Untidar Terima Rekomendasi FKUB Kota Magelang untuk Pembangunan Masjid Mambaul Ulum Kampus Tuguran

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Magelang melakukan kunjungan ke Untidar dalam rangka menyerahkan rekomendasi pembangunan rumah ibadah Masjid Mambaul Ulum yang berada di Kampus Tuguran. Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Rapat Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H.R. Suparsono, pada Rabu (11/3).

“Keputusan rekomendasi pembangunan Masjid Mambaul Ulum ini merupakan bentuk dukungan kami agar lingkungan perkuliahan tidak hanya kuat secara akademis, tetapi juga memiliki landasan spiritual yang baik,” jelas Ketua FKUB Kota Magelang, Kyai Achmad Rifa’i.

Kunjungan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan FKUB Kota Magelang Nomor: 020/KEP.FKUB.BPRI/III/2026 yang merekomendasikan pembangunan rumah ibadah Masjid Mambaul Ulum Untidar, Kampus Tuguran. Pembangunan tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang pendukung kegiatan akademik seperti perkuliahan.

Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., menyampaikan apresiasi atas dukungan FKUB Kota Magelang terhadap rencana pembangunan masjid di Kampus Tuguran. Beliau menegaskan bahwa Untidar mendukung penuh program tersebut sebagai bagian dari pengembangan lingkungan akademik yang holistik.

“Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Ketua FKUB, Untidar sangat mendukung adanya rekomendasi ini. Kami berharap pembangunan Masjid Mambaul Ulum nantinya tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan sesuai dengan komitmen Untidar sebagai institusi pendidikan tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Magelang, Agus Satiyo Haryadi, yang juga hadir mewakili Pemerintah Kota Magelang turut menyampaikan apresiasi terhadap langkah FKUB dalam memberikan rekomendasi pembangunan masjid tersebut.

“Pemerintah Kota Magelang mengapresiasi program kerja FKUB terkait rekomendasi pembangunan Masjid Mambaul Ulum ini. Kami berharap masjid ini nantinya dapat menjadi sumber ilmu sekaligus memberikan manfaat bagi civitas akademika maupun masyarakat sekitar,” tuturnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dokumentasi penyerahan surat rekomendasi renovasi Masjid Mambaul Ulum dari FKUB Kota Magelang kepada pihak Untidar, yang diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta yang hadir.

Melalui kegiatan ini, Untidar berharap renovasi Masjid Mambaul Ulum Kampus Tuguran dapat segera terealisasi sehingga mampu menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus ruang pembelajaran yang mendukung penguatan nilai spiritual dan intelektual bagi civitas akademika.

 

Penulis: Ade Afriansyah

Editor : Humas Untidar

Untidar Buka Dies Natalis ke-47 dengan Khotmil Qur’an 47 Kali di Bulan Ramadhan

Universitas Tidar mengawali rangkaian peringatan Dies Natalis ke-47 dengan kegiatan Khotmil Qur’an yang dilaksanakan pada Rabu (11/3) di Gedung Kuliah Umum (GKU) Dr. Suparsono.

“Nilai yang terkandung dalam lagu dan jargon Untidar Berbudaya adalah amanah yang harus kita jaga dan teruskan bersama. Budaya Al-Qur’an yang terus dijalankan hingga saat ini menjadi kekuatan dalam memperkuat ilmu pengetahuan sekaligus menjadi penjaga agar kita tidak mengarah pada hal-hal yang negatif,” ujar Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.

Budaya membaca dan mengamalkan Al-Qur’an yang terus dijalankan di lingkungan kampus merupakan bagian penting dalam memperkuat ilmu pengetahuan sekaligus menjaga moralitas dalam kehidupan akademik.

Ketua Dies Natalis Untidar ke-47, Muhammad Daniel Fahmi Rizal, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan khotmil Qur’an merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan sebagai pembuka rangkaian Dies Natalis.

“Khotmil Qur’an ini merupakan agenda rutin dalam rangkaian Dies Natalis Untidar. Tahun ini, Al-Qur’an berhasil dikhatamkan sebanyak 47 kali, sekaligus menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-47. Kami berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar hingga akhir kegiatan,” ungkapnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh K.H. M. Yusuf Chundori. Dalam tausiahnya, ia mengajak seluruh civitas akademika untuk memanfaatkan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT

“Sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah waktu yang sangat istimewa. Pada malam-malam ganjil terdapat kemungkinan turunnya Lailatul Qadar, malam yang membuka pintu doa yang tidak akan ditolak oleh Allah dan menghadirkan pahala yang sangat besar bagi umat-Nya,” jelasnya.

Beliau juga menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai budaya dalam kehidupan. Menurutnya, Al-Qur’an harus menjadi dasar dan pondasi dalam menjalankan kehidupan, baik dalam aspek moral maupun intelektual.

“Al-Qur’an harus menjadi budaya, penentu arah, serta pondasi kehidupan kita. Tanpa nilai-nilai tersebut, kehidupan bisa kehilangan makna. Al-Qur’an menumbuhkan empati, memperkuat tanggung jawab moral dan intelektual, serta menjadi sumber semangat dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas terlaksananya khotmil Qur’an sekaligus memohon kelancaran seluruh rangkaian kegiatan Dies Natalis Untidar. Acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh sivitas akademika Untidar dalam suasana penuh kebersamaan di bulan Ramadhan.

Penulis: Ade Afriansyah

Editor : Humas Untidar

Teknologi GASMOD Siap Jadi Solusi Pengolahan Sampah di Kota Magelang

GASMOD (Gasifikasi On-Demand) resmi diluncurkan pada Kamis (5/3) di TPS3R Rusunawa, Kelurahan Potrobangsan. GASMOD adalah teknologi gasifikasi yang dikembangkan bertujuan mengubah sampah organik kering menjadi energi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Ini sebagai solusi untuk merubah sampah menjadi energi. Sampah yang digunakan berasal dari daun dan ranting yang sebelumnya dibuang ke TPA, sekarang bisa diolah di TPS3R menjadi gas yang kemudian dimanfaatkan sebagai energi,” jelas Dr. Arif Rahman Saleh, S.T., M.T. penggagas ide GASMOD.

Dosen Prodi S1 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Tidar ini juga memaparkan energi yang dihasilkan dari proses gasifikasi dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti memasak maupun menghasilkan listrik.

“Energi yang dihasilkan dari proses ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak atau menghasilkan listrik. Untuk tahap awal, listrik dari pengolahan sampah ini akan digunakan untuk menyuplai kebutuhan energi di TPS3R,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dr. Arif menjelaskan bahwa proses pengolahan dilakukan melalui beberapa tahapan mulai dari pengeringan daun, pencacahan, hingga proses konversi termokimia di dalam reaktor.

Ia juga menyebut bahwa teknologi tersebut memiliki potensi besar untuk mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi alternatif bagi masyarakat.

“Dengan teknologi gasifikasi ini, sampah yang selama ini menjadi masalah bisa menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, baik untuk mengurangi jumlah sampah maupun sebagai alternatif sumber energi bagi masyarakat,” jelasnya.

Terwujudnya GASMOD tidak terlepas dari dukungan Untidar, PFsains Pertamina Foundation dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang .

Kepala Bidang Pertambangan DLH Kota Magelang, Widodo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa inovasi teknologi pengolahan sampah seperti GASMOD menjadi langkah penting dalam mengatasi persoalan sampah, khususnya sampah kering berupa daun dan ranting yang selama ini banyak dihasilkan dari aktivitas perkotaan.

“Pada sore hari ini kami ingin memperkenalkan sebuah teknologi yang dikembangkan bersama, antara DLH dan Untidar dalam upaya menyelesaikan persoalan sampah. Teknologi ini mengolah sampah kering seperti daun dan ranting menjadi gas yang insyaallah jauh lebih bermanfaat, misalnya untuk penerangan atau kebutuhan energi lainnya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi praktis dalam pengelolaan sampah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ini menjadi sebuah awal yang baik dan semoga nanti terus berkembang, sehingga teknologi ini benar-benar bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Yang tadinya sampah hanya dibuang atau dibakar, ternyata dengan teknologi ini bisa diubah menjadi gas,” tambahnya.

Dari sisi masyarakat, perwakilan RW 4 Potrobangsan, Maryanto, menyampaikan dukungan terhadap inovasi yang dikembangkan Untidar dan para mitra. Menurutnya, persoalan sampah memang menjadi perhatian bersama warga, sehingga kehadiran teknologi pengolahan sampah diharapkan dapat menjadi solusi nyata.

“Kami dari masyarakat sangat mendukung adanya teknologi atau jalan keluar untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Magelang. Mudah-mudahan program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Launching GASMOD ini merupakan implementasi lanjutan dari seminar nasional terkait pengelolaan sampah organik untuk mendukung ekonomi sirkular yang sebelumnya diselenggarakan di Auditorium Rektorat Kampus Sidotopo, Jumat (28/3) lalu.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan RT/RW, pengurus TPS3R, perwakilan Rusunawa, serta warga setempat.

Melalui kegiatan ini, Untidar berharap inovasi teknologi GASMOD dapat menjadi model pengelolaan sampah berbasis teknologi yang aplikatif di masyarakat. Selain itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, sektor industri, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat guna menghadirkan solusi berkelanjutan bagi persoalan persampahan di Kota Magelang.

Penulis : Aghna

Editor : Humas Untidar

Dari Sampah Jadi Energi: Tobias Wilson dan Dr. Arif Rahman Saleh Paparkan Solusi Ekonomi Sirkular

Pusat Studi Sustainability and Circularity, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang dalam menyelenggarakan seminar nasional yang bertajuk “Pengelolaan Sampah Organik yang Cepat dan Paripurna untuk mendukung Ekonomi Sirkular”, Jumat (28/02) di Auditorium lantai 6, Gedung Rektorat Kampus Sidotopo.

Dalam kesempatan ini, hadir Tobias Wilson pendiri Shiva Industries yaitu perusahaan teknologi lingkungan yang fokus pada pengelolaan sampah organik dengan solusi berkelanjutan.

“Sampah makanan menjadi persoalan serius ketika bercampur dan berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Penting untuk memilah sampah sejak sumbernya, mengingat sampah organik memiliki potensi besar untuk diolah menjadi biogas, kompos, biochar, hingga sumber energi dan ekonomi baru,” jelasnya.

Tobias juga memperkenalkan teknologi pengolah sampah organik berbasis mikroba lokal yang mampu mengolah limbah dalam waktu singkat sebagai salah satu solusi praktis dalam mendukung ekonomi sirkular.

Sementara itu, Dr. Arif Rahman Saleh, S.T., M.T., memaparkan hasil risetnya mengenai GASMOD (Gasification On-Demand).

“GASMOD adalah inovasi teknologi gasifikasi multi-stage rendah tar dengan penyimpanan energi untuk mengolah sampah. Teknologi ini bertujuan membantu mengatasi krisis pengelolaan sampah di Kota Magelang,” papar Dosen Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik ini.

Program GASMOD difokuskan untuk mengubah sampah menjadi energi bersih di TPS3R Rusunawa dan TPS3R Dumpoh di Kelurahan Potrobangsan.

“GASMOD mampu mengonversi limbah menjadi syngas ultra-bersih dengan kadar tar di bawah 50mg/Nm3 dan efisiensi konversi energi mencapai 70-80%. Kapasitas pengolahan 30 kg limbah per jam dan dilengkapi tangki penyimpanan syngas bertekanan,” tambahnya.

Teknologi ini yang telah mencapai Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) level 5 dan dilindungi dua Hak Kekayaan Intelektual (HKI)

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Untidar, Dr. Eny Boedi Orbawati, M.Si., menyampaikan bahwa persoalan sampah organik menjadi isu serius yang perlu ditangani melalui inovasi dan kolaborasi multipihak, serta disebabkan karena beberapa hal.

“Bahwa permasalahan sampah di Kota Magelang, seperti juga di daerah-daerah yang lain, terutama sampah organik ini mengalami beberapa permasalahan di Kota Magelang, diantaranya disebabkan oleh peningkatan aktivitas ekonomi kota kemudian juga aktivitas perdagangan dan juga aktivitas pendidikan termasuk di Universitas Tidar ini ” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi berbasis riset dan pengabdian masyarakat.

“Melalui penelitian dan pengabdian, banyak dosen Untidar telah mengembangkan inovasi pengelolaan sampah, mulai dari pendampingan bank sampah hingga teknologi pemanfaatan limbah menjadi energi. Harapannya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat dapat semakin kuat dalam menyelesaikan persoalan persampahan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Untidar berharap terbangun kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sampah organik yang lebih cepat, efektif, dan bernilai ekonomi, sehingga mendukung terciptanya lingkungan yang berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor : Humas Untidar

Pembangunan Gedung Rektorat Sidotopo Selesai, Tim Koordinasikan Pemanfaatan dan Alih Aset

SEMARANG – Universitas Tidar (Untidar) melakukan langkah strategis menyusul tuntasnya pembangunan Gedung Rektorat Sidotopo yang dikerjakan oleh Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis (PS) Jawa Tengah, Jumat (27/2). Langkah ini diwujudkan melalui kunjungan koordinasi resmi untuk memastikan kelancaran transisi operasional gedung tersebut.

Koordinasi Lintas Instansi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan tertinggi Untidar, mulai dari Rektor, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, hingga Tim Teknis, serta Protokol. Pihak universitas diterima langsung oleh Kepala Satker PS Jawa Tengah beserta jajarannya untuk membahas detail teknis pasca-pembangunan.

Salah satu poin utama pembahasan Status Alih Aset dan Pemanfaatan Gedung adalah mengenai administrasi Barang Milik Negara (BMN). Proses serah terima aset ini akan dilakukan melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Meski proses birokrasi alih aset diperkirakan memakan waktu minimal 1,5 tahun, gedung tersebut sudah dapat langsung dimanfaatkan oleh pihak universitas.

Selain itu, pihak Satker menegaskan bahwa seremonial peresmian gedung tidak perlu menunggu selesainya proses peralihan aset secara administratif.

Langkah strategis berikutnya, Untidar diarahkan untuk segera membentuk Tim Manajemen Gedung guna memastikan pengelolaan fasilitas dilakukan secara optimal. Terkait rencana pengembangan fasilitas lain, seperti perluasan perpustakaan, pihak universitas diminta memproses ulang usulan tersebut dikarenakan adanya perubahan formasi organisasi.

Ustadz Handy Bonny Riuhkan GKU Suparsono, Ajak Jemaah Konsisten Perbaiki Diri

Magelang, 24 Februari 2026 — Universitas Tidar (Untidar) berkolaborasi dengan Majelis Faza dan Akhwat Bergerak menyelenggarakan kegiatan pengajian bertema “Ngaji Inspirasi” yang menghadirkan Ustadz Handy Bonny sebagai pemateri. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Kuliah Umum dr.H.R. Suparsono Untidar, Selasa (24/02) dan dipadati oleh mahasiswa, sivitas akademika Untidar, serta masyarakat umum.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua Takmir Masjid Untidar, Ir. Ibrahim Nawawi, S.T.,M.T.,IPM. Ia menyampaikan rasa hormat dan selamat datang kepada para jamaah yang telah meluangkan waktu untuk datang di majelis yang berkah ini. “Kegiatan pengajian ini merupakan bagian dari upaya menjalankan hadis Nabi tholabul ilmi faridhotun ala kulli muslim yang artinya menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim dan juga memperkuat pembinaan di lingkungan kampus yang berlandaskan nilai-nilai spiritual,” Ungkapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pendidikan, tak hanya pendidikan akademik tapi perlu juga pendidikan spiritual. Maka dari itu ia mengajak kepada seluruh jamaah untuk melanjutkan pendidikan bagi putra putri para hadirin untuk berkuliah di Untidar, karena kedua aspek akademik dan spiritual ada di kampus Untidar ini.

Dalam sesi kajian, Ustadz Handy Bonny menyampaikan materi yang menekankan pentingnya konsistensi dalam memperbaiki diri, membangun lingkungan pergaulan yang positif.

Ia menekankan pentingnya menjaga diri dari pergaulan bebas serta menjauhi zina di tengah tantangan kehidupan modern yang semakin kompleks khususnya bagi mahasiswa. “Islam secara tegas melarang zina. Larangan ini tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 32 yang mengingatkan agar tidak mendekati zina karena perbuatan tersebut adalah dosa besar dan jalan yang buruk,” ujarnya.

Zina sangat berdampak buruk bagi kehidupan. Banyak kasus mahasiswa terjerumus pergaulan bebas sehingga memicu kehamilan diluar nikah meningkat di Indonesia. Akibatnya yaitu gangguan mental karena rasa bersalah, hingga putus kuliah karena tekanan sosial. Penyampaian materi yang sistematis dan komunikatif dari Ustadz muda yang sedang naik daun ini mendorong partisipasi aktif peserta, khususnya dalam sesi diskusi dan tanya jawab.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda pembinaan yang berkelanjutan serta mempererat kolaborasi antara Untidar, dengan masyarakat, khususnya para aktifis keagamaan dalam menghadirkan program-program yang baik bagi kampus Untidar dan masyarakat luas.

 

Penulis : Farhan Shulton Yaulhaq

Untidar Kawal Proses Hukum Mahasiswa dan Alumni, Sidang Pertama Buka Peluang Restorative Justice

Untidar Kawal Proses Hukum Mahasiswa dan Alumni, Sidang Pertama Buka Peluang Restorative Justice

Untidar Kawal Proses Hukum Mahasiswa dan Alumni, Sidang Pertama Buka Peluang Restorative Justice

Magelang – Universitas Tidar menegaskan komitmennya untuk mengawal proses hukum yang melibatkan dua mahasiswa dan satu alumni Untidar, seiring berlangsungnya sidang perdana perkara tersebut di Pengadilan Negeri, Kota Magelang, pada Senin (23/02).

Dalam sidang pertama, majelis hakim membuka agenda dengan pembacaan dakwaan. Pada kesempatan tersebut, pengadilan juga menawarkan penyelesaian melalui mekanisme restorative justice. Pihak terdakwa beserta kuasa hukum menyatakan kesiapan terhadap opsi tersebut.

Sementara itu, pihak pelapor yang diwakili oleh Polri menyampaikan bahwa keputusan terkait kesediaan mengikuti restorative justice akan dikonsultasikan terlebih dahulu di tingkat institusi. Namun secara pribadi, perwakilan yang hadir menyatakan tidak keberatan terhadap opsi tersebut. Majelis hakim kemudian memberikan waktu tujuh hari untuk perundingan sebelum sidang dilanjutkan kembali pada 3 Maret 2026 dengan agenda keputusan dari pihak pelapor.

Perwakilan orang tua terdakwa menyampaikan harapan agar proses hukum dapat dihentikan sehingga anak-anak mereka dapat kembali berkumpul dengan keluarga dan melanjutkan pendidikan serta kehidupan mereka seperti semula. Mereka juga berharap proses persidangan berjalan adil dan objektif.

Ibu dari Enrille Championy Geniosa, Sulistyoningsih, menyampaikan harapannya agar proses hukum yang berjalan dapat segera dihentikan sehingga putranya dapat kembali berkumpul bersama keluarga. Ia juga berharap Enrille tetap mempertahankan nilai-nilai keadilan yang selama ini diyakininya serta dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Harapan saya proses ini dihentikan, sehingga Enrille bisa bebas dan bertemu dengan keluarganya. Saya juga berharap Enrille akan tetap seperti semula, menjunjung keadilan, melanjutkan sekolah ke S2,” ungkap Sulistyoningsih.

Senada dengan hal tersebut, Ibu dari Purnomo Yogi Antoro, Siti Romlah, juga menyampaikan keyakinannya terhadap perjuangan anaknya. “Saya ingin anak saya menang, karena saya yakin dia membela kebenaran dan membela orang yang lemah. Mudah-mudahan hasilnya yang terbaik,” tutur Siti Romlah.

Sementara itu, Rinni Novianti, Ibu dari Muhammad Azhar Fauzan, berharap proses hukum dapat segera memberikan kejelasan dan keadilan bagi anaknya. “Harapan saya sama seperti ibu-ibu yang lain, semoga anak kami bisa segera dikeluarkan karena kami yakin anak kami tidak melakukan kekerasan dan tuduhan yang ada tidak benar,” ujar Rinni Novianti.

Untidar Kawal Proses Hukum Mahasiswa dan Alumni, Sidang Pertama Buka Peluang Restorative Justice

Menanggapi hal tersebut, perwakilan BEM KM Universitas Tidar, Achmad Rizky Airlangga menyampaikan bahwa mahasiswa akan terus mengawal proses persidangan secara solidaritas. 

“Tentu ya kami berusaha untuk berkonsolidasi dan terus mengawal secara solidaritas pada teman-teman kita yang ditangkap. Karena bagi saya dan juga bagi kami solidaritas hari ini itu bukan hanya menentukan bagaimana nasib 3 teman kita yang di dalam. Tapi tentu juga mempengaruhi bagaimana nasib anak muda ke depan ketika mereka bersuara.” Ujarnya.

Kemudian ia berharap putusan yang diambil nantinya dapat menjunjung objektivitas hukum serta mempertimbangkan hak kebebasan berekspresi.

“Harapan saya pokoknya apapun yang terbaik. Cuman apapun itu harapannya hasil persidangan supaya seobjektif mungkin. Karena ini merupakan pembatasan terhadap kebebasan berekspresi. Jadi Hakim persidangan harus punya batasan terhadap hak konstitusional tersebut.” Pungkasnya.

Menanggapi jalannya persidangan perdana, perwakilan Tim Hukum Universitas Tidar, Tri Agus Gunawan, S.H., M.H., menjelaskan bahwa proses hukum berjalan sesuai tahapan formil yang berlaku. Ia menyampaikan bahwa sidang pertama masih berfokus pada pembacaan dakwaan, sekaligus membuka peluang penyelesaian melalui mekanisme restorative justice.

“Sidang pertama kemarin masih dalam tahap pembacaan dakwaan, sehingga prosesnya memang bersifat formil dan harus dijalankan. Hakim juga telah menawarkan mekanisme restorative justice sebagai implementasi ketentuan hukum acara yang baru, dengan tujuan agar perkara tidak selalu berujung pada pemidanaan, tetapi dapat diselesaikan melalui kesepakatan para pihak,” jelas Tri Agus Gunawan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa universitas tetap memantau perkembangan perkara serta menjalin komunikasi dengan penasihat hukum para terdakwa.

“Sebagai institusi, kami tentu akan terus mengawal dan memantau proses ini sesuai porsi kami. Pendampingan hukum sepenuhnya menjadi kewenangan penasehat hukum yang telah ditunjuk, namun kami tetap berkoordinasi dan mengikuti setiap perkembangan sejak tahap kepolisian hingga persidangan,” tambahnya.

Ia juga berharap proses hukum dapat berjalan objektif dan menghasilkan putusan yang adil.

Untidar Kawal Proses Hukum Mahasiswa dan Alumni, Sidang Pertama Buka Peluang Restorative Justice

“Harapan kami sederhana, semoga proses ini menghasilkan putusan yang berkeadilan. Jika memang tidak terbukti bersalah, kami berharap Majelis Hakim berani memutuskan demikian. Yang terpenting, keputusan nantinya benar-benar mencerminkan keadilan,” pungkasnya.

Universitas Tidar menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi kedua mahasiswa dalam menjalani proses hukum yang berlangsung. Universitas juga memastikan dukungan akademik tetap diberikan, sehingga keduanya dapat melanjutkan dan menyelesaikan studi mereka hingga terdapat keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

 

Lewat Nyanyian dan Game, Mahasiswa Untidar Bekali Siswa SDN 31 Batung Panjang Siaga Bencana

Mahasiswa Universitas Tidar yang tergabung dalam Tim Sapa Maninjau menyelenggarakan sosialisasi mitigasi bencana di SDN 31 Batung Panjang pada Sabtu, 14 februari 2026.

“Kalau ada gempa, lindungi kepala. Kalau ada gempa, masuk bawah meja. Kalau ada gempa, jauhilah kaca. Kalau ada gempa, lari ke luar sana,” tutur Adhito Irsyad Pratama, Selasa (17/02) saat dihubungi via online oleh Tim Humas Untdar.

Sosialisasi mitigasi bencana yang dilakukan ini menggunakan pendekatan “berkomunikasi” dengan para siswa sekolah dasar. Agar lebih mudah diingat dan dipahami. Maka Tim Sapa Maninjau menggunakan metode game dan nyanyian.

Mulai dari mengenali tanda bahaya, apa yang harus dilakukan saat bencana datang serta memberikan informasi terkait barang darurat saat bencana melalui game sederhana.

“Kami sangat mengapresiasi sosialisasi mitigasi bencana, siswa terlihat sangat antusias, semoga para siswa juga paham tentang hal ini,” ucap Kepala Sekolah SDN Batung Panjang Nofrizal Andre.

Pada kegiatan ini, Tim Sapa Maninjau turut memberikan sosialisasi tambahan yaitu terkait bullying untuk siswa kelas 1-3 dan pengenalan teknologi baru berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta filterasi air sederhana untuk kelas 4-6. Kurang lebih 90 siswa mengikuti kegiatan sosialisasi dengan antusias,

Tim Sapa Maninjau adalah bagian dari Program Mahasiswa Berdampak, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi yang berasal dari Universitas Tidar. Tim terdiri dari 52 mahasiswa dari program studi Teknologi Pangan, Teknik Rekayasa Perancangan Manufaktur (TRPM), Teknik Industri dan Teknik Elektro.

Program utama Tim Sapa Maninjau adalah melakukan proses produksi dan pelaksanaan/ implementasi teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan filtrasi. Melakukan monitoring quality control dalam pelaksanaan dan instalasi. Serta melakukan kegiatan diversifikasi produk berbasis olahan ikan nila menjadi produk bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Konsentrasi pelaksanaan program Tim Sapa Maninjau adalah Nagari Sungai Batang, Kec. Tanjung Raya, Kab. Agam, Prov. Sumatera Barat. Program dimulai 2-28 Februari 2026.

Penulis : Tim Sapa Maninjau

Editor : Humas Untidar

Universitas Tidar Gelar Tarhib Ramadan, Gaungkan Kebangkitan Budaya Menuju Peradaban Indonesia

Universitas Tidar menyelenggarakan kegiatan Tarhib Ramadan 1447 H, bertempat di Lobby Rektorat Kampus Sidotopo Untidar, Minggu 15 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual bagi sivitas akademika dan masyarakat dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Kegiatan ini menghadirkan Ust. Salim A. Fillah seorang penulis dan dai yang menyampaikan tausiyah penuh inspirasi, serta Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., Rektor Untidar. Acara ini diikuti oleh jamaah mahasiswa Untidar, sivitas akademika, serta masyarakat sekitar Kampus Sidotopo Untidar, yang bersama-sama memadati lokasi kegiatan dengan penuh antusias.

Tarhib Ramadan diselenggarakan sebagai bentuk persiapan dalam menyambut bulan suci Ramadan serta sebagai upaya mempererat ukhuwah Islamiyah antara kampus dan masyarakat. Tema yang diangkat mencerminkan komitmen Untidar dalam membangun peradaban melalui sinergi nilai agama dan budaya lokal Magelang Raya.

Acara berlangsung dengan khidmat dan tertib. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Rayhan Dwi Prasetya dari UKM IQSAN Untidar, yang menambah suasana syahdu dan penuh keberkahan. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Rektor Untidar  yang menyampaikan tema kegiatan ini “Kebangkitan Budaya Magelang Raya untuk Peradaban Indonesia”, bertujuan untuk melahirkan kembali semangat budaya serta menekankan nilai tidar value yaitu Tangguh, Integratif, Dedikatif, Aktif, dan Responsif. Selanjutnya tausiyah dari Ust. Salim A. Fillah yang mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum perbaikan diri dan kebangkitan umat serta doa untuk Untidar ”Semoga Untidar menjadi institusi pendidikan yang mencetak karir-karir umat bangsa, memberikan kontribusi bagi negeri tercinta Indonesia hingga dunia” ujarnya. Acara semakin semarak dengan penampilan Hadrah Ahbaabul Musthofa Magelang yang membawakan lantunan shalawat.

Melalui kegiatan ini, Universitas Tidar menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter dan penguatan nilai spiritual bagi mahasiswa dan masyarakat luas.

Penulis: Dewangga Trio Pradana

Editor: Ade Afriansyah

SMAN 2 Purbalingga Kunjungi Untidar Guna Gali Informasi PMB 2026

Universitas Tidar menerima kunjungan studi dari SMA Negeri 2 Purbalingga, Jumat (13/2) di Ruang Seminar 1, Lantai 3, Gedung Rektorat Sidotopo.

Kunjungan ini bertujuan untuk menggali informasi terkait Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun 2026, program beasiswa serta prosedur menjalin kerjasama dengan Untidar.

“Kami menyambut baik kehadiran bapak dan ibu guru. Semoga melalui pertemuan ini, pihak sekolah mendapatkan informasi valid untuk mengarahkan siswa-siswinya melanjutkan studi ke Untidar,” ujar Drs. Giri Atmoko, M.Si., Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama (BAKK).

Beliau berharap kunjungan ini dapat memberikan gambaran komprehensif yang bisa diteruskan kepada para siswa.

Perwakilan kepala sekolah SMAN 2 Purbalingga, Mita Puspita Sukmawati, S.Pd., mengungkapkan bahwa popularitas Untidar di kalangan siswa Purbalingga terus meningkat.

“Tujuan kami ke sini adalah untuk mendalami mekanisme PMB, informasi beasiswa, serta prosedur kerja sama. Kami juga berharap ke depan ada kolaborasi dengan FKIP Untidar khususnya IPA untuk membimbing siswa-siswi yang mengikuti lomba Fisika, Kimia dan Astronomi,” tutur Mita.

Kepala Bagian Akademik, BAKK, Wahyu Andrianto, S.A.P., memaparkan secara rinci terkait profil Untidar, jalur seleksi, beasiswa serta tips dan trik untuk bisa lolos SNBP.

“Pilihlah Untidar pada pilihan pertama. Jangan duakan Untidar bahkan jadi pelarian saja. Fokus utama SNBP itu pada nilai rapor. Serta jika mempunyai prestasi silahkan disertakan piagamnya,” jelas Kabag Akademik.

Dalam kesempatan ini, Rombongan SMAN 2 Purbalingga diberi kesempatan untuk melihat nilai rerata SNBP dan SNBT Tahun 2025. Harapannya nilai ini bisa menjadi acuan namun juga jangan menjadi patokan 100%.

“Kami harap data ini bisa menjadi acuan dalam mengarahkan siswa-siswa yang mempunyai minat melanjutkan kuliah di Untidar. Pastikan juga sumber info baik seleksi nasional seperti SNBP dan SNBP maupun Seleksi Mandiri Untidar sumbernya dari sumber resmi,“ tambahnya.

Terkait info daya tampung, Uang Kuliah Tunggal (UKT), jalur seleksi Mandiri Untidar dapat diakses di laman um.untidar.ac.id sedangkan untuk jalur SNBP dan SNBT bisa diperoelh dari laman SNPMB.

Penulis dan Editor : Humas Untidar