PKKPB 2025: Untidar Siapkan Pegawai Baru Kenali Budaya Kampus

Universitas Tidar menyelenggarakan Pembekalan Program Kenal Kampus bagi Pegawai Baru (PKKPB) pada 15-18 Juli 2025. Kegiatan ini bertujuan sebagai Pengenalan Institusi dan Budaya serta Integrasi Unit Kerja dan Mutu Untidar.

“Dilaksanakannya PKKPB sebagai adanya langkah awal dalam pendampingan bagi pegawai baru dalam beradaptasi sekaligus menorehkan prestasi dengan memainkan peran penting nilai-nilai lokal dalam membangun budaya kerja yang khas” ujar Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. dalam sambutannya.

Rektor dalam kesempatan ini juga menyampaikan sejarah, struktur organisasi, serta visi misi kepada 99 pegawai baru yang terdiri dari Dosen dan Tenaga Kependidikan.

Agenda hari pertama adalah pemaparan mengenai Sistem Penjaminan Mutu Internal, Peran Dosen dalam Tridharma, Tugas Pokok Tendik, serta penyampaian Sistem Informasi Pembelajaran dan Teknologi yang dimiliki Untidar dalam menunjang pembelajaran daring dan luring guna memudahkan Pencatatan Sistem Akademik berbasis digital serta adanya layanan terpadu.

Dalam kesempatan ini, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Dr. Astuty, M.Pd. menyampaikan materi seputar budaya kerja dan kesejahteraan pegawai dengan merepresentasikan nilai-nilai kerja institusi.

“Budaya kerja kita dirangkum dalam kata TIDAR: Tangguh, Integratif, Dedikatif, Aktif, dan Responsif. Budaya kerja unggul dimulai dari nilai yang diyakini, dipahami, dan dijalankan bersama. Bersama Tidar, kita melangkah lebih tangguh menuju masa depan,” jelas beliau.

Agenda hari kedua yaitu penyampaian materi Peran Pegawai dalam Sistem Akademik dan Administrasi dimana menjelaskan mengenai regulasi dan administrasi akademik.

Dengan adanya materi ini Dosen dan Tenaga Pendidik baru mampu mengabdi serta bersinergi dalam mengembangkan mahasiswa melalui program unggulan Untidar yang dibantu dengan fasilitas Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH).

Pada Kamis (17/6) merupakan serangkaian acara PKKPB yang dilaksanakan terakhir di dalam kelas Gedung Fakultas Teknik Sipil Lantai 3 melalui pemaparan yang disampaikan oleh

Agenda hari ketiga dilanjutkan dengan penyampaian materi Tim Kode Etik serta Tim Tata Laksana dan Kepegawaian BPKU terkait materi Budaya Kerja dan Self Mastery. Secara bersamaan terdapat penyampaian Etika dan Kode Etik Profesi dalam Disiplin PNS melalui program pengembangan Career Path serta sertifikasi yang perlu ditempuh nantinya.

Sebagai penutup sekaligus mempererat keakraban, seluruh peserta PKKPB serta panitia yang bertugas melaksanakan pendakian pada Gunung Tidar didampingi Tim Protokol, Tentara Rindam dan Tim Kesehatan guna melengkapi jiwa korsa dan menanamkan rasa kepemimpinan. Melalui kegiatan ini, runtutan pelaksanaan PKKPB 2025 resmi ditutup pada Jumat (18/7) di puncak Gunung Tidar, Magelang.

“Rangkaian kegiatan ini menjadi sangat penting lantaran dapat membantu memberikan gambaran budaya kerja Untidar bagi pegawai baru untuk dapat menyesuaikan diri melalui ilmu dari materi yang disampaikan, kemudian saat sampai di Puncak Gunung Tidar ini menjadi lebih berkesan karena jadi mengerti keaslian sejarah Tidar serta gambaran terkait Universitas Tidar dengan Magelang,” ungkap Nur Annisa Sistianingsih, S.Pt. sebagai salah satu peserta dalam kegiatan PKKPB Untidar 2025.

 

Penulis: Maura Deaazaria Firdanisahara

Editor : Humas Untidar

Kesempatan Terakhir! Untidar Selenggarakan SMODS 2025

Universitas Tidar menyelenggarakan Seleksi Mandiri One Day Service (SMODS) pada 15-16 Juli 2025. SMODS merupakan jalur seleksi mandiri pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Untidar tahun 2025 yang terakhir.

“Kuota SMODS terbatas begitupun juga program studi pilihan yang dibuka hanya 28 prodi. Kuota prodi S1 Manajemen sudah terpenuhi dari seleksi sebelumnya sehingga pada SMODS ini tidak diikutsertakan,” jelas PIC SMODS, Dr. Megita Dwi Pamungkas, S.Pd., M.Pd.

Pelaksanaan SMODS diawali dengan penetapan kuota daya tampung program studi yang disediakan berdasarkan data dari Bagian Akademik; Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama (BAKK) Untidar. Kuota ini diumumkan secara resmi via laman untidar.ac.id

Peserta mulai bisa melakukan pendaftaran secara online mulai 14 Juli 2025 melalui smart.untidar.ac.id. Setelah melakukan pengisian biodata, peserta bisa menentukan 4 pilihan program studi serta hari dan sesi ujian.

“SMODS dilaksanakan selama dua hari pada Selasa-Rabu, 15-16 Juli 2025. Untidar menyediakan 7 lab komputer di Fakultas Ekonomi (FE) dan Fakultas Teknik (FT). Setiap harinya diselenggarakan 2 sesi ujian dengan durasi masing-masing sesi selama 90 menit dengan materi ujian Tes Potensi Skolastik, Literasi Bahasa Inggris, Literasi Bahasa Indonesia, dan Penalaran Matematika,” tambah Megita.

Teknis seleksi SMODS ini adalah ujian tertulis Computer-Based yang memungkinkan peserta untuk melakukan registrasi, memilih ruang ujian, dan melaksanakan ujian pada hari yang sama.

Tahun ini tercatat ada kenaikan minat peserta mengikuti ujian SMODS Untidar sebesar 23,4% dengan total keseluruhan peserta yang mengikuti ujian sebanyak 537 dibanding tahun 2024 yang hanya 435 peserta. Sementara rata rekap dari keseluruhan ujian mandiri SMJK-MS, SMJP, SMUTBK, dan SMUT yang Untidar laksanakan mampu menampung 4.190 peserta, melebihi data tahun 2024 dengan total 3.167 peserta.

Melalui SMODS ini diharapkan Untidar dapat memaksimalkan potensi akademik dengan tetap memberikan kesempatan memiliki akses pendidikan tinggi melalui tes seleksi yang terintegrasi dan berkualitas.

Berkenaan dengan berakhirnya tes tersebut, calon mahasiswa dapat terus memantau hasil tes yang akan mulai diumumkan pada tanggal 18 Juli 2024 pada laman smart.untidar.ac.id dan untidar.ac.id

 

Penulis: Maura Deaazaria Firdanisahara

Editor: Humas Untidar

Gandeng Kementerian Komdigi, Untidar selenggarakan Vocational School Graduate Academy

Keterampilan digital menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki jika ingin menjadi tenaga kerja unggul di masa ini. Untidar menyadari hal tersebut dan berkomitmen untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. Hal ini juga merupakan prioritas Kementerian Komunikasi dan Digital yang berkomitmen untuk mencetak talenta digital unggul dan membangun ekosistem SDM yang adaptif di era digital.

Sejalan dengan hal tersebut, Untidar bekerja sama dengan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Yogyakarta, yang merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Komdigi, selenggarakan Sertifikasi Kompetensi berbasis SKKNI untuk mahasiswa bertempat di Kampus Untidar Potrobangsan (14-16/7). Sertifikasi ini diikuti oleh 44 mahasiswa Program Studi S1 Manajemen dan Program Studi S1 Teknologi Informasi.

Tahun 2025 ini merupakan tahun ke-4 Universitas Tidar menjadi mitra penyelenggara program Digital Talent Scholarship Kementerian Komdigi, atau yang dahulu dikenal sebagai Kementerian Kominfo. Pada kesempatan ini Untidar melaksanakan Vocational School Graduate Academy (VSGA) dengan skema Associate Data Analyst dan Junior Mobile Programmer. Pelaksanaan VSGA kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya mahasiswa diberi pelatihan selama 3 hari dan kemudian mengikuti uji kompetensi selama 2 hari, tahun ini VSGA diselenggarakan dengan pola baru, yaitu penyelarasan bahan ajar. Kegiatan dimulai sejak awal semester genap 2024/2025.

Mata kuliah yang bersinggungan dengan skema sertifikasi yang ditawarkan oleh Kementerian Komdigi diselaraskan bahan ajarnya dengan bahan ajar yang disusun oleh Kementerian Komdigi. Sebelumnya, dosen pengajar mata kuliah tersebut juga diberi pelatihan agar persepsinya ketika mengajar nanti sama. Setelah melalui perkuliahan selama 1 semester, mahasiswa yang mengikuti mata kuliah tersebut diseleksi untuk selanjutnya diberi kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi berbasis SKKNI.

Menurut Kepala BPSDMP Kominfo Yogyakarta, Dr. Anton Susanto, kegiatan ini adalah salah satu implementasi sinergi Kementerian Komdigi dengan perguruan tinggi untuk mewujudkan generasi emas. “Generasi emas adalah generasi yang kompeten dalam menghadapi tantangan zaman. Oleh karena itu BPSDMP Kominfo Yogyakarta memberikan fasilitasi pelatihan dan sertifikasi kompetensi kepada mahasiswa Untidar sebagai salah satu upaya untuk menyiapkan SDM yang berkualitas,” kata Anton dalam sambutannya.

Pada kesempatan terpisah Wakil Rektor bidang Akademik dan Kerja Sama Untidar, Prof. Suyitno, menyatakan harapannya agar program studi yang ada di Untidar dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik untuk membekali mahasiswanya dengan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan oleh industri.

”Kerja sama yang dilakukan oleh prodi ini tujuannya untuk mendukung IKU 1. Semua yang dilakukan harus bisa memberikan nilai tambah kepada lulusan Untidar agar diminati di dunia kerja”, tegasnya. Sebagai informasi, Indikator Kinerja Utama (IKU) 1 Perguruan Tinggi digunakan untuk mengukur lulusan yang mendapatkan pekerjaan yang layak.

Setelah melalui proses pra-sertifikasi dan sertifikasi selama 3 hari, 17 mahasiswa S1 Prodi Manajemen dinyatakan lulus dan kompeten pada skema Associate Data Analyst dan 27 mahasiswa Prodi S1 teknologi Informasi dinyatakan lulus dan kompeten pada skema Junior Mobile Programmer.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

 

Kemdiktisaintek Perkuat Peran Kampus melalui Bimtek Pengabdian Masyarakat Berbasis Inovasi di Makassar

Makassar — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Penulisan Proposal Pengabdian kepada Masyarakat untuk Skema Kewilayahan dan Kewirausahaan.

Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (10/07) di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah Makassar, sebagai bagian dari upaya memperkuat peran strategis perguruan tinggi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis riset dan inovasi teknologi.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, menegaskan bahwa arah riset ke depan harus berorientasi pada pemecahan masalah nyata di masyarakat. “Kami ingin merancang riset yang tidak hanya berfokus pada topik atau produk, tetapi benar-benar menjawab persoalan-persoalan riil. Tantangan yang dihadapi masyarakat harus menjadi pijakan utama dalam pengembangan riset, teknologi, dan sains. Karena itu, kementerian tengah membangun kebijakan dan program yang komprehensif, termasuk penguatan sumber daya teknologi, agar intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Senada dengan itu, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, I Ketut Adnyana, menekankan pentingnya pendekatan berbasis sains dan teknologi dalam menyelesaikan berbagai tantangan nasional. “Banyak persoalan riil di masyarakat yang dapat diselesaikan secara tuntas apabila ditangani melalui pendekatan sains, teknologi, riset, dan inovasi. Dalam hal ini, mahasiswa memegang peran strategis sebagai sumber daya manusia yang terus diperbarui karena mereka memperoleh ilmu dari dosen dan memiliki akses terhadap hasil riset terkini. Mereka adalah garda terdepan dalam mendorong solusi inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ini sejalan dengan arahan Presiden bahwa kemajuan bangsa harus ditopang oleh kekuatan sains dan teknologi,” ujarnya

Dukungan dari pemangku kepentingan regional turut memperkuat pesan tersebut. Ketua LLDIKTI Wilayah IX, Andi Lukman, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan menilai bahwa bimbingan teknis semacam ini memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia di perguruan tinggi. “Kami sangat menyambut baik kegiatan Bimtek ini. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah hibah riset meningkat secara signifikan. Ini merupakan bukti bahwa ekosistem riset dan pengabdian di perguruan tinggi terus tumbuh dan berkembang,” ungkapnya.

Ia juga berharap agar kegiatan serupa terus dilanjutkan dan mendapatkan respons positif dari sivitas akademika. “Kami mendorong para dosen dan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan ini secara serius, karena materi yang disampaikan para narasumber sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas riset dan pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Makassar, Andi Sukri Syamsuri, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya sebagai tuan rumah kegiatan. Ia menilai bahwa penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam transformasi pendidikan tinggi. “Kami mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini, terlebih karena melibatkan dosen serta organisasi mahasiswa seperti BEM. Di era transformasi perguruan tinggi, peran pengabdian kepada masyarakat tidak bisa lagi dikesampingkan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat penyebaran ilmu pengetahuan, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat untuk menyelesaikan persoalan nyata. “Kami berharap perguruan tinggi mampu memberikan kontribusi yang berdampak, menghadirkan solusi konkret, serta menunjukkan hasil pengabdian yang terukur, khususnya bagi masyarakat di sekitar kampus,” tutupnya.

Melengkapi kegiatan ini, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat turut memperkenalkan dua skema strategis dalam program pengabdian kepada masyarakat tahun 2025, yakni Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PBW) dan Skema Pemberdayaan Berbasis Kewirausahaan (PBK).

Skema PBW dirancang untuk membantu menyelesaikan persoalan-persoalan nyata yang dihadapi oleh pemerintah daerah dan desa binaan perguruan tinggi. Skema ini terbagi dalam dua jenis kegiatan: Pemberdayaan Wilayah (PW) dan Pemberdayaan Desa Binaan (PDB). Program ini bersifat tahun tunggal dengan rencana kerja jangka tiga tahun yang dievaluasi secara berkala. Fokus utama kegiatan meliputi peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, produktivitas ekonomi masyarakat, serta penguatan infrastruktur lokal berbasis kearifan setempat.

Skema PBK, di sisi lain, ditujukan untuk mengembangkan kewirausahaan berbasis teknologi dan inovasi yang dihasilkan oleh dosen maupun mahasiswa. Fokus kegiatan diarahkan pada Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi lokal berbasis hasil riset. Program ini mendorong penguatan unit layanan kewirausahaan di perguruan tinggi serta mendukung pengembangan mitra usaha yang menghasilkan produk unggulan daerah, sehingga dosen, mahasiswa, dan alumni dapat berperan sebagai pendamping, inovator, maupun pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.

Melalui skema-skema tersebut, Kemdiktisaintek menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus benar-benar membawa perubahan nyata, dapat diukur dampaknya, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Kegiatan Bimbingan Teknis ini juga memperkuat komitmen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam mengokohkan peran strategis perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial melalui riset dan pengabdian. Diharapkan, para dosen dan mahasiswa tidak hanya aktif melakukan inovasi di ruang akademik, tetapi juga terlibat langsung dalam membantu masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang berdasar pada hasil riset dan kebutuhan nyata.

Indonesia-Malaysia di Jalur Cepat Penguatan Jejaring Akademik

Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong penguatan kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia di bidang pendidikan tinggi melalui joint research, program pertukaran mahasiswa dan dosen, serta melanjutkan Memorandum of Understanding (MoU) bidang pendidikan tinggi. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdiktisaintek Khairul Munadi ketika menerima audiensi Ketua Setiausaha (Sekretaris Jenderal) Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, Datuk Anesee bin Ibrahim di kantor Kemdiktisaintek, Jumat (11/7).

Dalam kesempatan ini, Datuk Anesee menyampaikan komitmen untuk melanjutkan pembahasan antara Indonesia dengan Malaysia dalam acara ASEAN Malaysia 2025 di Langkawi, yakni kolaborasi joint research antara akademisi di kedua negara.

“Kerja sama yang diharapkan adalah di bidang Artificial Intelligence (AI), energi nuklir, dan astronomi, didasarkan keinginan membangun infrastruktur dan kapasitas kedua negara di bidang-bidang ini,” jelas Datuk Anesee.

Dirjen Khairul menyambut baik ajuan susulan mengenai kolaborasi ini dan menyatakan akan meneruskan agenda tersebut kepada Direktorat Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) untuk perencanaan lebih lanjut. Dirjen Khairul juga mendorong skema visiting professors dan visiting lecturers untuk memperkaya pertukaran pengetahuan dan budaya kedua negara.

“Program visiting professors dan lecturers penting untuk mendukung internasionalisasi perguruan tinggi serta meningkatkan pemahaman budaya serumpun. Hal ini juga perlu dilakukan melalui penguatan program untuk mahasiswa,” ujar Dirjen Khairul.

Sejalan dengan keinginan memperkuat jejaring akademik, Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia mendorong peningkatan mobilitas mahasiswa Indonesia ke Malaysia. Diusulkan penambahan daftar kampus Malaysia dalam program-program beasiswa Indonesia. Hal ini disambut baik oleh Kemdiktisaintek, di mana Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Mukhamad Najib menyatakan langkah yang telah diambil untuk meningkatkan jumlah kampus luar negeri yang masuk daftar program dan lembaga beasiswa Indonesia.

“Kami sudah mengusulkan kepada Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk memperluas pilihan kampus supaya tidak terbatas pada ranking tertentu saja, tetapi juga berdasarkan program studi unggulan di berbagai kampus,” ujar Direktur Najib.

Sementara itu guna meningkatkan kolaborasi akademik Indonesia-Malaysia, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Ditjen Dikti, Berry Juliandi, memberikan opsi pembentukan konsorsium perguruan tinggi antara Indonesia dan Malaysia. Bentuk kerja sama ini dapat mendorong interaksi dan hubungan yang lebih cair antarkampus dan akademisi.

“Kami sudah membentuk konsorsium perguruan tinggi dengan negara-negara seperti Australia, Jepang, Inggris, Jerman, dan sebagainya. Ini bentuk yang tepat untuk memperluas jaringan pendidikan tinggi bersama Malaysia,” kata Direktur Berry.

Sebagai tindak lanjut, kedua negara sepakat untuk segera menyusun daftar perguruan tinggi dari masing-masing negara yang dapat bekerja sama serta percepatan finalisasi dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antarpemerintah di bidang pendidikan tinggi. Langkah ini niscaya sangkil dan mangkus meletakkan jejaring akademik Indonesia – Malaysia pada jalur cepat. 

Tukin Dosen ASN Cair, Kemdiktisaintek Tegaskan Komitmen Peningkatan Kesejahteraan yang Diimbangi Produktivitas

Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mulai mencairkan dana Tunjangan Kinerja (Tukin) untuk dosen ASN untuk PTN Satker, PTN BLU belum remunerasi, dan dosen ASN di lingkungan LLDikti mulai Selasa (8/7).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mengungkapkan hal ini merupakan bagian dari reformasi birokrasi dalam rangka meningkatkan motivasi dan profesionalisme dosen dan pegawai di lingkungan Kemdiktisaintek.

“Tunjangan kinerja ini adalah bentuk nyata penghargaan negara terhadap peran sentral dosen sebagai pendidik profesional dan ilmuwan,” ujar Menteri Brian.

Dalam pelaksanaannya, tata kelola administratif ditegaskan berjalan sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2025 tentang Tunjangan Kinerja yang telah diundangkan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto pada 27 Maret 2025. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang.

“Kemdiktisaintek memastikan seluruh proses penyaluran Tukin dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai Perpres, Permen, dan Kepsesjen mengenai Tukin,” tegas Sesjen Togar.

Beberapa poin dalam Perpres Tunjangan Kinerja di Lingkungan Kemdiktisaintek adalah pembayaran tukin sejak 1 Januari 2025 dan kebutuhan pengaturan yang lebih khusus dalam bentuk Permen. Semua dasar regulasi pencairan tunjangan kinerja sudah lengkap dengan terbitnya Kepsesjen.

Dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah Kemdiktisaintek yang akan mendapatkan pencairan Tukin berjumlah 31.066 orang, meliputi dosen Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU) Nonremunerasi, dosen PTN Satuan Kerja (Satker), dan dosen di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).

Pencairan Tukin periode Januari-Juni 2025 ditambah Tukin ke-13 dilaksanakan pada mulai 8 Juli 2025. Dosen yang belum menyelesaikan proses klaim Tukin sampai dengan perpanjangan waktu 7 Juli 2025 akan diproses pada periode berikutnya, yakni awal Agustus 2025.

Untuk selanjutnya, pembayaran Tukin Dosen akan dibayarkan setiap bulan. Tukin ke-14 akan dibayarkan bersamaan dengan Tukin bulan Desember.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Khairul Munadi memaparkan mengenai tujuan kebijakan pemberian Tukin, yakni untuk: (1) meningkatkan motivasi dan produktivitas kerja dosen, (2) meningkatkan profesionalisme dan budaya kerja berorientasi capaian, (3) meningkatkan kesejahteraan dosen, serta (4) mendukung reformasi birokrasi dan pencapaian kinerja institusi.

“Mekanisme baru pemberian Tukin dosen akan mulai berlaku, dan untuk bisa diimplementasikan dengan tepat sasaran di masing-masing perguruan tinggi dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti),” jelas Dirjen Khairul pada sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) Tata Cara Penghitungan dan Pembayaran Tukin.

Untuk mempercepat implementasi pencairan Tukin, Kemdiktisaintek bekerja sama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), serta terus melaksanakan dialog dengan pemangku kepentingan untuk menyempurnakan sistem kinerja dosen ke depan. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Sri Suning Kusumawardani.

“Diharapkan kebijakan ini dapat mendorong tercapainya reformasi birokrasi dan peningkatan mutu  dosen dan pendidikan tinggi Indonesia,” kata Direktur Suning.

Dengan adanya pencairan Tukin ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada sivitas akademika pendidikan tinggi nasional. Kemdiktisaintek berharap kebijakan ini dapat memacu semangat para dosen untuk produktif dan berkontribusi lebih besar dalam pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, demi kemajuan Indonesia.

Untidar Terima Kunjungan Studi Tiru dari Universitas Lambung Mangkurat, Perkuat Kolaborasi Antar Perguruan Tinggi

Universitas Tidar menerima kunjungan studi tiru dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam rangka penguatan kerjasama kelembagaan antar perguruan tinggi. Kegiatan yang berlangsung, Kamis (10/07) di Ruang Rapat Rektorat, Kampus Tuguran ini difokuskan pada diskusi pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri serta menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Anugerah Kerjasama DIKTI SAINTEK.

Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Untidar, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc., IPM., yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan silaturahmi pimpinan serta staf dari ULM. 

“Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menerima kunjungan dari ULM. Meskipun secara geografis cukup jauh, kunjungan ini menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat di antara perguruan tinggi negeri di Indonesia,” ujar Prof. Suyitno.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Dr. Ir. Yusuf Azis, M.Sc., Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Humas, dan Sistem Informasi ULM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk saling bertukar pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan kerja sama serta mempererat hubungan kelembagaan antara ULM dan Untidar.

Sebagai simbol persahabatan dan semangat kerja sama, kedua belah pihak melakukan pertukaran cinderamata yang disaksikan oleh pimpinan dan kepala biro dari kedua universitas. 

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan staf ULMt, antara lain Dr. Ir. Yusuf Azis, M.Sc. (Wakil Rektor IV), Dr. Ir. Arief RM Akbar, M.Si., IPU. (Wakil Rektor II), Muhammad Ilyas, S.T., M.T. (Plt. Kabiro PKH), serta tim kerja sama ULM yang terdiri dari koordinator, sub koordinator, sekretaris, dan staf.

Dari Untidar, hadir Dr. Astuty, M.Pd. (Plt. Wakil Rektor II), Drs. Giri Atmoko, M.Si. (Kabiro AKK), dan Sulistyaningrum, S.E. (Kabiro PKU). Kehadiran para pimpinan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antar perguruan tinggi.

Kegiatan dilanjutkan dengan paparan materi dari Ketua Tim Kerja Sama Untidar, Ibu Laila Alfizanna, S.S., MDCC, yang mempresentasikan strategi, kebijakan, serta capaian kerja sama yang telah dan sedang dilaksanakan oleh Untidar. Paparan ini disambut antusias oleh peserta dari ULM dan diikuti dengan sesi diskusi serta tanya jawab yang membahas berbagai aspek pengelolaan kerjasama kelembagaan, termasuk kerja sama internasional, hibah, dan penguatan branding institusi melalui kolaborasi strategis.

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Anugerah Kerjasama DIKTI SAINTEK, yang bertujuan memberikan apresiasi terhadap unit kerja maupun individu yang menunjukkan kontribusi aktif dan inovatif dalam memperluas jaringan kerjasama institusi.

Penulis: Suryanti

Editor : Humas Untidar

Untidar Tandatangani Kerjasama, Dukung Program Pemerintah Kabupaten Magelang

Universitas Tidar (Untidar) melangsungkan penandatangan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerjasama dalam rangka dukung program pemerintah Kabupaten Magelang, terkait program pemberian beasiswa kepada pemuda berprestasi Kabupaten Magelang yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, Kamis (9/7). Bertempat di Pendopo drh. Soepardi  Kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang, Bupati Magelang dan Rektor Untidar menandatangani Kesepakatan Bersama tentang kerjasama di bidang Pemerintahan, Pembangunan, Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyampaikan kerjasama ini menjadi awalan dan landasan dalam merealisasi visi misinya dalam mendorong pemuda Kabupaten Magelang untuk mencapai pendidikan tinggi, yang muaranya sebagai upaya mensejahterakan kehidupan keluarga.

Masih menurutnya, beasiswa akan diberikan kepada pemuda berprestasi yang berdomisili di Kabupaten Magelang dan sudah diterima di Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta. Beasiswa akan diterimakan sejumlah lima juta rupiah pada tiap semester. “Kelak saya menargetkan akan memberi beasiswa kepada 1000 mahasiswa setiap tahunnya.” Imbuhnya.

Grengseng berharap Perguruan Tinggi nantinya menjadi rekan dalam menciptakan sumber daya manusia yang lebih berkualitas, kreatif, inovatif, serta berakhlak mulia dalam memajukan Kabupaten Magelang. “Harapannya pemuda Kabupaten Magelang dapat mencapai pendidikan tinggi dan menjadi promotor peningkatan  Sumber Daya Manusia Kabupaten Magelang,” tutupnya.

Di kesempatan yang sama, Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., menyambut baik program ini. “Selaras dengan apa yang disampaikan pak Bupati,  semakin banyak ragam beasiswa yang diterima, akan menjadi kemudahan peserta didik dalam menuntut ilmu,” ungkapnya.

Sugiyarto juga menyebutkan bahwa ada mekanisme yang akan dipakai agar tidak ada seorang mahasiswa menerima beasiswa double. “Maksudnya, agar pemerataan pembiayaan bisa dirasakan oleh sebanyak-banyaknya mahasiswa, agar tujuan pemerataan pendidikan tinggi dapat segera tercapai.” lanjutnya.

Penandatanganan Kerjasama juga dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untidar, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., dengan Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang, Mulyanto, S.H., M.H., tentang Pemberian Beasiswa Bagi Pemuda Berprestasi Di Kabupaten Magelang.

Turut hadir  pula perwakilan Universitas Gajah Mada; Universitas Negeri Yogyakarta; Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta; Universitas Sebelas Maret; Universitas Diponegoro; Universitas Negeri Semarang; Universitas Tidar; Institut Seni Indonesia Yogyakarta; Institut Seni Indonesia Surakarta; UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta; UIN Salatiga; Polbangtan Yoma; STPMD “APMD”; Univeristas Muhammadiyah Magelang; STIEPARI yang pada kesempatan itu juga melakukan penandatangan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Magelang.

One Day Training: Bekal Duta Untidar Menjadi Brand Ambassador Kampus

Sebanyak 30 mahasisiswa mengikuti One Day Training di Kledung Research Park Universitas Tidar, di Temanggung, Selasa (8/7). Mereka terdiri atas 6 orang Duta Universitas 2024, 9 orang Duta Universitas 2025, dan sisanya merupakan Duta dari 5 Fakultas.

Dalam sambutannya, Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., memberikan apresiasi kepada Duta Universitas 2024 yang telah menjalankan perannya sebagai brand ambassador Untidar selama 1 tahun kemarin. “Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya (kepada Duta 2024), atas dedikasinya, secara bersama-sama dengan elemen lain, memberikan wajah baru Untidar yang dinamis dan visioner.” Ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., selaku bagian yang mengelola kedutaan. Parmin memberikan wejangan kepada peserta untuk bersikap professional dan bertanggung jawab. “Amanat ini harus dijalankan dengan baik. Kalian adalah sedikit dari belasan ribu mahasiswa Untidar yang terpilih. Kalian akan menjadi representasi Kampus di mana pun berada.” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Parmin menyerahkan piagam penghargaan kepada para Duta Universitas 2024. Ia juga menyerahkan SK dan memasangkan selempang kepada Duta Universitas 2025 sebagai bekal untuk menjalankan tugas setahun ke depan. “Bagi Duta Fakultas, Surat Keputusan (SK) nanti akan diserahkan kepada Dekan masing-masing,” jelasnya.  

Pembekalan materi One Day Training disampaikan oleh 2 orang narasumber yang kompeten di bidangnya masing-masing. Narasumber 1 dari bidang Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemerintah Kabupaten Temanggung, Slamet Budi Waluyo, memberikan materi seputar keprotokolan dan public speaking. Sementara narasumber 2, Ratih, Branch Manager Larissa Aestetic Center Magelang, memberikan pelatihan tata rias, perawatan wajah, dan tubuh.

Ketua Tim Kerja Bidang Humas yang sekaligus sebagai Pembina Duta Untidar, Danu Wiratmoko menjelaskan, proses rekrutmen Duta sudah dimulai sejak bulan Juni lalu. Dimulai dengan pengumuman rekrutmen, seleksi administrasi, seleksi wawancara, dan pengumuman hasil seleksi. “One Day Training ini adalah tahap yang penting untuk bekal dasar Duta dalam menjalankan tugasnya.” Paparnya.

Tahun sebelumnya, One Day Training hanya diikuti oleh Duta tingkat Universitas. Di tahun ini, dicoba formula baru untuk melibatkan Duta Fakultas. “Sebab memang sepertinya diperlukan kualitas pelayanan yang sama baik di tingkat fakultas maupun tingkat universitas. Tahun lalu, Duta Kampus merangkap Duta Fakultas. Tahun ini, Duta Fakultas ada sendiri. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan di tingkat Fakultas juga dapat melibatkan Duta yang ada.” pungkasnya.

Penulis : Danu Wiratmoko

Pengangkatan Jabatan Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum serta Pelantikan 61 PNS di Lingkup Untidar Tahun 2025

Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. melantik dan mengambil sumpah jabatan bagi 61 Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai tenaga pendidik di Lingkungan Universitas Tidar, serta mengangkat jabatan Ibu Sulistyaningrum, S.E. sebagai Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum, pada Selasa (8/7) di Gedung Kuliah Umum (GKU) Dr. H. Suparsono, Kampus Tuguran, Magelang.

Prosesi tersebut turut disaksikan oleh para Wakil Rektor dan juga Dekan dari masing-masing fakultas.

Melalui Pembacaan Kutipan Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan, secara resmi memberhentikan dengan hormat jabatan sebagai Pranata Hubungan Ahli Madya dan memberikan penghargaan serta pengabdiannya selama memangku jabatan, dengan melantik dan mengangkat Ibu Sulistyaningrum, S.E., sebagai Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum.

“Saya berupaya untuk terus berinovasi melanjutkan program kerja yang sudah berjalan guna meningkatkan segala pelayanan kepada stakeholder, melalui banyaknya potensi yang masih dapat dikembangkan serta status BLU pada Untidar ini, harapannya Untidar terus maju, berkembang, dan bersama-sama kompak membangun dan berdedikasi kepada negeri” tutur Ibu Sulistyaningrum, S.E.

Dalam kesempatan tersebut Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. juga melakukan prosesi Sumpah Jabatan Pengangkatan CPNS menjadi PNS yang diikuti secara bersamaan oleh 61 Pegawai Negeri Sipil dalam mengikrarkan sumpahnya.

Pelantikan tersebut memberikan nilai kesetiaan dan ketaatan sepenuhnya pada Pancasila, UUD 1945, Negara dan Pemerintah dengan mengikuti segala peraturan perundang-undangan yang berlaku serta melaksanakan tugas kedinasan dengan sebaik-baiknya kepada Anggota Baru PNS di lingkup Untidar dengan penuh rasa tanggungjawab.

“Pelantikan ini memperjelas status PNS Dosen dan Tenaga Pendidik Untidar untuk memiliki tekad, value, dan memegang budaya Tidar dalam segala pengabdian serta menggunakan pakem yang ada untuk terus berinovasi dan bertansformasi dalam perkembangan zaman guna melahirkan sarjana yang mampu berkiprah dikancah internasional” ungkap beliau.

Setelah acara tersebut, terdapat penyerahan SK PNS secara simbolis dan juga penandatanganan pakta integritas serta berita acara. Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa sebagai upaya mendarmabaktikan sumpah kepada bangsa, negara dan kemanusiaan.

 

Penulis: Maura Deaazaria Firdanisahara

Editor: Humas Untidar