Tangguh, Untidar Rebut Lagi 1 Penghargaan Anugerah Diktisaintek Untuk Menutup Tahun 2025

Meskipun tidak merajai,Untidar konsisten mendapatkan penghargaan di ajang Anugerah Diktisaintek 5 tahun belakangan. Tim Kerja Bidang Humas kembali mempersembahkan piala Bronze Winner Kategori PTN BLU, subkategori Laman tahun 2025. Acara ini digelar di Gedung D Kemendiktisaintek, Jakarta, Jumat siang (19/12).

Ketua Tim Kerja Bidang Humas, Danu Wiratmoko, menyampaikan Untidar sebagai PTN yang relatif muda dan kecil telah mampu bersaing dengan PTN BLU lain yang secara infrastruktur dan organisasi lebih mapan. “Jika bukan karena kerja keras dan sinergi antar stake holders dan dukungan pimpinan, mustahil capaian ini dapat terwujud,” katanya.

Penghargaan ini bukan tujuan utama. Namun kompetisi ini menjadi tolok ukur standar kualitas pelayanan kehumasan di Untidar. “Kami berkomitmen menyampaikan informasi secara cepat, transparan, dan akuntabel. Tentu dengan menyesuaikan kebutuhan pengguna, termasuk dengan memperhatikan selera dan tren yang ada.” imbuhnya.

Danu menyebut, keseriusan Untidar dalam hal ini ditunjukkan dengan menambah SDM di tiap unit dan lembaga yang bertugas membuat liputan, menulis artikel, hingga mengunggahnya dalam laman masing-masing. Selain itu, mereka diberi insentif sesuai kinerja. “Jangan sampai kami kehilangan momentum untuk informasikan setiap aktivitas yang ada. Ini bentuk pertangungjawaban kami dalam menggunakan anggaran negara,” sebutnya.

Sementara itu, seusai menerima penghargaan, Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto,M.Si. menyampaikan apresiasinya atas capaian ini. Ia berharap tim humas beserta elemennya dapat terus memberikan yang terbaik untuk seluruh sivitas dan masyarakat. “Tunjukkan,bahwa meskipun kita PTN kecil dan baru, kita mampu memberikan hal besar untuk kemajuan bangsa.” terangnya.

Prof. Sugiyarto berharap, capaian ini dapat diikuti pula oleh tim kerja atau bidang lain di Untidar. “Bukan soal menang kalahnya, tetapi semangat untuk siap berkompetisi sehingga memicu pola kerja yang efektif efisien dapat tercapai. Saya percaya, teman-teman bisa. Untidar tangguh.” pungkasnya.

 

Penulis : Danu Wiratmoko

UNTIDAR TERIMA WALIKOTA AWARD 2025: MANIFESTASI NILAI-NILAI TIDAR

Untidar Terima Walikota Award 2025: Manifestasi Nilai-Nilai TIDAR

Penghujung tahun 2025 menjadi momen istimewa bagi Universitas Tidar. Perguruan tinggi negeri di Kota Magelang ini menerima Walikota Award 2025 sebagai Mitra Akademisi dalam skema kolaborasi Hexsahelix, sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kota Magelang atas kontribusi aktif Untidar dalam pemajuan pendidikan dan pembangunan daerah. Anugerah Walikota Award 2025 diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Magelang di Gedung Wanita, Kamis malam (18/12), sebagai bentuk pengakuan kepada mitra strategis yang secara konsisten berkolaborasi mendukung kemajuan Kota Magelang.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Wali Kota Magelang dalam memberikan penghargaan tersebut. Menurutnya, Walikota Award merupakan bentuk pengakuan Pemerintah Kota kepada seluruh mitra yang telah bersama-sama berkontribusi membangun kota.

“Saya mengapresiasi ide Wali Kota dalam memberikan penghargaan ini. Ini merupakan pengakuan Pemerintah Kota kepada seluruh mitra yang berkolaborasi untuk secara bersama-sama memajukan Kota Magelang,” ungkapnya.

Prof. Sugiyarto juga menyampaikan rasa terima kasih karena Untidar turut mendapatkan apresiasi atas perannya dalam mendukung pemajuan pendidikan di Kota Magelang.

“Kami berterima kasih karena Untidar diberikan apresiasi. Hal ini menunjukkan adanya kolaborasi yang baik dalam pemajuan bidang pendidikan di Kota Magelang,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia berharap penghargaan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kedekatan hubungan dan memperluas bentuk kerja sama antara Untidar dan Pemerintah Kota Magelang ke depan.

“Harapannya, setelah penghargaan ini, hubungan semakin erat dan kolaborasi semakin diperkuat. Tidak hanya terbatas pada satu wilayah atau program, tetapi dapat dikembangkan lebih luas, baik dalam skala kebijakan maupun implementasi langsung di lapangan,” jelasnya.

Penghargaan ini menjadi penegas komitmen Untidar, selaras dengan nilai-nilai TIDAR (Tangguh, Integratif, Dedikatif, Aktif, dan Responsif), untuk terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya melalui sektor pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Penulis : Suryanti

Editor : Danu Wiratmoko

Untidar Klarifikasi Terkait Pendampingan Mahasiswa di Polres Magelang Kota

Magelang, 17 Desember 2025 — Pihak Untidar memberikan klarifikasi terkait kehadiran perwakilan kampus di Kepolisian Resor Magelang  Kota dalam rangka mendampingi 2 mahasiswa dan 1 alumni Untidar yang tengah menjalani proses hukum.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof . Dr. Parmin S.Pd., M.Pd., Dalam keterangannya menyampaikan bahwa pendampingan tersebut merupakan bentuk responsif tanggung jawabnya sebagai perwakilan Untidar dalam memastikan mahasiswa memperoleh hak-haknya selama proses hukum berlangsung. “Kehadiran kami di Polres semata-mata untuk menyapa, silaturhami, serta motivasi anak anak kami  dan  melakukan pendampingan (kepada mahasiswa yang bersangkutan -red.)” jelasnya.

Ia berpesan kedua mahasiswa  untuk bersabar serta ikuti proses yang ada di kepolisian. “Pihak Kampus tentu menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan. Akan tetapi kami berusaha penuh untuk mendiskusikan kepada teman-teman kami di bagian hukum beserta para pimpinan kami untuk hasil yang terbaik.” sambungnya. Upaya itu, bahkan tidak menutup kemungkinan jika rektorat bersedia menjadi penjamin atas penangguhan penahanan terhadap kedua mahasiswa.

Pihak kampus menambahkan bahwa pendampingan dilakukan dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta akan kooperatif selama proses masih berlangsung. Sedangkan untuk saat ini para tersangka telah mendapat pendampingan yang insentif untuk mendapatkan hak-haknya dari LBH Yogyakarta.

Hingga saat ini, pihak Untidar menyatakan masih memantau perkembangan kasus tersebut dan akan berkoordinasi dengan pihak terkait sesuai kebutuhan, sembari menunggu hasil resmi dari proses hukum yang sedang berlangsung di Polres Magelang Kota.

 

Penulis : Farhan Shulton Yaulhaq

Editor : Humas Untidar

Untidar Tanguh: 5 Kali Peroleh Predikat Badan Publik Informatif

Penghujung tahun 2025 ini PPID Untidar mendapatkan kado indah dengan diperolehnya predikat sebagai Badan Publik dengan kualifikasi Informatif dalam pelaksanaan Monev Keterbukaan Informasi Pubik Tahun 2025 kategori Perguruan Tinggi Negeri yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat (KI Pusat). Kegiatan anugerah dilaksanakan di Assembly Hall Hotel Bidakara Jakarta, Senin (15/12). Untuk diketahui, klasifikasi Informatif ini adalah penilaian tertinggi dalam penilaian KIP.

 

Melalui keputusan KI Pusat Nomor 11/KEP/KIP/XII/2025, penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi Untidar dalam memenuhi standar keterbukaan informasi publik sesuai amanat UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan InformasiPublik. Penghargaan ini diberikan oleh Syawaludin selaku Komisioner KI Pusat kepada Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto,M.Si.

 

Capaian ini adalah bukti perjalanan panjang Untidar dalam mengelola PPID. Untidar mulai mengikuti monev ini pada tahun 2020 dengan mendapatkan predikat ‘Cukup Informatif’. Tahun 2021, Untidar berhasil melampaui target, langsung naik 2 kelas ke ‘Informatif’ tanpa melalui klasifikasi ‘Menuju Informatif’. Semenjak itu, selama 5 tahun berturut-turut Untidar berhasil mempertahankan predikatnya sebagai Badan Publik Informatif hingga tahun 2025 ini.

 

Untuk mencapai klasifikasi Informatif, setiap Badan Publik, termasuk Untidar harus melalui monev mandiri dengan cara mengisi eviden secara daring dengan menjawab lebih dari 150 pertanyaan seputar pengadaan barang dan jasa, komitmen, kelembagaan, pengembangan website, dan sebagainya. Bagi yang lolos passing grade, wajib mengikuti tahap selanjutnya yaitu tahap wawancara.

 

Pengisian eviden tersebut ‘memaksa’ setiap Badan Publik membenahi seluruh hal yang berkaitan dengan keterbukaan informasi publiknya. Karena setiap eviden berdasar fakta dan realita di lapangan.

 

Prof. Sugiyarto selaku Atasan PPID menyampaikan apresiasinya atas kerja keras seluruh tim PPID mulai pucuk pimpinan, Tim Pertimbangan, PPID pelaksana hingga Petugas Layanan Informasi. “Selamat atas pencapaian spektakulernya. Semoga PPID Untidar dapat semakin baik dalam memberikan pelayanan informasi publik kepada khalayaknya.” imbuhnya.

 

Ia menyampaikan, momentum ini sekaligus sebagai introspeksi untuk membenahi apa yang masih kurang, dan meningkatkan kepedulian para penguasa informasi, baik di tingkat Universitas, maupun di tingkat unit dan lembaga terhadap keberadaan PPID dan hak untuk tahu setiap stake holders kampus. “Penghargaan bukan tujuan. Ingat, tuntutan semakin ke depan semakin tinggi, maka kita perlu berbenah, perlu lebih peduli dalam melayani. Setiap penguasa informasi wajib tahu mana yang informasi publik, mana yang dikecualikan.” pungkasnya.

 

Penulis: Danu Wiratmoko

Untidar Laksanakan Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat yang Responsif Terhadap Kebutuhan Masyarakat

Magelang – Untidar menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PKM) tahun 2025, yang berlangsung di GKU dr. HR.Suparsono, Senin (15/12). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tidar, Dr. Dra. Eny Budi Orbawati, M.Si. serta para dosen dan peneliti.

Dalam kesempatan ini, Dr. Eny menjelaskan pentingnya penelitian dan pengabdian yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap proyek penelitian dan pengabdian yang telah dilaksanakan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan relevan dengan tantangan yang dihadapi.

“Melalui monitoring dan evaluasi yang sistematis, kami ingin melihat sejauh mana penelitian dan pengabdian yang telah didanai dapat berkontribusi secara langsung pada masyarakat. Oleh karena itu, kami sangat menghargai partisipasi semua dosen dalam kegiatan ini,” ungkap beliau.

Pada tahun 2025, LPPM Untidar membuka beberapa skema penelitian, termasuk diantaranya terdapat penelitian dasar, skema kepakaran, dan kolaborasi dengan lembaga lain. Sebanyak 482 judul penelitian dan pengabdian yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut, dengan anggaran mencapai 5,6 miliar rupiah. Melalui penelitian tersebut menunjukkan komitmen Untidar dalam mendukung penelitian yang tidak hanya inovatif namun juga aplikatif dan responsif terhadap kebutuhan nyata di masyarakat.

Melalui pendekatan responsif ini, Untidar bertujuan agar dapat menjalin kerja sama yang lebih erat antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memicu kolaborasi antara berbagai disiplin ilmu dan memberikan peluang bagi dosen untuk berkontribusi lebih jauh dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Dari sini, kami berharap dosen-dosen tidak hanya berperan sebagai peneliti, tetapi juga sebagai mitra yang aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat,” tambah Dr. Eny.

Untidar akan terus berupaya meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak, demi terwujudnya masyarakat yang lebih baik dan berdaya saing.

 

Penulis: Maura Deaazaria Firdanisahara
Editor: Humas Untidar

Pelaksanaan Wisuda Untidar ke-72 Hadirkan Kisah Tangguh Wisudawan Berprestasi

Magelang – Universitas Tidar menggelar prosesi Wisuda untuk jenjang Sarjana dan Ahli Madya Periode ke-72 Tahun 2025 di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono, Jalan Kapten Suparman No. 39, Magelang, Sabtu (13/12).

Wisuda kali ini diikuti sebanyak 425 lulusan dari 18 program studi dan 5 fakultas yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. melalui sambutannya menyampaikan, semakin banyak mahasiswa berasal dari berbagai penjuru nusantara. “Ini berarti bahwa Universitas Tidar sudah dikenal di penjuru Indonesia dan kita patut bangga. Ananda adalah bukti keberagaman lintas budaya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Sugiyarto menegaskan bahwa keberagaman tersebut harus dapat dimanfaatkan sebagai jaringan untuk kolaborasi lintas budaya, serta disiplin ilmu. 

Selaras dengan visinya sebagai universitas yang unggul berbudaya, Prof. Dr. Sugiyarto mengharapkan para wisudawan dapat terus memegang budaya TIDAR (tangguh, integratif, dedikatif, aktif, dan responsif) yang berlandaskan nilai-nilai budaya luhur. 

“Universitas Tidar menapaki langkahnya dengan filosofi kuat: Untidar Unggul Berbudaya, Alumni Kompak Berdampak. Ini berarti, lulusan Untidar haruslah pribadi yang tidak hanya cerdas secara ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan kemampuan menjaga serta mengembangkan budaya bangsa. Jadilah lulusan yang unggul dalam kompetensi, tetapi tetap berbudaya dan berperilaku,” tegasnya. 

Dengan bangga, Untidar juga mengukuhkan 22 wisudawan dengan pujian, salah satunya Dias Rizki yang menjadi wisudawan terbaik pada periode ini. Mahasiswa S1 Pendidikan Biologi dengan IPK 3,87 dan lama studi 3 tahun 9 bulan 10 hari itu merupakan putra pertama dari keluarga sederhana di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. 

Dalam kesempatan tersebut, Dias Rizki, menyampaikan sambutan yang sarat rasa syukur dan perjuangan keluarga. Ia mengungkapkan makna wisuda yang tidak hanya menjadi capaian akademik, tetapi juga kemenangan bagi orang tuanya.

“Saya berasal dari keluarga yang sederhana. Meskipun Ayah dan Ibu tidak berkesempatan menempuh pendidikan tinggi, dari merekalah saya belajar tentang arti perjuangan, ketulusan, dan pantang menyerah. Oleh karena itu, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ayah, Bapak Hanudin, atas kerja keras dan doa yang tulus, serta kepada Ibu Nani Pujiatun, atas kasih sayang dan pengorbanan tiada henti.” Ungkapnya penuh haru.

Perjalanan kuliah Dias ditempuh dengan penuh pengorbanan. Ayahnya bekerja sebagai penjual sate keliling dan tidak menamatkan pendidikan dasar, sementara ibunya, lulusan SMP, bekerja sebagai TKW di Taiwan sejak Dias duduk di bangku kelas 11 SMA. Ibunya bahkan pulang mengambil cuti hanya untuk menghadiri momen wisuda putra sulungnya. 

Ketika tidak lolos KIPK, Dias tetap melanjutkan kuliah dengan biaya yang ditanggung ibunya. Untuk meringankan beban keluarga, sejak semester 3, ia bekerja sebagai penjaga warung pecel lele hingga mengajar di beberapa bimbel seperti Savana Course, Bimbel Hilmi, dan Ruangguru Magelang. Ia mengajar biologi untuk SMA dan IPA SMP. “Pernah dalam satu hari saya kuliah, lalu mengajar di dua bimbel sekaligus sampai malam. Cukup capek, tapi senang karena dapat uang dari usaha sendiri,” tuturnya.

Di tengah proses menjelang wisuda, Dias lolos beasiswa wirausaha satu tahun dari TJSL PT. Pegadaian yang bekerja sama dengan Young Entrepreneur Academy (YEA). Beasiswa ini mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, serta tempat tinggal selama enam bulan pelatihan di Bandung dan Cimahi. Program tersebut mendorongnya mengembangkan usaha kuliner, hingga kini ia bersama empat rekannya membuka outlet bakso dengan diferensiasi bakso kuah keju, yang baru berjalan sepekan.

“Setelah enam bulan masa pelatihan selesai, saya akan kembali ke kota asal dan membuka outlet baru. Kemungkinan di Yogyakarta, Semarang, atau Magelang,” ujarnya. Rencana ini menjadi langkah besar Dias dalam membangun kemandirian ekonomi pasca lulus.

Meski semakin aktif di dunia bisnis, Dias tetap memiliki ketertarikan pada dunia pendidikan. Ia terlibat dalam penelitian dan pengabdian bersama dosen, menghasilkan beberapa publikasi ilmiah. Ke depan, setelah usaha berjalan stabil, ia berencana melanjutkan pendidikan ke PPG atau S2.

Orang tua Dias berharap putra mereka dapat hidup lebih baik dan menjadi panutan bagi adiknya. “Harapannya bisa mengamalkan semua ilmu yang didapat, menjadi bekal panutan bagi adik saya. Tentunya ingin melihat saya berhasil dan sukses, jangan sama seperti orang tua saya.” Ungkapnya.

Dengan tekad, usaha, dan prestasi yang konsisten, Dias Rizki menjadi inspirasi bagi mahasiswa Untidar bahwa keterbatasan bukan hambatan untuk meraih pendidikan tinggi dan menghadirkan perubahan bagi keluarga.

Sementara itu, pada periode ke-72 ini, Untidar juga mendapatkan mahasiswa dengan masa studi cepat, yakni 3 tahun, 6 bulan, 22 hari. Perolehan masa studi tersebut diraih oleh Asti Giri Anjani, mahasiswi program studi S-1 Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Untidar.

Gadis asal Wonogiri kelahiran 24 Januari 2003 tersebut mengaku sempat terkejut saat mengetahui dirinya merupakan wisudawan tercepat. Meski begitu, ia mengaku jika telah mempersiapkannya sejak lama.

“Saya cukup bersyukur, ya. Tadinya sempat tidak menyangka, tapi kalau dipikir kembali mungkin ini adalah buah dari proses yang sudah saya rencanakan sebelumnya,” tuturnya.

Sebagai mahasiswa yang juga aktif berorganisasi, hal tersebut tidak lantas membuat Asti mengesampingkan perkuliahannya. Bagi Asti, menyelesaikan kuliah merupakan tujuan utamanya untuk meringankan beban orang tua. Begitu pula dengan konsistensi mengerjakan skripsi, Asti mengungkap jika ruang dan waktu bukanlah penghalang dan alasan untuk ia menunda-nunda.

“Hal yang paling berkesan selama penyusunan skripsi yang agak cepat ini, saking saya mengejar tenggat, saya pernah mengerjakan skripsi di tempat-tempat yang tidak terduga seperti ruang tunggu, bahkan di sela-sela perjalanan pulang pun saya sempatkan untuk mengebut skripsi saya,” bebernya pada tim humas Untidar.

Kelulusannya yang selangkah jauh lebih cepat dibandingkan teman-temannya ini pun tidak pantas membuat Asti menjadi tinggi hati. Pemilik skripsi bertajuk “Tinjauan Yuridis Atas Tindak Pidana Pelaku Residivis Sebagai Perantara (Studi Putusan Nomor 2/Pid. Sus- An Skr)” merasa jika salah satu pengaruh positif terbesar yang menjadi sumber semangat dan rasa syukurnya dalam menyelesaikan skripsi adalah kebersamaan dan dukungan dari teman-teman serta dosen-dosen yang mengampunya. Ia juga percaya, bahwa teman-teman seperjuangannya pun dapat meraih hal yang sama.

“Tidak hanya saya, tetapi saya yakin teman-teman juga pasti bisa asalkan teman-teman konsisten, percaya terhadap proses, dan memaknai setiap langkah kecil yang teman-teman tempuh. Saya yakin langkah kecil yang konsisten tersebutlah yang mampu membawa teman-teman selangkah lebih cepat menuju kelulusan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Asti mengaku jika ilhamnya dalam menulis skripsi terkait tinjauan yuridis tindak pidana pelaku residivis anak tersebut datang atas simpatinya terhadap ketidakadilan. Melalui skripsinya, Asti menyoroti banyaknya kasus narkotika yang menyeret dan memanfaatkan anak sebagai perantara narkotika sehingga ditetapkan menjadi residivis. 

“Sekarang kan banyak, ya, kasus narkotika yang memanfaatkan anak-anak sebagai perantara, karena mereka dilindungi hukum. Mirisnya, mereka juga pada akhirnya ditetapkan sebagai residivis, padahal mereka sebenarnya juga korban dan memiliki hak atas hukum,” pungkasnya. 

Penulis: Humas Untidar

Dedikatif dalam Menjalin Kerja Sama: Penandatanganan dan Sarasehan Toleransi Antarumat Beragama di Untidar

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) kembali memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dengan memperkuat hubungan antarumat beragama. Melalui kegiatan “Penandatanganan dan Sarasehan Toleransi Antarumat Beragama” yang dilaksanakan pada hari Jumat (12/12) di Ruang Multimedia Untidar. 

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dan pemimpin agama, termasuk Kepala Kemenag Kota Magelang, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta perwakilan dari berbagai organisasi kemasyarakatan. Pembukaannya diawali dengan sambutan dari Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. yang menyampaikan komitmen Untidar untuk menghormati keberagaman keyakinan dan kepercayaan antarumat beragama.

“Saya sangat menghargai kehadiran semua peserta dan mengucapkan terima kasih kepada FKUB yang telah menginisiasi kegiatan ini. Bersama pertemuan ini Untidar ingin mengajak beriringan membangun persamaan persepsi di antara masyarakat Magelang termasuk sivitas akademika mengenai pentingnya menjaga harmoni dalam kehidupan berbangsa di tengah perbedaan agama. Dalam mengakui perbedaan, kita perlu terus membangun kerjasama demi kebaikan bersama sebagai wujud menyelaraskan nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat” ungkap Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua FKUB Kota Magelang, Ahmad Rifai, yang mengapresiasi fasilitas yang diberikan oleh Untidar dan menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan dalam masyarakat. “Harapan kami, program-program di Magelang dapat berjalan dengan baik dengan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak” tuturnya.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU kerja sama antara Universitas Tidar dan berbagai organisasi keagamaan, termasuk PCNU Kota dan Kabupaten Magelang serta PD Muhammadiyah Kota dan Kabupaten Magelang. Penandatanganan sebagai wujud simbol komitmen bersama untuk mewujudkan toleransi antarumat beragama di wilayah Magelang.

Sesi talkshow menjadi highlight acara, di mana Nimatul Solihah, S.Pd., M.Pd.  membuka sesi sarasehan dengan menghadirkan K.H. Ahmad Rifai dalam berbagi wawasan tentang pentingnya toleransi dan moderasi beragama di Kota Magelang. Diskusi interaktif juga melibatkan tokoh agama dan mahasiswa yang membahas bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mahasiswa perlu menemukan jati diri dalam beragama dan memahami bahwa agama seharusnya mengajarkan kasih sayang” ungkap H. Muhammad Nasirudin M.A., selaku PD Muhammadiyah.

Acara diakhiri dengan pernyataan dari Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. mengenai komitmen Untidar untuk terus menjalin kerjasama dalam berbagai aspek demi menciptakan keharmonisan dalam masyarakat. “Kita tidak boleh membiarkan ada dominasi dalam agama atau budaya. Semua harus saling menghargai,” tegasnya.

Sebagai penutup, peserta dan para undangan bersama-sama mengabadikan momen berharga ini dalam sesi foto bersama. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang kuat dalam membangun persamaan persepsi di antara masyarakat Magelang tentang pentingnya menjaga harmoni dalam kehidupan berbangsa di tengah perbedaan agama.

 

Penulis: Maura Deaazaria Firdanisahara
Editor: Humas Untidar

Untidar Responsif, Ikutkan 309 Mahasiswa  dalam Pelatihan Bimtek dan Sertifikasi BNSP Bidang Digital Marketing

Magelang – Sebanyak 309 mahasiswa Universitas Tidar mengikuti Pelatihan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digital Marketing yang dilaksanakan secara daring melalui zoom, Rabu (10/12), serta Uji Kompetensi dan Sertifikasi BNSP yang digelar secara luring di Gedung FE, FKIP, dan Gedung Kuliah Bersama, Jum’at (12/12). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Universitas Tidar bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) MENPRINDO sebagai upaya memperkuat kapasitas mahasiswa dalam bidang pemasaran digital dan menjawab kebutuhan industri berbasis teknologi.

Pelatihan dan Uji Kompetensi ini dirancang untuk mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami strategi pemasaran digital, serta membekali mereka dengan keterampilan praktis yang relevan dengan perkembangan teknologi dan dunia usaha digital. Program ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa terhadap dinamika pemasaran modern yang semakin terintegrasi dengan teknologi digital.

Uji kompetensi mencakup berbagai aspek penting seperti strategi pemasaran melalui media sosial, optimasi mesin pencari (SEO), hingga kemampuan analisis data. Pada sesi uji luring, para peserta mengikuti rangkaian ujian teori dan demonstrasi praktik yang disusun oleh LSP MENPRINDO berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional.

Sementara itu, para peserta juga memberikan tanggapan positif dan harapan terhadap program ini. Salah satu peserta, Nanda Juniarti dari Prodi Peternakan mengungkapkan pengalaman menyenangkan selama mengikuti pelatihan. “Pelatihannya menyenangkan dan materinya sangat membantu saya memahami penerapan digital marketing secara langsung,” ujarnya.

Peserta lainnya, Siti Agustina Muthohiroh, mahasiswa Prodi Manajemen, menyampaikan harapan  sertifikasi ini bisa membantunya dalam persiapan karir dan menambah pengetahuan tentang digital marketing.

Pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi ini menjadi wujud komitmen Universitas Tidar dalam menyesuaikan program pengembangan kompetensi dan merespon kebutuhan industri, khususnya di bidang teknologi dan pemasaran digital. Dengan kompetensi yang telah diperoleh, mahasiswa diharapkan mampu bersaing dan memanfaatkan peluang karir yang semakin luas di bidang digital marketing yang terus berkembang pesat.

 

Penulis : Gita Puspita Rakhmawati
Editor : Humas Untidar

Untidar Gelar Kuliah Umum Penguatan Karakter dan Prestasi Mahasiswa Bersama Rektor UNNES

Magelang – Universitas Tidar menyelenggarakan Kuliah Umum bertema ’Membangun Karakter dan Meningkatkan Prestasi Mahasiswa’  di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H. R. Suparsono, Kamis (11/12). Kegiatan yang diikuti sekitar seribu mahasiswa penerima KIP Kuliah ini menghadirkan Rektor Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. S Martono, M.Si., sebagai narasumber.

Kuliah umum ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk memahami peran karakter dalam menentukan keberhasilan akademik maupun perjalanan hidup mereka ke depan. Sebagai generasi muda yang tengah ditempa, mahasiswa diajak untuk mengembangkan ketangguhan, kemampuan berpikir inovatif, serta kepekaan dalam merespons tantangan yang muncul selama masa studi.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. S Martono, M.Si. menegaskan bahwa kekuatan karakter merupakan pondasi utama dalam meraih prestasi. Ia mengajak mahasiswa menumbuhkan kepercayaan diri yang berimbang, yang dibangun dari kesadaran akan potensi diri. “Percaya diri itu berbeda dengan sombong. Percaya diri artinya yakin pada kemampuan sendiri dan mau berproses untuk menjadi lebih baik,” ujarnya. Lebih jauh, ia menekankan bahwa proses belajar tidak lepas dari kegagalan yang justru mengasah keteguhan mental. “Jangan takut gagal, karena setiap proses itu akan menguatkan diri kalian,” jelasnya.

Selain itu, Prof. Dr. S Martono, M.Si. juga mendorong mahasiswa untuk aktif mencari pengalaman baru, menjalin kerja sama dengan sesama teman, serta berpartisipasi dalam kegiatan yang memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan. Menurutnya, mahasiswa yang berani mengambil peran dan bertindak responsif terhadap perubahan akan mampu melahirkan karya dan prestasi yang lebih bermakna. 

Beliau turut menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi modal berharga bagi mahasiswa dalam menyebarkan nilai-nilai positif di lingkungan kampus. “Kami berharap kegiatan ini menjadi modal berharga bagi mahasiswa untuk menularkan nilai-nilai positif kepada teman-temannya. Tidak hanya bagi mahasiswa KIP Kuliah, tetapi bagi seluruh mahasiswa UNTIDAR,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung interaktif, ditandai dengan antusiasme tinggi mahasiswa dalam mengikuti pemaparan dan diskusi. Respons tersebut menunjukkan kesiapan mahasiswa untuk berkembang sebagai pribadi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh, inovatif, dedikatif, aktif, dan responsif.

Melalui kuliah umum ini, Universitas Tidar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan akademik yang mendukung pembentukan karakter unggul terhadap perubahan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah penting dalam membekali mahasiswa dengan integritas dan prestasi di sepanjang perjalanan akademik mereka, sehingga mampu memberikan kontribusi bermakna bagi masyarakat.


Penulis : Gita Puspita Rakhmawati
Editor : Humas Untidar

TANGGUH MENGINOVASI, AKTIF MENGABDI: UNTIDAR SABET  7 PENGHARGAAN SEKALIGUS DI ABDIDAYA 2025

Universitas Tidar catat prestasi membanggakan pada Malam Penganugerahan Abdidaya PPK Ormawa 2025 yang diselenggarakan di Dome Universitas Muhammadiyah Malang ( UMM ), Sabtu (6/12). Dalam ajang bergengsi yang mempertemukan berbagai inovasi pemberdayaan desa dari perguruan tinggi seluruh Indonesia tersebut, Untidar berhasil meraih tujuh penghargaan sekaligus. Pencapaian ini sekaligus menegaskan kualitas ekosistem pemberdayaan yang telah dibangun kampus secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Suasana malam penganugerahan berlangsung meriah dengan sorotan lampu, penampilan budaya, serta tepuk tangan para peserta yang memenuhi gedung. Di tengah keseruan tersebut, nama Untidar berkali-kali disebut sebagai penerima penghargaan dari berbagai kategori. Setiap penyebutan nama disambut dengan rasa bangga oleh seluruh delegasi yang hadir. Bukan hanya programnya yang diapresiasi, tetapi juga keberlanjutan, dampak, dan keseriusan Untidar dalam membangun desa yang mandiri serta berdaya saing.

Capaian prestisius ini merupakan hasil dari perjalanan panjang pelaksanaan PPK Ormawa sepanjang 2025, yang terdiri atas pendampingan masyarakat, inovasi teknologi pertanian, pemberdayaan ekonomi, hingga edukasi ekologi berbasis digital. Setiap tim membawa cerita perjuangan masing-masing, mulai dari mengolah kopi di lereng Windusari, merancang sistem pengendali hama bertenaga surya di Secang, hingga membangun rumah sampah digital yang mendidik masyarakat Bandongan untuk lebih melek lingkungan. Semua kisah itu menjadi pondasi kuat yang mengantar Untidar menembus deretan terbaik skala nasional.

Adapun tujuh penghargaan yang berhasil diraih Untidar adalah sebagai berikut:

  1. Terbaik 1 Perguruan Tinggi dengan Kategori Penguatan Ekosistem Pemberdayaan Terbaik: (Untidar)
  2. Terbaik 1 Ormawa dengan Rekam Jejak Pemberdayaan Terbaik: (HIMAPBIO)
  3. Terbaik 1 Tim dengan Perencanaan Keberlanjutan Paling Terukur: (HIMEPA)
  4. Terbaik 3 Dosen Pendamping dengan Keberlanjutan Terbaik: Winasti Rahma Diani, S.Hum., M. Hum. (HIMAPRODI PBSI)
  5. Terbaik 3 Mitra Paling Partisipatif: Desa Sidorejo, Sudarsono (HIMAPRODI PBSI)
  6. Terbaik 3 Tim PPK dengan Hasil yang Dapat Diadopsi Nasional: (HIMAPRODI PBSI)
  7. Terbaik 4 Stand Expo Paling Lengkap: HIMEPA

Rektor Universitas Tidar Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh tim yang terlibat. “Keberhasilan ini bukan hanya kemenangan organisasi kemahasiswaan, namun juga kemenangan seluruh unsur perguruan tinggi yang terus berupaya menjadikan pengabdian masyarakat sebagai identitas kuat kampus” sambutnya. Beliau menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi Untidar untuk terus memperkuat kolaborasi, memperluas jejaring, serta menghadirkan solusi nyata bagi berbagai permasalahan masyarakat desa.

Dengan raihan tujuh penghargaan nasional ini, Untidar menegaskan diri sebagai salah satu perguruan tinggi yang paling konsisten menjalankan program pemberdayaan berbasis sains, teknologi, dan kearifan lokal. Kampus berkomitmen untuk melanjutkan tradisi prestasi ini, sembari memastikan bahwa setiap program PPK Ormawa ke depan dapat memberikan dampak jangka panjang yang terukur, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

 

Penulis : Ade Afriansyah

Editor : Humas Untidar