dan rotan. Pemasaran dari produk Aranaa juga dilakukan secara ramah lingkungan atau sering disebut green marketing. Green marketing adalah pemasaran yang mengacu pada pengembangan produk berdasarkan faktor kesejahteraan dan kelestarian lingkungan. Proses produksi dan iklan produk/brand ramah lingkungan dan jelas tidak ada unsur merusak lingkungan. Proses pemasaran produk Aranaa dilakukan secara online melalui sosial media dan e-commerce, tidak terpaku pada pamflet/banner kertas/plastik,” urainya.

Kelebihan dari Aranaa_id dibandingkan dengan brand pesaing lain adalah pada kualitas tanaman, kualitas pengemasan, dan harganya yang terjangkau. Tujuan mulia dari usaha kreatif tanaman hias ini adalah mendukung tercapainya gaya hidup yang ramah lingkungan atau green lifestyle. Tanaman hias tidak hanya menonjolkan unsur estetikanya saja, namun juga memiliki manfaat seperti dapat melembabkan udara dan menyuplai oksigen. Hal tersebut menjadikan tanaman hias sebagai salah satu ecogreen product yang layak untuk di inovasikan sebagai souvenir yang ramah lingkungan. Penggunaan souvenir yang ramah lingkungan ini diharapkan sebagai bentuk misi dari Aranaa_id dalam mendukung tercapainya gaya hidup yang ramah lingkungan atau green lifestyle. Selain itu, Aranaa Souvenir membantu para petani sukulen  secara digital berbasis green marketing.

Usaha yang dikelola Aranaa_id, tahun 2022 ini berhasil lolos program Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dari Direktorat Belmawa Ditjen Diktiristek. Melalui kegiatan ini Direktorat Belmawa Ditjen Diktiristek berkomitmen untuk mendukung penguatan perekonomian Indonesia dengan mencetak SDM Wirausaha dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

FAPERTA UNTIDAR GELAR ACARA SEMINAR NASIONAL BERTAJUK “ARAH KEBIJAKAN PERTANIAN DALAM MEWUJUDKAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) PASCA PANDEMI”

Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia, membawa dampak buruk di segala aspek kehidupan, termasuk aspek ketersediaan pangan. Pasca pandemi, seluruh negara tentu berbenah, melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah ketersediaan pangan, dan berupaya mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs).

Terkait hal ini, agar semua pihak turut merasa andil dalam mewujudkan kesejahteraan kehidupan sosial masyarakat yang berkelanjutan, Fakultas Pertanian (Faperta) UNTIDAR menghelat acara Seminar Nasional “Arah Kebijakan Pertanian dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) Pasca Pandemi, Rabu (27/7). Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dosen dan mahasiswa UNTIDAR secara luring, serta bisa diikuti oleh masyarakat umum secara daring melalui channel youtube UNTIDAR.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UNTIDAR, Dr. Jaka Isgiyarta, M.Si., CA, Akt. menyampaikan bahwa sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam membangun perekonomian nasional. Karena itu harus ada upaya penguatan sistem pertanian Indonesia. “Petani dan nelayan merupakan pahlawan kehidupan untuk negara ini. “Jadi saya berpesan kepada para mahasiswa yang menekuni bidang pertanian, mohon dengan sangat jangan tinggalkan bidang pertanian. Kita harus meyakini, pertanian memberikan kehidupan bagi banyak orang, basic kehidupan, menjadi penopang dasar kemandirian bangsa,” tegasnya.

Seminar Nasional Arah Kebijakan Pertanian Dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) Pasca Pandemi, menghadirkan 4 orang pemateri yaitu : Mohamad Wahid Supriyadi (Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Periode 2016 – 2020), Prof. Dr. Ir. Asdi Agustar, M.Sc (Guru Besar Pembangunan Pertanian dan Wilayah Pedesaan Universitas Andalas), Endah Ruswanti, M. Eng. (Analis Kebijakan Ahli Muda Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Direktorat Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan), dan Ir. Usman Siswanto, M.Sc. Ph.D. (Dekan Fakultas Pertanian UNTIDAR). Kegiatan dimoderatori oleh Dr. Lilis Hartati, S.Pt M.P. (Dosen Faperta UNTIDAR)

“Pertumbuhan penduduk dunia yang tidak terkendali akan melampaui produk pertanian. Ini harus diantisipasi. Kita beruntung karena Indonesia memiliki kekuatan di sektor pertanian. Produk pertanian Indonesia maju. Kita banyak diuntungkan oleh sektor pertanian. Bahkan belakangan ini ekspor pertanian mengalami peningkatan,” kata Mohamad Wahid Supriyadi, yang selama ini memiliki banyak pengalaman lintas negara. “Banyak produk pertanian yang potensial untuk diekspor seperti kopi dan buah-buahan. Buah-buahan Indonesia adalah produk tropis yang eksotis karena tidak ditemukan di negara 4 musim. Demand/permintaan di negara maju sangat tinggi, tinggal kita pelajari persyaratannya, dan penting juga untuk memanfaatkan teknologi,” tambahnya.

Prof. Dr. Ir. Asdi Agustar, M.Sc (Guru Besar Universitas Andalas) menyampaikan inovasi pertanian di Indonesia adalah keharusan. “Tidak hanya karena dipicu dan dipacu oleh pandemi COVID-19, tetapi ini merupakan upaya memperkuat sektor pertanian Indonesia, demi menjamin peningkatan kesejahteraan bangsa ini,” tegasnya.

Seminar Nasional “Arah Kebijakan Pertanian Dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) Pasca Pandemi”, juga menghadirkan Endah Ruswanti, M.Eng., staf Direktorat Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Endah memberikan insight bahwa sektor pertanian saat ini memiliki andil memperkuat sektor pariwisata. Selama pandemi, desa wisata mulai menarik hati banyak wisawatan.  Desa wisata sebagai destinasi pariwisata baru mengedepankan potensi pertanian. Contohnya ada di desa Pujon Malang sebagai salah satu destinasi agro tourism. Potensi pertanian yang ada dimanfaatkan menjadi daya tarik wisata. Agro tourism menciptakan lapangan kerja dan  mendatangkan wisatawan 10 kali lipat. Penjualan produk pangan olahan juga meningkat pesat.

Pemateri terakhir Ir. Usman Siswanto, M.Sc. Ph.D. menjelaskan pangan dan pertanian berperan sentral dalam upaya meraih SDGs 2030. Kegagalan merespons secara cepat permasalahan kelaparan dan kekurangan gizi, akan berdampak negatif terhadap pencapaian target SDGs. “Kita perlu merubah mindset terkait perubahan transformatif menuju keberlanjutan pertanian, dengan cara penguatan pemanfaatan dan pengelolaan berkelanjutan terhadap sistem pertanian yang tersedia, untuk menjamin pasokan produksi pangan dan ekosistem,” pungkasnya.

Semua pemateri sepakat bahwa sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dan krusial. Indonesia memiliki kekuatan di sektor pertanian, yang harus diupayakan sedemikian rupa agar memberikan kontribusi yang signifikan, terhadap pencapaian target dan tujuan program Sustainable Development Goals (SDGs), yakni untuk kesejahteraan manusia dan planet bumi.

Penulis : Humas

UNTIDAR SIAP GELAR KEMBALI WISUDA OFFLINE DENGAN KEHADIRAN ORANG TUA

Universitas Tidar siap menyelenggarakan Wisuda ke 61 pada 6 Agustus 2022 mendatang secara offline di Gedung dr. H. Suparsono. Kegiatan ini telah diijinkan Satgas Covid-19 Kota Magelang namun tetap harus diselenggarakan sesuai protokol kesehatan.

“Pandemi Covid-19 belum berakhir. Walaupun tidak seketat sebelumnya, prokes seperti jarak tempat duduk, penggunaan masker dan suhu badan tetap harus diperhatikan,” jelas Satiyawan Baroto Kusumawijaya, S.H., Kabid Pengkajian Masalah Strategis Daerah dan Linmas sekaligus Satgas Covid Kota Magelang pada Rapat Final Persiapan Wisuda UNTIDAR ke 61, Jumat (29/07).

Kapasitas peserta di dalam gedung harus tetap memperhatikan jarak tempat duduk minimal 50 cm jarak antar kursinya. Penggunaan masker, cuci tangan dan  handsanitizer wajib bagi seluruh peserta maupun undangan. Suhu maksimal yang diperbolehkan adalah 37,3 derajat celcius.

Tenaga kesehatan dari UNTIDAR harus dipersiapkan terutama untuk mengecek kesehatan para peserta dan undangan. Mereka wajib lolos screening aplikasi Peduli Lindungi bagi yang tidak memiliki aplikasi bisa membawa bukti vaksin atau surat dokter.

“Langkah-langkah ini perlu dicermati dan dilaksanakan sebagai antisipasi kenaikan tingkat penyebaran Covid-19 di Kota Magelang khususnya UNTIDAR,” tambahnya.

Panitia juga akan berkoordinasi dengan PMI Kota Magelang terkait Ambulance sebagai antisipasi jika ada wisudawan atau pendamping yang sakit dan perlu dibawa ke Rumah Sakit segera.

Wisuda ke 61 ini direncanakan akan diikuti 900 orang terdiri dari 300 wisudawan didampingi kedua orang tua atau kerabat. Pengumuman perihal pelaksanaan Wisuda sudah diunggah di laman https://untidar.ac.id pada 28 Juli 2022 lalu dan telah disampaikan kepada masing-masing Dekan Fakultas untuk diteruskan ke masing-masing wisudawan.

“Prosesi wisuda akan dimulai pukul 06.30 Wib, wisudawan dan orang tua wajib hadir tepat waktu. Untuk parkir kendaraan disediakan di UNTIDAR dan jika melebihi kapasitas akan diarahkan parkir di GOR Samapta,” tutur Dr. Giri Atmoko, M.Sc., Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama (BAKPK).

Tidak hanya pelaksanaan prosesi yang digelar secara offline namun juga pelaksanaan Gladi Bersih dan pembekalan kewirausaahaan yang diselenggarakan 1 hari sebelum pelaksanaan wisuda yaitu pada Jumat, 5 Agustus 2022.

“Kami berharap kerjasamanya dari calon wisudawan dan orang tua agar dapat mematuhi jadwal dan segala ketentuan dalam pelaksanaan Wisuda ke 61 UNTIDAR ini. Semoga acara berjalan lancar sesuai yang telah direncanakan oleh panitia,” pungkasnya.

REKTOR UNTIDAR KUNJUNGI TULA STATE UNIVERSITY RUSIA, DAN TANDATANGANI MOU DALAM RANGKA KERJASAMA BILATERAL DI BIDANG PENDIDIKAN, PENELITIAN DAN SOSIAL BUDAYA.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Ir Mukh. Arifin, M.Sc., didampingi Plt.Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Suyitno, M.Sc., dan Koordinator Penjaminan Mutu Pendidikan, Dr. Dwi Winarsih, M.Pd. bertolak ke Rusia untuk melaksanakan penandatangan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) bersama Tula State University terkait kerjasama bilateral di bidang pendidikan, penelitian dan sosial budaya.  Selain Penandatanganan MOU, maksud kunjungan kali ini adalah membahas rencana implementasi kerja sama (Plan of Action) antara UNTIDAR dan Tula State University. Tula State University merupakan universitas negeri terbesar di Provinsi Tula dan berdiri sejak tahun 1930. Tula State University memiliki 1300 mahasiswa asing dari 71 negara serta jalinan kerja sama dengan universitas di 21 negara, termasuk Indonesia

Program Kerjasama Internasional ini adalah upaya membangun mitra yang kredibel dan terpercaya, sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas kelembagaan bagi kedua perguruan tinggi. Dalam sambutannya Rektor Universitas Tidar menyampaikan siap bekerja sama di bidang pertukaran dosen dan mahasiswa, kerja sama riset, serta penerbitan karya ilmiah. Ditambahkan harapan kerja sama antara kedua lembaga pendidikan akan mendekatkan generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk lebih saling mengenal dan berkontribusi pada kerja sama Indonesia dan Rusia. “Sebagai orang tua kita memiliki  tanggung jawab agar generasi muda kedua bangsa bisa saling mendekatkan diri dan memahami. Saat dewasa nanti bisa saling bekerjasama,” kata Prof. Arifin. “Terimakasih pada semua pihak yang sudah membantu realisasi penandatangan MOU. Terutama Kedubes Indonesia di Moskow yang telah membantu Universitas Tidar mendekatkan diri dengan Tula State University,” tambahnya.

Senada dengan Rektor UNTIDAR, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Internasional Tula State University, Olesya Labadze, mewakili Rektor Tula State University menyatakan harapan bahwa Nota Kesepahaman akan berkontribusi positif bagi hubungan Indonesia dan Rusia, serta berkomitmen untuk segera mengimplementasikan kesepakatan tersebut.

Disamping penandatangan MOU dengan Tula State University, Rektor UNTIDAR juga melaksanakan kunjungan dan penjajakan kerjasama dengan (Rossiiskii Universitet Druzhby Narodov/RUDN University (Universitas Persahabatan Rakyat Rusia), kunjungan dan penjajakan kerja sama ke Russian State Agricultural University Moskow, dan Pertemuan dengan Persatuan Mahasiswa Indonesia di Rusia (Permira) di Moskow.

Lawatan Rektor UNTIDAR ke Rusia dilaksanakan bersama dengan Walikota Magelang, dr. H. Muchamad Nur Aziz, Sp.PD beserta jajarannya. Pemerintah Kota Magelang menyepakati kerja sama kota kembar dengan Pemerintah Kota Tula di Rusia. Kesepakatan tersebut diresmikan melalui penandanganan Surat Pernyataan Kehendak (Letter of Intent) Kerja Sama oleh Wali Kota Magelang, Muchamad Nur Aziz dan Wali Kota Tula, Dmitry Milyaev. Kota Magelang siap untuk bertukar pengalaman dan meningkatkan kerja sama perdagangan, pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan teknologi informasi atau pengembangan smart city.

Penulis : Humas

6 TIM MAHASISWA UNTIDAR LOLOS PROGRAM PEMBINAAN MAHASISWA WIRAUSAHA (P2MW)

Indonesia berpotensi menjadi negara maju dengan tingkat ekonomi yang kuat. Untuk mencapai hal tersebut salah satu langkah yang ditempuh adalah mengusahakan rasio kewirausahaan minimal 4 persen dari jumlah penduduk. Kemendikbudristek melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Diktiristek berkomitmen untuk mendukung penguatan perekonomian Indonesia, dengan mencetak SDM Wirausaha melalui program pengembangan usaha di perguruan tinggi, karena mahasiswa sangat potensial untuk dikembangkan bakat, minat, kreativitas dan inovasinya dalam berwirausaha.

Direktorat Belmawa Ditjen Diktiristek menginisiasi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Melalui program ini Direktorat Belmawa Ditjen Diktiristek melakukan pembinaan, mentoring, bimbingan teknis, serta bantuan dana usaha kepada tim mahasiswa yang lolos seleksi.

Di tahun 2022, total dari seluruh Indonesia, 316 perguruan tinggi berhasil lolos dengan 888 kelompok mahasiswa yang berhasil menerima bantuan pendanaan. UNTIDAR berhasil meloloskan 6 tim mahasiswa wirausaha. Mahasiswa nantinya diharapkan mengikuti aturan pertanggungjawaban yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi yakni berupa monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkala hingga program selesai.

Selamat kepada 6 tim mahasiswa wirausaha UNTIDAR yang lolos P2MW :

KATEGORIJUDUL USAHA MAHASISWANAMA KETUA KELOMPOKANGGOTA    
1Industri Kreatif, Seni, Budaya, dan PariwisataKreasi Usaha Tanaman Sukulen Aranaa id Sebagai Souvenir Untuk Mendukung Green LifestyleKarisma Sekar Nurriski  Alfi Anjani; Sherly Widya Antika; Dea Danis Sofiatun Nafi’ah    
2Industri Kreatif, Seni, Budaya, dan PariwisataKumico Kursi Mini EcobrickAndini Kharisma DeviViena Trisnanti Atmaja; Jayanti Tri Ananda; Meylani Agustin  
3Produksi/BudidayaPoly Puk Inovasi Polybag Dan Pupuk Dengan Re Recycle DiapersArditia Tri NugrohoI`Anatul Hidayah; Silvia Dwi Agustia; Dias Dwi Astuti; Egi Alifaki  
4Teknologi TerapanSAMIJEL Sabun Minyak JelantahMuhamad Ardi AmirulArwin Puji Rahayu; Putri Maharani; Ayu Nuryanti; Nasyitha Oktavia Rahmawati    
5Makanan dan MinumanSelai Ubi Ungu Kekinian SebunianDina Ragilia SetianingsihEgita Sevira Br Brahmana; Martina Ishia Aryani; Fina Umi Fadlila Armayasari; Duta Yanuar Pamungkas
6Jasa dan PerdaganganSouvenir Hoki Sebagai Wujud Nyata Usaha Pemulihan Ekonomi Sektor UMKM PascapandemiArzan AlawiAkhmad Fauzan; Aryani

Penulis : Humas

UNTIDAR DAN BPJS KESEHATAN CABANG MAGELANG TANDATANGANI MOU DAN PERJANJIAN KERJASAMA PERCEPATAN REKRUTMEN PROGRAM JAMINAN KESEHATAN BAGI MAHASISWA

Kamis (21/7), Universitas Tidar (UNTIDAR) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) Cabang Magelang melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan penandatangan Perjanjian Kerjasama. Acara bertempat di Ruang Multimedia UNTIDAR, dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc. (Rektor Universitas Tidar), Dr. Jaka Isgiyarta, M.Si., CA., Akt. (Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan), Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni), Drs. Giri Atmoko, M.Si. (Kepala BAKPK), perwakilan staf Biro Umum dan Keuangan, Bidang Hukum, Kepegawaian dan Tata Laksana, serta staf Humas dan Kerjasama. Dari pihak BPJS Ketenagakerjaan yang hadir adalah drg. Irfan Qadarusman, CHRPe (Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang), Surmiyati, SKM, MPH, AAK, (Analis Kepegawaian BPJS Kesehatan Pemprov. Jawa Tengah), beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Rektor UNTIDAR mengatakan bahwa dengan adanya kerjasama antara BPJS Kesehatan dan UNTIDAR, akan memberikan manfaat yang besar bagi kedua belah pihak, baik tenaga pendidik, tenaga kependidikan, mahasiswa, maupun BPJS Kesehatan KC Magelang. UNTIDAR berupaya mengarahkan pegawai dan mahasiswa untuk mempertahankan status keaktifannya dalam BPJS Kesehatan.

“Dosen dan tenaga administrasi semuanya sudah terdaftar dalam program-program BPJS Kesehatan, dan mahasiswa sebagian besar juga sudah memiliki kartu BPJS Kesehatan, walaupun kami juga tidak dapat mengecek satu persatu status mereka sebagai peserta aktif atau tidak,” jelas Rektor UNTIDAR dalam sambutannya. “Dalam prosesnya nanti, mahasiswa UNTIDAR akan diperjuangkan keikutsertaannya dalam BPJS Kesehatan, dan dapat diperpanjang hingga mahasiswa tersebut lulus atau berusia maksimal 25 tahun. Untuk ini, mahasiswa diminta untuk membuat atau mengurus surat permohonan,” imbuhnya.

drg. Irfan menjelaskan, menindaklanjuti Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan, maka dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan PKS. Kerjasama ini dilakukan untuk saling memberikan dukungan dalam proses berjalannya program JKN/KIS di Kota Magelang.

“Sejauh ini Kota Magelang sudah dalam tahap kurang lebih 99% tercover oleh BPJS Kesehatan. Di lingkup UNTIDAR, masih tetap harus memantau peserta, baik mahasiswa maupun karyawan PNS atau non-PNS, untuk tetap aktif dalam program JKN ini,” tuturnya. “Kedepannya kami akan melakukan sosialisasi kepada pegawai dan mahasiswa untuk memberikan informasi tentang hak dan kewajiban keikutsertaan JKN/KIS,” tambahnya.

Setelah diadakannya MoU dan PKS, UNTIDAR berharap agar program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) atau mahasiswa magang bersertifikat jumlahnya bisa meningkat, hubungan antara UNTIDAR dengan BPJS Kesehatan Cabang Magelang juga semakin dipererat. Melalui Kerjasama tersebut, kedua belah pihak berharap supaya bisa saling menguntungkan, dan BPJS Kesehatan Cabang Magelang dapat membantu memberikan Jaminan Kesehatan Nasional bagi peserta BPJS Kesehatan atau KIS di Universitas Tidar.

Penulis : Humas

SANDIAGA UNO : YES TIDAR, NO TIDUR, MULAI WIRAUSAHA LALU CIPTAKAN LAPANGAN KERJA.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengajak mahasiswa Universitas Tidar untuk mengambil peluang dan memulai wirausaha sejak dini pada pembukaan dan kuliah umum Pekan Raya Mahasiswa Wirausaha (Paramawira) 2022, Sabtu (23/07).

“Pandemi membawa dampak negatif terutama dalam bidang ekonomi. Tapi inilah saat yang tepat menjadikannya sebuah tantangan untuk memulai wirausaha,” kata Sandiaga.

Tahun ini tepat 25 tahun, Sandiaga mengenang perjuangannya bangkit dari dampak krisis keuangan Asia tahun 1997 silam. Pernah kehilangan pekerjaan dan penghasilan sampai harus kembali ke rumah orang tua karena tidak sanggup membayar kontrakan rumah.

Lalu memberanikan diri memulai sebuah usaha dari sebuah bilik kecil bersama kedua orang rekannya. Setelah mengalami jatuh bangun dalam membangun sebuah usaha akhirnya berkembang menjadi sebuah perusahaan skala nasional dengan 30.000 karyawan.

“Ayo mahasiswa mengambil peran. Gerakkan roda ekonomi. Dirikan UMKM. Melek teknologi, cerna informasi dan kelola informasi dengan baik. Informasi ini digunakan untuk menciptakan kolaborasi bukan lagi hanya kompetisi,” tambahnya.

Sandiaga membagikan 5 kriteria super penting untuk dipelajari para calon entrepreneur muda yaitu inovatif, berani mengambil resiko, adaptif dan softskill.

“Jangan lupa juga kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas. Indonesia bangkit dan pulih, pastikan Infonesia tidak tertinggal dengan negara lain dengan memajukan ekonomi kreatif kita yaitu dengan UMKM,” pungkasnya.

Sandiaga menyampaikan kuliah umum secara Online sedangkan 2 pembicara lain yaitu Heriwanto (Ketua Pemuda Tani HKTI Jawa Tengah) dan Ajib Hamdani, Anggota Kamar dagang dan Industri (KADIN) menyampaikan secara offline langsung dari Gedung dr. H. R. Suparsono UNTIDAR.

Paramawira merupakan ajang pameran produk usaha mahasiswa UNTIDAR dan UMKM Kota dan Kabupaten Magelang. Acara dibuka dengan pemukulan gong oleh Rektor UNTIDAR diampingi Kepala Disperindag Kota Magelang.

“Mahasiswa UNTIDAR memang diarahkan untuk berwirausaha, tidak mewajibkan semua harus berwirausaha namun diasah untuk membuat sebuah wirausaha sesuai visinya yaitu unggul dalam kewirausahaan,” tutunrnya.

Banyak hal yang telah dikerjakan terutama UPT Pengembangan Kewirausahaan dan Pembangunan Perdesaan (PKPP) yaitu pelatihan dan pendampingan UMKM di Kota dan Kabupaten Magelang dan wilayah sekitarnya. Berkumpulya UMKM yang didampingi serta mahasiswa yang telah belajar wirausaha melalui kegiatan Paramawira ini dapat saling bertukar wawasan, pengetahuan dan pengalaman dengan praktisi yang lebih senior dalam mengelola sebuah wirausaha.

Bazar Paramawira diadakan pada Sabtu-Minggu, 23-24 Juli 2022 mulai pukul 8 pagi sampai pukul 4 sore. Puluhan stand ikut berpartisipasi mulai dari produk kuliner, kerajinan, produk kecantikan, fashion dan masih banyak lagi.

Untuk menyemarakkan acara, pada hari pertama pelaksanaannya diselenggarakan Kuliah Umum sedangkan untuk hari kedua pelaksanaanya diselenggarakan Lomba Mewarnai bagi anak-anak TK.

KEMBANGKAN POTENSI MAHASISWA WIRAUSAHA UNTIDAR, UPT PKPP ADAKAN LOMBA KEMASAN DAN VIDEO PROMOSI PRODUK

Dalam rangka mendukung visi misi Universitas Tidar (UNTIDAR), yaitu Unggul Dalam Kewirausahaan, Unit Pelayanan Teknis Pengembangan Kewirausahaan dan Pembangunan Pedesaan (UPT PKPP) menyelenggarakan Lomba Kemasan dan Video Promosi Produk Wirausaha Mahasiswa. Selain bertujuan untuk mengembangkan potensi wirausaha, lomba ini juga memfasilitasi mahasiswa untuk meningkatkan kreatifitas dan mengembangkan usaha yang mereka rintis.

Kegiatan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Tidar. Setelah rangkaian acara penilaian kemasan produk dan poster yang dilaksanakan pada 8 Juli 2022 lalu, sebanyak 22 peserta yang lolos  mengikuti penilaian video promosi produk yang dilaksanakan pada 15 Juli 2022 di GKU dr. H.R. Suparsono UNTIDAR.

Kegiatan penilaian video promosi produk dibuka dan dimoderatori oleh Staf Ahli UPT PKPP Dr. Sri Sarwanti, M.Hum. Video promosi produk dari setiap peserta ditampilkan dan dinilai oleh 3 panelis, yaitu Apt. Panji Hutomo, S.Farm. (Marketing Supervisor), Ahmad Maulana Ghufar, S.Pd., M.A. (Videografer), dan Naufal Luthfi A. (Photografer). Beberapa yang menjadi fokus penilaian diantaranya teknik pengambilan video, teknik pengeditan, teknik promosi produk, konten, dan kualitas video.

Kritik dan saran yang disampaikan oleh panelis menjadi masukan bagi para peserta untuk melakukan perbaikan. 3 video promosi produk yang terpilih menjadi juara 1, 2, dan 3 akan memperoleh trofi dan sertifikat dari UPT PKPP, dan akan diserahkan pada saat pelaksanaan Pekan Raya Mahasiswa Wirausaha UNTIDAR (PARAMAWIRA) UNTIDAR pada 24 Juli 2022 mendatang.

USUNG TEMA “RAIH RASA DENGAN ASA MEMBANGUN DESA WISATA YANG BERBUDAYA”, HIMADIKTAR LAKSANAKAN PENGABDIAN DI DUSUN GATRAN

Himadiktar Mengabdi merupakan salah satu program kerja dari Divisi Sosial Masyarakat Himpunan Mahasiswa Bidikmisi Universitas Tidar (HIMADIKTAR). Kegiatan Himadiktar Mengabdi Tahun 2022 ini mengusung tema “Raih Rasa Dengan Asa Membangun Desa Wisata Yang Berbudaya”. Kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat s/d Minggu, tanggal 15 s/d 17 Juli 2022, di Dusun Gatran, Desa Gondangsari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang (Desa Wisata Janari).

Pembukaan Himadiktar Mengabdi dilaksanakan pada Jumat (15/7), pukul 14.30 WIB. Kepala Desa dan Kepala Dusun yang hadir pada saat pembukaan mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan kegiatan Himadiktar Mengabdi 2022. Kades dan Kadus berharap kegiatan Himadiktar Mengabdi ini akan berkelanjutan, dan akan ada banyak ilmu yang akan didapatkan oleh warga dan juga segenap fungsionaris HIMADIKTAR.  

Setelah acara pembukaan, dilanjutkan kegiatan sosialisasi pengolahan hasil pertanian dan packing product dengan pemateri salah satu fungsionaris HIMADIKTAR, Anisa Dwi Safitri. Acara sosialisasi dihadiri oleh sekitar 40 orang ibu-ibu dusun Gatran. Tujuan diadakannya sosialisasi adalah memberikan edukasi terkait inovasi pengemasan sayur yang lebih menarik, sehingga dapat meningkatkan pemasaran produk.

Di hari pertama pengabdian juga diadakan berbagai lomba permainan tradisional yang diikuti oleh anak-anak dusun Gatran, yaitu gobak sodor, balap karung dan estafet air. Fungsionaris HIMADIKTAR juga membantu mengajar mengaji di TPQ setempat. Kegiatan pengabdian di hari pertama ditutup dengan diskusi terkait pengelolaan Kesek Coffee, yang dikelola oleh karang taruna dusun Gatran.

Kegiatan Himadiktar Mengabdi di hari kedua, Sabtu (16/7) diawali dengan membantu para petani di dusun Gatran, diantaranya membersihkan green house, panen cabai, panen tomat, panen brokoli, dan panen seledri milik warga dusun Gatran. Fungsionaris HIMADIKTAR juga mengadakan kegiatan sosialisasi, yaitu:

1. Sosialisasi pembuatan alat ponjo sederhana dengan pemateri Taufiq Rahmansyah

2. Sosialisasi pembuatan fungisida nabati oleh Khoirul Anam, dan

3. Sosialisasi pembuatan kompos oleh Bagus Aradea

Selain sosialisasi yang ditujukan kepada bapak-bapak yang berprofesi sebagai petani, panitia juga mengadakan sosialisasi yang ditujukan kepada anak-anak yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) terkait KIP-Kuliah.

Di hari kedua pengabdian panitia HIMADIKTAR Mengabdi mengadakan lomba cerdas cermat (LCC) dengan sasaran anak-anak TK dan SD di dusun Gatran. Hari kedua ditutup dengan acara pensi yang dimeriahkan dengan pertunjukan Reog Topeng Ireng, pencak silat, pertujukan Warok, Tari Islami, pertujukan Soreng, dan pembagian hadiah lomba.

Hari terakhir pengabdian, Minggu (17/7)  kegiatan diawali dengan bersih-bersih di lingkungan sekitar dusun Gatran, dilanjutkan dengan senam pagi bersama warga, sarapan bersama dan tracking ke air terjun dusun Gatran bersama anggota karang taruna dan anak-anak dusun.

Himadiktar Mengabdi diharapkan dapat meningkatkan eksistensi Universitas Tidar pada umumnya dan HIMADIKTAR secara khusus. Selain itu melalui kegiatan ini diharapkan bisa lebih menggali potensi desa, agar bisa meningkatkan kesejahteraan warga Dusun Gatran, Desa Gondangsari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang (Desa Wisata Janari).

Penulis : Humas

IKUT ANDIL PERERAT PERSATUAN DAN KESATUAN DI INDONESIA, BEM KM UNTIDAR GAGAS DIALOG LINTAS AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Tidar (UNTIDAR), mengadakan kegiatan Diskusi Lintas Agama dan Kebudayaan bertema “Keberagaman Indonesia dalam Harmonisasi Pancasila”, Sabtu (16/7). Kegiatan yang bertempat di Gedung dr. HR. Suparsono UNTIDAR ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai program studi di UNTIDAR serta tokoh masyarakat, agama, dan kebudayaan di Kota Magelang.

Dalam sambutannya, Larsita, S.E., M.Sc., Sekretaris Daerah Kota Magelang mewakili Walikota Magelang menyampaikan apresiasi atas terselenggarakannya Dialog Lintas Agama dan Kebudayaan oleh BEM KM UNTIDAR. “Kota Magelang masuk dalam 10 besar kota dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia. Berbagai bentuk keragaman akan semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan” tuturnya.

Kegiatan Diskusi Lintas Agama dan Kebudayaan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. “Keberagaman agama digambarkan seperti musik gamelan, meskipun bentuknya berbeda dan cara memainkannya berbeda namun ketika disatukan akan membentuk harmonisasi musik yang indah”, tambahnya.

Materi pertama disampaikan oleh Setyawan Budy, Koordinator Persaudaraan Lintas Agama, mewakili agama Kristen. Ia menjelaskan tentang bagaimana pandangan umat Kristen terhadap harmonisasi umat beragama menurut Pancasila.

Dilanjutkan Ketua PHDI Kota Magelang, Gede Mahardika, mewakili agama Hindu. Ia menyampaikan tentang tujuan agama yaitu asah, asih dan asuh. “Persatuan tidak cukup dengan untaian kata-kata, tapi harus dibuktikan dengan perbuatan dan diamalkan dalam kehidupan,” jelasnya.

Pemateri ketiga, Wahyu Utomo, S.Pd., M.Pd., Ketua PELITA Kabupaten Magelang, mewakili agama Budha. Ia membahas mengenai harmonisasi agama dan Pancasila. Menurutnya, 6 asas menuju kerukunan diantaranya Metta (Cinta Kasih), Karuna (Kasih Sayang), Mudita (Simpati), Uppekkha (Keteguhan Hati), Hiri (Malu Berbuat Jahat), Ottapa (Takut Akan Akibatnya).

Selanjutnya, Christoporus Indrayanto, Komisi HAK (Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan) Kevikepan Kedu, mewakili agama Katolik, menjelaskan mengenai peran agama Katolik dalam merealisasikan toleransi berdasarkan Pancasila, diantaranya: terlibat dan aktif dalam kegiatan masyarakat, kunjungan pada saat hari besar keagamaan, Open House Natal, srawung kaum muda lintas agama, Sekolah Kebinekaan, dan kaderisasi aktivis lintas agama.

Wakil Ketua Matakin Jawa Tengah, Ws. Andi Gunawan, ST, yang mewakili agama Khongucu menjelaskan mengenai moderasi beragama dalam agama Khongucu. “Keberhasilan moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat indonesia dapat terlihat dari tingginya empat indikator utama, komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi serta beberapa indikator lain yang selaras dan saling bertautan” katanya.

Siti Nuriyah, sebagai penghayat kepercayaan Tuhan YME Ngudi Utomo, menjelaskan bagaimana pandangan setiap agama terkait harmonisasi umat beragama menurut Pancasila. “Pancasila memberi ruang yang luas bagi agama. Nilai ketuhanan yang terkandung dalam Pancasila adalah inti ajaran agama,” tambahnya.

Materi terakhir oleh Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Magelang, Kyai Kholil Mustamid Asrori, mewakili agama Islam, membahas mengenai pandangan Islam terhadap harmonisasi umat beragama sesuai Pancasila. “Pancasila sejalan dengan beberapa prinsip dasar Islam, yakni Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah Mufakat dan Keadilan,” tegasnya.

Banyak nilai-nilai luhur dari berbagai agama, suku dan budaya yang sejalan dengan Pancasila, yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang harmoni. Seluruh pemateri sepakat pentingnya kerukunan umat beragama untuk mewujudkan negara Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.

Penulis : Humas