Kupas Isu Disabilitas Tersembunyi, Untidar Gelar Workshop Riset Inklusif Bersama Coventry University

 

Magelang – Universitas Tidar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan “International Workshop: Building an Inclusive Research Ecosystem in Higher Education” pada Selasa (2/12) di Kledung Research Park, Kampus Untidar, Temanggung. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kolaborasi penelitian internasional bersama Coventry University melalui program inklusif Pathways into Research , yang fokus pada penguatan ekosistem penelitian inklusif di perguruan tinggi. Agenda ini dilaksanakan dengan dukungan Pusat Layanan Disabilitas (PLD), serta tim peneliti Universitas Tidar.

Workshop berlangsung penuh selama satu hari, meliputi sesi pemetaan isu, Focus Group Discussion (FGD), hingga aksi perencanaan. Sebanyak 12 relawan dari Pusat Layanan Disabilitas terlibat aktif dalam menyusun identifikasi masalah, khususnya isu-isu disabilitas yang tidak terlihat (hidden disabilitas) di lingkungan kampus. Peserta juga diajak menyusun peta perjalanan penelitian , gambaran kualifikasi akademik dari mahasiswa sarjana hingga profesor untuk memahami hambatan dan peluang pengembangan karir penelitian bagi kelompok yang membutuhkan dukungan khusus.

Mewakili Pusat Layanan Disabilitas, yang turut serta dihadiri oleh Susanti Malasari, S.Pd., M.Hum, sebagai perwakilan PLD; Kenyo Kharisma Kurniasari, SS, MITM, sebagai penerjemah; serta Dr. Rochmat Aldy Purnomo, SE, sebagai anggota tim peneliti sekaligus fasilitator yang mendampingi workshop.

Turut hadir pula tim peneliti dari Coventry University, Prof. Katherine Wimpenny, dan Prof. Sylvester Arnab; serta Dr. Richard Harisson dari University of Surrey. Selain itu, hadir perwakilan Universitas Negeri Malang, Dr. Muhibuddin Fadhli.

Pada sesi pembukaan, disampaikan oleh Dr. Rochmat Aldy Purnomo, SE, M.Si , yang mengungkapkan harapannya terhadap kebijakan yang mendukung kesejahteraan mental, “harapannya, universitas dapat menjadi lebih inklusif dan menghadirkan kebijakan yang mendukung kesejahteraan mental serta keberhasilan akademik mahasiswa.” Jelasnya.

Dilanjutkan oleh Susanti Malasari, S.Pd., M.Hum., sebagai perwakilan dari Pusat Layanan Disabilitas yang menjelaskan terkait sejumlah kegiatan besar “setelah ini, kami akan memulai penjelasan mengenai metode pemetaan dan memfasilitasi untuk memberikan masukan sebaik mungkin.” katanya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan metode pemetaan, ideasi , dan perencanaan tindakan , yang memungkinkan peserta mengidentifikasi isu-isu nyata, merumuskan solusi, serta menyusun langkah-langkah tindak lanjut untuk mendorong kampus yang lebih ramah dan inklusif terhadap seluruh sivitas akademika.

Salah satu peserta, Primaayu Nihashafa, menyampaikan kesannya, “Merasa terhormat bisa ikut serta dalam acara ini, saya mendapatkan banyak insight dan wawasan baru mengenai pentingnya inklusivitas dalam penelitian, harapannya seluruh ilmu yang diperoleh dapat implementasikan dengan baik dalam mewujudkan inklusivitas dalam bidang akademik.” Ungkapnya.

Melalui workshop ini, Universitas Tidar berharap dapat memperkuat kapasitas internal dalam membangun budaya riset yang inklusif, mendukung partisipasi mahasiswa penyandang disabilitas, serta memperluas kolaborasi riset internasional yang berdampak bagi pengembangan pendidikan tinggi yang setara dan aksesibel.

Penulis: Aghna Nur Sabrina

Editor: Humas Untidar

Kemdiktisaintek-Kemensos Tandatangani Adendum MoU, Buka Akses Pendidikan Tinggi Lulusan Siswa Sekolah Rakyat

Jakarta—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dan Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menandatangani adendum nota kesepahaman untuk memperkuat dukungan pembinaan dan akses pendidikan tinggi bagi lulusan siswa Sekolah Rakyat. Penandatanganan dilakukan di Kantor Kementerian Sosial, Selasa (2/12).

Mendiktisaintek menegaskan bahwa adendum ini memperkuat komitmen kampus untuk menjadi pendamping akademik bagi Sekolah Rakyat. Dengan ekosistem pendidikan tinggi yang mencakup lebih dari 4.000 perguruan tinggi, 300.000 dosen, dan jutaan mahasiswa, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menempatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pembinaan siswa.

“Kami akan memasangkan satu kampus untuk membina satu hingga dua Sekolah Rakyat. Kampus akan hadir secara berkala untuk memberikan pembinaan, motivasi, pengayaan belajar, hingga membantu siswa memahami pilihan program studi sesuai minat dan bakat mereka,” ujar Menteri Brian.

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menyampaikan apresiasi terhadap realisasi kerja sama ini. Mensos menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat kini telah beroperasi di 166 titik sejak Juli hingga Oktober 2025, dengan lebih dari 15.000 siswa, hampir 3.000 guru, dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan. Untuk sementara, kegiatan pembelajaran dilakukan di gedung milik pemerintah daerah, Kemensos, dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), sebelum memasuki pembangunan lebih dari 100 unit sekolah permanen.

“Adendum nota kesepahaman ini bagian dari hilirisasi sistem pendidikan di Sekolah Rakyat, agar para siswa, khususnya lebih dari 6.000 siswa tingkat SMA, bisa meneruskan pembelajarannya ke perguruan tinggi,” ujar Mensos Saifullah.

Kemensos melakukan hilirisasi pendidikan melalui dua skema di tingkat SMA, yakni melanjutkan ke tingkat pendidikan tinggi atau menjadi pekerja terampil. Kemensos mencatat bahwa sekitar 37% siswa SMA Sekolah Rakyat menunjukkan minat pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Proses identifikasi minat dan bakat dilakukan sejak dini agar opsi pendidikan maupun karier lebih tepat sasaran.

Selain itu, Kemdiktisaintek membuka jalur afirmasi bagi lulusan Sekolah Rakyat, mulai dari beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan akses informasi akademik. Dilakukannya pendampingan dan pembinaan oleh kampus akan memastikan siswa tidak salah memilih jurusan dan dapat menyelesaikan pendidikan tinggi secara utuh.

“Dengan pendampingan, kita ingin memastikan mereka masuk jurusan yang tepat dan bisa lulus dengan baik,” tegas Menteri Brian.

Melalui adendum nota kesepahaman ini, kedua kementerian menegaskan komitmen bersama untuk membuka akses pendidikan yang lebih adil, berkualitas, dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan juga mendorong lahirnya generasi muda yang mampu melanjutkan pendidikan tinggi dan berkontribusi pada pembangunan bangsa.

World AIDS Day 2025: UNTIDAR Bersama Dinas Kesehatan Kota Magelang Gelar Layanan Kesehatan dan VCT Gratis

Magelang – Universitas Tidar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Magelang, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Magelang, serta sejumlah puskesmas menggelar kegiatan peringatan Hari AIDS Sedunia, Senin (1/12), di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H. R. Suparsono. Kegiatan ini menghadirkan layanan cek kesehatan gratis, talkshow, serta pemeriksaan voluntary counseling and testing (VCT) bagi mahasiswa dan masyarakat umum sebagai upaya memperkuat kesadaran pencegahan HIV.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, Dr. Istikomah, menegaskan bahwa peringatan Hari AIDS Sedunia menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman publik mengenai pencegahan HIV. “Mahasiswa adalah kelompok sasaran strategis. Jika kesadarannya tinggi, mereka dapat membantu memutus rantai penularan dan mendukung target End HIV 2030,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa hingga 2025 Kota Magelang mencatat lebih dari 234 kasus HIV, dengan sebagian besar ditemukan pada usia produktif. Sehingga, kondisi ini mendorong perlunya edukasi yang lebih intensif pada lingkungan kampus.

Sejalan dengan itu, Sekretaris KPA Kota Magelang, Budi Prayitno, menekankan pentingnya  edukasi berkelanjutan di lingkungan kampus, mengingat mahasiswa termasuk kelompok rentan. “Kolaborasi antara pemerintah daerah, puskesmas, dan perguruan tinggi menjadi kunci untuk memperluas jangkauan informasi sekaligus mengurangi stigma terhadap ODHA,” ungkapnya.

Pada kegiatan ini, peserta memperoleh pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk cek gula darah dan tekanan darah, yang disediakan oleh tiga puskesmas: Puskesmas Jurangombo melayani 23 peserta, Puskesmas Magelang Utara 27 peserta, dan Puskesmas Magelang Tengah 26 peserta. Layanan VCT, disediakan oleh Puskesmas Kerkopan melayani 30 peserta, dan Puskesmas Magelang Selatan yang melayani 35 peserta.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh 15 Penjangkau Kalandara, 10 anggota Kelompok Dukungan Sebaya (KDS), serta 15 peserta donor darah, hal tersebut menunjukkan partisipasi luas dari berbagai pihak dalam peringatan Hari AIDS Sedunia 2025.

Kegiatan berlangsung ramai melalui layanan kesehatan, VCT, dan sesi edukasi yang melibatkan mahasiswa secara aktif. Sebagai mahasiswa, Badis berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin. “Setelah kegiatan ini, kami berharap mahasiswa semakin aware dan memahami bahwa HIV-AIDS bukan hanya isu medis, tetapi juga isu sosial yang harus diperhatikan bersama,” ujarnya. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, seluruh pihak berharap kampus dapat berkembang sebagai ruang edukasi yang inklusif dalam upaya menekan angka kasus HIV di Kota Magelang.

Penulis : Gita Puspita Rakhmawati
Editor : Humas Untidar

Universitas Tidar Terima Kunjungan Tim Riset Internasional dari Inggris dalam Penguatan Inklusivitas Penelitian

Magelang – Universitas Tidar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menerima kunjungan tim riset internasional dari Coventry University dan University of Surrey (Inggris), serta kolaborator dari Universitas Negeri Malang, pada Senin (1/12) di Ruang Rapat Rektorat, Kampus Tuguran. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda riset kolaboratif internasional yang didanai British Council.

Dari Universitas Tidar, kegiatan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM; Ketua LPPM, Dra. Eny Boedi Orbawati, M.Si; Sekretaris LPPM, Dr. Ericka Darmawan, S.Si., S.Pd., M.Pd; Koordinator Pusat Penelitian, Arif Rahman Saleh, S.T., M.T; dan Dr. Rochmat Aldy Purnomo, S.E., M.Si.

Kegiatan ini dihadiri oleh tim peneliti dari Coventry University, Prof. Katherine Wimpenny, dan Prof. Sylvester Arnab; serta Dr. Richard Harisson dari University of Surrey. Selain itu, hadir pula perwakilan Universitas Negeri Malang, Dr. Muhibuddin Fadhli.

Dalam penjelasannya, Dr. Rochmat Aldy Purnomo menjelaskan bahwa terdapat dua skema penelitian yang tengah dikerjakan bersama mitra internasional. Penelitian pertama berfokus pada penguatan inklusivitas penelitian, khususnya akses bagi penyandang disabilitas, yang menjadi kolaborasi antara Coventry University, Universitas Tidar, dan Universitas Negeri Malang. 

Penelitian kedua berfokus pada pengembangan pusat riset (research hub) internasional, melibatkan University of Surrey, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Tidar. 

“Harapannya dari dua penelitian ini, manfaatnya dapat menyebar ke seluruh fakultas di Untidar, karena tim riset melibatkan berbagai pusat studi seperti PSGE, PLD, dan SSC,” jelasnya.

Kegiatan hari pertama ini merupakan bagian dari rangkaian agenda riset internasional yang berlangsung 1-4 Desember 2025, dimulai dari courtesy meeting, diskusi awal program, hingga persiapan untuk workshop, konferensi, dan perkuliahan tamu yang akan berlangsung di berbagai kampus Untidar. Berdasarkan jadwal resmi kolaborasi tersebut, sesi di Untidar meliputi diskusi tentang penguatan riset, perencanaan program inklusif, serta pengembangan jejaring riset antarnegara. 

Dalam sambutannya, Prof. Suyitno menekankan fokus pengembangan kualitas akademik dan kemampuan kerja mahasiswa.

“Our focus now is to improve our quality, improve our student learning, and strengthen graduate employability. We also want to give opportunities for international mobility, as well as create an English-speaking campus environment.”

Dr. Dra. Eny Boedi Orbawati, M.Si, melanjutkan dan memberikan penekanan pada pentingnya kolaborasi riset internasional dan pengembangan pusat studi.

“We are very excited to welcome you here, and we hope that this collaboration can lead to international joint research, seminars, student mobility, and the development of study centers supported by both institutions.”

Dari University of Coventry, Prof. Katherine menyampaikan apresiasi atas kolaborasi riset yang terus menguat melalui proyek bersama.

“Thank you for the hospitality, and we’re very pleased to be working with your university as this further strengthens our research partnership.”

Melalui kerja sama berkelanjutan dengan para mitra internasional, Untidar berharap dapat memperluas jejaring, meningkatkan kualitas publikasi, dan menciptakan ekosistem penelitian yang semakin kuat dan berdaya saing global.

Penulis: Aghna Nur Sabrina
Editor: Humas Untidar

Pentahelix Meraih Prestasi, Kota Magelang Kini Sejajar dengan Kampung Iklim Terbaik Indonesia

Jakarta – Pemerintah Kota Magelang akhirnya mendapatkan Penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Lestari 2025. Penghargaan diberikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Dr. Hanif Faisol Nurofiq di Jakarta, Senin (1/12).

Perwakilan Pemerintah Kota Magelang mendapatkan 2 Penghargaan Proklim sekaligus yaitu Kampung Jambon Gesikan RW 4, Kelurahan Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah mendapatkan Proklim Lestari dan Kelurahan Kemirirejo RW 3, Kecamatan Magelang Tengah mendapatkan Proklim Utama.Penghargaan yang di laksanakan di Hotel Grand Sahid, Jakarta ini di hadiri oleh Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang Djoko Purnomo dan Umi Nadiroh , Ketua Proklim RW 3 Kemirirejo Heru, Ketua Proklim RW 4 Jambon Gesikan Titin , dan Tim pendamping dari Universitas Tidar Suwandoko, Adhi Surya Perdana, Rizza Arge Winanta.

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menganugerahkan Program Komunitas untuk Iklim (ProKlim) 2025, inisiatif yang dijalankan oleh Deputi Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon untuk membina komunitas berbasis tapak. Menurut Ir. Ary Sudijanto, M.S.E. dalam sambutannya melalui ProKlim, KLH/BPLH mendorong aksi adaptasi dan mitigasi di tingkat RW, dusun, desa, dan kelurahan membangun ketahanan iklim wilayah sekaligus mendorong gaya hidup rendah emisi gas rumah kaca.

Pada 2025, 1.327 lokasi mendaftar ProKlim melalui Sistem Registri Nasional–Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI) KLH/BPLH, tersebar di 33 provinsi, 163 kabupaten, dan 59 kota. Setelah penilaian, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Dr. Hanif Faisol Nurofiq menyerahkan penghargaan kepada 26 Trofi ProKlim Lestari dan 50 Trofi ProKlim Utama, serta memberikan Apresiasi Pembina ProKlim kepada 25 pemerintah daerah (4 provinsi, 12 kabupaten, 9 kota) dan Apresiasi Pendukung ProKlim kepada 9 pendukung (8 dunia usaha, 1 lembaga).

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan dan Konservasi Sumber Daya Alam, Djoko Purnomo mengatakan, Proklim Lestari yang dicapai oleh Kampung Jambon Gesikan RW 4 Cacaban ini puncak pencapaian dalam Program Kampung Iklim (ProKlim) yang merupakan peringkat tertinggi. Lokasi ProKlim Lestari adalah lokasi ProKlim Utama yang telah berhasil mempertahankan dan mengembangkan kegiatannya, serta berperan sebagai pembina atau pendamping bagi minimal 10 lokasi ProKlim baru di sekitarnya. Untuk Proklim Utama di capai oleh Kelurahan Kemirirejo RW 3 yang merupakan kampung proklim yang memiliki nilai akhir ProKlim di atas 81%. Kemirirejo RW 3 memiliki kebijakan pendukung dan melakukan pembinaan secara konsisten selama minimal 2 tahun. “Harapan kedepannya agar Kampung Jambon Gesikan RW 4 Cacaban yang telah mendapatkan Predikat Lestari agar dapat mempertahankan dan Kelurahan Kemirirejo RW 3 yang telah mendapatkan Predikat Utama agar bisa mempertahankan ataupun menjadikan pelecut untuk bisa menjadi predikat Lestari di tahun-tahun berikutnya. Dan untuk 2 kampung ini DLH Kota Magelang perhargaan teresbut menjadi pijakan dan percontohan untuk kampung lainnya dalam upaya mitigasi terhadap perubahan iklim. ” kata Djoko.

Lebih lanjut, dari Universitas Tidar sebagai Tim Pendamping kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang ini merupakan suatu kebanggaan dalam memberikan dukungan penuh melalui kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi kepada Masyarakat secara langsung melalui Kegiatan Pengabdian Pendampingan Upaya Adaptasi dan Mitigasi Bencana dalam Perubahan Iklim. Ketua Pusat Studi Environmental and Disaster Management Center (EDM CENTER) dan Tim Pengabdian Suwandoko, S.H., M.H menyampaikan “Proklim Lestari dan Proklim Utama ini merupakan hasil dari kerja keras dan kolaboratif dari berbagai pihak tentunya Kami selaku Tim Universitas Tidar bersyukur atas 2 penghargaan tersebut, kedepan kami selalu siap untuk berkolaborasi dengan pemerintah kota magelang ataupun seluruh masyarakat dalam upaya mitigasi terhadap perubahan iklim. ” kata Suwandoko.

Penulis: Dr. Adhi Surya Perdana, S.P., M.Sc.

Wamen Fauzan Raih Jawa Pos Radar Kediri Awards 2025: Tegaskan Pendidikan sebagai Fondasi Pembangunan Berkelanjutan

Kediri—Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan menghadiri Jawa Pos Radar Kediri Awards 2025 sekaligus menerima Anugerah Kategori A Rising Regional Icon, sebagai bagian dari penguatan ekosistem keberlanjutan, Sabtu (29/11).

Indonesia terus mencatat perkembangan positif dalam pembangunan manusia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia terus menunjukkan peningkatan hingga mencapai 75,90 poin. Di Jawa Timur, IPM dengan capaian positif sebesar 75,36 poin pada tahun yang sama. Peningkatan ini didukung oleh indikator pendidikan, antara lain Harapan Lama Sekolah sebesar 13,44 tahun serta Rata-rata Lama Sekolah yang mencapai 8,39 tahun.

Dalam sambutan di acara yang menjadi momentum apresiasi bagi tokoh serta institusi yang dinilai berperan strategis dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di berbagai sektor ini, Wamendiktisaintek mengenang masa sekolah selama tinggal di Kediri. Lebih lanjut, Wamen menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

“Sebenarnya kalau ingin mengentaskan kemiskinan itu, satu, yakni pendidikan. Tidak ada pilihan lain,” ujar Wamen Fauzan.

Menurutnya, pendidikan menjadi fondasi karena mampu menciptakan perubahan jangka panjang. Pesan ini selaras dengan konsep sustainability yang tidak hanya mengejar pertumbuhan cepat, tetapi juga pembangunan yang terukur, berjangka panjang, dan berkelanjutan.

“Penganugerahan ini dapat menjadi stimulus untuk menggerakkan pertumbuhan dari berbagai sisi termasuk sosial ke arah yang lebih bagus. Oleh karena itu, event seperti ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat ditindaklanjuti keberlanjutannya. lanjut Wamen kelahiran Kediri itu. 

Selaras dengan pesan tersebut, Direktur Jawa Pos Radar Kediri, Kurniawan Muhammad menyampaikan bahwa tema Radar Kediri Awards 2025 adalah Sustainable Growth sebagai bentuk komitmen media dalam memperkuat tata kelola pembangunan yang bertanggung jawab.

“Sustainable Growth adalah isu global yang menjadi kini menjadi rujukan di semua sektor, terutama dalam hal governance atau tata kelola. Karena itu, pada tahun ini kami memberikan special awards kepada figur yang telah terbukti berkontribusi secara luas di bidangnya. Mulai dari skala lokal, regional, dan juga nasional,” tutur Kurniawan.

Tahun ini, Jawa Pos Radar Kediri Awards 2025 memberikan penghargaan kepada 64 tokoh dan lembaga, terdiri dari 10 figur nasional, 23 figur daerah, dan 31 institusi penerima penghargaan.  

Kolaborasi untuk Dampak Nyata

Setelah rangkaian acara, Wamen Fauzan menekankan bahwa penghargaan seperti ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni, tetapi harus menjadi gerakan berkelanjutan yang mendorong perubahan nyata. Ia menegaskan bahwa kemajuan daerah maupun bangsa tidak dapat dicapai secara individu, melainkan melalui kerja bersama dan kolaborasi lintas sektor.

“Dengan berbagai elemen yang memperoleh penghargaan hari ini, menjadi modal bagi daerah untuk bersama-sama, berkolaborasi membagun daerah, membantu masyarakat supaya keluar dari masalah-masalah sosial maupun ekonomi yang dihadapi,” tutup Wamen Fauzan. 

PIMNAS 38 Resmi Ditutup: Unhas Pertahankan Piala Adikarta Kertawidya, 420 Karya Mahasiswa Persembahkan Inovasi Terbaik Bangsa

Makassar — Puncak penyelenggaraan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 tahun 2025 di Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi ditutup dengan penyerahan Piala Adikarta Kertawidya kepada Universitas Hasanuddin sebagai Juara Umum PIMNAS 38. Pengumuman tersebut disambut riuh tepuk tangan para delegasi yang memenuhi JK Arenatorium Unhas pada Kamis (27/11), menandai berakhirnya salah satu ajang ilmiah mahasiswa terbesar dan paling prestisius di Indonesia.

Tahun ini, PIMNAS 38 menghadirkan kompetisi dengan skala yang sangat kompetitif. Dari 33.093 proposal PKM 2025 yang diajukan oleh mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia, sebanyak 1.590 proposal berhasil didanai, dan 420 judul dipilih untuk bersaing sebagai finalis resmi PIMNAS. Selama beberapa hari, para peserta mengikuti rangkaian presentasi, sesi penjurian poster, gelar karya, hingga expo Side Fest, kuliah umum, dan agenda akademik lainnya yang mempertemukan ribuan mahasiswa dengan latar inovasi yang beragam.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Beny Bandanadjaja, menyampaikan apresiasi atas kualitas karya mahasiswa tahun ini. Menurutnya, capaian para finalis bukan hanya menunjukkan kemampuan akademik, tetapi juga ketangguhan, kreativitas, dan karakter ilmiah yang menjadi fondasi penting bagi masa depan bangsa.

“Para peserta telah menunjukkan bahwa inovasi bukan hanya hasil dari kecerdasan, tetapi juga buah dari komitmen dan kolaborasi. Semangat itu yang terus ingin kita rawat melalui PKM dan PIMNAS sebagai ekosistem pembibitan talenta terbaik Indonesia,” ujarnya.

Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa menjadi tuan rumah PIMNAS bukan sekadar kehormatan, tetapi juga kesempatan untuk menyaksikan langsung bagaimana ide, analisis, dan kepedulian sosial mahasiswa Indonesia berkembang menjadi solusi nyata.

“Kami bangga melihat ratusan inovasi dari seluruh Indonesia hadir dan saling menguatkan di kampus merah ini. Semoga pengalaman ini melahirkan kolaborasi baru yang berdampak bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain pengumuman juara umum, panitia PIMNAS 38 juga merilis daftar Top 5 Perguruan Tinggi Nasional berdasarkan akumulasi medali dari kategori presentasi dan poster. Daftar tersebut adalah:

  1. Peringkat 1 – Universitas Hasanuddin
  2. Peringkat 2 – Universitas Gadjah Mada
  3. Peringkat 3 – Institut Pertanian Bogor
  4. Peringkat 4 – Universitas Diponegoro
  5. Peringkat 5 – Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Pencapaian ini mencerminkan tingginya kompetisi antarperguruan tinggi dalam menghadirkan riset, teknologi, inovasi sosial, hingga gagasan kreatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Suasana haru dan kebanggaan mewarnai ruang penutupan ketika para delegasi, dosen pembimbing, dan panitia saling memberikan apresiasi atas kerja keras yang telah dilakukan. Para peserta tak hanya membawa pulang penghargaan, tetapi juga pengalaman kolaboratif, jejaring akademik, serta pembelajaran berharga dari proses penjurian yang intensif.

Sesuai SK Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, PIMNAS 38 tahun 2025 menetapkan pemenang dalam tiga kategori utama: Poster, Presentasi, dan Favorit, terdiri dari lebih dari 160 pemenang dari berbagai kluster Program Kreativitas Mahasiswa, antara lain PKM-RE, PKM-RSH, PKM-K, PKM-PM, PKM-PI, PKM-KC, PKM-GFT, PKM-GT, serta PKM-AI. Daftar lengkap para pemenang tercantum dalam lampiran resmi keputusan.

Dengan berakhirnya PIMNAS 38, Kemdiktisaintek kembali menegaskan pentingnya PKM dan PIMNAS sebagai ekosistem penguatan riset, inovasi, dan kepemimpinan akademik mahasiswa Indonesia. Kompetisi ini bukan hanya ruang adu gagasan, tetapi juga laboratorium besar tempat mahasiswa menguji keberanian intelektual mereka dalam memberi kontribusi nyata bagi bangsa.

 

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

Untidar Putus Mata Rantai Sampah Residu: Insinerator Sulap Limbah Jadi Material Konstruksi Berkelanjutan di Gunungpring

MUNTILAN – Universitas Tidar (Untidar) melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2025 yang bertajuk “Insinerasi Sampah Plastik untuk Pembuatan Material Arsitektural di Bank Sampah Gunungpring”. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada (26/11) di Pendopo Dusun Karaharjan, Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.

Kegiatan transformatif ini bertujuan untuk mengatasi tantangan pengelolaan sampah residu limbah yang menumpuk dan sulit didaur ulang di tingkat desa, sekaligus membuka potensi ekonomi baru melalui inovasi. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 25 peserta yang mewakili sinergi akademisi dan komunitas, meliputi pengurus dan anggota bank sampah darlingsih, Kepala Desa Gunungpring, perwakilan perangkat desa, serta mahasiswa Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Untidar. Program PKM ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek Tahun 2025. Adapun serangkaian kegiatan PKM ini sudah dimulai sejak bulan September dengan tahapan berupa kegiatan sosialisasi dan koordinasi persiapan kegiatan, pabrikasi alat, uji fungsi alat, serah terima alat, diskusi penggunaan alat, pendampingan, serta evaluasi.


Tim pengusul PKM yang terdiri dari para Dosen Fakultas Teknik Untidar, yaitu Ibu Nani Mulyaningsih, Bapak Arrizka Yanuar Adipradana, dan Bapak Sigit Mujiarto, secara komprehensif memberikan transfer pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Ibu Nani Mulyaningsih, selaku ketua tim PKM menjelaskan bahwa alat insinerator yang menjadi fokus utama program ini memiliki dampak berlipat ganda.

“Alat insinerator yang kami hadirkan memiliki dampak berlipat ganda. Tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah residu yang selama ini menumpuk dan tak terurai, tetapi juga menciptakan produk fungsional seperti paving block atau bata ringan yang bisa dipakai untuk pembangunan desa sendiri atau bahkan dijual. Kegiatan ini merupakan langkah nyata guna menuju Dusun Karaharjan yang mandiri secara ekonomi dan lestari secara lingkungan.” ungkapnya dengan penekanan pada kapabilitas alat tersebut dalam mengolah sisa limbah.

Rangkaian kegiatan pun dirancang intensif mencakup pengisian pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman masyarakat, pemaparan materi mendalam, hingga praktik langsung penerapan alat insinerator. Pelatihan ini dilaksanakan guna memastikan komunitas mitra mampu mengoperasikan dan merawat alat tersebut secara mandiri.

Kepala Desa Gunungpring, mewakili seluruh warga, menyampaikan apresiasi atas sinergi ini. “Atas nama desa, kami mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Untidar. Kehadiran teknologi insinerator ini adalah kado luar biasa bagi Bank Sampah Darlingsih. Kami kini memiliki modal teknologi untuk mengubah masalah menjadi peluang. Semoga sinergi ini terus berlanjut demi mewujudkan Gunungpring yang bersih dan sejahtera,” ujarnya.

Kehadiran inovasi ini menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam merespons tantangan nyata di masyarakat. Melalui transfer teknologi insinerasi, Untidar tidak hanya menyelesaikan persoalan sisa limbah yang sulit diolah, tetapi juga menanamkan benih kewirausahaan dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan, sehingga menjadikan Bank Sampah Darlingsih sebagai pilot project pengelolaan sampah residu yang inspiratif bagi desa-desa lain di Kabupaten Magelang.

Penulis: Fitria Noviastuti (FT Untidar)

Editor: Humas Untidar

Tingkatkan Sinergi dan Kualitas Pengelolaan Hukum, JDIH Unsoed Lakukan Kunjungan ke Universitas Tidar

 

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) melakukan kunjungan ke Universitas Tidar (Untidar), Selasa (25/11). Kunjungan ini dipimpin oleh Kepala Biro Keuangan dan Umum Unsoed Nur Faiqoh, S.E., M.M, dan disambut oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum Untidar Dr. Astuty, M.Pd.  beserta segenap jajaran Tim JDIH Untidar.

Dalam kesempatan ini, Kepala Biro Keuangan dan Umum Unsoed menyampaikan harapannya untuk meningkatkan sinergi dan kualitas pengelolaan hukum di Unsoed. “Kami berharap kunjungan ini dapat mempererat kerja sama dan meningkatkan kualitas pengelolaan hukum di Unsoed,” ujarnya.

Wakil Rektor Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum Untidar, juga menyampaikan apresiasinya atas kunjungan JDIH Unsoed. “Kami sangat senang menerima kunjungan JDIH Unsoed dan berharap dapat meningkatkan kualitas pengelolaan hukum di Untidar,” katanya.

Kunjungan ini juga membahas tentang pengelolaan JDIH, termasuk integrasi data dan informasi hukum, serta pengembangan aplikasi JDIH mobile.

Setelah pertemuan, rombongan JDIH Unsoed dijamu dengan kunjungan eksklusif ke fasilitas JDIH Untidar, yang mencakup JDIH Corner, ruangan JDIH, dan ruang arsip. Mereka disambut dengan hangat oleh tim JDIH Untidar yang dengan antusias menjelaskan fungsi dan ragam kegiatan JDIH Untidar.

Dalam kunjungan tersebut, tim JDIH Untidar memaparkan peran strategis JDIH dalam meningkatkan kualitas pengelolaan hukum di Untidar. JDIH Corner Untidar yang modern dan interaktif menampilkan berbagai informasi dan dokumentasi tentang kegiatan JDIH, termasuk publikasi dokumen hukum.

Ruangan JDIH Untidar yang didesain sebagai ruang baca yang nyaman menjadi pusat kegiatan JDIH Untidar. Tim JDIH Untidar menjelaskan tentang sistem pengelolaan arsip dan dokumentasi hukum yang digunakan, yang memungkinkan akses cepat dan akurat terhadap informasi hukum.

Ruang arsip JDIH Untidar yang terorganisir dengan baik juga dikunjungi. Di sini tim JDIH Untidar menjelaskan tentang proses pengelolaan arsip dan dokumentasi hukum yang efektif.

Kunjungan JDIH Unsoed ke Untidar diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan hukum di Unsoed dan memperkuat kerja sama antara kedua Universitas.

Penulis: Yogi Prayogo, S.H., M.H.

Universitas Tidar Terima Kunjungan dari Universitas Musi Rawas, Bahas Proses Perubahan Status dari PTS ke PTN

Magelang – Universitas Musi Rawas, Sumatera Selatan, melakukan kunjungan ke Universitas Tidar dalam agenda studi proses perubahan status dari perguruan tinggi swasta ke perguruan tinggi negeri,  di Ruang Rapat Rektorat, Kampus Tuguran, Selasa (25/11).

Kegiatan dihadiri oleh Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si; Rektor Universitas Tidar Tahun 2007-2018, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd; Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja sama, Drs. Giri Atmoko, M.Si; beserta jajarannya.

Sedangkan dari Universitas Musi Rawas, turut hadir Rektor Universitas Musi Rawas, Prof. Dr. Ir. Eddy Ibrahim, M.S., CP., IPU., ASEAN.Eng., APEC.Eng., ACPE; Wakil Rektor II, Dr. Wartono, S.P., M.Si; Direktur Pascasarjana, Dr. Ir. John Bimasri, M.Si; Asisten Ahli II Kabupaten Musi Rawas/Sekretaris Yayasan, H. Mukhlisin, S.H., M.H; dan Wakil Sekretaris YPPT-BSMR, Rehal Ikmal, S.H., M.Si.

Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pemutaran video profil Untidar dan Universitas Tidar Magelang (UTM), dilanjutkan dengan sambutan Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., yang menyampaikan puji syukur serta ungkapan hormat kepada para tamu yang hadir.

“Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu dari Musi Rawas yang telah datang jauh-jauh menuju Magelang.” Ungkapnya

Beliau melanjutkan dengan penjelasan mengenai proses panjang transformasi Untidar dari perguruan tinggi swasta menjadi negeri, sekaligus membagikan pengalaman yang relevan bagi institusi lain yang sedang menempuh proses serupa

“Terkait niat untuk belajar mengenai proses perubahan status dari swasta ke negeri, kami tentu dengan senang hati akan berbagi informasi sesuai yang kami ketahui. Ada beberapa kunci penting yang kami pelajari dari proses itu, yaitu kekompakan tim, kesungguhan dalam berjuang, hubungan baik dengan para pemangku kepentingan, serta ikhtiar yang tidak berhenti,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Eddy Ibrahim, M.S., CP., IPU., ASEAN.Eng., APEC.Eng. menyampaikan rasa syukur atas penerimaan yang hangat dari Universitas Tidar. Ia menjelaskan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting bagi Universitas Musi Rawas untuk belajar secara langsung mengenai proses dan tahapan menuju perubahan status dari PTS menjadi PTN. 

“Kami merasa bersyukur bisa hadir dan diterima dengan sangat baik hari ini. Kami ingin banyak belajar tentang apa saja yang harus kami persiapkan, langkah-langkah yang harus dilakukan, serta peran pemerintah daerah dan yayasan dalam proses menuju penegerian. Kami berharap pertemuan ini menjadi awal yang baik bagi kami untuk menimba ilmu, memahami kebutuhan administratif, politis, dan teknis, agar kami dapat mempersiapkan Universitas Musi Rawas dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd., Rektor Universitas Tidar Tahun 2007-2018, menyampaikan apresiasi atas kedatangan rombongan Universitas Musi Rawas. Ia mengenang perjalanan panjang Untidar dari perguruan tinggi swasta hingga akhirnya berhasil dinegerikan, sebuah proses yang membutuhkan ketekunan, kekompakan, dan perjuangan kolektif selama bertahun-tahun. 

“Pengalaman kami saat masih swasta sangat tidak mudah. Jumlah mahasiswa sedikit, kondisi kampus pun penuh keterbatasan. Perjuangan penegerian dimulai sejak 2005, melalui banyak tantangan, hingga akhirnya terwujud berkat kerja keras semua pihak dan dukungan berbagai tokoh,” ujarnya. 

Universitas Tidar berharap kunjungan ini dapat menjadi langkah awal yang kuat dalam membangun kolaborasi berkelanjutan antara kedua perguruan tinggi, dan berharap Universitas Musi Rawas dapat memeroleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai langkah-langkah strategis, kebutuhan administratif, dukungan pemerintah daerah, hingga koordinasi lintas pemangku kepentingan yang diperlukan dalam proses perubahan status dari PTS menjadi PTN.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Humas Untidar