Untidar Canangkan Penerbitan Buku Gunung Tidar sebagai Upaya Pelestarian Budaya dan Lingkungan

Untidar Canangkan Penerbitan Buku Gunung Tidar sebagai Upaya Pelestarian Budaya dan Lingkungan

Untidar Canangkan Penerbitan Buku Gunung Tidar sebagai Upaya Pelestarian Budaya dan Lingkungan

Magelang – Universitas Tidar melalui dukungan pimpinan, dosen, serta kolaborasi lintas lembaga secara resmi mengumumkan rencana penerbitan buku tentang Gunung Tidar. Agenda monumental ini ditandai dengan penanaman ‘Pohon Pancasila’ oleh Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. di kawasan Gunung Tidar, bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila (01/10/2025). Simbol ini dipilih untuk menegaskan komitmen Untidar dalam merawat warisan budaya, spiritual, dan lingkungan hidup Gunung Tidar.

penanaman Pohon pancasila oleh Prof Sugiyarto

Gunung Tidar sejak lama dikenal sebagai ikon Kota Magelang. Bukan hanya landmark geografis yang menjulang di tengah kota, tetapi juga pusat spiritual, kultural, dan simbol kepemimpinan bangsa. Dalam tradisi Jawa, Gunung Tidar disebut sebagai ‘Pakuning Tanah Jawa’, poros penyeimbang tanah Jawa yang menyatukan harmoni alam dan manusia. Menyadari posisi strategis Gunung Tidar, Universitas Tidar merasa memiliki tanggung jawab akademik dan moral untuk mendokumentasikan kekayaan ini dalam bentuk karya ilmiah.

“Beberapa waktu lalu, para dosen Untidar berkumpul dan sepakat untuk menulis serial buku tentang Gunung Tidar. Hal ini berangkat dari kepedulian kami, yang menjadikan Gunung Tidar sebagai objek riset.” Prof. Sugiyarto.

Penerbitan buku tentang Gunung Tidar ini tidak sekadar sebagai proyek akademik, melainkan juga gerakan pelestarian warisan ilmu pengetahuan, budaya, dan nilai-nilai luhur kepemimpinan. Buku ini akan ditulis secara multidisiplin, melibatkan dosen-dosen dari berbagai bidang ilmu. Masih menurut Prof. Sugiyarto, langkah ini sejalan dengan tridharma perguruan tinggi bahkan mencakup misi catur dharma yang dikembangkan Untidar.

“Penerbitan buku Gunung Tidar bukan sekadar dokumentasi, tetapi bagian dari pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Bahkan kami kaitkan dengan pengembangan kewirausahaan berbasis kebudayaan, sesuai dengan visi Untidar yang unggul, inovatif, dan berdaya saing,” tegasnya.

Selain itu, Untidar juga sudah melakukan rapat koordinasi dengan Disporapir Kota Magelang dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memastikan langkah penerbitan buku ini sejalan dengan agenda pelestarian lingkungan, pengembangan kebudayaan, serta pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Dari sisi akademik, buku ini diharapkan menjadi referensi utama tentang Gunung Tidar yang dapat digunakan oleh mahasiswa, peneliti, dan masyarakat luas. Dari sisi sosial-budaya, penerbitan buku ini akan mendokumentasikan berbagai nilai luhur, tradisi, dan kisah spiritual yang berkembang di masyarakat Magelang. Dan dari sisi ekonomi, Untidar melihat peluang besar dalam pengembangan kewirausahaan berbasis kebudayaan.

“Gunung Tidar dikenal sebagai ‘Pakuning Tanah Jawa’ sekaligus kawah candradimuka bagi pemimpin. Nilai-nilai seperti ‘Sopo, Salah, Seleh’ mengajarkan integritas, kejujuran, dan kerendahan hati yang wajib dimiliki seorang pemimpin.” tambah Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.

Dengan kolaborasi yang luas, Gunung Tidar tidak hanya dilihat sebagai objek wisata atau lokasi geografis, melainkan juga sebagai pusat pengetahuan, inspirasi, dan pembangunan berkelanjutan. Buku Gunung Tidar diharapkan dapat menjadi rujukan akademik, warisan budaya, dan inspirasi kepemimpinan yang berkelanjutan.

 

Penulis : Suryanti

Editor: Humas Untidar

Universitas Tidar Kukuhkan 132 Guru Profesional Baru Lewat PPG Gelombang II

Magelang – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar menyelenggarakan upacara pengukuhan Guru Profesional Pendidikan Profesi Guru (PPG) Gelombang II bagi 132 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Selasa (30/9). Kegiatan ini diselenggarakan secara daring dan luring di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H.R. Suparsono, Kampus Tuguran. Upacara pengukuhan secara luring dihadiri oleh 127 mahasiswa, terdiri atas 19 mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), 22 mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), dan 91 mahasiswa program studi Pendidikan IPA (PIPA). Sedang 5 mahasiswa lainnya melaksanakan pengukuhan via daring.

Prosesi pengukuhan secara simbolis dilakukan oleh Rektor Untidar, prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., Dekan FKIP, Dr. Ahmad Muhlisin S.Pd., M.Pd., Wakil Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Siswanto, S.Pd., M.Pd., dan Koordinator PPG, Prof. Dr. A. Sri Haryati, M.Pd. Mahasiswa terjauh tercatat berasal dari Makassar, yaitu Dyah Sekar Pratiwi, S.Pd., Gr., dari program studi IPA, dan mahasiswa termuda berusia 23 tahun, yaitu Putri Yulianti, S.Pd., Gr., dari program studi IPA.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa pengukuhan guru profesional ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan para lulusan PPG. “Guru adalah profesi mulia, tidak boleh merasa rendah diri. Justru dari tangan guru lahir generasi bangsa yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing. Saya berharap para guru yang dikukuhkan hari ini mampu menjaga integritas, terus belajar, dan memberikan teladan terbaik bagi peserta didiknya,” ujarnya.

Sebagai penutup, Prof. Sugiyarto juga menyampaikan pesan inspiratif melalui sebuah tembang Jawa. “Kabeh kang urip iku bakale mati, mulo becik sanyo anggayuh sejati ning pati, nanging kawruh ono yen sejatining pati iku dumunung ono sing sejatining urip. Banjur opo to sejatining urip iku? Urip iku urup. Apa yang sejatinining urip itu? Urip itu guru. Insya Allah sebagai guru akan urip memberikan cahaya, dan memberikan manfaat.

Dengan pengukuhan ini, Universitas Tidar berharap para lulusan PPG dapat menjadi guru profesional yang berkompeten, berintegritas, serta mampu memberi manfaat luas bagi masyarakat dan berkontribusi nyata dalam kemajuan pendidikan Indonesia

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Humas Untidar

Universitas Tidar Bekali Calon Wisudawan dengan Strategi Meraih Karir di Multinasional Company

Universitas Tidar Bekali Calon Wisudawan dengan Strategi Meraih Karir di Multinasional Company

Universitas Tidar Bekali Calon Wisudawan dengan Strategi Meraih Karir di Multinasional Company

Magelang, 26 September 2025 – Universitas Tidar (Untidar) melalui Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengembangan Karir dan Kewirausahaan menyelenggarakan Seminar Pembekalan Calon Wisudawan Periode September 2025 dengan tema ‘Unlocking Global Opportunities: Strategi Meraih Karir Cemerlang di Multinational Company’, bertempat di Gedung Dr. H.R. Suparsono Universitas Tidar.

Acara dibuka oleh Kabag Akademik, Wahyu Andriyanto, S.A.P., yang menekankan pentingnya Tracer Study bagi alumni sebagai bentuk evaluasi dan promosi kampus. “Lulusan UNTIDAR diharapkan dapat segera mengisi Tracer Study karena data ini penting sebagai sarana penilaian dan pengembangan universitas,” ujarnya.

Hadir sebagai pembicara pertama, PIC Tracer Study UPA PKK, Tri Agus Gunawan, M.H., yang menyampaikan bahwa Tracer Study merupakan survei alumni yang penting untuk memantau keberadaan lulusan, menjalin komunikasi berkelanjutan, serta menilai relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja.

Sesi berikutnya diisi oleh Ardhilles Ardhy, Senior Human Resources Teleperformance Indonesia, yang memaparkan strategi sukses berkarir di perusahaan multinasional. Menurutnya, peluang di Multinational Company (MNC) sangat besar, mulai dari exposure internasional, standar profesional tinggi, hingga kompensasi kompetitif. Namun, ada tantangan yang harus dihadapi seperti persaingan global, target tinggi, dan perbedaan budaya kerja.

Ardhilles menekankan pentingnya tiga aspek utama yang harus dipersiapkan lulusan, yakni Clarity, Competitiveness, dan Connections (3C). “ Clarity: mengenali diri, tujuan karir, dan pasar kerja. Competitiveness: membangun daya saing melalui penguasaan hard skills, soft skills, digital literacy, serta personal branding, dan Connections: membangun jejaring profesional, akademik, maupun komunitas yang relevan.” Sebutnya.

Ardhilles menambahkan bahwa keberhasilan dalam rekrutmen ditentukan oleh kombinasi Knowledge, Skills, dan Attitude.

Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai pentingnya membuat CV yang ATS Friendly, mengingat mayoritas perusahaan kini menggunakan sistem Applicant Tracking System.

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif. Peserta menanyakan berbagai hal mulai dari pentingnya pengalaman kerja, cara menilai kesiapan mental kandidat, strategi mengasah soft skill, hingga tips menjawab pertanyaan ekspektasi gaji. Narasumber menekankan bahwa pengalaman dapat diperoleh melalui magang, kesiapan mental diuji melalui wawancara mendalam, soft skill dapat diasah lewat proyek relevan, dan jawaban diplomatis sangat penting ketika membahas gaji.

Seminar ini diikuti oleh 817 calon wisudawan serta jajaran dosen dan pimpinan universitas. Dengan pembekalan ini, diharapkan lulusan Universitas Tidar semakin siap menghadapi dunia kerja global dan mampu bersaing di perusahaan multinasional.

Penulis dan Editor : FK

Editor: Danu Wiratmoko

 

 

Pelaksanaan Wisuda Universitas Tidar Periode ke-71 Tahun 2025

Universitas Tidar menyelenggarakan Wisuda Magister, Sarjana, Sarjana Terapan, dan Ahli Madya Periode ke-71 Tahun 2025, di Gedung dr. H. R. Suparsono, Jalan Kapten Suparman no. 39, Magelang, Sabtu (27/9).

Pada wisuda periode ini, sebanyak 817 lulusan dari jenjang Magister, Sarjana, Sarjana Terapan dan Ahli Madya akan dikukuhkan secara resmi. Wisudawan terdiri dari 20 program studi dan 5 Fakultas yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Dalam sambutannya, Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiarto, M.Si. mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya dan upgrade diri dari mahasiswa menjadi alumni kebanggaan. “Selamat. Ananda adalah bukti bahwa kerja keras, doa, dan dukungan keluarga bisa mengantarkan kalian ke puncak pertama dalam petualangan hidup,” ungkapnya.

Ia menyampaikan lulusan Untidar haruslah pribadi yang tidak hanya cerdas secara ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan kemampuan menjaga serta mengembangkan budaya bangsa. 

“Jadilah lulusan yang unggul dalam kompetensi, tetapi tetap berbudaya dalam berperilaku.Wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar: untuk menerapkan ilmu yang telah kalian peroleh demi kemajuan masyarakat, bangsa, dan peradaban,” jelasnya.

Rektor memberikan penghargaan khusus untuk 11 wisudawan berprestasi: 6 Wisudawan Berprestasi Akademik, yaitu wisudawan dengan nilai akademik terbaik di masing-masing Fakultas, dan 5 Wisudawan Berprestasi Non Akademik berdasarkan seleksi dari bagian Kemahasiswaan (BAKK) Untidar atas raihan prestasi lomba dan kejuaraan skala nasional dan internasional.

Wisudawan Terbaik kali ini diraih oleh Inayah Isnaini Faizah, lulusan program studi S2 Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan IPK 3.97 dengan lama studi selama 1 Tahun 10 Bulan 13 Hari. 

Selain menyelesaikan studinya, Ibu dua anak ini juga telah bekerja sebagai Guru di SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring, Muntilan. Ia menempuh studi Magister sebagai bekal untuk melanjutkan profesinya sebagai pendidik “Saya kuliah sambil mengurus anak, sambil tetap bekerja. Tapi Alhamdulillah semua bisa dijalani,” tuturnya.

Semua perjuangan itu ia jalani dengan satu tujuan, yaitu keluarga. Inayah ingin membalas kerja keras orang tuanya yang sejak dulu berjuang untuk pendidikan anak-anaknya. “Saya ingin mengangkat derajat orang tua yang telah bekerja keras untuk pendidikan anaknya, sekarang saya buktikan dengan bisa bersekolah hingga jenjang Magister dan memperoleh predikat wisudawan terbaik,” jelasnya.

Anik Sri Yulianti, Orang tua Inayah  menyampaikan rasa bangganya saat mendampingi anaknya selama prosesi Wisuda. Ibunya, mengungkapkan bahwa pencapaiannya saat ini merupakan berkat usahanya sendiri. “Saya bangga dia ada di posisi ini, semua usaha sendiri, cari makanan sendiri, bekerja sambil kuliah.” tuturnya.

Sedangkan Sambutan Wisudawan diwakili oleh Wisudawan Berprestasi Risma Nanda Handayani  dengan IPK 3,95 dari S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), FKIP, Untidar. Risma yang berdomisili di Donorojo, Magelang telah menyelesaikan kuliah Sarjana-nya selama 3 Tahun 10 Bulan 14 Hari. 

Risma menyebutkan bahwa Orang tuanya bukan lulusan sekolah tinggi. Pendidikan bapaknya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan ibu hanya sampai Sekolah Dasar (SD). “Pekerjaan bapak sebagai buruh lepas harian, sementara ibu membuka warung kelontong seadanya di rumah. Saya menjadi sarjana pertama di keluarga, baik dari pihak bapak maupun ibu,” ungkapnya.

Orang tua risma turut menyampaikan perasaan bahagianya mengetahui anaknya menjadi sarjana pertama di keluarganya sekaligus wisudawan terbaik. “Saya bangga, bangga sekali. saya sekolah nggak terlalu tinggi, Cuma lulusan SMP.” ungkap Ayahnya, Wahib Mudaim.

Ibunya, Nirwati, berharap dan mendoakan anaknya agar keinginannya selalu tercapai, “harapannya yang diinginkan tercapai, terus berguna bagi keluarga, orang tua, nanti apa yang dia inginkan dan yang dia harapkan bisa berhasil sesuai dengan harapan.” tambahnya.

Risma membuktikan meskipun berasal dari keluarga dengan ekonomi sederhana, ia dapat meraih gelar Sarjana dan menjadi Sarjana pertama di keluarga baik pihak Bapak maupun Ibunya. Lulusan dari jalur SNMPTN itu juga mendapatan KIPK dan aktif dalam Unit Kegaiatan Mahasiswa IQSAN Universitas Tidar.

“Keberhasilan ini bukanlah milik kami seorang. Wisuda ini adalah persembahan untuk mereka yang senantiasa hadir di balik perjuangan kami, mereka yang diam-diam menengadahkan doa di setiap malam, mereka yang menghapus lelah tanpa pamrih: ayah dan ibu tercinta,” pungkasnya.

Penulis: Humas Untidar

Untidar Raih Penghargaan Satker dengan Kinerja Sangat Baik IKPA Semester I 2025

Universitas Tidar kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah (Kanwil DJPb Jateng). Dalam ajang tersebut, Untidar dinobatkan sebagai Satuan Kerja (Satker) dengan Kinerja Sangat Baik pada capaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Semester I Tahun 2025. Penghargaan diserahkan secara resmi pada pertengahan September 2025 di Semarang.

Penghargaan IKPA diberikan secara berkala dua kali dalam setahun sebagai bentuk apresiasi kepada satuan kerja yang mampu menunjukkan kinerja optimal sekaligus menerapkan prinsip efisiensi dalam pengelolaan anggaran. Penilaian ini mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-5/PB/2024, yang meliputi tiga aspek utama: kualitas perencanaan anggaran (20%), kualitas pelaksanaan anggaran (55%), dan kualitas hasil pelaksanaan anggaran (25%).

Proses penilaian dilakukan melalui sistem Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM-SPAN). Indikator yang dinilai mencakup revisi DIPA, pengelolaan dana persediaan, penyampaian data kontrak, penyelesaian tagihan, penyerapan anggaran, hingga pelaporan capaian output. Hasil penilaian kemudian dikategorikan ke dalam empat tingkatan, yakni Sangat Baik (nilai ≥ 95), Baik (89 ≤ nilai < 95), Cukup (70 ≤ nilai < 89), dan Kurang (nilai < 70).

Pada Semester I tahun 2025, Untidar berhasil meraih nilai 95,45 yang menempatkannya dalam kategori Sangat Baik. Capaian ini menjadi bukti konsistensi Untidar dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi tata kelola anggaran yang berorientasi pada hasil nyata.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Dr. Astuty, M.Pd., menyampaikan apresiasi sekaligus pesan motivasi bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi. Prestasi ini adalah hasil kerja keras kita semua. Jangan lengah, teruslah berkarya untuk Untidar yang lebih maju,” ungkapnya.

Dengan keberhasilan meraih predikat Satker IKPA Sangat Baik Semester I 2025 ini diharapkan menjadi energi baru bagi sivitas akademika Untidar untuk terus meningkatkan kinerja, mendorong inovasi, serta memperkuat kontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Penulis: Suryanti
Editor: Humas Untidar

Tim Dosen Untidar Tingkatkan Kapasitas Mitra Fita Farm Lewat Urban Farming

Tim Dosen Untidar Tingkatkan Kapasitas Mitra Fita Farm Lewat Urban Farming

Tim Dosen Untidar Tingkatkan Kapasitas Mitra Fita Farm Lewat Urban FarmingTim dosen dan mahasiswa Universitas Tidar yang dipimpin oleh Budi Hartono, S.E., M.Sc., berhasil menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra binaan Fita Farm. Kegiatan ini berlangsung di Rejowinangun Kota Magelang (19-20/07), dengan fokus utama pada pengembangan Urban Farming yang menggabungkan konsep Circular Economy dan Internet of Things (IoT), serta penguatan kapasitas usaha mikro melalui Integrated Farming dan Ekonomi Sirkular.

Hari pertama dilakukan penelitian dampak aktivitas urban farming yang telah dilaksanakan Fita Farm selama 2-3 tahun terakhir, khususnya dalam aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Sesi ini melibatkan sekitar 30 peserta, termasuk pemilik Fita Farm, Yuswinto, dan mitra binaannya. Budi Hartono menjelaskan, sesi ini berfokus pada analisis dampak yang lebih mendalam. “Kami ingin mengukur bagaimana urban farming memberi dampak nyata bagi kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar serta kontribusinya terhadap kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Selama sesi ini, para peserta juga mempelajari penerapan teknologi IoT dalam pertanian perkotaan. Ir. Johan Pamungkas, M.T., S.T., dosen Elektro yang turut berperan mengajarkan aspek teknologi dalam program ini menyebut IoT memungkinkan kita untuk memantau kondisi tanaman serta kebutuhan air dan nutrisi secara real-time. “Selain itu, teknologi ini juga mendukung pengelolaan sampah organik di Fita Farm, yang diolah menjadi pakan untuk ayam dan lele menggunakan maggot, sehingga mengurangi limbah dan meningkatkan hasil pertanian,” imbuhnya.

Hari kedua, fokus beralih pada peningkatan kapasitas para mitra binaan yang berstatus UMKM. Sesi ini memberikan wawasan tentang pengembangan model bisnis berbasis ekonomi sirkular dan peningkatan efisiensi usaha mikro. “Kami mendalami bagaimana Fita Farm bisa memperluas kapasitas usahanya dengan memanfaatkan teknologi dan prinsip-prinsip keberlanjutan,” lanjut Budi Hartono. Peserta juga terlibat dalam sesi perencanaan kelompok yang membahas pengembangan usaha mereka dalam lima tahun mendatang dengan pendekatan yang lebih terintegrasi dan ramah lingkungan.

Di tempat yang sama, Yenny, mahasiswi pendamping yang juga menjadi asisten dosen dalam program ini memberikan testimoni postif mengenai kegiatan ini. “Bergabung dalam kegiatan ini memberi kami wawasan langsung mengenai tantangan dan peluang dalam mengelola urban farming di lapangan. Kami juga belajar bagaimana mengelola sampah organik dengan maggot untuk mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan,” sebutnya. Para mahasiswa juga berperan aktif dalam membantu peserta merancang solusi untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka.

Diskusi lanjutan diadakan di TPS3R Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Sabtu (23/08). Diskusi ini mengundang berbagai pihak, termasuk pengelola TPS3R dan mitra Fita Farm, yang membahas strategi pengembangan urban farming serta penguatan UMKM di wilayah perkotaan. “Kami berharap masukan dari diskusi ini bisa menjadi dasar untuk kebijakan yang mendukung keberlanjutan dan pengembangan ekonomi sirkular,” ungkap Yuswinto.

Dengan program ini, Universitas Tidar berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan masyarakat, terutama mitra binaan Fita Farm, dalam mengembangkan potensi urban farming yang berkelanjutan. “Sinergi antara dunia akademik dan komunitas ini akan menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat perekonomian lokal,” tutup Budi Hartono.

Penulis: Budi Hartono

Editor: Danu Wiratmoko

Untidar dan SEGi University Malaysia Tandatangani Kerja Sama Internasional

Untidar dan SEGi University Malaysia Tandatangani Kerja Sama Internasional

Untidar dan SEGi University Malaysia Tandatangani Kerja Sama InternasionalUniversitas Tidar kembali memperluas jejaring internasionalnya dengan menjalin kerja sama strategis bersama SEGi University Malaysia. Penandatanganan kerjasama ini dilaksanakan pada Rabu, 10 September 2025, bertempat di Kampus SEGi University, Kota Damansara, Selangor, Malaysia.

Dalam acara tersebut, Untidar diwakili Rektor Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., yang hadir bersama Ketua Tim Kerja Bidang Kerja Sama, Laila Alfizanna, S.S., MDCC. Dari pihak tuan rumah, hadir Vice Chancellor SEGi University, Prof. ChM Dr. Teh Geok Bee FASc, didampingi Director of International Collaboration and Research, Prof. Dr. Tezara Cionita.

Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup joint research, joint publication, penyelenggaraan konferensi, serta program student mobility. Laila Alfizanna menambahkan bahwa Untidar juga menaruh minat untuk mengembangkan kolaborasi khusus antara Program Studi S1 Pariwisata Untidar dengan Department of Tourism SEGi University.

“Untidar memiliki Pusat Unggulan IPTEK Borobudur yang dapat menjadi wadah bagi mahasiswa SEGi untuk memperkaya pengalaman belajar,” ujarnya.

Menanggapi rencana tersebut, Prof. Tezara Cionita menyambut baik peluang kolaborasi lintas bidang. Ia menegaskan, SEGi University terbuka untuk memperluas kerja sama akademik sesuai dengan kebutuhan kedua institusi.

Sementara itu, Rektor Untidar, Prof. Sugiyarto, menekankan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas.

“Kerja sama internasional seperti ini akan berdampak positif terhadap kualitas tridarma perguruan tinggi, sekaligus mendorong peningkatan akreditasi program studi di Untidar,” tegasnya.

Melalui kolaborasi ini, Untidar dan SEGi University berharap dapat menciptakan sinergi yang produktif dalam pengembangan pendidikan, penelitian, serta pertukaran budaya, baik di kalangan dosen maupun mahasiswa.

Universitas Tidar Gelar Mujahadah bil Qur’an dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) menyelenggarakan Mujahadah bil Qur’an dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H pada Selasa Legi (16/9) di Masjid Mamba’ul Ulum, Kampus Tuguran. Acara berlangsung dari sore hingga malam hari dengan penuh khidmat dan diikuti oleh para dosen, tendik, mahasiswa, serta terbuka untuk masyarakat umum.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an oleh KH. Drs. Nurcholis, dilanjutkan shalat maghrib berjamaah, doa khotmil Qur’an, hingga shalat Isya berjamaah. Usai itu, jamaah mengikuti mujahadah bersama KH. Arif Miftachul Huda.

Memasuki acara inti, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., turut memberikan sambutan yang menekankan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia akademik dan sosial kemasyarakatan.

Estu kulo lan panjenengan sedaya dipun paringi enteng nderek’i punapa ingkang dados akhlak lan lampah kesaenanipun anggen kita srawung ing alam dunya punika, ingkang mahanani kabekjan, keslametan dunya lan akhirat. Mugi mugi waosan niki waget njalari anggen kita niat sinau wonten ing kampus Untidar estu pikantuk ilmu ingkang berkah lan manfaat dunya akhiratipun (Semoga kita semua diberi kemudahan mengikuti apa yang menjadi akhlak dan kebaikannya dalam kita berhubungan di dunia ini, menemukan kebahagiaan, keselamatan dunia akhirat. Semoga pengajian ini dapat menjadi langkah awal untuk berniat belajar di Untidar, benar-benar mendapat ilmu yang berkah dan bermanfaat dunia akhirat),” tutur Prof. Sugiyarto.

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Nabi SAW dan taushiyah hikmah Maulid yang disampaikan oleh Habib Ahmad Wildan Basyaiban. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya peringatan Maulid Nabi sebagai wujud rasa cinta dan syukur atas kelahiran Rasulullah SAW. Habib Wildan juga menyinggung aspek sejarah perjalanan Nabi, pentingnya menjaga syariat, serta tujuan syariat Islam yang mencakup perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.

Melalui kegiatan ini, Untidar berharap semangat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat semakin menumbuhkan akhlakul karimah, serta menjadi pengingat bagi seluruh civitas akademika untuk terus menjunjung nilai-nilai keislaman dalam kehidupan kampus maupun bermasyarakat.

 

Penulis : Aghna Nur Shabrina

Editor : Humas Untidar

Untidar Tanda Tangani Kerjasama dengan KBRI Kuala Lumpur, Siapkan Mahasiswa KKN Mengajar Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia

Universitas Tidar resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur pada Selasa (9/9/2025). Penandatanganan berlangsung di Nilai Spring Resort, Nilai, Malaysia, antara Rektor Untidar Prof. Sugiyarto dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Malaysia, Dato Indera Hermono.

Kesepakatan ini menegaskan komitmen Untidar untuk mengirim mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke Malaysia sebagai tenaga pengajar di sanggar-sanggar belajar binaan KBRI Kuala Lumpur. Sanggar belajar tersebut menjadi salah satu upaya penting KBRI dalam menjawab persoalan mendesak yang dihadapi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tidak memiliki dokumen resmi. Puluhan ribu anak PMI berstatus undocumented di Malaysia hingga kini tidak dapat mengakses pendidikan formal, sehingga keberadaan sanggar belajar menjadi “penyelamat” bagi masa depan mereka.

Dalam sambutannya, Dato Indera Hermono menekankan bahwa peran serta perguruan tinggi sangat diperlukan untuk memutus mata rantai persoalan ini. “Tidak adanya kesempatan pendidikan bagi anak-anak PMI undocumented akan menjadi bom waktu. Kebodohan struktural akan menghasilkan kemiskinan struktural,” tegasnya. Ia menambahkan, meskipun hidup dalam keterbatasan, banyak di antara anak-anak tersebut menunjukkan potensi luar biasa. “Beberapa anak bahkan telah menjuarai lomba internasional dan diterima di universitas kelas dunia. Namun potensi mereka bisa pupus jika tidak mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.

Acara penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri sekitar 100 pimpinan perguruan tinggi dari Indonesia serta puluhan pengelola sanggar belajar di Malaysia. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bukti kuatnya dukungan lintas lembaga terhadap upaya pemberdayaan pendidikan bagi anak-anak PMI.

Setelah prosesi penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan focus group discussion (FGD) yang menghadirkan beberapa panelis, di antaranya Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur Prof. Muhammad Firdaus dan Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Ibu Frinny Napasti. FGD membahas rencana teknis pelaksanaan program.

Rektor Untidar Prof. Sugiyarto menyatakan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan KBRI. “Universitas Tidar menyambut baik permintaan Dubes Hermono dan berkomitmen mengirimkan mahasiswa yang akan diperbantukan sebagai pengajar di sanggar belajar binaan KBRI. Ini adalah kesempatan berharga bagi mahasiswa kami untuk berkontribusi secara nyata bagi masyarakat Indonesia di luar negeri,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Prof. Sugiyarto juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas ke depan. Ia mengungkapkan rencana untuk mempelajari peluang membuka jalur afirmasi bagi anak-anak PMI yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Untidar.

Kesepakatan strategis ini diharapkan tidak hanya memberi dampak positif bagi ribuan anak PMI di Malaysia, tetapi juga menjadi contoh sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan perwakilan diplomatik Indonesia dalam mengatasi persoalan sosial yang kompleks. Program ini sekaligus memperkuat peran Untidar sebagai perguruan tinggi yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berperan aktif dalam isu kemanusiaan lintas negara.

Penulis: Laila

Tuan Rumah Perkasa, Universitas Tidar Angkat Trofi Bank Jateng Volleyball 2025

Universitas Tidar sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan menyabet gelar juara Bank Jateng Volleyball 2025. Turnamen voli antar Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kedu Raya yang digelar di Samapta Sport Center, Kota Magelang ini berlangsung pada 13–14 September 2025 dan menghadirkan persaingan meriah antar BEM se-Kedu Raya.

Perjalanan Universitas Tidar menuju tangga juara tidaklah mudah. Pada semifinal, 13 September 2025, tuan rumah tampil solid untuk menyingkirkan STAI Syubbanul Wathon Magelang dan memastikan langkah ke final. Sementara itu, Universitas Muhammadiyah Purworejo melaju ke partai puncak setelah menundukkan STIE Rajawali, sehingga mempertemukan dua tim kuat dalam duel penentuan juara.

Final yang digelar pada 14 September 2025 berlangsung penuh tensi. Didukung penuh oleh ratusan penonton, Universitas Tidar tampil agresif dan berhasil mengamankan set pertama. Universitas Muhammadiyah Purworejo sempat bangkit dengan merebut satu set, namun dominasi tuan rumah tetap tidak terbendung. Permainan cepat dan serangan tajam Universitas Tidar akhirnya menutup pertandingan dengan skor 3–1.

Kemenangan ini menjadi semakin istimewa karena diraih di hadapan publik sendiri. Salah satu pilar Universitas Tidar, Wahyu Tri Sayogi yang berposisi sebagai Open Spike, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tim.

“Pertandingan tadi benar-benar menegangkan. Lawan bermain bagus, tapi kami tidak mau menyerah begitu saja. Dukungan penonton di kandang sendiri memberi energi tambahan untuk bisa memenangkan pertandingan. Gelar juara ini kami persembahkan untuk Universitas Tidar dan seluruh suporter,” ungkap Wahyu usai laga final.

Pernyataan Wahyu tersebut mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi kunci keberhasilan Universitas Tidar. Dukungan suporter yang tak henti-hentinya menyemangati tim turut menjadi bahan bakar energi ekstra dalam mengamankan trofi juara.

Turnamen ini juga menghasilkan klasemen akhir yang menunjukkan ketatnya persaingan. STIE Rajawali mengamankan peringkat ketiga usai mengalahkan STAI Syubbanul Wathon Magelang yang harus puas di posisi keempat.

Turnamen Bank Jateng Volleyball 2025 menempatkan Universitas Tidar sebagai juara pertama sekaligus penerima hadiah utama sebesar Rp5.000.000. Di posisi kedua, Universitas Muhammadiyah Purworejo berhasil meraih gelar runner-up dengan hadiah Rp4.000.000. Sementara itu, STIE Rajawali mengamankan peringkat ketiga dan berhak atas hadiah Rp3.000.000. Adapun STAI Syubbanul Wathon Magelang harus puas menempati posisi keempat dengan membawa pulang hadiah Rp2.000.000.

Penyerahan trofi juara dilakukan langsung oleh Dr. Giri Atmoko, M.Si., Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Universitas Tidar kepada kapten tim Universitas Tidar pada 14 September 2025. Riuh tepuk tangan dan sorak gembira dari para pemain dan pendukung mewarnai momen bersejarah tersebut.

Melalui penyelenggaraan Bank Jateng Volleyball 2025, panitia berharap turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah sportivitas, mempererat persahabatan antar mahasiswa se-Kedu Raya, sekaligus melahirkan atlet-atlet muda potensial yang dapat berprestasi lebih tinggi di masa depan.


Penulis : Suryanti
Editor : Humas Untidar