Wamen Stella Ajak Mahasiswa Baru Bangun Kepakaran dan Riset untuk Indonesia Emas 2045

Malang-Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie hadir dalam Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Malang (UM). Dalam kesempatan tersebut, Wamen Stella menekankan pentingnya mahasiswa menyiapkan diri sejak dini melalui penguasaan keterampilan abad 21, keterlibatan dalam riset, serta menemukan kepakaran diri sebagai modal utama membangun Indonesia Emas 2045, Senin (18/8).

Menurut Wamen Stella, perkuliahan bukan sekadar melanjutkan pola belajar di sekolah, melainkan fase penting untuk melahirkan inovasi dan solusi nyata bagi bangsa.

“Empat tahun kuliah adalah masa yang istimewa. Jangan hanya ikut-ikutan, temukan kepakaran kalian. Kepakaran inilah yang akan membuat kalian tidak tergantikan oleh teknologi, termasuk artificial intelligence,” ujar Wamen Stella.

Wamen Stella juga menekankan bahwa pemerintah berkomitmen mendukung ekosistem riset. “Research mindset bukan hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi. Riset itu cuan, riset menghasilkan inovasi yang berdampak,” tegas Wamen Stella.

Dalam sesi interaktif, mahasiswa diajak berpikir kritis mengenai keterampilan yang diperlukan di masa depan. Hasil diskusi menunjukkan kemampuan critical thinking, problem solving, decision making, hingga keterampilan berbasis AI dan big data menjadi kompetensi utama yang harus diasah. Wamen Stella pun menegaskan bahwa cara terbaik melatihnya adalah melalui pengalaman nyata, seperti magang, organisasi, dan keterlibatan dalam penelitian.

Selain itu, Wamen Stella menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya melakukan pemerataan pendidikan tinggi hingga ke daerah. Melalui program riset lokal, berbagai kampus di Papua, Aceh, hingga Malang diarahkan mengembangkan potensi khas daerah seperti minyak atsiri, kacang hijau, hingga pengolahan air hujan menjadi air minum.

“Keadilan akses pendidikan tinggi menjadi prioritas. Kita ingin semua mahasiswa di Indonesia punya kesempatan yang sama untuk berkontribusi lewat riset dan inovasi,” jelas Wamen Stella.

Sementara itu, Rektor UM, Hariyono menyambut baik pesan tersebut dan menekankan bahwa pengalaman kuliah harus menjadi fondasi bagi mahasiswa untuk tumbuh menjadi insan mandiri, kreatif, dan berdaya saing.

PKKMB UM kali ini tidak hanya menjadi momentum perkenalan kehidupan kampus, tetapi juga awal perjalanan mahasiswa dalam mempersiapkan diri sebagai generasi inovator yang akan membawa Indonesia ke panggung dunia pada 2045.

Meriah! Peserta Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Untidar Kenakan Pakaian Adat

Universitas Tidar menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Minggu (17/8) di halaman Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H.R. Suparsono, Kampus Tuguran. Upacara yang berlangsung khidmat ini menjadi wujud nyata refleksi kemerdekaan sekaligus perayaan keberagaman budaya Indonesia.

Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas jalannya upacara yang dinilai berhasil menggabungkan nilai-nilai nasionalisme dengan inovasi budaya dalam suasana yang tetap penuh makna.

“Saya bersyukur dan sangat mengapresiasi ide-ide bagus dari protokoler dan panitia. Upacara tetap berlangsung khidmat, tetapi ada inovasi yang justru bermanfaat untuk membangun kebersamaan sekaligus mencerminkan keindonesiaan kita,” ujarnya.

Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah peragaan busana adat (catwalk) oleh peserta terpilih yang mengenakan pakaian tradisional dari berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi simbol persatuan dalam keberagaman yang hidup di lingkungan kampus Untidar.

Dalam peragaan tersebut, peserta terbaik diberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi. Penilaian dilakukan oleh dewan juri dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Untidar, termasuk di antaranya Ibu Rektor, Sri Tuwasti yang menjelaskan bahwa keserasian busana dan keluwesan menjadi poin utama dalam penilaian.

“Penilaian didasarkan pada keserasian busana adat dari atas hingga bawah, serta keluwesan dalam menampilkan diri. Dari 15 peserta yang terpilih, aspek inilah yang menjadi dasar untuk menentukan juara,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Sugiyarto menyampaikan harapan agar tradisi semacam ini dapat terus dikembangkan di tahun-tahun mendatang.

“Kebaruan harus selalu dibangun, supaya tidak stagnan. Namun yang terpenting, nilai khidmat dan makna peringatan kemerdekaan tetap terjaga sebagai wujud syukur atas nikmat kemerdekaan bangsa,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Rektor juga berkesempatan memberikan penghargaan kepada 36 pegawai Untidar yang terdiri dari 13 Penerima Penghargaan Karya Satya Bhakti Non PNS dan 23 Penerima Penghargaan Karya Satya PNS. Serta pemberian kenang-kenangan kepada 3 pegawai yang pensiun/Purna Bakti.

Upacara peringatan HUT ke-80 RI ini menjadi salah satu wujud komitmen Utidar dalam membangun semangat kebangsaan, mempererat kebersamaan sivitas akademika, serta merawat nilai-nilai keindonesiaan dalam bingkai kebhinekaan.

Penulis : Aghna

Editor : Humas Untidar

DAFTAR PENERIMA TANDA KEHORMATAN UNTUK PENYEMATAN HUT KE-80 REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2025     
  PENERIMA TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL TAHUN 2025      
NO NO URUT SK Nama   NIP Jabatan    Unit Kerja Tanda Kehormatan yang Dianugerahkan
1 122 Drs. Didik Sinung Haryadi, M.M.   196701121994011001 Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Madya   BPKU Satyalancana Karya Satya XXX Tahun
2 1967 Dr. Lilia Indriani, S.Pd., M.Pd.   198111282015042002 Lektor   FKIP Satyalancana Karya Satya X Tahun
3 1968 Ali Imron, M.Hum.   198501142015041001 Lektor   FKIP Satyalancana Karya Satya X Tahun
4 1969 Winda Candra Hantari, S.S., M.A.   198609162015042003 Lektor   FKIP Satyalancana Karya Satya X Tahun
5 2140 Nuwun Priyono, S.E., M.Ak., Akt., CA.   198010232015041001 Lektor   FE Satyalancana Karya Satya X Tahun
6 2141 Catur Pramono, S.T., M.Eng.   198407282015041001 Lektor   FT Satyalancana Karya Satya X Tahun
7 2142 Xander Salahudin, S.T., M.Eng.   198501222015041001 Lektor   FT Satyalancana Karya Satya X Tahun
8 2143 Sholihul Hakim, S.H., M.H.   198602172015041002 Lektor   FISIPOL Satyalancana Karya Satya X Tahun
9 2144 Wahyu Prabowo, S.H., M.H.   198706102015041003 Lektor   FISIPOL Satyalancana Karya Satya X Tahun
10 2233 Anisa Dewi Prajanti, S.Kom., M.T.   198912172015032001 Kepala Subbagian Umum    FT Satyalancana Karya Satya X Tahun
11 2246 Hatma Izza Perdana, S.Pd.   198905252015041002 Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Muda   BPKU Satyalancana Karya Satya X Tahun
12 2258 Danar Sandi Kusuma, S.Pd.   198805312015041002 Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda   BPKU Satyalancana Karya Satya X Tahun
13 2437 Annisa Novita Sari, S.Pi., M.Si.   198611082015042003 Lektor   FAPERTA Satyalancana Karya Satya X Tahun
14 2622 Hendra Tri Setyawan, S.E., M.E.   198312092015041001 Analis Anggaran Ahli Muda   BPKU Satyalancana Karya Satya X Tahun
15 2727 Setyo Wigati, S.H.   196710032014092002 Pengadministrasi Perkantoran/ Pengadministrasi Umum   FE Satyalancana Karya Satya X Tahun
16 2728 Yogi Prayogo, S.H., M.H.   198804142015041002 Penelaah Teknis Kebijakan/Analis Organisasi dan Tata Laksana    BPKU Satyalancana Karya Satya X Tahun
17 2729 Ratri Dian Hestuningrum, S.E.   199003142014042001 Pengolah Data dan Informasi   BPKU Satyalancana Karya Satya X Tahun
18 3086 Andi Setiawan, S.E.   198907082015041003 Penelaah Teknis Kebijakan/Bendahara Penerimaan   BPKU Satyalancana Karya Satya X Tahun
19 3145 Kurniawan Pambudi, A.Md.   198903212014041001 Pranata Sumber Daya Manusia Aparatur Mahir   BPKU Satyalancana Karya Satya X Tahun
20 3220 Yohanes Tomi Yoga Pratomo, A.Md.   198805152015041002 Pengolah Data dan Informasi/Pengelola Gaji   BPKU Satyalancana Karya Satya X Tahun
21 3357 Dr. Emma Dwi Ratnasari, S.E., M.Si.   198509052015042002 Lektor   FE Satyalancana Karya Satya X Tahun
22 3395 Edi Purwanto   197912282014091002 Pengadministrasi Perkantoran/ Pengadministrasi Umum   FE Satyalancana Karya Satya X Tahun
23 3549 Shodiqun   197205092014091001 Pengadministrasi Perkantoran/ Pengadministrasi Umum   BPKU Satyalancana Karya Satya X Tahun
DAFTAR PENERIMA TANDA KEHORMATAN UNTUK PENYEMATAN HUT KE-80 REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2025 
                 
  PENERIMA TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYABHAKTI BAGI PEGAWAI NON PEGAWAI NEGERI SIPIL  UNIVERSITAS TIDAR TAHUN 2025
 
NO NO URUT SK Nama   NIK Jabatan    Unit Kerja Tanda Kehormatan yang Dianugerahkan
1 1 Pranata Indra Utama, S.Kom 1806/UN57/KP.06.08/2025      001 19881219 201409 0 K004 Pengolah Data dan Informasi Penata, III/c BAKK Satyalancana Karya Bhakti X Tahun
2 2 Lili Ekariyanti, S.Sos. 1806/UN57/KP.06.08/2025      002 19881112 201508 0 K045 Pengadministrasi Perkantoran (Serketaris WR 3) Penata Muda Tk. I, III/b BAKK Satyalancana Karya Bhakti X Tahun
3 3 Iwan Setyawan, S.E. 1806/UN57/KP.06.08/2025      003 19830604 201411 0 K013 Pengadministrasi Perkantoran  Penata, III/c BPKU Satyalancana Karya Bhakti X Tahun
4 4 Rasyid Wicaksono Hadi, S.Pd. 1806/UN57/KP.06.08/2025      004 19910725 201505 0 K039 Pengadministrasi Perkantoran Penata Muda Tk. I, III/b BPKU Satyalancana Karya Bhakti X Tahun
5 5 Kuni Farikhah, S.Ak. 1806/UN57/KP.06.08/2025      005 19920320 201503 0 K017 Pengadministrasi Perkantoran  Penata Muda Tk. I, III/b BPKU Satyalancana Karya Bhakti X Tahun
6 6 Wuri Sekar Arum, S.E. 1806/UN57/KP.06.08/2025      006 19880623 201503 0 K018 Pengadministrasi Perkantoran Penata, III/c FE Satyalancana Karya Bhakti X Tahun
7 7 Vitria Puspitasari, S.I.P. 1806/UN57/KP.06.08/2025      007 19880530 201505 0 K038 Pengadministrasi Perkantoran Penata, III/c FE Satyalancana Karya Bhakti X Tahun
8 8 Erni Budiati, A.Md. 1806/UN57/KP.06.08/2025      008 19801009 201410 0 C174 Pengadministrasi Perkantoran Penata Muda, III/a FKIP Satyalancana Karya Bhakti X Tahun
9 9 Fibra Budyasoko Kusumo Nugroho, S.T. 1806/UN57/KP.06.08/2025      009 19850227 201410 5 K012 Teknisi Laboratorium Penata, III/c FKIP Satyalancana Karya Bhakti X Tahun
10 10 Yosuana Dewi Cenderawasih, S.Sos. 1806/UN57/KP.06.08/2025      010 19750721 201411 3 K014 Pengadministrasi Perkantoran Penata, III/c FAPERTA Satyalancana Karya Bhakti X Tahun
11 11 Hadana Fasih Kamala, S.Kom. 1806/UN57/KP.06.08/2025      011 19901109 201503 0 K021 Pengolah Data dan Informasi (Sistem Informasi) Penata, III/c UPA TIK Satyalancana Karya Bhakti X Tahun
12 12 Rohmania Putri Nurlaili, S.Kom. 1806/UN57/KP.06.08/2025      012 19920316 201505 0 K041 Pengolah Data dan Informasi (Umum) Penata Muda Tk. I, III/b UPA TIK Satyalancana Karya Bhakti X Tahun
13 13 Muhammad Indra, S.Kom. 1806/UN57/KP.06.08/2025      013 19920711 201505 0 K040 Pengolah Data dan Informasi (Sistem Informasi) Penata Muda Tk. I, III/b UPA TIK Satyalancana Karya Bhakti X Tahun

 

Juara Peragaan Busana Adat Nusantara  
     
Juara Putri  
1 Olivia Wardhani, S.T., M.Eng. Dosen Teknologi Informasi, Fakultas Teknik
2 Dzikrina Dian Cahyani, M.A. Dosen PBSI, FKIP
3 Lyna Lestari Indrayati, S.Farm., M.Farm. Dosen D3 Farmasi, Faperta
     
Juara Putra  
1 Muh Syaiful Bakhri, S.E., M.E. Dosen Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi
2 Dr. Natta Sanjaya, M.Si. Dosen Ilmu Administrasi Negara, Fisipol
3 Hardito Suryatno, S.E. Tendik BPKU 

 

Mahasiswa Aset Bangsa, Agen Perubahan untuk Indonesia Maju

Tangerang–Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menekankan bahwa generasi muda merupakan aset terbesar bangsa untuk memajukan Indonesia. Pesan ini disampaikan ketika dirinya menghadiri Universitas Pelita Harapan (UPH) Festival 2025 di Tangerang, Kamis (14/8).

“Energi dan semangat kalian adalah kekuatan besar bagi Indonesia. Kalian adalah generasi terpilih yang memiliki kesempatan langka untuk menempuh pendidikan tinggi. Gunakan tiga sampai dengan empat tahun ke depan untuk membuktikan diri dan memanfaatkan kesempatan sebesar-besarnya,” tutur Menteri Brian, di kampus UPH.

Indonesia adalah negara besar dengan kekayaan alam yang melimpah, namun masih berjuang untuk menjadi negara maju. Saat ini, pendapatan per kapita Indonesia berada di kisaran 4.900 USD per tahun atau sekitar Rp77 juta per tahun (±Rp6,4 juta per bulan). Untuk mencapai status negara maju, angka tersebut perlu ditingkatkan hingga tiga kali lipat. Peningkatan tersebut hanya dapat dicapai dengan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, terdidik, dan memiliki daya juang tinggi.

“Kita membangun fondasi industri yang kuat dan berkelanjutan. Banyak negara yang terjebak di middle income trap dan sulit ‘naik kelas’ menjadi negara maju. Jika kita bisa meningkatkan pendapatan hingga tiga kali lipat, perekonomian akan lebih stabil,” jelas Menteri Brian.

Dalam kesempatan ini, Menteri Brian mendorong mahasiswa untuk memiliki ambisi yang besar, visi jangka menengah hingga jangka panjang, dan tekad pantang menyerah.

Mendiktisaintek menyebutkan tokoh-tokoh besar yang mewarnai sejarah, memiliki etos kerja tinggi dan selalu bangkit setiap kali menghadapi kegagalan. Selain itu, Menteri Brian mengingatkan pentingnya memanfaatkan lingkungan kampus sebagai wadah pembelajaran, kolaborasi, dan pembentukan karakter.

Menurutnya, dunia saat ini terbuka lebar bagi generasi muda untuk berinovasi dan menjadi pelopor perubahan, asalkan mereka berani bermimpi besar dan konsisten mengejarnya.
“Mahasiswa itu tidak hanya menyelesaikan studi, tetapi juga menjadi game changer di bidang masing-masing. Dengan semangat dan kompetensi yang tepat, kalian dapat berkontribusi membawa lebih dari 280 juta penduduk Indonesia, menuju kesejahteraan dan mewujudkan cita-cita menjadi negara maju,” tutup Menteri Brian.

Wamen Stella Christie Ajak Mahasiswa Manfaatkan Peluang Beasiswa

Sumedang-Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menjadi narasumber Talkshow ‘Rosi on Location’, yang merupakan rangkaian acara Kampus Kompas TV di Stadion Jati Padjadjaran, Senin (11/8).

Acara tersebut merupakan program Kompas TV bekerja sama dengan perguruan tinggi di tanah air yang ditujukan untuk meningkatkan sinergi antara industri media dengan dunia akademik.

Selain Wamen Stella, talkshow yang dipandu langsung oleh Rosianna Silalahi ini juga turut meghadirkan narasumber lain, yaitu Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad), Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia sekaligus Ketua IKA Unpad, Ferry Julianto, serta Founder Malaka, Ferry Irwandi.

Wamen Stella menanggapi pertanyaan terkait penambahan kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Mandiri. Wamendiktisaintek menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah penerima KIP Kuliah. Tahun ini, anggaran KIP Kuliah mencapai Rp14,983 triliun dengan kenaikan penerimaan jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) sebesar 15 persen dibanding tahun lalu.

“Kami ingin memastikan bantuan ini tepat sasaran dan kualitas penerima tetap terjaga,” tegas Wamen Stella.

Wamen Stella juga menambahkan bahwa Kemdiktisaintek juga memberikan keleluasaan kepada kampus untuk menentukan penerima KIP Kuliah berdasarkan prioritas kriteria yang sudah ditentukan.

“Yang bisa menentukan mahasiswa menerima KIP Kuliah adalah pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki, dan itu merupakan mandat bagi masing-masing universitas,” pungkas Wamen Stella.

Wamen Stella juga menyampaikan harapan kepada generasi muda agar dapat terus berusaha memacu diri serta mengembangkan potensi diri demi meraih kesuksesan. 

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berkomitmen untuk terus meningkatkan akses KIP Kuliah dan menjadikannya prioritas agar pendidikan tinggi dapat dijangkau oleh mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Dengan terus berupaya meningkatkan kuota penerima, pemerintah optimis program ini mampu membuka lebih banyak kesempatan sekaligus menjaga kualitas lulusan perguruan tinggi di Indonesia.

Aksi Papermob Ribuan Mahasiswa Baru Untidar Angkat Tema Kearifan Lokal Magelang

Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2025 ditutup dengan agenda paper mob dan Expo Unit Kegiatan Mahasiswa, Selasa (12/08) di Wilayah Kampus Sidotopo, Universitas Tidar.

Mengusung semangat kearifan lokal dan kebudayaan Magelang, paper mob yang melibatkan 3.480 mahasiswa dari total 4.138 mahasiswa baru yang diterima di Untidar Tahun 2025 ini berhasil membuat 14 formasi yang memukau.

“Dimulai dengan formasi hitungan mundur dari angka 3, identitas Untidar seperti Kampus Kewirausahaan dan Kebudayaan serta ikon khas Magelang seperti Pakuning Jawa, Pohon Tabebuya dan Borobudur,” jelas Penanggung Jawab Kegiatan PKKMB Untidar tahun 2025, Mashud Syahroni, S.Pd., M.Pd..

Menurut Syahroni, kegiatan PKKMB Untidar 2025 yang dimulai pada Senin, 4 Agustus 2025 sampai hari penutupan ini melibatkan 35 panitia dosen dan tendik serta pendukung teknis sebanyak 400 mahasiswa.

Koordinator Sie Acara PKKMB Riyandra Gemal Vasha menambahkan masing-masing formasi paper mob ditampilkan dalam durasi maksimal 3 menit. Persiapan dilakukan secara intensif selama 4 hari, dengan latihan koordinasi satu jam sebelum tampil.

“Kami ingin tetap mengangkat budaya Magelang sebagai identitas kampus. Tema tahun ini juga terinspirasi dari kebudayaan Yunani Kuno dengan kombinasi warna coklat, kuning, putih, dan merah yang mendominasi formasi paper mob,” jelasnya.

Salah satu mahasiswa baru, Silvira Fatimah Sari dari Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, mengungkapkan antusiasmenya terhadap kegiatan ini.

“Kesannya seru dan menyenangkan. Saya mendapatkan banyak teman baru dan pengalaman baru yang belum pernah saya dapatkan di sekolah sebelumnya,” ujar Silvira.

Ia pun berharap agar kegiatan PKKMB terus berkembang menjadi lebih baik di tahun-tahun mendatang.

Selain paper mob mahasiswa baru juga dapat mengunjungi stand Expo UKM di Untidar serta menikmati hiburan yang telah dipersiapkan oleh panitia. Dengan semangat kolaboratif dan kekayaan budaya lokal, PKKMB UNTIDAR 2025 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pengenalan kampus, tetapi juga menjadi momen berharga untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya daerah.

Penulis : Aghna

Editor : Humas Untidar

KSTI 2025: Perkuat Kerja Sama Riset Strategis dengan Perguruan Tinggi dan Industri

Bandung-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memfasilitasi penandatanganan serangkaian Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dalam salah satu agenda utama Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesa, Jumat (8/8).

Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek menandatangani beberapa PKS dalam rangka memperkuat ekosistem riset nasional. Kolaborasi yang dilakukan adalah riset dan pengembangan teknologi di berbagai bidang, yaitu bidang kesehatan bersama PT Oneject, bidang oseanografi bersama Pusat Hidro Oseanografi TNI AL, dan bidang pertanian bersama PT Elevasi Agri Indonesia.

Semangat kolaborasi juga ditunjukkan melalui penandatanganan PKS antara perguruan tinggi dengan mitra industrinya masing-masing, yang mencakup pilar tridarma perguruan tinggi. ITB dan PT Pertamina (Persero) serta ITS dan Iperindo memperkuat kemitraan dalam dalam hal pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. 

Sedangkan UI meresmikan dua kolaborasi yaitu penguatan dan komersialisasi purwarupa alat pengukur dan pengecor paduan aluminium dengan PT Inovasi Material Metalurgi dan pengembangan Vaksin Ne-Mun bersama PT Medika Satwa Laboratoris.  

Acara ini menjadi bukti nyata implementasi kolaborasi pentahelix, di mana pemerintah, akademisi, dan industri bersatu padu untuk menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berdampak luas bagi pembangunan bangsa Indonesia.

Kolaborasi ini juga diharapkan dapat menciptakan ekosistem inovasi yang produktif dan terintegrasi, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata, memperkuat daya saing industri nasional, serta menarik investasi berkelanjutan di sektor-sektor berbasis teknologi dan pengetahuan.

Lakukan Kunjungan Kolaboratif, UPA PKK Untidar Sambangi TWB Jalin Silaturahim dan Kerjasama

Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Universitas Tidar (UPA PKK Untidar) sambangi Lembaga Pengelolaan Taman Wisata Borobudur (TWB) pada Kamis (7/8).  Kunjungan tersebut dilakukan dengan tujuan menjalin silaturahim, sekaligus melanjutkan kerjasama di bidang pariwisata, magang, dan kewirausahaan untuk para mahasiswa Untidar.

Kunjungan yang dilaksanakan oleh Dra. Lucia Rita Indrawati, M.Si. beserta jajaran ini disambut baik oleh dua perwakilan dari Taman Wisata Borobudur, yakni Bapak Agus dan Bapak Arvi.

Lebih lanjut, kunjungan ini membahas seputar kolaborasi  antara Untidar dan TWB, seperti memperkuat kerjasama antar instansi pendidikan dan wisata, kerjasama antara universitas dan sektor pariwisata dalam peran penting pengembangan pendidikan di industri pariwisata, meningkatkan promosi, mengembangkan produk wisata yang beragam.

Tak hanya itu, pembahasan ini juga menyinggung terkait strategi peningkatan kualitas layanan dan fasilitas di destinasi wisata yang sebelumnya dinaungi oleh Taman Wisata Candi (TWC) yang kemudian beralih menjadi TWB.

Kunjungan ini juga mempertegas kelanjutan kerja sama antara UPA PKK Untidar dengan TWB yang sempat terputus beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, Dra. Lucia Indrawati, M.Si. menegaakan, dalam pelaksanaan kedepannya cukup 1 pintu. Beliau juga berharap, kunjungan ini dapat memperlancar kerjasama di berbagai sektor.

“Harapannya, dalam pelaksanaan nanti cukup 1 pintu saja ya, agar tidak terjadi miss informasi. Kita juga turut berharap, kunjungan ini nantinya bisa memperlancar kolaborasi dan kerjasama di berbagai sektor,” pungkasnya.

 

Reporter : Erwin, UPA PKK Untidar

Penulis : Yasmin Fadhilah Nur Anisa

Rektor : Masjid 17 Jadi Simbol Ketauhidan dan Nasionalisme di Kampus Untidar

Rektor Universitas Tidar Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., menyampaikan harapan besar terhadap pembangunan Masjid 17 sebagai pusat spiritual yang mencerminkan nilai keislaman dan nasionalisme di lingkungan kampus. Hal ini disampaikan dalam acara Peletakan Batu Pertama Masjid 17 yang digelar Kamis (07/08) di Kampus Sidotopo.

“Untuk semuanya, seluruh sivitas akademika, mangkeh saged lanjutaken kanthi istiqomah, membangun ketauhidan, akhlaqul karimah kita, agar bisa mewarnai ciri khas Untidar. Serta kita harus bisa terus merawat yang telah dimulai,” ujar Prof. Sugiyarto dalam sambutannya.

Menurutnya, pembangunan masjid ini tidak hanya menjadi proyek fisik, melainkan juga ruang simbolik untuk memperkuat karakter religius dan kebersamaan warga kampus. Nama Masjid 17 dipilih dengan makna filosofis yang dalam : angka 17 merepresentasikan hari kemerdekaan Indonesia, sekaligus jumlah rakaat salat wajib lima waktu.

“Maknanya, kita ingin membangun ruang spiritual yang juga mencerminkan jiwa nasionalis-religius, terutama bagi sivitas akademika Untidar,” lanjutnya.

Acara peletakan batu pertama diawali dengan kegiatan sema’an Al-Qur’an, tahlil, dan doa khotmil qur’an pada pagi hari. Dilanjutkan sore harinya dengan pembukaan resmi, sambutan Rektor, prosesi azan dari empat penjuru, iqamah, dan peletakan batu pertama. Prosesi azan dari empat arah menjadi simbol keterbukaan spiritual dari segala penjuru kampus.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan pemotongan tumpeng oleh dan doa bersama.

Hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh agama seperti Kiai Yahya, Kiai Nur Kholis, K.H. Arif Mafatichul Huda, Habib Fatah Zahir Al Attas, Gus Galih dan K.H. Mahfud Tamam, serta jajaran Pimpinan Untidar, Takmir Masjid serta perwakilan mahasiswa dari UKM Iqsan.

Masjid 17 dirancang memiliki tiga lantai, masing-masing dengan fungsi berbeda. Lantai satu menjadi ruang publik dan sosial, lantai dua difungsikan untuk ibadah, dan lantai tiga akan digunakan untuk ruang kuliah keagamaan dan mata kuliah Pancasila. Kawasan masjid juga akan dilengkapi fasilitas penunjang seperti area parkir, panggung terbuka, dan kafe sebagai ruang interaksi inklusif.

Ketua Tim Pembangunan Masjid 17, Prof. Dr. Ir. Gito Sugiyanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa pembangunan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai 1 Agustus 2025 dan ditargetkan selesai pada minggu ketiga Desember 2025. Tahap ini mencakup struktur utama, sebagian arsitektur, dan lahan parkir. Sementara tahap kedua akan berlangsung pada 2026 untuk proses penyelesaian akhir bangunan.

“Total anggaran sebesar Rp12,99 miliar, dengan pelaksana proyek PT Utama Sumber Mas dari Semarang dan PT Jiona Sejati dari Bandung,” jelas Prof. Gito.

Dengan pembangunan Masjid 17 ini, Untidar berharap hadirnya ruang ibadah yang tidak hanya menjadi pusat spiritual, tetapi juga ruang edukatif dan sosial yang inklusif bagi seluruh elemen kampus dan masyarakat sekitar.

Penulis : Aghna

Editor : Humas Untidar

4.270 Mahasiswa Baru Universitas Tidar Ikuti Placement Test Bahasa Inggris Sebagai Syarat MKU

 

Universitas Tidar (Untidar) menyelenggarakan Placement Test Bahasa Inggris bagi seluruh mahasiswa baru Tahun Akademik 2025/2026, sebagai tahapan awal dalam proses pembelajaran Mata Kuliah Umum (MKU) Bahasa Inggris pada semester gasal mendatang. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi akademik untuk memetakan kemampuan dasar Bahasa Inggris mahasiswa agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan terarah.

Pelaksanaan Placement Test berlangsung pada Rabu, 6 Agustus 2025, mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB, bertempat di Gedung dr. H. R. Suparsono, Kampus Tuguran. Tes ini dilaksanakan berdasarkan sesi terjadwal per fakultas.

Koordinator Pelaksana Placement Test, Muhammad Azril, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengelompokkan mahasiswa ke dalam tiga level kelas Bahasa Inggris: basic, intermediate, dan advance, berdasarkan hasil tes mereka.

Placement Test Bahasa Inggris ini menjadi pijakan awal bagi pengampu MKU dalam menentukan pendekatan dan materi pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan mahasiswa. Dengan sistem leveling ini, mahasiswa dapat belajar secara optimal sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” ungkap Azril.

Peserta Placement Test kali ini mencapai lebih dari 4.270 mahasiswa, yang terdiri dari mahasiswa baru serta beberapa mahasiswa tingkat lanjut dari Program Studi Matematika, Mekatronika, dan D4 RPM, yang belum menempuh MKU Bahasa Inggris pada semester sebelumnya.

Materi yang diujikan mencakup aspek structure, written expression, dan reading, dengan total 60 soal yang dikerjakan dalam waktu 45 menit. Dalam pelaksanaannya, Untidar berkolaborasi dengan Jogja English Training Center (JET Center) yang telah menjadi mitra strategis dalam peningkatan kompetensi Bahasa Inggris selama tiga tahun terakhir.

Azril menambahkan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan universitas.

“Bahasa Inggris merupakan kemampuan yang mutlak dikuasai oleh lulusan Untidar. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya penting, tetapi juga menjadi salah satu prioritas dalam upaya peningkatan mutu lulusan universitas,” pungkasnya.

Pelaksanaan tes yang dilakukan dalam satu hari ini dirancang secara efisien dengan mempertimbangkan padatnya jadwal kegiatan mahasiswa baru, termasuk rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

 

Penulis: Suryanti

 

Kunjungi UPA PKK UNTIDAR, Universitas Yarsi Lakukan Benchmarking Pelayanan UPA

Unit Penunjang Akademik, Pengembangan Karir, dan Kewirausahaan (UPA PKK) UNTIDAR mendapat kunjungan kerja dari Universitas Yarsi, pada Senin (5/8). Dalam kunjungan tersebut, PIC Kunjungan yarsi ditemui secara langsung oleh Kepala UPA PKK Untidar, Dra. Lucia Rita Indrawati, M.Si. Lebih lanjut, kunjungan tersebut bertujuan untuk membahas seputar inkubator bisnis dan kewirausahan Untidar yang dikelola oleh UPA PKK.


Dra. Lucia Rita Indrawati menyampaikan terkait adanya transformasi unit dari Unit Pelayananan Terpadu (UPT) ke UPA, terkhusus dari yang sebelumnya unit pedesana dan kewirausahan, menjadi karir dan kewirausahan karena adanya alih kelola pedesana oleh LPMPP. Beliau juga menambahkan, berkaitan dengan pengabdian dan penelitian, UPA PKK saat ini telah memiliki program penyedia dukungan dan sumber daya untuk membantu perusahaan rintisan (startup) dan usaha kecil menengah (UKM) berkembang. Program tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan kegiatan, serta  pendampingan dengan mendatangkan narasumber yang linear dengan era digital saat ini.

Beliau juga menegaskan, sebagai mahasiswa khususnya mahasiswa Untidar yang memiliki visi menjadi universitas unggul, inovatif, berbasis kewirausahan, dan kebudayaan, mahasiswa harus bisa berkarya guna mempercepat pertumbuhan bisnis, meningkatkan daya saing sehingga bisa mencapai kemandirian dengan memanfaatkan faslitas yang telah disediakan oleh UPA PKK.


“Universitas Tidar dengan Visinya menjadi Universitas Unggul, Inovatif berbasis kewirausahaan, Untidar telah menyediakan fasilitas melalui Inkubator bisnis. Layanan-layanan di dalamnya antara lain bimbingan, pelatihan, akses ke pembiayaan, ruang kerja, dan jaringan profesional. Hal tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa ya, khususnya untuk mempercepat pertumbuhan bisnis, meningkatkan daya saing , dan memperoleh kemandirian,” tegasnya.

Penulis : Yasmin Fadhilah Nur Anisa