Kunjungi UPA PKK UNTIDAR, Universitas Yarsi Lakukan Benchmarking Pelayanan UPA

Unit Penunjang Akademik, Pengembangan Karir, dan Kewirausahaan (UPA PKK) UNTIDAR mendapat kunjungan kerja dari Universitas Yarsi, pada Senin (5/8). Dalam kunjungan tersebut, PIC Kunjungan yarsi ditemui secara langsung oleh Kepala UPA PKK Untidar, Dra. Lucia Rita Indrawati, M.Si. Lebih lanjut, kunjungan tersebut bertujuan untuk membahas seputar inkubator bisnis dan kewirausahan Untidar yang dikelola oleh UPA PKK.


Dra. Lucia Rita Indrawati menyampaikan terkait adanya transformasi unit dari Unit Pelayananan Terpadu (UPT) ke UPA, terkhusus dari yang sebelumnya unit pedesana dan kewirausahan, menjadi karir dan kewirausahan karena adanya alih kelola pedesana oleh LPMPP. Beliau juga menambahkan, berkaitan dengan pengabdian dan penelitian, UPA PKK saat ini telah memiliki program penyedia dukungan dan sumber daya untuk membantu perusahaan rintisan (startup) dan usaha kecil menengah (UKM) berkembang. Program tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan kegiatan, serta  pendampingan dengan mendatangkan narasumber yang linear dengan era digital saat ini.

Beliau juga menegaskan, sebagai mahasiswa khususnya mahasiswa Untidar yang memiliki visi menjadi universitas unggul, inovatif, berbasis kewirausahan, dan kebudayaan, mahasiswa harus bisa berkarya guna mempercepat pertumbuhan bisnis, meningkatkan daya saing sehingga bisa mencapai kemandirian dengan memanfaatkan faslitas yang telah disediakan oleh UPA PKK.


“Universitas Tidar dengan Visinya menjadi Universitas Unggul, Inovatif berbasis kewirausahaan, Untidar telah menyediakan fasilitas melalui Inkubator bisnis. Layanan-layanan di dalamnya antara lain bimbingan, pelatihan, akses ke pembiayaan, ruang kerja, dan jaringan profesional. Hal tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa ya, khususnya untuk mempercepat pertumbuhan bisnis, meningkatkan daya saing , dan memperoleh kemandirian,” tegasnya.

Penulis : Yasmin Fadhilah Nur Anisa

Untidar Sambut 4.138 Mahasiswa Baru 2025, Perdana Terima Penerima Beasiswa ADik

Universitas Tidar resmi membuka rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025, Senin (4/8) di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H.R. Suparsono, Kampus Tuguran, Untidar.

Dalam sambutannya, Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., menegaskan pergantian status menjadi mahasiswa bukanlah formalitas belaka. Ada proses yang harus ditempa sehingga mahasiswa dapat terbentuk menjadi pribadi yang mandiri, berintegritas, dan berdaya saing di tengah tantangan zaman.

“Kegiatan PKKMB ini merupakan langkah awal untuk mengenal lebih dekat dunia perguruan tinggi, memahami nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh universitas, serta menyesuaikan diri dengan dinamika kehidupan kampus. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memperkenalkan sistem akademik, organisasi kemahasiswaan, maupun fasilitas kampus, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap almamater dan semangat kolaborasi antar mahasiswa,” tuturnya.

Oleh karna itu, beliau mengatakan PKKMB bukan hanya sekadar pembekalan, namun dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh dunia perguruan tinggi sehingga mahasiswa dapat lebih adaptif dengan sistem yang terdapat di dalamnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc., IPM. menyampaikan laporannya mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2025 sekaligus menyerahkan secara simbolis mahasiswa baru kepada Rektor Untidar.

Dalam laporannya, Prof. Suyitno memaparkan pada PMB 2025 Untidar menerima sebanyak 4.138 mahasiswa dari 33.684 pendaftar. Dengan demikian, rasio keketatan Untidar saat ini mencapai 1:8. Jumlah mahasiswa baru tersebut diperoleh dari 982 mahasiswa yang diterima melalui jalur SNBP, 1.849 Mahasiswa jalur SNBT, serta 1.307 mahasiswa jalur mandiri. Dari keseluruhan jalur masuk, 33 mahasiswa yang tidak mendaftar ulangkan diri/registrasi.

Beliau juga menambahkan, PMB Untidar kali ini semakin berwarna dengan adanya kehadiran 5 mahasiswa baru asal Papua yang diterima melalui beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik).

“Mahasiswa terjauh yang kami terima saat ini dari Papua, dari Sumatra juga ada. Jadi relatif, hampir semua provinsi itu sudah mulai ada ya,” tuturnya.

Lebih lanjut, beliau mengungkap jika beasiswa ADik ini merupakan bentuk perhatian pemerintah agar seluruh masyarakat di pelosok negeri, khususnya Papua dapat menikmati pendidikan.

“Ya, ini sebuah bentuk perhatian pemerintah yah, agar sampai Papua pun banyak yang menikmati pendidikan ini. Kita kebetulan dapat dua,” ungkapnya.

Dua dari Lima mahasiswa penerima Beasiswa ADik berkesempatan berjumpa langsung dengan Prof. Suyitno yaitu Anderson Rayar dan Elison Gire.

“Pastinya senang ya, bisa diterima di Untidar karena memang ingin belajar dengan baik. Tadinya daftar di 2 Kampus, di Bali dan di sini. Tapi diterimanya di sini. Tetap senang, dua-duanya sama-sama bagus,” tutur Anderson Rayar.

Beasiswa ADik adalah program beasiswa afirmasi pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), Orang Asli Papua (OAP), anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI), dan penyandang disabilitas untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Maba Untidar penerima beasiswa ADik terdiri dari 5 orang yaitu Anderson Rayar (S1 Pendidikan Biologi, FKIP), Elison Gire (S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP) dan Herlin Hembo Gloria (S1 Peternakan, Faperta) yaitu kategori Orang Asli Papua (OAP) serta Zalfa Akhmad Zuhdiansyah (S1 Mekatronika, Fakultas Teknik) dan Ayu Septiana (S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi) kategori Anak TKI.

Lebih lanjut, pembukaan rangkaian PKKMB Untidar juga diawali dengan penyematan almamater secara simbolis oleh rektor kepada kedua perwakilan mahasiswa yakni Agung Widyansyah, Prodi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Kalila Orli, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Adapun pengucapan Janji Mahasiswa dipimpin oleh Ferris Geovanni Wijaya, Prodi Pariwisata, Fakultas Ekonomi.

Penulis : Yasmine

Editor : Humas Untidar

Sinergi Antar JDIH, UNNES Benchmarking ke UNTIDAR Terkait Dokumentasi Hukum

Tim Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan kunjungan benchmarking ke JDIH Universitas Tidar pada Kamis, 31 Juli 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antar JDIH perguruan tinggi serta menggali best practice dalam pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum.

Rombongan UNNES dipimpin oleh Sekretaris Universitas, Prof. Dr. Sugianto, M.Si., dan turut didampingi oleh jajaran tim pengelola JDIH UNNES, yaitu:

  1. Cahya Wulandari, S.H., M.Hum. – Kepala Kantor Hukum
  2. Ninik Purwaningsih, S.E., M.Si. – Kepala Administrasi Umum dan Keuangan
  3. Bayangsari Wedhatami, S.H., M.H. – Staf Akademik
  4. Zidney Ilma Fazaada Emha, S.H., M.H. – Staf Akademik
  5. Winarish, S.H., M.H. – Staf Akademik
  6. Siti Aisyah, S.E. – Staf Kantor Hukum

Sementara itu, pertemuan di Untidar disambut langsung oleh Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum selaku Ketua JDIH Untidar beserta tim pengelola JDIH Untidar.

Dalam sesi diskusi, kedua belah pihak saling berbagi pengalaman dalam pengelolaan JDIH. Tim JDIH UNTIDAR menyampaikan beberapa best practice yang telah diterapkan, mulai dari tata kelola dokumen hukum berbasis digital, penyusunan metadata hukum sesuai standar nasional, hingga strategi peningkatan keterjangkauan informasi hukum bagi sivitas akademika dan masyarakat umum.

“Untidar merasa sangat terhormat mendapatkan kunjungan dari JDIH UNNES. Semoga pertemuan ini bisa memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas layanan JDIH di masing-masing institusi,” ujar Ketua JDIH Untidar dalam sambutannya.

Diharapkan kunjungan ini dapat mempererat jejaring kerja sama antar perguruan tinggi dalam pengembangan JDIH serta memperkuat peran JDIH sebagai pusat informasi hukum yang transparan, akuntabel, dan efektif.

Penulis : Yogi Prayogo, Tim JDIH Untidar

Wisuda Periode Ke-70: Lulusan Untidar Harus Berani Mlaku Sendiri Meskipun Timik-Timik

Universitas Tidar menyelenggarakan Wisuda Magister, Sarjana, Sarjana Terapan dan Ahli Madya Periode ke-70 Tahun 2025, Sabtu (26/7) di Gedung dr. H. R. Suparsono, Jalan Kapten Suparman no. 39, Magelang.

Pada wisuda periode ini, sebanyak 517 lulusan dari jenjang Magister, Sarjana, Sarjana Terapan dan Ahli Madya akan dikukuhkan secara resmi. Wisudawan terdiri dari 20 program studi dan 5 Fakultas yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Dalam sambutannya inspiratifnya, Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiarto, M.Si. menyampaikan pesan kepada wisudawan yang diambil dari dari sebuah Tembang Jawa.

Dondong opo salak, duku cilik-cilik. Gendong opo pundak, mlaku timik-timik. Tembang sederhana tapi penuh makna. Mulai kini, jangan bergantung pada pundak orang tua, harus berani melangkah sendiri meskipun pelan. Kemandirian ditekankan dari sekarang.” Ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menegaskan pentingnya keberanian dan daya saing:

“Dirubah – Dondong opo salak, aku milih strawberi. Pilih andong opo becak, aku pilih numpak Ferrari. Jangan terus mlaku timik-timik, ada saatnya kita harus berlari. Kita harus berani berlari lebih kencang dari lainnya. Tapi, keberanian itu jangan sampai membuat kita meninggalkan akar budaya. Hormati guru, baktikan diri kepada orang tua,” tambahnya.

Pidato tersebut mendapat sambutan hangat dari seluruh hadirin karena sarat nilai moral, budaya, dan semangat kemandirian.

Rektor memberikan penghargaan khusus untuk 10 wisudawan berprestasi yaitu 5 Wisudawan Berprestasi Akademik yaitu wisudawan dengan nilai akademik terbaik dimasing-masing Fakultas dan 5 Wisudawan Berprestasi Non Akademik berdasarkan seleksi dari bagian Kemahasiswaan (BAKK) Untidar.

Pada wisuda kali ini, terdapat 1 wisudawan yang mendapatkan IPK sempurna 4,00 dan menjadi Wisudawan Terbaik yaitu Amar Ma’ruf dari S2 Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Amar menyelesaikan kuliah Magisternya dalam 1 Tahun 9 Bulan 30 Hari.

Sedangkan Sambutan Wisudawan diwakili oleh Wisudawan Berprestasi Ayu Alifia Widianingrum yang juga meraih IPK nyaris sempurna yaitu 3,99 dari S1 Pendidikan Matematika, FKIP, Untidar. Putra pertama Alm. Bapak Nanang Supriyanto asal Sanggrahan, Wates, Kota Magelang. Ayu menyelesaikan kuliah Sarjana-nya pada 3 Tahun 9 Bulan 27 Hari.

“Menjadi seorang sarjana adalah wujud nyata dari mimpi yang berulang kali diuji oleh waktu, lelah, dan harapan. Lahir dari keluarga yang sederhana, orang tua yang tak pernah merasakan bangku kuliah, diragukan, disepelekan sana-sini, dipertanyakan apakah bisa mengantar anaknya menjadi seorang sarjana?,” tutur Ayu.

Namun, jerih payah orang tuanya terbayar. Khususnya Ibu Santi telah bekerja keras mencari nafkah untuk putrinya setelah Ayah Ayu meninggal di tahun 2017. Selain ibu, adiknya Putri juga menjadi semangat untuk lulus kuliah tepat waktu.

“Terima kasih juga untuk adik saya Putri yang menjadi salah satu semangat saya untuk cepat-cepat lulus agar bisa membiayai pendidikannya,” pungkasnya.

Pada Wisuda Periode ke-70 ini sebanyak 331 dari 517 wisudawan lulus dengan Predikat Cumlaude. Rektor juga menyampaikan kebanggaanya bahwa jumlah wisudawan dari Luar Jawa semakin bertambah yaitu Kalimatan Timur sejumlah 1 wisudawan; Kepulauan Bangka Belitung sejumlah 2 wisudawan; Riau sejumlah 1 wisudawan; Sumatera Selatan sejumlah 2 wisudawan dan Sumatera Utara sejumlah 4 wisudawan. Harapannya jumlah ini bertambah seiring dengan Peminat Penerimaan Mahasiswa baru (PMB) Tahun 2025 juga bertambah.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Jelang Wisuda, 517 Mahasiswa UNTIDAR Dapat Pembekalan Karier

Unit Pelaksana Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA PKK) menyelenggarakan Seminar Pembekalan Calon Wisudawan Universitas Tidar periode ke-70 bertajuk “From Campus to Career: Mengubah Mindset dan Skill untuk Bersaing di Dunia Karier“, Jum’at (25/7) di GKU dr. H. R. Suparsono.

Kepala Bagian Akademik, Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (BAKK) Wahyu Andrianto, S.A.P. menyampaikan pentingnya kegiatan pembekalan ini sebagai bentuk evaluasi dan refleksi terhadap keberhasilan Untidar dalam mencetak lulusan yang siap bekerja, berwirausaha, dan melanjutkan studi.

“Untidar kini semakin diperhitungkan di tingkat regional hingga nasional. Melalui pembekalan ini, mahasiswa dapat mengetahui arah karier dan terus terhubung dengan universitas melalui tracer study,” ujarnya.

Seminar menghadirkan Ummu Ulfah Hanifah, S.IP., M.A. sebagai narasumber utama. Beliau mengajak peserta untuk mengubah pola pikir dari kehidupan kampus ke dunia profesional serta menyadari pentingnya pengembangan keterampilan secara mandiri.

“Kunci utama memasuki dunia kerja adalah inisiatif. Mahasiswa perlu mengenali potensi diri dan aktif meningkatkan skill melalui pelatihan, sertifikasi, bahkan refleksi diri,” jelas Ummu.

Materi disampaikan dengan pendekatan yang inspiratif dan reflektif, termasuk sesi meditasi membayangkan masa depan, di mana peserta diajak merenungi rencana jangka panjang setelah wisuda.

Salah satu peserta, Dewi, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, mengungkapkan bahwa pembekalan ini membuatnya lebih memahami arah karier dan strategi yang bisa diambil ke depan.

“Saya jadi tahu pentingnya persiapan TOEFL untuk lanjut studi dan bagaimana cara membangun CV berdasarkan skill yang saya miliki,” ujarnya.

Pembekalan ini juga menjadi momen penguatan koneksi alumni dengan almamater. Dosen Ilmu Komunikasi sekaligus tim karier Untidar, Lintang Citra Kristiani, berharap calon wisudawan yang hadir dapat mengisi tracer study secara aktif dan siap menghadapi persaingan dunia kerja yang lebih luas.

“Harapannya setelah lulus nanti, para alumni bisa bersaing secara profesional, tidak hanya di lingkup akademik kampus tapi di dunia nyata yang penuh tantangan,” tuturnya.

 Dalam kesempatan ini,  PIC Tracer Study, Tri Agus Gunawan, S.H., M.H., turut menjelaskan pentingnya tracer study sebagai alat pengumpulan data alumni untuk mengetahui perkembangan karier mahasiswa pascakelulusan. Maka itu diharapkan calon wisudawan mengisi SILUNI sistem yang dibuat khusus sebagai database alumni Untidar.

 

Penulis: Gita Rakhmawati

Editor : Humas Untidar

Delapan Tim PPK Ormawa Untidar Jalankan Misi Pemberdayaan di Kabupaten Magelang

Universitas Tidar melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa. Kegiatan dimulai dengan penandatanganan kerjasama serta penyambutan tim PPK Ormawa yang lolos pendanaan.

Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Parmin, S.Pd., M.Pd.  dengan masing-masing Kepala Desa lokasi pelaksanaan PPK Ormawa Untidar, Rabu (23/7) di Gedung Kuliah Umum dr. HR Suparsono.

“Kegiatan hari ini merupakan kelanjutan dari dua minggu lalu ketika Pak Rektor bersama saya menyerahkan lima titik program ini secara resmi kepada Pak Bupati. Kami berbincang selama hampir satu jam, dan beliau sangat mendukung,” ujar Prof. Parmin dalam sambutannya.

Kegiatan ini akan dilaksanakan selama lebih dari satu tahun, dimulai pada Juli 2025 hingga Oktober 2026. Tahun 2025 ini, delapan tim PPK Ormawa UNTIDAR berhasil lolos pendanaan, terdiri atas enam tim yang didanai oleh Direktorat Belmawa Kemendikbud Ristek dan dua tim dengan dukungan dana internal universitas.

Selain menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, program ini juga diharapkan juga mendapatkan berbagai penghargaan tingkat nasional. Tahun lalu, salah satu desa binaan Untidar, yakni Desa Gandusari, Kecamatan Bandongan, berhasil mendapatkan berbagai penghargaan tingkat nasional, mulai dari tim mahasiswa terbaik hingga Kepala Desa inspiratif.

“Gandusari itu jadi ikon tahun lalu. Tim PPK Ormawanya juara 1 nasional, dosen pendampingnya juara 2, dan Pak Kadesnya juara 3 nasional,” tambahnya.

Beliau berharap, 8 desa yang terlibat tahun ini bisa mengikuti jejak Gandusari, bahkan melampaui capaian yang sudah diraih. Terlebih, tahun ini Kementerian akan memilih 12 Kepala Desa terbaik se-Indonesia dari ratusan yang tergabung dalam program PPK Ormawa.

“Kami tahu Pak Kades-kades ini tidak mengejar penghargaan. Tapi kalau dukungannya total, memfasilitasi adik-adik mahasiswa secara maksimal, peluang itu pasti terbuka,” katanya optimistis.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Desa Gandusari, Kecamatan Bandongan, Bapak Mustofa Kamal, yang pada tahun 2024 lalu menjadi salah satu pemenang Anugerah Abdidaya, Juara 3 Mitra Paling Partisipatif.

Dalam sesi testimoni, Mustofa membagikan pengalaman positifnya dalam berkolaborasi dengan mahasiswa UNTIDAR serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat dari program pemberdayaan yang dijalankan.

Kepala Desa Gandusari, Pak Mustafa, menyampaikan bahwa sejak hadirnya program PPK Ormawa Pelita, desanya mengalami banyak perubahan positif, khususnya dalam bidang pertanian.

“Alhamdulillah, sejak adanya program PPK Ormawa Pelita di desa kami, Desa Gandusari mengalami banyak perubahan positif. Program ini benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam hal pertanian. Sekarang, tanaman kopi yang dulu baru ditanam, alhamdulillah sudah mulai berbuah. Bahkan produk kopinya sudah bisa dibeli! Ini jadi kebanggaan tersendiri bagi warga Gandusari,” ujarnya.

Ia juga berharap kerjasama antara kampus dan desa seperti ini bisa terus berlanjut.

“Karena saya yakin, kalau desa dan kampus berjalan bersama, desa-desa seperti Gandusari bisa makin mandiri dan sejahtera,” tutupnya.

Untidar berharap, melalui program ini, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi lintas sektor, sekaligus memberikan kontribusi langsung bagi kemajuan desa-desa mitra.

Program PPK Ormawa Universitas Tidar (UNTIDAR) tahun 2024 dilaksanakan di delapan desa di Kabupaten Magelang, meliputi Desa Gondangsari di Kecamatan Pakis, Desa Giripurno di Kecamatan Borobudur, Desa Blondo di Kecamatan Mungkid, serta Desa Karangkajen yang berada di Kecamatan Secang. Selain itu, program ini juga menjangkau Desa Sidorejo di Kecamatan Bandongan, Desa Balesari dan Desa Kembangkuning di Kecamatan Windusari, serta Desa Genikan yang terletak di Kecamatan Ngablak.

Setiap desa menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat oleh mahasiswa Untidar yang tergabung dalam tim PPK Ormawa, dengan fokus pada pengembangan potensi lokal, peningkatan kapasitas warga, serta sinergi dengan program pembangunan desa.

 

Penulis: Suryanti

Editor : Humas Untidar

 

CKG Jadi Syarat Registrasi Mahasiswa Baru, Untidar Gandeng Dinas Kesehatan Magelang

Universitas Tidar kembali menyelenggarakan  registrasi secara offline pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) pada Selasa-Kamis, 29 – 31 Juli 2025. Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, kali ini ada satu tahapan yang harus dipenuhi mahasiswa baru yaitu Cek Kesehatan Gratis.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kesehatan Jiwa (Keswa), Ita Maria dari Dinas Kesehatan Kota Magelang menjelaskan bahwa CKG sendiri merupakan salah satu program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk melakukan deteksi dini terhadap risiko penyakit di berbagai rentang usia, mulai dari bayi hingga lansia, agar dapat ditindaklanjuti secara cepat.

“Kami sangat mengapresiasi pihak UNTIDAR yang sangat kooperatif dan fast response. Bahkan sebelum kami mengajak, mereka sudah menghubungi duluan. Ini kolaborasi yang sangat baik,” ujar Bu Ita Maria.

Cek kesehatan yang diberikan mencakup berbagai skrining seperti tekanan darah, kadar gula darah, HB,  serta screening jiwa melalui kuesioner. Semua layanan diberikan secara gratis.

Target peserta registrasi offline Untidar adalah seluruh mahasiswa baru jalur seleksi SNPB, SNBT, dan Seleksi mandiri (SMJK-MS, SMJP, SMUTBK, SMUT, serta SMODS) dengan jumlah total 4.138 mahasiswa. Sampai pelaksanaan hari terakhir terdata sebanyak 4.050 mahasiswa baru telah mengikuti kegiatan lain sedangkan sisanya akan diarahkan untuk menghubungi Helpdesk Untidar untuk arahan Registrasi offline susulan.

Rangkaian kegiatan Registrasi offline meliputi Kegiatan ini juga meliputi pengecekan oleh petugas Bank dan Asuransi, pengambilan jas almamater, foto untuk pembuatan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), dan menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Mahasiswa baru Universitas Tidar juga sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Menurut mereka, kegiatan ini bukan hanya urusan administratif, tetapi juga menjadi ajang perkenalan awal dengan kampus, lingkungan, dan teman-teman baru.

“Kegiatan ini penting banget, soalnya kita juga jadi tahu lokasi kampus, gedung-gedungnya, dan bisa kenalan sama teman-teman sejurusan,” ungkap Nailina, mahasiswa baru dari Prodi Ilmu Komunikasi.

Mereka juga mengungkapkan kesan bahwa kegiatan cukup terkoordinasi dengan baik dan berharap bahwa kegiatan ini tetap harus berlanjut kedepannya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memulai perjalanan akademiknya, tetapi juga dibekali dengan kesadaran akan pentingnya kesehatan sejak dini. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai wujud nyata sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam menciptakan generasi muda yang sehat, dan siap berkontribusi untuk Indonesia.

Penulis : Aghna

Editor : Humas Untidar

PKKPB 2025: Untidar Siapkan Pegawai Baru Kenali Budaya Kampus

Universitas Tidar menyelenggarakan Pembekalan Program Kenal Kampus bagi Pegawai Baru (PKKPB) pada 15-18 Juli 2025. Kegiatan ini bertujuan sebagai Pengenalan Institusi dan Budaya serta Integrasi Unit Kerja dan Mutu Untidar.

“Dilaksanakannya PKKPB sebagai adanya langkah awal dalam pendampingan bagi pegawai baru dalam beradaptasi sekaligus menorehkan prestasi dengan memainkan peran penting nilai-nilai lokal dalam membangun budaya kerja yang khas” ujar Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. dalam sambutannya.

Rektor dalam kesempatan ini juga menyampaikan sejarah, struktur organisasi, serta visi misi kepada 99 pegawai baru yang terdiri dari Dosen dan Tenaga Kependidikan.

Agenda hari pertama adalah pemaparan mengenai Sistem Penjaminan Mutu Internal, Peran Dosen dalam Tridharma, Tugas Pokok Tendik, serta penyampaian Sistem Informasi Pembelajaran dan Teknologi yang dimiliki Untidar dalam menunjang pembelajaran daring dan luring guna memudahkan Pencatatan Sistem Akademik berbasis digital serta adanya layanan terpadu.

Dalam kesempatan ini, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Dr. Astuty, M.Pd. menyampaikan materi seputar budaya kerja dan kesejahteraan pegawai dengan merepresentasikan nilai-nilai kerja institusi.

“Budaya kerja kita dirangkum dalam kata TIDAR: Tangguh, Integratif, Dedikatif, Aktif, dan Responsif. Budaya kerja unggul dimulai dari nilai yang diyakini, dipahami, dan dijalankan bersama. Bersama Tidar, kita melangkah lebih tangguh menuju masa depan,” jelas beliau.

Agenda hari kedua yaitu penyampaian materi Peran Pegawai dalam Sistem Akademik dan Administrasi dimana menjelaskan mengenai regulasi dan administrasi akademik.

Dengan adanya materi ini Dosen dan Tenaga Pendidik baru mampu mengabdi serta bersinergi dalam mengembangkan mahasiswa melalui program unggulan Untidar yang dibantu dengan fasilitas Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH).

Pada Kamis (17/6) merupakan serangkaian acara PKKPB yang dilaksanakan terakhir di dalam kelas Gedung Fakultas Teknik Sipil Lantai 3 melalui pemaparan yang disampaikan oleh

Agenda hari ketiga dilanjutkan dengan penyampaian materi Tim Kode Etik serta Tim Tata Laksana dan Kepegawaian BPKU terkait materi Budaya Kerja dan Self Mastery. Secara bersamaan terdapat penyampaian Etika dan Kode Etik Profesi dalam Disiplin PNS melalui program pengembangan Career Path serta sertifikasi yang perlu ditempuh nantinya.

Sebagai penutup sekaligus mempererat keakraban, seluruh peserta PKKPB serta panitia yang bertugas melaksanakan pendakian pada Gunung Tidar didampingi Tim Protokol, Tentara Rindam dan Tim Kesehatan guna melengkapi jiwa korsa dan menanamkan rasa kepemimpinan. Melalui kegiatan ini, runtutan pelaksanaan PKKPB 2025 resmi ditutup pada Jumat (18/7) di puncak Gunung Tidar, Magelang.

“Rangkaian kegiatan ini menjadi sangat penting lantaran dapat membantu memberikan gambaran budaya kerja Untidar bagi pegawai baru untuk dapat menyesuaikan diri melalui ilmu dari materi yang disampaikan, kemudian saat sampai di Puncak Gunung Tidar ini menjadi lebih berkesan karena jadi mengerti keaslian sejarah Tidar serta gambaran terkait Universitas Tidar dengan Magelang,” ungkap Nur Annisa Sistianingsih, S.Pt. sebagai salah satu peserta dalam kegiatan PKKPB Untidar 2025.

 

Penulis: Maura Deaazaria Firdanisahara

Editor : Humas Untidar

Kesempatan Terakhir! Untidar Selenggarakan SMODS 2025

Universitas Tidar menyelenggarakan Seleksi Mandiri One Day Service (SMODS) pada 15-16 Juli 2025. SMODS merupakan jalur seleksi mandiri pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Untidar tahun 2025 yang terakhir.

“Kuota SMODS terbatas begitupun juga program studi pilihan yang dibuka hanya 28 prodi. Kuota prodi S1 Manajemen sudah terpenuhi dari seleksi sebelumnya sehingga pada SMODS ini tidak diikutsertakan,” jelas PIC SMODS, Dr. Megita Dwi Pamungkas, S.Pd., M.Pd.

Pelaksanaan SMODS diawali dengan penetapan kuota daya tampung program studi yang disediakan berdasarkan data dari Bagian Akademik; Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama (BAKK) Untidar. Kuota ini diumumkan secara resmi via laman untidar.ac.id

Peserta mulai bisa melakukan pendaftaran secara online mulai 14 Juli 2025 melalui smart.untidar.ac.id. Setelah melakukan pengisian biodata, peserta bisa menentukan 4 pilihan program studi serta hari dan sesi ujian.

“SMODS dilaksanakan selama dua hari pada Selasa-Rabu, 15-16 Juli 2025. Untidar menyediakan 7 lab komputer di Fakultas Ekonomi (FE) dan Fakultas Teknik (FT). Setiap harinya diselenggarakan 2 sesi ujian dengan durasi masing-masing sesi selama 90 menit dengan materi ujian Tes Potensi Skolastik, Literasi Bahasa Inggris, Literasi Bahasa Indonesia, dan Penalaran Matematika,” tambah Megita.

Teknis seleksi SMODS ini adalah ujian tertulis Computer-Based yang memungkinkan peserta untuk melakukan registrasi, memilih ruang ujian, dan melaksanakan ujian pada hari yang sama.

Tahun ini tercatat ada kenaikan minat peserta mengikuti ujian SMODS Untidar sebesar 23,4% dengan total keseluruhan peserta yang mengikuti ujian sebanyak 537 dibanding tahun 2024 yang hanya 435 peserta. Sementara rata rekap dari keseluruhan ujian mandiri SMJK-MS, SMJP, SMUTBK, dan SMUT yang Untidar laksanakan mampu menampung 4.190 peserta, melebihi data tahun 2024 dengan total 3.167 peserta.

Melalui SMODS ini diharapkan Untidar dapat memaksimalkan potensi akademik dengan tetap memberikan kesempatan memiliki akses pendidikan tinggi melalui tes seleksi yang terintegrasi dan berkualitas.

Berkenaan dengan berakhirnya tes tersebut, calon mahasiswa dapat terus memantau hasil tes yang akan mulai diumumkan pada tanggal 18 Juli 2024 pada laman smart.untidar.ac.id dan untidar.ac.id

 

Penulis: Maura Deaazaria Firdanisahara

Editor: Humas Untidar

Gandeng Kementerian Komdigi, Untidar selenggarakan Vocational School Graduate Academy

Keterampilan digital menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki jika ingin menjadi tenaga kerja unggul di masa ini. Untidar menyadari hal tersebut dan berkomitmen untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. Hal ini juga merupakan prioritas Kementerian Komunikasi dan Digital yang berkomitmen untuk mencetak talenta digital unggul dan membangun ekosistem SDM yang adaptif di era digital.

Sejalan dengan hal tersebut, Untidar bekerja sama dengan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Yogyakarta, yang merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Komdigi, selenggarakan Sertifikasi Kompetensi berbasis SKKNI untuk mahasiswa bertempat di Kampus Untidar Potrobangsan (14-16/7). Sertifikasi ini diikuti oleh 44 mahasiswa Program Studi S1 Manajemen dan Program Studi S1 Teknologi Informasi.

Tahun 2025 ini merupakan tahun ke-4 Universitas Tidar menjadi mitra penyelenggara program Digital Talent Scholarship Kementerian Komdigi, atau yang dahulu dikenal sebagai Kementerian Kominfo. Pada kesempatan ini Untidar melaksanakan Vocational School Graduate Academy (VSGA) dengan skema Associate Data Analyst dan Junior Mobile Programmer. Pelaksanaan VSGA kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya mahasiswa diberi pelatihan selama 3 hari dan kemudian mengikuti uji kompetensi selama 2 hari, tahun ini VSGA diselenggarakan dengan pola baru, yaitu penyelarasan bahan ajar. Kegiatan dimulai sejak awal semester genap 2024/2025.

Mata kuliah yang bersinggungan dengan skema sertifikasi yang ditawarkan oleh Kementerian Komdigi diselaraskan bahan ajarnya dengan bahan ajar yang disusun oleh Kementerian Komdigi. Sebelumnya, dosen pengajar mata kuliah tersebut juga diberi pelatihan agar persepsinya ketika mengajar nanti sama. Setelah melalui perkuliahan selama 1 semester, mahasiswa yang mengikuti mata kuliah tersebut diseleksi untuk selanjutnya diberi kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi berbasis SKKNI.

Menurut Kepala BPSDMP Kominfo Yogyakarta, Dr. Anton Susanto, kegiatan ini adalah salah satu implementasi sinergi Kementerian Komdigi dengan perguruan tinggi untuk mewujudkan generasi emas. “Generasi emas adalah generasi yang kompeten dalam menghadapi tantangan zaman. Oleh karena itu BPSDMP Kominfo Yogyakarta memberikan fasilitasi pelatihan dan sertifikasi kompetensi kepada mahasiswa Untidar sebagai salah satu upaya untuk menyiapkan SDM yang berkualitas,” kata Anton dalam sambutannya.

Pada kesempatan terpisah Wakil Rektor bidang Akademik dan Kerja Sama Untidar, Prof. Suyitno, menyatakan harapannya agar program studi yang ada di Untidar dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik untuk membekali mahasiswanya dengan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan oleh industri.

”Kerja sama yang dilakukan oleh prodi ini tujuannya untuk mendukung IKU 1. Semua yang dilakukan harus bisa memberikan nilai tambah kepada lulusan Untidar agar diminati di dunia kerja”, tegasnya. Sebagai informasi, Indikator Kinerja Utama (IKU) 1 Perguruan Tinggi digunakan untuk mengukur lulusan yang mendapatkan pekerjaan yang layak.

Setelah melalui proses pra-sertifikasi dan sertifikasi selama 3 hari, 17 mahasiswa S1 Prodi Manajemen dinyatakan lulus dan kompeten pada skema Associate Data Analyst dan 27 mahasiswa Prodi S1 teknologi Informasi dinyatakan lulus dan kompeten pada skema Junior Mobile Programmer.

Penulis dan Editor : Humas Untidar