Untidar Sukses Selenggarakan Grand Final National Tidar Debating Competition (NTDC) Tahun 2025.

Universitas Tidar menyelenggarakan Grand Final National Tidar Debating Competition (NTDC) 2025, Selasa (11/3).

NTDC merupakan sebuah ajang debat tingkat nasional yang menghadirkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia diantaranya Universitas Ciputra, Universitas Pendidikan Indonesia, UIN Sunan Kalijaga, Universitas Kristen Petra, Universitas Presiden, serta Universitas Tidar.

Kompetisi yang berlangsung di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr.H.R. Suparsono ini mengusung tema “Supersemar dan Tantangan Demokrasi di Era Digital” yang membahas relevansi sejarah dalam dinamika demokrasi di masa kini.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. menegaskan komitmen Untidar dalam mendukung kegiatan akademik berbasis kompetisi.

“Ini adalah kompetisi debat tingkat nasional pertama yang diselenggarakan di Untidar. Kami berharap acara ini dapat menjadi agenda rutin dan terus berkembang. Untidar juga akan meningkatkan kualitas kelompok debat mahasiswa dan menyelenggarakan berbagai kompetisi lainnya, khususnya di bidang kebudayaan dan kewirausahaan tingkat nasional sebagai perwujudan dari visi misi kampus ini,” ujar Prof. Parmin.

Hasil akhir dari kompetisi NTDC kategori debat bahasa Inggris, Juara 1 dan Juara 2 oleh Tim Perdaddy dan Tim Rica-Rica dari Universitas Presiden, Juara 3 diraih oleh Tim UKP Steffi Audie dari Universitas Kristen Petra, dan Juara 4 oleh Tim Clovers dari Untidar.

Selanjutnya, kategori debat bahasa Indonesia diraih oleh Juara 1 oleh Tim Mau Main dari Universitas Ciputra, Juara 2 oleh Tim Kaldecocak dari UIN Yogyakarta, Juara 3 oleh Tim Rawrawr dari Universitas Pendidikan Indonesia, dan Juara 4 oleh Tim #Sukinanda dari Untidar.

Dengan semangat kompetitif dan intelektual yang tinggi, Grand Final NTDC 2025 diharapkan tidak hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga melahirkan generasi muda yang kritis, berintegritas, dan mampu berkontribusi dalam membangun demokrasi di era digital.

Penulis: Ruth Erica Margaret

Editor: Dewi Puji Lestari

 

 

Untidar Bersama Polres Magelang Kota Perkuat Sinergi dalam Pendidikan dan Mitigasi Sosial

Universitas Tidar menerima kunjungan dari Kapolres Magelang Kota di Ruang Rapat Rektorat, Rabu (5/3) sore. Kunjungan ini merupakan agenda silaturahmi kedua antara Polres Magelang Kota dan Untidar dengan tujuan untuk memperkuat sinergi dalam berbagai aspek, terutama pendidikan dan mitigasi sosial.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Anita Indah Setyaningrum, S.I.K., M.H, menyampaikan harapannya agar kedepan Polres dan Untidar bisa berkolaborasi dalam kegiatan mahasiswa yang bermanfaat.

“Kami mendukung sepenuhnya Untidar dalam menciptakan berbagai kegiatan positif mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Harapannya mahasiswa dapat menyalurkan segala aspirasi dengan cara positif dan lebih produktif,” ungkapnya.

Kapolres Kota Magelang beserta Tim dan Jajaran pimpinan Universitas Tidar saat kegiatan diskusi.

Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., mengungkapkan terima kasih atas kunjungan Tim Kapolres Magelang ke Untidar.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Polres Magelang ke Untidar. Harapan kami kedepannya Kapolres terus membersamai Untidar dan adanya silaturahmi ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih baik antara Polres dan Untidar dalam pengembangan pendidikan,” ujar Rektor.

Pertumbuhan Untidar yang signifikan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, termasuk Polres untuk mendukung lingkungan akademik yang kondusif dan progresif.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni menekankan pentingnya mitigasi sosial yang melibatkan berbagai perguruan tinggi terutama di wilayah Kedu Raya.

“Mitigasi harus dilakukan secara sinergis. Untidar bersama Polres Magelang Kota dapat menjadi inisiator forum yang melibatkan perguruan tinggi se-Kedu Raya untuk membahas strategi mitigasi yang lebih terstruktur,” tuturnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni dan Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama menanggapi diskusi terkait mitigasi perguruan tinggi se-Kedu Raya.

Sebagai langkah konkret, Untidar bersama Polres Magelang Kota berencana untuk menginisiasi forum bersama dengan perguruan tinggi se-Kedu Raya dengan tujuan memperkuat kerja sama dalam berbagai aspek termasuk mitigasi sosial, keamanan kampus, serta pengembangan kegiatan akademik dan non-akademik yang mendukung pertumbuhan mahasiswa.

Adanya silaturahmi ini menjadi bukti nyata sinergi antara instansi pendidikan dan kepolisian dapat menciptakan lingkungan yang baik bagi mahasiswa maupun masyarakat.

Foto Bersama Tim Polres Kota Magelang dan Pimpinan Untidar.

 

Penulis: Dewi Puji Lestari

Editor : Humas Untidar

Menuju Prestasi Nasional, Untidar Adakan Seleksi Internal Olimpiade Nasional Matematika dan IPA Tingkat Perguruan Tinggi Tahun 2025

Universitas Tidar melaksanakan Seleksi Internal Olimpiade Nasional Matematika dan IPA (ONMIPA-PT) Tingkat Perguruan Tinggi Tahun 2025 pada Rabu (26/2) di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H.R. Suparsono. Sejumlah 60 mahasiswa mengikuti seleksi ini sebagai bagian dari upaya Untidar dalam menjaring perwakilan terbaik yang akan berkompetisi dalam berbagai bidang sains. Bidang-bidang yang diujikan dalam seleksi olimpiade nasional ini mencakup bidang Biologi, Fisika, dan Kimia serta Matematika dan dilaksanakan selama kurang lebih 120 secata luring dengan metode pengerjaan soal di kertas sesuai dengan bidang keahlian masing-masing mahasiswa. Dari hasil seleksi ini akan menghasilkan 5 mahasiswa terbaik di tingkat Universitas dari masing-masing bidang yang diujikan.

Dalam sambutannya, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAKK) Universitas Tidar, Drs. Giri Atmoko, M.Si., mengapresiasi partisipasi mahasiswa dalam seleksi yang dilaksanakan pada hari ini. “Selamat kepada mahasiswa yang telah menjadi utusan dalam seleksi nasional ini. Kegiatan ini diharapkan dapat memunculkan bibit-bibit yang dapat mewakili di tingkat wilayah maupun nasional dari perwakilan Universitas Tidar melalui penguatan materi dan mental kepada mahasiswa yang terpilih nantinya,” ujarnya.

Kegiatan seleksi ini juga menjadi bagian dari strategi Untidar dalam meningkatkan prestasi akademik mahasiswa dan memperkuat kegiatan di bidang kemahasiswaan. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan mahasiswa Universitas Tidar semakin siap bersaing dan meraih prestasi di tingkat nasional.

Salah satu peserta seleksi olimpiade nasional, Dini Indriani, yang berasal dari Fakultas Pertanian, tepatnya dari program studi Agroteknologi menyampaikan perasaan bahagia dan leganya pasca pelaksanaan tes hari ini. Dini berharap dengan adanya program seleksi ini dapat menjadi wadah bagi dirinya dalam mengembangkan ilmu kompetensi yang berkaitan ilmu-ilmu Biologi, sebagai bidang yang diujikan pada tes hari ini.

“Harapan saya, saya dapat berpartisipasi sebagai salah satu mahasiswa yang berkompetisi dalam Olimpiade Nasional IPA dan Matematika di tingkat wilayah maupun nasional,” ujarnya pasca kegiatan seleksi hari ini.

Seleksi ini diharapkan dapat menghasilkan mahasiswa unggulan yang nantinya akan mewakili Universitas Tidar dalam Olimpiade Matematika dan IPA di tingkat wilayah dan berkesempatan berkompetisi hingga di tingkat nasional.


Penulis : Ruth Erica Margaret
Editor : Humas Untidar

Sinergi Tingkatkan Pendidikan Pariwisata, Prodi Pariwisata Untidar Adakan Seminar dan Talkshow Hildiktipari DPW V

Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Tidar menggelar kegiatan Seminar dan Talkshow Hildiktipari DPW V Kick Off 2025 di Gedung Kuliah Umum Dr.H.R. Suparsono, Selasa (25/2), yang diikuti sekitar 250 peserta terdiri anggota Hildiktipari DPW V, dosen, dan mahasiswa Prodi Pariwisata Untidar.

Kegiatan seminar dan talkshow dengan tema “Peran dan Peluang: Kekuatan Pendidikan Pariwisata di Yogyakarta dan Jawa Tengah” ini diinisiasi oleh Prodi Pariwisata Untidar dengan menghadirkan Dr. Ani Wijayanti, M.M., M.Par., CHE dari Universitas Bina Sarana Indonesia, Prof. Dr. Hasan Abdul Rozak, S.H, CN, M.M. dari STIE Totalwin Semarang, Setiawan Priatmoko, MM., PhD dari STIE Pariwisata API Yogyakarta, dan Kenyo K. Kurniasari, S.S., M.I.T.M., CHE dari UNTIDAR sebagai narasumber. 

Dr. Ani Wijayanti, M.M., M.Mpar., CHE menjelaskan bagaimana sinergitas pendidikan dan pariwisata dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM). “Sinergitas pariwisata dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dapat diwujudkan dengan kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah. Hal ini dapat menjadi strategi untuk berinovasi menciptakan sebuah pariwisata yang berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya pada sesi penyampaian materi.

Dalam kesempatan ini, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Axel Giovanni, S.E., M.M., menyampaikan dengan adanya kegiatan ini jalinan relasi untuk mempererat kerja sama Hildiktipari. “Meningkatnya industri pariwisata pasca pandemi terutama di wilayah Jateng dan DIY membuktikan bahwa dengan adanya kegiatan ini menjadikan sarana dan strategi dalam meningkatkan pariwisata melalui kolaborasi akademisi dengan industri,” ungkap Axel dalam sambutannya.

Ketua Hildiktipari DPW V Susilo Budi Winarno, S.H., M.H., menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Untidar atas terselenggaranya kegiatan ini. “Perkembangan pariwisata yang pesat memberikan dorongan untuk mengembangkan pariwisata secara adaptif dan inovatif agar tetap kompetitif di nasional maupun internasional, karena itu dibutuhkan kolaborasi antara akademisi, industri, dan pariwisata untuk mengupayakan pariwisata yang berkelanjutan dan melahirkan inovasi SDM unggul di Indonesia,” ujarnya.

Harapannya dengan adanya keterlibatan perguruan tinggi dalam dunia pariwisata menjadi peluang kebangkitan pariwisata Indonesia yang unik, berkualitas, inovatif, dan terciptanya tenaga kerja yang kompeten.

 

Penulis : Dewi Puji Lestari

Pendaftaran SNBP 2025 Ditutup, 8443 Pendaftar Siap Bersaing Masuk ke Untidar

 

Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025 mengumumkan pendaftaran Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) telah resmi ditutup pada Selasa, 18 Februari 2025 pukul 15.00 Wib.

“Dari 776.515 siswa yang telah melakukan finalisasi pendaftaran, sebanyak 8.443 pendaftar tercatat mendaftar SNBP di Universitas Tidar. Jumlah ini naik 404 pendaftar atau 4,8 % dibandingkan tahun lalu yaitu 8.039 pendaftar,” tutur Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Ir. Suyitno, S.T., M.Sc., IPM., saat ditemui Kamis (20/02).

Peningkatan jumlah ini diharapkan sebanding dengan peningkatan peminat untuk berkuliah di Untidar dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Untidar menyediakan kesempatan atau daya tampung jalur SNBP sebanyak 1.027 calon mahasiswa. Jumlah ini terbagi dalam 24 program Sarjana (S1) yaitu, 2 program Diploma Tiga (D3) dan 2 program Sarjana Terapan (D4).

Sebagaimana tahun 2024, siswa dapat memilih 1 atau 2 prodi pada SNBP tahun 2025 ini. Ketentuan pemilihan prodi yaitu jika memilih satu program studi, siswa dapat memilih PTN yang berada di provinsi mana pun. Atau jika memilih dua program studi, salah satu program studi harus berada di PTN pada provinsi yang sama dengan SMA/MA/SMK asalnya.

Jumlah pendaftar SNBP di Untidar untuk pilihan 1 sebanyak 3.979 pendaftar dan untuk pilihan ke 6.752 pendaftar.

Pada tahapan SNBP berikutnya, Panitia SNPMB 2025 akan memberikan data berdasarkan pilihan prodi ke masing-masing PTN, untuk kemudian dilakukan seleksi oleh PTN berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Selanjutnya, hasil SNBP akan diumumkan pada 18 Maret 2025.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

 

Sekretaris Eksekutif SNPMB 2025 Ingatkan Sekolah Tertib Isi E-Raport.

Universitas Tidar menggelar kegiatan sosialisasi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Selasa (11/2) di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr.H.R Suparsono.

Kegiatan ini bertujuan menjembatani guru SMA/SMK/MA-sederajat di wilayah Kedu untuk mendapatkan penjelasan langsung terkait Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berbasis Tulis (SNBT) dengan Bekti Cahyo Hidayanto, S.Si., M.Kom.i, Sekretaris Eksekutif SNPMB 2025.

Menyoroti kasus viral beberapa SMA yang belum menyelesaikan pengisian PDSS, Pak Bekti menghimbau para Guru untuk tertib mengisi E-Raport.

”Jika pengisian e-raport siswa dilakukan rutin sejak awal masa sekolah. Akan memudahkan dalam pendaftaran sekolah atau pengisian PDSS pada masa pendaftaran SNBP,” jelasnya.

Jika semua sekolah sudah menerapkan e-raport dengan baik maka kedepannya tidak akan menutup kemungkinan dalam pendaftaran SNBP tidak perlu lagi repot-repot dalam mengisi PDSS.

“Pentingnya melakukan tes buta warna sejak awal. Kesadaran masing-masing pribadi untuk melakukan tes ini untuk menghindari pemindahan program studi setelah diterima, yang dapat menghambat proses pendidikan mereka,” tambahnya.

Selain SNBP, Pak Bekti juga menyarankan untuk memilih lokasi UTBK yang terdekat dekan domisili. Jadi untuk wilayah Kedu bisa melakukan ujian di Panlok Untidar tidak perlu ke Jogja atau Semarang yang lebih jauh jaraknya menimbang tidak ada penambahan atau pengurangan nilai berdasarkan lokasi ujian.

Guru-guru yang hadir pada kesempatan ini mendapat penjelasan tentang jalur seleksi SNPMB mulai dari tahapan pendaftaran dan program studi yang dapat dipilih di Untidar.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM., dalam sambutannya mengungkapkan visi Untidar ke depan yang mengedepankan kualitas pembelajaran. Beliau juga menyampaikan bahwa selain gedung yang baru di Tuguran dan Sidotopo, terdapat pula pusat  pengembangan Untidar di masa depan akan lebih difokuskan di Sidotopo.

“Namun, tidak hanya gedung yang menjadi perhatian dalam pembangunan, tetapi juga kualitas pembelajaran dan pengajaran yang terus ditingkatkan,” ujar Prof. Suyitno.

Beliau juga berpesan kepada para guru se-Kedu Raya untuk memanfaatkan adanya agenda sosialisasi ini dengan baik untuk dapat memberikan informasi yang tepat kepada siswa mengenai peluang melanjutkan studi, khususnya di Untidar.

“Kami berharap agar banyak siswa SMA/SMK sederajat yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dan banyak di antaranya memilih Untidar sebagai tempat untuk mengembangkan diri,” lanjutnya.

Selain materi terkait SNBP dan SNBT, peserta kegiatan yaitu 250 guru yang berasal dari Kabupaten Magelang, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, dan Temanggung, serta Kota Magelang terdiri dari Guru BK, Waka Kesiswaan dan operator PDSS sekolah. Peserta kegiatan juga mendapatkan penyampaian materi tentang Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di Untidar.

Kepala Bagian Akademik, Wahyu Andriyanto. S.A.P menjelaskan detail mulai dari sejarah singkat Untidar, program studi, jalur seleksi serta biaya kuliah.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen Untidar untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan meningkatkan pemahaman mengenai jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru. Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru yang berada di kawasan se-Kedu Raya dapat lebih efektif membimbing siswa-siswanya dalam memilih jalur pendidikan yang sesuai dengan minat dan potensi mereka.

Penulis : Ruth Erica Margaret dan Dewi Puji Lestari

Editor : Humas Untidar

 

 

 

 

Untidar Sospro PMB 2025 di Depan 300 Guru BK SMK Provinsi Jawa Tengah

Sebanyak 300an Guru Bimbingan Karier Provinsi Jawa Tengah mendapatkan materi seputar kehumasan dan Penerimaan Mahasiswa Baru 2025 Universitas Tidar di Kota Tegal (7/02/2024). Acara yang dikemas dalam Counceling Camp ini selain dihadiri MGBK SMK Se-Jawa Tengah juga dihadiri oleh Kepala BAKK Untidar, Giri Atmoko, dan Ketua MKKS Kota Tegal, Mas Rudiyanto.

Dalam sambutannya, Giri Atmoko menyampaikan bahwa Untidar semakin berupaya meningkatkan kualitas lulusannya. “Seperti contohnya, di minggu ini kami melakukan placement test untuk mahasiswa baru untuk Mata Kuliah Umum Bahasa Inggris. Hasil placement test ini untuk mengelompokkan para mahasiswa sesuai kemampuannya. Dengan begitu, materi yang diajarkan akan berbeda tiap kelompok, yang ujungnya akan mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi besar lainnya. Terutama dalam iklim kompetisi tingkat dunia.” Jelasnya.

Sebagai pemateri pertama, Ketua Tim Kerja Bidang Kehumasan Untidar, Danu Wiratmoko, memaparkan betapa pentingnya peran ganda guru BK sebagai Humas di masing-masing sekolahnya. “Guru BK juga harus mampu mengangkat citra dan reputasi sekolahnya di mata publik. Maka ia dituntut meningkatkan kualitas dan merubah mindsetnya. Sebab tantangan masa kini, permasalahan siswa jauh lebih kompleks.” Tambahnya.

Guru BK di masa lalu lebih banyak dikenal sebagai polisi sekolah yang kerjanya hanya menghukum secara reaktif kenakalan siswa. Siswa akan tidak bisa berkembang sebab tidak diikuti dengan pendampingan melekat. “Guru BK masa kini harus mengedepankan counseling. Harus menjadi professional Counselor, mendampingi siswanya untuk dapat meraih karier terbaiknya di masa depan.” Imbuhnya.

Pemateri kedua, staf humas Untidar, Ginanjar Pramuditya, menjelaskan profil Untidar dan berbagai jalur yang bisa ditempuh oleh para siswa dalam mengikuti Penerimaan Mahasiswa Baru tahun 2025. “Menilik beberapa kasus sekolah yang gagal finalisasi PDSS tahun ini, saya mohon sekali agar guru BK dapat ikut mengawal dan memperhatikan betul-betul jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia pusat.”

Ditambahkannya, tahun ini Untidar membuka kuota sebanyak 4.190 kursi mahasiswa baru yang terbagi untuk 29 prodi jenjang strata 1, Diploma 4, dan diploma 3.

Ketua Panitia yang juga Ketua MGBK Kota Tegal, Rahadian, menyampaikan apresiasinya kepada Untidar yang telah banyak memberi kontribusi dalam acara ini. “Selain menambah wawasan PMB bagi siswa, Guru BK yang hadir juga mendapatkan ilmu baru mengenai dunia kehumasan dan dunia konseling terkini. Semoga kolaborasi ini dapat dipertahankan di masa mendatang.” Pungkasnya.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Foto bersama Rektor beserta Ketua dan Pembina BEM KM, DPM KM dan UKM Kewirausahaan Untidar Periode 2025. Foto : Irfan Magang Humas.

Pelantikan Ormawa Untidar 2025 : Harus Berdampak Positif Bagi Sivitas Akademika

Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., melantik pengurus dan pembina Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Tidar Tahun 2025 di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H.R. Suparsono, Jumat (7/2).

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus dan pembina Ormawa serta UKM Untidar yang baru saja dilantik. Harapannya, pelantikan ini dapat membawa kemajuan bagi organisasi dan memberikan dampak positif bagi seluruh civitas akademika Untidar,” ujar Prof. Sugiyarto.

Lebih lanjut, Rektor menekankan pentingnya meningkatkan prestasi bagi mahasiswa aktif maupun alumni Untidar.

“Prestasi bukan hanya soal nilai akademik, melainkan  juga kemampuan berorganisasi dan berinovasi yang dapat memajukan Untidar di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.

Dalam sambutannya Rektor juga berpesan bahwa integritas merupakan nilai yang harus dijunjung tinggi dalam setiap organisasi. Integritas adalah kunci untuk menjaga kepercayaan, baik dalam ranah internal maupun eksternal organisasi. Tanpa integritas, sebuah organisasi tidak akan bisa berkembang dengan baik. Selain itu, pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam menjalankan setiap kegiatan organisasi mahasiswa.

Penandatangan dokumen pelantikan oleh Achmad Rizky Airlangga, Ketua BEM KM Untidar di hadapan Rektor dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Foto : Pramuja Magang Humas.

“Saya ingin agar seluruh pengurus Ormawa dan UKM dapat bekerja sama dan berinovasi, terutama dalam menciptakan program-program yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat luas,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini, Rektor juga menyampaikan adanya inisiasi baru di Untidar yang mengedepankan aspek kewirausahaan dan kebudayaan sebagai visi utama. Dengan terbitnya Renstra 2025-2029, selain kewirausahaan, Untidar kini juga mengedepankan kebudayaan sebagai visi utama dalam pengembangan pendidikan. Beliau berharap pengurus Ormawa dan UKM dapat berkolaborasi untuk mewujudkan visi ini.

Bertajuk “Pelantikan Kemahasiswaan Untidar dan Pembekalan Organisasi” ini acara ini terdiri dari 2 kegiatan yaitu Pelantikan dan Pembekalan Organisasi Tahun 2025. Hadir dalam acara ini perwakilan 18 UKM dan 2 Ormawa tingkat Universitas yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM KM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM KM).

Rektor memandu pengucapan Sumpah Jabatan Ketua dan Pembina Ormawa Untidar Periode 2025. Foto : Irfan Magang Humas.

Prosesi pelantikan Ketua dan Pembina Ormawa diwaliki oleh Ketua BEM KM, Achmad Rizky Airlangga; Pembina BEM KM, Rheza Ari Wibowo, S.Si., M.Eng; Ketua DPM KM, Muhammad Rifky Adi Prayitno; Pembina DPM KM, Alifia Revan Prananda, M.Eng.; Ketua UKM Kewirausahaan, Aldy Satriana Hidayat; Pembina UKM Kewirausahaan, Tholibah Mujtahidah, S.Pi., M.P.

Perwakilan menandatangani dokumen pelantikan di hadapan Rektor serta disaksikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Selanjutnya, seluruh Ketua dan Pembina Ormawa Periode Tahun 2025 mengucapkan sumpah jabatan bersama-sama.

Dengan dilaksanakannya kegiatan pelantikan ini, diharapkan nantinya pengurus baru Ormawa dan UKM dapat menjadikan integritas, kompetensi, prestasi, dan kolaborasi sebagai kunci kesuksesan dalam menjalankan organisasi dan mewujudkan visi misi Untidar di masa yang akan datang.

Penulis : Margareth

Editor : Humas Untidar

 

Daftar Ketua dan Pembina UKM dan Ormawa Universitas Tidar Tahun 2025

No. Nama Keterangan
1 Alifia Revan Prananda, M.Eng Pembina DPM KM
2 Karunia Galih Permadani, S.Pd., M.Sc. Pembina DPM KM
3 Rheza Ari Wibowo, S.Si., M.Eng Pembina BEM KM
4 Novitasari, S.Pd., M.Pd Pembina BEM KM
5 Muhammad Daniel Fahmi Rizal, M.Hum.  Pembina UKM Pers Mahasiswa
6 Shobrina Silmi Qori Tartila, M.Si. Pembina UKM Radio
7 Tri Puji Rahayu, S.Pt., M.P.  Pembina UKM Penalaran Ilmiah dan Kreativitas Mahasiswa
8 Olivia Wardhani, S.T., M.Eng Pembina UKM Bengkel Seni
9 Hanim Rohnulyanti, S.I.Kom., M.A. Pembina UKM Paduan Suara
10 Mohammad ‘Ulyan, S.Pd.I., M.Pd. Pembina UKM Ilmu Al-Qur’an dan Seni Rebana
11 Yesi Franita, S.Si., M.Sc. Pembina UKM Ilmu Al-Qur’an dan Seni Rebana
12 Suamanda Ika Novichasari, S.Kom., M.Kom Pembina UKM Mapala Sulfur
13 Nur Rofiq, S.Pd.I., M.Pd.I., M.H.  Pembina UKM Agama Islam
14 Mira Dian Naufalina, S.Gz., M.Gizi Pembina UKM Agama Islam
15 Indira Swasti Gama Bhakti, S.H., M.H.  Pembina UKM Kristiani
16 Mashud Syahroni, S.Pd., M.Pd.  Pembina UKM Koperasi Mahasiswa
17 Tholibah Mujtahidah, S.Pi., M.P. Pembina UKM Kewirausahaan
18 Widyanti Octoriani, S.Pi., M.Si. Pembina UKM Kewirausahaan
19 Dr. Farikah, M.Pd Pembina UKM Kesejahteraan Mahasiswa
20 Siti Afidatul Khotijah, M.Ak. Pembina UKM Kesejahteraan Mahasiswa
21 Ir. Fuad Hilmy, S.T., M.T., IPP.  Pembina UKM Resimen Mahasiswa
22 Noor Sahid Kusuma Hadi Manggolo, M.A. TESL Pembina UKM Pramuka
23 Ni’matu Sholikhah, S.Pd., M.Pd. Pembina UKM Pramuka
24 Ir. Andriyatna Agung Kurniawan, S.T., M.Eng.  Pembina UKM Korps PMI
25 Restu Rakhmawati, S.Kom., M.Kom Pembina UKM Korps PMI
26 R. Faiz Listyanda, S.T., M.Eng Pembina UKM Olahraga dan Bela Diri
27 Muhammad Rifky Adi Prayitno Ketua DPM KM
28 Achmad Rizky Airlangga Ketua BEM KM
29 Fadillah Rizky Rahmawan Ketua UKM Pers Mahasiswa
30 Yukivy Yasmien Rindika  Ketua UKM Radio
31 Zanuba Azizah Rahmawati Ketua UKM Penalaran Ilmiah dan Kreativitas Mahasiswa
32 Sapta Mutiara Ketua UKM Bengkel Seni
33 Haiva Nur Aziza Ketua UKM Paduan Suara
34 Aditya Indra Kusuma Ketua UKM Ilmu Al-Qur’an dan Seni Rebana
35 Hanan Adamas Ar Rasyid Ketua UKM Mapala Sulfur
36 Aswin Prasetyo Nugroho Ketua UKM Agama Islam
37 Hiskia Marceliko Ketua UKM Kristiani
38 Aditya Dafainzaghi Ketua UKM Koperasi Mahasiswa
39 Aldy Satriana Hidayat Ketua UKM Kewirausahaan
40 Brahmadha Alif Fayza Ramadhani Ketua UKM Kesejahteraan Mahasiswa
41 Siti Mutoharoh Ketua UKM Resimen Mahasiswa
42 Widodo  Ketua UKM Pramuka
43 Nureza Laily Osa Ketua UKM Korps PMI
44 Tri Mayasari Ketua UKM Olahraga dan Bela Diri

Tujuh Mahasiswa Luar Negeri Belajar Bahasa Indonesia di UPA Bahasa Untidar

Unit Penunjang Akademik (UPA) Bahasa Universitas Tidar menghadirkan kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) untuk mahasiswa internasional. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa internasional untuk mempelajari budaya dan bahasa Indonesia dengan metode interaktif dan inklusif.

Peserta kelas BIPA merupakan pemula, sehingga metode pengajaran dimulai dari tingkat dasar, yaitu mengenalkan kata dan kalimat sederhana dalam bahasa Indonesia,” tutur Kepala UPA Bahasa sekaligus Tutor BIPA Untidar, Dr. Farikah, M.Pd. saat ditemui Jumat (7/2).

Pilot project BIPA Untidar ini sudah dijalankan mulai September 2024 lalu. Program yang awal mula diikuti oleh satu peserta kini berkembang menjadi tujuh peserta. Ketujuh mahasiswa yang tergabung dalam kelas BIPA Untidar berasal dari berbagai latar belakang dan negara.

“UPA Bahasa memulai promosi kegiatan ini dengan memasang flyer di media sosial dan kami share ke kolega-kelga kami. Lalu dapatlah satu mahasiswa yang mendapat info dari temannya yang dulu ikut dalam kegiatan Summer Course di Untidar juga,” tambahnya.

Ketujuh mahasiswa yang tergabung dalam kelas BIPA Untidar berasal dari berbagai latar belakang dan negara, diantaranya Harun dan Cahaya dari Somalia, Abdullahi dari Nigeria, Ahmed dari Turki, Yasameen dari Pakistan, Manar dari Yaman, dan Sahir dari Afghan. Beragamnya latar belakang mahasiswa internasional, menjadikan kelas BIPA sebagai wadah menarik untuk belajar dan bertukar budaya.

“Saya berterima kasih kepada Tutor BIPA Untidar berkat pembelajaran yang diberikan selama 15 kali pertemuan secara daring. Saya lebih percaya diri menggunakan Bahasa Indonesia dengan penduduk lokal,” ujar Harun Ahmed Hassan, peserta pertama BIPA Untidar yang akan melanjutkan  kuliah di Universitas Brawijaya semester ini.

BIPA Untidar saat ini dilaksanakan secara daring pada hari Sabtu-Minggu. Durasi pembelajaran sekitar 1-2 jam. Peserta BIPA Untidar tidak

Farikah menyampaikan kedepannya program BIPA akan terus berkembang dengan melibatkan beberapa pihak dan bidang terkait untuk membantu kepengurusan administrasi mahasiswa internasional.

“Siapnya kurikulum BIPA yang sudah kami susun, memberikan kami harapan untuk kedepannya program BIPA ini bisa berkembang luas dan tentunya perlu melibatkan pihak-pihak lain yang berkaitan untuk mengurus administrasi mahasiswa internasional,” pungkasnya.

Kedepannya UPA Bahasa berencana mengadakan metodologi pengajaran bipa bagi pemula untuk umum dan menjalin kerja sama dengan APPBIPA Jawa tengah.

Dalam kesempatan itu, beliau menjelaskan bahwa pengajar BIPA tidak harus berasal dari pendidikan bahasa, melainkan bisa dari bidang keilmuan lain namun dengan syarat sudah pernah mengikuti kursus pengajaran bipa.

Penulis: Dewi Puji Lestari

Editor : Humas Untidar