Untidar Tanguh: 5 Kali Peroleh Predikat Badan Publik Informatif

Penghujung tahun 2025 ini PPID Untidar mendapatkan kado indah dengan diperolehnya predikat sebagai Badan Publik dengan kualifikasi Informatif dalam pelaksanaan Monev Keterbukaan Informasi Pubik Tahun 2025 kategori Perguruan Tinggi Negeri yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat (KI Pusat). Kegiatan anugerah dilaksanakan di Assembly Hall Hotel Bidakara Jakarta, Senin (15/12). Untuk diketahui, klasifikasi Informatif ini adalah penilaian tertinggi dalam penilaian KIP.

 

Melalui keputusan KI Pusat Nomor 11/KEP/KIP/XII/2025, penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi Untidar dalam memenuhi standar keterbukaan informasi publik sesuai amanat UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan InformasiPublik. Penghargaan ini diberikan oleh Syawaludin selaku Komisioner KI Pusat kepada Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto,M.Si.

 

Capaian ini adalah bukti perjalanan panjang Untidar dalam mengelola PPID. Untidar mulai mengikuti monev ini pada tahun 2020 dengan mendapatkan predikat ‘Cukup Informatif’. Tahun 2021, Untidar berhasil melampaui target, langsung naik 2 kelas ke ‘Informatif’ tanpa melalui klasifikasi ‘Menuju Informatif’. Semenjak itu, selama 5 tahun berturut-turut Untidar berhasil mempertahankan predikatnya sebagai Badan Publik Informatif hingga tahun 2025 ini.

 

Untuk mencapai klasifikasi Informatif, setiap Badan Publik, termasuk Untidar harus melalui monev mandiri dengan cara mengisi eviden secara daring dengan menjawab lebih dari 150 pertanyaan seputar pengadaan barang dan jasa, komitmen, kelembagaan, pengembangan website, dan sebagainya. Bagi yang lolos passing grade, wajib mengikuti tahap selanjutnya yaitu tahap wawancara.

 

Pengisian eviden tersebut ‘memaksa’ setiap Badan Publik membenahi seluruh hal yang berkaitan dengan keterbukaan informasi publiknya. Karena setiap eviden berdasar fakta dan realita di lapangan.

 

Prof. Sugiyarto selaku Atasan PPID menyampaikan apresiasinya atas kerja keras seluruh tim PPID mulai pucuk pimpinan, Tim Pertimbangan, PPID pelaksana hingga Petugas Layanan Informasi. “Selamat atas pencapaian spektakulernya. Semoga PPID Untidar dapat semakin baik dalam memberikan pelayanan informasi publik kepada khalayaknya.” imbuhnya.

 

Ia menyampaikan, momentum ini sekaligus sebagai introspeksi untuk membenahi apa yang masih kurang, dan meningkatkan kepedulian para penguasa informasi, baik di tingkat Universitas, maupun di tingkat unit dan lembaga terhadap keberadaan PPID dan hak untuk tahu setiap stake holders kampus. “Penghargaan bukan tujuan. Ingat, tuntutan semakin ke depan semakin tinggi, maka kita perlu berbenah, perlu lebih peduli dalam melayani. Setiap penguasa informasi wajib tahu mana yang informasi publik, mana yang dikecualikan.” pungkasnya.

 

Penulis: Danu Wiratmoko

Untidar Laksanakan Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat yang Responsif Terhadap Kebutuhan Masyarakat

Magelang – Untidar menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PKM) tahun 2025, yang berlangsung di GKU dr. HR.Suparsono, Senin (15/12). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tidar, Dr. Dra. Eny Budi Orbawati, M.Si. serta para dosen dan peneliti.

Dalam kesempatan ini, Dr. Eny menjelaskan pentingnya penelitian dan pengabdian yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap proyek penelitian dan pengabdian yang telah dilaksanakan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan relevan dengan tantangan yang dihadapi.

“Melalui monitoring dan evaluasi yang sistematis, kami ingin melihat sejauh mana penelitian dan pengabdian yang telah didanai dapat berkontribusi secara langsung pada masyarakat. Oleh karena itu, kami sangat menghargai partisipasi semua dosen dalam kegiatan ini,” ungkap beliau.

Pada tahun 2025, LPPM Untidar membuka beberapa skema penelitian, termasuk diantaranya terdapat penelitian dasar, skema kepakaran, dan kolaborasi dengan lembaga lain. Sebanyak 482 judul penelitian dan pengabdian yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut, dengan anggaran mencapai 5,6 miliar rupiah. Melalui penelitian tersebut menunjukkan komitmen Untidar dalam mendukung penelitian yang tidak hanya inovatif namun juga aplikatif dan responsif terhadap kebutuhan nyata di masyarakat.

Melalui pendekatan responsif ini, Untidar bertujuan agar dapat menjalin kerja sama yang lebih erat antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memicu kolaborasi antara berbagai disiplin ilmu dan memberikan peluang bagi dosen untuk berkontribusi lebih jauh dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Dari sini, kami berharap dosen-dosen tidak hanya berperan sebagai peneliti, tetapi juga sebagai mitra yang aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat,” tambah Dr. Eny.

Untidar akan terus berupaya meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak, demi terwujudnya masyarakat yang lebih baik dan berdaya saing.

 

Penulis: Maura Deaazaria Firdanisahara
Editor: Humas Untidar

Kemdiktisaintek Perkuat Peran Kampus dalam Pemulihan Bencana di Sumatera Barat

Padang–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat kolaborasi bersama perguruan tinggi dalam merespons dampak bencana alam yang terjadi di Sumatra Barat. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kunjungan ke Universitas Andalas (Unand) dan Universitas Putra Indonesia Yayasan Perguruan Tinggi Komputer (UPI YPTK) Padang, Sumatra Barat. Hal ini merupakan implementasi arah kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, yang mendorong perguruan tinggi untuk hadir secara nyata dalam membantu sivitas akademika dan masyarakat terdampak bencana, Sabtu (13/12).

Rangkaian kegiatan difokuskan pada koordinasi penanganan mahasiswa terdampak bencana, penguatan kolaborasi antar kampus, peninjauan langsung posko bantuan yang dikelola perguruan tinggi, serta pemberian bantuan di lokasi terdampak. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Kemdiktisaintek untuk memastikan keberlangsungan pendidikan tinggi di tengah situasi darurat.

Kunjungan ke Unand: Pastikan Akses Hunian Sementara bagi Mahasiswa Terdampak

Dalam kunjungan ke Unand, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Khairul Munadi mengapresiasi langkah cepat Unand yang menjadikan kampus sebagai ruang aman, pusat layanan, dan simpul solidaritas sosial.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rektor Unand beserta seluruh jajaran yang bergerak cepat memastikan seluruh sivitas akademika termasuk mahasiswa terdampak tetap mendapatkan perhatian dan perlindungan. Tidak hanya itu, Unand juga hadir membantu masyarakat di sekitar kampus maupun wilayah terdampak langsung seperti Kabupaten Agam. Ini telah mencerminkan semangat ‘Diktisaintek Berdampak’, dimana kampus hadir dengan aksi nyata melalui respons cepat yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujar Dirjen Khairul.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Dikti bertemu langsung dengan Rektor Unand, jajaran pimpinan universitas, dosen, serta mahasiswa yang terdampak bencana. Rektor Unand melaporkan sebanyak 827 sivitas akademika terdampak, terdiri atas 626 mahasiswa, 40 dosen, 92 tenaga kependidikan, serta pegawai pendukung lainnya.

Rektor Unand, Efa Yonnedi menyampaikan bahwa sejak hari pertama bencana terjadi, Unand langsung mengambil peran aktif dengan menjadikan lingkungan kampus sebagai pusat tanggap darurat, sekaligus memastikan kebutuhan mahasiswa dan masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara cepat dan terkoordinasi.

“Pada masa tanggap darurat, kami memberikan fasilitas asrama gratis bagi mahasiswa yang terdampak bencana. Selain itu, melalui kerja sama dengan berbagai pihak, kami juga menyalurkan bantuan awal untuk membantu mahasiswa memulai kembali aktivitas di tempat pengungsian, seperti voucher belanja untuk kebutuhan dasar, termasuk perlengkapan tidur dan kebutuhan sehari-hari,” ujar Rektor Efa.

Rektor menambahkan selain memberikan bantuan akses tempat tinggal sementara bagi mahasiswa terdampak, Unand juga mendirikan posko tanggap bencana sebagai pusat pengungsian dan distribusi logistik bagi sivitas akademika serta masyarakat terdampak.

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah X, Afdalisma menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pendataan perguruan tinggi dan sivitas akademika terdampak di Sumatra Barat dan Jambi, serta menyalurkan bantuan hasil koordinasi dengan berbagai mitra. Ia menjelaskan koordinasi lintas perguruan tinggi akan terus diperkuat untuk memastikan agar bantuan dapat tersalurkan secara cepat dan merata kepada sivitas akademika serta masyarakat terdampak bencana.

“Kami sedang melakukan pemetaan dan koordinasi dengan seluruh perguruan tinggi agar masing-masing kampus membentuk posko mandiri. Posko-posko ini berfungsi untuk mendistribusikan bantuan secara langsung kepada sivitas akademika dan masyarakat umum yang terdampak,” ujar Ketua Afdalisma.

Ia juga menambahkan bahwa LLDikti berperan aktif dalam menyalurkan donasi yang terkumpul dari berbagai sumber, baik dari mitra, dukungan internal LLDikti, maupun partisipasi perguruan tinggi. Seluruh donasi tersebut hingga saat ini telah didistribusikan secara menyeluruh kepada masyarakat, sivitas akademika, serta perguruan tinggi yang terdampak bencana.

Salah satu mahasiswa Unand yang terdampak bencana banjir dan galodo, Nazwa mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut berdampak besar terhadap keberlangsungan kegiatan akademik. Ia menjelaskan bahwa sejumlah perlengkapan akademik dan penunjang perkuliahan, hilang akibat bencana. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama menjelang pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS).

“Saat kejadian saya sedang berada di kampung halaman di Pariaman. Ketika kembali ke kos pada hari Sabtu, kondisinya sudah rusak parah, terendam lumpur setinggi lutut. Semua barang tidak bisa diselamatkan karena saat banjir terjadi saya tidak berada di tempat,” ungkap Nazwa.

Di tengah situasi tersebut, Ia menilai dukungan kampus menjadi sangat berarti, khususnya bantuan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan akademik yang mendesak. Menurutnya, banyak mahasiswa terdampak yang kehilangan buku pembelajaran, catatan perkuliahan, hingga pakaian yang dibutuhkan untuk mengikuti ujian, sehingga bantuan peralatan dan perlengkapan belajar menjadi prioritas utama.

UPI YPTK Turut Bergerak dalam Bantuan Bencana

Usai melakukan kunjungan ke Unand, kunjungan dilanjutkan ke Universitas Putra Indonesia Yayasan Perguruan Tinggi Komputer (UPI YPTK). Pada kesempatan tersebut, Rektor UPI YPTK, Muhammad Ridwan melaporkan berbagai kegiatan bantuan bencana yang telah dilakukan UPI YPTK sejak hari pertama bencana terjadi.

“Sejak awal kami fokus pada kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari makanan siap saji, layanan air bersih, serta pendampingan psikologis. Saat ini sekitar 250 relawan, termasuk mahasiswa dan dosen, turun secara bergantian di berbagai titik wilayah terdampak,” ujar Rektor Ridwan.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak, UPI YPTK menyalurkan berbagai bantuan logistik, antara lain 13.232 porsi makanan siap saji melalui dapur umum dan posko bantuan, 130.000 liter air bersih yang didistribusikan ke rumah warga, sekolah, dan tempat ibadah, 10.512 botol air mineral kemasan, bantuan pangan dan kebutuhan pokok lainnya bagi warga terdampak di 15 lokasi di Kota Padang dan sekitarnya, termasuk Kecamatan Nanggalo, Koto Tangah, Pauh, dan wilayah pesisir. 

Selain bantuan logistik, UPI YPTK juga melakukan aksi pemulihan lingkungan dengan melakukan pembersihan lingkungan (land clearing) pada 37 rumah warga dan fasilitas umum, pengerahan alat berat berupa ekskavator dan dump truck milik universitas untuk membantu mengangkat material lumpur dan sedimen pasca banjir, serta pembuatan dan pengelolaan dua posko koordinasi guna memastikan distribusi bantuan berjalan terorganisir. 

Menyadari dampak psikologis pasca bencana, UPI YPTK juga turut menghadirkan program trauma healing dengan melibatkan dosen dan praktisi psikologi anak, mahasiswa Fakultas Psikologi, serta tokoh agama dan ustadz yang menyasar anak-anak dan keluarga terdampak di berbagai lokasi pengungsian. Penyaluran bantuan tersebut tentu dilakukan secara terkoordinasi melalui posko kampus dan relawan mahasiswa agar tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

Tinjau Posko Bencana, Perkuat Koordinasi Relawan Kampus

Kunjungan kembali dilanjutkan ke posko bencana UPI YPTK. Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung kondisi lapangan sekaligus memastikan penyaluran bantuan kampus berjalan efektif dan tepat sasaran.

Di posko tersebut, Rektor UPI YPTK juga menekankan bahwa korban bencana tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga energi dan sarana untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Oleh karena itu, strategi bantuan perlu diarahkan pada penyediaan makanan siap saji yang bergizi agar kebutuhan nutrisi masyarakat tetap terpenuhi dan daya tahan fisik dapat terjaga di tengah keterbatasan pascabencana.

Kemdiktisaintek memastikan bahwa seluruh upaya penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan, dilakukan secara kolaboratif agar mahasiswa, dosen, dan masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan dan aktivitas akademik secara berkelanjutan. Melalui kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, Kemdiktisaintek akan terus mendorong kampus agar tidak hanya menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir secara nyata sebagai simpul solidaritas, pusat layanan kemanusiaan, dan motor penggerak pemulihan sosial di tengah masyarakat. 

Pelaksanaan Wisuda Untidar ke-72 Hadirkan Kisah Tangguh Wisudawan Berprestasi

Magelang – Universitas Tidar menggelar prosesi Wisuda untuk jenjang Sarjana dan Ahli Madya Periode ke-72 Tahun 2025 di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono, Jalan Kapten Suparman No. 39, Magelang, Sabtu (13/12).

Wisuda kali ini diikuti sebanyak 425 lulusan dari 18 program studi dan 5 fakultas yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. melalui sambutannya menyampaikan, semakin banyak mahasiswa berasal dari berbagai penjuru nusantara. “Ini berarti bahwa Universitas Tidar sudah dikenal di penjuru Indonesia dan kita patut bangga. Ananda adalah bukti keberagaman lintas budaya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Sugiyarto menegaskan bahwa keberagaman tersebut harus dapat dimanfaatkan sebagai jaringan untuk kolaborasi lintas budaya, serta disiplin ilmu. 

Selaras dengan visinya sebagai universitas yang unggul berbudaya, Prof. Dr. Sugiyarto mengharapkan para wisudawan dapat terus memegang budaya TIDAR (tangguh, integratif, dedikatif, aktif, dan responsif) yang berlandaskan nilai-nilai budaya luhur. 

“Universitas Tidar menapaki langkahnya dengan filosofi kuat: Untidar Unggul Berbudaya, Alumni Kompak Berdampak. Ini berarti, lulusan Untidar haruslah pribadi yang tidak hanya cerdas secara ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan kemampuan menjaga serta mengembangkan budaya bangsa. Jadilah lulusan yang unggul dalam kompetensi, tetapi tetap berbudaya dan berperilaku,” tegasnya. 

Dengan bangga, Untidar juga mengukuhkan 22 wisudawan dengan pujian, salah satunya Dias Rizki yang menjadi wisudawan terbaik pada periode ini. Mahasiswa S1 Pendidikan Biologi dengan IPK 3,87 dan lama studi 3 tahun 9 bulan 10 hari itu merupakan putra pertama dari keluarga sederhana di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. 

Dalam kesempatan tersebut, Dias Rizki, menyampaikan sambutan yang sarat rasa syukur dan perjuangan keluarga. Ia mengungkapkan makna wisuda yang tidak hanya menjadi capaian akademik, tetapi juga kemenangan bagi orang tuanya.

“Saya berasal dari keluarga yang sederhana. Meskipun Ayah dan Ibu tidak berkesempatan menempuh pendidikan tinggi, dari merekalah saya belajar tentang arti perjuangan, ketulusan, dan pantang menyerah. Oleh karena itu, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ayah, Bapak Hanudin, atas kerja keras dan doa yang tulus, serta kepada Ibu Nani Pujiatun, atas kasih sayang dan pengorbanan tiada henti.” Ungkapnya penuh haru.

Perjalanan kuliah Dias ditempuh dengan penuh pengorbanan. Ayahnya bekerja sebagai penjual sate keliling dan tidak menamatkan pendidikan dasar, sementara ibunya, lulusan SMP, bekerja sebagai TKW di Taiwan sejak Dias duduk di bangku kelas 11 SMA. Ibunya bahkan pulang mengambil cuti hanya untuk menghadiri momen wisuda putra sulungnya. 

Ketika tidak lolos KIPK, Dias tetap melanjutkan kuliah dengan biaya yang ditanggung ibunya. Untuk meringankan beban keluarga, sejak semester 3, ia bekerja sebagai penjaga warung pecel lele hingga mengajar di beberapa bimbel seperti Savana Course, Bimbel Hilmi, dan Ruangguru Magelang. Ia mengajar biologi untuk SMA dan IPA SMP. “Pernah dalam satu hari saya kuliah, lalu mengajar di dua bimbel sekaligus sampai malam. Cukup capek, tapi senang karena dapat uang dari usaha sendiri,” tuturnya.

Di tengah proses menjelang wisuda, Dias lolos beasiswa wirausaha satu tahun dari TJSL PT. Pegadaian yang bekerja sama dengan Young Entrepreneur Academy (YEA). Beasiswa ini mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, serta tempat tinggal selama enam bulan pelatihan di Bandung dan Cimahi. Program tersebut mendorongnya mengembangkan usaha kuliner, hingga kini ia bersama empat rekannya membuka outlet bakso dengan diferensiasi bakso kuah keju, yang baru berjalan sepekan.

“Setelah enam bulan masa pelatihan selesai, saya akan kembali ke kota asal dan membuka outlet baru. Kemungkinan di Yogyakarta, Semarang, atau Magelang,” ujarnya. Rencana ini menjadi langkah besar Dias dalam membangun kemandirian ekonomi pasca lulus.

Meski semakin aktif di dunia bisnis, Dias tetap memiliki ketertarikan pada dunia pendidikan. Ia terlibat dalam penelitian dan pengabdian bersama dosen, menghasilkan beberapa publikasi ilmiah. Ke depan, setelah usaha berjalan stabil, ia berencana melanjutkan pendidikan ke PPG atau S2.

Orang tua Dias berharap putra mereka dapat hidup lebih baik dan menjadi panutan bagi adiknya. “Harapannya bisa mengamalkan semua ilmu yang didapat, menjadi bekal panutan bagi adik saya. Tentunya ingin melihat saya berhasil dan sukses, jangan sama seperti orang tua saya.” Ungkapnya.

Dengan tekad, usaha, dan prestasi yang konsisten, Dias Rizki menjadi inspirasi bagi mahasiswa Untidar bahwa keterbatasan bukan hambatan untuk meraih pendidikan tinggi dan menghadirkan perubahan bagi keluarga.

Sementara itu, pada periode ke-72 ini, Untidar juga mendapatkan mahasiswa dengan masa studi cepat, yakni 3 tahun, 6 bulan, 22 hari. Perolehan masa studi tersebut diraih oleh Asti Giri Anjani, mahasiswi program studi S-1 Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Untidar.

Gadis asal Wonogiri kelahiran 24 Januari 2003 tersebut mengaku sempat terkejut saat mengetahui dirinya merupakan wisudawan tercepat. Meski begitu, ia mengaku jika telah mempersiapkannya sejak lama.

“Saya cukup bersyukur, ya. Tadinya sempat tidak menyangka, tapi kalau dipikir kembali mungkin ini adalah buah dari proses yang sudah saya rencanakan sebelumnya,” tuturnya.

Sebagai mahasiswa yang juga aktif berorganisasi, hal tersebut tidak lantas membuat Asti mengesampingkan perkuliahannya. Bagi Asti, menyelesaikan kuliah merupakan tujuan utamanya untuk meringankan beban orang tua. Begitu pula dengan konsistensi mengerjakan skripsi, Asti mengungkap jika ruang dan waktu bukanlah penghalang dan alasan untuk ia menunda-nunda.

“Hal yang paling berkesan selama penyusunan skripsi yang agak cepat ini, saking saya mengejar tenggat, saya pernah mengerjakan skripsi di tempat-tempat yang tidak terduga seperti ruang tunggu, bahkan di sela-sela perjalanan pulang pun saya sempatkan untuk mengebut skripsi saya,” bebernya pada tim humas Untidar.

Kelulusannya yang selangkah jauh lebih cepat dibandingkan teman-temannya ini pun tidak pantas membuat Asti menjadi tinggi hati. Pemilik skripsi bertajuk “Tinjauan Yuridis Atas Tindak Pidana Pelaku Residivis Sebagai Perantara (Studi Putusan Nomor 2/Pid. Sus- An Skr)” merasa jika salah satu pengaruh positif terbesar yang menjadi sumber semangat dan rasa syukurnya dalam menyelesaikan skripsi adalah kebersamaan dan dukungan dari teman-teman serta dosen-dosen yang mengampunya. Ia juga percaya, bahwa teman-teman seperjuangannya pun dapat meraih hal yang sama.

“Tidak hanya saya, tetapi saya yakin teman-teman juga pasti bisa asalkan teman-teman konsisten, percaya terhadap proses, dan memaknai setiap langkah kecil yang teman-teman tempuh. Saya yakin langkah kecil yang konsisten tersebutlah yang mampu membawa teman-teman selangkah lebih cepat menuju kelulusan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Asti mengaku jika ilhamnya dalam menulis skripsi terkait tinjauan yuridis tindak pidana pelaku residivis anak tersebut datang atas simpatinya terhadap ketidakadilan. Melalui skripsinya, Asti menyoroti banyaknya kasus narkotika yang menyeret dan memanfaatkan anak sebagai perantara narkotika sehingga ditetapkan menjadi residivis. 

“Sekarang kan banyak, ya, kasus narkotika yang memanfaatkan anak-anak sebagai perantara, karena mereka dilindungi hukum. Mirisnya, mereka juga pada akhirnya ditetapkan sebagai residivis, padahal mereka sebenarnya juga korban dan memiliki hak atas hukum,” pungkasnya. 

Penulis: Humas Untidar

Dedikatif dalam Menjalin Kerja Sama: Penandatanganan dan Sarasehan Toleransi Antarumat Beragama di Untidar

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) kembali memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dengan memperkuat hubungan antarumat beragama. Melalui kegiatan “Penandatanganan dan Sarasehan Toleransi Antarumat Beragama” yang dilaksanakan pada hari Jumat (12/12) di Ruang Multimedia Untidar. 

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dan pemimpin agama, termasuk Kepala Kemenag Kota Magelang, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta perwakilan dari berbagai organisasi kemasyarakatan. Pembukaannya diawali dengan sambutan dari Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. yang menyampaikan komitmen Untidar untuk menghormati keberagaman keyakinan dan kepercayaan antarumat beragama.

“Saya sangat menghargai kehadiran semua peserta dan mengucapkan terima kasih kepada FKUB yang telah menginisiasi kegiatan ini. Bersama pertemuan ini Untidar ingin mengajak beriringan membangun persamaan persepsi di antara masyarakat Magelang termasuk sivitas akademika mengenai pentingnya menjaga harmoni dalam kehidupan berbangsa di tengah perbedaan agama. Dalam mengakui perbedaan, kita perlu terus membangun kerjasama demi kebaikan bersama sebagai wujud menyelaraskan nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat” ungkap Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua FKUB Kota Magelang, Ahmad Rifai, yang mengapresiasi fasilitas yang diberikan oleh Untidar dan menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan dalam masyarakat. “Harapan kami, program-program di Magelang dapat berjalan dengan baik dengan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak” tuturnya.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU kerja sama antara Universitas Tidar dan berbagai organisasi keagamaan, termasuk PCNU Kota dan Kabupaten Magelang serta PD Muhammadiyah Kota dan Kabupaten Magelang. Penandatanganan sebagai wujud simbol komitmen bersama untuk mewujudkan toleransi antarumat beragama di wilayah Magelang.

Sesi talkshow menjadi highlight acara, di mana Nimatul Solihah, S.Pd., M.Pd.  membuka sesi sarasehan dengan menghadirkan K.H. Ahmad Rifai dalam berbagi wawasan tentang pentingnya toleransi dan moderasi beragama di Kota Magelang. Diskusi interaktif juga melibatkan tokoh agama dan mahasiswa yang membahas bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mahasiswa perlu menemukan jati diri dalam beragama dan memahami bahwa agama seharusnya mengajarkan kasih sayang” ungkap H. Muhammad Nasirudin M.A., selaku PD Muhammadiyah.

Acara diakhiri dengan pernyataan dari Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. mengenai komitmen Untidar untuk terus menjalin kerjasama dalam berbagai aspek demi menciptakan keharmonisan dalam masyarakat. “Kita tidak boleh membiarkan ada dominasi dalam agama atau budaya. Semua harus saling menghargai,” tegasnya.

Sebagai penutup, peserta dan para undangan bersama-sama mengabadikan momen berharga ini dalam sesi foto bersama. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang kuat dalam membangun persamaan persepsi di antara masyarakat Magelang tentang pentingnya menjaga harmoni dalam kehidupan berbangsa di tengah perbedaan agama.

 

Penulis: Maura Deaazaria Firdanisahara
Editor: Humas Untidar

Untidar Responsif, Ikutkan 309 Mahasiswa  dalam Pelatihan Bimtek dan Sertifikasi BNSP Bidang Digital Marketing

Magelang – Sebanyak 309 mahasiswa Universitas Tidar mengikuti Pelatihan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digital Marketing yang dilaksanakan secara daring melalui zoom, Rabu (10/12), serta Uji Kompetensi dan Sertifikasi BNSP yang digelar secara luring di Gedung FE, FKIP, dan Gedung Kuliah Bersama, Jum’at (12/12). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Universitas Tidar bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) MENPRINDO sebagai upaya memperkuat kapasitas mahasiswa dalam bidang pemasaran digital dan menjawab kebutuhan industri berbasis teknologi.

Pelatihan dan Uji Kompetensi ini dirancang untuk mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami strategi pemasaran digital, serta membekali mereka dengan keterampilan praktis yang relevan dengan perkembangan teknologi dan dunia usaha digital. Program ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa terhadap dinamika pemasaran modern yang semakin terintegrasi dengan teknologi digital.

Uji kompetensi mencakup berbagai aspek penting seperti strategi pemasaran melalui media sosial, optimasi mesin pencari (SEO), hingga kemampuan analisis data. Pada sesi uji luring, para peserta mengikuti rangkaian ujian teori dan demonstrasi praktik yang disusun oleh LSP MENPRINDO berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional.

Sementara itu, para peserta juga memberikan tanggapan positif dan harapan terhadap program ini. Salah satu peserta, Nanda Juniarti dari Prodi Peternakan mengungkapkan pengalaman menyenangkan selama mengikuti pelatihan. “Pelatihannya menyenangkan dan materinya sangat membantu saya memahami penerapan digital marketing secara langsung,” ujarnya.

Peserta lainnya, Siti Agustina Muthohiroh, mahasiswa Prodi Manajemen, menyampaikan harapan  sertifikasi ini bisa membantunya dalam persiapan karir dan menambah pengetahuan tentang digital marketing.

Pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi ini menjadi wujud komitmen Universitas Tidar dalam menyesuaikan program pengembangan kompetensi dan merespon kebutuhan industri, khususnya di bidang teknologi dan pemasaran digital. Dengan kompetensi yang telah diperoleh, mahasiswa diharapkan mampu bersaing dan memanfaatkan peluang karir yang semakin luas di bidang digital marketing yang terus berkembang pesat.

 

Penulis : Gita Puspita Rakhmawati
Editor : Humas Untidar

Kemdiktisaintek dan Komisi X DPR bahas KIP Kuliah di wilayah Jawa Tengah

Semarang-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI ke kota Semarang Provinsi  Jawa Tengah masa Persidangan II Tahun Sidang 2025-2026, di Balaikota Semarang, Rabu (10/12).

Kegiatan ini antara lain bertujuan untuk mendapat masukan berupa data faktual bidang pendidikan, kebudayaan, pemuda, olahraga, perpustakaan, riset dan inovasi serta statistik di daerah yang di kunjungi, mendapat masukan terkait pokok-pokok substansi pembangunan nasional yang dapat dijadikan rujukan dalam pengambilan kebijakan sesuai dengan tugas dan fungsi Komisi X DPR RI, memantau implementasi rekomendasi beberapa Panja Pengawasan Komisi X DPR RI, kendala dan permasalahannya dan langkah langkah yang perlu dilakukan untuk pengambilan kebijakan selanjutnya.

Dalam kunjungan tersebut, Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Hasan Chabibie mengatakan  Kemdiktisaintek men-support semua hal terkait pendidikan di wilayah Jawa Tengah dan berkolaborasi dengan Komisi X dalam Progam Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Total lebih dari 85 ribu penerima KIP Kuliah di Provinsi Jawa Tengah yang tersebar di ratusan kampus.

“Pemberian KIP Kuliah ini nantinya betul-betul dimaksimalkan, bantuan ini untuk menunjang proses perkuliahan, belajar-mengajar dan sehingga diharapkan mereka bisa menyelesaikan proses perkuliahan tepat waktu sebagaimana yang sudah ditentukan,” ujar SAM Hasan.

SAM Hasan juga mengatakan bahwa KIP Kuliah ini merupakan salah satu ikhtiar untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia sehingga semakin lebih bagus lagi di masa-masa yang akan datang.

Sementara itu, Pimpinan Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati menyampaikan bahwa Kunjungan reses ke kota Semarang dan seluruh jajaran memberikan pemberian secara simbolik KIP Kuliah. Kartu Indonesia Pintar yang ditujukan untuk kepada mahasiswa-mahasiswa di Jawa Tengah ini lebih dari 80 ribu mahasiswa mendapatkan KIP Kuliah. 

”KIP kuliah merupakan bentuk komitmen dari pemerintah khususnya Kemdiktisaintek yang memang berkomitmen untuk terus meningkatkan perhatiannya dan alokasi anggarannya untuk pendidikan anak-anak,” ujar Kurniasih.

Kurniasih mengatakan APK PT masih cukup rendah, sehingga KIP Kuliah harapannya bisa menjadi stimulus untuk meningkatkannya. Komisi X juga mengapresiasi Kemdiktisaintek yang selalu memberikan ruang khusus untuk anggaran untuk KIP Kuliah dan beasiswa lain yang mampu mendorong alumni-alumni SMA atau setara, untuk dapat melanjutkan kuliah dan tidak terkendala biaya pendidikan, karena mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Sementara itu, Walikota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan bahwa kunjungan Kerja Reses Komisi X memberikan dampak baik untuk Pemerintah Kota Semarang. Bantuan biaya pendidikan seperti KIP kuliah diharapkan mampu memajukan pendidikan di wilayah Jawa Tengah. Agustina menegaskan bahwa pembangunan pendidikan Kota Semarang sepanjang tahun 2025 digerakkan melalui pendekatan kolaboratif.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam pemerataan akses pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia Indonesia, dalam Kunjungan Reses di Wilayah Jawa Tengah, dilakukan penyerahan KIP kuliah kepada enam mahasiswa dari Universitas Diponegoro, Politeknik Negeri Semarang, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas Islam Sultan Agung, dan Universitas Negeri Semarang.

Turut hadir dalam kunjungan Reses tersebut Kepala Biro Umum, Humas, dan PBJ Manifes Zubayr, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah, Aisyah Endah Palupi, Perwakilan dari Universitas Diponegoro, Universitas negeri Semarang, Politeknik Negeri Semarang, Universitas Sultan Agung, dan Universitas Muhammadiyah Semarang, serta Perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Perpustakaan Nasional (Perpusnas).

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi 

Untidar Gelar Kuliah Umum Penguatan Karakter dan Prestasi Mahasiswa Bersama Rektor UNNES

Magelang – Universitas Tidar menyelenggarakan Kuliah Umum bertema ’Membangun Karakter dan Meningkatkan Prestasi Mahasiswa’  di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H. R. Suparsono, Kamis (11/12). Kegiatan yang diikuti sekitar seribu mahasiswa penerima KIP Kuliah ini menghadirkan Rektor Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. S Martono, M.Si., sebagai narasumber.

Kuliah umum ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk memahami peran karakter dalam menentukan keberhasilan akademik maupun perjalanan hidup mereka ke depan. Sebagai generasi muda yang tengah ditempa, mahasiswa diajak untuk mengembangkan ketangguhan, kemampuan berpikir inovatif, serta kepekaan dalam merespons tantangan yang muncul selama masa studi.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. S Martono, M.Si. menegaskan bahwa kekuatan karakter merupakan pondasi utama dalam meraih prestasi. Ia mengajak mahasiswa menumbuhkan kepercayaan diri yang berimbang, yang dibangun dari kesadaran akan potensi diri. “Percaya diri itu berbeda dengan sombong. Percaya diri artinya yakin pada kemampuan sendiri dan mau berproses untuk menjadi lebih baik,” ujarnya. Lebih jauh, ia menekankan bahwa proses belajar tidak lepas dari kegagalan yang justru mengasah keteguhan mental. “Jangan takut gagal, karena setiap proses itu akan menguatkan diri kalian,” jelasnya.

Selain itu, Prof. Dr. S Martono, M.Si. juga mendorong mahasiswa untuk aktif mencari pengalaman baru, menjalin kerja sama dengan sesama teman, serta berpartisipasi dalam kegiatan yang memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan. Menurutnya, mahasiswa yang berani mengambil peran dan bertindak responsif terhadap perubahan akan mampu melahirkan karya dan prestasi yang lebih bermakna. 

Beliau turut menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi modal berharga bagi mahasiswa dalam menyebarkan nilai-nilai positif di lingkungan kampus. “Kami berharap kegiatan ini menjadi modal berharga bagi mahasiswa untuk menularkan nilai-nilai positif kepada teman-temannya. Tidak hanya bagi mahasiswa KIP Kuliah, tetapi bagi seluruh mahasiswa UNTIDAR,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung interaktif, ditandai dengan antusiasme tinggi mahasiswa dalam mengikuti pemaparan dan diskusi. Respons tersebut menunjukkan kesiapan mahasiswa untuk berkembang sebagai pribadi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh, inovatif, dedikatif, aktif, dan responsif.

Melalui kuliah umum ini, Universitas Tidar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan akademik yang mendukung pembentukan karakter unggul terhadap perubahan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah penting dalam membekali mahasiswa dengan integritas dan prestasi di sepanjang perjalanan akademik mereka, sehingga mampu memberikan kontribusi bermakna bagi masyarakat.


Penulis : Gita Puspita Rakhmawati
Editor : Humas Untidar

Kemdiktisaintek Lantik Pemimpin Perguruan Tinggi, Pejabat Struktural dan Fungsional, serta PPPK

Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melantik Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional, dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kemdiktisaintek, Senin (8/12).

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang memimpin prosesi pelantikan yang digelar di kantor Kemdiktisaintek.

Dalam arahannya, Sesjen Togar menyampaikan kepada pejabat yang baru dilantik untuk menghadirkan perubahan nyata di sektor pendidikan tinggi, sains, dan teknologi dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

“Kita semua menyadari bahwa kementerian ini memegang peran besar dalam menyiapkan sumber daya Indonesia yang unggul dalam ekosistem riset dan inovasi, serta memastikan perguruan tinggi menjadi pusat pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” tutur Sesjen Togar.

Adapun pemimpin perguruan tinggi, pejabat struktural, dan penjabat fungsional yang dilantik diantaranya adalah :

  • Jefri Semuel Bale sebagai Rektor Universitas Nusa Cendana Periode 2025-2029
  • Shof’ul Amin sebagai Direktur Politeknik Negeri Banyuwangi Periode 2025-2029
  • Revalin Herdianto sebagai Direktur Politeknik Negeri Padang Periode 2025-2029
  • Ade Faisal sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Sekretariat Jenderal
  • Bhimo Widyo Andoko sebagai Kepala Biro Perencanaan, Keuangan dan Umum Institut Seni Indonesia Yogyakarta
  • Yayat Hendayana sebagai Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Jobih sebagai Analis Kebijakan Ahli Pertama, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
  • Handriyanto sebagai Auditor Ahli Pertama, Inspektorat I, Inspektorat Jenderal
  • Ismail sebagai Auditor Ahli Pertama, Inspektorat Investigasi, Inspektorat Jenderal
  • Muhammad Syarifuddin Fajri sebagai Kepala Sub Bagian Rumah Tangga, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Pengadaan Barang dan Jasa, Sekretariat Jenderal
  • Pradita Solistama sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Menteri dan Wakil Menteri, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Pengadaan Barang dan Jasa, Sekretariat Jenderal
  • Solehudin sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal, Staf Ahli Menteri, dan Staf Khusus Menteri, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Pengadaan Barang dan Jasa, Sekretariat Jenderal
  • Novita Sulistyana sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia, Sekretariat Jenderal
  • Ahmad Sutikno sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Biro Keuangan dan Barang Milik Negara, Sekretariat Jenderal

Empat Ketua Jurusan di Lingkungan Politeknik Perikanan Negeri Tual Periode 2025-2029, yaitu Buri Berel Tumiwa, Benediktus Jeujanan, Petrus Paulus Letsoin, dan Jamaluddin Kabalmay.

Kepada pemimpin perguruan tinggi yang dilantik, Sesjen Togar berpesan untuk memastikan seluruh kebijakan berjalan dengan prinsip meritokrasi, objektivitas, serta mendorong budaya riset dan inovasi.

“Pemimpin transformasional mampu menggerakkan seluruh sivitas akademika ke arah masa depan yang inovatif, unggul, dan berdaya saing. Memiliki budaya riset dan inovasi serta kolaborasi dengan industri dan pemerintah agar semakin relevan dengan kebutuhan bangsa,” tegas Sesjen Togar.

Pesan serupa juga disampaikan kepada pejabat fungsional dan struktural diharapkan dapat mewujudkan birokrasi yang adaptif, transformatif, serta responsif melalui tata kelola yang profesional, efektif, dan transparan.

“Jadilah teladan penerapan nilai-nilai berakhlak dan penggerak perubahan budaya kerja,” harap Sesjen Togar.

Sementara itu, kepada ketua jurusan di Lingkungan Politeknik Perikanan Negeri Tual, Sesjen Togar berpesan untuk memperkuat fungsi supervisi dan pemantauan dalam ketelitian administrasi serta mempercepat transformasi digital.

“Pastikan program memiliki hasil yang terukur, kualitas pengawasan dan kepemimpinan menentukan kelancaran proses di kementerian. Jadilah teladan dalam penerapan nilai berakhlak terutama pada aspek akuntabilitas, kompetensi, dan loyalitas dalam menjaga nama baik organisasi,” jelas Sesjen Kemdiktisaintek.

PPPK Universitas Negeri Makassar (UNM) yang turut serta dilantik diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi transformasi Perguruan Tinggi menuju institusi yang modern, inklusif, dan berprestasi. Sebagai bagian dari aparatur negara, PPPK diharuskan memberikan layanan profesional kepada masyarakat dan menjaga integritas dan kedisiplinan.

Dilakukan juga serah terima jabatan antara pemimpin perguruan tinggi yang baru dilantik dengan pimpinan perguruan periode 2021-2025. Sesjen Togar menyampaikan apresiasi kepada rektor Universitas Nusa Cendana periode 2021-2025, Maxs Urias Ebenhaizar Sanam dan Direktur Politeknik Negeri Padang periode 2021-2025, Surfa Yondri.

Kepada pejabat sebelumnya, Sesjen Kemdiktisaintek memberikan penghargaan tertinggi atas dedikasi dalam melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Semoga terus memberikan kontribusi terbaik dalam bentuk pengabdian lainnya,” tutup Sesjen Togar.

TANGGUH MENGINOVASI, AKTIF MENGABDI: UNTIDAR SABET  7 PENGHARGAAN SEKALIGUS DI ABDIDAYA 2025

Universitas Tidar catat prestasi membanggakan pada Malam Penganugerahan Abdidaya PPK Ormawa 2025 yang diselenggarakan di Dome Universitas Muhammadiyah Malang ( UMM ), Sabtu (6/12). Dalam ajang bergengsi yang mempertemukan berbagai inovasi pemberdayaan desa dari perguruan tinggi seluruh Indonesia tersebut, Untidar berhasil meraih tujuh penghargaan sekaligus. Pencapaian ini sekaligus menegaskan kualitas ekosistem pemberdayaan yang telah dibangun kampus secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Suasana malam penganugerahan berlangsung meriah dengan sorotan lampu, penampilan budaya, serta tepuk tangan para peserta yang memenuhi gedung. Di tengah keseruan tersebut, nama Untidar berkali-kali disebut sebagai penerima penghargaan dari berbagai kategori. Setiap penyebutan nama disambut dengan rasa bangga oleh seluruh delegasi yang hadir. Bukan hanya programnya yang diapresiasi, tetapi juga keberlanjutan, dampak, dan keseriusan Untidar dalam membangun desa yang mandiri serta berdaya saing.

Capaian prestisius ini merupakan hasil dari perjalanan panjang pelaksanaan PPK Ormawa sepanjang 2025, yang terdiri atas pendampingan masyarakat, inovasi teknologi pertanian, pemberdayaan ekonomi, hingga edukasi ekologi berbasis digital. Setiap tim membawa cerita perjuangan masing-masing, mulai dari mengolah kopi di lereng Windusari, merancang sistem pengendali hama bertenaga surya di Secang, hingga membangun rumah sampah digital yang mendidik masyarakat Bandongan untuk lebih melek lingkungan. Semua kisah itu menjadi pondasi kuat yang mengantar Untidar menembus deretan terbaik skala nasional.

Adapun tujuh penghargaan yang berhasil diraih Untidar adalah sebagai berikut:

  1. Terbaik 1 Perguruan Tinggi dengan Kategori Penguatan Ekosistem Pemberdayaan Terbaik: (Untidar)
  2. Terbaik 1 Ormawa dengan Rekam Jejak Pemberdayaan Terbaik: (HIMAPBIO)
  3. Terbaik 1 Tim dengan Perencanaan Keberlanjutan Paling Terukur: (HIMEPA)
  4. Terbaik 3 Dosen Pendamping dengan Keberlanjutan Terbaik: Winasti Rahma Diani, S.Hum., M. Hum. (HIMAPRODI PBSI)
  5. Terbaik 3 Mitra Paling Partisipatif: Desa Sidorejo, Sudarsono (HIMAPRODI PBSI)
  6. Terbaik 3 Tim PPK dengan Hasil yang Dapat Diadopsi Nasional: (HIMAPRODI PBSI)
  7. Terbaik 4 Stand Expo Paling Lengkap: HIMEPA

Rektor Universitas Tidar Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh tim yang terlibat. “Keberhasilan ini bukan hanya kemenangan organisasi kemahasiswaan, namun juga kemenangan seluruh unsur perguruan tinggi yang terus berupaya menjadikan pengabdian masyarakat sebagai identitas kuat kampus” sambutnya. Beliau menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi Untidar untuk terus memperkuat kolaborasi, memperluas jejaring, serta menghadirkan solusi nyata bagi berbagai permasalahan masyarakat desa.

Dengan raihan tujuh penghargaan nasional ini, Untidar menegaskan diri sebagai salah satu perguruan tinggi yang paling konsisten menjalankan program pemberdayaan berbasis sains, teknologi, dan kearifan lokal. Kampus berkomitmen untuk melanjutkan tradisi prestasi ini, sembari memastikan bahwa setiap program PPK Ormawa ke depan dapat memberikan dampak jangka panjang yang terukur, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

 

Penulis : Ade Afriansyah

Editor : Humas Untidar