Universitas Tidar Gelar Tasyakuran Penggunaan Gedung Rektorat Kampus Sidotopo

Universitas Tidar menyelenggarakan Tasyakuran dan Doa Bersama penggunaan Gedung Rektorat Kampus Sidotopo Rabu (14/1) di Lobby Gedung Rektorat Lantai 1 Kampus Sidotopo.

Kegiatan ini menandai dimulainya pemanfaatan Gedung Rektorat Kampus Sidotopo sebagai pusat layanan dan aktivitas pimpinan universitas. Meskipun demikian, proses perpindahan unit kerja di Kampus Tuguran ke gedung baru masih dilaksanakan secara bertahap.

“Alhamdulillah saat ini kita bisa menempati gedung rektorat “Pakuning Ilmu Tanah Jawi”. Gedung Rektorat Kampus Sidotopo ini terdiri dari 8 lantai. 6 ke atas, dan 2 basement,” tutur Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum, Dr. Astuty, M.Pd. saat membacakan laporan pembangunan.

Perencanaan pembangunan sesuai SPMK dimulai 26 November 2024 sampai 20 November 2025. Nilai kontrak pembangunan mencapai Rp 112.703.773 dilaksanakan oleh PT. Abadi Prima Intikarya.

Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., menyampaikan kegiatan tasyakuran ini merupakan bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan Gedung Rektorat Kampus Sidotopo serta dimulainya pemanfaatan gedung tersebut untuk mendukung aktivitas kelembagaan universitas.

Ia menekankan bahwa rasa syukur tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga harus direalisasikan dalam bentuk tindakan nyata, antara lain melalui peningkatan kinerja, tanggung jawab, serta pemanfaatan sarana dan prasarana secara optimal.

“Syukur tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rektor berharap Gedung Rektorat Kampus Sidotopo tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol aktivitas, energi, dan pusat informasi Untidar..

“Saya berharap gedung ini menjadi penanda dan simbol, baik secara material, energi, maupun informasi, sehingga memiliki makna dan dapat menjadi bagian dari cerita perkembangan Untidar” ungkapnya.

Harapannya gedung ini mendukung efektivitas layanan, penguatan tata kelola kelembagaan, serta kesiapan institusi dalam menyongsong Dies Natalis Untidar ke-47.

Tasyakuran diawali dengan mujahadah doa bersama sebagai ucap syukur atas kelancaran pembangunan serta harapan agar gedung rektorat ini membawa kebermanfaat untuk seluruh sivitas akademika Untidar kedepannya.

Pada akhir acara, dilangsungkan penyerahan Kepanitiaan Dies Natalis Untidar ke-47 secara simbolis dari pimpinan sebelumnya kepada panitia baru. Penyerahan tersebut diwakili oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Penulis : Aghna

Editor : Humas Untidar

Penerima Beasiswa di Untidar Terus Meningkat hingga 4.602 Mahasiswa pada Tahun 2025

Penerima Beasiswa di Untidar Terus Meningkat hingga 4.602 Mahasiswa pada Tahun 2025

Penerima Beasiswa di Untidar Terus Meningkat hingga 4.602 Mahasiswa pada Tahun 2025

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) terus memperkuat perannya dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui peningkatan jumlah penerima beasiswa dari tahun ke tahun. Sepanjang tiga tahun terakhir, jumlah mahasiswa penerima beasiswa di Untidar menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

Pada tahun 2023, jumlah penerima beasiswa tercatat sebanyak 3.216 mahasiswa. Angka tersebut meningkat menjadi 3.602 mahasiswa pada tahun 2024, dan kembali melonjak pada tahun 2025 dengan total 4.602 mahasiswa penerima beasiswa. Capaian ini mencerminkan konsistensi Untidar dalam membangun sistem dukungan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untidar, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi dan kerja sama antara Untidar dengan berbagai pihak, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun mitra eksternal. “Peningkatan jumlah penerima beasiswa tersebut didukung oleh beragam skema bantuan pendidikan yang berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga negara, dunia usaha dan industri, lembaga filantropi, serta unit internal Untidar.” Imbuhnya.  

Hingga tahun 2025, Untidar mengelola dan menyalurkan 32 program beasiswa, di antaranya:

Nama Beasiswa

Instansi/Lembaga Pemberi Beasiswa

PIP Pendidikan Tinggi

Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi

Beasiswa ADik

Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi

Bantuan Uang Kuliah Tunggal

Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi

Beasiswa Pendidikan Indonesia

Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi

Beasiswa Unggulan

Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikdasmen

Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Beasiswa BAZNAS Kabupaten Kebumen

BAZNAS Kabupaten Kebumen

Beasiswa Bank Indonesia

Bank Indonesia

Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi

Pemerintah Kabupaten Rembang

Beasiswa BAZNAS Provinsi Jawa Tengah

BAZNAS Provinsi Jawa Tengah

Beasiswa Pancakarsa bagi Pemuda Berprestasi

Pemerintah Kabupaten Bogor

Beasiswa Bantuan Riset Bagi Talenta Riset dan Inovasi BRIN

BRIN

Bantuan Beasiswa Kepada Mahasiswa Tidak Mampu Berprestasi

Pemerintah Kabupaten Temanggung

Beasiswa Mahasiswa Berprestasi

Pemerintah Kota Magelang

Beasiswa PT. Charoen Pokphand Indonesia

PT. Charoen Pokphand Indonesia

Bantuan Biaya Buku Perkuliahan

Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UNTIDAR

Beasiswa PT Permodalan Nasional Madani

PT Permodalan Nasional Madani

Beasiswa BCA Finance

BCA Finance

Beasiswa Yayasan Kartika Jaya Cabang III Diponegoro

Yayasan Kartika Jaya Cabang III Diponegoro

Beasiswa BAMUIS

BNI

Bantuan UKT Bank Indonesia

Bank Indonesia

Beasiswa KORPRI Kab.Wonosobo

KORPRI Kab.Wonosobo

Bantuan Biaya Buku Perkuliahan

UPZ Untidar

Bantuan Biaya Pendidikan

BAZNAS Kota Magelang

Bantuan Beasiswa Skripsi UPZ Untidar

UPZ Untidar

Beasiswa Larizo

PT. Larizo Terang Djaja

Bantuan Uang Kuliah UPZ Untidar

UPZ Untidar

Beasiswa GANIDAR

Keluarga Alumni Untidar

Beasiswa Pemkab. Magelang

Pemkab. Magelang

Beasiswa RAJAWALI

Pemkab. Sumatra Barat

Beasiswa U-GO Scholarship

INOTEK Foundation

Program BESTARI Bacth 3 Tahun 2025

Yayasan Khouw Kalbe1

Beragam skema beasiswa tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung mahasiswa berprestasi secara akademik, tetapi juga menjangkau mahasiswa dengan prestasi non-akademik, keterbatasan ekonomi, serta potensi kepemimpinan dan kontribusi sosial.

Dengan dukungan lintas sektor yang terus berkembang, Untidar optimistis dapat menjaga keberlanjutan peningkatan jumlah penerima beasiswa sekaligus memperkuat perannya dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.

Penulis: Suryanti

Editor: Humas Untidar

 

Upaya Aktif Pendampingan Hukum, Untidar Inisiasi Pertemuan dengan Keluarga Tersangka

Magelang – Universitas Tidar melalui Bidang Kemahasiswaan dan Alumni terus melakukan pendampingan aktif terhadap dua mahasiswa yang saat ini masih ditahan di Polres Magelang Kota. Komitmen tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untidar, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., dalam pertemuan daring bersama keluarga mahasiswa, Selasa (6/1).

Pertemuan yang dimoderatori Kepala Bagian Akademik, Wahyu Andriyanto, ini turut dihadiri Tim Hukum Untidar, Ketua Tim Kerja Bidang Humas, rekan mahasiswa, serta pihak keluarga Muhammad Azhar Fauzan dan Purnomo Yogi Antoro.

Untidar menyampaikan keprihatinan atas peristiwa yang menimpa kedua mahasiswa tersebut dan berharap proses hukum dapat segera selesai sehingga keduanya dapat kembali melanjutkan aktivitas akademik.

Prof. Parmin menegaskan komitmen kampus dalam melakukan pendampingan sejak awal penanganan perkara.

“Beberapa jam setelah penangkapan, saya langsung hadir di Polres Magelang Kota untuk menemui mahasiswa dan alumni yang bersangkutan, sekaligus berkomunikasi dengan Kapolres,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini status Azhar dan Yogi masih sebagai mahasiswa aktif. “Status keduanya belum berubah, masih tercatat sebagai mahasiswa aktif,” katanya.

Lebih lanjut, Prof. Parmin menjelaskan bahwa Untidar terus mengupayakan percepatan proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Permohonan jaminan yang diajukan oleh tersangka dan kuasa hukum juga telah ditindaklanjuti pihak kampus.

“Saya bersama Rektor, Dekan Fakultas Pertanian, dan Dekan FISIPOL telah menandatangani surat jaminan dan mengirimkannya ke kuasa hukum, LBH Yogyakarta, sekitar satu minggu setelah penangkapan,” jelasnya.

Ketua Tim Kerja Bidang Hukum, Reformasi Birokrasi, dan Protokol Untidar, Yogi Prayogo, selaku Tim Hukum Untidar, menegaskan bahwa pendampingan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral institusi.

“Sebagai respons cepat, tim hukum telah berkoordinasi dengan Polres Magelang Kota dan kuasa hukum yang ditunjuk sejak awal, yakni LBH Yogyakarta,” ujarnya.

Yogi juga menyampaikan empati kepada keluarga mahasiswa. “Kami memahami bahwa ini bukan situasi yang mudah, terutama bagi orang tua,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Untidar tetap bekerja dalam koridor hukum. “Kami mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan kepedulian, namun tetap sesuai batasan hukum yang berlaku,” imbuhnya.

Sementara itu, Firmansyah, rekan kedua mahasiswa, menyampaikan kondisi terkini Azhar dan Yogi. Ia menjelaskan bahwa proses pemeriksaan masih terus berjalan, termasuk pemanggilan saksi-saksi. “Saya juga sudah diperiksa sebagai saksi, meski tidak mengetahui secara pasti jumlah saksi yang dipanggil,” jelasnya.

Firmansyah juga meminta pihak kampus untuk melakukan kunjungan sebagai bentuk dukungan moral. Ia turut menanyakan kemungkinan pengajuan cuti kuliah bagi kedua mahasiswa tersebut. Menanggapi hal itu, Wahyu Andriyanto menyampaikan bahwa pengajuan cuti dapat dilakukan pada semester berikutnya sesuai ketentuan akademik.

Tim Hukum Untidar lainnya, Tri Agus Gunawan, menegaskan bahwa Undangan pertemuan tersebut menjadi bukti kehadiran dan kepedulian kampus. “Pertemuan ini menunjukkan bahwa Untidar tidak tinggal diam,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa surat permohonan penangguhan penahanan dari LBH telah disampaikan kepada pihak kepolisian. “Saat ini prosesnya berada di ranah Polres. Kami tetap berkoordinasi dan menghormati proses hukum yang berjalan. Perlu kami luruskan karena beredar informasi di luar yang menyebut Untidar tidak melakukan apa-apa,” tegasnya.

Perwakilan keluarga Purnomo Yogi Antoro, Setyoko Adi Nugroho, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan pihak kampus dan rekan-rekan mahasiswa. Terkait penunjukan kuasa hukum, pihak keluarga menyampaikan masih akan membicarakannya lebih lanjut dengan keluarga besar.

Sebagai informasi, Purnomo Yogi Antoro dan Muhammad Azhar Fauzan bersama seorang alumni Untidar, Enrille Genosa, ditangkap Polres Magelang Kota pada Senin (15/12). Ketiganya diduga terlibat dalam tindakan provokasi yang mengakibatkan kerusuhan di lingkungan Polres Magelang Kota pada akhir Agustus 2025. Hingga saat ini, ketiganya masih menjalani penahanan di Polres Magelang Kota.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

PELEPASAN KKN UNTIDAR PERIODE JANUARI 2026: PERDANA DILAKSANAKAN DI PURWOREJO

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tidar (LPPM Untidar) menyelenggarakan Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode Januari–Februari 2026 pada Senin (5/1) di Halaman GKU dr. H. Suparsono. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pelaksanaan KKN Untidar, yang pada periode ini untuk pertama kalinya dilaksanakan juga di Kabupaten Purworejo.

Sebanyak 476 mahasiswa dari lima fakultas mengikuti program KKN periode ini. Mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Ekonomi (363 mahasiswa), Fakultas Teknik (72 mahasiswa), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (39 mahasiswa), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (1 mahasiswa), serta Fakultas Pertanian (1 mahasiswa).

Pelaksanaan KKN Untidar periode ini tersebar di 19 kecamatan dan 43 desa/kelurahan, yang meliputi Kabupaten Magelang (10 kecamatan, 26 desa), Kabupaten Temanggung (2 kecamatan, 5 desa), Kabupaten Wonosobo (1 kecamatan, 4 desa), Kabupaten Bantul (1 kecamatan, 1 desa), Kabupaten Kebumen (1 kecamatan, 2 desa), Kabupaten Purworejo (1 kecamatan, 2 desa), serta Kota Magelang (3 kecamatan, 3 kelurahan).

Dalam kegiatan pelepasan tersebut, Kepala LPPM Untidar, Dr. Eny Boedi Orbawati, M.Si., memberikan tiga pesan penting bagi peserta. Pesan pertama adalah menjunjung etika. “Peserta KKN sebagai duta Untidar wajib menjunjung etika baik dalam pergaulan, bermedia sosial, dan berperilaku.” Sebutnya.

Pesan kedua adalah melaksanakan program KKN dengan baik. Dan pesan ketiga adalah tetap menjaga kesehatan dan keselamatan walaupun sudah tercover asuransi.

Pada periode ini, mahasiswa akan didampingi oleh 30 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) selama pelaksanaan KKN. Dr. Eny menghimbau agar mahasiswa selalu berkonsultasi dengan DPL dalam menjalankan kegiatan. Mahasiswa dapat berkonsultasi baik persoalan akademik maupun non akademik dengan DPL.

Rangkaian acara pelepasan ditutup dengan pelepasan mahasiswa KKN secara simbolis melalui penyematan jas almamater, sebagai tanda kesiapan mahasiswa Untidar untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

Pelaksanaan KKN Untidar Periode Januari 2026, termasuk di Kabupaten Purworejo sebagai lokasi perdana, diharapkan dapat berjalan dengan baik serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di lokasi KKN masing-masing.

 

Penulis: Riza Ayu Kristiani

Editor : Humas Untidar

KKN Bukan Sekadar “Pindah Tidur”, Pesan Penting Bagi Mahasiswa KKN Untidar Periode Januari 2026

Magelang – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tidar (LPPM Untidar) melalui Pusat Layanan (Kuliah Kerja Nyata) KKN memberikan pembekalan kepada 476 mahasiswa peserta KKN Periode Januari–Februari 2026 sebelum diterjunkan ke masyarakat, pada Jumat (2/1) di Gedung Kuliah Umum dr. H. Suparsono. Sebanyak 30 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) turut mendampingi kegiatan ini.

Pembekalan menjadi tahap penting untuk menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan tinggal sementara di desa atau “pindah tidur”, melainkan proses belajar sekaligus pengabdian nyata kepada masyarakat. Mahasiswa dibekali pemahaman etika, kepemimpinan, serta kemampuan menyusun program kerja yang berdampak dan sesuai dengan kebutuhan desa.

Hal itu disampaikan oleh Kepala LPPM, Dr. Dra. Eny Boedi Orbawati, M.Si., dalam sambutannya ia menegaskan bahwa KKN merupakan laboratorium kehidupan yang sesungguhnya bagi mahasiswa. ”Ada berbagai hal yang perlu dilakukan sebelum terjun ke desa, mulai dari membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat, memahami perbedaan biaya hidup di tiap wilayah, hingga menghitung kebutuhan secara rasional dengan tetap menghormati kearifan lokal.” Sebutnya.

Program KKN juga harus disusun berbasis permasalahan yang ada di desa, selaras dengan tema lingkungan, dikerjakan secara kolaboratif lintas disiplin ilmu, serta menjunjung tinggi etika, baik dalam interaksi langsung maupun dalam pembuatan konten.

Pembekalan KKN dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Universitas Tidar, Prof. Suyitno. Dalam arahannya, Prof. Suyitno berpesan agar mahasiswa bersikap dewasa dan menikmati masa-masa KKN.

Selama pembekalan, mahasiswa mengikuti berbagai sesi materi, antara lain etika dan perilaku mahasiswa KKN, strategi penyusunan program KKN berdampak, pemetaan permasalahan desa, pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual (PPKS), bahaya stunting dan upaya pencegahannya di Jawa Tengah, penguatan kepemimpinan mahasiswa yang etis dan tangguh mental, hingga praktik penyusunan program kerja KKN. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta.

Para mahasiswa KKN akan diterjunkan ke 43 desa dan kelurahan yang tersebar di 19 kecamatan, meliputi Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Bantul, Kebumen, Purworejo, serta Kota Magelang.

Melalui pembekalan ini, Universitas Tidar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan KKN sebagai ruang pembelajaran dan pengabdian yang bermakna. Mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir secara fisik di tengah masyarakat, tetapi mampu menjadi agen perubahan yang peka terhadap persoalan desa, beretika dalam bertindak, serta berkontribusi melalui program-program yang relevan dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Penulis: Riza Ayu Kristiani

Editor: Danu Wiratmoko

Untidar Salurkan Donasi Kemanusiaan Bencana Sumatera melalui Pemkot Magelang

Magelang – Universitas Tidar menunjukkan kepedulian sosial dan komitmen terhadap nilai Budaya Tidar melalui penyaluran donasi kemanusiaan untuk membantu korban bencana banjir bandang di wilayah Sumatera.

Bantuan dihimpun dari sivitas akademika Untidar diserahkan secara resmi oleh Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.,  kepada Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, di Ruang VIP, Pemerintah Kota Magelang pada Rabu (31/12). Penyerahan bantuan ini sebagai bentuk sinergi dan adab institusional Untidar sebagai bagian dari Kota Magelang.

Penggalangan dana untuk korban banjir bandang di Sumatera ini berangkat dari budaya responsif yang tumbuh di lingkungan Untidar, khususnya dalam membantu saudara-saudara yang sedang mengalami kesulitan. Sivitas akademika Untidar secara gotong royong mengumpulkan donasi sebagai wujud empati dan kepedulian sosial.

Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan refleksi dari nilai kebudayaan yang selama ini dijunjung oleh Untidar.

“Intinya, kita perlu terus belajar dan menghidupkan Budaya Tidar. Ketika ada saudara kita yang sedang kesusahan, maka respons kita adalah bergerak bersama, mengumpulkan bantuan, dan menyalurkannya secara bertanggung jawab,” ungkap Prof. Sugiyarto.

Dalam proses pengumpulan dana, Untidar berkoordinasi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Untidar sebagai koordinator untuk memastikan tata kelola donasi berjalan secara tertib dan akuntabel. Penggalangan dana dilaksanakan selama 10 hari dari tanggal 1 sampai 10 Desember 2025 berhasil menghimpun bantuan sebesar Rp40.207.972.

Lebih lanjut, Prof. Sugiyarto menyampaikan bahwa penyaluran bantuan melalui Pemerintah Kota Magelang merupakan bentuk kesadaran institusional Untidar sebagai bagian dari Kota Magelang.

“Untidar adalah bagian dari Kota Magelang. Karena itu, kami memandang penyerahan bantuan melalui Pemerintah Kota sebagai adab dan etika kelembagaan, sekaligus untuk memperkuat sinergi antara kampus dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Penyerahan donasi kepada Wali Kota Magelang di lingkungan Pemkot Magelang juga menjadi wujud kolaborasi lintas sektor agar bantuan dapat disalurkan secara tepat dan memberi manfaat optimal bagi masyarakat.

Untidar berharap kerja sama dengan Pemerintah Kota Magelang dapat terus berlanjut secara berkelanjutan, tidak hanya dalam kegiatan kemanusiaan, tetapi juga dalam berbagai bidang lain.

“Kolaborasi ini penting untuk membangun komunikasi yang baik dengan semua pihak dan menjadi fondasi kerja sama yang berkelanjutan ke depannya,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Untidar menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga responsif, peduli, dan aktif berkontribusi bagi masyarakat dan daerah.

 

Penulis: Suryanti

Editor : Humas Untidar

Responsif, Untidar Siap Menjamin Penangguhan Hukuman Mahasiswa dan Alumninya

Universitas Tidar menegaskan komitmennya untuk bersikap responsif dalam menyikapi proses hukum yang tengah dijalani oleh dua mahasiswa aktif Purnomo Yogi Antoro dan Azhar Fauzan,  dan satu alumni, Enrille Championy Geniosa yang saat ini ditangani oleh Polres Magelang Kota.

“Kemarin surat penangguhan hukuman telah disampaikan oleh LBH Yogyakarta kepada Polres Magelang Kota, disertai surat penjaminan dari Untidar setelah seluruh berkas pendukung dinyatakan lengkap,” jelas Ketua Tim Kerja Bidang Humas, Untidar, Danu Wiratmoko A.Md., Rabu (31/12).

Danu menegaskan komitmen Untidar untuk mengawal proses hukum ketiga pihak tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. Pada 22 Desember 2025, draf surat penjaminan telah ditandatangani oleh Rektor, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dekan FISIPOL, serta Dekan FAPERTA Untidar. Surat tersebut kemudian diserahkan oleh tim hukum Untidar kepada LBH Yogyakarta selaku kuasa hukum, untuk diteruskan kepada Polres Magelang Kota bersama pengajuan penangguhan hukuman.

Dalam perkembangannya, Untidar memperoleh informasi bahwa dua tersangka, yakni Enrille dan Azhar Fauzan, telah mencabut kuasa hukum dari LBH Yogyakarta. Maka itu harus dipastikan kembali informasi yang akurat terkait kuasa hukum terbaru guna memastikan proses koordinasi surat penjaminan dapat berjalan dengan baik.

Narasi yang menyebut kampus tidak responsif merupakan informasi yang tidak sesuai dengan fakta. Sehari setelah penangkapan, pada 16 Desember 2025, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni mendatangi Polres Magelang Kota untuk memastikan kondisi kYogi, Azhar dan Enrille. Dilanjutkan pada 19 Desember 2025, pihak kampus menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Untidar yang dihadiri Kepala BAKK dan tim hukum. Pertemuan tersebut membahas kemungkinan penangguhan hukuman dan disepakati untuk terus berkoordinasi dan melakukan konsolidasi. Selanjutnya penyusunan draft surat penjaminan dan koordinasi dengan kuasa hukum terkait pengajuan penangguhan hukuman.

“Sebagai informasi, sesuai ketentuan hukum, pengajuan penangguhan hukuman hanya dapat dilakukan oleh tersangka atau kuasa hukum yang mendampinginya. Untidar sebagai institusi pendidikan berperan sebagai pihak penjamin,” jelasnya.

Ditemui di tempat berbeda, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untidar, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan Untidar merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan akademik institusi.

“Untidar hadir untuk memastikan mahasiswa mendapatkan pendampingan yang semestinya. Kami siap menjadi pihak penjamin dengan tetap menghormati seluruh proses hukum yang berlaku,” ujarnya.

Selain Azhar dan Yogi, seorang alumni Untidar, Enrille Championy Geniosa, yang merupakan aktivis komunitas Ruang Juang, turut menjalani proses hukum di Polres Magelang Kota. Terkait hal tersebut, Prof. Parmin menjelaskan bahwa secara yuridis Untidar hanya dapat mengajukan permohonan penangguhan penahanan bagi mahasiswa aktif. Meski demikian, Untidar tetap melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk jejaring alumni.

Penulis : Gita

Editor : Humas Untidar

 

Rektor Untidar Tekankan TIDAR VALUE dalam Pelantikan dan Sumpah/Janji Pejabat

Magelang – Universitas Tidar melaksanakan Pengambilan Pelantikan dan Sumpah/Janji Pejabat di lingkungan Universitas Tidar yang berlangsung di Ruang Multimedia, Kampus Tuguran, pada Selasa (30/12).

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., membacakan naskah pelantikan serta pengambilan sumpah/janji jabatan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing pejabat yang dilantik dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sumpah/janji jabatan dan pakta integritas oleh para pejabat yang dilantik.

Pejabat yang dilantik dalam kegiatan tersebut berjumlah lima orang, yang terdiri atas dua pejabat fungsional tenaga kependidikan, dua dosen dengan tugas tambahan, dan jabatan administrator. Adapun pejabat fungsional yang dilantik yaitu Giovanni Saputro Cahyo W., S.E., dan Andi Setiawan, S.E., sebagai Analisis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Pertama di Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum (BPKU).

Sementara itu, dosen dengan tugas tambahan yang dilantik adalah Atika Nur Hidayah, S.Hum., M.Sc., sebagai Koordinator Program Studi S1 Pariwisata Periode Tahun 2025-2027, dan apt. Fania Putri Luhurningtyas, S.Farm., M.Si., sebagai Ketua Jurusan Gizi, Teknologi Pangan, dan Farmasi Periode Tahun 2025-2027.

Selain itu, Sopii, S.Ag., M.M., turut dilantik sebagai Kepala Bagian Umum Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum Universitas Tidar.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan harapan dan doa bagi seluruh pegawai, baik yang sedang memulai pengabdian maupun yang telah menyelesaikan tugasnya, agar setiap langkah yang dilakukan membawa kebaikan dan keberkahan.

“Mudah-mudahan semua langkah apapun yang sudah dilakukan untuk Untidar, semua menjadi amal untuk kebaikan kita bersama. Tentu saja kami doakan baik yang sedang memulai karirnya dan juga yang sudah mengakhiri kinerjanya, pengabdiannya di Untidar juga, dan kita semuanya yang masih bekerja di sini diberikan kesehatan lahir dan batin untuk menjalankan kegiatan kita, dan semuanya menjadi amal ibadah kita yang diterima Allah SWT.” ungkapnya.

Beliau juga menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai TIDAR value dalam pelaksanaan tugas bagi para pegawai agar satu tujuan.

“Apapun posisinya, kita tunaikan kewajiban kita, tugas kita dengan sebaik-baiknya, dengan semangat Tidar Value, yaitu Tangguh, Integratif, Dedikatif, Aktif dan Responsif. Itu harus menjadi tugas kita bersama, supaya kita satu tujuan, satu langkah, dan tentu kita saling membawa satu dengan yang lain untuk keinginan yang baik bagi kita semua.” Pungkasnya.

Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan doa, sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar seluruh pejabat yang dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada pejabat dan pegawai yang dilantik oleh Rektor Untidar beserta para pimpinan dan tamu undangan yang hadir.

Melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan ini, Untidar menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola kelembagaan serta meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia guna mendukung pencapaian visi dan misi Untidar ke depan.

Penulis : Aghna Nur Shabrina

Editor : Humas Untidar

 

Untidar Integratif: Perkuat Disiplin ASN dan Digitalisasi Penilaian Kinerja

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) melaksanakan sosialisasi disiplin dan pengelolaan aplikasi penilaian kerja dalam rangka penguatan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Untidar. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H. R. Suparsono, Kampus Tuguran, pada Senin (23/12).

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia (OSDM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), yakni Adi Sulistyo, S.H., M.H. selaku Ketua Tim Disiplin, Pensiun, dan Penghargaan; Tetya Dwiamaneva Desyamria, S.H. selaku Anggota Tim Disiplin, Pensiun, dan Penghargaan; Fadhly, S.Kom. selaku Ketua Tim Sistem Informasi dan Kinerja; serta Rifky Zulfikar, S.Kom. selaku Anggota Tim Sistem Informasi dan Kinerja.

Dalam laporan kegiatan, Plt. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Dr. Astuty, M.Pd., melaporkan bahwa sosialisasi ini diikuti oleh sebanyak ratusan peserta yang terdiri atas pegawai, dosen, tenaga kependidikan, serta ASN di lingkungan UntidarIa menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di perguruan tinggi.

“Saya melaporkan hal-hal terkait dengan kegiatan ini, dihadiri sebanyak 643 orang terdiri atas pegawai, dosen, tenaga kependidikan, dan tenaga non ASN. Jadi tidak ada pegawai yang ketinggalan untuk ikut serta dalam sosialisasi ini, yang tentu kita perlukan dan sangat penting untuk pendukung pelayanan.” Jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa penerapan sistem penilaian kinerja berbasis digital menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas dan akurasi penilaian kinerja ASN.

“Selama ini e-SKP masih dilakukan secara manual. Mudah-mudahan dengan e-SKP digital ini menjadi lebih mudah, lebih pintar, dan lebih terintegrasi dalam mendukung kinerja dosen dan tenaga kependidikan,” lanjutnya.

Sementara itu, Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum refleksi bersama bagi seluruh ASN Untidar dalam memahami kembali hakikat sebagai abdi negara.

“Ini suatu kesempatan yang baik bagi kita semuanya sebagai seorang abdi negara yang berada di institusi Universitas Tidar. Mungkin memang harus sering-sering diingatkan karena warna manusia memang suka berubah,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa disiplin dan kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian penting dalam menjalankan tugas sebagai ASN, sekaligus bentuk tanggung jawab moral kepada institusi dan masyarakat.

“Kalau memang salah jangan diberi pembenaran, kalau yang baik jangan lupa diberi penghargaan. Ada ketentuan jam kerja, ada ketentuan produktivitas, dan semua itu harus kita patuhi,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan materi disiplin ASN (PNS dan PPPK) oleh Tim Disiplin ASN Biro OSDM Kemendiktisaintek, serta sosialisasi DiktiHR dan e-SKP oleh Tim Sistem Informasi dan Kinerja ASN Biro OSDM Kemendiktisaintek. Materi mencakup ketentuan disiplin, mekanisme penilaian kinerja, serta pentingnya integrasi data dalam sistem digital.

Melalui kegiatan ini, Untidar meneguhkan komitmen integratif dalam membangun manajemen ASN yang profesional, taat aturan, dan berbasis sistem digital guna mendukung tata kelola universitas yang akuntabel dan berkelanjutan.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Danu Wiratmoko

Untidar Aktif Sambut Kunjungan Edukatif SMA Negeri 1 Banguntapan

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) menerima kunjungan dari SMA Negeri 1 Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Sebanyak 250 siswa dan guru pendamping hadir dalam kunjungan edukatif yang dilaksanakan di Gedung Kuliah Umum dr. H.R. Suparsono, Kampus Tuguran, Senin (22/12).

Hadir mewakili Untidar, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAKK), Drs. Giri Atmoko, M.Si; Kepala Bidang Kemahasiswaan, Wahyu Andriyanto, S.A.P; Ketua Tim Kerja Bidang Humas, Danu Wiratmoko; Ketua Tim Kerja Bidang Kerja Sama, Laila Alfizanna, MCC; dan Staff Humas Untidar.

Dalam sambutannya, Kepala BAKK menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Untidar serta berharap kunjungan tersebut dapat memberikan manfaat bersama.

“Selamat datang, semoga kunjungan hari ini memberikan manfaat bagi kita semua. Kami berterima kasih karena sudah mendapatkan kepercayaan. Dari kunjungan ini tentunya banyak keuntungan dan manfaatnya.” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa meskipun Untidar tergolong sebagai perguruan tinggi yang masih berkembang, capaian prestasi non akademik terus menunjukkan peningkatan.

“Untidar ini masih baru berkembang, tentunya berkembang sangat pesat sekali, walaupun masih tergolong baru, namun prestasi-prestasi dari bidang kemahasiswaan cukup berkembang pesat, dan sudah terakreditasi unggul,” tambahnya.

Plh. Kepala SMA Negeri 1 Banguntapan, Sutrisna, S.Sos., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kunjungan ke Untidar yang bertepatan dengan momentum istimewa Hari Ibu, seraya berharap kegiatan ini menjadi awal perjalanan baik bagi para siswa dalam mengenal dunia perguruan tinggi.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat melaksanakan kunjungan ke Untidar pada tanggal 22 Desember yang bertepatan dengan Hari Ibu. Semoga kegiatan di hari yang bersejarah ini menjadi momentum yang baik dan membawa manfaat bagi anak-anak kami dalam menyiapkan masa depan pendidikannya,” ungkapnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan plakat oleh masing-masing secara simbolis.

Sesi materi dibawakan oleh Kepala Bagian Akademik, Wahyu Andriyanto, S.A.P., yang memaparkan materi terkait pengenalan Universitas Tidar, mulai dari pilihan program studi, fasilitas kampus, hingga capaian-capaian prestasi Universitas Tidar dan beasiswa untuk menunjang kesempatan siswa untuk melanjutkan studi di Untidar.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif dan antusias, mencerminkan ketertarikan tinggi para siswa terhadap informasi dunia perguruan tinggi dan Untidar.

Salah satu peserta, Rajendra Elnakhlah Ifthah Muhammad memberikan kesan positif setelah mengikuti kegiatan. “Saya jadi lebih mengenal Untidar. Dan untuk universitasnya juga bukan universitas biasa, itu banyak program studi unggulan, banyak peminatnya dan bagus lah.” Pungkasnya.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Danu Wiratmoko