Untidar Gelar Soft Opening Meriah, KMI Expo XVI 2025 Resmi Dimulai

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) secara resmi membuka gelaran KMI Expo XVI 2025 melalui prosesi soft opening dan pemotongan pita yang dipimpin langsung oleh Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., pada Rabu (19/11) di Kawasan Kampus Sidotopo. Pembukaan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian pameran kewirausahaan mahasiswa terbesar di Indonesia tersebut.

Prosesi berlangsung meriah dan disaksikan oleh peserta KMI Expo dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Tim Belmawa sejumlah 15 orang, juri sejumlah 32 orang, panitia, serta masyarakat umum. 

Turut hadir juga Wali Kota Magelang, H. Damar Prasetyono yang memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan nasional ini serta mendorong sinergi pengembangan wirausaha muda di Kota Magelang.

Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., Ketua Panitia KMI Expo, menegaskan bahwa KMI Expo 2025 tidak hanya menjadi ajang nasional bagi mahasiswa, tetapi juga ruang kolaborasi besar antara kampus dan masyarakat Magelang. “Makanya event KMI ini event kita bersama, kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan warga Kota Magelang,” ujarnya. 

KMI Expo XVI hari pertama menghadirkan beragam kegiatan mulai dari pameran Expo Kewirausahaan, EKKN, pameran UMKM, hingga Gelar Karya Kampus Berdampak,yang menyajikan hasil inovasi produk, dan karya kreatif mahasiswa dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini juga melibatkan penilaian stand oleh tim Belmawa Kemendiktisaintek. 

Pada sesi pagi, acara diawali dengan lomba mewarnai tingkat TK se-Kota Magelang, lomba menggambar tingkat SD se-Kota Magelang, serta penampilan seni dari Magelang Pantomime.

Selain pameran, hari pertama juga dimeriahkan dengan Festival Band Pelajar SMA/SMK se-Kedu Raya, Sarasehan pendamping dan pengelola KMI Expo 2025, serta kompetisi Stand Up Comedy antar peserta KMI.

Pada sesi Festival Band, SMS#5 dari SMA Negeri 2 Kebumen, berhasil meraih juara pertama Festival Band Pelajar. Vokalis band, Albertus Kia Bolen, mengungkapkan rasa harunya saat diumumkan sebagai pemenang. “Saya terharu karena tadi ada sedikit miss, jadi gak expect bisa juara satu. Untuk kesannya, keren banget, panggungnya bagus.” Ungkapnya.

Antusiasme juga datang dari pengunjung umum. Nisa Azzahra, salah satu penonton hari pertama, memberikan kesan positifnya. “Buat hari pertama ini seru banget, banyak banget stand-stand dari kampus seluruh Indonesia, dan bagus-bagus semua.”

Sebagai penutup rangkaian kegiatan hari pertama, panggung utama KMI Expo XVI 2025 akan dihibur oleh penampilan spesial dari Lapiezt Legiet yang akan menutup malam dengan suguhan musik energik sebagai bentuk apresiasi bagi seluruh peserta dan pengunjung.

Melalui penyelenggaraan KMI Expo XVI 2025, Universitas Tidar berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bertumbuh bagi para mahasiswa wirausaha untuk saling belajar, berjejaring, dan memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional, terutama di wilayah Magelang dan Kedu Raya.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Humas Untidar

Untidar Terima Kunjungan Studi SMA Negeri 1 Karanggede Boyolali, Bahas Informasi Kampus dan PMB

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) menerima kunjungan studi dari SMA Negeri 1 Karanggede, Boyolali, pada Senin (17/11) di Ruang Rapat Rektorat, Kampus Tuguran. Rombongan terdiri atas dua guru pendamping, M. Arifin, S.Pd., dan Octavena Mellinda, S.Pd., serta 13 siswa SMA N 1 Karanggede.

Dari pihak Universitas Tidar, turut hadir Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Drs. Giri Atmoko, M.Si.; Kepala Bagian Akademik, Wahyu Andriyanto, S.A.P.; Ketua Tim Kerja Bidang Akademik, Amelia Putri Kartikasari, S.Sos.; Ketua Tim Kerja Bidang Kerja Sama, Laila Alfizanna, S.S., MDCC.; serta Ketua Tim Kerja Bidang Hubungan Masyarakat, Danu Wiratmoko.

Kunjungan ini menjadi ruang bagi para siswa untuk berdiskusi langsung mengenai dunia perkuliahan, pilihan program studi, fasilitas kampus, hingga mekanisme Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Sesi berlangsung interaktif, dengan banyak pertanyaan yang diajukan siswa terkait jalur seleksi, keketatan program studi, beasiswa yang tersedia di Untidar, dan sebagainya.

Dalam sambutannya, Drs. Giri Atmoko, M.Si., menyampaikan apresiasinya atas antusiasme para siswa yang hadir.

“Saya melihat keseriusan bahwa siswanya banyak yang tertarik dan ingin lanjut ke perguruan tinggi. Maka dari itu diharapkan banyak siswa Karanggede yang akan kuliah ke Untidar,” sambungnya.

Dengan adanya kunjungan ini, Untidar berharap dapat memperluas wawasan siswa sekaligus menumbuhkan motivasi melanjutkan pendidikan tinggi, khususnya di Untidar.

Kolaborasi Penelitian Indonesia–Inggris Makin Menggema: Tim Universitas Tidar Jalankan Misi Ilmiah di London, Surrey, dan Coventry

Tim peneliti Universitas Tidar yang tergabung dalam penelitian internasional berjudul “Enhancing Science Education through International Collaboration (ESEIC)” dan “Building Disability Inclusive Research Culture in Indonesia Higher Education (BRIDGE-HE)” melaksanakan rangkaian kegiatan riset dan pengembangannya di Inggris sejak 25 Oktober hingga 8 November 2025 melalui dukungan pendanaan dari British Council. Delegasi Indonesia mengikuti sejumlah agenda strategis di tiga kota yaitu London, Guildford (Surrey), dan Coventry untuk memperkuat kolaborasi riset pendidikan sains, inklusi disabilitas, serta pengembangan inovasi akademik lintas negara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan partisipasi pada Going Global Conference 2025di London, sebuah forum bergengsi yang mempertemukan para pemimpin pendidikan tinggi dunia. Kehadiran tim peneliti dalam konferensi ini menjadi momentum untuk memperluas jaringan dan memperkenalkan inisiatif riset yang tengah dikembangkan di tanah air. Setelah agenda di London, kegiatan kemudian berlanjut ke Coventry University di mana tim peneliti melaksanakan diskusi terkait pengambilan data serta persiapan workshop inklusi disabilitas yang akan digelar di Universitas Tidar. Diskusi mendalam ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan model pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ericka Darmawan dari LPPM Untidar juga turut memberikan pemaparan mengenai berbagai program penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dijalankan kampus Untidar. Ia menegaskan bahwa kerja sama internasional seperti ini sangat bernilai bagi pengembangan institusi. Keterlibatan Untidar dalam konsorsium riset global memberi peluang besar untuk memperkuat pusat studi, memperluas jejaring, dan membawa hasil-hasil riset kami ke tingkat internasional,” tuturnya.

Tim melanjutkan perjalanan ke University of Surrey untuk melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) serta ESEIC Conference 2025 yang melibatkan akademisi dari Inggris, Kazakhstan, dan Indonesia. Pada sesi utama yang berlangsung di Ruang Pertemuan University of Surrey, Dr. Rochmat Aldy Purnomo dari Untidar menjadi tim peneliti dan salah satu pembicara utama. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa kolaborasi internasional seperti ESEIC menjadi katalis penting dalam penguatan kualitas pendidikan tinggi Indonesia. “Penelitian ESEIC menunjukkan komitmen kuat dalam membangun pendidikan sains yang inklusif, berkelanjutan, dan kolaboratif melalui pengembangan hub STEM, kolaborasi lintas negara, serta integrasi prinsip kesetaraan gender. Upaya ini semakin diperkuat dengan kontribusi Untidar melalui Hub Pendidikan, Kesehatan, dan Kesejahteraan Ekonomi, yang berperan penting dalam mendorong riset berkelanjutan dan pemberdayaan talenta masa depan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan,” terang Aldy.

Seluruh rangkaian kegiatan ini memperlihatkan komitmen kuat perguruan tinggi Indonesia khususnya Untidar dalam memperluas kolaborasi global dan memastikan bahwa hasil riset memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Melalui pendanaan British Council, penelitian ESEIC dan BRIDGE-HE terus berkembang sebagai langkah kolaboratif yang mempertemukan peneliti lintas negara untuk menghasilkan inovasi di bidang pendidikan sains, inklusi, dan pengembangan akademik berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas penelitian, tetapi juga membawa transformasi positif bagi ekosistem pendidikan tinggi Indonesia.

Penulis: Rochmat Aldy Purnomo

Untidar Gelar Penutupan dan Purna Wiyata Pawiyatan Dhasar Panatacara dan Pamedhar Sabda Bregada I Tahun 2025

 

Magelang — Universitas Tidar (Untidar) bekerjasama dengan DPD Permadani Kota Magelang menggelar Penutupan Pelatihan Pranatacara MC Bahasa Jawa dengan melaksanakan Purna Wiyata Pawiyatan Dhasar Pranatacara Tuwin Pamedhar Sabda Bregada I, yang dilaksanakan di Aula Cendekia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Senin (10/11) .

Turut hadir Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si serta beberapa Dekan dan sivitas akademika Untidar mengikuti jalannya rangkaian wisuda “Kursus Dasar Pawiyatan”.

Kegiatan pelatihan ini telah berlangsung selama sepuluh kali pertemuan terhitung sejak tanggal 22 Agustus sampai dengan tanggal 7 November 2025. Bersamaan dengan pelatihan tersebut, sebanyak 50 mahasiswa Untidar berhasil diberikan pendampingan secara rutin. Pelatihan pranatacara dirancang khusus guna membekali mahasiswa untuk menjadi pewara adat yang cakap dan terampil serta fokus pada penguasaan Bahasa Jawa halus dengan fasih sekaligus menanamkan pemahaman mendalam tentang struktur dan pakem acara adat Jawa yang benar.

“Melalui pelatihan ini Mahasiswa Untidar turut melestarikan Budaya Jawa terutama dalam mengasah kemampuan pranatacara pada diri mahasiswa serta menumbuhkan kembali kebanggaan generasi muda dalam budaya daerah sehingga mampu meneruskan perjuangan pelaksanaan Budaya Jawa dan Nusantara supaya tidak tertinggal dan tergerus arus globalisasi” ungkap Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.

Beliau berharap agar para mahasiswa yang nantinya akan diwisuda mampu memiliki pendirian masing-masing dalam menempatkan diri, bersikap dan merangkai kata agar mampu merepresentasikan kehalusan serta kebijaksanaan adat Jawa dengan memahami filosofi di balik setiap adat, karakter, dan kepribadian Budaya Jawa.

Kegiatan Penutupan Pranatacara dilanjutkan dengan pemberian sertifikat kepada para mahasiswa sebagai pertanda gelar kelulusan dalam menyelesaikan pelatihan pranatacara oleh Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si dibersamai oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Nur Wiyono, S.Pd, M.Pd., DPD Permadani, Bapa Susilo Anggoro, Guru Pranatacara, Ir. H. Wiyoto.

 

Penulis: Maura Deaazaria Firdanisahara
Editor: Danu Wiratmoko

Untidar Undang Associate Professor Sejong University Untuk Isi Kuliah Tamu

Magelang – Fakultas Teknik Universitas Tidar (Untidar) menyelenggarakan kuliah tamu internasional bertajuk “AI for Research: Unlocking the Secrets of Crafting Research” di Gedung Multimedia, Kampus Tuguran, Rabu (5/11).

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Eng. Muhammad Syafrudin dari Department of Artificial Intelligence and Data Science, Sejong University, South Korea. Pria asli Bantul ini dikenal sebagai peneliti yang masuk dalam daftar World Top 2% Scientists 2025 di bidang Artificial Intelligence dan Image Processing, serta menjadi mitra penelitian dan publikasi Untidar.

Sebanyak 46 peserta yang terdiri atas dosen dari Program Studi Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknologi Informasi, Teknik Sipil, Ilmu Administrasi Negara, serta tim Kerja Sama dan Humas mengikuti kegiatan tersebut.

Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Gito Sugiyanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN. Eng.,  dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi riset internasional.

“Pertemuan dengan Dr. Muhammad Syafrudin ini kami harapkan dapat menjadi awal yang baik untuk membimbing kami, membantu kami dalam proses ke depannya, khususnya dalam bidang riset, kolaborasi, dan juga publikasi. Kegiatan ini bukan akhir, melainkan awal dari kerja sama yang berkelanjutan antara Untidar dan Sejong University,” ungkapnya.

Kegiatan kuliah tamu ini berisi pemaparan materi utama dan sesi diskusi interaktif. Dr. Syafrudin membagikan pengalaman dan strategi dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung riset ilmiah, mulai dari tahap perencanaan, analisis data, hingga publikasi di jurnal bereputasi internasional.

“Saya menekuni bidang Artificial Intelligence, khususnya aplikasinya di industri. Kolaborasi seperti ini penting agar hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tapi juga berdampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya membangun jejaring riset global dan kolaborasi lintas negara untuk memperkuat kapasitas akademik perguruan tinggi di Indonesia.

“Saya melihat dosen-dosen di Untidar punya banyak potensi karena sumber daya dan topik risetnya beragam. Setiap permasalahan di sekitar kampus bisa dijadikan penelitian berbasis AI, lalu dikembangkan bersama mahasiswa dalam kelompok riset. Agar bisa bersaing di level global, Untidar perlu terus membuka pintu kerja sama internasional sehingga hasil risetnya bisa dipublikasikan di jurnal bereputasi dan dikenal di dunia internasional,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Untidar berharap dapat memperluas jaringan riset internasional, meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam pemanfaatan teknologi AI, serta memperkuat posisi Untidar sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan riset global.

 

Penulis : Aghna Nur Shabrina

Editor : Humas Untidar

Belmawa Kemendiktisaintek Jelajah 3 Desa Mitra PPK Ormawa Untidar

Magelang – Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, bersama Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendiktisaintek melakukan visitasi terhadap pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Universitas Tidar  di Ruang Rapat Rektorat Kampus Tuguran, dan di tiga desa mitra PPK Ormawa, Sabtu (1/11).

Sebelum tim reviewer melakukan kunjungan lapangan ke tiga lokasi mitra desa PPK Ormawa Untidar, dilakukan pemaparan hasil pelaksanaan program di Ruang Rapat Rektorat. Visitasi ini dihadiri oleh dua reviewer Belmawa, Ery Hidayat, S.T., M.T. dan Intishar, S.T., serta didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, serta staf kemahasiswaan Untidar.

Dalam sambutannya, Prof. Parmin menegaskan posisi Untidar sebagai kampus yang berkomitmen terhadap pemberdayaan mahasiswa dan masyarakat. “Kampus ini punya keyword atau kata kunci, kalau dalam visi, Untidar adalah kampus kewirausahaan dan kampus kebudayaan. Sedangkan tagline bidang kemahasiswaan adalah Untidar Kampus Ormawa Pemberdaya. Jadi memang PPK Ormawa di Untidar ini sudah langganan hasilnya maksimal, banyak yang meraih penghargaan,” ujarnya.

Kunjungan lapangan diawali di Desa Sidorejo, Kecamatan Bandongan, yang merupakan lokasi kegiatan PPK Ormawa oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMA PBSI). Program bertema ‘Optimalisasi Rumah Sampah Digital sebagai Upaya Berkelanjutan Ekologi melalui RESIK (Recycling Edukasi Sampah Inovatif dan Kreatif)’ ini mengajak masyarakat untuk mengelola sampah secara lebih kreatif dan efisien melalui pendekatan digital. 

Kunjungan dilanjutkan ke Desa Balesari, Kecamatan Windusari, tempat pelaksanaan Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (HIMEPA) dengan tema ‘Optimalisasi Komoditas Kopi Desa Balesari melalui Pendekatan Agroindustri dan Smart Society untuk Meningkatkan Profitabilitas Guna Menuju Desa Usaha Berkelanjutan.’ Melalui program ini, mahasiswa berupaya membantu petani kopi lokal untuk meningkatkan nilai tambah produk, mulai dari pelatihan pengolahan hingga pemasaran digital.

Lokasi terakhir yang dikunjungi adalah Desa Karangkajen, Kecamatan Secang, tempat Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi (HIMAPBIO) mengembangkan inovasi pertanian melalui program ‘SIPAMA (Sistem Pengendali Hama) berbasis Teknologi Smartfarming dan Energi Surya Terbarukan dalam Meningkatkan Produktivitas Pertanian.’ Program ini membantu petani meningkatkan hasil panen dengan efisien sekaligus ramah lingkungan.

Salah satu penerima manfaat, Siswanto, Kepala Desa Balesari, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaannya dinilai berdampak positif bagi masyarakat. “PPK Ormawa ini tentunya sangat membantu kami ya, dan sangat berguna. Lalu tentunya banyak hal positifnya. Rakyat semakin melek teknologi dan bermindset industri, bukan lagi tani tradisional,” sebutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ery Hidayat, S.T., M.T., selaku reviewer juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan PPK Ormawa Untidar yang dinilai solid dan berdampak nyata. “PPK Ormawa di Untidar sudah berjalan sangat baik. Dukungan pimpinan kampus, dosen pembimbing, dan mahasiswa terlihat kompak. Ini bisa menjadi contoh ideal bagaimana kampus dan desa bisa tumbuh bersama,” ungkapnya.

Melalui kegiatan visitasi ini, Universitas Tidar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat serta memperluas jejaring kolaborasi dengan desa mitra.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Danu Wiratmoko

FE Untidar Sukses Gelar TICEMBA 2025: Hadirkan Pembicara dari 3 Negara

MAGELANG – Fakultas Ekonomi Universitas Tidar (FE Untidar) menyelenggarakan Tidar International Conference on Economics, Management, Business, and Accounting (TICEMBA) 2025 di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H.R. Suparsono, Kamis (30/10). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini diikuti oleh 269 peserta, terdiri atas 200 peserta luring dan 69 peserta daring, dengan tujuan memperkuat kolaborasi akademik lintas bidang dalam menghadapi tantangan ekonomi global di era perubahan.

TICEMBA 2025 mengangkat tema “Sustainable Development in Changing World: Challenges, Solutions, and Collaborations”, yang diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri serta sejumlah lembaga pemerintahan dan riset. Partisipasi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme akademisi dan praktisi terhadap isu-isu pembangunan berkelanjutan dan ekonomi.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa TICEMBA adalah wujud komitmen Untidar untuk memperkuat jejaring akademik internasional dan menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Melalui TICEMBA, kami berharap muncul gagasan dan riset inovatif yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan tiga pembicara utama dari dalam dan luar negeri. Wali Kota Magelang, H. Damar Prasetyono, Prof. Norlida Hanim Mohd Salleh dari Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Dr. Dominic Mahon dari University of Surrey, Inggris. Kehadiran para pembicara tersebut menjadi bukti bahwa TICEMBA berhasil menjadi wadah kolaboratif lintas negara yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam bidang ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam paparannya, Prof. Norlida Hanim Mohd Salleh menekankan pentingnya kolaborasi regional dan narasi pariwisata berkelanjutan antara Semarang, Magelang, dan Yogyakarta. Ia menjelaskan bahwa setiap kota memiliki kekuatan yang saling melengkapi. Heritage and urban transformation di Semarang, spirituality and agrotourism di Magelang, serta the heart of creativity and community di Yogyakarta.

“Kolaborasi tiga kota ini bukan hanya tentang wisata, tetapi tentang membangun ekosistem ekonomi dan sosial yang tangguh, yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Magelang, H. Damar Prasetyono, menyampaikan harapannya agar konferensi ini menjadi awal dari sinergi yang lebih luas antara pemerintah dan dunia pendidikan. Menurutnya, kolaborasi seperti TICEMBA dapat menjadi penggerak inovasi daerah dan memperkuat posisi Magelang sebagai kota yang adaptif terhadap perubahan global.

“Saya bangga Universitas Tidar telah menginisiasi konferensi internasional seperti ini. Kegiatan seperti TICEMBA perlu terus dilakukan agar Kota Magelang semakin dikenal, tidak hanya di bidang ekonomi tetapi juga pendidikan dan inovasi,” pungkasnya.

 

Penulis : Gita Puspita Rakhmawati

Editor: Humas Untidar

STMM Yogyakarta Lakukan Studi Tiru ke Universitas Tidar, Bahas Strategi Kerja Sama dan Promosi PMB

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) menerima kunjungan dari Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta dalam kegiatan studi tiru yang membahas pengelolaan kerja sama kelembagaan dan strategi promosi penerimaan mahasiswa baru (PMB), pada Kamis (30/10) di Ruang Rapat Rektorat, Kampus Tuguran.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan bidang dari kedua lembaga. Dari STMM, hadir Tim Kerja Sama dan Tim Hubungan Masyarakat sebanyak tujuh orang. Sementara yang hadir dari Untidar, yaitu Amelia Putri Kartikasari (Ketua Tim Kerja Bidang Akademik), Laila Alfizanna (Ketua Tim Kerja Bidang Kerja Sama), dan Danu Wiratmoko (Ketua Tim Kerja Bidang Hubungan Masyarakat).

Dalam sambutannya, Ratri Nugrahini, perwakilan STMM, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk belajar secara langsung mengenai sistem kerja sama, strategi promosi, serta pengelolaan kelembagaan yang telah berjalan di Untidar.

Ia juga menambahkan bahwa kunjungan ini menjadi kesempatan untuk memahami lebih dalam tentang proses penerimaan mahasiswa baru jalur Kerja sama dengan SMA/SMK sederajat, serta strategi branding kampus yang efektif. 

“Kami melihat Untidar mengalami perkembangan yang luar biasa dalam waktu singkat. Jadi, kami juga ingin belajar bagaimana strategi Untidar dalam mengemas branding dan membangun citra positif lembaga, serta berharap diskusi ini bisa memberikan wawasan baru bagi kami,” lanjutnya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai topik, mulai dari tata kelola kerja sama antar instansi, strategi penguatan hubungan dengan SMA/SMK sederajat untuk PMB, hubungan antar stakeholders, dan strategi pengelolaan media sosial Untidar.

Sebagai penutup, Laila Alfizanna menyampaikan apresiasi dan harapannya atas kunjungan dari STMM.

“Kami sangat senang bisa berbagi pengalaman dan praktik baik yang ada di Untidar. Harapannya, kerja sama dan diskusi seperti ini bisa terus berlanjut. Kami juga siap ya untuk membantu, kalau dibutuhkan, dan tentu akan terus membuka peluang kolaborasi-kolaborasi lainnya,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Untidar berharap dapat terus memperluas jejaring akademik antar perguruan tinggi, memperkuat sinergi kelembagaan, serta menjadi ruang berbagi pengetahuan untuk peningkatan mutu dan profesionalitas di bidang pendidikan tinggi.

Penulis: Aghna Nur Sabrina
Editor: Danu Wiratmoko

Untidar Resmi Melantik 91 PPPK dan 49 Pejabat Baru Dosen ASN

Magelang — Universitas Tidar (Untidar), hari ini, Selasa (28/10) melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Pejabat Baru di GKU dr. H. R. Suparsono, Kampus Tuguran.

Pelantikan dan Pengambilan sumpah dipimpin langsung oleh Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto,M.Si. dengan disaksikan oleh jajaran pimpinan universitas, pejabat struktural, serta para undangan.

Sebanyak 91 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) resmi dilantik dan diambil sumpahnya. Selain itu, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pejabat Baru di lingkungan Untidar kepada 49 Dosen ASN. Suasana penuh haru dan semangat terasa ketika seluruh peserta mengucapkan Sumpah Jabatan sebagai bentuk komitmen mereka kepada negara dan lembaga.

Acara dilanjutkan dengan prosesi pengambilan Sumpah Jabatan, Penandatanganan Berita Acara Pengambilan Sumpah, serta Penyerahan Surat Keputusan pengangkatan secara simbolis oleh Rektor yang di berikan kepada peserta pelantikan Rasyid Wicaksono Hadi, S.Pd. sebagai perwakilan dari PPPK dan Sekar Jati Pamungkas, S.Pd., M.Pd. Sebagai perwakilan Dosen Lektor.

Dalam sambutannya, Prof Sugiyarto menyampaikan Puji syukur kepada Allah karena hari ini dapat berkumpul di acara pelantikan sumpah jabatan PPPK dan Pejabat Fungsional di Lingkungan Untidar dalam keadaan sehat walafiat, serta menyampaikan selamat kepada Seluruh peserta yang telah dilantik dan disumpah. “Mari bersama sama memaksimalkan kinerjanya pada posisi yang baru, Saya berharap Anda dapat memberikan yang terbaik kepada sivitas Untidar dan dapat menerapkan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara,” tambahnya.

Acara diakhiri dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama antara Rektor, pejabat yang dilantik, serta seluruh PPPK yang telah diambil sumpahnya.

Penulis : Farhan Shulton Yaulhaq
Editor: Humas Untidar

Untidar Gelar Upacara Peringatan Sumpah Pemuda ke-97

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) menyelenggarakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 di Halaman Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H.R. Suparsono, Senin (28/10). Kegiatan yang diikuti oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, dan tenaga kependidikan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebangsaan.

Upacara dipimpin Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., yang juga membacakan pidato resmi Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 bertema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu.”
Dalam pidato tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus terus dijaga oleh generasi muda Indonesia di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. “Kita tidak lagi mengangkat bambu runcing, tetapi mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran. Namun semangatnya tetap sama, Indonesia harus berdiri tegak, Indonesia tidak boleh kalah. Jangan takut bermimpi besar, jangan takut gagal. Kalian bukan pelengkap sejarah, kalian adalah penentu sejarah berikutnya,” demikian disampaikan Menpora dalam pidato yang dibacakan oleh Rektor.

Ia juga menambahkan wejangan berbahasa jawa: “Jejering satria mudha iku kudu tansah sumadya ing karya, tanpa suwala-tanpa semaya, tanpa nggresula-tanpa supata. Sawega ing dhiri, samekta ing gati labuh-labet mring Ibu Pertiwi. Mulat sarira hangrasa wani, melu handarbeni, saguh hangrukebi. Luhur ing pambudi, teguh ing pangastuti. Sepi ing pamrih, rame ing karti. Wani nggetih, lila ing pati. Tulus sabela mrih kumlebeting pusaka abang-putih, Pancasila  dhasaring Nagri. Jaya-jaya Nuswantara hanjayeng bawana.” (Seorang satria muda harus bersedia berkarya, tanpa menawar tanpa menghindar, tanpa berkeluh kesah tanpa menyumpah. Menguatkan diri untuk berbakti kepada ibu pertiwi. Berani, mau bekerja keras, bertekadlah untuk sukses. Mulia dalam akal budi, teguh dalam iman. Tenang dalam ambisi, penuh keberanian. Berani berdarah-darah, sabar dalam kematian. Ikhlas dalam membela berkibarnya sang saka merah-putih, Pancasila, dasar negara. Semoga nusantara jaya di seantero dunia-red.)
Upacara dilanjutkan dengan penyerahan beasiswa GANIDAR secara simbolis oleh Rektor didampingi Ketua GANIDAR kepada perwakilan penerima beasiswa. Lalu ditutup dengan menyanyikan lagu Bangun Pemudi Pemuda dan doa bersama untuk keselamatan bangsa.

Untidar berharap momentum Hari Sumpah Pemuda ini dapat menumbuhkan kembali semangat kebersamaan, integritas, dan semangat juang sivitas akademika untuk terus berkarya bagi Indonesia.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Danu