EXPO ABDIDAYA 2025: PANGGUNG UNTIDAR PAMERKAN KARYA INTEGRATIF EKOLOGI, EKONOMI, DAN TEKNOLOGI
Keikutsertaan Universitas Tidar dalam ajang nasional Abdidaya PPK Ormawa 2025 kembali menorehkan prestasi membanggakan setelah tiga kelompok Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dinyatakan lolos nominasi nasional dan dipercaya tampil dalam agenda Expo Abdidaya 2025. Kegiatan expo tersebut berlangsung di Aula Gedung Kuliah Bersama Lantai 9 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Jumat-Sabtu (4-6/12). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ajang temu karya nasional yang mempertemukan berbagai inovasi pengabdian mahasiswa dari seluruh Indonesia. Keikutsertaan ini jadi wujud komitmen Universitas Tidar dalam mendorong peran aktif mahasiswa dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui pengabdian berbasis teknologi, ekonomi, dan lingkungan berkelanjutan.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dit. Belmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Dikdristek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikti Saintek) yang bertujuan untuk mengapresiasi kinerja tim pelaksana, organisasi kemahasiswaan, dosen pendamping, perguruan tinggi, dan mitra keberlanjutan dalam melaksanakan kegiatan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).
Banyak hal menarik yang di tampilan dari kontingen Untidar dalam expo abdidaya 2025 ini. Mulai dari Kelompok pertama yang berasal dari lokasi pengabdian di Desa Sidorejo, Kecamatan Bandongan yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan program unggulan bertema “Optimalisasi Rumah Sampah Digital sebagai Upaya Berkelanjutan Ekologi melalui RESIK (Recycling Edukasi Sampah Inovatif dan Kreatif)”. Dalam expo, tim ini menampilkan dekorasi stand bernuansa hijau dan ramah lingkungan, lengkap dengan instalasi hasil daur ulang, infografis alur pengelolaan sampah digital, serta simulasi sistem pelaporan sampah berbasis aplikasi sederhana. Saat di temui, Ketua Tim PPK Ormawa Himaprodi PBSI Umi Nur Faizah menyampaikan bahwa, “Melalui stand yang dihadirkan, pengunjung tidak hanya dapat melihat dan membeli produk, tetapi juga memperoleh pengalaman edukatif mengenai pentingnya pengelolaan sampah melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang diperkenalkan secara interaktif.” Dengan adanya program ini diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah menjadi lebih kreatif, efisien, serta bernilai ekonomi.
Perwakilan kedua berasal dari Desa Balesari, Kecamatan Windusari yang dijalankan oleh Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan melalui tema “Optimalisasi Komoditas Kopi Desa Balesari melalui Pendekatan Agroindustri dan Smart Society untuk Meningkatkan Profitabilitas Guna Menuju Desa Usaha Berkelanjutan”. Pada expo, kelompok ini menghadirkan dekorasi stand bernuansa perkebunan kopi yang dilengkapi dengan display biji kopi, produk kopi kemasan premium, produk – produk olahan kopi, hingga katalog pemasaran berbasis digital platform. Selaras dengan hal tersebut Ketua Tim PPK Ormawa Himepa Lusiana Rindaryani menjelaskan bahwa, “PPK Ormawa HIMEPA berfokus pada pengembangan Desa Wirausaha melalui diversifikasi produk kopi dengan pendekatan agroindustri serta strategi pemasaran cerdas (smart society). Melalui pemanfaatan media sosial dan digital marketing, program ini bertujuan memperluas jangkauan pasar sehingga produk kopi Desa Balesari dapat dikenal lebih luas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi”. jadi dengan adanya program ini diharapkan akan tidak hanya meningkatkan kualitas produk kopi, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani lokal.
Sementara itu, kelompok ketiga berasal dari Desa Karangkajen, Kecamatan Secang yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi dengan program “SIPAMA (Sistem Pengendali Hama) berbasis Teknologi Smart Farming dan Energi Surya Terbarukan dalam Meningkatkan Produktivitas Pertanian”. Pada ajang expo, kelompok ini menampilkan miniatur lahan pertanian pintar, panel surya sebagai sumber energi terbarukan, serta prototipe alat pengendali hama otomatis berbasis sensor. Ketua Tim PPK Ormawa Himabio Niswatul Azizah menuturkan, “unggulan SIPAMA ada pada sistem otomatisasi pengendalian hama yang hemat energi dan ramah lingkungan, sehingga petani bisa menekan kerugian akibat hama tanpa bergantung penuh pada pestisida kimia.” Inovasi ini menjadi solusi konkret terhadap persoalan pertanian modern yang menuntut efisiensi, keberlanjutan, dan hasil panen yang optimal.
Dengan tampilnya ketiga kelompok tersebut pada Expo Abdidaya 2025, Universitas Tidar menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam membawa program pengabdian desa ke tingkat nasional melalui implementasi ide-ide inovatif dan solutif. Setiap kelompok menghadirkan produk unggulan dan pendekatan yang berbeda, namun memiliki tujuan sama yaitu memberikan dampak nyata melalui teknologi, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan potensi lokal.
Penulis : Ade Afriansyah
Editor : Humas Untidar



































