Tim Dosen Untidar Tingkatkan Kapasitas Mitra Fita Farm Lewat Urban Farming

Tim Dosen Untidar Tingkatkan Kapasitas Mitra Fita Farm Lewat Urban Farming

Tim Dosen Untidar Tingkatkan Kapasitas Mitra Fita Farm Lewat Urban FarmingTim dosen dan mahasiswa Universitas Tidar yang dipimpin oleh Budi Hartono, S.E., M.Sc., berhasil menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra binaan Fita Farm. Kegiatan ini berlangsung di Rejowinangun Kota Magelang (19-20/07), dengan fokus utama pada pengembangan Urban Farming yang menggabungkan konsep Circular Economy dan Internet of Things (IoT), serta penguatan kapasitas usaha mikro melalui Integrated Farming dan Ekonomi Sirkular.

Hari pertama dilakukan penelitian dampak aktivitas urban farming yang telah dilaksanakan Fita Farm selama 2-3 tahun terakhir, khususnya dalam aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Sesi ini melibatkan sekitar 30 peserta, termasuk pemilik Fita Farm, Yuswinto, dan mitra binaannya. Budi Hartono menjelaskan, sesi ini berfokus pada analisis dampak yang lebih mendalam. “Kami ingin mengukur bagaimana urban farming memberi dampak nyata bagi kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar serta kontribusinya terhadap kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Selama sesi ini, para peserta juga mempelajari penerapan teknologi IoT dalam pertanian perkotaan. Ir. Johan Pamungkas, M.T., S.T., dosen Elektro yang turut berperan mengajarkan aspek teknologi dalam program ini menyebut IoT memungkinkan kita untuk memantau kondisi tanaman serta kebutuhan air dan nutrisi secara real-time. “Selain itu, teknologi ini juga mendukung pengelolaan sampah organik di Fita Farm, yang diolah menjadi pakan untuk ayam dan lele menggunakan maggot, sehingga mengurangi limbah dan meningkatkan hasil pertanian,” imbuhnya.

Hari kedua, fokus beralih pada peningkatan kapasitas para mitra binaan yang berstatus UMKM. Sesi ini memberikan wawasan tentang pengembangan model bisnis berbasis ekonomi sirkular dan peningkatan efisiensi usaha mikro. “Kami mendalami bagaimana Fita Farm bisa memperluas kapasitas usahanya dengan memanfaatkan teknologi dan prinsip-prinsip keberlanjutan,” lanjut Budi Hartono. Peserta juga terlibat dalam sesi perencanaan kelompok yang membahas pengembangan usaha mereka dalam lima tahun mendatang dengan pendekatan yang lebih terintegrasi dan ramah lingkungan.

Di tempat yang sama, Yenny, mahasiswi pendamping yang juga menjadi asisten dosen dalam program ini memberikan testimoni postif mengenai kegiatan ini. “Bergabung dalam kegiatan ini memberi kami wawasan langsung mengenai tantangan dan peluang dalam mengelola urban farming di lapangan. Kami juga belajar bagaimana mengelola sampah organik dengan maggot untuk mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan,” sebutnya. Para mahasiswa juga berperan aktif dalam membantu peserta merancang solusi untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka.

Diskusi lanjutan diadakan di TPS3R Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Sabtu (23/08). Diskusi ini mengundang berbagai pihak, termasuk pengelola TPS3R dan mitra Fita Farm, yang membahas strategi pengembangan urban farming serta penguatan UMKM di wilayah perkotaan. “Kami berharap masukan dari diskusi ini bisa menjadi dasar untuk kebijakan yang mendukung keberlanjutan dan pengembangan ekonomi sirkular,” ungkap Yuswinto.

Dengan program ini, Universitas Tidar berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan masyarakat, terutama mitra binaan Fita Farm, dalam mengembangkan potensi urban farming yang berkelanjutan. “Sinergi antara dunia akademik dan komunitas ini akan menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat perekonomian lokal,” tutup Budi Hartono.

Penulis: Budi Hartono

Editor: Danu Wiratmoko

Dari Kaltara untuk Indonesia: Sekolah Garuda Jadi Simbol Pemerataan dan Akses Pendidikan Berkualitas

Tanjung Selor–Pemerintah terus menaruh perhatian besar pada dunia pendidikan sebagai kunci memperkuat daya saing bangsa di era Revolusi Industri 4.0 dan tantangan global. Salah satu isu yang masih dihadapi adalah keterbatasan akses pendidikan di daerah perbatasan, baik dari sisi fasilitas, ketersediaan tenaga pendidik, maupun sarana pendukung belajar. 

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, jumlah penduduk usia 16–18 tahun (setara Sekolah Menengah Atas) yang berstatus belum pernah sekolah dan tidak sekolah lagi di Indonesia adalah sebanyak 3.433.154 anak. Kaltara, jumlahnya mencapai 21,11% dari total rentang usia 16–18 tahun. Selain itu, Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi (PT) di Kaltara berada pada angka 27,98, lebih rendah dari rata-rata nasional yakni di angka 32,00. Berkaca pada data yang ada, sangat perlu untuk mengembangkan dan meningkatkan akses pendidikan di Kaltara.

Untuk menjawab tantangan itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menyiapkan lokasi dan pembangunan Sekolah Garuda di Tanjung Selor, Rabu (17/9). 

Penyerahan sertifikat lahan sekolah yang lahan calon Sekolah Garuda di Tanjung Selor, Kaltara yang dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan menandai langkah konkret pemerintah dalam menghadirkan pendidikan unggul di wilayah perbatasan.

“Investasi tanah ini untuk Kaltara dan untuk bangsa. Kehadiran sekolah unggul di daerah perbatasan ini merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI),” kata Wamen Fauzan.

Presiden RI, Prabowo Subianto telah menetapkan target pendirian Sekolah Garuda baru dan Sekolah Garuda Transformasi sebanyak 100 sekolah hingga tahun 2029. Pernyataan Wamen Fauzan ini sejalan dengan apa yang dikatakan Asisten Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, Tri Santoso, dalam kesempatan yang sama.

“Arahan Pak Presiden, PHTC dan Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk dipercepat. Maka, salah satu komitmen kami adalah untuk mengawal Sekolah Garuda. Kita dan pemerintah daerah bersama-sama mendampingi proses teknis setelah ini,” ujar Deputi Tri.

Konsep Sekolah Garuda mencakup sekolah baru di wilayah perbatasan termasuk Kaltara, serta implementasi sistem dan kurikulum pada sekolah existing, dengan fasilitas lengkap dan kuota beasiswa agar pemerataan akses bisa tercapai. Program Sekolah Garuda diharapkan menjadi pemicu agar siswa, masyarakat, dan sekolah lain di daerah-daerah perbatasan akan turut terdorong kemajuannya.

“Kemdiktisaintek berkomitmen untuk menjamin perluasan dan peningkatan akses pendidikan prauniversitas yang berkualitas bagi anak bangsa demi kemajuan Indonesia,” tegas Wamen Fauzan.

Proses pembangunan Sekolah Garuda di Tanjung Selor akan segera dimulai pada Oktober 2025, dan diharapkan sekolah dapat beroperasi serta menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2026. Sinergi ini akan memastikan tersedianya pendidikan berkualitas dunia di perbatasan, sehingga Indonesia siap melahirkan generasi unggul yang berkarakter dan berdaya saing global yang siap memasuki perguruan tinggi top dunia.

Untidar dan SEGi University Malaysia Tandatangani Kerja Sama Internasional

Untidar dan SEGi University Malaysia Tandatangani Kerja Sama Internasional

Untidar dan SEGi University Malaysia Tandatangani Kerja Sama InternasionalUniversitas Tidar kembali memperluas jejaring internasionalnya dengan menjalin kerja sama strategis bersama SEGi University Malaysia. Penandatanganan kerjasama ini dilaksanakan pada Rabu, 10 September 2025, bertempat di Kampus SEGi University, Kota Damansara, Selangor, Malaysia.

Dalam acara tersebut, Untidar diwakili Rektor Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., yang hadir bersama Ketua Tim Kerja Bidang Kerja Sama, Laila Alfizanna, S.S., MDCC. Dari pihak tuan rumah, hadir Vice Chancellor SEGi University, Prof. ChM Dr. Teh Geok Bee FASc, didampingi Director of International Collaboration and Research, Prof. Dr. Tezara Cionita.

Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup joint research, joint publication, penyelenggaraan konferensi, serta program student mobility. Laila Alfizanna menambahkan bahwa Untidar juga menaruh minat untuk mengembangkan kolaborasi khusus antara Program Studi S1 Pariwisata Untidar dengan Department of Tourism SEGi University.

“Untidar memiliki Pusat Unggulan IPTEK Borobudur yang dapat menjadi wadah bagi mahasiswa SEGi untuk memperkaya pengalaman belajar,” ujarnya.

Menanggapi rencana tersebut, Prof. Tezara Cionita menyambut baik peluang kolaborasi lintas bidang. Ia menegaskan, SEGi University terbuka untuk memperluas kerja sama akademik sesuai dengan kebutuhan kedua institusi.

Sementara itu, Rektor Untidar, Prof. Sugiyarto, menekankan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas.

“Kerja sama internasional seperti ini akan berdampak positif terhadap kualitas tridarma perguruan tinggi, sekaligus mendorong peningkatan akreditasi program studi di Untidar,” tegasnya.

Melalui kolaborasi ini, Untidar dan SEGi University berharap dapat menciptakan sinergi yang produktif dalam pengembangan pendidikan, penelitian, serta pertukaran budaya, baik di kalangan dosen maupun mahasiswa.

Universitas Tidar Gelar Mujahadah bil Qur’an dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) menyelenggarakan Mujahadah bil Qur’an dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H pada Selasa Legi (16/9) di Masjid Mamba’ul Ulum, Kampus Tuguran. Acara berlangsung dari sore hingga malam hari dengan penuh khidmat dan diikuti oleh para dosen, tendik, mahasiswa, serta terbuka untuk masyarakat umum.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an oleh KH. Drs. Nurcholis, dilanjutkan shalat maghrib berjamaah, doa khotmil Qur’an, hingga shalat Isya berjamaah. Usai itu, jamaah mengikuti mujahadah bersama KH. Arif Miftachul Huda.

Memasuki acara inti, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., turut memberikan sambutan yang menekankan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia akademik dan sosial kemasyarakatan.

Estu kulo lan panjenengan sedaya dipun paringi enteng nderek’i punapa ingkang dados akhlak lan lampah kesaenanipun anggen kita srawung ing alam dunya punika, ingkang mahanani kabekjan, keslametan dunya lan akhirat. Mugi mugi waosan niki waget njalari anggen kita niat sinau wonten ing kampus Untidar estu pikantuk ilmu ingkang berkah lan manfaat dunya akhiratipun (Semoga kita semua diberi kemudahan mengikuti apa yang menjadi akhlak dan kebaikannya dalam kita berhubungan di dunia ini, menemukan kebahagiaan, keselamatan dunia akhirat. Semoga pengajian ini dapat menjadi langkah awal untuk berniat belajar di Untidar, benar-benar mendapat ilmu yang berkah dan bermanfaat dunia akhirat),” tutur Prof. Sugiyarto.

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Nabi SAW dan taushiyah hikmah Maulid yang disampaikan oleh Habib Ahmad Wildan Basyaiban. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya peringatan Maulid Nabi sebagai wujud rasa cinta dan syukur atas kelahiran Rasulullah SAW. Habib Wildan juga menyinggung aspek sejarah perjalanan Nabi, pentingnya menjaga syariat, serta tujuan syariat Islam yang mencakup perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.

Melalui kegiatan ini, Untidar berharap semangat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat semakin menumbuhkan akhlakul karimah, serta menjadi pengingat bagi seluruh civitas akademika untuk terus menjunjung nilai-nilai keislaman dalam kehidupan kampus maupun bermasyarakat.

 

Penulis : Aghna Nur Shabrina

Editor : Humas Untidar

Untidar Tanda Tangani Kerjasama dengan KBRI Kuala Lumpur, Siapkan Mahasiswa KKN Mengajar Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia

Universitas Tidar resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur pada Selasa (9/9/2025). Penandatanganan berlangsung di Nilai Spring Resort, Nilai, Malaysia, antara Rektor Untidar Prof. Sugiyarto dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Malaysia, Dato Indera Hermono.

Kesepakatan ini menegaskan komitmen Untidar untuk mengirim mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke Malaysia sebagai tenaga pengajar di sanggar-sanggar belajar binaan KBRI Kuala Lumpur. Sanggar belajar tersebut menjadi salah satu upaya penting KBRI dalam menjawab persoalan mendesak yang dihadapi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tidak memiliki dokumen resmi. Puluhan ribu anak PMI berstatus undocumented di Malaysia hingga kini tidak dapat mengakses pendidikan formal, sehingga keberadaan sanggar belajar menjadi “penyelamat” bagi masa depan mereka.

Dalam sambutannya, Dato Indera Hermono menekankan bahwa peran serta perguruan tinggi sangat diperlukan untuk memutus mata rantai persoalan ini. “Tidak adanya kesempatan pendidikan bagi anak-anak PMI undocumented akan menjadi bom waktu. Kebodohan struktural akan menghasilkan kemiskinan struktural,” tegasnya. Ia menambahkan, meskipun hidup dalam keterbatasan, banyak di antara anak-anak tersebut menunjukkan potensi luar biasa. “Beberapa anak bahkan telah menjuarai lomba internasional dan diterima di universitas kelas dunia. Namun potensi mereka bisa pupus jika tidak mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.

Acara penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri sekitar 100 pimpinan perguruan tinggi dari Indonesia serta puluhan pengelola sanggar belajar di Malaysia. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bukti kuatnya dukungan lintas lembaga terhadap upaya pemberdayaan pendidikan bagi anak-anak PMI.

Setelah prosesi penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan focus group discussion (FGD) yang menghadirkan beberapa panelis, di antaranya Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur Prof. Muhammad Firdaus dan Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Ibu Frinny Napasti. FGD membahas rencana teknis pelaksanaan program.

Rektor Untidar Prof. Sugiyarto menyatakan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan KBRI. “Universitas Tidar menyambut baik permintaan Dubes Hermono dan berkomitmen mengirimkan mahasiswa yang akan diperbantukan sebagai pengajar di sanggar belajar binaan KBRI. Ini adalah kesempatan berharga bagi mahasiswa kami untuk berkontribusi secara nyata bagi masyarakat Indonesia di luar negeri,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Prof. Sugiyarto juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas ke depan. Ia mengungkapkan rencana untuk mempelajari peluang membuka jalur afirmasi bagi anak-anak PMI yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Untidar.

Kesepakatan strategis ini diharapkan tidak hanya memberi dampak positif bagi ribuan anak PMI di Malaysia, tetapi juga menjadi contoh sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan perwakilan diplomatik Indonesia dalam mengatasi persoalan sosial yang kompleks. Program ini sekaligus memperkuat peran Untidar sebagai perguruan tinggi yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berperan aktif dalam isu kemanusiaan lintas negara.

Penulis: Laila

Tuan Rumah Perkasa, Universitas Tidar Angkat Trofi Bank Jateng Volleyball 2025

Universitas Tidar sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan menyabet gelar juara Bank Jateng Volleyball 2025. Turnamen voli antar Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kedu Raya yang digelar di Samapta Sport Center, Kota Magelang ini berlangsung pada 13–14 September 2025 dan menghadirkan persaingan meriah antar BEM se-Kedu Raya.

Perjalanan Universitas Tidar menuju tangga juara tidaklah mudah. Pada semifinal, 13 September 2025, tuan rumah tampil solid untuk menyingkirkan STAI Syubbanul Wathon Magelang dan memastikan langkah ke final. Sementara itu, Universitas Muhammadiyah Purworejo melaju ke partai puncak setelah menundukkan STIE Rajawali, sehingga mempertemukan dua tim kuat dalam duel penentuan juara.

Final yang digelar pada 14 September 2025 berlangsung penuh tensi. Didukung penuh oleh ratusan penonton, Universitas Tidar tampil agresif dan berhasil mengamankan set pertama. Universitas Muhammadiyah Purworejo sempat bangkit dengan merebut satu set, namun dominasi tuan rumah tetap tidak terbendung. Permainan cepat dan serangan tajam Universitas Tidar akhirnya menutup pertandingan dengan skor 3–1.

Kemenangan ini menjadi semakin istimewa karena diraih di hadapan publik sendiri. Salah satu pilar Universitas Tidar, Wahyu Tri Sayogi yang berposisi sebagai Open Spike, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tim.

“Pertandingan tadi benar-benar menegangkan. Lawan bermain bagus, tapi kami tidak mau menyerah begitu saja. Dukungan penonton di kandang sendiri memberi energi tambahan untuk bisa memenangkan pertandingan. Gelar juara ini kami persembahkan untuk Universitas Tidar dan seluruh suporter,” ungkap Wahyu usai laga final.

Pernyataan Wahyu tersebut mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi kunci keberhasilan Universitas Tidar. Dukungan suporter yang tak henti-hentinya menyemangati tim turut menjadi bahan bakar energi ekstra dalam mengamankan trofi juara.

Turnamen ini juga menghasilkan klasemen akhir yang menunjukkan ketatnya persaingan. STIE Rajawali mengamankan peringkat ketiga usai mengalahkan STAI Syubbanul Wathon Magelang yang harus puas di posisi keempat.

Turnamen Bank Jateng Volleyball 2025 menempatkan Universitas Tidar sebagai juara pertama sekaligus penerima hadiah utama sebesar Rp5.000.000. Di posisi kedua, Universitas Muhammadiyah Purworejo berhasil meraih gelar runner-up dengan hadiah Rp4.000.000. Sementara itu, STIE Rajawali mengamankan peringkat ketiga dan berhak atas hadiah Rp3.000.000. Adapun STAI Syubbanul Wathon Magelang harus puas menempati posisi keempat dengan membawa pulang hadiah Rp2.000.000.

Penyerahan trofi juara dilakukan langsung oleh Dr. Giri Atmoko, M.Si., Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Universitas Tidar kepada kapten tim Universitas Tidar pada 14 September 2025. Riuh tepuk tangan dan sorak gembira dari para pemain dan pendukung mewarnai momen bersejarah tersebut.

Melalui penyelenggaraan Bank Jateng Volleyball 2025, panitia berharap turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah sportivitas, mempererat persahabatan antar mahasiswa se-Kedu Raya, sekaligus melahirkan atlet-atlet muda potensial yang dapat berprestasi lebih tinggi di masa depan.


Penulis : Suryanti
Editor : Humas Untidar

Dokumentasi Bersama Peserta Bank Jateng Volleyball 2025

Sportivitas dan Semangat Olahraga, Untidar Resmi Buka Bank Jateng Volleyball 2025

Dokumentasi Bersama Peserta Bank Jateng Volleyball 2025
Magelang – Universitas Tidar (Untidar) memprakarsai kegiatan turnamen bola voli antar BEM Perguruan Tinggi se-Kedu Raya. Pembukaan event ini digelar pada Sabtu (13/9) di Gor Samapta Kota Magelang. Upacara pembukaan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untidar, Pimpinan Bank Jateng Koordinator Magelang, Ketua KONI kota Magelang, Ketua PBVSI kota Magelang, Kepala BAKK Untidar, dan segenap
official dari Perguruan Tinggi yang berlaga.

Turnamen ini diikuti oleh 13 tim dari Perguruan Tinggi se-Kedu Raya dan berlangsung selama dua hari, pada tanggal 13-14 September 2025. Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama antara Untidar dengan Bank Jateng Cabang Koordinator Magelang sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dengan mitra eksternal.

Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan sarana mempererat hubungan antar mahasiswa. “Untidar mempioniri kompetisi ini yang agendanya untuk mahasiswa, khususnya pengurus BEM. Tujuannya agar ada silaturahmi yang lebih kuat antar mahasiswa PT se-Kedu Raya, menyalurkan energi di lapangan, berprestasi, serta menjunjung sportivitas.” Jelasnya.

Dukungan juga disampaikan oleh pemimpin Bank Jateng Cabang Koordinator Magelang, Tri Nugroho, yang menilai kegiatan ini sebagai bentuk sinergi positif. “Kami dari Bank Jateng memberikan support karena Bank Jateng sudah bekerjasama secara institusi, sudah cukup lama sehingga apapun yang menjadi kegiatan Untidar, nanti sebagai pionir barangkali perguruan tinggi se wilayah Kedu Raya ini bisa membangun sinergi positif perguruan tinggi yang lain,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Bagus Priyanto, merasa senang dan mengungkapkan rasa terima kasih serta apresiasi kepada Untidar sebagai tuan rumah. “Senang sekali, terutama saya berterima kasih kepada Universitas Tidar karena menyelenggarakan turnamen bola voli, sehingga kami bisa ikut berpartisipasi, karena biasanya voli sudah jarang di jaman sekarang.” Pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Tidar berharap Bank Jateng Volleyball 2025 dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menumbuhkan semangat sportivitas, tetapi juga memperkuat jejaring antar mahasiswa dan perguruan tinggi se-Kedu Raya, sekaligus membangun citra positif generasi muda yang kompetitif dan berdaya saing.

Penulis: Aghna

Editor: Humas Untidar

Amanat dan Komitmen Bersama untuk Perkuat Layanan Pendidikan Tinggi

Jakarta–Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Togar Mangihut Simatupang menegaskan pentingnya amanat dan komitmen bersama sebagai panduan kerja seluruh jajaran. Hal ini disampaikannya dalam Penyampaian Amanat dan Komitmen Bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) serta Kegiatan Hasil Karya dan Karsa, Senin (8/9). Sesjen Togar menyampaikan delapan poin amanat dan komitmen bersama yang telah ditegaskan oleh Mendiktisaintek, Brian Yuliarto, yaitu:

  1. Menjunjung etika di atas hukum.

Setiap kebijakan dan tindakan tidak hanya taat aturan, tetapi juga memenuhi standar etika dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Diktisaintek.

  1. Menggunakan kewenangan secara amanah.

Jabatan bukan kekuasaan absolut. Setiap keputusan bebas dari konflik kepentingan dan berpihak pada kepentingan rakyat serta ekosistem Diktisaintek.

  1. Mewujudkan pelayanan paripurna.

Pelayanan prima menjadi budaya kerja bersama, dengan standar waktu yang jelas, transparan, dan konsisten dalam perbaikan berkelanjutan.

  1. Menegakkan transparansi dan akuntabilitas.

Tata kelola diperkuat melalui audit legal dan sosial, memastikan regulasi berpihak pada pelayanan serta hasilnya dirasakan nyata oleh masyarakat.

  1. Mengelola bantuan dan grant secara bersih.

Setiap bantuan sosial pendidikan dan hibah dikelola dengan proses bisnis yang patuh regulasi, adaptif terhadap pembaruan, dan bebas penyimpangan.

  1. Menggunakan anggaran secara tepat dan bermanfaat.

Anggaran dipakai secara akuntabel, transparan, dan berorientasi hasil. Semua kegiatan harus berdampak nyata bagi masyarakat akademik, bukan rutinitas seremonial.

  1. Mempercepat penyerapan anggaran.

Penyerapan anggaran diarahkan untuk meningkatkan pelayanan dan mendukung program prioritas seperti BMN, KIP-K, grant penelitian, hingga Sekolah Garuda.

  1. Menindaklanjuti hasil pemeriksaan dengan tuntas.

Setiap rekomendasi BPK diselesaikan cepat, tepat, dan terukur untuk memastikan tata kelola yang lebih baik setiap tahunnya. Bangun Semangat Pengabdian Sesjen Togar menekankan bahwa komitmen tersebut harus menjadi pedoman bersama dalam berkinerja. Prinsip kerja berlandaskan transparansi, akuntabilitas, dan amanah merupakan prioritas, sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi dan dalam menjalankan tugas sebagai pengabdi masyarakat. “Kinerja yang kita lakukan harus berdampak nyata, bukan hanya angka di laporan. Semangat pengabdian ini harus memiliki memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkap Sesjen Togar. Di luar delapan poin tersebut, Sesjen Togar juga mendorong praktik baik yang perlu dijalankan oleh seluruh pegawai, antara lain akuntabilitas dan tanggung jawab sebagai payung dari berkomunikasi, kompetensi, komitmen dan kontribusi, instruksi dan inisiatif, intervensi, serta menghindari benturan kepentingan. Penasihat Khusus Mendiktisaintek, Marsetio turut hadir dan mengingatkan bahwa peran pendidikan tinggi kini menjadi sorotan publik. Hal ini semakin menjadi pendorong bagi para pegawai Kemdiktisaintek untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara. “Kita harus siap bekerja dengan baik dan terus meningkatkan kompetensi agar perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi optimal bagi bangsa,” ujar Marsetio. Sebagai penutup, Sesjen menyerahkan buku “Inovasi Visioner” serta “Diktisaintek Berdampak” kepada perwakilan unit kerja sebagai hasil karya dan karsa para pegawai Kemdiktisaintek. Kedua buku tersebut menjadi simbol kerja keras jajaran Kemdiktisaintek dalam berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Pengadaan Barang dan Jasa, dan seluruh Pejabat Administrator dan Pengawas di lingkungan Kemdiktisaintek.

Perguruan Tinggi sebagai Problem Solver

Bandung-Indonesia tengah bersiap menyongsong satu abad kemerdekaan pada tahun 2045. Di tengah momentum ini, pendidikan tinggi dituntut untuk tidak berhenti sebagai ruang reproduksi pengetahuan, melainkan sebagai motor transformasi bangsa. 

Indonesia memiliki lebih dari 4.300 perguruan tinggi. Namun, masih terdapat tantangan ketimpangan kualitas dan relevansinya. Tahun 2024, Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi (PT) baru mencapai 32,00%, sementara APK PT Singapura sudah di atas 90%. Di samping itu, terdapat 1,01 juta sarjana menganggur. Padahal, Sumber Daya Alam Indonesia menjadi salah satu yang besar di dunia. Inilah yang disebut oleh Presiden Prabowo sebagai Paradoks Indonesia. 

Untuk menghadapi hal ini, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan merumuskan sejumlah strategi untuk memperkuat peran kampus dalam membawa perubahan baik bagi bangsa. Hal ini disampaikan dalam orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-68 Universitas Padjadjaran di Bandung, Kamis (11/9).

Keempat strategi tersebut antara lain:

1. Penguatan tata kelola, kepemimpinan, dan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. 2. Transformasi akademik dan digitalisasi kurikulum. 3. Pembangunan ekosistem inovasi, riset, dan keberlanjutan. 4. Kolaborasi pentahelix antara akademisi, pemerintah, industri, masyarakat, dan media.

Upaya ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk memperluas akses pendidikan tinggi, memperbaiki kualitas dosen, serta mendorong riset yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak boleh berhenti sebagai ruang reproduksi pengetahuan. Sebagai Kampus Berdampak, universitas harus hadir sebagai problem solver, penjawab keresahan masyarakat, dan penggerak transformasi bangsa. Produk riset jangan hanya berhenti di prototipe, tetapi harus dihilirisasi kepada masyarakat,” tegas Wamen Fauzan. 

Senada, Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto melalui visi Asta Cita menekankan pembangunan manusia unggul dan penguasaan ilmu pengetahuan sebagai pilar kemandirian bangsa. Pendidikan tinggi menjadi instrumen utama dalam mencetak SDM produktif, inovatif, dan berdaya saing global.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto kerap menegaskan arah kebijakan Kemdiktisaintek, yakni Diktisaintek Berdampak, bertujuan menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif terhadap disrupsi, serta mampu memberi solusi nyata bagi masyarakat.

Di akhir, Wamen Fauzan mempertegas kolaborasi antarlembaga untuk mewujudkan perguruan tinggi sebagai lokomotif bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Mari wujudkan tata kelola yang mendorong deelitisasi dan mengutamakan kebermanfaatan. Perguruan tinggi, industri, media, dan masyarakat bahu-membahu memperluas akses,  menumbuhkan mutu, memperkuat relevansi, dan memberi dampak,,” pungkas Wamen Fauzan.

Jadwal Pembagian Buku Tabungan dan ATM Mahasiswa Baru KIPK SNBP dan SNBT Tahun 2025

Informasi lebih lanjut, bisa Klik Disini