Universitas Terbuka Kunjungan ke Universitas Tidar, Bahas Pelaksanaan Ujian Akhir Semester

Magelang – Universitas Tidar menerima kunjungan studi dari Universitas Terbuka  bertempat di Ruang Rapat Rektorat, Kampus Tuguran, Senin (24/11). Kunjungan ini bertujuan memperkuat kolaborasi kelembagaan sekaligus membahas peluang kerjasama pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS).

Hadir perwakilan dari Universitas Tidar, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc., IPM., Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama, Drs. Giri Atmoko, M.Si., Kepala Bagian Akademik, Wahyu Andriyanto, S.A.P., Ketua Tim Kerja Bidang Akademik, Amelia Putri Kartikasari, S.Sos., dan Ketua Tim Kerja Bidang Kerjasama, Laila Alfizanna, S.S., MDCC. Turut hadir pula Ketua Unit Pengelola Usaha (UPU), Jalu Aji Prakoso, S.E., M.Ec.Dev., beserta Sekretaris Unit Pengelola Usaha (UPU) Nina Agustyaningrum, S.Pd.Si., M.Pd.

Hadir dari Universitas Terbuka, Direktur UT Yogyakarta, Prof. Agus Santoso, M.Si., Manager Pembelajaran Umum, Suyatno, M.Si., Manager Registrasi dan Marketing, Dhimas Setyo Nugroho, M.Par., Tim MPU, Dwi Riyanti, Tim Registrasi dan Marketing, Evi Anggorowati, serta Tim Dokumentasi, Kasfi.

Dalam paparannya, Prof. Agus Santoso menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah penjajakan kerjasama strategis, terutama terkait fasilitasi UAS bagi mahasiswa UT yang cukup besar di wilayah Magelang dan sekitarnya.

“Pertama saya mengucapkan terima kasih karena beberapa dari dosen Untidar telah membantu kami. Silaturahmi kami ini ingin menjajaki, memohon, berharap Untidar bisa membantu kami barangkali untuk pelaksanaan Ujian Akhir Semester mahasiswa kami, karena Magelang ini adalah urutan terbesar yang mahasiswanya kuliah di Universitas Terbuka,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Suyitno menyampaikan kesiapan Untidar untuk mendukung kerja sama lintas perguruan tinggi, terutama yang berdampak langsung pada layanan pendidikan masyarakat.

“Kami tentunya menyambut baik kedatangan bapak ibu semua. Di luar itu, saya secara prinsip sangat mendukung, dan berharap bisa terlaksana dengan baik,” tuturnya.

Diskusi berlangsung interaktif, mencakup pengelolaan ruang ujian, kebutuhan sarana prasarana, dan mekanisme koordinasi teknis. Melalui kunjungan ini, Universitas Tidar berharap dapat memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi bagi masyarakat. 

 

Penulis : Aghna Nur Shabrina

Editor : Humas Untidar

Kemdiktisaintek Dorong Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan melalui Program Tendik Berdampak 2025

Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menyelenggarakan Seminar Nasional Tenaga Kependidikan (Tendik) Berdampak, Selasa (25/11).

Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian Program Tendik Berdampak 2025, yang merupakan upaya strategis untuk memperkuat kemampuan, kompetensi, dan profesionalisme Tendik di perguruan tinggi Indonesia. Rangkaian program ini menyelenggarakan seminar, pembelajaran modul digital, dan workshop benchmarking. Seminar yang mengusung tema “Kecerdasan Buatan (AI) dan Pelayanan Prima” ini, menekankan pentingnya kesiapan Tendik dalam menghadapi transformasi layanan pendidikan tinggi di era kecerdasan buatan.

Seminar ini dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Khairul Munadi bersama Direktur Sumber Daya, Sri Suning Kusumawardani. Dirjen Dikti, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam peningkatan kualitas tendik.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan kompetensi teknis, manajerial, dan sosiokultural tenaga kependidikan dapat semakin meningkat untuk menghasilkan tendik yang efisien, efektif, dan akuntabel dalam kinerja, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi kita,” ujar Dirjen Khairul.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Sumber Daya, Sri Suning Kusumawardani menekankan pentingnya kesiapan tendik dalam menghadapi perkembangan teknologi.

“Di angkatan pertama ini, kita mendorong adaptasi tenaga kependidikan terhadap teknologi guna memulihkan layanan prima pada pendidikan tinggi yang efisien, efektif, dan akuntabel,” jelas Direktur Sri Suning.

Program ini turut didukung oleh Indonesia Cyber Education Institute (ICE Institute) sebagai mitra penyelenggara yang menyediakan modul pembelajaran digital. Direktur ICE Institute, Rahayu Dwi Riyanti mendorong peserta memanfaatkan kesempatan ini dengan optimal.

“Kami berharap peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan ini, memilih mata kuliah yang tepat, dan mengikuti program dengan motivasi tinggi agar hasilnya tidak sia-sia,” ujar Rahayu.

Pemanfaatan AI untuk Produktivitas Berkelanjutan

Dalam pemaparannya, Dosen Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Syukron Abu Ishaq Alfarozi, menjelaskan bahwa AI pada dasarnya merupakan sistem data yang dirancang untuk menjalankan kemampuan yang dimiliki manusia.

“AI sebenarnya berasal dari data. AI tidak harus menyerupai manusia, namun ketika sebagian pengetahuan manusia ditransformasikan ke dalam sistem, kemampuan itu sudah dapat dikategorikan sebagai AI,” ujar Syukron.

Syukron menjelaskan bahwa AI dapat meningkatkan produktivitas karena mampu menangani berbagai pekerjaan yang bersifat berulang. Namun, pemanfaatannya perlu diseimbangkan dengan kemampuan analisis dan evaluasi luarannya.

“AI tetap memiliki potensi salah. Jika tidak memiliki kemampuan analisis dan evaluasi terhadap luarannya, kita akan mudah bergantung, yang berdampak pada menurunnya kapasitas berpikir kritis,” jelas Syukron.

Pelayanan Prima Berbasis Nilai

Widyaiswara Madya pada Pusdiklat Kepemimpinan dan Manajerial Kementerian Keuangan, Budi Setiawan memaparkan bahwa pelayanan yang baik harus memberikan nilai tambah dan menunjukkan komitmen untuk bekerja melampaui harapan.

“Pelayanan yang baik perlu ditopang unbelievable energi dan nilai. Prinsip ini berangkat dari keyakinan bahwa bekerja adalah ibadah, sehingga layanan tidak hanya memenuhi kebutuhan pengguna tetapi juga menjadi upaya untuk memberikan yang terbaik melebihi yang diharapkan,” ujar Budi.

Program Tendik Berdampak 2025 dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu Seminar Nasional, Pembelajaran Modul Digital, dan Workshop serta Benchmarking. Sejumlah perguruan tinggi yang turut mendukung kegiatan ini, yaitu Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Bina Nusantara (Binus), Universitas Indonesia (UI), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Institut Pertanian Bogor (IPB)

Program ini semakin menegaskan komitmen Kemdiktisaintek menghadirkan tenaga pendidik dan kependidikan yang profesional, kompeten dan inovatif dalam upaya meningkatkan proses pembelajaran dan administrasi kampus berfungsi optimal sehingga mampu mewujudkan visi Diktisaintek Berdampak.

Puncak Acara KMI Expo XVI 2025 Berlangsung Meriah, Puluhan Inovator Muda Raih Penghargaan Nasional

 

Magelang – Malam Puncak sekaligus Awarding Night KMI Expo XVI 2025 sukses diselenggarakan pada Jumat malam (21/11) di panggung utama, Kawasan Kampus Sidotopo, Universitas Tidar. Ajang penghargaan terbesar bagi wirausaha mahasiswa tingkat nasional ini menobatkan puluhan inovator muda dari berbagai kategori, sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan dampak usaha yang dikembangkan.

Acara puncak dihadiri oleh jajaran pimpinan perguruan tinggi, perwakilan pemerintah daerah, juri nasional, delegasi peserta KMI Expo, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat umum. Suasana semakin meriah dengan dukungan tata panggung megah dan penampilan hiburan yang mengisi rangkaian acara, dimulai dengan penampilan oleh Paduan Suara Mahasiswa Grandio Sonora Tidar (PSM GST) membawakan lagu Ahtoi Porosh dan Yamko Rambe Yamko.

Sebelum sesi awarding dimulai, acara diawali dengan laporan dari Ketua Pelaksana KMI Expo XVI 2025, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., yang mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya KMI Expo di Untidar, “alhamdulillah kita semua bersyukur kegiatan KMI Expo XVI tahun 2025 di Universitas Tidar berjalan dengan sangat baik, sangat lancar.” Ungkapnya. Ia juga menyampaikan bahwa banyak pengunjung antusias terhadap kegiatan ini. “Hasil catatan dari among tamu penerima tamu, teman-teman Satpol PP menghitung pengunjungnya total 13.000.” Tambahnya.

Dilanjutkan sambutan dari Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap seluruh elemen masyarakat. “Terima kasih atas kehadiran Bapak Ibu sekalian. Ini suatu event yang sungguh menjadi karunia, berkah bagi kami, terutama bagi Untidar karena memang kampus kami membawa misi untuk memajukan bidang kewirausahaan dan kebudayaan.” Jelasnya.

Sesi sambutan ditutup oleh Direktur Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., yang menyatakan bahwa KMI Expo ini merupakan ajang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam berwirausaha, “bentuk kewirausahaan adalah salah satu bentuk pendidikan yang perlu kita kembangkan dan perlu kita jalankan di dalam melaksanakan pendidikan tinggi. Oleh karena itu, tentunya kita perlu mempersiapkan lulusan-lulusan yang siap menjadi para wirausahawan,” tuturnya.

Ia juga mengucapkan apresiasinya terhadap Untidar sebagai tuan rumah,  “tentunya kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Rektor Universitas Tidar, Pak Wakil Rektor Universitas Tidar yang telah mempersiapkan acara yang luar biasa yang sangat meriah, 13 ribu itu bukan hal yang mudah,” ungkapnya.

 

Universitas Tidar meraih kemenangan pada 3 kategori lomba pada KMI Expo Tahun ini diantaranya Juara Harapan 2 pada kategori Lomba Stand Up Comedy; Juara 3 pada kategori Makanan dan Minuman (A) Tahapan Awal dengan inovasi “Es Herbalicious Inovasi Kuliner Es Krim Jamu Untuk Menjaga Tradisi Dan Kesehatan”  dan Juara 2 kategori Budidaya Tahapan bertumbuh dengan inovasi “SarwoMendho Circular Economy dalam Peternakan Domba dan Kambing Melalui Pemanfaatan Limbah  Menjadi Pupuk Organik dan Pakan Jangkrik”.

Pengumuman pemenang dilaksanakan secara bertahap berdasarkan kategori lomba. Berikut kategorinya:

Pemenang

Perguruan Tinggi

1. Lomba Stand Up Comedy

Juara 1

Universitas Tadulako

Juara 2

Universitas Yudharta Pasuruan

Juara 3

Universitas Hasanuddin

Juara Harapan 1

Universitas Muhammadiyah Malang

Juara Harapan 2

Universitas Tidar

Juara Harapan 3

Universitas Teuku Umar

2. Lomba Kirab Budaya

Juara 1

Universitas Gadjah Mada

Juara 2

Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Juara 3

Universitas Pendidikan Indonesia

Juara Harapan 1

Institut Seni Indonesia Surakarta

Juara Harapan 2

Universitas Jambi

Juara Harapan 3

Universitas Dian Nuswantoro

3. Lomba Stand Terbaik

Juara 1

Universitas Gadjah Mada

Juara 2

Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Juara 3

Universitas Brawijaya

Juara Harapan 1

Universitas Santo Borromeus

Juara Harapan 2

Universitas Negeri Malang

Juara Harapan 3

Universitas Palangka Raya

4. Kategori Bisnis Digital – Tahapan Awal

Juara 1

Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Inovasi : FounderHub Platform Edukasi Bisnis All in One Berbasis Personalized Learning Path

Juara 2

Universitas Dian Nuswantoro

Inovasi : Exantara Platform Digital Ekspor Berbasis SaaS Memberdayakan UMKM untuk Menembus Pasar Global

Juara 3

Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Inovasi : ZappOn SuperApp Layanan Transportasi Listrik Berbasis Mobile Untuk Mendukung Green Lifestyle

Juara Harapan 1

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Inovasi : HAGE Portal Digital untuk Game Edukasi Kreativitas dan Komunitas Pecinta Game

Juara Harapan 2

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Inovasi : Platform Otomasi Marketing Peningkat Engagement Berbasis Sistem Cerdas

Juara Harapan 3

Universitas Sugeng Hartono

Inovasi : Catetify Aplikasi Mobile Revolusioner untuk Optimalisasi Pencatatan dan Manajemen UMKM Berbasis Artificial Intelligence Menggunakan Metode Optical Character Recognition

5. Kategori Budidaya – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Diponegoro

Inovasi : BiooVermix Pupuk Organik dan Pelet Nutrisi Tinggi Guna Meningkatkan Hasil Panen serta Daya Cerna Pakan Ikan Berbasis Cacing

Juara 2

Universitas Hasanuddin

Inovasi : TANAHMU Inovasi Pupuk Berbasis Limbah Cangkang Tiram Cangkang Telur dan Daun Gamal sebagai Solusi Rehabilitasi Lahan Sub Optimal dalam Upaya Peningkatan Produktivitas Pertanian

Juara 3

Universitas Negeri Yogyakarta

Inovasi : ChickenZ Telur Omega 3 berbasis Smart Farming untuk Kemandirian Pangan dan Regenerasi Peternak Gen Z Masa Depan

Juara Harapan 1

Universitas Negeri Semarang

Inovasi : mart Organic Fertilizer Berbasis Limbah Kotoran Ternak untuk Peningkatan Kualitas dan Nilai Jual Hasil Pertanian dalam Mendukung Ketahanan Pangan

Juara Harapan 2

Universitas Negeri Malang

Inovasi : Rekan Inovasi Suplemen High Protein berbasis Limbah Ikan Rucah dengan Kandungan Triptofan untuk Anti Kanibalisme dan Meningkatkan Hasil Panen Lobster

Juara Harapan 3

Universitas Muhammadiyah Jambi

Inovasi : CocoBaggie Pemanfaatan Limbah Ampas Tebu dan Sabut Kelapa sebagai Media Tanam Inovatif

6. Kategori Industri Kreatif, Seni, dan Budaya – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Tanjungpura

Inovasi : Needstrawble Inovasi Sedotan Edible Pertama dari Singkong dan Bunga Telang

Juara 2

Universitas Pendidikan Indonesia

Inovasi : RAW2WEAR Produk Fashion Berkelanjutan dengan Teknik Upcycle dan Seni pada Tekstil

Juara 3

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Inovasi : Produk Kit Batik Peningkat Kemampuan Motorik dan Kreativitas Berbasis Praktik

Juara Harapan 1

Universitas Pelita Harapan

Inovasi : Versa Memory

Juara Harapan 2

Institut Teknologi Sawit Indonesia

Inovasi : Inovasi pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit menjadi kemasan biodegradable berbasis Plantable Seed Paper

Juara Harapan 3

Universitas PGRI Semarang

Inovasi : Batik Matur

7. Kategori Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Pendidikan Indonesia

Inovasi : Titik Santai Eco Cafe Mahasiswa

Juara 2

Universitas Negeri Makassar

Inovasi : Chaospace Jasa Penyediaan Stress Out and Sharing Room untuk Pelajar Mahasiswa dan Pekerja di Mamminasata

Juara 3

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Inovasi : Sobat Ceria Program Stimulasi Tumbuh Kembang yang Inklusif berbasis Mindfulness dan Family Co Creation

Juara Harapan 1

Universitas Negeri Yogyakarta

Inovasi : MAKE BATIK Sustainable Milineris Batik dari Limbah Kertas Semen

Juara Harapan 2

Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang

Inovasi : K Box Inovasi Media Pembelajaran STEAM Ramah Lingkungan dengan Jasa Edukasi Hands On dan Terintegrasi Kurikulum Nasional

Juara Harapan 3

Universitas Pendidikan Ganesha

Inovasi : Dewata Dirt Bike

8. Kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Sam Ratulangi

Inovasi : Lumans Bliss Teh Calming Mood Warisan Sulawesi Utara

Juara 2

Universitas Palangka Raya c

Inovasi : Inovasi Parfum Roll On EDP Minyak Atsiri Berbasis Kayu Putih Serai Wangi Gaharu dan Bibit Parfum Ekstrak Tumbuhan untuk Efek Aroma Terapi yang Mendukung Kesehatan Pernapasan dan Relaksasi

Juara 3

Universitas Jambi

Inovasi : Ecopil Inovasi Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan Berbasis Limbah Sabut Pinang Lerak Dan Eco Enzyme

Juara Harapan 1

Universitas Ciputra Surabaya

Inovasi : Radja Geni sebagai Inovasi Teknologi Manufaktur Briket Pipih Berkelanjutan dari Limbah Tongkol Jagung dan Sekam Padi untuk Pemberdayaan Petani Lokal

Juara Harapan 2

Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Inovasi : PACE Papuan Essence

Juara Harapan 3

Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Inovasi : Transformasi Limbah Sandblasting Dan  Tempurung Kelapa Menjadi Media  Fungsional Dalam Penangkapan Karbon

9. Kategori Makanan dan Minuman (A) – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Ahmad Dahlan

Inovasi : BEKAMIE Inovasi Mie Instan Sehat Berbahan Dasar Bekatul Padi Sebagai Sumber Serat Dan Free Gluten

Juara 2

Universitas Hasanuddin

Inovasi : BROTEM Alternatif Camilan Sehat Brownies  Berbasis Tempe dan Oat  dengan Pemanis Alami dari Phoenix Dactylifera

Juara 3

Universitas Tidar

Inovasi : Es Herbalicious Inovasi Kuliner Es Krim Jamu Untuk Menjaga Tradisi Dan Kesehatan

Juara Harapan 1

STIKES Pelita Ibu

Inovasi : BonKelor Kendari Inovasi Pangan Lokal Berbasis Cakalang  Katsuwonus pelamis dan Kelor Moringa oleifera untuk Pencegahan Stunting dan Penggerak Ekonomi Pesisir Sulawesi Tenggara

Juara Harapan 2

Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Inovasi : Choco Deles Cokelat Premium Berjiwa Budaya

Juara Harapan 3

Universitas Internasional Semen Indonesia

Inovasi : Inovasi Bisnis Makanan DEMEN PASTA Berbahan Dasar Ampas Tahu Berprotein Tinggi Sebagai Bentuk Pemanfaatan Hasil Samping Industri Tahu

10. Kategori Makanan dan Minuman (B) – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Negeri Semarang

Inovasi : Fortizinc Beras Tak Perlu Di Cuci Berzat Gizi Tinggi Untuk Mencegah Stunting

Juara 2

Universitas Mataram

Inovasi : TuChips Transformasi Produk Tradisional Jaje Tujak Guna Memperpanjang Umur Simpan sebagai Oleh Oleh dan Peluang Ekonomi Kreatif Mahasiswa

Juara 3

Universitas La Tansa Mashiro

Inovasi : Kukis Gembili Anti Obesitas  sebagai Pangan Fungsional Inovatif

Juara Harapan 1

Universitas Ngudi Waluyo

Inovasi : MELGALANGA Inovasi Marshmallow Rempah Kombinasi  Campuran Jahe  Kencur dan Madu Sebagai Pelega Tenggorokan

Juara Harapan 2

Universitas Teknokrat Indonesia

Inovasi : Pineboost Minuman Probiotik Ekstrak Kulit Nanas

Juara Harapan 3

Universitas Muhammadiyah Tangerang

Inovasi : Barley Healthy Coffee Inovasi Kopi Rempah Sehat dengan Kemasan Drip Bag Praktis

11. Kategori Bisnis Digital – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Universitas Amikom Yogyakarta

Inovasi : SkillUpKids Startup Edutech AI untuk Memaksimalkan Potensi Anak Indonesia

Juara 2

Universitas Airlangga

Inovasi : Bisnis GC Gamingstore Platform Top Up Game Online Terintegrasi yang Mendukung Para Gamers Untuk Menjadi Pro Player Pada Kejuaraan ESports Tingkat Nasional maupun Internasional

Juara 3

Politeknik Negeri Banyuwangi

Inovasi : DENTAL DIARY Smart Medical Record System Berbasis Natural Language Processing dan WhatsApp Automation Untuk Klinik Gigi Modern

Juara Harapan 1

Universitas Negeri Jakarta

Inovasi : Study Fashion Aplikasi Kursus Rancang Busana Berbasis Virtual Reality Untuk Meningkatkan Kualitas Busana Para Wirausahawan

Juara Harapan 2

Universitas Muria Kudus

Inovasi : NUTRIDEL Nutrisi Delivery Platform Digital Penyedia Makanan Sehat

Juara Harapan 3

Universitas Jenderal Soedirman

Inovasi : Ricocapital Sebagai Inovasi Edukasi Kripto Dalam Mendorong Ekosistem Cryptocurrency Yang Berkelanjutan

12. Kategori Budidaya – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Inovasi : VertiCrab Budidaya Pembesaran Kepiting Bakau Berkualitas Guna Meningkatkan Nilai Jual Kepiting Bakau Menggunakan Budidaya Kepiting Vertikal Dilengkapi Teknologi Pengendalian Air

Juara 2

Universitas Tidar

Inovasi : SarwoMendho Circular Economy dalam Peternakan Domba dan Kambing Melalui Pemanfaatan Limbah  Menjadi Pupuk Organik dan Pakan Jangkrik

Juara 3

Universitas Muhammadiyah Bone

Inovasi : Inovasi GroCoco Grow with Coconut Sawdust Substrate

Juara Harapan 1

Universitas Trunojoyo

Inovasi : SEEDMART Bibit dan Tanaman Cabai Urban Farming Solusi Ketahanan Pangan Rumah Tangga

Juara Harapan 2

Universitas Muhammadiyah Malang

Inovasi : Embik Eco Green Farm An Integrated Disability Friendly Business with Impactful Product Innovation

Juara Harapan 3

Universitas Terbuka

Inovasi : Inovasi Kampus Berdampak Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Melalui Peternakan Ayam Kampung Yang Terintegrasi Berbasis Komunitas Desa

13. Kategori Industri Kreatif, Seni, dan Budaya – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Universitas Gadjah Mada

Inovasi : CV. Mandira Heritage Group Sebagai Perusahaan Penyedia Inovasi Media Edukasi Warisan Budaya Berbasis Teknologi Digital

Juara 2

Universitas Jambi

Inovasi : Moladambi Eksistensi Budaya melalui Permainan Interaktif Sebagai Pengembangan Industri Kreatif

Juara 3

Universitas Udayana

Inovasi : PRASI Produk Suvenir Khas Bali Berbahan Dasar Daun Lontar

Juara Harapan 1

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Inovasi : Refashioned Soluvia Ecostra Desain Fashion Kreatif Dengan Dukungan Augmented Reality

Juara Harapan 2

Universitas Riau

Inovasi : Wastra Project Pengembangan Budaya Melayu Melalui Wastra Nusantara Pada Tas Multifungsi Kemeja Dan Rok Tenun Dengan Dukungan Sumber Daya Lokal

Juara Harapan 3

Universitas Siliwangi

Inovasi : Tasik CraftCO Sustainable Fashion Etnis Kolaborasi Mendong dan Batik Khas Tasikmalaya

14. Kategori Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Universitas Diponegoro

Inovasi : MAKAIRA Street Coffee yang Berkelana Menebar Kebahagiaan di Setiap Sudut Jalan

Juara 2

Universitas Sam Ratulangi

Inovasi : The Condimentum Candle Gel Lilin Custom Berbahan Rempah Sulut

Juara 3

Universitas Sumatera Utara

Inovasi : Mobilized Fully Automated Photobooth untuk Optimalisasi Engagement dan Branding Industri MICE melalui Dokumentasi Interaktif Berbasis Digital

Juara Harapan 1

Universitas Agung Podomoro

Inovasi : Tiny Financiers Buku Literasi Finansial dan Dongeng Edukatif untuk Cerdas Kelola Uang Sejak Dini

Juara Harapan 2

Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Inovasi : Artamotion Layanan Pelatihan Animasi dan Ilustrasi Digital

Juara Harapan 3

Universitas Lambung Mangkurat

Inovasi : HYPERFIT Jasa Kelas Kebugaran Digital Training Course Consultant Fitness

15. Kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Universitas PGRI Semarang

Inovasi : AQUABOAT REBORN

Juara 2

Universitas Musamus Merauke

Inovasi : ECO PAVING BLOCK GENERASI KEDUA

Juara 3

Universitas Negeri Makassar

Inovasi : AUTO CLEAN Solusi Inovatif Untuk Perawatan Kendaraan Secara Mandiri Pada Masyarakat

Juara Harapan 1

Institut Pertanian Bogor

Inovasi : Polytree Rekayasa Produksi Biopolybag Biodegradable sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan

Juara Harapan 2

Universitas Mataram

Inovasi : Radiant Sea Inovasi Body Lotion dari Ekstrak Rumput Laut Padina sp Untuk Menjaga Kulit Tetap Kulit Sehat Lembab  dan Bernutrisi

Juara Harapan 3

Universitas Sebelas Maret

Inovasi : Tani Solution  Produsen Inovasi Semi Mekanisasi Alat Pertanian

16. Kategori Makanan dan Minuman – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Universitas Muhammadiyah Semarang

Inovasi : Valdian Cake Gluten Free dan Low Calory Berbahan Mocaf dan Stevia  Solusi Sehat Pecinta Cake

Juara 2

Universitas Palangka Raya

Inovasi : Brownchips Bawang Dayak Inovasi Olahan Bawang Dayak Eleutherine SP Dengan Kombinasi Tepung Ubi Manggala Khas Kalimantan Tengah

Juara 3

Institut Informatika Dan Bisnis Darmajaya

Inovasi : Inslove

Juara Harapan 1

Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Inovasi : Bun And Bean Varian Inovatif Dengan Ecofactpack Penuh Fakta Dan Cinta Bumi

Juara Harapan 2

Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri

Inovasi : Inovasi Camilan Makaroni Macwish Dengan Cita Rasa Nusantara Untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Juara Harapan 3

Institut Teknologi Kalimantan

Inovasi : SANDAY

 

Perayaan kemenangan ditutupan dengan penampilan tamu spesial oleh OM Janema sebagai penutup acara KMI Expo XVI yang berlokasi di Kampus Sidotopo Untidar, Magelang.

Penulis: Aghna Nur Shabrina
Editor: Hardina Suryanti

Stand Universitas Tidar Tampilkan Empat Produk Unggulan pada KMI Expo 2025

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) menampilkan empat inovasi wirausaha unggulan mahasiswa dalam Stand (Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia) KMI Expo 2025 sejak Senin lalu (19/11). Sebagai tuan rumah, Untidar menghadirkan karya dari berbagai bidang mulai dari jasa kreatif, kuliner berbasis rempah, peternakan inovatif, hingga industri game developer, yang mencerminkan keberagaman ide dan kemampuan kewirausahaan mahasiswa.

Salah satu program yang ditampilkan adalah Jasa Aerial Fotografi, yang menyediakan layanan foto dan video menggunakan drone serta kamera profesional dengan harga fleksibel sesuai kebutuhan. Dengan omzet mencapai Rp6 juta, target pasar mereka kini meluas dari wisatawan menjadi instansi, UMKM, komunitas wisata, pelajar, dan masyarakat umum.
Inovasi kuliner juga hadir melalui Es Herbalicious, yaitu es krim berbahan dasar rempah lokal dengan varian kunyit asam dan beras kencur, dengan omzet antara Rp300.000 hingga Rp1,2 juta. Namun, dalam menjalankannya, terdapat satu tantangan terbesar bagi tim, yaitu pendistribusian produk yang mudah mencair.

Selain itu, tim dari mahasiswa Untidar juga memperkenalkan gim horor berjudul Nusantara: Pasar Bubrah, sebuah gim digital yang terinspirasi dari kawasan Gunung Merapi pos 3 Pasar Bubrah. Dipasarkan melalui Steam dan itch.io dengan harga 10 dolar AS, gim ini mulai menghasilkan pendapatan dari donasi. Dengan dukungan pendanaan Rp10.900.000, pengembangan kini mencapai tahap quality control, setelah sebelumnya melalui riset dan validasi konsep. Gim ini menargetkan pemain usia 15–31 tahun yang aktif bermain gim di berbagai platform digital.
Produk dengan skala terbesar di stand Untidar ditunjukkan oleh Tim SarwoMendho yang masuk kedalam kategori Budidaya (Tahapan Bertumbuh) dengan menerapkan peternakan berbasis circular economy. Usaha ini mencatat omzet sebesar Rp620.277.500, berawal dari hanya 8 ekor ternak, kini populasi meningkat menjadi 62 ekor setelah menerapkan konsep circular economy.

Mereka menyampaikan pesan, untuk selalu menjaga kekompakan tim, dan berkorban dalam menjalani setiap prosesnya. “KMI telah melalui proses yang panjang untuk sampai ke tahap itu maka dari itu sebelumnya harus menyiapkan mental, tenaga, mau berkorban waktu, dan semangat selalu. Yang terpenting selama menjalani proses yang panjang tersebut tetap jaga kekompakan tim.” Ungkap mereka.

Di tengah rangkaian kunjungan ke stand, Asisten Deputi Pengembangan Peran Wirausaha (PPW), Deputi Bidang Kewirausahaan, Kementerian Koperasi & UMKM RI, Ginda P. Siregar, turut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan KMI Expo tahun ini.

“Saya mengucapkan selamat kepada Universitas Tidar yang telah berhasil melaksanakan KMI Expo, menariknya, karena disini tidak hanya melibatkan mahasiswa tapi saya melihat ada keterlibatan para UMKM didalam pelaksanaannya. Ini menarik daripada pelaksanaan expo sebelumnya. “ Ujarnya.

Ginda menjelaskan bahwa wirausaha adalah ketika seseorang berusaha dan memberikan dampak pada banyak orang. Ia mengharapkan akan lebih banyak wirausaha muda. “nantinya semakin banyak anak anak muda kita menjadi wirausaha” pungkasnya.

Melalui keikutsertaan pada KMI Expo 2025, Universitas Tidar berharap semakin banyak mahasiswa terdorong menjadi wirausahawan muda, memperluas jejaring usaha, serta meningkatkan daya saing melalui inovasi dan kolaborasi.

Ada pula kegiatan lain yang bersamaan dengan pelaksanaan KMI Expo Universitas Tidar hari ketiga, Lomba Tari Kreasi SMP se-Kota Magelang hingga Awarding EKKN 2025. Peraih Juara Stand Terbaik oleh Universitas Siliwangi. Sedangkan untuk peraih Juara 1 Lomba Tari Kreasi dimenangkan oleh SMP N 3 Kota Magelang.

Penulis : Aghna Nur Shabrina

Editor : Humas Untidar

Kirab Budaya Terbesar KMI Expo 2025: Ribuan Peserta Penuhi Kota Magelang

Magelang – Gelaran Kirab Budaya (Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia) KMI Expo XVI 2025, yang disebut sebagai salah satu kirab terbesar sepanjang penyelenggaraan KMI, pada Rabu (20/11) di kawasan Kampus Sidotopo, Universitas Tidar (Untidar).

Acara diawali dengan seremonial pembukaan dan dihadiri oleh Forkopimda Magelang, pimpinan perguruan tinggi, dosen dan tenaga kependidikan, juri nasional, tamu undangan, hingga masyarakat umum.

Pembukaan berlangsung meriah dengan diawali penampilan tari identitas “Jawis Kala Tidar” oleh UKM Bengkel Seni Untidar, diiringi langsung oleh karawitan yang dilantunkan Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., selaku pencipta tarian tersebut. Suasana semakin khidmat sekaligus megah dengan hadirnya ribuan peserta dan penonton yang memenuhi area Sidotopo.

Ketua Pelaksana KMI Expo 2025, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini menjadi yang terbesar, karena digabung dengan beberapa acara yang lain seperti Expo dan Kompetisi Kewirausahaan Nasional (EKKN) dan Kedu Innovation Expo yang diselenggarakan internal Untidar. “KMI Expo tahun ini merupakan yang terbesar,” ungkapnya.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak.

“Saya mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Belmawa, Kemendikti Saintek, yang telah memberikan kepercayaan kepada Untidar untuk menyelenggarakan KMI Expo ke-XVI. Terima kasih juga kepada jajaran Pemkot atas dukungan fasilitas dan kepada seluruh peserta KMI Expo,” tuturnya

Wali Kota Magelang, H. Damar Prasetyono, turut menyampaikan dalam sambutannya bahwa Ia mendukung pelaksanaan kegiatan ini. “Apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, terutama Untidar sebagai kampus kebanggaan Kota Magelang. KMI Expo ini saya dukung gas pol, karena linier dengan visi Kota Magelang sebagai kota jasa dan perdagangan,” beliau juga menjelaskan bahwa KMI Expo ini diharapkan dapat menumbuhkan mindset pengusaha bagi anak muda.

“Bangsa maju itu minimal 10% penduduknya adalah pengusaha, dan melalui acara seperti ini, kita menumbuhkan mindset pengusaha di kalangan anak muda.” Lanjutnya.

Dari perwakilan Kementerian Dikti Saintek, Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan Direktorat Belmawa, Sukino, S. Pd., M. A. P. turut menyampaikan sambutan pembuka.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Untidar yang telah berkenan menjadi tuan rumah KMI Expo tahun ini, serta kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan,” diikuti dengan pemukulan gong yang dikomdo oleh Rektor Universitas Tidar sebagai tanda resmi dibukanya acara.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan Kirab KMI Expo 2025 yang diikuti ribuan peserta dari berbagai perguruan tinggi, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat umum. Kirab menempuh rute sekitar 2 km, dari panggung Bundaran Sidotopo – RSJ – Jl. Ahmad Yani – Jl. Barito – Gerbang Selatan Untidar.

Kirab dimulai dari formasi pertama Fore riders Polres Magelang Kota; dilanjutkan oleh Drum Band Polbangtan; 3 Duta Untidar; Kirab Pimpinan PT dan Forkopimda;  Kirab FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kota Magelang; Kirab Budaya Peserta KMI Expo; dan disusul oleh Kirab ORMAWA Untidar.

Kirab KMI yang berlangsung, menjadi salah satu puncak perhatian, menghadirkan parade peserta dari seluruh Indonesia dan menegaskan semangat kebersamaan, inovasi, serta keberagaman budaya dalam penyelenggaraan KMI Expo tahun ini.

Pada hari yang sama, sejumlah kegiatan digelar mulai dari kunjungan stand KMI & Kedu Innovation Expo, penilaian stand oleh Belmawa, pameran UMKM dan EKKN, hingga gelar karya kampus berdampak. Selain itu, terdapat sarasehan pimpinan perguruan tinggi, serta berbagai lomba seperti fotografi, videografi, dan stand up comedy.

Menariknya, agenda KMI Expo hari kedua turut dipadukan dengan event Galadarma yang menjadi penutup kemeriahan malam hari. Kehadiran Galadarma menjadikan seluruh rangkaian kegiatan semakin hidup dan memberikan ruang apresiasi bagi kreativitas mahasiswa.

 

Penulis : Aghna Nur Shabrina

Editor : Humas Untidar

Riset Berdampak, Internasionalisasi dan Peran Kampus dalam Pembangunan Berkelanjutan

Surabaya-Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 atau Indonesia Higher Education Summit (IHES) memasuki hari kedua di Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jawa Timur, Kamis (20/11). 

Setelah dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto kemarin, salah satu agenda hari ini berfokus pada diskusi krusial mengenai Riset Berdampak, Internasionalisasi, dan Peran Kampus dalam Pembangunan Berkelanjutan yang melibatkan pimpinan institusi pendidikan, peneliti, dan pengambil kebijakan. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria hadir sebagai narasumber kunci dan menekankan bahwa riset fundamental yang dilakukan perguruan tinggi wajib menghasilkan dampak nyata (impactful research) bagi masyarakat dan industri. Menurut Kepala BRIN, sudah saatnya perguruan tinggi berkolaborasi dengan para periset BRIN untuk menghadirkan solusi terapan yang relevan dengan tantangan nasional, khususnya dalam mendukung Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Arif Satria menegaskan bahwa arah riset dan inovasi ke depan harus semakin berdampak nyata bagi kemajuan ekonomi nasional. Untuk itu pihaknya mendorong  penguatan  kolaborasi lintas disiplin dan menghasilkan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sebagai Kepala BRIN ia menyampaikan bahwa BRIN memandang sinergi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) adalah hal yang sangat penting.

Arief Satria kemudian menegaskan bahwa masa depan ekonomi Indonesia tidak akan terlepas dari inovasi. Pernyataan ini didasarkan pada korelasi kuat yang terlihat secara global, yaitu hubungan langsung antara Global Innovation Index dengan PDB per kapita suatu negara. Menurutnya tidak ada cara lain, Indonesia harus agresif dalam mendorong inovasi untuk mencapai kemajuan ekonomi yang berkelanjutan.

Untuk mewujudkan hal itu Arief menekankan fokus utama adalah penguatan ekosistem ilmu pengetahuan, teknologi, riset, dan inovasi.

“Perguruan tinggi menjadi aktor yang sangat penting dalam ekosistem riset dan inovasi ke depan, mengingat besarnya sumber daya yang mereka miliki. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi BRIN dan perguruan tinggi agar pertumbuhan ekonomi meningkat, sehingga kekuatan ekonomi kita benar-benar bertumpu pada inovasi,” terangnya.

Kolaborasi Riset Berdampak

​Kolaborasi kuat antara BRIN dan perguruan tinggi menurut Kepala BRIN adalah strategi mutlak untuk memastikan inovasi menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita tidak boleh lagi berhenti pada riset untuk sains semata. Riset harus menjawab kebutuhan nyata, baik dalam kesehatan, pertanian, lingkungan, maupun sosial, dan menghasilkan manfaat yang luas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Arif juga mengajak para peserta KPPTI membuka akses kolaborasi dengan perguruan tinggi, mahasiswa, dan mitra internasional. Ia berharap fasilitas riset BRIN dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai hub riset dan pendidikan global.

“Fasilitas BRIN sangat maju, contohnya fasilitas hidrodinamika BRIN di Surabaya, adalah yang terbaik di Asia Tenggara. Sudah saatnya kita membuka ruang kolaborasi agar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bisa memanfaatkannya,” tuturnya.

Menurut Arif, BRIN memiliki peran strategis dalam mengawal kebijakan nasional di bidang ketahanan pangan, energi, dan air. Tiga isu prioritas itu menjadi perhatian utama Presiden Prabowo. Ia menegaskan bahwa riset dan inovasi di BRIN harus mampu memberikan solusi konkret terhadap tantangan-tantangan di sektor tersebut. Selain memperkuat arah riset, Arif juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam membangun ekosistem riset yang solid. Ia menyampaikan bahwa BRIN memandang sinergi dengan Kemdiktisaintek adalah hal yang sangat penting.

Kampus sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelar Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 atau Indonesia Higher Education Summit (IHES) dan University Expo pada 19–21 November 2025 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Mendiktisaintek menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk melompat lebih jauh jika perguruan tinggi kita kuat, inklusif dan berdampak nyata. Dalam paparan bertajuk Konsolidasi dan Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045, Menteri Brian menekankan bahwa KPPTI 2025 harus menjadi “lintasan kolaborasi nasional” untuk memperkuat peran strategis kampus sebagai motor penggerak bangsa. Ia mengingatkan para pimpinan kampus bahwa perguruan tinggi tidak boleh lagi menjadi “menara gading”.

“Kita harus paham pola global yang terjadi, bahwa setiap negara maju memiliki pusat pertumbuhan ekonomi yang hebat. Kota yang unggul selalu ditopang perguruan tinggi kelas dunia, seperti yang kita lihat di California dengan Stanford University dan UC Berkeley. Oleh karena itu, Bapak/Ibu Rektor (harus, red)  datangi industri, Pemda, UMKM, tanyakan apa yang bisa dilakukan dan didukung oleh sumber daya yang ada di kampus,” tegas Menteri Brian.

Dengan demikian, menurut Menteri Brian Indonesia dapat unggul dengan kehadiran kampus-kampus yang kuat di bidang riset dan inovasi. Kampus-kampus tersebut akan membangun kota-kota di seluruh daerah di Indonesia, menjadi jantung pembangunan nasional.

Mendiktisaintek juga menyebut kolaborasi dengan industri sebagai “keniscayaan”, demi mewujudkan pembangunan nasional yang kokoh. Mendiktisaintek menekankan perlunya pergeseran fokus riset dari sekadar publikasi ilmiah. Menuju arah tersebut, Menteri Brian meminta agar kampus juga mendukung penguatan delapan industri strategis nasional, yang telah ditetapkan pemerintah. 

“Riset fundamental harus diperkuat, kerja sama industri harus diperkuat, dan kerja sama inovasi harus kita dorong. Utamanya dalam delapan industri strategis nasional yang menjadi fokus pembangunan, energi, pertahanan, digitalisasi, hilirisasi, kesehatan, pangan, maritim, dan manufaktur maju. KPPTI 2025 adalah momentum kita bersama untuk memastikan perguruan tinggi di Indonesia bisa berdiri kokoh. Dengan kolaborasi solid, riset berorientasi hasil, dan akses pendidikan yang adil, saya percaya ini bisa jadi motor kemajuan bangsa,” tegas Menteri Brian. 

Untidar Gelar Soft Opening Meriah, KMI Expo XVI 2025 Resmi Dimulai

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) secara resmi membuka gelaran KMI Expo XVI 2025 melalui prosesi soft opening dan pemotongan pita yang dipimpin langsung oleh Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., pada Rabu (19/11) di Kawasan Kampus Sidotopo. Pembukaan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian pameran kewirausahaan mahasiswa terbesar di Indonesia tersebut.

Prosesi berlangsung meriah dan disaksikan oleh peserta KMI Expo dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Tim Belmawa sejumlah 15 orang, juri sejumlah 32 orang, panitia, serta masyarakat umum. 

Turut hadir juga Wali Kota Magelang, H. Damar Prasetyono yang memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan nasional ini serta mendorong sinergi pengembangan wirausaha muda di Kota Magelang.

Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., Ketua Panitia KMI Expo, menegaskan bahwa KMI Expo 2025 tidak hanya menjadi ajang nasional bagi mahasiswa, tetapi juga ruang kolaborasi besar antara kampus dan masyarakat Magelang. “Makanya event KMI ini event kita bersama, kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan warga Kota Magelang,” ujarnya. 

KMI Expo XVI hari pertama menghadirkan beragam kegiatan mulai dari pameran Expo Kewirausahaan, EKKN, pameran UMKM, hingga Gelar Karya Kampus Berdampak,yang menyajikan hasil inovasi produk, dan karya kreatif mahasiswa dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini juga melibatkan penilaian stand oleh tim Belmawa Kemendiktisaintek. 

Pada sesi pagi, acara diawali dengan lomba mewarnai tingkat TK se-Kota Magelang, lomba menggambar tingkat SD se-Kota Magelang, serta penampilan seni dari Magelang Pantomime.

Selain pameran, hari pertama juga dimeriahkan dengan Festival Band Pelajar SMA/SMK se-Kedu Raya, Sarasehan pendamping dan pengelola KMI Expo 2025, serta kompetisi Stand Up Comedy antar peserta KMI.

Pada sesi Festival Band, SMS#5 dari SMA Negeri 2 Kebumen, berhasil meraih juara pertama Festival Band Pelajar. Vokalis band, Albertus Kia Bolen, mengungkapkan rasa harunya saat diumumkan sebagai pemenang. “Saya terharu karena tadi ada sedikit miss, jadi gak expect bisa juara satu. Untuk kesannya, keren banget, panggungnya bagus.” Ungkapnya.

Antusiasme juga datang dari pengunjung umum. Nisa Azzahra, salah satu penonton hari pertama, memberikan kesan positifnya. “Buat hari pertama ini seru banget, banyak banget stand-stand dari kampus seluruh Indonesia, dan bagus-bagus semua.”

Sebagai penutup rangkaian kegiatan hari pertama, panggung utama KMI Expo XVI 2025 akan dihibur oleh penampilan spesial dari Lapiezt Legiet yang akan menutup malam dengan suguhan musik energik sebagai bentuk apresiasi bagi seluruh peserta dan pengunjung.

Melalui penyelenggaraan KMI Expo XVI 2025, Universitas Tidar berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bertumbuh bagi para mahasiswa wirausaha untuk saling belajar, berjejaring, dan memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional, terutama di wilayah Magelang dan Kedu Raya.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Humas Untidar

Expo Pendidikan Tinggi KPPTI 2025, Ajang Pamer Karya Berdampak Perguruan Tinggi

Surabaya-Hadir sebagai ajang pameran inovasi dan karya berdampak terbaik perguruan tinggi, gelaran Expo Pendidikan Tinggi di Konferensi Puncak Perguruan Indonesia (KPPTI) 2025, diikuti puluhan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, Rabu (19/11).

 

Expo Pendidikan Tinggi merupakan salah satu rangkaian agenda KPPTI yang diikuti oleh perguruan tinggi di Indonesia. Total Sebanyak 35 booth bergabung serta menampilkan capaian, inovasi, karya berdampak, teaching factory, dan start up kampus. Pameran ini akan diselenggarakan selama tiga hari pada 19-21 November 2025.

Sejalan dengan tujuan KPPTI 2025, expo ini diselenggarakan sebagai wadah untuk menghimpun dan memamerkan capaian, potensi dan praktik baik perguruan tinggi dari jalur baik akademik, vokasi, maupun profesi. 

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyebut kegiatan ini dapat menjadi wahana berbagi pengalaman terbaik antar perguruan tinggi.

“Di setiap kampus kita bisa belajar bagaimana untuk menjadi unggul pada setiap bidang-bidang yang memang kita harus unggul. Mulai dari akademiknya, menghasilkan lulusan unggul. Mulai dari bagaimana menghasilkan produk riset berkualitas, berkelas dunia, dan bisa bersaing dengan kampus-kampus maju di dunia,” tutur menteri Brian saat memberikan keterangan pers.

Mendiktisaintek menambahkan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan dapat terjalin kolaborasi lintas sektor guna memastikan inovasi terus berkembang, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru.

“Tentunya bersama dosen-dosen yang pada akhirnya diharapkan mereka bisa juga menciptakan industri dan startup baru yang pada akhirnya bisa menjadi pembuka lapangan kerja. Jadi kedua hal ini kita coba penuhi,” ujar Menteri Brian.

Inovasi Berdampak Perguruan Tinggi

Puluhan perguruan tinggi di indonesia memamerkan hasil inovasi dan capaian terbaiknya dalam gelaran Expo Pendidikan Tinggi. Motor listrik dan Excelzyme yang merupakan produk inovasi ramah lingkungan dari Universitas Airlangga (Unair). Excelzyme merupakan bioproduk enzim-enzim konsorsium (enzim gabungan) yang berasal dari mikroorganisme di Indonesia serta dapat digunakan untuk membantu proses deinking daur ulang kertas dan pembuatan pakan ternak.

Jihan, peserta pameran Universitas Airlangga mengaku senang dapat terlibat dalam expo ini.

“Senang bisa membawa dan menjelaskan langsung berbagai hasil inovasi Unair dan semua yang ada di dalamnya,” ungkapnya.

Ada beberapa stand pameran yang menarik, antara lain booth dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa timur. Stand ini memamerkan inovasi “Patriot Metric” yang merupakan sistem pemeringkatan kampus bela negara. Selain itu, apa pula pameran berbagai olahan produk dari Mangrove.

Untidar Terima Kunjungan Studi SMA Negeri 1 Karanggede Boyolali, Bahas Informasi Kampus dan PMB

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) menerima kunjungan studi dari SMA Negeri 1 Karanggede, Boyolali, pada Senin (17/11) di Ruang Rapat Rektorat, Kampus Tuguran. Rombongan terdiri atas dua guru pendamping, M. Arifin, S.Pd., dan Octavena Mellinda, S.Pd., serta 13 siswa SMA N 1 Karanggede.

Dari pihak Universitas Tidar, turut hadir Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Drs. Giri Atmoko, M.Si.; Kepala Bagian Akademik, Wahyu Andriyanto, S.A.P.; Ketua Tim Kerja Bidang Akademik, Amelia Putri Kartikasari, S.Sos.; Ketua Tim Kerja Bidang Kerja Sama, Laila Alfizanna, S.S., MDCC.; serta Ketua Tim Kerja Bidang Hubungan Masyarakat, Danu Wiratmoko.

Kunjungan ini menjadi ruang bagi para siswa untuk berdiskusi langsung mengenai dunia perkuliahan, pilihan program studi, fasilitas kampus, hingga mekanisme Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Sesi berlangsung interaktif, dengan banyak pertanyaan yang diajukan siswa terkait jalur seleksi, keketatan program studi, beasiswa yang tersedia di Untidar, dan sebagainya.

Dalam sambutannya, Drs. Giri Atmoko, M.Si., menyampaikan apresiasinya atas antusiasme para siswa yang hadir.

“Saya melihat keseriusan bahwa siswanya banyak yang tertarik dan ingin lanjut ke perguruan tinggi. Maka dari itu diharapkan banyak siswa Karanggede yang akan kuliah ke Untidar,” sambungnya.

Dengan adanya kunjungan ini, Untidar berharap dapat memperluas wawasan siswa sekaligus menumbuhkan motivasi melanjutkan pendidikan tinggi, khususnya di Untidar.

Kolaborasi Penelitian Indonesia–Inggris Makin Menggema: Tim Universitas Tidar Jalankan Misi Ilmiah di London, Surrey, dan Coventry

Tim peneliti Universitas Tidar yang tergabung dalam penelitian internasional berjudul “Enhancing Science Education through International Collaboration (ESEIC)” dan “Building Disability Inclusive Research Culture in Indonesia Higher Education (BRIDGE-HE)” melaksanakan rangkaian kegiatan riset dan pengembangannya di Inggris sejak 25 Oktober hingga 8 November 2025 melalui dukungan pendanaan dari British Council. Delegasi Indonesia mengikuti sejumlah agenda strategis di tiga kota yaitu London, Guildford (Surrey), dan Coventry untuk memperkuat kolaborasi riset pendidikan sains, inklusi disabilitas, serta pengembangan inovasi akademik lintas negara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan partisipasi pada Going Global Conference 2025di London, sebuah forum bergengsi yang mempertemukan para pemimpin pendidikan tinggi dunia. Kehadiran tim peneliti dalam konferensi ini menjadi momentum untuk memperluas jaringan dan memperkenalkan inisiatif riset yang tengah dikembangkan di tanah air. Setelah agenda di London, kegiatan kemudian berlanjut ke Coventry University di mana tim peneliti melaksanakan diskusi terkait pengambilan data serta persiapan workshop inklusi disabilitas yang akan digelar di Universitas Tidar. Diskusi mendalam ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan model pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ericka Darmawan dari LPPM Untidar juga turut memberikan pemaparan mengenai berbagai program penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dijalankan kampus Untidar. Ia menegaskan bahwa kerja sama internasional seperti ini sangat bernilai bagi pengembangan institusi. Keterlibatan Untidar dalam konsorsium riset global memberi peluang besar untuk memperkuat pusat studi, memperluas jejaring, dan membawa hasil-hasil riset kami ke tingkat internasional,” tuturnya.

Tim melanjutkan perjalanan ke University of Surrey untuk melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) serta ESEIC Conference 2025 yang melibatkan akademisi dari Inggris, Kazakhstan, dan Indonesia. Pada sesi utama yang berlangsung di Ruang Pertemuan University of Surrey, Dr. Rochmat Aldy Purnomo dari Untidar menjadi tim peneliti dan salah satu pembicara utama. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa kolaborasi internasional seperti ESEIC menjadi katalis penting dalam penguatan kualitas pendidikan tinggi Indonesia. “Penelitian ESEIC menunjukkan komitmen kuat dalam membangun pendidikan sains yang inklusif, berkelanjutan, dan kolaboratif melalui pengembangan hub STEM, kolaborasi lintas negara, serta integrasi prinsip kesetaraan gender. Upaya ini semakin diperkuat dengan kontribusi Untidar melalui Hub Pendidikan, Kesehatan, dan Kesejahteraan Ekonomi, yang berperan penting dalam mendorong riset berkelanjutan dan pemberdayaan talenta masa depan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan,” terang Aldy.

Seluruh rangkaian kegiatan ini memperlihatkan komitmen kuat perguruan tinggi Indonesia khususnya Untidar dalam memperluas kolaborasi global dan memastikan bahwa hasil riset memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Melalui pendanaan British Council, penelitian ESEIC dan BRIDGE-HE terus berkembang sebagai langkah kolaboratif yang mempertemukan peneliti lintas negara untuk menghasilkan inovasi di bidang pendidikan sains, inklusi, dan pengembangan akademik berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas penelitian, tetapi juga membawa transformasi positif bagi ekosistem pendidikan tinggi Indonesia.

Penulis: Rochmat Aldy Purnomo