Sembilan Mahasiswa UNTIDAR Ikuti Asia University Virtual Exchange Program Fall Semester 2022

Dalam rangka menerapkan kebijakan Kampus Merdeka, dan mengembangkan hard skill mahasiswa agar memiliki rasa percaya diri untuk bersaing di era global, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiwaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi memberikan penawaran kepada mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi, untuk mengikuti program Asia University Virtual Exchange Program Fall Semester 2022.

Asia University Virtual Exchange Program Fall Semester 2022, diselenggarakan oleh Asia University dalam bentuk pelaksanaan short course yang bisa diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara. Tahun ini, 9 orang mahasiswa UNTIDAR berkesempatan untuk mengikuti program ini. Mahasiswa UNTIDAR yang lolos seleksi, mengikuti short course dari bulan September sampai Februari 2022.

“Ini merupakan tahun kedua, Unit Kerjasama Internasional menginisiasi MoU antara UNTIDAR dengan Asia University Taiwan, bertujuan agar bisa memfasilitasi mahasiswa mendapatkan exposure internasional,” jelas Winda Candra Hantari, S.S., M.A., selaku PIC program. “Banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan mengikuti program ini, diantaranya mahasiswa UNTIDAR bisa mengikuti kelas bersama dengan mahasiswa dari berbagai negara, dan setelah selesai program, mahasiswa akan mendapatkan sertifikat dan grade card dari Asia University Taiwan,” tambahnya.

Kesembilan mahasiswa UNTIDAR yang mendapatkan privilege mengikuti Asia University Virtual Exchange Program Fall Semester 2022 yaitu :

  1. Muhammad Ma’ruf Nur Rifai (Fakultas Teknik)

Digital Image Processing (for Computer Science Students)

  • Nurkhanifah (Fakultas Teknik)

Digital Image Processing (for Computer Science Students)

  • Rahmat Aldino (Fakultas Teknik)

Digital Image Processing (for Computer Science Students)

  • Maulana Yusuf (FKIP)

English Interpretation for Tour Guide, English Composition V

  • Bagus Surya Gumilar (FKIP)

English Interpretation for Tour Guide, English Composition V

  • Delia Annisa Putri (FKIP)

English Interpretation for Tour Guide, English Composition V

  • Muhammad Eginda Erlangga (FKIP)

English Interpretation for Tour Guide, English Composition V

  • Novita Nurfitria (FKIP)

English Interpretation for Tour Guide, English Composition V

  • Salma Annafi (FKIP)

English Interpretation for Tour Guide, English Composition V

Penulis : Humas

KOLABORASI DOSEN PRODI PETERNAKAN DAN PRODI PENDIDIKAN IPA UNTIDAR LAKUKAN EDUKASI PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MELALUI BIOKONVERSI OLEH LALAT BSF (MAGGOT)

Salah satu permasalahan yang dialami oleh warga Dusun Sempu, Desa Ngadirojo, Secang Magelang yaitu belum adanya tempat pengolahan sampah.  Saat ini warga masih mengandalkan kebun kosong untuk membuang sampah dan semakin lama sampah menumpuk dan menimbulkan polusi bagi lingkungan sekitar. 

Sedangkan bagi peternak Itik Magelang, harga pakan terutama pakan sumber protein mahal. Peternak memberikan pakan seadanya dan semampunya untuk Itik Magelang yang mereka pelihara.  Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tidar hadir ditengah-tengah para peternak Itik Magelang dan kelompok PKK di wilayah tersebut.  Solusi yang diberikan tim pengabdian kolaborasi antara dosen prodi Peternakan dan prodi Pendidikan IPA, yaitu tentang biokonversi sampah organik menggunakan Larva BSF (Maggot). Tim pengabdian diketuai oleh Tri Puji Rahayu, S.Pt., M.P., dan beranggotakan Pradipta Bayu Aji P, S.Pt., M.Sc. dan Eli Trisnowati, S.Pd., M.Pd., dibantu oleh beberapa mahasiswa yang  hadir ditengah warga dengan serangkaian kegiatan guna menjawab permasalahan yang terjadi. 

Agenda pertama yang dilaksanakan yaitu tentang edukasi pengolahan sampah organik melalui biokonversi oleh lalat BSF (maggot).  Tri Puji Rahayu, S.Pt., M.P. ketua tim pengabdian hasil pendanaan dari Kemdikbudristek 2022 ini, menerangkan biokonversi merupakan suatu proses alami yang melibatkan larva serangga untuk menyerap nutrien dari limbah organik menjadi biomassa Larva BSF. Selain itu, larva BSF (maggot) mengandung protein tinggi antara 45-50% dan lemak 24-30%, sehingga sangat berpotensi sebagai bahan pakan sumber protein hewani yang ekonomis. Kegiatan agenda pertama meliputi penyuluhan tentang edukasi sampah dan pengolahannya, edukasi tentang budidaya larva BSF (maggot), dan praktik pemilahan sampah oleh para peserta, dipandu oleh tim pengabdian kepada masyarakat.  Kegiatan berjalan lancar, dan para peserta sangat antusias dengan materi serta praktik yang diberikan oleh tim. 

Eli Trisnowati, S.Pd., M.Pd menyampaikan, luaran akhir yang akan dicapai dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu, peningkatan keterampilan peternak yang tergabung dalam kelompok ternak `Sumber Makmur`, dan kelompok Ibu PKK dalam melakukan biokonversi sampah organik menggunakan maggot.  Selanjutnya maggot dapat digunakan sebagai pakan sumber protein Itik Magelang. “Besar harapan kami dari tim, serangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan  berjalan dengan baik, warga sasaran pengabdian meningkat dalam hal pengetahuan, keterampilan, hingga pemenuhan kebutuhan pakan Itik Magelang,” tutur Tri Puji Rahayu, S.Pt., M.P.

Penulis : Humas

NUR AISYAH ZANUARIKA, MAHASIWA PBSI UNTIDAR, RAIH JUARA 3 TANGKAI  LOMBA MONOLOG PEKSIMIDA

Sabtu dan Minggu, 10-11 September 2022 telah digelar lomba Monolog yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, bekerjasama dengan Universitas Tidar, dan Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI). Acara dilaksanakan di Auditorium Universitas Tidar, dengan jumlah peserta 31 orang, berasal dari Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta di Jawa Tengah. Adapun kampus-kampus yang mengikuti lomba Monolog di antaranya adalah Universitas Diponegoro, Universitas Jendral Sudirman, Universitas Negeri Semarang, Institut Seni Indonesia Surakarta, Universitas Sebelas Maret, Universitas Tidar, dan kampus-kampus lainnya yang ada di Jawa Tengah.

Dewan Juri dalam lomba PEKSIMIDA tangkai Monolog terdiri atas akademisi dan praktisi yang telah lama berkecimpung di bidang sastra dan budaya, dengan kapasitas dan kapabilitas yang sudah tidak diragukan lagi. Juri pertama adalah Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, M.Pd., guru besar dari Universitas Negeri Yogyakarta, sekaligus sebagai sastrawan dan budayawan. Juri kedua adalah Tentrem Lestari, S.Pd., M.Sc., praktisi dan sastrawan yang menciptakan salah satu naskah monolog PEKSIMINAS, yang selalu dilombakan setiap tahunnya. Juri ketiga adalah Drs. Suharjoso Sk., M.Sn., dosen Institut Seni Indonesia Yogyakarta, pendiri teater Gadjah Mada UGM, yang telah berulang kali menjuarai PEKSIMINAS.

Acara dibuka dengan laporan dari ketua panitia Panji Kusuma Prasetyanto, S.E, M.Ec.Dev., sambutan ketua BPSMI Pusat, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.Si., dan secara resmi dibuka oleh Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc. Antusiasme dari para peserta begitu luar biasa karena baru kali pertama setelah masa pandemi dapat melaksanakan lomba Monolog secara luring, dan diikuti oleh banyak sekali peserta. Juara PEKSIMIDA tangkai Monolog tahun 2022 : Juara 1, diraih oleh Universitas Jendral Sudirman; Juara 2, diraih oleh Universitas Negeri Semarang; Juara 3, diraih oleh Universitas Tidar; Juara Harapan 1, Universitas Veteran Bangun Nusantara; Juara Harapan 2, ISI Surakarta; dan Juara Harapan 3, Universitas 17 Agustus 45 Semarang.

Nur Aisyah Zanuarika, mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia berhasil meraih juara 3. “Saya sangat bersyukur dan terharu karena dalam ajang bergengsi ini saya bisa turut berpartisipasi dan mengharumkan nama UNTIDAR. Pencapaian ini tak terlepas dari karunia Allah, serta banyaknya dukungan, doa, dan harapan yang telah diberikan keluarga, dosen, serta sahabat-sahabat saya,” ujarnya. “Jangan pernah ragu pada diri sendiri. Setiap manusia punya kemampuan yang mungkin dirinya saja tidak pernah tahu.  Jangan takut, hadapi dengan berani, tenang, ikuti arahan pelatih, nikmati setiap prosesnya dengan baik dan gembira, dan segala sesuatu yang dimulai dengan baik pasti akan berakhir dengan baik,” imbuhnya.

Imam Baihaqi, M.A., Sekretaris Jurusan Bahasa dan Seni Universitas Tidar sekaligus pendamping PEKSMIDA tangkai monolog, menyampaikan rasa senangnya. “Senang rasanya bisa mendampingi dan membersamai Nur Aisyah Zanuarika sehingga bisa menjadi salah satu juara dalam ajang bergengsi di bawah Balai Pengembangan Talenta Indonesia Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dan Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI). Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Munir Syalala yang telah melatih Nur Aisyah, sehingga bisa meraih prestasi yang luar biasa,” pungkasnya.

Penulis : Humas

SHARING NINA PUNGKI KUSUMA, IKUTI MAGANG BERSERTIFIKAT DI DIVISI RISK MANAGEMENT DAN LEGAL COMPLIANCE PT INKA

Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) merupakan salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri dengan terjun langsung di dunia industri atau profesi nyata selama satu sampai dua semester, yang akan diakui dengan konversi 20 sks setiap semesternya.

Nina Pungki Kusuma, mahasiswa prodi S1 Hukum UNTIDAR Angkatan 2019, merupakan salah satu mahasiswa yang tahun ini mendapatkan kesempatan mengikuti MSIB MBKM batch 3 selama 5 bulan. “Saya lolos program MSIB MBKM di PT INKA (Persero), pada divisi Risk Management & Legal Compliance. PT INKA (Persero), yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), manufaktur kereta api terintegrasi pertama di Asia Tenggara,” tutur Nina. “Lolos program MSIB MBKM Batch 3 ini pastinya bersyukur, karena bisa mengembangkan hard skill maupun soft skill dengan belajar hal baru. Harapan dari kegiatan ini semoga saya dapat membangun personal branding yang kuat untuk meningkatkan personal value saya, serta memiliki bekal setelah lulus kuliah untuk menghadapi persaingan di dunia kerja,” tambahnya.

Nina menjelaskan, ia terlibat dalam pembuatan Feasibility Study (Studi Kelayakan Produk Bus Listrik 12 meter). “Saya mendapat bagian pada aspek kajian legalitas mengenai Peraturan Perundang-Undangan yang berkaitan dengan apa saja yang sekiranya dibutuhkan dalam pembuatan produk bus listrik 12 meter. Selain itu saya juga mendapat tugas lain seperti  analisis manajemen risiko, mengerjakan demografi (laporan kinerja dan laporan manajemen, serta laporan komposisi pegawai), mempelajari prosedur pengelolaan risiko, mengikuti pelatihan kontribusi margin, pencarian & seleksi tender, pembuatan RAB dan pembuatan Kurva S, menghadiri acara sosialisasi bersama PIC/mentor terkait Teknis Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko/ Sistem OSS RBA, serta selalu mengikuti program In-Class Training yang di selenggarakan setiap hari Kamis dan Jum’at setiap minggunya,” urai Nina.

“Selama proses magang, saya mendapatkan pendidikan mental dan kedisiplinan yang diberikan langsung di Batalyon Infanteri Para Raider 501 Madiun. Disitu saya dibentuk untuk memiliki mental yang kuat, memiliki jiwa kepemimpinan, selalu tepat waktu, dan juga dapat bekerjasama dengan peserta magang lainnya. Walaupun awalnya itu terasa berat bagi saya, tetapi output yang saya rasakan sekarang adalah rasa kekeluargaan yang terbentuk antar sesama peserta MSIB di PT INKA (Persero),” imbuhnya.

Nina menuturkan bahwa program yang dijalaninya memberikan banyak benefit, diantaranya bisa mengembangkan hard skill maupun soft skill dengan belajar hal baru, dan membangun personal branding yang kuat untuk meningkatkan personal value. Nina berpesan untuk teman-teman dan adik-adik tingkat yang akan mengikuti MSIB untuk mempersiapkan diri pada setiap tahapan seleksi sematang mungkin, dengan mencari banyak referensi dan berlatih. “Jangan ragu untuk mencoba, if we never try, we will never know”, pungkasnya.

Penulis : Humas

REKTOR UNTIDAR SAMBUT 18 ORANG PESERTA PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA

Rektor Universitas Tidar (UNTIDAR) Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin, M.Sc. menyambut kedatangan 18 orang peserta Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) dari 15 perguruan tinggi, Selasa (13/09). Turut menyambut, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama, Drs. Giri Atmoko, M.Si., dan Koordinator Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, David Budhi Hartono, S.E., M.M.

“Mahasiswa yang mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka berjumlah 18 orang. Dari Universitas Syah Kuala 1 orang, Universitas Malikussaleh 1 orang, Universitas Prima Indonesia 1 orang, Institut Teknologi Kalimantan 1 orang, Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua 1 orang, Universitas Jambi 1 orang, Universitas Nusa Cendana 1 orang, IKIP PGRI Pontianak 1 orang, Universitas Mulawarman 1 orang, Universitas Halu Oleo 1 orang, Universitas Khairun 1 orang, Universitas Sulawesi Barat 2 orang, Universitas Musamus Merauke 3 orang, Iisip Yapis Biak 1 orang, dan Universitas Udayana 1 orang,” urai Ikhwan Taufik, S.Pd. M.Eng., selaku Koordinator program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM).

“Mahasiswa peserta PMM mengambil 20 sks, 4 sks untuk Modul Nusantara dan 16 sks untuk mengambil mata kuliah sesuai jurusan masing-masing. Kegiatan Modul Nusantara terbagi 4 jenis, dengan 1 dosen sebagai pengampu. Kegiatannya meliputi 14 kegiatan kebhinekaan, 7 kegiatan refleksi, 3 kegiatan inspirasi dengan mengundang praktisi atau inspirator dalam berbagai bidang, dan 1 kegiatan kontribusi sosial,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Rektor UNTIDAR Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin menyampaikan, PMM dirancang untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia untuk berinteraksi. “Saya berharap kegiatan ini bisa meningkatkan rasa solidaritas, kepekaan sosial, dan kepekaan kebangsaan. Di era disrupsi seperti sekarang, generasi muda harus memiliki kekuatan, ketangguhan, serta tidak  mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Jangan mudah terombang ambing oleh gejolak sosial yang ada di masyarakat,” tegas Rektor. “Magelang adalah kota yang sangat kondusif untuk belajar. Kota kecil namun fasilitasnya lengkap. Event budaya banyak, dan tujuan wisata begitu beragam. Semoga bermacam kegiatan yang diikuti selama mengikuti PMM, bisa semakin memperkaya pengalaman,” imbuh Rektor.

Selama mengikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka, peserta mendapatkan fasilitas transportasi, dan uang kuliah serta biaya hidup. Adapun pelaksanaanya didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Melalui program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, mahasiswa memiliki kesempatan untuk meningkatkan knowledge, skill, dan attitude karena akan bergaul dengan berbagai pengalaman serta budaya baru, sebagai bekal dalam menghadapi persaingan global untuk menjadi bangsa yang maju bersama bangsa maju lainnya.

Penulis : Humas

JELANG PENILAIAN KEMAJUAN PELAKSANAAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA (PKP2), TIM PKM UNTIDAR LAKSANAKAN COACHING CLINIC

Sebagai langkah persiapan jelang Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKP2), tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UNTIDAR melaksanakan kegiatan coaching clinic, Senin (5/9). Coaching clinic bertujuan untuk menyiapkan dua tim PKM UNTIDAR yang berhasil lolos pendanaan PKM 8 bidang, melaksanakan PKP2 secara optimal, agar berhasil masuk sebagai peserta PIMNAS PKM 2022.

Kegiatan diikuti oleh 10 mahasiswa dari dua tim PKM UNTIDAR yang lolos pendanaan Belmawa, yaitu tim PKM-PI dengan judul Mesin Pengolah Rumput Pakan Ternak Multifungsi dengan Spinrotation Centrifugal Mixer Tube dan tim PKM-K dengan judul `JAVONIC` (Javanese Iconic), Usaha Kaos dengan Mempelajari Kebudayaan Jawa Melalui Teknologi QR-Code. Coaching clinic juga dihadiri para dosen pendamping, serta para staf pendukung Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D., Kepala Subdit Kreativitas dan Penalaran Mahasiswa, Direktorat Kemahasiswaan UGM, sekaligus reviewer nasional PKM, dan Eny Ratnasari, S.I,Kom., M.I.Kom., dosen Ilmu Komunikasi FISIP UNTIDAR.

Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D. menyampaikan materi tentang kualitas dan isi laporan kemajuan, pengisian log book kegiatan, serta pengajuan log book keuangan.
“Filosofi jalan menuju PIMNAS yaitu: raih nilai proposal setinggi mungkin (format dan konten): 30%; raih nilai laporan kemajuan setinggi mungkin: 20%, dan raih nilai monev/PKP2 setinggi mungkin: 50%,” urainya.

Ia juga mengingatkan hal-hal yang mendukung sukses pelaksanaan PKM antara lain:

  1. Solidaritas internal tim PKM, kerjasama tim PKM dengan dosen pendamping, dan kerjasama tim PKM dan pengelola Perguruan Tinggi.
  2. Pelaksanaan kegiatan PKM 2022 disesuaikan dengan proposal PKM yang diajukan, dan fokus pada karakteristik PKM tiap bidang à saat PKP2 sudah 90-95%
  3. Tahap pelaksanaan kegiatan dieksekusi secara terencana dan terukur oleh tim (pengisian logbook rutin 1-3x perminggu dll)
  4. Patuh terhadap pedoman pelaksanaan PKM 2022, termasuk prinsip dan azas.
  5. Memenuhi luaran PKM dengan baik dan memahami setiap tahapan kompetisi

Eny Ratnasari, S.I,Kom., M.I.Kom. menyampaikan tentang public speaking yang baik, dan tips trik penyusunan powepoint yang singkat, jelas, sistematis, dan menarik. Eny juga mengingatkan hukum komunikasi yang efektif, yaitu REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble) meliputi:

  1. Sikap hormat dan sikap menghargai terhadap khalayak, prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting.
  2. Empati, kemampuan kita untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain.
  3. Audible, didengarkan atau dimengerti dengan baik. Audible dalam hal ini berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan.
  4. Kejelasan dari pesan yang kita sampaikan, Pesan yang disampaikan hendaknya pesan yang singkat padat dan jelas, tidak terlalu banyak uraian dan menggunakan bahasa yang dapat dimengerti dan diterima.
  5. Sikap rendah hati, membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki.

Eny juga mengingatkan kunci komunikasi efektif yaitu : memahami audiens, memahami lingkungan/situasi, memahami persiapan materi, dan menyampaikan pesan dengan yakin.

Setelah paparan dari pemateri, coaching clinic diakhiri dengan simulasi presentasi PKP2 oleh masing-masing tim PKM.  Masing-masing tim PKM skema PKM-K, dan tim PKM-PI melaksanakan presentasi dengan durasi 10 menit, dilanjutkan sesi tanya jawab serta saran oleh   Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D dan  Eny Ratnasari, S.I,Kom., M.I.Kom.

Penulis : Humas

ARTIKEL ILMIAH “PENGUATAN STRATEGI KINERJA HMJ MANAJEMEN FE UNTIDAR DALAM MENUNJANG PRESTASI MAHASISWA” LOLOS PKM AI DITJEN DIKTIRISTEK

Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) adalah organisasi mahasiswa S1 Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) UNTIDAR, yang salah satu perannya adalah membimbing dan mengarahkan mahasiswa manajemen untuk dapat meraih prestasi. Hal inilah yang melatarbelakangi Novi Erawati, Syavia Alvi Maulidya Arma, dan Dewi Lanjar Ibana Hutagalung, dengan dibimbing dosen S1 Manajemen FE, Dian Marlina Verawati, S.E., M.M., menulis artikel ilmiah berjudul “Penguatan Strategi Kinerja HMJ Manajemen FE UNTIDAR Dalam Menunjang Prestasi Mahasiswa”. Artikel llmiah ini

Penelitian dibuat dengan tujuan untuk mengidentifikasi kinerja HMJM selama tahun 2021, melalui program kerja yang sudah ataupun belum terlaksana. Tim peneliti berusaha memberikan alternatif strategi kinerja organisasi HMJM FE UNTIDAR. Selain itu kajian tim peneliti diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan dalam peningkatan mutu serta prestasi mahasiswa Manajemen FE UNTIDAR. Hasil penelitian juga dapat digunakan sebagai arahan untuk mempermudah perencanaan HMJM FE UNTIDAR kedepan, dan membantu peningkatan akreditasi program studi S1 Manajemen FE UNTIDAR.

Novi menjelaskan penelitian dilakukan pada Organisasi HMJM FE Universitas Tidar sebagai objek observasi, dimana pendekatan deskriptif kualitatif dilakukan menggunakan data primer dalam bentuk wawancara dengan anggota pengurus HMJM periode 2021-2022, serta data sekunder dari jurnal dan buku penelitian terdahulu untuk mengumpulkan informasi mengenai faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja HMJM FE.

“Hasil observasi dan wawancara mengenai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pada HMJM FE dituangkan ke dalam bentuk Matriks Evaluasi Faktor Internal dan Matriks Evaluasi Faktor Eksternal, sebagai tahapan input yang harus dilakukan pertama kali. Kemudian tahapan pencocokan akan dilaksanakan menggunakan Matriks Internal-Eksternal dan Matriks SWOT. Langkah terakhir merupakan tahapan keputusan yang akan dilakukan menggunakan Matriks Perencanaan Strategi Kauntitatif (MPSK),” urai Novi.

Hasil perhitungan sektor internal dan eksternal kinerja HMJM FE UNTIDAR periode 2021-2022 menunjukkan jika kondisi kinerja Organisasi HMJM masih lemah, serta banyak mengalami hambatan. Meskipun begitu terdapat peluang untuk melakukan perbaikan dengan menggunakan solusi serta strategi kinerja baru yang tepat. “Rekomendasi untuk hasil seperti ini adalah dengan merubah strategi kinerja,” jelas Novi.

Novi menambahkan, dari hasil pengumpulan, pengolahan serta analisis data dari wawancara terhadap 25 anggota kepengurusan HMJM tahun 2021-2022 diperoleh kesimpulan harus dilakukan pengubahan strategi kinerja HMJM dalam menunjang mutu dan prestasi mahasiswa S1 Manajemen FE UNTIDAR. “Selain itu, ada strategi lain yang bisa dilakukan seperti peningkatan motivasi, pemaksimalan pengelolaan media sosial, memperketat pengawasan serta evaluasi, melengkapi fasilitas, aksi promosi besar – besaran, peningkatan kerja sama dengan sponsor, serta meningkatkan koordinasi antar anggota agar meminimalisir hambatan,” pungkas Novi.

“Penguatan Strategi Kinerja HMJ Manajemen FE UNTIDAR Dalam Menunjang Prestasi Mahasiswa,” adalah salah satu dari 3 artikel ilmiah mahasiswa UNTIDAR, yang tahun ini berhasil meraih insentif Program Kreatifitas Mahasiswa Artikel Ilmiah (PKM AI) tahun 2022. PKM-AI diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menuangkan pemikiran dari hasil-hasil kegiatan ilmiah yang telah dilakukan, ke dalam bentuk sebuah artikel ilmiah sesuai kriteria standar sistematika penulisan jurnal ilmiah. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu memilih metode dan teknik penyelesaian dari permasalahan, disertai dengan kemampuan menguraikan landasan teori yang terkait dengan permasalahan yang dibahas, serta ketajaman pembahasan dalam menganalisis hasil yang diperoleh, yang akhirnya bermuara pada penyimpulan upaya penyelesaian masalah yang telah dilakukan.

Penulis : Humas

TELITI HUBUNGAN KORUPSI DENGAN PERTUMBUHAN EKONOMI, MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNTIDAR RAIH INSENTIF PKM-AI

Hubungan antara korupsi dan pertumbuhan ekonomi, telah menjadi topik perdebatan di kalangan akademisi. Banyak penelitian yang dikhususkan untuk mengeksplorasi hubungan ini. Beberapa diantaranya menemukan hubungan yang positif antara korupsi dan pertumbuhan ekonomi. Korupsi dilihat sebagai “greasing of the wheels”, yang melumasi roda pembangunan. Sehingga adanya korupsi dapat mendorong perekonomian. Sementara korelasi negatif antara korupsi dan pertumbuhan ekonomi ditemukan lebih banyak lagi. Korupsi dianggap sebagai “sand on the wheels” yang menghambat perekonomian. Berbeda dengan dua pandangan diatas, ada juga peneliti yang menemukan bahwa korupsi tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di negara berkembang.

Sejauh ini, hasil empiris dari beberapa studi yang meneliti hubungan korupsi dan pertumbuhan ekonomi masih belum jelas. Inilah yang melatarbelakangi Erika Febrianti, Muhammad Arif Kurniawan, dan Puji Aisyah Zahroti, dengan dibimbing dosen pendamping Rr. Retno Sugiharti, S.E., M.Si., melakukan penelitian untuk memahami hubungan antara korupsi dan pertumbuhan ekonomi di negara-negara berpendapatan menengah ke bawah, dengan melihat perlunya kelompok negara ini untuk maju dan berkembang. Penelitiannya berjudul “Kausalitas Korupsi dan Pertumbuhan Ekonomi: Sebuah Kajian Empiris”.

Erika Febrianti menjelaskan, studi ini menggunakan data panel untuk menyelidiki hubungan kausal antara korupsi dan pertumbuhan ekonomi yang dialami negara berpendapatan menengah ke bawah, dari tahun 2010 hingga 2019. Sebanyak 36 dari 55 negara berpendapatan menengah ke bawah dipilih sebagai sampel dari populasi. Data korupsi yang digunakan adalah data pengendalian korupsi (Control of Corruption) yang diperoleh dari World Governance Indicators (WGI).

“Dari penelitian ini kami menyimpulkan, bahwa terdapat hubungan dua arah antara pengendalian korupsi dan pertumbuhan ekonomi. Dalam jangka pendek, pengendalian korupsi tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Namun dalam jangka panjang, pengendalian korupsi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara positif dan signifikan. Sementara hubungan sebaliknya antara pertumbuhan ekonomi terhadap pengendalian korupsi ditemui hasil yang positif dan signifikan,” urai Erika.

“Kausalitas Korupsi dan Pertumbuhan Ekonomi: Sebuah Kajian Empiris”, adalah satu dari tiga artikel ilmiah karya tim mahasiswa UNTIDAR, yang tahun 2022 ini berhasil mendapatkan insentif Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah (PKM-AI). PKM-AI diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menuangkan pemikiran dari hasil-hasil kegiatan ilmiah yang telah dilakukan ke dalam bentuk sebuah artikel ilmiah sesuai kriteria standar sistematika penulisan jurnal ilmiah. PKM AI diharapkan mampu mengantarkan mahasiswa kepada keterampilan atau keahlian dalam menulis artikel ilmiah. Melalui keahlian tersebut, mahasiswa secara runtut mampu menguraikan suatu permasalahan dan mencari solusi dengan tujuan tertentu, baik untuk permasalahan yang sifatnya masih dasar maupun permasalahan terapan di lapangan.

Penulis : Humas

TIM MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNTIDAR RAIH INSENTIF PKM-AI

Tim Mahasiswa Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Tidar, yaitu Dewi Wulandari, Husnul Holifah dan An’nisa Ramadhania Al’amin, dengan bimbingan dari Dinar Melani Hutajulu, S.Pd., M.Si., sebagai dosen pendamping,  berhasil menorehkan prestasi. Dewi Wulandari dan tim sukses meloloskan proposal berjudul “Analisis Ketimpangan Pembangunan Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi DKI Jakarta dan Kalimantan Timur”, dan mendapatkan insentif Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah 2022.

Dewi Wulandari menuturkan, penelitiannya bersama tim bertujuan untuk mengetahui tingkat ketimpangan pembangunan ekonomi dan komparatif dari ketimpangan ekonomi di provinsi DKI Jakarta dan Kalimantan Timur. “Dari penelitian yang telah kami lakukan, ada beberapa kesimpulan yang berhasil didapatkan. Hasil hitung dari indeks Williamson menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan pembangunan di provinsi DKI Jakarta cukup tinggi, bahkan selalu mengalami peningkatan sampai tahun 2018. Sedangkan untuk provinsi Kalimantan Timur, tingkat ketimpangan pembangunan pada tahun 2014 sampai tahun 2018 juga tinggi, tetapi tiap tahunnya mengalami penurunan ketimpangan pembangunan. Bahkan pada tahun 2018 masuk kedalam kategori sedang,” kata Dewi.

“Selanjutnya, jika dilihat dari perhitungan Tipologi Klassen dapat disimpulkan bahwa di Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2014-2018 cenderung konsisten dan tidak mengalami perubahan secara signifikan. Selain itu provinsi DKI Jakarta jika diambil rata-rata, termasuk kedalam klasifikasi daerah maju dan tumbuh cepat atau kategori kuadran I. Sedangkan pada provinsi Kalimantan Timur, hanya beberapa daerah saja yang perubahannya konsisten. Jika diambil rata-rata pada tahun 2014- 2018, kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur termasuk kedalam klasifikasi daerah berkembang cepat atau kategori kuadran III,” urai Dewi.

Setelah melakukan kajian ini, Dewi beserta tim mengajukan saran yang dapat diberikan guna mengurangi ketimpangan pembangunan ekonomi, yaitu Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur seharusnya segera melakukan tindakan untuk mengurangi tingkat ketimpangan pembangunan ekonomi wilayahnya, dengan melakukan antisipasi terhadap kegiatan ekonomi untuk keberlanjutan ekonomi dimasa datang. Selain itu perlu adanya pengembangan secara insentif di sektor ekonomi dan sektor lainnya seperti pertanian, kehutanan, dan perindustrian.

Program Kreativitas Mahasiswa merupakan salah satu wujud implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang diluncurkan oleh Ditjen Diktiristek pada tahun 2022, di bawah pengelolaan Belmawa. PKM merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan, mewadahi, dan mewujudkan ide kreatif serta inovatif mahasiswa. PKM terus dikembangkan dan disempurnakan sehingga mahasiswa mampu mengantisipasi, memahami bahkan berkontribusi untuk mewujudkan tujuan kehidupan dunia yang dicanangkan PBB dalam 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Penulis : Humas

REKTOR UNTIDAR DAN KEPALA KANWIL DIREKTORAT JENDERAL PAJAK JAWA TENGAH II TANDATANGANI PERPANJANGAN KESEPAKATAN BERSAMA TAX CENTER

Bertempat di ruang Multimedia UNTIDAR, Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin, M.Sc. dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah II, Slamet Sutantyo, melaksanakan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Tax Center Universitas Tidar, Kamis (1/9). Acara turut dihadiri oleh Kepala KPP Pratama Magelang, Kepala KPP Pratama Temanggung, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kebumen, Wakil Rektor Bidang Akademik UNTIDAR, Kepala BAKPK, Kepala BUK, para Dekan, perwakilan dosen dan perwakilan staf DJP serta staf UNTIDAR.

Dalam sambutannya, Prof. Arifin menyampaikan bahwa kerjasama antara Direktorat Jenderal Pajak dan Universitas Tidar berkembang dengan baik, dan banyak manfaat yang telah dirasakan oleh sivitas akademika UNTIDAR. “Terkait materi pembelajaran misalnya, urusan pajak bisa disupport oleh DJP,” kata Rektor. “Setelah kuliah selama 4-5 tahun, mahasiswa akan terjun ke masyarakat. Mereka nantinya akan siap menjadi wajib pajak yang taat aturan,” tambahnya. Senada dengan yang dikatakan Rektor, Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah II, Slamet Sutantyo menyampaikan bahwa dengan adanya kerjasama antara DJP dan UNTIDAR, mempermudah sosialisasi terkait perpajakan. Mahasiswa bisa lebih dini memahami berbagai peraturan dan permasalahan terkait pajak, sehingga nantinya saat menjadi wajib pajak, sudah tumbuh kesukarelaan dan kepatuhan untuk membayar pajak.

Kesepakatan Bersama antara DJP dan UNTIDAR dimaksudkan sebagai landasan untuk melakukan kerjasama dalam hal pelaksanaan edukasi, layanan dan konsultasi perpajakan kepada sivitas akademika dan masyarakat; pelaksanaan penelitian dan atau pengkajian di bidang perpajakan; pemanfaatan perguruan tinggi dalam mengefektifkan jalinan kerjasama dan kemitraan antara DJP dengan para pemangku kepentingan, dalam rangka pemberian bantuan pelaksanaan program kerja DJP; dan peningkatan peranan Tax Center dalam upaya pengabdian kepada masyarakat, dalam bentuk edukasi dan peningkatan kesadaran serta kepedulian masyarakat, yang mengerti hak dan kewajiban perpajakannya.

Pada acara penandatangan Kesepakatan Bersama ini, Kanwil DJP Jawa Tengah II  memberikan penghargaan atas capaian UNTIDAR dalam program Inklusi Kesadaran Pajak. Selain kepada institusi, penghargaan juga diberikan kepada tenaga pengajar yang turut andil dalam menyukseskan program tersebut.

Penulis : Humas