Wamendiktisaintek Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Garuda Baru di Sulawesi Tenggara: Komitmen Nyata Pemerintah Bangun SDM Unggul dari Pelosok Negeri

Sulawesi Tenggara – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie melakukan kunjungan langsung ke tiga lokasi strategis di Sulawesi Tenggara, yakni Desa Labo Jaya, Desa Wawolemo, dan Desa di Kabupaten Wakatobi. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meninjau kelayakan lahan untuk pembangunan Sekolah Garuda Baru, sebuah program pendidikan unggulan yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat sumber daya manusia Indonesia di bidang sains dan teknologi, Sabtu (5/7).

Sekolah Garuda Baru dirancang sebagai sekolah menengah berasrama dengan kurikulum berfokus pada STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Sekolah ini berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) rencana akan dibangun di 20 lokasi terpilih di seluruh Indonesia hingga tahun 2029.

Dalam kunjungan ke Desa Labo Jaya di Kecamatan Konda, Konawe Selatan, Wamen Stella menilai lokasi tersebut memiliki keunggulan dari sisi aksesibilitas, topografi, ketersediaan air, serta dukungan masyarakat. Lokasi yang dekat dengan jalan utama dan bandara, serta terhubung dengan jalur strategis antardaerah, menjadikan kawasan ini sangat potensial. Ditambah lagi, wilayah ini merupakan sentra pertanian dan agrowisata, dengan keberadaan kebun benih, ternak, serta riset kakao yang bisa diintegrasikan dengan pendidikan berbasis praktik.

Saya hadir di sini mewakili Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk melihat langsung potensi lokasi pembangunan Sekolah Garuda. Ini adalah realisasi dari visi beliau untuk menciptakan kesempatan pendidikan berkualitas tinggi bagi putra-putri terbaik bangsa, tidak hanya di kota besar, tetapi juga di daerah yang selama ini kurang terjangkau,” ujar Wamen Stella.

“Jika sekolah ini dibangun, kehidupan asrama, kegiatan guru, serta operasional sehari-hari akan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah ini. Dan yang paling penting, masyarakatnya terbuka dan sangat mendukung,” tambahnya.

Sementara itu, di Desa Wawolemo, Wamen Stella menyoroti kekayaan riset lokal di bidang pertanian dan hortikultura, serta kesiapan lahan seluas 20 hektare, di mana hanya 2 hektare yang akan digunakan untuk pembangunan fisik sekolah. Sisanya akan tetap difungsikan sebagai lahan riset dan kolaborasi pendidikan. Ia juga mengapresiasi kesiapan Dinas Pendidikan dan potensi pelibatan guru-guru daerah dalam sistem pengajaran Sekolah Garuda.

“Sekolah ini bukan sekadar bangunan fisik. Ini adalah wadah strategis untuk mencetak pemimpin masa depan Indonesia. Kami juga memastikan bahwa keterlibatan guru lokal akan menjadi perhatian khusus karena mereka memahami karakter masyarakat setempat,” jelasnya.

Di Wakatobi, Wamen Stella diterima secara hangat oleh Bupati Wakatobi, para akademisi, mahasiswa, serta tokoh adat. Ia menyampaikan rasa haru atas dukungan masyarakat terhadap visi Presiden membangun SDM unggul dari daerah terpencil. Wamen Stella juga menekankan pentingnya riset berkelanjutan yang relevan dengan potensi lokal, seperti kelautan, rumput laut, dan pariwisata berkelanjutan.

“Salah satu prinsip kami adalah ‘riset lokal untuk ekonomi lokal’. Kami melihat potensi luar biasa di Wakatobi yang bisa menjadi pusat inovasi yang berdampak luas,” ujar Wamen Stella di hadapan civitas akademika.

Dalam setiap lokasi yang dikunjungi, Wamen Stella menegaskan pentingnya legalitas lahan, kesiapan infrastruktur dasar, serta keberlanjutan kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Ketiga lokasi yang ditinjau dinilai memiliki karakteristik unik, dan Kementerian akan melakukan kajian menyeluruh untuk menentukan lokasi yang paling sesuai bagi pembangunan Sekolah Garuda di Sulawesi Tenggara.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa anak-anak terbaik dari seluruh penjuru negeri mendapatkan kesempatan yang setara. Karena talenta tersebar merata, tapi kesempatan belum. Maka negara harus hadir menciptakan peluang itu,” tutup Wamen Stella.

Pembangunan Sekolah Garuda merupakan satu dari delapan program prioritas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), sebagai wujud nyata strategi Presiden dalam menyiapkan generasi unggul yang mampu berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Terjunkan 900 Mahasiswa KKN, Prof. Dr. Suyitno Tekankan Pentingnya Tanggung Jawab Moral dan Sikap Profesional

Untidar secara resmi menerjunkan 900 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode Juli–Agustus 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman depan Gedung Kuliah Umum (GKU) Dr. H. Suparsono pada Sabtu (5/7). Para peserta berasal dari 4 fakultas dan 11 program studi yang tergabung dalam 90 kelompok berbeda.

Wakil Rektor Bidang Akademik  dan Kerja sama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc., IPM., dalam sambutannya menekankan pentingnya tanggung jawab moral dan sikap profesional selama pelaksanaan KKN. “Teman-teman mahasiswa hadir di masyarakat tidak lagi membawa nama pribadi, tapi nama institusi. Maka jagalah diri secara utuh mulai dari raga, pikiran, dan hati. Hindari hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun nama baik kampus,” tegasnya. Beliau juga berpesan agar mahasiswa mampu menjaga etika komunikasi. 

Plt. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dr. Eny Boedi Orbawati, M.Si., mempertegas terkait penyebaran lokasi KKN yang terbagi ke dalam 6 kabupaten, yakni Magelang, Temanggung, Wonosobo, Kebumen, Pemalang, dan Bantul, mencakup dari 18 kecamatan dan 52 desa yang ada. Kegiatan KKN Reguler ini dilaksanakan selama 1 bulan, mulai 5 Juli hingga 3 Agustus 2025.

“Mahasiswa sudah melalui tahapan persiapan mulai dari observasi, penyusunan proposal, hingga pengurusan administrasi ke lokasi. Ini bukan kegiatan yang tiba-tiba, melainkan sudah disiapkan dengan matang,” beliau menjelaskan. 

Beliau juga menegaskan bahwa selain program wajib seperti pendataan RTLH, mahasiswa didorong membuat program-program pilihan, kerja sama, dan kegiatan spontan yang relevan dengan kebutuhan lokal.  “Silakan kembangkan kreativitas, tapi tetap perhatikan kearifan lokal. Jaga nama baik Untidar dan bijak dalam bermedia sosial,” pesannya.

”Melalui adanya kegiatan KKN ini diharapkan mahasiswa dapat memiliki pandangan dalam menerapkan ilmu yang dimilikinya agar mampu bermanfaat dalam setiap lini masyarakat” ungkap Ibu Hani’ Rosyidah, S.Pd., M.Pd. selaku anggota pusat layanan KKN.


“Kami sebagai mahasiswa juga mempersiapkan berbagai program kerja yang membantu dalam peningkatan ekonomi serta peningkatan ketahanan pangan pada masyarakat desa” ujar Nadia dari kelompok 80 yang berlokasi di Dusun Pirikan, Secang.

Seperti penerjunan KKN sebelumnya, terdapat serangkaian kegiatan simbolik pengibaran bendera merah putih berukuran raksasa oleh UKM Mapala Sulfur dari lantai 3 Gedung Fakultas Teknik (FT), sebagai lambang semangat dan dedikasi mahasiswa untuk mengabdi di tengah masyarakat. Dilanjutkan dengan penyematan jas almamater kepada perwakilan mahasiswa sebagai tanda resmi pelepasan peserta KKN.

Usai prosesi pelepasan, mahasiswa langsung diberangkatkan ke lokasi pengabdian bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) masing-masing. Kegiatan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Rifki Hamdani, SST., M.Si.  sebagai bentuk harapan atas kelancaran dan keberkahan seluruh rangkaian pelaksanaan KKN Reguler 2025.



Penulis: Gita Puspita Rakhmawati

Editor: Maura Deaazaria Firdanisahara 

Untidar Jalin Kerja Sama dengan Pemkab. Purworejo, Dorong Pembangunan Daerah yang Inovatif dan Berkelanjutan

Universitas Tidar secara resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan kerja sama ini berlangsung, Jumat (4/7) di Ruang Arahiwang, Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah serta pimpinan Untidar.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, S.H., didampingi Pj. Sekretaris Daerah Drs. R. Achmad Kurniawan Kadir, M.P.A., dan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Drs. Bambang Susilo.

Dari pihak Untidar, hadir Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.; Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc., IPM., didampingi Tim Kerjasama.

Dalam sambutannya, Bupati Purworejo menyampaikan apresiasi atas komitmen semua pihak dalam menjalin kerja sama strategis ini. Ia menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam seluruh sektor pembangunan guna memastikan terjadinya transformasi dan inovasi daerah.

“Kerja sama ini merupakan langkah nyata untuk mewujudkan sinergitas antara pemerintah daerah dan penyelenggara pendidikan tinggi. Kami berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan kegiatan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Yuli Hastuti.

Penandatanganan surat kerja sama Universitas Tidar dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo

Bupati juga menyampaikan bahwa dukungan dari kalangan akademisi sangat diperlukan dalam memperkuat pelaksanaan program-program daerah yang telah ada, serta menciptakan berbagai inovasi dan kreativitas baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Semoga kerja sama ini menjadi momentum penting bagi kita semua dalam mewujudkan masyarakat Purworejo yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing. Sinergitas yang dibangun hari ini kami harapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat, menuju Purworejo yang Berseri, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Inovatif,” tutupnya.

Senada dengan Bupati Purworejo, Rektor Untidar menanggapi kerjasama ini sebagai langkah awal Untidar bisa menjadi mitra strategis dari Pemkab. Purworejo.

“Melalui kerja sama ini, Untidar menegaskan kembali komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun negeri dari daerah, sekaligus menjalankan peran aktif dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi secara lebih kontekstual dan berdampak,” ujarnya.

Foto bersama setelah penandatanganan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo

Dalam kesempatan yang sama, hadir pula Rektor Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman Semarang (UNDARIS), Direktur Pusat Rehabilitasi Yayasan Kristen Untuk Kesehatan Umum (YAKKUM), dan Direktor Soerojo Hospital yang pada kesempatan juga melakukan penandatangan kerjasama dengan Pemkab. Purworejo.

 

Penulis : Suryanti

Editor : Humas Untidar

Mendiktisaintek : Musamus Sebagai Lambang Kolaborasi dan Gotong-royong

Universitas Musamus menggelar kuliah umum dan forum jaring aspirasi bertajuk “Diktisaintek Berdampak untuk Papua Selatan” bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di Universitas Musamus Merauke, Kamis (3/7).

Acara ini juga menjadi simbol awal dari langkah strategis Kemdiktisaintek dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pertumbuhan dan pemecah masalah berbasis riset di wilayah timur Indonesia.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyampaikan secara langsung pidato inspiratif di hadapan civitas akademika, tokoh masyarakat, dan jajaran pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Mendiktisaintek menyatakan bahwa Merauke bukan hanya ujung geografis Indonesia, melainkan juga simbol kekuatan budaya dan semangat kebangsaan. Kabupaten Merauke adalah Kabupaten terluas di Provinsi Papua Selatan, yang juga menjadi ibu kotanya. Ia menekankan bahwa Universitas Musamus memegang peranan strategis sebagai pusat kemajuan pendidikan tinggi di Papua Selatan.

“Saya melihat semangat luar biasa dari mahasiswa, bahkan yang berasal dari daerah dengan keterbatasan akses. Ini membuktikan bahwa semangat bisa mengalahkan segala keterbatasan,” ujar Menteri Brian.

Ia juga mengangkat filosofi lokal “Musamus” yang berarti sarang semut, sebagai lambang kolaborasi dan gotong royong. Menurutnya, semut mengajarkan nilai kebersamaan dalam membangun sesuatu yang besar. “Ketika kolaborasi berjalan, ketika saling menutupi kelemahan, maka akan lahir kekuatan besar,” ucapnya.

Lebih jauh, Menteri Brian menekankan bahwa perguruan tinggi tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga harus menjadi pusat solusi melalui riset dan kajian. Ia mengajak kepala daerah untuk menjadikan kampus sebagai mitra strategis dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan.

“Kampus adalah tempat orang-orang yang memiliki kedalaman pengetahuan. Jika ada persoalan di daerah untuk mendapatkan solusi, datanglah ke kampus,” tambahnya.

Kuliah umum ini sekaligus menjadi forum penggalangan aspirasi dari mahasiswa dan dosen Universitas Musamus. Sejumlah usulan disampaikan, mulai dari penguatan pusat riset berbasis potensi lokal hingga dukungan pembukaan akses pendidikan yang lebih luas untuk anak-anak Papua.

Kemdiktisaintek menegaskan komitmen dalam mendukung usulan-usulan tersebut sebagai bagian dari peta jalan pembangunan pendidikan tinggi yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut juga diberikan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) secara simbolis bagi penerima KIP-Kuliah tahun 2025 jalur SNBP di Universitas Musamus. Pada tahun 2025 penerima KIP-Kuliah di Universitas Musamus pada jalur SNBP dan SNBT berjumlah 223 orang. Sementara untuk kuota KIP-Kuliah sendiri untuk se-wilayah Papua baik PTN maupun PTS tahun 2025 disediakan kuota total sebesar 4.544 orang.

Dalam kunjungannya, Menteri Brian didampingi oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi, Penasehat Khusus Menteri Marsetio, Staf Khusus Menteri Tjitjik Sri Tjahjandarie, dan Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Henri Tambunan. Turut hadir pula Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, Rektor Universitas Musamus Beatus Tambaip, Bupati Merauke Yoseph Gebze, Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo, serta beberapa pimpinan daerah lainnya.

Untidar Sukses Menjadi Tuan Rumah Pomprov Jateng 2025 Cabang Olahraga Karate

Untidar sukses menggelar Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) Jawa Tengah (Jateng) cabang olahraga Karate pada Kamis (3/7). Sebanyak 140 atlet dari 32 perguruan tinggi di Jawa Tengah turut serta mengikuti ajang bergengsi ini guna memperebutkan 13 medali emas, 13 medali perak, dan 26 medali perunggu di GKU dr. H.R. Suparsono, Kampus Tuguran, Magelang.

Kejuaraan tersebut mempertandingkan 13 kategori kelas, dan semua pertandingan berlangsung sengit, memperlihatkan kemampuan dan semangat kompetitif para mahasiswa.

Pertandingan dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada Rabu (2/7) untuk kelas kata perorangan putra, kata perorangan putri, kumite under 55 kg putra, kumite under 50 kg putri, kumite under 60 kg putra, kumite under 55 kg putri, serta kumite under 67 kg putra.

Pertandingan selanjutnya pada Kamis (3/7) melanjutkan enam kelas kumite lainnya yaitu kelas 75 kg putra, kumite under 61 kg putri, kumite under 84 kg putra, kumite under 68 kg putri, kumite over 84 kumite putra, serta kumite over 68 kg putra. Seluruh pertandingan yang dilangsungkan melalui sistem gugur dan eliminasi untuk dapat mencapai pemenang pada setiap kelas kejuaraan.

Sementara itu, Untidar berhasil meraih tiga medali perunggu di kelas kumite under 67 kg putra, kumite under 68 kg putri, dan kumite over 68 kg putri. Mereka tampil gemilang dalam setiap pertandingan meskipun menghadapi keterbatasan dalam waktu persiapan serta memahami bahwa kemampuan lawan lawannya dalam kompetisi ini sangat epik dengan strategi masing-masing.

“Bangga karena dapat membawa pulang medali yang sepadan atas persiapan yang dilakukan mulai dari kesehatan, pola latihan, dan pola makanan karena pencapaian ini juga menjadi pelampiasan atas Pomprov tahun sebelumnya yang belum berhasil menghasilkan medali” ungkap Intan pemenang medali perunggu pada kelas under 68 kg putri.

Laga terakhir yaitu kelas kumite over 68 kg putri menyajikan duel Karmila dari Untidar yang menegangkan, hasil pertandingan menunjukkan bahwa Karmila akhirnya keluar sebagai pemenang setelah pertarungan yang ketat. “Turut senang atas pencapaian yang dimenangkan, karena menjadi pertandingan pertama yang diikuti, serta perlunya strategi dan ketenangan dalam menghadapi lawan” ujar Karmila

Setelah seluruh rangkaian pertandingan selesai, acara ditutup dengan awarding ceremony. Dengan berakhirnya Kegiatan Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) Jawa Tengah 2025 cabang olahraga Karate, membuktikan bahwa Untidar mampu menjadi tuan rumah terselenggaranya kompetisi secara profesional serta mendukung potensi besar para atlet muda di Jawa Tengah.

Berikut adalah hasil dari perolehan kejuaraan:

No

Kejuaraan

Nama

Asal

1.

Kata Perorangan Putra

1.      Pratjna Hyangesa Putra

Universitas Negeri Semarang

2.      Haidar Abdurrahman Syauqi

Universitas Diponegoro

3.      Randy Ekanaya Juniar

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

3.      Avestin Taulani Corieno Sumarta

Universitas Sebelas Maret

2.

Kata Perorangan Putri

1.      Arraya Aulia

Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman

2.      Nisa Maulina

Universitas Sebelas Maret

3.      Chivia Athaya Insyra Gunawan

Universitas Dian Nuswantoro

3.      Laila Nurul Humairoh

Universitas Islam Batik

3.

Kumite Under 55 kg Putra

1.      Rafi Anugrah Setyantoro

Universitas Negeri Semarang

2.      Levi Marino Jaya Permana

Universitas Muhammadiyah Semarang

3.      Muhammad Nabiell Irawan Putra

Universitas Dian Nuswantoro

3.      Martinus Albertus Ariwibowo Tokan

Universitas Katolik Soegijapranata

4.

Kumite Under 50 kg Putri

1.      Riva Agil Eliyanti

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

2.      Hasna Hapsari

Universitas Terbuka Surakarta

3.      Aileen Nayla Bhanurasmi

Universitas Diponegoro

3.      Nabila Zhulfa Laila

Universitas Negeri Semarang

5.

Kumite Under 60 kg Putra

1.      Febrian Akbar Kharisma

Universitas Semarang

2.      Galang Rangga Barundi

Universitas Diponegoro

3.      Peter Silvester Ariwibowo Tokan

Universitas Katolik Soegijapranata

3.      Ahmad Ilham Abadi

Universitas Muhammadiyah Semarang

6.

Kumite Under 55 kg Putri

1.      Gabriella Arvita Kusuma Ayu

Universitas Dian Nuswantoro

2.      Aqmarina Nurin Izzati

Universitas Diponegoro

3.      Vaisa Yeshe Dakmema Tavimsa

Universitas Muhammadiyah Surakarta

3.      Aldona Daffa Nadaa Nabilah

Universitas Sebelas Maret

7.

Kumite Under 67 kg Putra

1.      Naufal Hasta Nugraha

Universitas Dian Nuswantoro

2.      Sauqi Abinata

Universitas Diponegoro

3.      Miftahul Abiddama

Universitas Tidar

3.      Alfarizi Ramadhan

Universitas Negeri Semarang

8.

Kumite Under 75 kg Putra

1.      Ermars Angga Aulya Alvin

Universitas Diponegoro

2.      Renditya Hikmal Aryantara

Universitas Dian Nuswantoro

3.      Rimba Argi Sakha

Universitas Sebelas Maret

3.      Fitran Amin Lailan

Universitas Jenderal Soedirman

9.

Kumite Under 61 kg Putri

1.      Luvena Milano Setiyaka

Universitas Diponegoro

2.      Fitri Anggraeni

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

3.      Aulia Fakhril Ummah

Universitas Sebelas Maret

3.      Dinda Karisanisa Salsabila

UIN Salatiga

5.      Monna Dewi Kusuma

Universitas Jenderal Soedirman

10.

Kumite Under 84 kg Putra

1.      Muhammad Fakhri Aufa Rohman

Universitas Dian Nuswantoro

2.      Ardi Irianto Nurcahyo

Universitas Jenderal Soedirman

3.      Muhammad Alief Nurman Hakim

Universitas Diponegoro

3.      Faiz Tsabitul Haq

UIN Raden Mas Said Surakarta

11.

Kumite Under 68 kg Putri

1.      Faradilla Syahrani Nurfitri

Universitas Dian Nuswantoro

2.      Amelia Amanda

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

3.       Sarah Fenita Siagian

Universitas Jenderal

4.      Intan Sulha Agustina

Universitas Tidar

12.

Kumite Over 84 kg Putra

1.      Muhammad Wafi Rohman

Universitas Dian Nuswantoro

2.       Dzaky Al Jabar Setya Alauddin

Universitas Diponegoro

3.      Alif Nur Hakim

Universitas Pancasakti Tegal

4.      Naufal Marzuqa

Politeknik Negeri Cilacap

13.

Kumite Over 68 kg Putri

1.      Afa Cinta Elodia

Universitas Dian Nuswantoro

2.      Desta Aranda Alif

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

3.      Karmila Nuralifah Kadir

Universitas Tidar

4.      Zaskiyah

Universitas Negeri Semarang

 

Penulis: Maura Deaazaria Firdanisahara

Editor: Gita Puspita Rakhmawati

Untidar Tuan Rumah Pomprov: 140 Karateka se-Jateng Siap Tanding

Untidar (2/7) – Universitas Tidar (Untidar) dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) Jawa Tengah 2025 untuk cabang olahraga Karate. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Rektor Untidar, Rabu pagi (2/7) di GKU dr. H.R. Suparsono, Kampus Tuguran, Magelang.

Ketua Panitia, Faiz Listyanda, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Pomprov Jawa Tengah 2025 berlangsung sejak tanggal 23 Juni hingga 10 Juli 2025, dengan 9 perguruan tinggi menjadi tuan rumah untuk berbagai cabang olahraga. Khusus untuk cabang Karate, pertandingan dipusatkan di Universitas Tidar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan technical meeting pada Selasa (1/7), kemudian dilanjutkan pertandingan yang berlangsung selama dua hari, 2 – 3 Juli 2025.

“Setelah proses registrasi dan penimbangan peserta, tercatat 140 atlet Karate dari 32 perguruan tinggi di Jawa Tengah siap bertanding memperebutkan 13 medali emas, 13 medali perak, dan 26 medali perunggu,” jelas Faiz.

Dalam kesempatan ini, Sekretaris Umum Forki Jawa Tengah, Bayu Eka Ferdian, menyampaikan bahwa Pomprov ini sekaligus menjadi ajang seleksi resmi menuju Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2025 yang akan digelar pada Oktober mendatang.

“Terima kasih atas dukungan dan fasilitas dari Untidar. Pomprov ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa Jawa Tengah untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sebelum berlaga di tingkat nasional. Mari kita jaga sportivitas dan soliditas antar kampus,” ungkapnya.

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Untidar sebagai tuan rumah cabang Karate dalam Pomprov Jawa Tengah 2025.

“Kegiatan ini adalah momentum membangun semangat kebersamaan, persahabatan, serta memperkuat sportivitas di kalangan mahasiswa Jawa Tengah. Jangan sekadar mengejar kemenangan, tapi niatkan untuk sehat lahir batin dan menjaga integritas,” tuturnya.

Ia juga menambahkan, Pomprov 2025 ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Untidar untuk terus aktif dalam kegiatan olahraga kemahasiswaan dan menjadi cikal bakal lahirnya event-event olahraga mahasiswa yang lebih besar di masa mendatang.

Pembukaan Pomprov 2025 cabang Karate ditandai secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Rektor Untidar, didampingi Ketua FORKI Kota Magelang, unsur pimpinan Untidar, serta para tamu undangan. Suasana pembukaan berlangsung meriah, diwarnai antusiasme para atlet dan kontingen dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah.

Penulis : Gita Puspita Rakhmawati

Editor : Tim Humas Untidar

KIP-Kuliah Tingkatkan Akses Pendidikan

Jayapura – Komitmen mengawal pemerataan akses pendidikan yang menjangkau setiap pelosok Indonesia terus diupayakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui program bantuan sosial Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) khususnya di wilayah Papua.

Melalui program ini ratusan mahasiswa asal Papua bisa memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi mereka tanpa terbebani biaya pendidikan. Mahasiswa pun menyoroti bahwa program ini adalah harapan untuk menggapai cita-cita dan berdampak bagi transformasi sumber daya unggul di Papua, di tengah berbagai tantangan yang sedang mereka hadapi.

“Melalui KIP-Kuliah ini saya ingin menjadi guru di kampung saya, karena akses ke sana yang masih terbatas dan sulit dijangkau, sehingga guru didatangkan dari Kota,” ujar Teis Tibul, penerima manfaat  KIP-Kuliah dari Universitas Cenderawasih, pada (30/6).

Teis juga menambahkan bahwa saat terpilih menjadi salah satu penerima KIP-Kuliah, keluarga diberi kabar melalui akses radio satelit dari kota ke desa yang hanya bisa dipancarkan sekali seminggu, dengan durasi terbatas.

Cerita lain juga datang dari anak asli Papua dari wilayah pegunungan, Niko Tibul, seorang anak yatim piatu yang bahkan sempat ragu tidak bisa melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi, namun akhirnya setelah menerima manfaat KIP-Kuliah berhasil menamatkan studinya.

Program KIP-Kuliah juga dititipkan harapan dan cita-cita oleh seorang perempuan asli Papua, Trestania Kambu yang ingin menjadi seorang wirausahawan dengan tujuan berdampak pada perekonomian daerah, dan bisa menjadi sosok yang mampu bertranformasi dari seorang anak penjual roti rumahan hingga membangun SDM unggul dari pelosok hingga pesisir Papua.

Perjalanan panjang dan mimpi mahasiswa dari Universitas Cenderawasih ini setelah mendapat manfaat program KIP-Kuliah sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak, bahwa mahasiswa dan lulusan tidak hanya memperoleh gelar akademik, tapi harus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Kemdiktisaintek berkomitmen menjaga program ini untuk tepat sasaran dan menjangkau penerima manfaat lebih luas lagi. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan bahwa KIP-Kuliah adalah komitmen bangsa agar tidak ada anak bangsa yang gagal kuliah hanya karena kondisi ekonomi. Untuk itu kolaborasi dengan Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta (PTN/PTS) terus dilakukan agar penerima tepat sasaran.

Menyaksikan dampak langsung program ini, Rektor Universitas Cenderawasih mengatakan, “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemdiktisaintek, karena kami terus mendapatkan kuota KIP-Kuliah bagi para mahasiswa yang ada di universitas Cenderawasih, dimana kuota terus bertambah seiring meningkatnya akreditasi prodi, sehingga sangat membantu para mahasiswa,” ujar Oscar Oswald O. Wambrauw.

Kemdiktisaintek Luncurkan Program Inisiatif Strategis Riset dan Hilirisasi Nasional 2025

Jakarta- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi meluncurkan Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak dan Program Hilirisasi Riset Prioritas 2025, Senin (30/6).

Acara ini diselenggarakan dalam rangka mempercepat hilirisasi hasil riset dan inovasi serta memperkuat kerja sama dan kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan dunia industri serta mitra lainnya melalui Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan bersama Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Risbang), Kemdiktisaintek.

Dalam sambutannya, Staf Khusus Menteri (SKM) Bidang Jejaring Industri dan Kerja Sama Luar Negeri, Oki Earlivan Sampurno menyampaikan bahwa riset perguruan tinggi harus memperkuat gravitasi hilirisasi.

“Kampus sebagai katalisator yang mampu menjawab permasalahan daerah dan juga tingkat nasional, sehingga tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga harus bisa memahami apa yang ada di daerah. Asta Cita yang menjadi program presiden akan menjadi acuan kita,” tegas SKM Oki.

Direktur Jenderal (Dirjen) Risbang, Fauzan Adziman menjelaskan bahwa riset yang dibangun adalah riset yang berdampak dan menjangkau masyarakat luas.

“Ada dua pilar yang menjadi program kunci di Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan. Secara garis besar riset yang membangun publikasi berkualitas dan satu pilar baru yaitu hilirisasi, yakni produk yang dapat dikembangkan dan menjangkau masyarakat. Kita ingin industri terlibat dalam proses riset dengan perguruan tinggi, dan dalam konsorsium kita akan memberikan bobot tinggi kepada industri yang terlibat,” papar Dirjen Fauzan.

Peluncuran Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak dipaparkan oleh Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, I Ketut Adnyana. Direktur Ketut menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dan institusi.

“Harapannya terbangun kolaborasi lintas disiplin dan institusi, di mana setiap tim berkontribusi secara spesifik untuk menghasilkan satu luaran utama yang terintegrasi. Keterlibatan mitra sebagai offtaker sejak penyusunan roadmap hingga terciptanya produk yang siap diimplementasikan menjadi kunci keberhasilan program ini.”, ujarnya.

Dalam pemaparan Program Hilirisasi Riset Prioritas 2025, Direktur Hilirisasi dan Kemitraan, Yos Sunitiyoso, menyampaikan tujuan program ini adalah menjadi motor penggerak konektivitas antara dunia riset dan dunia usaha, mempercepat transfer teknologi, dan mendukung ekosistem hilirisasi berbasis teknologi yang terintegrasi.

“Program Hilirisasi Riset Prioritas mengusung dua pendekatan utama. Pertama, melakukan kurasi terhadap produk hasil riset perguruan tinggi, menilai kelayakan industrinya, dan mendorongnya ke tahap komersialisasi. Kedua, industri menyampaikan kebutuhan atau permasalahan yang dihadapi untuk kemudian dijawab melalui riset oleh perguruan tinggi.”, jelasnya.

Peluncuran kedua program ini merupakan komitmen Kemdiktisaintek dalam membangun ekosistem riset yang inklusif, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi pembangunan nasional. Dengan memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat, diharapkan hasil riset tidak hanya berhenti di publikasi, tetapi juga hadir sebagai solusi nyata bagi tantangan bangsa.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) seluruh wilayah di Indonesia, pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) perguruan tinggi, pimpinan perusahaan industri dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta dosen maupun peneliti perguruan tinggi di lingkungan Kemdiktisaintek.

Untidar Laksanakan Seleksi Mandiri Ujian Tertulis (SMUT) 2025

Universitas Tidar (Untidar) melaksanakan Seleksi Mandiri Ujian Tertulis (SMUT) 2025 sebagai salah satu jalur masuk bagi calon mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama dimulai pada Sabtu (14/06) di dua titik lokasi ujian, yaitu di Kampus Tuguran dan Kampus Sidotopo, dilanjutkan hari kedua di hari Minggu (15/06). Setiap hari diselenggarakan 3 sesi ujian, dengan durasi masing-masing sesi selama 90 menit.

Pengecekan Kartu Peserta dan Berkas Oleh Pengawas SMUT.

Tahun ini tercatat ada kenaikan minat peserta mengikuti ujian SMUT Untidar sebesar 11,6%. Tahun 2024 peserta berjumlah 1.662, sedang peserta tahun ini sebanyak 1.930 peserta. Sementara total peserta Seleksi Mandiri dari semua jalur yang diselenggarakan oleh Untidar tahun ini meningkat 10,4% dari tahun lalu. 2024 peserta Seleksi berjumlah 3.044 peserta, sedang tahun ini menjadi 3.167 peserta.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Beserta Koordinator Pelaksana SMUT sedang Melakukan Monitoring Jalannya Ujian.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Cahyo Wibi Yogiswara, S.T., M.Eng., selaku koordiantor pelaksana SMUT 2025, peminatan jalur SMUT berdasarkan program studi paling banyak dipilih oleh peserta adalah program studi Manajemen, Ilmu Komunikasi, Hukum, Ilmu Administrasi Negara, dan Pariwisata. Ia menambahkan, melalui pelaksanaan SMUT ini, Untidar berkomitmen untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas dan fleksibel serta menjaring calon mahasiswa dengan potensi akademik yang baik tetapi belum mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Di kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc., IPM mengungkapkan, jalur SMUT menjadi alternatif untuk memberikan pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa yang belum berhasil di jalur nasional, dan berharap ke depannya Untidar dapat semakin luas dalam menjaring calon mahasiswa dari berbagai daerah serta mendukung generasi muda dengan masa depan yang cerah.

“Ke depannya Untidar terus meningkatkan diri dalam memberikan pendidikan sebagai bekal kepada calon mahasiswa baru supaya dapat mendapatkan pendidikan yang layak dengan harapan generasi muda memiliki masa depan yang lebih baik ke depannya,” pungkas Prof. Suyitno.

 

Penulis : Ruth Erica Margaret, Dewi Puji Lestari

Editor : Humas Untidar

Donny Yoesgiantoro: “Transparansi adalah Kunci Membangun Kepercayaan Publik”

Universitas Tidar terus menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola kampus yang transparan dan akuntabel. Hal ini ditandai dengan digelarnya kegiatan Sosialisasi dan Monitoring Keterbukaan Informasi Publik oleh Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia, Jumat (13/06) di Ruang Rapat Fakultas Teknik, Gedung Teknik Sipil Lantai 3, Kampus Tuguran.

Ketua Komisi Informasi Pusat, Dr. Ir. Donny Yoesgiantoro, M.M., M.P.A., hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola universitas yang baik (Good University Governance).

“Jika ingin publik memiliki keterpercayaan yang tinggi, maka mulailah dengan transparansi,” tegas Donny.

Menurutnya, kampus memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang harus mampu memberi contoh dalam praktik keterbukaan informasi. Ia juga menekankan pentingnya peran PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) dalam menjamin ketersediaan informasi yang akurat dan terkini bagi masyarakat.

“Kampus bukan hanya pusat ilmu, tapi juga agen informasi, agen perubahan, dan agen kritis,” tambah Donny.

Selain meningkatkan kepercayaan publik, keterbukaan informasi juga disebut sebagai strategi efektif dalam mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan kampus.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., dalam sambutannya menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang sosialisasi, tetapi juga membawa dampak nyata dalam peningkatan pengelolaan informasi publik di UNTIDAR.

“Kami berharap kegiatan ini memberikan pencerahan dan pemahaman yang lebih dalam mengenai pentingnya keterbukaan informasi di kampus,” ujarnya.

Narasumber kedua, Siti Ajijah, Staf Ahli Komisi Informasi Pusat, turut memperkuat urgensi keterbukaan informasi dalam konteks perguruan tinggi. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa hak atas informasi merupakan amanat konstitusi, sebagaimana tertuang dalam Pasal 28F UUD 1945, yang menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh, menyimpan, dan menyampaikan informasi.

“Keterbukaan informasi adalah salah satu fondasi untuk menciptakan pemerintahan yang baik dan partisipatif,” ungkapnya.

Ia juga menekankan perlunya optimalisasi tata kelola layanan informasi publik agar perguruan tinggi semakin responsif dan profesional dalam menjawab kebutuhan informasi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Untidar berharap dapat memperkuat peran aktif seluruh pemangku kepentingan kampus dalam menjaga transparansi, meningkatkan akses informasi publik, serta membangun kepercayaan yang lebih kuat antara institusi pendidikan dan masyarakat luas.

Penulis : Imel

Editor : Humas Untidar