Untidar Siap Jalin Kerjasama dengan Kemensetneg RI

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., menerima kunjungan Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia (Kemensetneg RI), Eddy Cahyono Sugiarto, Kamis (24/10).

“Selamat datang di Magelang dan terima kasih telah berkunjung ke Untidar. Semoga kunjungan ini mempererat hubungan dan membuka peluang kerjasama antara Untidar dan Kemensetneg,” tutur Rektor.

Pada kunjungan ini, Eddy Cahyono mengenalkan  Setneg Connect (SetNect) yaitu program terbaru dari Biro Humas yang menandai langkah maju dalam menerapkan digital multi-stakeholders engangement sebagai strategi new media dan multi stakeholder engangement sebagai strategi inovatif dalam komunikasi publik. Dengan memadukan teknologi digotal dan prinsip engangement yang melibatkan berbagai pihak. SetNect bertujuan untuk menciptakan interaksi yang lebih dinamis dan inklusif antara pemerintah, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya demi mencapai tujuan besar.

“Kemensetneg terbuka untuk jalin kerjasama dengan Untidar dalam berbagai hal dengan harapan kolaborasi bersama ini dapat membuahkan manfaat bagi Indonesia,” tambah Eddy.

Salah diskusi program Kemensetneg pada kunjungan ini adalah Setneg Mantul Goes to Campus, kegiatan ini merupakan kunjungan ke universitas, pemrov, sector swasta, BUMN untuk sarana diseminasi informasi ke masyarakat.

“Disini kita bisa berbagi informasi bagaimana Kemensetneg menjadi back office Presiden dan Wakil Presiden, bagaimana keprotokolan dan kehumasan presiden, dll.,” tambahnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Plt. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum, Dr. Astuty, M.Pd.; Kepala Biro Aakademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama (BAKK), Drs. Giri Atmoko, M.Si., Dekan fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Gito Sugiyanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN. Eng.; Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dr. Siswanto, S.Pd., M.Pd.; Kepala Bagian Umum, Biro Perencanaan, Keuangan dan Umum (BPKU), Sulistyaningrum, S.E. dan Ketua Tim Kerja Bidang Humas, BAKK, Danu Wiratmoko, A.Md.

Sedangkan yang mendampingi dari Karo Humas Kemensetneg yaitu Akhmad Firmannamal, Pranata Humas Ahli Madya; Prasetyo Febriyanto, photografer dan Anugrah Syafieq Fahlevi, videographer.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

(ICANFS) 2024 : Empowering The Local Agricultural Resource Management to Achieve Sustainable Development Goals 2030

Fakultas Pertanian Universitas Tidar menyelenggarakan seminar internasional dan publikasi ilmiah The 2nd International Conference on Agricultural, Nutraceutical and Food Science (ICANFS) 2024, dengan tema “Pemberdayaan Pengelolaan Sumber Daya Pertanian Lokal untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030”.

Seminar ini menjadi wadah penting bagi akademisi, peneliti, dan profesional untuk membahas inovasi serta perkembangan di bidang pertanian, nutraceutical, dan ilmu pangan.

ICANFS 2024 yang berlangsung pada Rabu (23/10) dilaksanakan secara hybrid yaitu luring dan daring. Kegiatan luring dilaksanakan di Gedung dr. H. R. Suparsono, Kampus Tuguran dilanjutnya dengan presentasi di Gedung Kuliah Terpadu atau Gedung Fakultas Pertanian, Kampus Sidotopo, Untidar.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM., dalam sambutannya menekankan bahwa acara ini sangat penting untuk mengembangkan pemikiran inovatif seputar manfaat sumber daya alam lokal dan eksplorasi diversifikasi pangan berkelanjutan serta ketahanan pangan.

“Pembahasan mengenai ketahanan pangan merupakan hal yang penting. Harapannya melalui kegiatan ini bisa menghasilkan inovasi dalam hal ketahanan pangan. Kedepannya, ICANFS dapat diselenggarakan kembali dengan lebih banyak menggandeng peserta yang berasal dari luar negeri agar mahasiswa Untidar terbiasa dengan international situasion,” kata Prof. Suyitno.

ICANFS 2024 memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan diskusi tentang bagaimana pengelolaan sumber daya pertanian lokal dapat berkontribusi dalam upaya global mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.

Mengusung tema Empowering The Local Agricultural Resource Management to Achieve Sustainable Development Goals 2030, seminar internasional ini juga mengusung sub tema yaitu : Agriculture, Animal Science, Aquaculture, Nutrition & Food Sciences dan Phytopharmaceuticals.

Total 340 peserta mengikuti ICANFS terdiri dari 73 peserta dari luar Untidar yaitu dari Universiti Putra Malaysia, UNDIP, UNPAD, UGM, BRIN, UNS, IPB, UNIBRAW, UNRAM, UNNES, UNSRI dan UNRI. Sedangkan 267 peserta lain berasal dari dosen dan mahasiswa Untidar.

“Dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia khususnya dalam kultur Jawa, produk Agriculture Nutraceutical contohnya adalah Jamu. Tidak hanya melulu makanan atau minuman namun bagaimana kita mendapatkan manfaat dari bahan atau produk pertanian yang memiliki kandungan-kandungan yang bisa membuat badan lebih sehat dan fresh. Kita bisa juga menyebutnya dengan suplemen kesehatan,” tutur Prof. Dr. Ir. Y. Bayu Krisnamurthi, M.S., keynote speaker dari IPB University pada pembukaan pemaparan materinya.

Prof. Bayu Krisnamurthi pada kesempatan ini menyampaikan pembahasan mengenai Local Agriculture Development to Receive SDGs. Dilanjutkan dengan pembicara Dr. Dian Novita Sari, A.Md., S.Pi., M.Si. (Universitas Hasanudin), Prof. Dr. Loh Teck Chwen (Universiti Putra Malaysia, Malaysia), dan Prof. Elena Volkova (Tula University, Rusia) yang hadir secara luring maupun daring.

Humas ICANFS 2024

Delegasi Untidar mengikuti International Forum on Environment and Contest of Young Researchers from BRICS Countries di Saint Petersburg Rusia

Universitas Tidar mendapatkan undangan kehormatan untuk mengikuti International Forum “Mineral Resources as The Basis of National Sovereignty – Personnel and Innovation Environment” dan The Youth Forum Contest of Young Researches from the BRICS countries “Topical Issues of Rational Use of Natural Resources” di Catherine Empress II Saint Petersburg Mining University pada tanggal 15 hingga 20 Oktober 2024.

“Undangan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan inisiasi kerjasama oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Untidar dengan Wakil Rektor untuk Urusan Internasional Saint Petersburg Mining University pada bulan Juli lalu. Selain mengundang, pihak Saint Petersburg Mining University juga menanggung biaya akomodasi dan perjalanan delegasi Untidar,” jelas Prof. Dr. Ir. Suyitno, M.Sc., IPM, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Untidar saat ditemui Rabu (23/10).

Tidak hanya Prof. Dr. Ir. Suyitno, M.Sc., IPM turut hadir dalam kegiatan ini Koordinator Penelitian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Dr. Arif Rahman Saleh, S.T., M.T., dan mahasiswa S1 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Muhamad Maulana Yusup. Ketiga anggota delegasi tersebut mewakili Program Studi Teknik Mesin. Kerjasama dengan mitra kelas dunia ini tujuannya antara lain adalah untuk mendorong terbentuknya program studi berstandar internasional.

Forum ini merupakan salah satu program kerja Russia sebagai Ketua BRICS pada tahun 2024. BRICS adalah forum strategi investasi asing yang anggotanya adalah negara Brazil, Rusia, India, dan Tiongkok. Namun demikian, forum ini dihadiri oleh delegasi dari 42 negara Afrika, Amerika Latin, Asia Tenggara, dan negara-negara lainnya.

Ada dua kegiatan dalam forum tersebut. Yang pertama adalah diskusi panel dengan tema “Mineral Resources as The Basis of National Sovereignty – Personnel and Innovation Environment” yang dihadiri oleh pejabat-pejabat negara peserta dan akademisi yang membidangi masalah energi dan sumber daya mineral.

Yang kedua adalah kontes ilmuwan muda di bidang Energi dan Sumber Daya Mineral dan The Youth Forum Contest of Young Researches from the BRICS countries “Topical Issues of Rational Use of Natural Resources”. Pada kontes ilmuwan muda ini Muhamad Maulana Yusup mempresentasikan karya ilmiahnya tentang inovasi pembakaran sisa sabut kelapa untuk menghasilkan energi bersih dengan judul “Innovation of Coconut Fiber Waste Heating Generation to Provide Clean Energy in Mineral Processing – Case Study of Indonesia“.

“Saya berusaha menyoroti pentingnya inovasi dalam pengelolaan limbah, khususnya limbah serat kelapa yang melimpah di Indonesia. Dengan memanfaatkan limbah ini sebagai sumber energi panas, kita tidak hanya dapat mengurangi dampak lingkungan dari limbah tersebut, tetapi juga menyediakan energi bersih yang sangat dibutuhkan dalam proses pengolahan mineral,” jelas Maulana, mahasiswa semester 5 ini.

Maulana menambahkan “Innovative Technologies For Land Exploration and Mineral Extraction” sangat relevan, terutama di tengah tantangan global yang dihadapi oleh industri mineral saat ini, seperti perubahan iklim dan penurunan kualitas sumber daya alam.

Mahasiswa asal Cirebon ini mengaku baru pertama kali ke luar negeri dan kagum atas perbedaan negara Indonesia dan Rusia.

“Khususnya di Saint Petersburg karena disana banyak bangunan tinggi yang masih kokoh dan digunakan hingga saat ini. Selain itu, saya juga bisa mempelajari kultur budaya dan makanan khas disana, seperti borsch,” pungkasnya.

 

Penulis : Kerjasama Untidar

Editor : Humas Untidar

Kunjungan Studi sekaligus Lab Tour SMA Muhammadiyah Borobudur ke Untidar

Universitas Tidar menerima kunjungan Muhammadiyah Borobudur pada, Selasa (22/10) di Ruang LR.1.03, Gedung Laboratorium Rekayasa, Kampus Sidotopo.

Kepala SMA Muhammadiyah Borobudur, Yus Listiawan Bisron, S.Pd mengungkapkan tujuan kunjungan studi untuk belajar terkait jalur masuk perguruan tinggi dan program studi di Untidar.

“Kami membawa 15 anak, tidak bisa menghadiri semua karena kami memilih siswa siswi yang memang sudah bulat tekadnya untuk lanjut ke perguruan tinggi. Kami harap dari Untidar dapat membantu menjelaskan kepada siswa siswi kami prodi yang tersedia di Untidar, jalur masuk perguruan tinggi, dan jenis-jenis beasiswa yang tersedia. Kami memerlukan pencerahan dari perguruan tinggi langsung,” tuturnya.

Bapak Yus menambahkan, setiap tahun ada siswa-siswi SMA Muhammadiyah Borobudur yang melanjutkan pendidikan di Untidar. Banyak diantaranya melanjutkan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan khususnya Prodi S1 Pendidikan Biologi.

Kepala Bagian Akademik, Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (BAKK) Untidar, Wahyu Andriyanto, S.A.P. menjelaskan Untidar berkomitmen memfasilitasi kegiatan akademik mahasiswa.

“Untidar adalah perguruan tinggi yang memiliki visi Unggul dalam Kewirausahaan. Pengembang kampus kami ditujukan untuk menunjang penguatan keterampilan dan pengetahuan mahasiswa kami seperti laboratorium dengan alat-alat modern, wifi, hingga peternakan,” jelasnya.

Dalam Pemaparannya, Bapak Andri juga menjelaskan jalur masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia, rata-rata nilai Seleksi Nasional Berdasarkan Tes, rasio keketatan program studi, biaya kuliah, dan beasiswa yang tersedia di Untidar. Berdasarkan informasi, pada tahun 2024, sejumlah 2.630 mahasiswa Untidar berhasil memperoleh beasiswa.

Siswa SMA Muhammadiyah Borobudur, Arif, mengungkapkan setelah mengikuti Kunjungan Studi ke Untidar merasa jauh lebih memahami mekanisme seleksi masuk perguruan tinggi negeri dan optimis melanjutkan pendidikan di Untidar.

Berbeda dengan kunjungan studi lainnya, kali ini kegiatan ditutup dengan Lab Tour yaitu mengunjungi Laboratorium Pengolahan Kopi dan Coklat serta Laboratorium Pengolahan Susu di Gedung Laboratorium Terpadu yang bersebelahan dengan Gedung Laboratorium Rekayasa.

Kegiatan Lab Tour didampingi Tim dari UPA Taman Agroteknologi selaku pengelola Lab di Gedung  Laboratorium Terpadu. Beberapa siswa yang beruntung mendapatkan Es Krim dan Kopi gratis hasil dari pengolahan di laboratorium.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

 

Lima Mahasiswa Far Eastern University Filipina Ikuti SEA-Teacher di Untidar

Universitas Tidar menjalin kerjasama dengan Far Eastern University Filipina di bawah naungan Asosiasi Kementerian Pendidikan se-Asia Tenggara atau Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO).

Salah satu implementasi kegiatan ini adalah program SEA Teacher yaitu program pertukaran mahasiswa program studi kependidikan di perguruan tinggi se-Asia Tenggara. Program ini bertujuan memberikan pengalaman mengajar di berbagai negara di Asia Tenggara.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untidar, Dr. Siswanto, S.Pd., M.Pd. menjelaskan saat ini ada 5 mahasiswa dari Far Eastern University (FEU) Filipina yang sedang menjalani program SEA-Teacher di Untidar.

“Lima mahasiswa ini akan melakukan praktik mengajar di SMP Negeri 1 Magelang dan SLBN Kota Magelang selama 28 hari terhitung mulai dari 14 Oktober 2024,” jelasnya yang juga sebagai PIC kegiatan SEA-Teacher di Untidar.

Mahasiswa ini adalah Jolly B. Bastida – Bachelor of Physical Education (BPEd) , Duex Marty O. Sager – Bachelor of Secondary Education (BSEd), Frances Kate N. Casauay – Bachelor of Physical Education (BPEd), Roxan Mari B. Surio – Bachelor of Physical Education (BPEd) dan Danielle Alipio – Bachelor of Special Needs Education (BSNEd).

Kegiatan mahasiswa SEA-Teacher yaitu minggu pertama melakukan observasi, minggu ke-2 mulai terlibat dalam kegiatan belajar mengajar, minggu ke-3 evaluasi, dan minggu terakhir menyusun laporan.

“Selain praktik mengajar, mahasiswa FEU juga akan kami magangkan untuk belajar Bahasa Indonesia,” tambahnya.

Dalam program SEA-Teacher ini, selain menerima mahasiswa, FKIP Untidar juga mengirimkan 4 mahasiswa ke FEU yaitu Soraya Fayyaza Haffez Abdullah – S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Avicenna Al Qodr – S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Novia Ramadhani – S1 Pendidikan Matematika dan Fissaryanti – S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Tim Sea Teacher Untidar diperkirakan berangkat pada 23 Oktober 2024 ke FEU. Mereka juga akan menempuh program selama 28 hari.

Peserta  program SEA-Teacher akan mendapat konversi nilai ke dalam mata kuliah Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Mereka juga mendapatkan bantuan biaya dari Untidar dan Far Eastern University. Adapun beberapa biaya yang harus ditanggung sendiri oleh mahasiswa. namun biaya yang harus ditanggung mahasiswa tidaklah besar.

Dengan mengikuti  program ini, Siswanto berharap FKIP Untidar dapat menunjukan eksistensinya di ranah Internasional dan dapat meng-upgrade kemampuan mengajar mahasiswa FKIP.

“Tujuan mengikuti program untuk menginternasionalkan FKIP karena kegiatan unggulan di FKIP itu magang kependidikan salah satunya adalah Pengenalan Lapangan Persekolahan. Kami ingin membudayakan mahasiswa FKIP supaya mengenal budaya persekolahan tidak hanya di Indonesia tapi juga memahami dan menguasai kultur pendidikan di Luar negeri. Kami berharap mahasiswa dari kedua belah pihak dapat mengembangkan kemampuan softskill dan hardskill di bidang pengajaran,” terangnya.

 

Dalam wawancara bersama salah satu mahasiswa pertukaran dari Far Eastern University, Roxy, Mahasiswa prodi Pendidikan Jasmani, mengungkapkan alasannya untuk bergabung dalam program ini karena ingin belajar budaya Indonesia.

“Saya mau keluar dari zona nyaman saya dan mau belajar hal baru di Indonesia, bagaimana pendidikan disini dan bagaimana budaya disini, saya mau belajar itu. Saya berharap dari program ini saya bisa menjadi guru yang dapat mengajar dengan lebih efektif,” ungkapnya.

Senada dengan Roxy, Allie, Mahasiswa prodi Pendidikan Kebutuhan Khusus, mengungkapkan program ini akan memberikan pengalaman yang berarti baginya.

“Program ini akan menjadi pengalaman yang berbeda tidak hanya untuk diri saya yang akan tinggal sendiri jauh dari keluarga tapi juga untuk pengetahuan yang saya miliki. Saya akan mendapatkan pengalaman berbeda dari buku-buku yang saya baca. Program ini akan membantu saya menambah pengetahuanku dan pengalamanku. Ini hari ke–3 ku di sini tapi aku sudah belajar banyak hal,” tuturnya.

 

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Untidar Koordinator Wilayah Jawa Tengah Pelaksanaan SKD CPNS Kemendikbudristek Tahun 2024.

Universitas Tidar ditunjuk sebagai Koordinator Wilayah Jawa Tengah dalam pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Tahun 2024.

“Bekerjasama dengan BKN, pelaksanaan SKD CPNS dilaksanakan selama 3 hari yaitu 18-20 Oktober 2024 di MG Setos Hotel Semarang. Total peserta yang akan mengikuti ujian adalah 2.597 peserta,” tutur Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum, Untidar, Dr. Astuty, M.Pd. saat ditemui Sabtu (19/10).

Selama 3 hari ini, akan dilaksanakan 7 sesi ujian dimana jumlah setiap sesinya adalah 400 peserta kecuali untuk sesi terakhir yaitu 197 peserta. Dari keseluruhan peserta ada 4 peserta dengan kebutuhan khusus yaitu 2 peserta disabilitas fisik dan 2 peserta disabilitas sensorik netra yang melaksanakan ujian di sesi 2.

“Peserta diharapkan memperhatikan ketentuan waktu kedatangan dengan baik sesuai pengumuman yang telah kita publikasi. Tidak ada toleransi bagi peserta yang terlambat. Mohon perihal kedisiplinan waktu ini menjadi perhatian kita semua,” tambah Ibu Wakil Rektor.

Peseta dihimbau datang ke lokasi ujian 90 menit sebelum ujian dimulai. Peserta harus mengikuti tahapan mulai dari registrasi dan pemberian PIN peserta, penitipan barang, body checking, masuk ruang tunggu steril lalu perpindahan menuju ruang ujian.

Pada hari pertama, Dr. Astuty bersama perwakilan panitia seleksi dari BKN bersama-sama melakukan prosesi pembukaan segel ruang ujian. Dilanjutkan pada sore hari, saat penutupan sesi ujian 1 dilakukan prosesi penutupan/penyegelan kembali ruang ujian yang dilaksanakan oleh perwakilan panita dari BKN dengan Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.

Hatma Izza Perdana, S.Pd., Penanggjung Jawab Lapangan Wilayah Jateng Pelaksanaan SKD CPNS Kemendikbudristek Tahun 2024 menambahkan tingkat kehadiran peserta sampai hari Sabtu, 19 Oktober 2024 mencapai 91,7 % atau total 1.834 peserta dari jumlah seharusnya yaitu 2.000 peserta.

“Pelaksanaan ujian berjalan lancar tidak ada kendala khususnya pada sistem seleksi. Namun, sempat terjadi situasi crowded atau berjejalan saat pengambilan barang peserta di tempat penitipan barang. Hal ini dapat segera ditangani oleh panitia,” jelasnya.

Pelaksanaan ujian sesi 1 dan 2 masih akan berlanjut pada Minggu, 20 Oktober 2024 dengan jumlah peserta ujian 597 peserta.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

HASIL AKHIR SELEKSI SECARA TERBUKA DAN KOMPETITIF PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI (JPT) PRATAMA DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS TIDAR TAHUN 2024

Sepakati Gelar Konsorsium FIND4S, Untidar Tanda Tangani Kerjasama Internasional Dengan 6 Rektor Perguruan Tinggi dan 4 Universitas Eropa.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM., mewakili Rektor Universitas Tidar dalam penandatanganan Perjanjian Kerjasama penyelenggaraan program konsorsium dalam rangka mendukung proyek “Enhancing Higher Education Capacity for Sustainable Data Driven Food Systems in INDonesia” atau disingkat “Find Force” atau FIND4S, Rabu (2/10) di Oak Tree Emerald Hotel, Semarang.

“Kerjasama ini diprakarsai oleh Universitas Diponegoro (UNDIP) didukung oleh Erasmus+ dari Uni Eropa serta 6 universitas Indonesia lainnya yaitu Universitas Semarang, Universitas Nasional Karang Turi, Universitas Tidar, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas 17 Agustus Semarang, dan Universitas PGRI Semarang,” terang Prof. Suyitno.

Kerjasama internasional ini melibatkan 11 anggota universitas konsorsium (7 Universitas dari Indonesia dan 4 Universitas dari Eropa) dan telah mendapatkan pendanaan dari Uni Eropa. Universitas dari Indonesia adalah UNDIP, USM, UNKARTUR, Untidar, UNIMUS, UNTAG dan UPGRIS. Sedangkan 4 Universitas dari Eropa yaitu Katholieke Universiteit Leuven (Belgia), University College Dublin (Irlandia), Universidade Católica Portuguesa (Portugal), dan Hochschule Anhalt (Jerman).

Pada seremonial ini hadir Rektor/perwakilan dari 7 Universitas dari Indonesia, perwakilan KU Leuven-Belgia serta perwakilan kantor Uni Eropa di Jakarta.

Fokus utama program FIND4S adalah pembangunan sistem pangan berbasis data melalui kurikulum yang inovatif dan penguatan kelembagaan untuk menjawab kebutuhan solusi berkelanjutan di sektor pangan Indonesia.

Penandatangan kerjasama ini pada pembukaan acara Simposium Internasional ke-4 tentang Pangan dan Agro-Biodiversitas (International Symposium on Food and Agro-Biodiversity / ISFA 2024) yang diselenggarakan oleh UNDIP.

“Program FIND4S merupakan lompatan maju dalam memberdayakan universitas-universitas Indonesia untuk memenuhi tuntutan yang terus berkembang dari industri pangan, terutama dalam sistem pangan yang berkelanjutan dan berbasis data,” tutur Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Kerjasama UNDIP, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D dalam sambutannya.

Mengangkat tema “Untuk Pangan yang Sehat, Terjangkau, dan Berkelanjutan” / “For Healthy, Affordable, and Sustainable Food,” ISFA 2024 diikuti lebih dari 120 pakar, peneliti, dan profesional dari seluruh dunia untuk membahas isu-isu mendesak terkait ketahanan pangan, nutrisi, serta pertanian berkelanjutan.

Delegasi dari Belgia, Australia, Jepang, India, Turki, dan berbagai negara di Asia Tenggara turut hadir dalam simposium ini untuk berbagi wawasan, mempresentasikan penelitian terkini, serta menjalin kolaborasi baru.

Peserta ISFA 2024 adalah delegasi di bidang pangan dari berbagai universitas, yang akan bertukar pikiran melalui diskusi panel ahli, dan juga presentasi penelitian yang bertujuan untuk menangani isu-isu kunci dalam mencapai sistem pangan global yang lebih berkelanjutan, tangguh, dan terjangkau.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Sumber Data : https://www.undip.ac.id/post/39137/undip-gelar-simposium-internasional-ke-4-bahas-pangan-dan-agro-biodiversitas-isfa-2024-dan-peluncuran-program-kolaborasi-internasional-find4s.html

Untidar Terima Kunjungan Studi SMAN N 3 Bantul

Universitas Tidar menerima kunjungan siswa-siswi SMA Negeri 3 Bantul dalam rangka Kunjungan Studi, Kamis (19/9) di Gedung Kuliah Umum dr.H.R. Suparsono.

Kepala SMA N 3 Bantul, Agung Istiyanto, S.Pd., M.Pd mengungkapkan kunjungan Studi ini bertujuan untuk mengenalkan kepada peserta didik terkait kampus-kampus di luar Yogyakarta.

“Saya berusaha menggali informasi yang berkaitan dengan Untidar. Untuk itu, daripada saya dan guru-guru saja, maka kami ajak anak-anak juga untuk bersama-sama mempelajari Untidar. Tidak hanya mempelajari daerah Bantul dan Jogja, sekali-kali kita keluar, seperti di Magelang, ada Perguruan Tinggi Negeri bernama Universitas Tidar. Nanti kalian bisa menggali lebih dalam lagi, kalian boleh bertanya apa saja,” jelasnya.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Giri Atmoko, M.Si menyambut hangat kedatangan 216 siswa kelas XII dan 19 Guru Pendamping.

“Saya ucapkan terima kasih atas kunjunganya. Selamat datang SMA N 3 Bantul di kampus Untidar, kampus unggul dalam kewirausahaan. Memang SMA-SMA di Bantul dalam beberapa tahun terakhir cukup antusias mengunjungi Untidar. Kami membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi siswa siswi SMA N 3 Bantul untuk mengenal Untidar lebih lanjut,” jelasnya.

Kegiatan ini diisi dengan pemaparan profil, sejarah, dan tanya jawab seputar Untidar oleh Kepala Bagian Akademik, Wahyu Andriyanto, S.A.P. Siswa siswi nampak antusias bertanya terkait program studi dan seleksi penerimaan mahasiswa baru Untidar. Acara juga diselingi dengan ice breaking berhadiah merchandise Untidar. Selain pemaparan materi, pihak Untidar juga membagikan tips memilih program studi sesuai minat dan bakat peserta didik.

Dalam sesi wawancara, Guru Bimbingan Konseling SMA N 3 Bantul, Ibu Rini berharap kegiatan ini dapat membantu peserta didik menentukan langkah yang akan diambil setelah lulus sekolah.

“Semoga besok juga ada siswa siswi SMA N 3 Bantul yang meneruskan pendidikan di Untidar,” pungkasnya.

 

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Universitas Tidar Resmi Kirimkan Mahasiswa ke Malaysia untuk Membantu Anak-Anak Imigran Indonesia Mendapatkan Pendidikan

Universitas Tidar resmi mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Proyek Kemanusiaan di Malaysia pada Rabu, 18 September 2024.

Proyek Kemausiaan ini merupakan kesepakatan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) dengan Atdikbud Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. Garis besar kegiatan ini adalah pendampingan pembelajaran pada anak-anak para pekerja migran yang berasal dari Indonesia di Sanggar Belajar Binaan KBRI Kuala Lumpur bekerja sama dengan Inti University Malaysia.

Sejumlah lima mahasiswa mengikuti program ini, diantaranya Cinta Amalia S. dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris, Anita Susilowati dari program studi Pendidikan Biologi, Anisa Nur Khasanah dari program studi Pendidikan Biologi, Rian Susanto dari program studi Ilmu Administrasi Negara dan Oktavian Dika Hermawan dari program studi Hukum.

Sebelum keberangkatan, para mahasiswa telah mengikuti serangkaian pembekalan, tes kesehatan, dan persiapan administrasi seperti paspor dan visa. 

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Dr. Eny Boedi Orbawati, M.Si. mengungkapkan para mahasiswa memiliki misi memberikan pendidikan bagi anak-anak imigran dari Indonesia di Malaysia.

“Mahasiswa Untidar disana nantinya memiliki beberapa tugas, diantaranya memberikan pengajaran dan pelatihan bagi anak-anak dari imigran dari Indonesia di Malaysia, memotivasi siswa untuk punya semangat belajar dan cita-cita yang tinggi, mengenalkan Indonesia sehingga muncul keinginan untuk kembali ke Indonesia,” jelasnya.

Ibu Eny Boedi Orbawati menegaskan kegiatan ini akan dikonversi sebanyak 20 sks dan dikonversi Kuliah Kerja Nyata. Selain itu, para mahasiswa juga akan mendapatkan biaya transportasi, biaya visa dan asuransi, biaya kredit di Inti University, dan subsidi biaya hidup sebesar Rp6.500.000 untuk 4 bulan.

Rektor universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si apresiasi program ini, meskipun merupakan program pertama namun cukup mengharumkan nama Untidar.

“Bagi Untidar, kegiatan ini menjadi yang pertama kalinya. Kegiatan ini akan menentukan kegiatan selanjutnya. Belum kegiatan ini kita mulai, sudah banyak universitas dari luar negeri yang menawarkan Untidar untuk melakukan pertukaran dan pengabdian di luar negeri. Hal ini menunjukan walaupun Untidar ada ditengah-tengah pulau Jawa, tetapi Untidar bisa go international. Pesan saya bagi mahasiswa Untidar yang KKN di Malaysia, kalian adalah duta Untidar dan duta indonesia, tolong jaga nama baik Untidar dan Indonesia,” jelasnya.

Pengabdian akan dimulai dari bulan September 2024 sampai dengan bulan Desember 2024. Selain melakukan pengabdian, para mahasiswa juga akan berkegiatan di Inti University dan mendapatkan pengakuan sebagai mahasiswa pertukaran di Inti University. 

 

Penulis: Kerin