Kemdiktisaintek dan Kemensos Jalin Sinergi untuk Perluas Akses Pendidikan melalui Sekolah Rakyat

Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan Sekolah Rakyat dalam upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Rencana ini dibahas dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dan Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf di kantor Kemdiktisaintek, Senin (3/11).

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu Program Prioritas Presiden Prabowo, yang dirancang sebagai jalan bagi generasi muda di wilayah terpencil untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja. Guna mendukung dan memastikan keberlanjutannya, Kemdiktisaintek akan menggandeng sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sebagai pendamping dan pembina Sekolah Rakyat.

“Di bayangan saya, setiap Sekolah Rakyat bisa dibina oleh satu kampus. Kampus langsung berperan dalam pelatihan, mentoring, dan sebagainya. Kita juga bisa sediakan berbagai fasilitas seperti ruang pembelajaran,” ujar Menteri Brian.

Program Sekolah Rakyat saat ini telah menjangkau 166 titik di Indonesia, terdiri dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Dari jumlah tersebut, sekitar 6.700 siswa SMA kini mengikuti pembelajaran dan diproyeksikan akan lulus pada tahun 2028.

“Di bulan Juli itu 63 titik, Agustus 37 titik, dan di bulan September ada 66 titik. Jadi totalnya 166 titik yang sudah beroperasi,” jelas Menteri Saifullah.

Langkah Kolaboratif

Menteri Saifullah menambahkan, para siswa SMA Sekolah Rakyat diberi pilihan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi atau ke dunia kerja. Kurikulum yang mereka laksanakan akan disesuaikan dengan pilihan tersebut, seperti dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Namun, jika siswa memilih untuk melanjutkan pendidikan, akan mendapatkan kurikulum yang dirancang oleh guru dan dosen.

Kemdiktisaintek menyambut baik langkah kolaboratif dari Kemensos. Menteri Brian menekankan pentingnya peran kampus dalam memperluas akses dan mendampingi pelajar agar tetap terhubung dengan perguruan tinggi, serta membuka kemungkinan hadirnya beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk para lulusan Sekolah Rakyat.

“Kami akan bicarakan kembali. Kita juga akan bentuk satu tim supaya bisa menyiapkan apa yang diperlukan untuk kolaborasi, seperti kampus-kampus untuk mulai menyusun rujukan,” ujar Menteri Brian.

Langkah selanjutnya yang hendak diambil Kemdiktisaintek dan Kemensos, adalah perancangan dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang diharapkan dapat dilaksanakan satu pekan ke depan. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka lebih banyak akses pendidikan bagi masyarakat serta memastikan lulusan Sekolah Rakyat dapat melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja dengan kompetensi yang sesuai.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

Belmawa Kemendiktisaintek Jelajah 3 Desa Mitra PPK Ormawa Untidar

Magelang – Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, bersama Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendiktisaintek melakukan visitasi terhadap pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Universitas Tidar  di Ruang Rapat Rektorat Kampus Tuguran, dan di tiga desa mitra PPK Ormawa, Sabtu (1/11).

Sebelum tim reviewer melakukan kunjungan lapangan ke tiga lokasi mitra desa PPK Ormawa Untidar, dilakukan pemaparan hasil pelaksanaan program di Ruang Rapat Rektorat. Visitasi ini dihadiri oleh dua reviewer Belmawa, Ery Hidayat, S.T., M.T. dan Intishar, S.T., serta didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, serta staf kemahasiswaan Untidar.

Dalam sambutannya, Prof. Parmin menegaskan posisi Untidar sebagai kampus yang berkomitmen terhadap pemberdayaan mahasiswa dan masyarakat. “Kampus ini punya keyword atau kata kunci, kalau dalam visi, Untidar adalah kampus kewirausahaan dan kampus kebudayaan. Sedangkan tagline bidang kemahasiswaan adalah Untidar Kampus Ormawa Pemberdaya. Jadi memang PPK Ormawa di Untidar ini sudah langganan hasilnya maksimal, banyak yang meraih penghargaan,” ujarnya.

Kunjungan lapangan diawali di Desa Sidorejo, Kecamatan Bandongan, yang merupakan lokasi kegiatan PPK Ormawa oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMA PBSI). Program bertema ‘Optimalisasi Rumah Sampah Digital sebagai Upaya Berkelanjutan Ekologi melalui RESIK (Recycling Edukasi Sampah Inovatif dan Kreatif)’ ini mengajak masyarakat untuk mengelola sampah secara lebih kreatif dan efisien melalui pendekatan digital. 

Kunjungan dilanjutkan ke Desa Balesari, Kecamatan Windusari, tempat pelaksanaan Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (HIMEPA) dengan tema ‘Optimalisasi Komoditas Kopi Desa Balesari melalui Pendekatan Agroindustri dan Smart Society untuk Meningkatkan Profitabilitas Guna Menuju Desa Usaha Berkelanjutan.’ Melalui program ini, mahasiswa berupaya membantu petani kopi lokal untuk meningkatkan nilai tambah produk, mulai dari pelatihan pengolahan hingga pemasaran digital.

Lokasi terakhir yang dikunjungi adalah Desa Karangkajen, Kecamatan Secang, tempat Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi (HIMAPBIO) mengembangkan inovasi pertanian melalui program ‘SIPAMA (Sistem Pengendali Hama) berbasis Teknologi Smartfarming dan Energi Surya Terbarukan dalam Meningkatkan Produktivitas Pertanian.’ Program ini membantu petani meningkatkan hasil panen dengan efisien sekaligus ramah lingkungan.

Salah satu penerima manfaat, Siswanto, Kepala Desa Balesari, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaannya dinilai berdampak positif bagi masyarakat. “PPK Ormawa ini tentunya sangat membantu kami ya, dan sangat berguna. Lalu tentunya banyak hal positifnya. Rakyat semakin melek teknologi dan bermindset industri, bukan lagi tani tradisional,” sebutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ery Hidayat, S.T., M.T., selaku reviewer juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan PPK Ormawa Untidar yang dinilai solid dan berdampak nyata. “PPK Ormawa di Untidar sudah berjalan sangat baik. Dukungan pimpinan kampus, dosen pembimbing, dan mahasiswa terlihat kompak. Ini bisa menjadi contoh ideal bagaimana kampus dan desa bisa tumbuh bersama,” ungkapnya.

Melalui kegiatan visitasi ini, Universitas Tidar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat serta memperluas jejaring kolaborasi dengan desa mitra.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Danu Wiratmoko

FE Untidar Sukses Gelar TICEMBA 2025: Hadirkan Pembicara dari 3 Negara

MAGELANG – Fakultas Ekonomi Universitas Tidar (FE Untidar) menyelenggarakan Tidar International Conference on Economics, Management, Business, and Accounting (TICEMBA) 2025 di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H.R. Suparsono, Kamis (30/10). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini diikuti oleh 269 peserta, terdiri atas 200 peserta luring dan 69 peserta daring, dengan tujuan memperkuat kolaborasi akademik lintas bidang dalam menghadapi tantangan ekonomi global di era perubahan.

TICEMBA 2025 mengangkat tema “Sustainable Development in Changing World: Challenges, Solutions, and Collaborations”, yang diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri serta sejumlah lembaga pemerintahan dan riset. Partisipasi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme akademisi dan praktisi terhadap isu-isu pembangunan berkelanjutan dan ekonomi.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa TICEMBA adalah wujud komitmen Untidar untuk memperkuat jejaring akademik internasional dan menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Melalui TICEMBA, kami berharap muncul gagasan dan riset inovatif yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan tiga pembicara utama dari dalam dan luar negeri. Wali Kota Magelang, H. Damar Prasetyono, Prof. Norlida Hanim Mohd Salleh dari Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Dr. Dominic Mahon dari University of Surrey, Inggris. Kehadiran para pembicara tersebut menjadi bukti bahwa TICEMBA berhasil menjadi wadah kolaboratif lintas negara yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam bidang ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam paparannya, Prof. Norlida Hanim Mohd Salleh menekankan pentingnya kolaborasi regional dan narasi pariwisata berkelanjutan antara Semarang, Magelang, dan Yogyakarta. Ia menjelaskan bahwa setiap kota memiliki kekuatan yang saling melengkapi. Heritage and urban transformation di Semarang, spirituality and agrotourism di Magelang, serta the heart of creativity and community di Yogyakarta.

“Kolaborasi tiga kota ini bukan hanya tentang wisata, tetapi tentang membangun ekosistem ekonomi dan sosial yang tangguh, yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Magelang, H. Damar Prasetyono, menyampaikan harapannya agar konferensi ini menjadi awal dari sinergi yang lebih luas antara pemerintah dan dunia pendidikan. Menurutnya, kolaborasi seperti TICEMBA dapat menjadi penggerak inovasi daerah dan memperkuat posisi Magelang sebagai kota yang adaptif terhadap perubahan global.

“Saya bangga Universitas Tidar telah menginisiasi konferensi internasional seperti ini. Kegiatan seperti TICEMBA perlu terus dilakukan agar Kota Magelang semakin dikenal, tidak hanya di bidang ekonomi tetapi juga pendidikan dan inovasi,” pungkasnya.

 

Penulis : Gita Puspita Rakhmawati

Editor: Humas Untidar

STMM Yogyakarta Lakukan Studi Tiru ke Universitas Tidar, Bahas Strategi Kerja Sama dan Promosi PMB

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) menerima kunjungan dari Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta dalam kegiatan studi tiru yang membahas pengelolaan kerja sama kelembagaan dan strategi promosi penerimaan mahasiswa baru (PMB), pada Kamis (30/10) di Ruang Rapat Rektorat, Kampus Tuguran.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan bidang dari kedua lembaga. Dari STMM, hadir Tim Kerja Sama dan Tim Hubungan Masyarakat sebanyak tujuh orang. Sementara yang hadir dari Untidar, yaitu Amelia Putri Kartikasari (Ketua Tim Kerja Bidang Akademik), Laila Alfizanna (Ketua Tim Kerja Bidang Kerja Sama), dan Danu Wiratmoko (Ketua Tim Kerja Bidang Hubungan Masyarakat).

Dalam sambutannya, Ratri Nugrahini, perwakilan STMM, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk belajar secara langsung mengenai sistem kerja sama, strategi promosi, serta pengelolaan kelembagaan yang telah berjalan di Untidar.

Ia juga menambahkan bahwa kunjungan ini menjadi kesempatan untuk memahami lebih dalam tentang proses penerimaan mahasiswa baru jalur Kerja sama dengan SMA/SMK sederajat, serta strategi branding kampus yang efektif. 

“Kami melihat Untidar mengalami perkembangan yang luar biasa dalam waktu singkat. Jadi, kami juga ingin belajar bagaimana strategi Untidar dalam mengemas branding dan membangun citra positif lembaga, serta berharap diskusi ini bisa memberikan wawasan baru bagi kami,” lanjutnya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai topik, mulai dari tata kelola kerja sama antar instansi, strategi penguatan hubungan dengan SMA/SMK sederajat untuk PMB, hubungan antar stakeholders, dan strategi pengelolaan media sosial Untidar.

Sebagai penutup, Laila Alfizanna menyampaikan apresiasi dan harapannya atas kunjungan dari STMM.

“Kami sangat senang bisa berbagi pengalaman dan praktik baik yang ada di Untidar. Harapannya, kerja sama dan diskusi seperti ini bisa terus berlanjut. Kami juga siap ya untuk membantu, kalau dibutuhkan, dan tentu akan terus membuka peluang kolaborasi-kolaborasi lainnya,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Untidar berharap dapat terus memperluas jejaring akademik antar perguruan tinggi, memperkuat sinergi kelembagaan, serta menjadi ruang berbagi pengetahuan untuk peningkatan mutu dan profesionalitas di bidang pendidikan tinggi.

Penulis: Aghna Nur Sabrina
Editor: Danu Wiratmoko

Untidar Resmi Melantik 91 PPPK dan 49 Pejabat Baru Dosen ASN

Magelang — Universitas Tidar (Untidar), hari ini, Selasa (28/10) melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Pejabat Baru di GKU dr. H. R. Suparsono, Kampus Tuguran.

Pelantikan dan Pengambilan sumpah dipimpin langsung oleh Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto,M.Si. dengan disaksikan oleh jajaran pimpinan universitas, pejabat struktural, serta para undangan.

Sebanyak 91 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) resmi dilantik dan diambil sumpahnya. Selain itu, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pejabat Baru di lingkungan Untidar kepada 49 Dosen ASN. Suasana penuh haru dan semangat terasa ketika seluruh peserta mengucapkan Sumpah Jabatan sebagai bentuk komitmen mereka kepada negara dan lembaga.

Acara dilanjutkan dengan prosesi pengambilan Sumpah Jabatan, Penandatanganan Berita Acara Pengambilan Sumpah, serta Penyerahan Surat Keputusan pengangkatan secara simbolis oleh Rektor yang di berikan kepada peserta pelantikan Rasyid Wicaksono Hadi, S.Pd. sebagai perwakilan dari PPPK dan Sekar Jati Pamungkas, S.Pd., M.Pd. Sebagai perwakilan Dosen Lektor.

Dalam sambutannya, Prof Sugiyarto menyampaikan Puji syukur kepada Allah karena hari ini dapat berkumpul di acara pelantikan sumpah jabatan PPPK dan Pejabat Fungsional di Lingkungan Untidar dalam keadaan sehat walafiat, serta menyampaikan selamat kepada Seluruh peserta yang telah dilantik dan disumpah. “Mari bersama sama memaksimalkan kinerjanya pada posisi yang baru, Saya berharap Anda dapat memberikan yang terbaik kepada sivitas Untidar dan dapat menerapkan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara,” tambahnya.

Acara diakhiri dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama antara Rektor, pejabat yang dilantik, serta seluruh PPPK yang telah diambil sumpahnya.

Penulis : Farhan Shulton Yaulhaq
Editor: Humas Untidar

Untidar Gelar Upacara Peringatan Sumpah Pemuda ke-97

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) menyelenggarakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 di Halaman Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H.R. Suparsono, Senin (28/10). Kegiatan yang diikuti oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, dan tenaga kependidikan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebangsaan.

Upacara dipimpin Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., yang juga membacakan pidato resmi Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 bertema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu.”
Dalam pidato tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus terus dijaga oleh generasi muda Indonesia di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. “Kita tidak lagi mengangkat bambu runcing, tetapi mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran. Namun semangatnya tetap sama, Indonesia harus berdiri tegak, Indonesia tidak boleh kalah. Jangan takut bermimpi besar, jangan takut gagal. Kalian bukan pelengkap sejarah, kalian adalah penentu sejarah berikutnya,” demikian disampaikan Menpora dalam pidato yang dibacakan oleh Rektor.

Ia juga menambahkan wejangan berbahasa jawa: “Jejering satria mudha iku kudu tansah sumadya ing karya, tanpa suwala-tanpa semaya, tanpa nggresula-tanpa supata. Sawega ing dhiri, samekta ing gati labuh-labet mring Ibu Pertiwi. Mulat sarira hangrasa wani, melu handarbeni, saguh hangrukebi. Luhur ing pambudi, teguh ing pangastuti. Sepi ing pamrih, rame ing karti. Wani nggetih, lila ing pati. Tulus sabela mrih kumlebeting pusaka abang-putih, Pancasila  dhasaring Nagri. Jaya-jaya Nuswantara hanjayeng bawana.” (Seorang satria muda harus bersedia berkarya, tanpa menawar tanpa menghindar, tanpa berkeluh kesah tanpa menyumpah. Menguatkan diri untuk berbakti kepada ibu pertiwi. Berani, mau bekerja keras, bertekadlah untuk sukses. Mulia dalam akal budi, teguh dalam iman. Tenang dalam ambisi, penuh keberanian. Berani berdarah-darah, sabar dalam kematian. Ikhlas dalam membela berkibarnya sang saka merah-putih, Pancasila, dasar negara. Semoga nusantara jaya di seantero dunia-red.)
Upacara dilanjutkan dengan penyerahan beasiswa GANIDAR secara simbolis oleh Rektor didampingi Ketua GANIDAR kepada perwakilan penerima beasiswa. Lalu ditutup dengan menyanyikan lagu Bangun Pemudi Pemuda dan doa bersama untuk keselamatan bangsa.

Untidar berharap momentum Hari Sumpah Pemuda ini dapat menumbuhkan kembali semangat kebersamaan, integritas, dan semangat juang sivitas akademika untuk terus berkarya bagi Indonesia.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Danu 

Dukung Ketahanan Pangan, Dosen Untidar Terapkan Kincir Air Modern di Desa Bondowoso

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penerapan Kincir Air Modern untuk Efisiensi Energi Kelompok Tani di Desa Bondowoso” dan dilaksanakan pada (26/10) di Layar Sasiro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ir. Arrizka Yanuar Adipradana, S.T., M.Eng., selaku Ketua Tim Pengusul Pengabdian Masyarakat sekaligus dosen Fakultas Teknik Untidar. Tim pelaksana terdiri dari dosen Fakultas Teknik dan mahasiswa MBKM, antara lain Raka Mahendra Sulistiyo S.T., M.Sc., D Jayus Nor Salim M.Kom., Sekar Kinasih, dan Isnaeni Bagaskoro.

Menurut Yanuar, kegiatan ini telah dimulai sejak beberapa bulan sebelumnya melalui proses perancangan dan pembuatan kincir air modern sebagai teknologi tepat guna. “Kami memfabrikasi kincir air modern, melakukan uji coba di lapangan, dan kini memberikan penyuluhan serta diskusi dengan kelompok tani mengenai penerapannya untuk mendukung ketahanan pangan,” jelasnya.

Sebanyak 20 anggota kelompok tani dari Desa Bondowoso mengikuti kegiatan ini. Selama kegiatan berlangsung, terdapat tiga sesi pemaparan materi seputar penerapan kincir air modern, digital marketing hasil pertanian, hingga perawatan kincir air modern.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, program ini mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Desa dan sejalan dengan program nasional Asta Cita Presiden RI, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan ketahanan pangan nasional.

“Harapannya, transfer teknologi tepat guna ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh kelompok tani agar produktivitas pertanian meningkat, terutama saat musim kemarau,” ungkap Yanuar.

Ketua Kelompok Tani Bondowoso, Agus Sunaryo, menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Kegiatannya sangat membantu, bisa menambah pengetahuan tentang kincir air dan digital marketing. Jadi kami jadi lebih paham bagaimana teknologi ini bisa diterapkan di pertanian,” ungkapnya.

Ia juga berharap perguruan tinggi dapat terus hadir di tengah masyarakat. “Kami sebagai petani rata-rata sudah berusia di atas 40 tahun, jadi kami berharap pihak perguruan tinggi lebih proaktif lagi dalam mendampingi kami,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Tidar berharap dapat terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi teknologi dan penerapan hasil penelitian, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Pelatihan Public Speaking Bagi Para Petugas Protokol Universitas Tidar

Magelang, 23 Oktober 2025 — Protokol Universitas Tidar (UNTIDAR) menggelar kegiatan Pelatihan Public Speaking bagi para petugas protokol dengan tema “Etika dan Cara Berkomunikasi dalam Penyambutan dan Pendampingan Tamu Pimpinan”, bertempat di GKU dr.H.R Suparsono. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan profesionalisme petugas protokol di lingkungan UNTIDAR.

Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 50 Petugas Protokol dari berbagai unit kerja di UNTIDAR dan 10 orang Duta Untidar yang selama ini berperan penting dalam mendukung kelancaran kegiatan resmi UNTIDAR khususnya yang melibatkan pimpinan dan tamu kehormatan. Acara tersebut sebelumnya dilaksanakan secara online pada tanggal 7 sampai 9 Oktober 2025 dan hari ini 23 Oktober dilaksanakan secara offline.

Acara dibuka dengan laporan kegiatan yang disampaikan oleh Yogi Prayogo, S.H., M.H. selaku Ketua Tim Kerja Bidang Hukum, Reformasi Birokrasi, dan Protokol. Dalam laporannya disampaikan bahwa tujuan pelaksanaan Pelatihan Public Speaking ini adalah untuk menambah value atau nilai tambah kita dalam berkomunikasi yang baik dan efektif serta memberikan servis yang baik untuk menyambut tamu tamu pimpinan. Kemampuan berbicara di depan umum dan memahami etika komunikasi merupakan keterampilan yang wajib dimiliki oleh petugas protokol.

Rektor Universitas Tidar,Prof. Dr. Sugiyarto,M.Si. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, Rektor berharap melalui pelatihan ini tidak hanya mempelajari komunikasi tapi juga perangkat pendukung dan struktur cara berkomunikasi.  ‘Kami yakin Untidar semakin besar maka tuntutan semakin komplek maka dari itu petugas  Protokol kita harus memperkuat dan menyempurnakan SOP yang benar dan komunikasi yg baik harapan besar kegiatan ini terlaksana semoga protokol Untidar semakin berkembang dan manfaat”

Materi pelatihan disampaikan oleh Coach Riko Abu AlFatih, sebagai Founder & CEO Kamilatih. Dalam pelatihan diajarkan berbagai teknik berbicara di depan publik, bahasa tubuh yang tepat, serta strategi membangun kesan pertama yang positif saat menyambut tamu resmi.

Selain teori, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan simulasi penyambutan tamu pimpinan dan praktik public speaking dalam berbagai situasi formal. Melalui kegiatan ini, peserta dapat langsung mempraktikkan keterampilan komunikasi efektif dan mendapatkan umpan balik langsung dari narasumber.

Pelatihan ini diharapkan mampu menumbuhkan sikap profesional, sopan santun, dan ketepatan dalam berkomunikasi, sehingga petugas protokol Untidar semakin siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan berintegritas tinggi. Pelatihan Public Speaking dan Etika Komunikasi ini menjadi bagian dari komitmen Untidar untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang keprotokolan.

Penulis : Farhan Shulton Yaulhaq

 

Ferseri dan Muhadharah V UNTIDAR

Magelang (22/10) — Universitas Tidar (Untidar) kembali menggelar ajang bergengsi tahunan Festival Rebana dan Seni Religi V (Ferseri)  serta Lomba Muhadharah 2025 yang mencapai puncaknya dilaksanakan di Gedung Kuliah Umum  dr. HR. Suparsono Untidar, pada Rabu (22/10).

FERSERI dan Mudharabah V UNTIDAR

Kegiatan ini diikuti oleh 18 dari  Perguruan Tinggi di Indonesia. Setidaknya,  300 peserta berkompetisi dalam berbagai cabang lomba, seperti Festival Rebana Nasional, Musabaqah Hifdzil Qur’an, Musabaqah Khattil Qur’an, Musabaqah Tilawatil Qur’an, Musabaqah Essay Qur’an, dan Musabaqah Desain Aplikasi Qur’an. Acara tersebut terselenggara mulai dari bulan September 2025 melalui ajang penyisihan.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto,M.Si. menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap terselenggaranya kegiatan ini. “Sebagai akademisi kita tidak boleh lepas dari seni, agama, dan adab budaya. Harapan besar bagi kegiatan ini yang sudah ke 5 terlaksana semoga berlanjut terus semakin besar dan berkah.” Sebutnya.

Prof. Sugiyarto menambahkan, Ferseri dan Muhadharah bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk menumbuhkan gagasan, kreativitas, dan inovasi dalam bidang keagamaan dan budaya. “Melalui kegiatan ini, kita harapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan semangat keagamaan dalam membangun adab di Era modern ini,” imbuhnya.

FERSERI dan Mudharabah V UNTIDAR

Puncak acara ditandai dengan pengumuman para pemenang lomba Ferseri V dan Muhadharah, disertai penyerahan hadiah dan sertifikat oleh Rektor Untidar. Antusiasme peserta dan penonton tampak dari penuhnya auditorium, menandai keberhasilan panitia dalam menyelenggarakan kegiatan yang inspiratif dan berkesan.

Berikut adalah hasil perolehan kejuaraan tiap kategori lomba:

No

Kategori Lomba

Juara

Nama Peserta

Asal

1.

Festival Rebana Nasional (FRN)

Juara 1

Khalilurrahman

Universitas Sebelas Maret

Juara 2

Al-Ihya Usman

Universitas Jenderal Soedirman

Juara 3

JQH Al-Furqon

UIN Salatiga

Juara Harapan 1

Syubanul Undip

Universitas Diponegoro

Juara Harapan 2

Shoutul Fata

Universitas Tidar

2.

Musabaqah Khattil Qur’an (MKQ)

Juara 1

Muhammad Arifin

UIN Salatiga

Juara 2

Sigit Supriono

Universitas Tidar

Juara 3

Ayu Dina Karisma

LDKN INISNU Temanggung

Juara Harapan 1

Suci Pratiwi

UIN KH Abdurrahman Wahid

Juara Harapan 2

Dina Nur Hidayah

LDKN INISNU Temanggung

3.

Musabaqah Tilawah Qur’an (MTQ)

Juara 1

Muhammad Ilham Akbar

Universitas Tidar

Juara 2

Mohamad Lukman Khakim

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Juara 3

Azahra Luthfiana Fauzia

Universitas Diponegoro

Juara Harapan 1

Ahmad Rasit

Universitas Islam Raden Rahmat

Juara Harapan 2

Mohammad Aqila Hakim

Universitas Diponegoro

4.

Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ)

Juara 1

Roihan Rivqi Rihazhatul ‘Aisy

UIN Sunan Ampel Surabaya

Juara 2

Hilwa Aqila Salsabila

UIN Sunan Ampel Surabaya

Juara 3

Ricky Ardiyansyah

UIN Malik Ibrahim Malang

Juara Harapan 1

Sausan Nur Rofiqoh Khozin

Universitas Negeri Malang

Juara Harapan 2

Mhd Taufik Hasani Lubis

UIN Walisongo Semarang

5.

Musabaqah Desain Aplikasi Qur’an  (MDAQ)

Juara 1

Auliyah Puspita Dwi Mulyono

Universitas Negeri Surabaya

Juara 2

Ananda Rachmawati Purwanto

Universitas Diponegoro

Juara 3

Khuriyatul Lailiyah

Universitas Tidar

Juara Harapan 1

Akbar Masrukhan

Universitas Tidar

Juara Harapan 2

Mochamad Muzaky Abdur Rohman

UIN Maulana Malik Ibrahim

6.

Musabaqah Essay Qur’an (MEsQ)

Juara 1

Subhakti Hasanah

Universitas Tidar

Juara 2

Dwi Damara Agasta

Universitas Negeri Malang

Juara 3

IIlma Nafi’ Nur Hidayah

Universitas Brawijaya

Juara Harapan 1

Muhammad Ulinnuha

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Juara Harapan 2

Istianah Thoyyibah

UIN Sunan Ampel Surabaya

Penulis : Farhan Shulton Yaulhaq, Gita  Puspita Rakhmawati
Editor : Humas Untidar

JDIH Universitas Tidar Raih Nilai Tertinggi Kategori Perguruan Tinggi dalam Penilaian Kinerja JDIHN 2024

Magelang, 20 Oktober 2025 – Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Universitas Tidar (Untidar) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan hasil Penilaian Kinerja Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional Tahun 2024 yang dikeluarkan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, JDIH UNTIDAR berhasil meraih nilai 96, menempatkannya di posisi teratas di antara perguruan tinggi anggota JDIH di Indonesia.

Hasil tersebut tercantum dalam surat resmi BPHN Nomor PHN.4-HN.03.05-16603 tanggal 17 Oktober 2025 yang ditandatangani oleh Saefur Rochim, Kepala Pusat Layanan Literasi Hukum dan Pembinaan JDIHN. Penilaian ini dilakukan dalam rangka memastikan kualitas tata kelola dokumentasi dan informasi hukum di seluruh anggota JDIHN agar terpadu, terintegrasi, serta mudah diakses publik.

Penilaian mencakup berbagai aspek, antara lain kelembagaan, pengelolaan konten hukum, keterbaruan data, integrasi sistem dengan portal nasional JDIHN, serta inovasi layanan digital.

Dr. Astuty, M.Pd selaku Plt. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum menyampaikan apresiasi atas capaian ini. “Nilai 96 menjadi bukti nyata komitmen Universitas Tidar dalam mengembangkan sistem dokumentasi hukum yang modern, transparan, dan mendukung tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel. Capaian ini akan terus kami tingkatkan dengan memperkuat inovasi layanan hukum berbasis digital,” ujarnya.

Capaian ini sekaligus melengkapi kinerja baik JDIH Untidar setelah pada bulan April 2025 meraih predikat Pengelola Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Terbaik Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 kategori Perguruan Tinggi. Dua prestasi berturut-turut ini menunjukkan konsistensi JDIH Untidar dalam mewujudkan tata kelola dokumentasi hukum yang unggul di tingkat daerah maupun nasional.

Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara pengelola JDIH, serta dukungan penuh pimpinan Untidar. Sepanjang tahun 2024, JDIH Untidar aktif memperbarui basis data produk hukum, meningkatkan kualitas tampilan dan fungsi website JDIH, serta memperkuat integrasi sistem dengan portal JDIHN Nasional.

Dengan capaian tersebut, JDIH Universitas Tidar diharapkan menjadi model pengelolaan JDIH perguruan tinggi yang efektif dan inspiratif, sekaligus berkontribusi nyata dalam mendukung visi BPHN untuk mewujudkan “Satu Data Hukum Indonesia.”

 

 

Penulis : Farhan Shulton Yaulhaq

Editor : Humas Untidar