Untidar Resmikan Pusat Studi Pariwisata dan PUI Borobudur, Perkuat Sinergi dengan Badan Otoritas Borobudur

Universitas Tidar resmi meluncurkan Pusat Studi Kajian Kepariwisataan dan Kebudayaan serta Pusat Unggulan Iptek (PUI) Borobudur sebagai salah satu langkah strategis dalam mendorong riset, pelestarian budaya, dan pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat lokal atau komunitas. Kegiatan ini dilangsungkan di Gedung Kuliah Umum dr. H.R. Suparsono dan dihadiri oleh jajaran rektorat dan perwakilan dari Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB), Rabu (4/6).

Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., menyampaikan bahwa pendirian pusat studi dan PUI ini selaras dengan posisi strategis Untidar sebagai satu-satunya perguruan tinggi negeri di Kota Magelang.

“Untidar memiliki historis dan budaya sebagai satu-satunya universitas negeri di Kota Magelang yang letaknya dekat dengan Candi Borobudur sebagai salah satu warisan budaya dunia. Dengan adanya Pusat Unggulan Iptek (PUI) Borobudur, kami berharap dapat memajukan kearifan lokal budaya, termasuk dampak dan korelasinya dengan masyarakat sekitar Candi Borobudur. Kedepannya, PUI ini juga diharapkan memberi nilai tambah bagi pengalaman pengunjung, khususnya wisatawan internasional,” ujar Prof. Sugiyarto.

Ia menegaskan bahwa kehadiran PUI tidak hanya untuk riset semata, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan dan penguatan keterlibatan masyarakat lokal dalam pembangunan pariwisata yang inklusif.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Kerjasama atau MoU antara Untidar oleh Rektor dan Direktur Utama BPOB oleh Agustin Peranginangin, S.T.. MoU ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam sinergi lintas sektor antara institusi pendidikan dan pengelola kawasan strategis pariwisata nasional.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Izza juga menyampaikan bahwa kolaborasi ini membuka peluang konkret bagi mahasiswa:

“Kegiatan hari ini secara resmi telah meresmikan pendirian PUI Borobudur. Pusat Unggulan Iptek ini yang menaungi berbagai macam aktivitas multidisipliner yang mendukung pengembangan Borobudur, mulai dari aspek ekonomi, literasi, sejarah, konservasi teknik, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar,” ungkap Prof. Izza Mahrufah, S.E., M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi Untidar.

“Dengan adanya MoU ini, mahasiswa Untidar dapat melakukan magang, KKN, dan penelitian, serta pengabdian masyarakat dengan fokus pada Borobudur. Salah satu penelitian di Untidar misalnya yang mengangkat tema pengelolaan sampah dan peran serta masyarakat di kawasan wisata Borobudur dan sekitarnya.” tambahnya.

Prof. Izza menegaskan bahwa keberadaan PUI akan terus berkelanjutan dan perkembangan dengan melibatkan stakeholder kedepannya.

“PUI ini bukan semata proyek satu kali. Proyek ini merupakan proyek yang berkelanjutan dengan target yang jelas. Borobudur merupakan salah satu warisan budaya besar dan sesuai dengan visi Untidar yang unggul dalam budaya dan kewirausahaan,” tutupnya.

Dengan peresmian Pusat Unggulan Iptek ini, Untidar menunjukkan komitmennya dalam menciptakan model pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, berbasis pengetahuan, dan berlandaskan pada pelestarian nilai budaya.

 

Penulis: Ruth Erica Margaret

Editor: Tim Humas Untidar

Pembekalan dan Penyerahan SK CPNS Untidar T.A 2024

Universitas Tidar selenggarakan kegiatan penyerahan Surat Keputusan (SK) CPNS dan pembekalan karir, Selasa (4/6) di Lab. Komputer Lantai 1, Gedung Rekayasa. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan arahan kepada para CPNS yang akan mengemban tugas sebagai bagian sivitas akademika Untidar.

Plt. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum, Dr. Astuty, M.Pd., mengungkapkan sebanyak 88 peserta CPNS dinyatakan lolos formasi dosen dan tendik Untidar.

“Pada kesempatan kali ini SK yang akan diserahkan sebanyak 87 peserta CPNS, dan 1 peserta merupakan peserta penganti masih dalam proses pengurusan di BKN. Adapun SK yang dibagikan ke 87 peserta berasal dari Fakultas Pertanian sebanyak 11 orang, Fakultas Ekonomi 26 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 19 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 5 orang, Fakultas Teknik 22 orang, BPKU 3 orang, LPMPP 1 orang, dan LPPM sebanyak 1 orang,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., selaku Rektor secara simbolis menyerahkan secara langsung SK CPNS didampingi oleh Wakil Rektor II, Dekan, dan Kepala Biro. Selain itu, Rektor juga menyambut langsung para peserta CPNS yang telah lolos dan berhasil melewati beragam seleksi, serta memberikan beberapa motivasi dan arahan.

“Selamat datang kepada Bapak/Ibu yang telah berhasil lolos CPNS formasi Untidar, kami mengajak untuk Bapak/Ibu menata niatnya dengan khidmat untuk stakeholder utama kita yaitu mahasiswa. Untidar sebagai perguruan tinggi negeri dari 11 tahun lalu hingga sekarang, Untidar mengalami pertumbuhan signifikan baik dari segi jumlah mahasiswa maupun fasilitasnya,” sambutnya.

Rektor juga menambahkan, bahwa dirinya memegang prinsip yang terinspirasi dari lirik lagu karya Sunan Kalijaga yang berjudul lir-ilir yang memiliki pesan keikhlasan, kebangkitan, dan pengabdian.

“Lagu lir-ilir mengajarkan kita untuk selalu bangkit dan ikhlas dalam berbuat baik. Dalam konteks ini, harapannya Bapak/Ibu diharapkan mampu menjalankan tugasnya dengan ikhlas dan semangat melayani maupun berkontribusi dalam perkembangan Untidar kedepannya. Mari kita rawat dengan niat tulus kita sebagai pendidik dan tenaga kependidikan demi mencerdaskan generasi bangsa,” pesan Rektor.

Lebih lanjut, kegiatan ini diisi dengan pembekalan yang menghadirkan narasumber dari Internal Untidar, yaitu Ketua Tim Kerja Bidang Tata Laksana dan Kepegawaian, Hatma Izza Perdana, S.Pd., yang menyampaikan budaya kerja di Untidar, manajemen PNS, pengembangan karir, dan pengembangan kompetensi.

Adanya kegiatan ini, kedepannya diharapkan pada CPNS Untidar T.A 2024 mampu beradaptasi dan berkontribusi positif dalam membangun kualitas pendidikan Untidar.

 

Penulis :  Dewi Puji Lestari

Editor : Humas Untidar

Untidar Buka Banyak Jalur di Seleksi Mandiri 2025

Universitas Tidar secara resmi mengumumkan kembali Pendaftaran Seleksi Mandiri Tahun 2025 yang sudah dimulai sejak 20 Mei 2025 dan akan berakhir 10 Juni 2025 melalui konferensi pers yang diselenggarakan di Bandongan Teaching Farm, Rabu (4/6).

Dalam paparannya, Ketua Tim Kerja Bidang Humas, Danu Wiratmoko menjelaskan bahwa   Seleksi Mandiri menjadi alternatif bagi calon mahasiswa yang tetap ingin menjadi mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri. “Mimilih Untidar sebagai tujuan Pendidikan tinggi merupakan pilihan yang patut dipertimbangkan, terlebih untuk calon mahasiswa di selingkar Kedu Raya. Sebab Untidar merupakan satu-satunya PTN di Kawasan tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pada tahun 2025, Seleksi Mandiri Untidar terdapat 6 jalur seleksi, yaitu Seleksi Mandiri Jalur Kerjasama Mitra Sekolah (SMJK – MS), Seleksi Mandiri Jalur Kerjasama Dunia Usaha Dunia Industri (SMJK – DUDI), Seleksi Mandiri Jalur Prestasi (SMJP), Seleksi Mandiri nilai UTBK (SM – UTBK), Seleksi Mandiri Ujian Tulis (SMUT), dan Seleksi Mandiri One Day Service (SM – ODS). Berbeda dengan tahun sebelumnya, Untidar tahun ini menambahkan jalur SMJK – DUDI untuk membuka kesempatan bagi calon mahasiswa dari keluarga mitra dunia usaha dan dunia industri. “Dengan semakin banyak jalur seleksi, tentu muaranya untuk memenuhi kuota agar tidak ada kursi yang tersisa. Dan ini akan menjadi kesempatan bagi lebih banyak calon mahasiswa agar dapat kuliah di PTN, khususnya di Untidar,” imbuhnya.

Biaya pendaftaran semua jalur seleksi mandiri di Untidar sebesar Rp250.000,00. Seluruh proses pendaftaran dan seleksi dilakukan secara daring dengan sistem verifikasi data yang ketat, kecuali SMUT dan SM – ODS yang akan dilaksanakan di 2 kampus Untidar, yaitu Kampus Tuguran dan Kampus Sidotopo. “Pada seleksi mandiri ini, calon mahasiswa boleh mendaftarkan diri lebih dari satu jalur.” Ungkapnya.

Dari 28 program studi yang dibuka di jalur mandiri ini, kuota yang tersedia sebanyak 1.048 kursi, atau sekitar 30% dari kuota keseluruhan. Danu menjelaskan tentu angka ini dapat berubah jika ada mahasiswa yang lolos SNBT tidak melakukan daftar ulang, yang berarti ada kursi kosong tersedia sebanyak itu.

Untuk mendaftar, calon mahasiswa tidak perlu datang ke Untidar, tetapi bisa langsung akses smart.untidar.ac.id dan mengisi kolom pendaftaran di sana. Untuk informasi lengkap seputar seleksi mandiri dapat diakses melalui um.untidar.ac.id. Danu menambahkan jika Untidar memanfaatkan teknologi untuk memudahkan calon pendaftar. Sebab kini Untidar semakin diminati, tidak hanya di selingkar Jawa Tengah, tapi hampir seluruh penjuru Indonesia. “Student body kami menunjukkan bahwa sebaran asal mahasiswa kami berasal dari Aceh hingga Papua.” pungkasnya.

Penulis: Imel Firdani

Editor: Danu Wiratmoko

Untidar Raih Opini WTP: Bukti Tata Kelola Keuangan yang Transparan dan Akuntabel

Universitas Tidar (Untidar) menorehkan capaian membanggakan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan tahun 2024 dari BPK-RI. Capaian ini diperoleh hanya 1 tahun semenjak Untidar menyandang status PTN BLU. Hal tersebut disampaikan  oleh  Plt. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum, Dr. Astuty, M.Pd. dalam konferensi pers di Bandongan Teaching Farm, Rabu (4/6). Pengakuan ini menegaskan bahwa seluruh pengelolaan keuangan Untidar telah dilakukan secara akuntabel, transparan, dan sesuai dengan standar regulasi yang berlaku.

Lebih lanjut Astuty menyebutkan bahwa opini WTP merupakan hasil audit eksternal yang diberikan kepada lembaga yang dinilai memiliki laporan keuangan yang akurat dan tidak mengandung penyimpangan material.

“Sejak menyandang status sebagai Badan Layanan Umum (BLU) pada April 2024, Untidar wajib melalui proses audit menyeluruh. Dan pencapaian ini menjadi bukti kesiapan serta kualitas tata kelola keuangan kampus yang baik.” imbuhnya.

Ia menambahkan, opini WTP tidak hanya dinilai dari sisi pengeluaran dan pendapatan, tetapi juga mencakup arus kas dan hasil usaha. “Pencapaian ini melengkapi sederet prestasi lain di bidang tata kelola yang diraih Untidar, termasuk nilai A dalam Reformasi Birokrasi 2024 dengan nilai 87,98. Capaian ini adalah hasil kerja kolektif seluruh elemen di Untidar di bawah kepemimpinan Prof. Sugiyarto,” ujarnya.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si, yang juga hadir menemui pers ikut menambahkan Untidar juga baru saja meraih penghargaan dari Kantor Wolayah DJP Jawa Tengah II sebagai Peringkat 2 Tax Center dengan Relawan Pajak Terbanyak tahun 2025. “Tentu saja hal ini dapat menjadi penguatan transparansi dan akuntabilitas, dan berimplikasi keterbukaan informasi regulasi yang dapat diakses oleh masyarakat secara luas.” Jelasnya.

Melalui pencapaian ini, Untidar berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola yang baik sebagai fondasi dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi.

 

Penulis: Imel Firdani

Editor: Danu Wiratmoko

 

Rektor dan Wakil Rektor Untidar Tinjau Panen Ayam: Bukti Komitmen pada Edukasi Terapan

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. didampingi Plt. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum, Dr. Astuty, M.Pd. dan Kepala Unit Pengelola Usaha (UPU), Jalu Aji Prakoso, S.E., M.Ec.Dev., melakukan peninjauan panen ayam di Bandongan Teaching Farm Universitas Tidar, Rabu (4/6). Acara ini juga dihadiri oleh mitra pers Untidar di selingkar Magelang dan Yogyakarta.

Kegiatan panen tersebut merupakan bagian dari program kolaborasi antara Untidar dan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN). Program ini mengusung model kerja sama bagi hasil, di mana pihak mitra menyediakan ayam, pakan, dan obat, sementara Untidar menyediakan fasilitas kandang dan tenaga pemeliharaan.

Jalu menjelaskan proses persiapan dan pemeliharaan ayam dilakukan selama dua bulan. “Secara teknis, memang ada kendala kecil, tetapi secara keseluruhan fundamental kegiatan ini berjalan lancar,” akunya.

Ia menambahkan bahwa ayam-ayam yang dipelihara sudah dapat dipanen mulai usia 35 hari dengan bobot rata-rata 2,2 kg per ekor. Saat ini sudah memungkinkan untuk dilakukan pengambilan harian maupun panen raya.

Dari sisi teknis, perwakilan Technical Service PT Charoen Pokphand Indonesia, Ainurrafiq, menjelaskan bahwa periode panen raya biasanya berlangsung setiap 35 hingga 38 hari. Untuk pasar lokal seperti Magelang dan sekitarnya, ayam dengan bobot 1,2 kg hingga 2,2 kg menjadi standar, sementara bobot di atas itu umumnya dipasarkan ke luar kota. Pengambilan ayam bisa menggunakan mobil kecil (5–7 kwintal) atau truk besar hingga 3,5ton tergantung kebutuhan mitra. “Kerja sama antara PT Charoen Pokphand Indonesia dan Untidar tidak hanya soal bisnis, tetapi kami juga menekankan transfer pengetahuan kepada mahasiswa dan pengelola kampus,” ujarnya.

Ia juga memaparkan bahwa Teaching Farm Untidar telah menggunakan sistem kandang close house untuk meminimalkan gangguan dari luar, serta menerapkan standar biosecurity dan sanitasi tinggi demi menjaga kesehatan ternak. Sejak awal kemitraan, tingkat mortalitas ayam berhasil ditekan sesuai standar CPIN, yakni di bawah 3%. “Ini membuktikan bahwa sistem pemeliharaan di Untidar sudah berjalan sesuai kaidah industri peternakan modern,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama Rektor Untidar memberikan apresiasinya terhadap keberhasilan kegiatan ini dan berharap Bandongan Teaching Farm dapat menjadi wadah pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa sekaligus mendukung kemandirian kampus dalam mengembangkan unit usaha pendidikan berbasis industri.

 

Penulis: Imel Firdani

Editor: Danu Wiratmoko

Bangun Silahturami dan Konsultasi Seleksi Masuk PTN, SMA Negeri 1 Karanggede Boyolali Kunjungi Untidar

Universitas Tidar menerima kunjungan dari SMA Negeri 1 Karanggede Boyolali, Selasa (27/5) di Ruang Rapat Rektorat. Kunjungan ini dihadiri oleh Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Karanggede Boyolali beserta jajaran guru dan disambut langsung oleh Kepala Bagian Akademik, Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama (BAKK) Wahyu Andrianto, S.A.P.

Dalam sambutannya, Slamet Kuncoro, selaku perwakilan Humas SMAN 1 Karanggede menyampaikan bahwa tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk menjalin silahturami sekaligus berkonsultasi mengenai jalur-jalur seleksi masuk ke Untidar.

Selain itu, Wahyu Andrianto, S.A.P., selaku Kepala Bagian Akademik menyambut baik kedatangan dari SMAN 1 Boyolali dan memberikan penjelasan terkait Sosialisasi dan Promosi (Sospro) Untidar 2025, terutama mengenai mekanisme seleksi mandiri.

“Untidar memiliki 5 fakultas yang terdiri dari beragam program studi yang telah terakreditasi. Untuk jalur seleksi mandiri, daya tampung di setiap prodi dapat diakses melalui laman um.untidar.ac.id dengan total kuota sebanyak 1.058 peserta. jumlah tersebut bergantung dari hasil seleksi sebelumnya, terutama apabila terdapat peserta yang mengundurkan diri,” jelas Andri.

Selain itu, ia juga menambahkan rincian biaya pendidikan di Untidar, yakni Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang berada pada kisaran Rp500.000 – Rp9.500.000 dengan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) yang berada di rentang Rp2.000.000 sampai Rp45.000.000. Besar tersebut ditentukan berdasarkan kondisi ekonomi calon mahasiswa saat pendaftaran secara daring melalui laman smart.untidar.ac.id

Tak hanya itu, Andri turut memaparkan ragam jalur seleksi mandiri yang ditawarkan oleh Untidar, yaitu:

* SMJP (Seleksi Mandiri Jalur Prestasi)

* SM-UTBK (berbasis nilai UTBK)

* SMUT (Ujian Tulis)

* SMJK-Dudi (kerja sama dengan dunia usaha/dunia industri)

* SMJK-MS (Madrasah/Sekolah mitra)

* SMODS (jalur difabel atau berkebutuhan khusu

Biaya pendaftaran untuk seluruh jalur seleksi mandiri tersebut sebesar Rp250.000.

Sebagai penutup, Andri menyarankan agar sekolah terus meningkatkan indeks prestasi siswanya agar lebih banyak yang lolos melalui jalur SNBP di tahun-tahun mendatang.

Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Untidar dan SMAN 1 Karanggede Boyolali, serta memberikan gambaran yang lebih jelas kepada siswa terkait peluang dan proses masuk perguruan tinggi negeri.

Penulis: Ruth Erica Margaret

Editor: Tim Humas Untidar

LAPORAN KHUSUS DARI BELGIA : FIND4S Hari ke-6, Food Sustainability Mesti Disertai Exposure Assessment

Delegasi Program Studi S1 Teknologi Pangan Universitas Tidar (Untidar) melanjutkan rangkaian kegiatan FIND4S Study Visit hari keenam di KU Leuven, Ghent, Belgia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program konsorsium internasional FIND4S (Food and Nutrition Development for Sustainable Society) yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi Indonesia dalam sistem pangan berkelanjutan. Proyek FIND4S sendiri didukung oleh pendanaan dari Erasmus+ Uni Eropa, dan melibatkan konsorsium 11 perguruan tinggi, terdiri dari tujuh universitas di Indonesia serta empat mitra dari Eropa. Universitas tersebut adalah Katholieke Universiteit (KU) Leuven, University College Dublin (UCD), University of Applied Sciences Anhalt, Católica Portuguesa (UCP), Universitas DIponegoro (UNDIP), Universitas Tidar (UNTIDAR). Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Universitas Nasional Karang Turi (UNKARTUR) Semarang, Universitas Semarang (USM), Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), dan Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kapasitas pendidikan tinggi di bidang sistem pangan berkelanjutan berbasis data, serta memperkuat jejaring kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan industri.

Hari keenam diawali dengan lanjutan pemaparan dari Prof. Enda Cummins dari University College Dublin (UCD) dengan topik “Food Safety Management – Fundamental and Components”. Sesi lanjutan ini berfokus pada exposure assessment. Dilanjutkan dengan penandatanangan Implementation Agreement (IA) oleh seluruh angggota konsorsium FIND4S dan disaksikan oleh Dr. Andri Hadi (Ambassador of the Republic of Indonesia to the Kingdom of Belgium, Grand Duchy of Luxembourg, and the European Union) dan Prof. Wim Dewulf (Dean of Faculty of Engineering Technology. KU Leuven). Dan hari ini diakhiri sesi pemaparan dari Prof. Margarida Silva dari Universidade Católica Portuguesa (UCP) tentang “Sustainability in Climate Change”.

Pangan berkelanjutan (food sustainability) merupakan konsep yang semakin mendapatkan perhatian di seluruh dunia, seiring dengan meningkatnya kesadaran tentang tantangan lingkungan, ekonomi, dan sosial yang dihadapi oleh sistem pangan global. Namun, dengan berkembangnya produksi pangan yang lebih ramah lingkungan, muncul tantangan baru terkait dengan keamanan pangan dan potensi dampak negatif bagi kesehatan masyarakat. Salah satu langkah penting dalam memastikan bahwa pangan berkelanjutan tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga aman untuk dikonsumsi, adalah melalui exposure assessment atau penilaian paparan.

Iqbal menuturkan, pangan berkelanjutan adalah solusi penting untuk menghadapi tantangan global, namun keberlanjutannya harus dilihat secara holistik, termasuk dalam aspek kesehatan masyarakat. “Exposure assessment memainkan peran vital dalam memastikan bahwa pangan yang diproduksi dan dikonsumsi dalam sistem pangan berkelanjutan (food sustainability) tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga aman untuk kesehatan. Dengan pendekatan yang tepat, kita dapat menciptakan sistem pangan yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan untuk generasi yang akan datang” ujarnya.

Bayu menambahkan bahwa Penandatanganan IA ini adalah salah satu komtitmen seluruh anggota konsorsium FIND4S, bahwa mereka memiliki keinginan kuat yang sama dalam memulai diskusi akademis terbuka dan mengembangkan aktivitas kelas kolaboratif terkait dengan tema sistem pangan berkelanjutan (food sustainability), dan inovasi pendidikan di bawah kerangka program FINDS Erasmus+.

“Kegiatan Study Visit Day 6 ini menguatkan Program Studi S1 Tekknologi Pangan Untidar semakin berkomitmen untuk berperan aktif dalam upaya menjaga sistem pangan berkelanjutan (food sustainability) di Indonesia,” Pungkas Bayu.

 

Penulis:

Pradipta Bayuaji

Muhammad Iqbal Fanani

 

Editor:

Danu Wiratmoko

LAPORAN KHUSUS DARI BELGIA : FIND4S Hari ke-5, Food Safety sebagai Aspek Krusial Sistem Pangan

Dalam rangkaian kegiatan konsorsium FIND4S (Enhancing Higher Education Capacity for Sustainable Data Driven Food Systems in INDonesia), tim FIND4S Untidar, yaitu Pradipta Bayuaji Pramono, S.Pt., M.Sc. Muhammad Iqbal Fanani Gunawan, S.T.P., M.Si, melakukan study visit ke KU Leuven (Kampus Gent), Belgia, (13- 22/04/2025). Kegiatan yang didanai oleh Erasmus+ ini merupakan rangkaian kegiatan FIND4S yang sudah memasuki bulan tujuh sejak resmi dimulai pada November 2024. Uni Eropa, dan melibatkan konsorsium 11 perguruan tinggi, terdiri dari tujuh universitas di Indonesia serta empat mitra dari Eropa. Universitas tersebut adalah Katholieke Universiteit (KU) Leuven, University College Dublin (UCD), University of Applied Sciences Anhalt, Católica Portuguesa (UCP), Universitas DIponegoro (UNDIP), Universitas Tidar (UNTIDAR). Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Universitas Nasional Karang Turi (UNKARTUR) Semarang, Universitas Semarang (USM), Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), dan Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kapasitas pendidikan tinggi di bidang sistem pangan berkelanjutan berbasis data, serta memperkuat jejaring kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan industri.Kegiatan ini sendiri diikuti oleh 13 dosen dari berbagai perguruan tinggi anggota konsorsium di Indonesia. Berikut laporan keduanya di hari kelima.

Hari kelima diawali dengan menyaksikan salah satu seminar hasil penelitian Warren Mores (salah satu mahasiswa Ph.D dari Biotec+) dengan topik “Metabolic Network Reduction in View of Optimisation and Control of Bioprocess”, sesi berikutnya pemaparan dari salah satu anggota konsorsium FIND4S, Prof. Enda Cummins dari University College Dublin (UCD) yang membahas dua hal, yaitu “Food Safety Management – Fundamental and Components” dan “Introduction of UCD Biosystem and Food Engineering Program”.

Keamanan pangan (food safety) merupakan aspek krusial dalam sistem pangan global. Di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi dan tantangan perubahan iklim, sistem manajemen keamanan pangan (Food Safety Management System/FSMS) menjadi semakin penting tidak hanya untuk menjaga kesehatan masyarakat, tetapi juga untuk mendukung tercapainya pangan berkelanjutan.

Iqbal mengungkapkan, Food Safety Management bukan hanya soal menjaga makanan dari kontaminasi, tetapi juga bagian integral dari sistem pangan berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip keamanan pangan ke dalam setiap tahap rantai pasok, kita tidak hanya melindungi kesehatan konsumen, tetapi juga menjaga bumi, mendukung petani lokal, dan menciptakan sistem pangan yang adil serta tahan terhadap krisis di masa depan. “Sebagai sivitas akademika, kita memiliki peran penting dalam mengedukasi, meneliti, dan menerapkan solusi yang dapat menghubungkan keamanan pangan dengan keberlanjutan secara nyata” ujarnya.

Ketika membahas keamanan pangan, dua istilah yang tidak bisa dilepaskan adalah Risk Assessment (penilaian risiko) dan Risk Management (pengelolaan risiko). Keduanya merupakan bagian dari pendekatan ilmiah dan sistematis untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengendalikan bahaya yang mengancam keamanan pangan. Lebih dari sekadar perlindungan terhadap kesehatan konsumen, pendekatan ini juga berkontribusi besar terhadap sistem pangan berkelanjutan. Bayu menambahkan bahwa risk Assessment dan risk management adalah fondasi utama dalam sistem keamanan pangan modern. “Keduanya bukan hanya alat teknis untuk mencegah bahaya, tetapi juga instrumen strategis untuk menciptakan sistem pangan yang adil, sehat, dan berkelanjutan. Kampus sebagai pusat ilmu pengetahuan memiliki peran penting dalam mengembangkan, menerapkan, dan menyebarluaskan pendekatan ini, baik melalui pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” imbuhnya.

 

Penulis:

Pradipta Bayuaji

Muhammad Iqbal Fanani

 

Editor:

Danu Wiratmoko

LAPORAN KHUSUS DARI BELGIA  : FIND4S Hari Ke-4, Menyerap Multidisiplin Ilmu di Laboratorium Biotec+

Dalam rangkaian kegiatan konsorsium FIND4S (Enhancing Higher Education Capacity for Sustainable Data Driven Food Systems in INDonesia), tim FIND4S Untidar, yaitu Pradipta Bayuaji Pramono, S.Pt., M.Sc. Muhammad Iqbal Fanani Gunawan, S.T.P., M.Si, melakukan study visit ke KU Leuven (Kampus Gent), Belgia, (13- 22/04/2025). Kegiatan yang didanai oleh Erasmus+ ini merupakan rangkaian kegiatan FIND4S yang sudah memasuki bulan tujuh sejak resmi dimulai pada November 2024. Kegiatan ini sendiri diikuti oleh 13 dosen dari berbagai perguruan tinggi anggota konsorsium di Indonesia. Berikut laporan keduanya di hari keempat.

Hari keempat diawali dengan pemaparan proyek penelitian lainnya yang dilaksanakan di Laboratorium Biotec+. Pemaparan pertama yaitu proyek dari Ding Jiaowei (PhD candidate) dan Pratham Kapavarapu (PhD candidate). Ding dan Pratham meneliti tentang pengaruh beberapa variabel seperti cahaya dan suhu terhadap pertumbuhan Cyanobacterium yang termodifikasi genetik. Cyanobacterium dengan strain khusus ini dikembangkan oleh universitas mitra KU Leuven. Bakteri ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan isoprena dalam proses metabolismenya. Isoprena merupakan senyawa kimia yang dapat digunakan sebagai bahan dasar sintesis untuk berbagai macam bahan bakar. Ding berfokus terhadap optimasi pertumbuhan dari Cyanobacterium, sedangkan Pratham mencoba untuk memodifikasi gen dari Cyanobacterium sehingga dapat menghasilkan metabolit lain selain isoprena, contohnya karotenoid.

Peneliti lainnya, seorang mahasiswa PhD candidate dari Indonesia,  Tria Amalia Ningsih memberi topik pemaparan yang menarik. Ia menggabungkan multidisiplin yang sangat berbeda, yaitu mikrobiologi dengan arsitektur bangunan. Tujuan penelitian Tria, yaitu mencoba untuk menggantikan semen dengan fungi/jamur dalam campuran bahan bangunan seperti beton (biomineralisasi), untuk menghasilkan bahan konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Peemaparan selanjutnya adalah penelitian yang disupervisi oleh PhD candidate Nivedita Parsekar. Penelitian tersebut mencoba untuk mengoptimalisasi pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae dengan memberikan stress akibat dari paparan plasma atmosfer dingin dalam waktu tertentu. Khamir Saccharomyces cerevisiae dengan paparan plasma atmosfer dingin yang optimal akan menghasilkan etanol dalam jumlah yang lebih banyak dalam waktu yang sama bahkan mungkin lebih cepat. Penelitian ini akan sangat bermanfaat bagi industri fermentasi di Eropa seperti pembuatan bir dan wine.

Iqbal menjelaskan, penelitian-penelitian yang ada dalam Biotec+ sangat membuka wawasan terutama dalam hal penggabungan multidisiplin ilmu untuk menghasilkan sistem keberlanjutan secara luas. “Tentunya harus disertai dengan kompetensi yang mumpuni, pendanaan yang cukup, serta kerja keras dan disiplin tinggi” sambungnya.

Tidak kalah menariknya, dalam kesempatan tersebut juga diselenggarakan sessi oleh para mahasiswa PhD program dan postdoc KU Leuven dengan topik bagaimana mengajarkan, memanajemen, dan menyelenggarakan kegiatan praktikum yang efektif. Praktikum yang dicontohkan adalah praktikum bagi mahasiswa masters degree semester 1 dalam program Erasmus FOOD4S. Program ini merupakan program kerja sama antar universitas untuk menghasilkan lulusan S2 yang berkualitas karena dapat belajar langsung dari ahli bidang Teknologi Pangan dari berbagai Universitas. Laboratorium Biotec+ diamanahkan untuk membimbing mahasiswa tahun pertama untuk menyamakan kemampuan dari mahasiswa baru Erasmus FOOD4S yang kemungkinan berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Praktikum yang dicontohkan adalah kegiatan pewarnaan gram dan pertumbuhan bakteri. Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana pelaksanaan praktikum dapat mengevaluasi dengan baik setiap individu sehingga tidak ada yang tertinggal dalam pemahaman kompetensi dasar. Salah satu contoh adalah pembagian kelompok kecil praktikum harus dari latar belakang yang berbeda, sehingga diharapkan mahasiswa dengan latar belakang Teknologi Pangan dapat mengajarkan materi dengan kolega lainnya untuk mendapatkan nilai maksimal.

Dalam kesempatan itu, Bayu menilai bahwa sesi ini tak kalah penting dan sangat menginspirasi  bagi dirinya sebagai dosen, bahwa menyelenggarakan praktikum yang baik akan memberikan dampak bagi mahasiswa kedepannya. ‘’Tidak hanya memberikan atau mengajarkan, tapi memastikan dan menjamin bahwa setiap praktikum yang dilakukan akan meningkatkan skill dan pengetahuan yang kepada masing-masing mahasiswa” pungkasnya.

 

Penulis:

Pradipta Bayuaji

Muhammad Iqbal Fanani

 

Editor:

Danu Wiratmoko

LAPORAN KHUSUS DARI BELGIA : FIND4S Hari Ke-3, Kunjungan Pusat Riset

Dalam rangkaian kegiatan konsorsium FIND4S (Enhancing Higher Education Capacity for Sustainable Data Driven Food Systems in INDonesia), tim FIND4S Untidar, yaitu Pradipta Bayuaji Pramono, S.Pt., M.Sc. Muhammad Iqbal Fanani Gunawan, S.T.P., M.Si, melakukan study visit ke KU Leuven (Kampus Gent), Belgia, (13- 22/04/2025). Kegiatan yang didanai oleh Erasmus+ ini merupakan rangkaian kegiatan FIND4S yang sudah memasuki bulan tujuh sejak resmi dimulai pada November 2024. Kegiatan ini sendiri diikuti oleh 13 dosen dari berbagai perguruan tinggi anggota konsorsium di Indonesia. Berikut laporan keduanya di hari ketiga.

Hari ketiga diawali dengan pemaparan oleh Malgorzata Korzeniowska, Ph.D. yang mengambil topik “Application of Plant Based Materials in Creation of Meat Products” dan Prof. Dušan Mišić, tentang “Plant Extracts and Natural Bioactive Molecules of Plant Origin as Antimicrobial Agents in Food Industry” Kedua Akademisi ini berasal dari Department of Environmental and Life Sciences Wroclaw University, Polandia. “Kedua topik tersebut meerupakan bagian dari keamanan pangan (food safety) terutama di era pasca pelarangan penggunaan antibiotic terutama kepada produk pangan hasil ternak dan juga pada industri pangan.

Sesi berikutnya kunjungan peserta diajak menuju pusat riset yang disebut dengan “Food Pilot” atau Flanders Research Institute for Agriculture, Fisheries and Food (ILVO), yang merupakan pusat inovasi yang berfokus pada pengembangan produk makanan dan teknologi dalam industri pangan. Terletak di Provinsi Flanders, Belgia. Food Pilot berfungsi sebagai platform untuk penelitian, eksperimen, dan prototyping produk makanan, memberikan dukungan kepada perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam sektor ini, dari startup hingga perusahaan besar.

Katleen Coudijzer (Salah satu professional di ILVO) menjelaskan bahwa Pusat inovasi ini merupakan lembaga penelitian ilmiah independen milik Pemerintah. “Tugasnya adalah menghasilkan pengetahuan untuk keberlanjutan yang lebih besar di sektor pertanian, perikanan, dan agri-pangan. Berawal dari basis yang kuat di Flanders, pekerjaan ILVO meluas ke seluruh Belgia, Eropa, dan seluruh dunia,” sambungnya.

Menurut Iqbal, kunjungan pusat riset ini penting karena selaras dengan salah satu rangkaian agenda FIND4S yaitu mendirikan pusat studi pangan berkelanjutan, sehingga kunjungan ini menjadi awal langkah untuk mengetahui cara mendirikan, mengelola pusat riset dengan baik dan benar. “Kegiatan Study Visit Day 3 ini semakin memperkuat langkah Program Studi S1 Tekknologi Pangan Untidar dalam upaya menjaga sistem pangan berkelanjutan di Indonesia.” Pungkasnya.

 

Penulis:

Pradipta Bayuaji

Muhammad Iqbal Fanani

 

Editor:

Danu Wiratmoko