Teken MoU, Untidar dan Pemkab Temanggung Siap Kembangkan Kledung Research Park Bersama.

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. dan Pj. Bupati Temanggung , Drs. Hary Agung Prabowo, M.M. menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman, Rabu (20/11) di Aula Kledung Research Park, Temanggung.

“Temanggung adalah bagian penting dari proses penegerian Untidar. Hibah lahan yang sekarang sudah menjadi Kledung Research Park ini melengkapi salah satu syarat penegerian saat itu yaitu memiliki lahan minimal 35 hektar,” ujar Rektor Untidar.

Sejak hibah tersebut, Untidar berupaya memanfaatkan lahan ini menjadi lahan produktif terutama dalam bidang riset.

“Rektor sebelumnya Prof. Arifin mulai menggarap embung dilanjutkan saat ini sudah berkembang kandang kambing, budidaya anggrek, kolam ikan dan juga green house. Tidak hanya  berhenti disini lahan ini harus berkontribusi bagi Temanggung juga,” tambahnya.

Pj. Bupati Temanggung optimis kerjasama ini kedepannya bisa membawa kebermanfaatan baik untuk Untidar dan Pemkab Temanggung.

“Kami siap membantu pengembangan Kledung Research Park bersama Untidar. Pastinya banyak riset atau kegiatan bermanfaat lain yang bisa dihasilkan dari lahan seluas kurang lebih 3 hektar ini,” ujarnya.

Sebagai perguruan tinggi negeri paling dekat dengan Temanggung, Pemkab pastinya akan mendorong anak-anak Temanggung untuk melanjutkan pendidikannya di Untidar.

“Namun kendala kami adalah belum meratanya keberadaan SMP-SMA di setiap Kecamatan. Akibatnya anak-anak harus menempuh jarak yang jauh untuk sekolah. Kondisi ini mempengaruhi juga pada Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yaitu 7,5,” jelas Drs. Hary Agung.

Setelah seremonial penandatangan Mou, Rektor dan Pj. Bupati Temanggung melakukan peninjauan ke embung, kandang kambing dan budidaya anggrek.

Tujuan kerjasama Untidar dan Pemkab Temanggung adalah Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Implementasinya dapat berupa kerjasama dalam Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), Kuliah Kerja Nyata (KKN), penelitian serta pengabdian masyarakat baik dari dosen atau mahasiswa Untidar di wilayah Temanggung.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

 

Benchmarking Unsulbar ke Untidar, Pelajari Transformasi BLU Sekaligus MoU.

Universitas Tidar menerima kunjungan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) dalam benchmarking transformasi Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU) pada Jumat (15/11) di Ruang Rapat Gedung Laboratorium Rekayasa Terpadu.

Wakil Rektor Untidar Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM. mengungkapkan harapannya setelah agenda ini terjalin kerjasama bidang akademik antara Untidar dan Unsulbar.

“Besar harapan kami dengan kunjungan ini, hubungan dan keterkaitan Untidar dan Unsulbar makin erat terjalin khususnya dalam hal peningkatan bidang akademik karena hal pertama yang berdiri dari perguruan tinggi adalah pembelajarannya. Oleh karena itu, ketersediaan ruang kelas yang cukup sangatlah dibutuhkan. Namun, sama halnya dengan Unsulbar, Untidar juga mengalami kekurangan ruang kelas. Besar harapan kami, kolaborasi dan koalisi antar universitas untuk bisa bersama-sama memohon gedung ke kementerian, bukan demo, melainkan meminta dengan santun,” harapnya.

Senada dengan pernyataan Prof Suyitno, Rektor Unsulbar, Prof. Muhammad Abdy, S.Si., M.Si, Ph.D mengharapkan adanya kerjasama tidak hanya pada proses transformasi PTN BLU, tetapi juga kerjasama pada kegiatan lain terutama pada Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dalam sambutannya, Prof. Abdy juga mengungkapkan alasan rombongannya melaksanakan benchmarking ini dikarenakan kesamaan sebagai PTN baru.

“Kami datang bersama tim pendamping dari Universitas Hasanuddin untuk mendampingi proses transformasi PTN BLU Unsulbar. Kami memilih Untidar karena kami tahu bahwa Untidar merupakan PTN baru dan masih muda tetapi sudah bisa bertransformasi menjadi BLU. Kami ingin belajar dari Untidar cara tata kelola keuangan dan manajemen pendidikannya. Ini adalah satu kesempatan bagi kami untuk belajar lebih baik, apa yang bisa dilakukan dan upaya apa yang bisa dilakukan sehingga kita bisa bertransformasi menjadi PTN BLU,” ungkapnya.

Diketahui bahwa, Untidar menjadi PTN pada tahun 2014 sementara Unsulbar telah menjadi PTN sejak tahun 2013.

Dalam kesempatan ini dimanfaatkan juga oleh Unsulbar dan Untidar untuk melaksanakan penandatangan Mou atau Nota Kesepahaman dalam pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Presentasi dan diskusi transformasi PTN BLU Untidar dipimpin oleh Ketua Unit Pengelola Usaha (BLU), Jalu Aji Prakoso, S.E., M.Ec.Dev. dan Koordinator Pusat Penelitian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Tim BLU), Dr. Arif Rahman Saleh, S.T., M.T. Diskusi difokuskan pada peningkatan potensi bisnis di Unsulbar.

Benchmarking dilanjutkan dengan kunjungan ke Gedung Laboratorium Terpadu dan Unit Bisnis Untidar di Bandongan, Kabupaten Magelang dan Kampus Tuguran.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Buka Untidar Job Fair 3.0, Pjs. Walikota Magelangan Ingatkan Banyak Pekerjaan Yang Telah Terganti Dengan Mesin.

Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Magelang, Ahmad Aziz membuka kegiatan Jobfair 3.0 Universitas Tidar Tahun 2024, Rabu (13/11).

“Perkembangan digitalisasi yang pesat telah mengakibatkan banyak pekerjaan yang terganti oleh mesin. Pabrik rokok mulai menggunakan mesin dalam pengolahan tembakau mentah sampai menjadi rokok. Pemupukan sawah di beberapa daerah sudah menggunakan drone. Mesin telah menggantikan belasan hingga puluhan tenaga manusia,” tuturnya saat menyampaikan sambutan.

Pjs. Wali Kota Magelang, Ahmad Aziz membuka kegiatan Jobfair 3.0 Universitas Tidar Tahun 2024. Dok Panitia : Irfan Fadillah

Para pencari kerja diharapkan harus adaptif dengan kondisi ini. Terlebih dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045. Menurutnya, hardskill saja tidak cukup tapi harus diimbangi dengan softskill. Perlunya keseimbangan keterampilan, teori, dan praktek.

Rektor, Prof. Dr. Ir. Sugiarto, M.Si mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi agenda unggulan Untidar dan terselenggaranya acara ini dapat memberikan peluang informasi bagi alumni dan masyarakat Magelang sekitarnya untuk mendapatkan pekerjaan.

“Acara ini memberi peluang informasi seluas-luasnya kepada alumni agar mendapatkan pekerjaan sesuai talentanya masing-masing. Tidak harus sesuai jurusan, talenta bisa terbentuk seiring berjalan waktu. Tidak hanya untuk alumni, acara ini juga terbuka untuk masyarakat umum,” jelasnya.

Rektor juga berharap Job Fair di Untidar tidak berhenti sampai disini tetapi semakin besar kapasitasnya dari tahun ke tahun.

“Bahkan jika memungkinkan jika menjelang atau setelah wisuda bisa diselenggarakan Job Fair dengan harapan mempermudah alumni mendapatkan pekerjaan sesuai harapannya,” tambahnya.

Pengunjung Job Fair sedang apply CV dan lamaran ke Mitra Perusahaan. Dok Panitia ; Erwin

Ketua Panitia, Lintang Citra Christiani, S.I.Kom., M.I.Kom. menjelaskan bahwa kegiatan Job Fair merupakan kegiatan tahunan di bawah koordinasi UPA PKK dan Kemahasiswaan Untidar yang bertujuan untuk meningkatkan serapan lulusan dan sebagai jembatan antara pencari kerja dan dunia industri.

“Tema  Achieve Your Dream Career memiliki makna, setiap kita punya karir impian, butuh perjuangan untuk mencapainya. Untidar ingin menjadi bagian untuk meraih impian ini.

Kemarin, kami telah melakukan training Job Fair, semoga bisa membantu peserta lolos dalam proses rekrutmen. Job Fair bekerja sama dengan 26 perusahaan dan menyediakan lebih dari 150 lowongan kerja untuk lulusan SMA – D3 – S1,” jelasnya.

Lebih dari 1.000 pengunjung menghadiri acara ini. Selain untuk memperoleh informasi, pengunjung juga dapat melakukan walk in interview di beberapa perusahaan mitra secara langsung.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

UNTIDAR Borong 7 Penghargaan di Anugerah Abdidaya Ormawa 2024

Universitas Tidar sukses meraih 7 penghargaan dalam ajang Anugerah Abdidaya Ormawa Tahun 2024 yang diselenggarakan pada 7-9 November di Universitas Udayana.

Anugerah Abdidaya Ormawa 2024 merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dit. Belmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Dikdristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek) yang bertujuan untuk mengapresiasi kinerja tim pelaksana, organisasi kemahasiswaan, dosen pendamping, perguruan tinggi, dan mitra keberlanjutan dalam melaksanakan kegiatan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).

PIC Abdidaya Ormawa Untidar, Karunia Galih Permadani, S.Pd., M.Sc. menjelaskan ada 6 tim dari Untidar yang berhasil lolos nominasi dalam ajang Anugerah Abdidaya Ormawa 2024.

“Tahun ini, Untidar berhasil mengirimkan 6 tim PPK Ormawa untuk mengikuti acara ini. Ke-6 tim tersebut yaitu, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP), Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi (HIMAPBIO), Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMATIKA), Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM), UKM PELITA dan UKM Untidar Broadcasting Center (UBC). Setiap tim yang berangkat ada 3 orang pelaksana PPK, 1 orang ketua ormawa, dan 1 dosen pendamping. Selain itu, untuk Mitra PPK Ormawa dari Untidar yang terpilih ke bali dari Kades Gandusari, Bandongan, Kabupaten Magelang,” jelasnya.

Tujuh penghargaan yang diraih Untidar antara lain:

  1. Juara 1 Organisasi Mahasiswa dengan Keberlanjutan Terkuat diraih oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PELITA,
  2. Juara 1 Tim Pelaksanaan dengan Luaran Terlengkap dimenangkan oleh UKM PELITA,
  3. Juara 1 Video Terinovasi diraih oleh Himpunan Pendidikan Biologi,
  4. juara 2 Dosen Pendamping Terinovatif dimenangkan oleh Dosen Pendamping UKM PELITA, Tri Puji Rahayu, S.Pt., M.P.
  5. Juara 2 Poster Terinformatif diraih oleh UKM PELITA.
  6. Juara 3 Mitra Paling Partisipatif dimenangkan oleh desa binaan UKM PELITA, Desa Gandusari.

Selain itu, Universitas Tidar juga meraih juara 3 dalam kategori Perguruan Tinggi Terinovatif.

Peraih Juara 2 Dosen Pendamping Terinovatif, Tri Puji Rahayu, S.Pt., M.P. mengungkapkan kemenangannya berkat doa dan dedikasi tim.

“Saya tidak menyangka bisa sejauh ini karena pengalaman baru 2 kali menjadi dosen pendamping dan baru tahun 2024 ini jadi peserta abdidaya begitupun sebagai nominasi Dosen pendamping Terinovatif. Alhamdulillah sangat bersyukur atas usaha maksimal dari kami tim PPK Ormawa UKM Pelita dapat membuahkan hasil dan ini juga mungkin jadi rezeki kami berkat doa dan dukungan semuanya,” pungkasnya.

Saat ditemui, Ketua Tim PPK UKM PELITA, Verjune mengungkapan 5 kemenangan yang diraih bukan akhir dari perjalanan tim, melainkan menjadi langkah awal tim dan mitra untuk memaksimalkan program kerja yang telah terlaksana.

“Perjalanan kami tidaklah mudah dalam berkegiatan. Sangat banyak tantangan yang justru membuat kami semakin solid dan saling menguatkan satu sama lain dalam melaksanakan program karena salah satu moto tim kami yaitu teamwork makes the dreamwork. Semoga menjadi langkah awal yg baik untuk hal-hal baik di masa depan,” tuturnya.

“Hal yang menarik dalam proses pelaksanaan PPK Ormawa di Desa binaan yaitu terkait potensi yang ada di Desa Gandusari serta sumberdaya masyarakat sasaran karena beberapa hal yg dijalankan dalam program sebenarnya sudah ada di desa namun karena adanya covid 19 semangat masyarakat menjadi menurun. Namun, setelah adanya kegiatan studi lapangan dan pelatihan, alhamdulillah, masyarakat lebih semangat,” tambahnya.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Farewell Ceremony Lima Mahasiswa Filipina Program Sea Teacher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar menyelenggarakan Farewell Ceremony untuk lima mahasiswa internship program SEA-Teacher asal Far Eastern University (FEU) Filipina pada, Jumat (8/11).

Perwakilan Mahasiswa FEU, Ellie, dalam kesempatan ini membagikan pengalaman magangnya. Seluruh keluarga Untidar menyambutnya dengan hangat dan sangat membantu dalam segala hal selama ia di Magelang. Selain itu, ia bersyukur dapat mengunjungi banyak tempat di Magelang, seperti Candi Borobudur.

“Seluruh orang di sini telah menjadi keluarga saya. Bagi saya, mengajar bukan hanya membagikan ilmu tetapi tentang saling terkoneksi untuk membangun kebahagian. Pengalaman yang saya dapat di sini akan menjadi bagian terbesar dalam perjalanan saya,” ungkapnya.

Kelima mahasiswa FEU yang mengikuti Sea Teacher di Untidar yaitu Jolly B. Bastida – Bachelor of Physical Education (BPEd), Duex Marty O. Sager – Bachelor of Secondary Education (BSEd), Frances Kate N. Casauay – Bachelor of Physical Education (BPEd), Roxan Mari B. Surio – Bachelor of Physical Education (BPEd) dan Danielle Alipio – Bachelor of Special Needs Education (BSNEd).

Perwakilan Graduate Studies in Institute of Education FEU, Dr. Sam Rhoy Dela Cruz mengungkapkan program ini akan sangat bermakna bagi mahasiswa, universitas, dan Asia Tenggara.

“Pengalaman yang didapat mahasiswa akan sangat berharga khususnya bagi kemampuan dan pengetahuan dalam pendidikan yang dapat membangun perspektif baru. Program ini membawa Asia Tenggara untuk dapat membangun kepercayaan atas kultur yang saling terikat. Kami berharap program ini bukan hanya awal bagi kerjasama antar FEU dan Untidar, melainkan dapat terus berkelanjutan,” ungkapnya secara online melalui zoom meeting.

Senada dengan Dr. Sam Rhoy, Ketua Jurusan Bahasa dan Seni Untidar, Muhammad Daniel Fahmi Rizal, M.Hum dalam sambutanya juga berharap kerjasama antar FEU dan Untidar dapat terus berlanjut.

 “Kami mengharapkan dengan adanya sinergi dan kerjasama ini tidak berakhir disini baik dengan mitra sekolah maupun Far Eastern University. Kami meminta maaf bila selama kerjasama banyak kekurangan dan kesalahan yang kami ciptakan semoga tidak mengurangi indahnya persahabatan kita. Semoga kerjasama kecil ini bisa memberikan kontribusi bilateral pada Indonesia dan Filipina,” jelasnya.

Sebelumnya, Untidar menjalin kerjasama dengan Far Eastern University (FEU) Filipina dalam program SEA Teacher, yaitu program magang mengajar di negara-negara asia. FEU telah mengirimkan 5 mahasiswanya ke Indonesia dan mulai melaksanakan magang per tanggal 14 Oktober 2024.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Untidar Terima Kunjungan Guru dan TU SMA N 1 Pejagoan

Universitas Tidar menerima kunjungan dari SMA N 1 Pejagoan, Kebumen di Ruang E.3.4.5, Gedung Fakultas Teknik, Sabtu (02/10). Kunjungan ini merupakan upaya dalam pelaksanaan program perencanaan studi lanjut peserta didik SMA N 1 Pejagoan ke Untidar.

“Bagaimana kami bisa memberikan informasi mengenai Untidar sebagai pilihan untuk melanjutkan jenjang Pendidikan tinggi secara nyata dan faktual kepada siswa kami yang saat ini berjumlah 1.062 siswa,” ujar Erlin Marlina, S.Pd., perwakilan Kepala Sekolah SMA N 1 Pejagoan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komunitas belajar sesarengan SMA N 1 Pejagoan. dimana tagline kami adalah aman, ramah, menyenangkan, berintegritas dan inklusif.

“Data penelusuran alumni kami tahun 2024, siswa yang diterima di Untidar melalui SNBP sebanyak 1 siswa, SNBT 1 siswa dan Seleksi Mandiri sebanyak 6 siswa. Informasi yang kami dapat hari ini tentunya membantu dalam merencanakan potensi siswa ketika nanti akan masuk perguruan tinggi,” tambahnya.

Selain itu, besar harapan dari SMA N 1 Pejagoan untuk menjalin kerjasama dengan Untidar.

“Untidar terbuka dalam menjalin kerjasama. Sudah beberapa sekolah menjalin kerjasama dengan kami, tidak sebatas untuk Penerimaan Mahasiswa baru (PMB) namun juga untuk kegiatan lain misal pemagangan mahasiswa, penelitian, pengabdian dsb,” terang Laila Alfizanna, S.S., MDCC., Ketua Tim Bidang Kerjasama, Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (BAKK) Untidar.

Ibu Laila juga menambahkan informasi bahwa saat ini sedang berproses MoU (Memorandum of Understanding) antara Untidar dengan Bupati Kebumen.

Ketua Tim Kerja Bidang Humas, BAKK, Danu Wiratmoko, A.Md. juga berkesempatan membagi informasi terkait Untidar kepada 58 orang dari SMA N 1 Pejagoan, Kebumen yang terdiri guru dan Tata Usaha (TU).

“Data Untidar 2024, rasio ketetatan program studi yang paling tinggi adalah prodi D4 Akuntansi Perpajakan yaitu 1:10 dan yang terendah adalah D3 Farmasi yaitu 1:1. Data ini berdasarkan jumlah jumlah pendaftar dan diterima masuk ke Untidar dari seluruh jalur masuk yang ada,” terang Bapak Danu.

Tinggi rendahnya rasio ketetatan ini tentunya dipengaruhi banyak faktor seperti aturan jalur masuk/seleksi dalam pemilihan prodi, trend prodi yang digemari siswa dan profil pekerjaan lulusan prodi tersebut.

Selain presentasi, guru dan TU juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau sharing pengalaman khususnya dalam mengarahkan siswa untuk meneruskan ke perguruan tinggi.  

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Manfaatkan Momentum KTT BRICS+ 2024, Untidar Memperluas Jalinan Kerjasama Internasional

Pada rangkaian KTT BRICS 2024 di Rusia lalu, Universitas Tidar berkesempatan untuk mengikuti International Forum “Mineral Resources as The Basis of National Sovereignty – Personnel and Innovation Environment” dan The Youth Forum Contest of Young Researches from the BRICS countries “Topical Issues of Rational Use of Natural Resources” di Saint Petersburg pada tanggal 15 hingga 20 Oktober 2024.

Partisipasi Untidar sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang mengikuti konferensi tersebut merupakan undangan kehormatan dari Catherine Empress II Saint Petersburg Mining University, yang merupakan salah satu penyelenggara kegiatan KTT BRICS 2024.

Undangan ini merupakan kelanjutan pertemuan antara Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Untidar dengan Wakil Rektor untuk Urusan Internasional Saint Petersburg Mining University pada bulan Juli lalu. Selain mengundang, pihak Empress Catherine II Saint Petersburg Mining University juga menanggung biaya akomodasi dan perjalanan dosen dan mahasiswa Untidar.

Dalam konferensi tersebut delegasi Untidar bertemu dengan perwakilan dari 42 negara yang berasal dari Eropa, Asia, Amerika Latin, Afrika, dan lain-lain.

Selain itu Wakil rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Prof. Dr. Ir. Suyitno, M.Sc., IPM., Koordinator Penelitian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Dr. Arif Rahman Saleh, S.T., M.T., dan mahasiswa S1 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Muhammad Maulana Yusup juga mendapatkan kesempatan untuk meninjau kampus dan fasilitas laboratorium di Empress Catherine II Saint Petersburg Mining University.

Delegasi juga berkesempatan untuk bertemu dan berdiskusi dengan Dekan Fakultas Pengolahan Material Mentah Mineral Prof. Bahzin Vladimir Yurievich.

Dalam wawancaranya, Jumat (1/11) Dr. Arif Rahman Saleh yang juga merupakan dosen Teknik Mesin Fakultas Teknik Untidar menceritakan pengalamannya selama mengikuti kegiatan di Rusia.

“Selain menambah ilmu tentang konversi energi, di sana kami mendapatkan wawasan tentang raw mineral material processing. Kami diajak untuk meninjau laboratorium yang mereka miliki dan juga berdiskusi tentang peluang-peluang Kerjasama antara kedua universitas,” ujarnya.

Prof. Suyitno menambahkan bahwa pihak Empress Catherine II Saint Petersburg Mining University bersedia untuk menjalin kerjasama yang lebih mendalam dengan Untidar.

“Pihak Saint Petersburg Mining University bersedia diundang ke Indonesia, untuk memberikan knowledge dan experience di dalam pengolahan bahan logam,” terang Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama yang juga guru besar dalam bidang metalurgi ini menyambut baik tawaran tersebut dan memandang kemitraan dan keikutsertaan Universitas Tidar dalam KTT BRICS 2024 di Rusia ini sejalan dengan kebijakan luar negeri Republik Indonesia.

Selain itu kerjasama dengan Rusia dipandang menguntungkan karena Rusia merupakan negara yang maju dalam hal ilmu pengetahuan dan sangat menghargai hubungan dengan Indonesia. Rusia bukan merupakan mitra populer di kalangan perguruan tinggi Indonesia, namun ketidak populeran tersebut justru membawa keuntungan bagi Untidar.

“Sebagai perguruan tinggi negeri yang relatif baru agak sulit bagi kita bersaing dengan universitas besar di Indonesia untuk menggaet mitra-mitra dari negara Australia atau Amerika. Kalau kita bergabung akan banyak mendapatkan privilege, terutama kalau mau menuju kemandirian,” tambah Prof. Suyitno.

Seperti yang kita ketahui, Indonesia memutuskan untuk bergabung dengan BRICS setelah Menteri Luar Negeri Sugiono hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS Plus di Kazan, Rusia Oktober lalu. Keterlibatan Indonesia dalam blok ekonomi tersebut menunjukkan implementasi prinsip bebas aktif, yaitu berpartisipasi aktif dalam berbagai forum dan menjadi sahabat bagi semua negara.

Penulid : Tim Kerjasama Untidar

Rektor Untidar Lantik Prof. Ir. Sutrisno Hadi Purnomo Jadi Dekan Faperta

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. melantik Prof. Ir. Sutrisno Hadi Purnomo, S.Pt., M.Si., Ph.D. menjadi Dekan Fakultas Pertanian Periode 2024-2027, Senin (28/10) di Ruang Multimedia.

Prof. Ir. Sutrisno Hadi Purnomo menggantikan Prof. Dr. Ir. Joko Sutrisno, M.P. yang sebelumnya menjabat sebagai Dekan Faperta sejak 2023 silam. Prof. Joko Sutrisno harus kembali bertugas di Universitas Sebelas Maret (UNS) dikarenakan dilantik sebagai Direktur Kemahasiswaan.

“Terima kasih atas kesediaannya bergabung di Untidar kepada Prof. Sutrisno Hadi Purnomo. Mari kita niati bukan mencari sesuatu yang duniawi tapi memberikan kebermanfaatan bagi semua orang,” tutur Prof. Sugiyarto dalam sambutannya.

Beliau juga mengingatkan sebagai bagian dari Untidar wajib bagi kita memahami value Untidar dalam menjalani kehidupan kampus.

“Value Untidar yaitu TIDAR. Tangguh, Integratif, Dedikatif, Aktif dan Responsif. Mari kita tanamkan dalam hati dan perbuatan kita sehari-hari,” tambah Rektor.

Prof. Sutrisno Hadi Purnomo adalah Guru Besar Bidang Ilmu Sosial Ekonomi Peternakan pada Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret (UNS).

Selain pelantikan Dekan Faperta pada kesempatan ini juga diselenggarakan pelepasan dan penyampaikan kenang-kenangan bagi 5 pegawai Untidar yang telah purna tugas atau pensiun.

“Selamat menikmasti purna tugas dan terima kasih atas segala pengabdian dalam membersamai Untidar melalui proses perubahan swasta ke negeri. Alhamdulillah sekarang Untidar sudah menyandang sebagai perguruan tinggi Badan Layanan Umum (BLU),” ujar Rektor.

Pegawai purna tugas tersebut yaitu Sri Tanjung Cahyarini, tendik yang telah bekerja 34 tahun 0 bulan 28 hari; Dr. Dr. Dra. Endang Mawarsih, M.Sc., Dosen Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik yang telah bekerja selama 32 tahun 7 bulan 29 hari; Ir. Yulia Eko Susilowati, M.P., Dosen Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian yang telah bekerja selama 35 tahun 8 bulan 26 hari; Ir. Kun Suharno, M.T., Dosen Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik yang telah bekerja selama 30 tahun 7 bulan 30 hari; Soesetyo Budi Santoso, Tendik Fakultas Teknik yang telah bekerja selama 17 tahun 0 bulan 28 hari; dan Dr. Ir. Sapto Nisworo, MT, IPU., ASEAN. Eng., Dosen Prodi Teknik Elektro, Fakultas Teknik yang telah bekerja selama 33 tahun 7 bulan 30 hari.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Tindak Lanjut Kerjasama FINDA4S, Faperta Untidar Turut Serta Dalam Pembahasan Akreditasi dan Kurikulum Berkelanjutan.

Dr. Lilis Hartati, S.Pt., M.P., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiwaan, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar mengikuti rapat pembahasan strategi peningkatan akreditasi dan pengembangan kurikulum berkelanjutan sebagai tindak lanjut penandatangan kerjasama FIND4S, Jumat (26/10) di Grand Candi Hotel Semarang.

“Seperti tema dari kegiatan FIND4S yaitu capacity building in the field of higher education diharapkan setiap anggota konsorsium akan memperoleh peningkatan kapasitas baik dari segi perguruan tinggi, dosen, tendik, maupun fasilitas laboratorium melalui berbagai work package yang sudah disusun. Luaran disetiap kuartal dan laporan progressnya semoga dapat ditunaikan dengan baik sesuai yang dijadwalkan,” jelas Dr. Lilis.

Turut serta dalam kegiatan ini Soraya Kusuma Putri, S.TP., M.Sc. Ketua Kelompok Bidang Keahlian Ilmu dan Teknologi Pangan, Faperta, Untidar.

Delapan tugas utama program FIND4S adalah administrasi proyek, knowledge sharing, training dan pelatihan, peningkatan kurikulum, pendirian pusat penelitian, desain kurikulum baru, tim manajemen mutu dan pengelolaan media sosial.

Rapat pertama anggota konsorsium FIND4S yang dilaksanakan 25-26 Oktober 2024 ini mengupas peningkatan akreditasi institusi melalui pengembangan mata kuliah baru di bidang keberlanjutan (sustainability). Setiap universitas anggota konsorsium diminta untuk mempresentasikan progres dan rencana, termasuk peningkatan kualitas penelitian dan pengembangan (R&D) serta penambahan mata kuliah baru.

Selain itu dibahas pula persiapan benchmarking ke Eropa yaitu Belgia dan Irlandia yang direncanakan pada 14-27 Mei 2025. Seluruh anggota konsorsium diingatkan untuk segera mempersiapkan paspor dan visa, mengingat proses pengurusan yang memakan waktu dan visa untuk kedua negara harus dibuat secara terpisah.

Agenda konsorsium FIND4S terdekat adalah simposium Internasional di UNIMUS sekitar bulan November 2024 dan agenda koordinasi selanjutnya di Untidar pada Desember 2024.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Data diperoleh dari Tim FIND4S

Hakim Agung MA, Yodi Wahyunadi : Teknologi Informasi Dukung Proses Peradilan

Hakim Agung Mahkamah Agung Republik Indonesia, Dr. H. Yodi Wahyunadi, S.H., M.H. menjelaskan perkembangan teknologi informasi saat ini turut mendukung proses memeriksa dan mengadili perkara oleh Pengadilan.

“Perguruan tinggi kini telah memenuhi standar dengan banyak mahasiswa yang memiliki pengetahuan dasar tentang teknologi informasi. Namun, ada tantangan dalam membina integritas di kalangan mahasiswa. Penting untuk mengajarkan cara mempertahankan integritas secara konsisten, karena integritas merupakan nilai penting dalam konteks keadilan,” paparnya saat menjadi Keynote Speaker Seminar Nasional dan Call of Paper “Progresivitas Hukum dalam Pembangunan Nasional” di Gedung dr. H. R. Suparsono, Kamis (24/10).

Hakim Agung Kamar Tata Usaha Negara ini menjelaskan perubahan besar yang terjadi dampak perkembangan teknologi informasi salah satunya adalah persidangan elektronik.  

“Perubahan besar karna mengenai dasar hukum acara belum berubah, namun peradilan berbasis elektronik sudah terjadi. Semua perkara saat ini berbasis elektronik,” tambahnya.

Sesuai peraturan Mahkamah Agung melalui email sudah dapat dikirim gugatan atau menerima jawaban. Namun masih ada yang bertatapan langsung yaitu mengenai pembuktian.

Jika bisa dijalankan di MA, Yodi juga berpendapat peradilan elektronik dapat diterapkan di Perguruan Tinggi. Manfaat perubahan dari segi waktu, interaksi, dan informasi elektronik.

Seminar Nasional dan Call of Paper “Progresivitas Hukum dalam Pembangunan Nasional” merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) untuk memperingati Dies Natalis ke-8 Prodi Hukum di Untidar.

“Pemilihan tema ini sebagai upaya menyongsong visi Indonesia emas pada 2024, yakni menjadikan Indonesia sebagai negara maju dan sejahtera. Pencapaian visi ini tentunya tidak hanya dari negara namun dari sisi masyarakat serta peran hukum juga,” jelas PIC Seminar, Dosen Prodi Hukum, Indira Swasti Gama Bhakti, S.H., M.H.

Selain mengundang Hakim Agung MA, dalam seminar ini turut menghadirkan Dekan Fakultas Hukum UNDIP, Prof. Dr. Retno Saraswati, S.H., M.H. dengan pembahasan “Peran Masyarakat dalam Pembangunan Hukum Nasional”, Guru Besar Hukum Administrasi Negara UNS, Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, S.H.,M.M. dengan pembahsan “Pembangunan Hukum Nasional dalam Rangka Mencapai Pembangunan yang Berkelanjutan” dan Ketua Jurusan Hukum merangkap Koordinator Prodi S1 Hukum Untidar, Dr. Rani Pajrin, S.H., M.H. dengan pembahasan “Partisipasi Masyarakat dalam Menyongsong Visi Indonesia Emas 2045”.

Tidak hanya seminar, peringatan Dies Natalis ke-8 Prodi Hukum juga akan dilanjutkan dengan Tidar Law Fest pada keesokan harinya yang menampilkan hiburan serta penghargaan bagi Dosen dan Mahasiswa Prodi Hukum Untidar.

Penulis dan Editor : Humas Untidar