Hari Pertama UTBK-SNBT 2026 di Untidar Berjalan Lancar, Tidak Ada Kendala Teknis

Hari pertama penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Tidar berjalan dengan lancar, Selasa (21/04). Sejumlah 1.032 peserta menyelesaikan ujian sesuai dengan jadwal tanpa adanya kendala teknis.

“Pada hari pertama ini, 1.032 peserta hadir dan mengikuti ujian dari 1.060 peserta yang sudah terdaftar ujian. Jadi ada sekitar 28 peserta yang tidak hadir,” jelas Dr. Megita Dwi Pamungkas, S.Pd., M.Pd., Koordinator Pelaksana UTBK Untidar 2026.

Penyelenggaran ujian di Pusat UTBK Untidar dilaksanakan mulai 21 – 29 April 2029. Ujian terdiri dari 17 sesi dimana dalam 1 hari dilaksanakan 2 sesi ujian yaitu sesi pagi dan siang. Kuota peserta masing-masing sesi yaitu 530 peserta jadi dalam 1 hari ada 1.060 peserta yang terdata akan mengikuti UTBK.

“Pusat UTBK Untidar menyediakan kuota 10.600 peserta UTBK namun hanya terisi 8.718 peserta sehingga penyelenggaran tidak full sampai tanggal 30 April 2026 sesuai jadwal di Panitia SNPMB, di Untidar hanya sampai tanggal 29 April 2026,” tambahnya.

Kepala UPA TIK, Ir. Andriyatna Agung Kurniawan, S.T., M.Eng., IPM. sebelumnya Tim IT sudah menyelenggarakan uji coba sistem serta merubah cara booting sistem di perangkat yang akan digunakan.

“Setiap perangkat atau komputer akan melakukan booting sistem dari USB dan FD (Flashdisk/USB Flash Drive) untuk menghindari aplikasi yang ditanam pada PC atau computer yang digunakan untuk UTBK,” jelasnya.

Pada tahun sebelumnya ditemukan aplikasi yang sudah ditanam pada memori lokal perangkat computer yang digunakan untuk UTBK. Aplikasi ini semacam aplikasi perekam sehingga aktivitas peserta UTBK saat melaksanakan ujian. Untuk menghindari ini maka disiasati dengan booting sistem bukan mengambil dari memori komputer namun dari USB.

“Masing-masing komputer memiliki 1 USB jadi ada kurang lebih 530 USB yang digunakan untuk melakukan booting sistem pada setiap computer yang digunakan peserta UTBK di Untidar,” tambahnya.

Rasyad Ali dan Rajif dari SMA Taruna Nusantara membagi pengalamannya melaksanakan ujian hari pertama di Pusat UTBK Untidar.

“Deg-deg-an tapi lega karena beban sudah hilang dan tinggal menunggu hasil,” tutur Rajif.

Tips dari Rasyad, bagi peserta hari berikutnya untuk dapat memperhitungkan waktu dalam mengerjakan soal. Untuk persiapan bisa memperdalam soal-soal tahun lalu dan sering mengerjakan soal-soal try out karena membantu dalam mengerjakan soal pada UTBK.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Universitas Tidar Gelar Wisuda Periode April Tahun 2026, Unyil dan Zidan Jadi Wisudawan Terbaik

Universitas Tidar menyelenggarakan prosesi wisuda bagi lulusan program Sarjana, Sarjana Terapan dan Ahli Madya pada periode April Tahun 2026, Sabtu (11/04) di Gedung dr. H.R. Suparsono, Kampus Tuguran.

Untidar menapaki langkahnya sebagai perguruan tinggi negeri dengan filosofi kuat: “Untidar Unggul Berbudaya, Alumni Kompak Berdampak. Artinya keunggulan akademik dan non-akademik adalah fokus utama kita. Namun, keunggulan tersebut harus dilandasi oleh nilai-nilai budaya luhur, terutama yang tumbuh di kancah peradaban Magelang dan Nusantara.

“Lulusan Untidar haruslah pribadi yang tidak hanya cerdas secara ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan kemampuan menjaga serta mengembangkan budaya bangsa. Jadilah lulusan yang unggul dalam kompetensi, tetapi tetap berbudaya dalam berperilaku,” tutur Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si, pada sambutannya.

Selain itu Rektor juga berharap hari “wisuda” merupakan titik penting perjalanan akademik.

“Sebuah momentum yang bukan hanya menandai akhir dari proses belajar di bangku kuliah, tetapi juga awal dari pengabdian nyata di tengah masyarakat,” tambahnya.

Wisuda Untidar ke-73 ini meluluskan 528 wisudawan yang terdiri dari 511 program Sarjana, 7 Sarjana Terapan dan 10 Ahli Madya. Dari seluruh wisudawan sebanyak 24 wisudawan lulus dengan gelar Cumlaude atau dengan pujian.

Seperti pewisudaan sebelumnya, Untidar memberikan penghargaan kepada 10 mahasiswa yaitu 5 wisudawan terbaik akademik dan 5 wisudawan terbaik non akademik.

Septiawan Puji Trianto, wisudawan dari Prodi Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menjadi Wisudawan Terbaik Akademik. “Unyil” panggilan akrabnya meraih IPK 3,91 dengan masa studi 3 Tahun 5 Bulan 9 Hari.

“Kuliah itu utamanya ya akademik. Walau kuliah sambil kerja dan organisasi semua bisa dilaksanakan bersamaan dengan cara membuat skala prioritas,” ujar Unyil.

Wisudawan asal Danasari, Karangjambu, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah ini prestasi menjadi wisudawan terbaik ini merupakan kesempatan untuk “menaikkan derajat” orang tua.

“Aku dari keluarga yang kurang mampu, kalau bukan sekarang kapan lagi mau menaikkan derajat atau membanggakan mereka, mau kapan lagi. Ada orang tua dan keluarga lain yang bergotong royong mendukung saya sampai bisa kuliah bahkan lulus saat ini,” jelasnya.

Putra bapak Abdul Manaf dan Ibu Rumini ini ingin membuktikan putra dari seorang “bakul pindang” juga bisa sukses.

Pada saat menyampaikan sambutan sebagai wakil wisudawan, Unyil membuat permintaan khusus kepada Rektor.

“Ke Magelang naik sepeda, Jangan lupa membeli pita. Untuk bapak Rektor yang mulia. Boleh kah saya meminta beasiswa S2?,” pungkasnya saat menyampaikan sambutan disambut riuh suara dan tepuk tangan dari rekan wisudawan serta orang tua wisudawan.

Zidan Rizka Alhafidz, wisudawan dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan mendapat penghargaan menjadi wisudawan terbaik non akademik. Zidan memiliki sejumlah prestasi di lingkup artikel ilmiah, jurnal ilmiah dan olimpiade mahasiswa.

Zidan lulus dengan IPK 3,83 dengan masa studi 3 Tahun 5 Bulan 11 Hari. Yang menarik Zidan lulus tanpa skripsi atau menggunakan jalur artikel ilmiah sebagai pengganti skripsi.

“Judul artikel ilmiahnya Development of Teaching Materials for Popular Scientific Articles Using Contextual Approach for Grade VIII Students lolos publikasi di jurnal Sinta 3,” jelas wisudawan asal Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ini.

Putra bapak Istar Khoirudin dan Ibu Sunarni Kusmiatun ini mengaku sudah mulai merancang karya ilmiahnya mulai semester 6.

“Saat ada info dari jurusan bisa mengganti skripsi dengan artikel ilmiah, mulailah saya menyusun strategi. Bahkan saya memanfaatkan lokasi PPL (Praktek Pengalaman lapangan) sekaligus untuk mencari data pendukung jadi selesai PPL bisa langsung mengolah data,” lanjutnya.

Senada dengan Unyil, bahwa prestasi wisudawan terbaik ini merupakan persembahan untuk kedua orang tuanya. Tidak bisa dipungkiri selama mengkuliahkannya di Untidar pastinya banyak perjuangan yang mungkin tidak ditunjukan.

“Yang jelas bisa membanggakan orang tua, ini tujuan utama dari awal perkuliahan. Dan ternyata sekarang bisa jadi wisudawan terbaik,” pungkasnya.

Baik Septiawan “Unyil” dan Zidane juga mempunyai impian atau tujuan yang sama setelah lulus yaitu menjadi dosen/pengajar.

 

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Menapaki Jejak Sejarah, Untidar Anjangsana dan Gelar Ziarah

Menapaki Jejak Sejarah, Untidar Anjangsana dan Gelar Ziarah

Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-47, segenap pimpinan, dosen, serta tenaga kependidikan Universitas Tidar (Untidar) menyelenggarakan kegiatan ziarah dan anjangsana sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh yang berjasa dalam perjalanan institusi. Kegiatan ini dilaksanakan Rabu (9/4).

Menapaki Jejak Sejarah, Untidar Anjangsana dan Gelar Ziarah

Agenda diawali dengan anjangsana ke kediaman Rektor Untidar periode 2007-2018, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. Kunjungan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus sarana menggali nilai-nilai perjuangan dan kepemimpinan yang telah diwariskan oleh para pimpinan terdahulu dalam membangun dan mengembangkan Untidar.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., melalui sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting dalam menjaga kesinambungan sejarah dan nilai-nilai yang telah dibangun oleh para pendahulu. “Saya berharap kita semua diberikan kesempatan untuk terus menyambung sejarah dan menjaga kecintaan terhadap Untidar. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya mengenang, tetapi juga meneladani nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan, sehingga dapat kita lanjutkan untuk kemajuan Untidar ke depan,” tuturnya.

Rombongan melanjutkan ziarah ke makam Brigjen TNI (Purn.) dr. Soepandji yang berlokasi di TPU Bonoloyo, Surakarta. Almarhum merupakan rektor kedua Universitas Tidar yang memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan kampus.

Muhammad Daniel Fahmi Rizal, M.Hum., selaku ketua dalam kegiatan ini menjelaskan bahwa kegiatan ini telah menjadi program berkelanjutan yang digagas sejak lama dan terus dilaksanakan hingga kini karena memiliki nilai positif yang penting bagi institusi. “Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi tahunan Dies Natalis Untidar yang bertujuan untuk menanamkan nilai historis dan memperkuat ikatan emosional sivitas akademika terhadap perjalanan institusi. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat meneladani semangat perjuangan para pendahulu dalam memajukan Untidar,” ujar Daniel.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan yang dikenal dengan istilah Guru Kerta ini memiliki makna sebagai upaya mempelajari dan meneladani perjuangan para pendidik dan pendiri terdahulu. “Kita berkunjung ke para sesepuh yang dahulu memperjuangkan kampus ini, serta kepada yang telah berpulang untuk mempelajari perjuangan mereka. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi sarana pembelajaran bagi sivitas akademika untuk memahami dinamika Untidar dari masa ke masa,” harapnya.

Lebih lanjut, kegiatan ziarah dan anjangsana ini juga menjadi sarana untuk memperkuat rasa kebersamaan dalam keluarga besar Untidar, sekaligus memperkaya dokumentasi sejarah institusi yang masih terus dikembangkan. Dengan semangat Dies Natalis ke-47, Untidar berkomitmen untuk terus melanjutkan perjuangan para pendahulu serta meningkatkan kualitas sebagai perguruan tinggi negeri yang unggul dan berdaya saing.

 

Penulis: Suryanti

Editor: Humas Untidar

BRIDGE-HE sebagai Upaya Tangguh LPPM Untidar dalam Mendorong Penelitian Inklusif

Magelang — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untidar menyelenggarakan Inclusive Research Readiness Training pada Kamis (9/4) di Ruang Rapat Rektorat Lantai 4. 

Kegiatan ini diselenggarakan oleh LPPM Untidar melalui kerja sama dengan British Council. Sebanyak 35 peserta yang terdiri atas 15 dosen dan 20 mahasiswa aktif Untidar turut menghadiri kegiatan tersebut. Acara dimulai dengan sambutan Herpindo, S.Pd., M.Hum., selaku ketua kegiatan, dilanjutkan dengan pembukaan resmi acara secara simbolis.

“Melalui pelatihan ini, mendorong ketersediaan ruang bagi civitas akademika untuk memahami praktik inklusivitas di perguruan tinggi, terutama terkait persepsi dosen dan mahasiswa terhadap pemenuhan hak disabilitas agar dapat dicapai secara optimal,” ungkap beliau.

Selanjutnya, terdapat arahan dari moderator, Dr. Rochmat Aldy Purnomo, dengan pembagian peserta menjadi dalam empat kelompok yang melibatkan unsur dosen dan mahasiswa. 

Sesi utama workshop penelitian menghadirkan paparan dari narasumber Dr. Arni Surwanti, M.Si. selaku dosen dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Dalam materinya yang bertajuk Building Disability-inclusive Research Culture in Indonesian Higher Education (BRIDGE-HE)” beliau menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa difabel dalam penelitian perlu dipastikan sebagai bagian dari pelaksanaan tiga pilar tridarma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. 

“Perlunya penekanan prinsip no one left behind dalam pendidikan tinggi, sejalan dengan dasar penelitian inklusi yang mengacu pada UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang mencakup pada pola pendekatan penanganan berbasis human rights melalui penekanan 22 hak penyandang disabilitas, termasuk keterlibatan, fasilitas, dan penyesuaian pendekatan sesuai jenis disabilitas,” tegas Dr. Arni.

Terdapat sesi diskusi bersama yang menghadirkan pandangan dari peserta, yaitu Naufal Afif, S.A., M.Sc. selaku Dosen Program Studi Akuntansi dan Shofiyana sebagai mahasiswa Ilmu Administrasi. Kedua perspektif tersebut menyoroti keselaran Untidar yang telah menghadirkan pelatihan bahasa isyarat bagi sivitas akademika dalam upaya memberikan hak bagi penyandang disabilitas. 

Dilanjutkan dengan studi kasus, yaitu masing-masing kelompok mengidentifikasi proses penelitian berdasarkan kategori yang disiapkan berupa bidang ilmu difabel fisik, difabel intelektual, difabel psikososial serta difabel sensorik. Pemetaan bedah kasus tersebut, diupayakan memberikan solusi terkait adanya hambatan yang dirasakan penyandang disabilitas saat menyelesaikan penelitian yang dilalui. 

Peserta menyoroti pemanfaatan sumber perpustakaan seperti iUntidar, penetapan pola bimbingan yang terstruktur serta pemberian umpan balik konsultif pada mahasiswa penyandang difabel fisik. Hal yang sama juga disampaikan kelompok difabel intelektual melalui adanya pemetaan akar masalah, terkhusus pada kasus mahasiswa dengan kecenderungan anxiety, untrustworthy dan bipolar. 

Perlunya strategi dalam memahami kondisi mahasiswa terhadap produktivitas dan kualitas pembelajaran melalui rencana aksi berupa pembatasan topik, pengelolaan ritme belajar serta penetapan dateline. Dilanjutkan dengan dukungan teknologi speech-to-text sebagai fasilitas alih bahasa ilmiah agar sesuai dengan panduan penulisan terperinci pada mahasiswa dengan kondisi difabel sensorik.

Selanjutnya, hasil dari pemetaan masalah dari masing-masing kelompok akan diproses dan diteliti secara bersama, untuk mendapatkan luaran melalui pemaparan pada seminar berikutnya serta pengunggahan sebagai jurnal penelitian.

“Perlunya pembekalan kuat dalam memahami kebutuhan mahasiswa difabel dengan keterlibatan dukungan teknologi, termasuk penggunaan artificial intelligence serta komitmen perguruan tinggi terhadap fleksibilitas penyesuaian ketentuan akademik secara proporsional.” tambah Dr. Arni.

Bersama ini Untidar mewujudkan ekosistem riset yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan melalui diskusi, refleksi, dan kolaborasi. Karena pada akhirnya, riset yang bermutu bukan hanya tentang apa yang kita teliti tetapi tentang siapa yang kita libatkan didalamnya.

 

Penulis: Maura Deaazaria Firdanisahara
Editor: Humas Untidar

Eksplorasi Edukatif Siswa MAN Purworejo dalam Kunjungan Akademik ke Untidar

Universitas Tidar menerima kunjungan akademik dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purworejo dalam rangka kegiatan field study,Senin (6/4). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Kuliah Umum (GKU) H.R. Suparsono dan diikuti oleh 336 siswa kelas XI beserta pendamping.

“Untidar membuka kesempatan luas bagi calon mahasiswa melalui berbagai jalur penerimaan, baik berdasarkan prestasi maupun melalui tes setiap tahunnya. Sehingga, penting bagi calon mahasiswa untuk memahami sistem seleksi masuk perguruan tinggi secara detail agar dapat mempersiapkan diri dengan optimal. Harapannya, kunjungan ini dapat memberi gambaran Untidar sebagai pusat kegiatan akademik serta memahami pengembangan fasilitas yang telah dikembangkan sebagai upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan,” tutur Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAKK) Untidar, Bapak Drs. Giri Atmoko, M.Si. dalam sambutannya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video profil Untidar dengan menyajikan informasi mengenai profil institusi, program studi, fasilitas, serta kegiatan akademik dan nonakademik.

Selanjutnya, Miftahudin, M.Pd., selaku perwakilan Wakil Kepala Sekolah MAN Purworejo turut menyampaikan tujuan dari kegiatan  field study tersebut.“Kami berharap Untidar dapat memberikan kiat-kiat strategis kepada para siswa dalam menghadapi proses seleksi masuk perguruan tinggi, baik melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT),” ungkapnya.

Kegiatan tersebut  menunjukkan antusiasme dan minat siswa dengan adanya sesi tanya jawab bersama. Salah satu siswa MAN Purworejo, Ayu Anisa bertanya terkait peluang melanjutkan pendidikan jika tidak lolos SNBP atau SNBT, yang dijawab dengan penjelasan mengenai alternatif jalur penerimaan mahasiswa. Dilanjutkan dengan siswa lain, Nabil menyampaikan aspirasi serta harapannya agar Untidar dapat pengembangan program studi lain di Untidar.

Melalui kunjungan ini, siswa MAN Purworejo diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang dunia perkuliahan serta mempersiapkan studi lanjut secara optimal. Untidar juga berkomitmen menyediakan informasi yang transparan dan edukatif guna mendukung peningkatan akses pendidikan tinggi di Indonesia.

Penulis : Maura Deaazaria Firdanisahara

Editor : Humas Untidar

Siap Gelar UTBK 2026 : Untidar Pastikan Sistem dan Infrastruktur Optimal

Panitia Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Universitas Tidar melaksanakan kegiatan persiapan dan uji coba nasional sistem UTBK tahun 2026 pada Rabu–Kamis, 1–2 April 2026.

Kegiatan ini diselenggarakan di beberapa lokasi, yakni Laboratorium Komputer Kampus Tuguran Untidar, Laboratorium Komputer Kampus Sidotopo Untidar, serta dua sekolah mitra yaitu Laboratorium Komputer SMA Negeri 4 Magelang dan SMA Negeri 5 Magelang.

Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang ditunjuk sebagai pusat UTBK, Untidar melakukan serangkaian persiapan teknis dan simulasi secara menyeluruh. Kegiatan hari pertama difokuskan pada persiapan perangkat, khususnya pengaturan komputer agar dapat melakukan booting melalui USB flashdisk pada hari pertama. Dilanjutkan, hari kedua dilakukan uji coba dalam simulasi pelaksanaan ujian.

Kepala Unit Pelaksana Akademik (UPA) Teknologi Informasi dan Komunikasi, Ir. Andriyatna Agung Kurniawan, S.T., M.Eng., IPM., menjelaskan bahwa terdapat perubahan signifikan dalam sistem pelaksanaan UTBK tahun ini, khususnya di bidang teknologi informasi.

“Untidar ditunjuk menjadi pusat UTBK untuk melaksanakan UTBK di tahun 2026 ini. Perbedaannya, tahun sebelumnya hanya menginstal aplikasi ujian di komputer, sedangkan tahun ini sistem ujian sudah dibundel dalam booting menggunakan USB flashdisk. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kecurangan berbasis sistem seperti yang terjadi sebelumnya,” jelasnya, Kamis (02/04) saat ditemui setelah uji coba sistem selesai.

Ia menambahkan bahwa penggunaan sistem booting melalui flashdisk memungkinkan komputer hanya membaca sistem dari perangkat eksternal, sehingga lebih aman dari potensi manipulasi.

“Dengan sistem ini, komputer tidak lagi menggunakan sistem operasi bawaan, tetapi dari flashdisk yang sudah disiapkan. Tujuannya untuk meminimalisir kecurangan, karena tidak ada aplikasi lain yang bisa berjalan di dalam perangkat,” tambahnya.

Dalam uji coba nasional tersebut, Untidar mengoperasikan total 530 komputer dalam satu sesi, dengan dukungan lima server yang tersebar di Kampus Tuguran, Kampus Sidotopo, serta dua sekolah mitra. Secara keseluruhan, pusat UTBK Untidar menyiapkan 24 ruang laboratorium komputer untuk pelaksanaan ujian.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapannya agar pelaksanaan UTBK dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis.

“Harapannya, kedepan tidak ada gangguan, terutama pada jaringan listrik dan sistem, sehingga pelaksanaan UTBK di Untidar dapat berjalan tepat waktu dan tanpa hambatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pusat, Ir. Ibrahim Nawawi, S.T., M.T., IPM., menjelaskan bahwa kegiatan simulasi dan uji coba nasional ini merupakan bagian dari proses monitoring untuk memastikan kesiapan seluruh penyelenggara UTBK di Indonesia.

“Kegiatan monitoring dan uji coba ini bertujuan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana, seperti komputer dan jaringan internet, sudah siap digunakan serta tidak ada kendala teknis saat pelaksanaan UTBK 2026,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa simulasi tidak hanya berfokus pada perangkat, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang terlibat.

“Selain itu, kami memastikan seluruh petugas, mulai dari IT ruang, koordinator teknis, hingga panitia pelaksana, memahami tugas dan perannya masing-masing sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Untidar berharap pelaksanaan UTBK tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan bebas dari kecurangan, sekaligus menjadi langkah awal dalam menjaring calon mahasiswa unggul dari berbagai daerah di Indonesia.

UTBK adalah syarat utama untuk mengikuti Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT). Pelaksanaan UTBK akan berlangsung pada 21-30 April 2026 dilaksanakan serentak di 74 lokasi di seluruh Indonesia. Disarankan untuk peserta dari sekitar Magelang dan Kedu Raya bisa memilih Pusat UTBK Untidar sebagai lokasi tes. Selain mempertimbangkan kedekatan lokasi ujian, juga tersedia 10.600 kursi untuk tes.

Penulis : Aghna

Editor : Humas Untidar

Untidar Jemput Bola ke Medan, Gaet Siswa dan Guru Lewat Sospro PMB & “Profesor Mengajar”

Universitas Tidar berupaya memperluas jangkauan calon mahasiswa baru dengan menyasar wilayah Sumatra Utara. Bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Sumatra Utara, Untidar menggelar Sosialisasi dan Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (Sospro PMB) 2026 yang dirangkai dengan program “Profesor Mengajar” di Aula SMK Negeri 7 Kota Medan, Kamis (02/04).

Sebanyak 20 Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan dan 50 siswa kelas XI dari Medan dan sekitarnya mengikuti kegiatan ini. Program ini menjadi strategi Untidar untuk menjaring calon mahasiswa melalui jalur UTBK-SNBT dan seleksi mandiri, sekaligus memperkenalkan dunia perkuliahan sejak dini.

Ketua Tim Kerja Bidang Humas Untidar, Danu Wiratmoko, mengungkapkan bahwa Medan dipilih karena tren peningkatan jumlah mahasiswa asal Sumatra Utara yang kuliah di Untidar. Pada 2026 saja, tercatat 28 siswa dari provinsi ini lolos melalui jalur SNBP.

“Harapannya, dengan kami hadir langsung di sini, sekolah-sekolah di Sumatra Utara semakin mengenal Untidar, baik dari sisi eksistensi maupun prestasi,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa antusiasme para guru selama sesi berlangsung sangat tinggi. “Ini langkah awal untuk mewujudkan Untidar yang semakin majemuk, diisi mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Untidar, Prof. Dr. Ir. Suyitno, S.T., M.Sc., IPM., hadir sebagai penggagas sekaligus narasumber program “Profesor Mengajar”. Ia menekankan pentingnya membekali siswa dengan pemahaman tentang dunia pendidikan tinggi.

“Pendidikan tinggi menuntut kemandirian dalam mengambil keputusan masa depan. Karena itu, siswa perlu dibekali pengalaman, motivasi, dan pemahaman akan konsekuensi,” jelasnya. Ia juga mengajak peserta untuk berani bermimpi besar, yang disambut dengan antusias oleh para siswa.

Menurut Prof. Suyitno, konsep “two in one event” ini merupakan wujud implementasi nilai-nilai Tidar: Tangguh, Integratif, Dedikatif, Aktif, dan Responsif. “Kita ingin kegiatan ini tidak hanya efisien, tapi juga berdampak maksimal. Medan menjadi pilot project, dan ke depan diharapkan bisa diperluas ke kota lain,” ungkapnya.

Apresiasi juga datang dari Wakil Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Sumatra Utara, Halimah Harahap, S.Pd., M.Pd. Ia menyambut baik kehadiran Untidar dan berharap kegiatan ini mampu mendorong minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Salah satu peserta, Fadilah dari SMAN 14 Medan, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru. “Saya jadi lebih yakin untuk kuliah tahun depan. Sekarang saya juga punya alasan yang kuat untuk meyakinkan orang tua,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Untidar tidak hanya mempromosikan kampus, tetapi juga menanamkan semangat dan kesiapan generasi muda untuk melangkah ke jenjang pendidikan tinggi.

Penulis ; Farhan

Editor ; Humas Untidar

 

Untidar Gelar Syawalan Inspiratif, Dorong Budaya Kerja Profesional dan Berintegritas

Universitas Tidar menyelenggarakan kegiatan Penguatan Budaya Kerja dan Integritas dalam Rangka Peningkatan Kedisiplinan Pegawai di Lingkungan Universitas Tidar pada Selasa (31/3) di Gedung Kuliah Umum dr. H.R. Suparsono, Kampus Tuguran. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum halal bihalal atau syawalan dalam rangka Idul Fitri untuk mempererat silaturahmi antar civitas akademika.

Kegiatan menghadirkan Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A., pimpinan Pondok Lirboyo sekaligus Rektor Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, serta Adi Sulistyo, S.H., M.H., Ketua Tim Disiplin, Pensiun, dan Penghargaan Biro OSDM Kemendiktisaintek, serta dihadiri oleh seluruh elemen Untidar, meliputi pimpinan universitas, dosen, serta tenaga kependidikan.

Kegiatan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Yusuf Rangkuti, S.H., M.H., dilanjutkan dengan laporan ketua panitia, Ikhwan Alfath Nurul Fathony, S.Kom., M.Kom., dan sambutan oleh Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., sebagai Rektor Untidar.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Adi Sulistyo, S.H., M.H., terkait kebijakan terkini dari perwakilan kementerian, dengan fokus materi membangun budaya kerja profesional berdisiplin dan berintegritas.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa budaya kerja disiplin dan berintegritas menjadi landasan utama dalam membentuk kinerja organisasi yang efektif.

Ia juga menguraikan faktor-faktor yang memengaruhi budaya kerja, strategi penguatan yang dilakukan melalui area perubahan dengan menegaskan bahwa integritas menjadi nilai kunci yang harus dijunjung tinggi oleh setiap pegawai sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam menjalankan amanah institusi.

Selanjutnya, tausiyah dengan tema “Mempererat Ukhuwah dan Semangat Baru Pasca Ramadhan” disampaikan oleh Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan momentum pasca Ramadhan sebagai refleksi diri, khususnya dalam meningkatkan ketakwaan dan kualitas diri ke arah yang lebih baik.

“Setelah kita berpuasa, pertanyaannya adalah apakah kita hari ini merasa lebih bertakwa daripada hari-hari sebelumnya. Ini menjadi tantangan bagi kita semua, bahwa setiap hari harus lebih baik dari hari kemarin,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat ibadah dan perbaikan diri secara berkelanjutan sebagai wujud nyata dari nilai ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Setelah Ramadhan, semangat kita harus menjadi lebih baik, takwa kita lebih kuat, ibadah kita lebih semangat,” tambahnya.

Kemudian ia mengajak seluruh peserta untuk memaknai momen syawal sebagai ruang untuk memperbaiki hubungan antarsesama, melalui sikap saling memaafkan dan berbuat kebaikan. Ia menekankan bahwa memberi maaf dan berbuat baik merupakan bagian penting dari akhlak seorang muslim setelah menjalani ibadah Ramadhan.

“Pada momen yang mulia ini, mari kita membuka hati untuk saling memaafkan dan berbuat baik kepada sesama. Karena siapa yang berbuat baik kepada orang lain, maka Allah akan membalas dengan kebaikan pula,” ujarnya

Ia juga menambahkan kutipan dari Mark Twain, bahwa nilai kebaikan bersifat universal dan dapat dirasakan oleh siapa pun tanpa memandang latar belakang.

Kindness is the language which the deaf can hear and the blind can see. Siapa pun bisa merasakan kebaikan, bahkan orang yang tidak bisa melihat maupun mendengar sekalipun,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa oleh Akhmad Roqi Alawi, S.Sos., M.I.Kom., serta dilanjutkan dengan sesi halal bihalal dan makan siang bersama.

Melalui kegiatan ini, Untidar berharap penguatan budaya kerja, integritas, dan kedisiplinan dapat terus ditingkatkan, sehingga seluruh civitas akademika mampu menjalankan tugas secara profesional serta berkontribusi dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.

Penulis : Aghna

Editor : Humas Untidar

SNBP 2026 Untidar: 11.459 Ribu Peminat Rebutkan 936 Kursi

Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026. Hasil SNBP 2026 diputuskan berdasarkan hasil Rapat Seleksi dan Alokasi Penetapan Hasil Jalur SNBP Tahun 2026 pada tanggal 29–-30 Maret 2026.

Sesuai dengan jadwal, hasil SNBP Tahun 2026 diumumkan pada hari Selasa, 31 Maret 2026, mulai pukul 15.00 WIB. Pengumuman dilakukan melalui laman https://pengumuman-snbp.snpmb.id, dengan cara memasukkan Nomor Pendaftaran SNBP 2026 dan Tanggal Lahir Peserta sesuai dengan data diri yang telah teregistrasi pada sistem SNPMB.

“Jumlah peminat SNBP di Universitas Tidar Tahun 2026 mengalami kenaikan 728 peserta, dari  10.731 pada Tahun 2025 ke 11.459 peminat di Tahun 2026,” jelas Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Ir. Suyitno, S.T., M.Sc., IPM., saat ditemui Selasa (31/03).

Kenaikan jumlah peminat ini menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap Untidar sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang terus berkembang di Indonesia. Jumlah yang diterima di Untidar sebanyak 936 peserta, dengan rasio ketetatan 1 : 12,2.

Sejumlah program studi kembali menjadi primadona dalam SNBP Untidar 2026. Di antaranya: S1 Teknologi Informasi, S1 Teknik Industri, D3 Farmasi, S1 Manajemen, dan S1 Gizi. Podi S1 Teknologi Informasi menjadi prodi favorit pertama dengan jumlah peminat 410 dengan daya tampung 16 orang. Rasio ketetatannya 1 : 25,6.

Calon mahasiswa yang diterima berasal dari 29 provinsi dari seluruh Indonesia. Dengan jumlah prosentase paling banyak berasal dari Jawa Tengah sebanyak 80,4%.

Prof. Suyitno mengucapkan selamat kepada peserta lolos seleksi SNBP di Untidar. Bagi yang belum beruntung tetap semangat masih ada jalur SNBT dan Seleksi Mandiri Untidar.

“Jangan lupa mengecek alur registrasi mahasiswa baru di laman resmi Untidar segera setelah mendapatkan informasi lolos SNBP,” tambahnya.

Bagi peserta lolos SNBP di Untidar diwajibkan untuk segera melakukan registrasi ulang sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Proses ini menjadi tahap penting untuk memastikan status penerimaan sebagai mahasiswa resmi Untidar.

“Proses registrasi calon mahasiswa baru Untidar dilakukan secara daring dan luring. Diawali dengan proses pengisian borang sosial ekonomi secara online mulai 1 April 2026. Calon mahasiswa wajib membaca pengumuman resmi sebelum memulai registrasi,” jelas Koordinator SNBP Untidar, Cahyo Wibi Yogiswara, S.T., M.Eng.

Untuk informasi lengkap mengenai tata cara registrasi, jadwal, serta persyaratan dokumen, calon mahasiswa diminta untuk mengakses laman resmi www.untidar.ac.id atau um.untidar.ac.id

Untidar juga mengimbau seluruh calon mahasiswa untuk rutin memantau website resmi agar tidak tertinggal informasi penting selama proses registrasi berlangsung.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Wisata Petik Melon Untidar: Integrasi Inovasi dan Kewirausahaan Berbasis Agroteknologi yang Edukatif

Magelang — Untidar kembali menghadirkan inovasi program berbasis agroteknologi melalui kegiatan “Wisata Petik Melon Untidar” yang diselenggarakan pada tanggal 25–27 Maret 2026 di kawasan Bandongan Teaching Farm. Program ini menjadi bagian dari pengembangan unit usaha yang dikelola oleh UPA Agroteknologi. Target utama pengunjung dalam kegiatan ini adalah sivitas akademika Untidar, namun secara terbuka juga ditujukan untuk masyarakat umum.

“Program ini sudah dimulai sekitar bulan Agustus, dan saat ini kami sudah memasuki panen berikutnya. Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk, namun hanya membayar sesuai berat melon yang dipetik,” ujar Ahmad Kholil selaku pengelola kebun di Bandongan Teaching Farm

Kegiatan tersebut berjalan dengan sistem self-harvesting, di mana pengunjung memetik langsung buah melon, kemudian dilakukan penimbangan untuk menentukan harga berdasarkan berat per kilogram. Jenis melon yang dibudidayakan merupakan varietas premium dengan kualitas unggul seperti melon berwarna kuning (jenis Lavender) dan melon hijau (jenis The Blues).

“Metode penanaman melon di sini menggunakan sistem hidroponik, sehingga nutrisi dan sirkulasi air dapat dikontrol setiap hari sebagai antisipasi terhadap potensi gangguan jamur dan ketidakseimbangan nutrisi,” imbuhnya.

Selanjutnya, pengunjung yang tertarik dapat memperoleh penjelasan edukasi mengenai teknik penanaman, proses pertumbuhan, hingga waktu panen optimal. Waktu operasional kunjungan tersebut berlangsung pada pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dengan waktu terbaik untuk memetik melon umumnya pada sore hari karena kondisi suhu yang lebih stabil.

Kegiatan ini turut mendapatkan respons positif dari pengunjung. Bu Nia, salah satu pengunjung dari Wilayah Dumpoh, Magelang, menyampaikan bahwa pengalaman memetik melon secara langsung memberikan kesan yang menarik. 

“Citarasa dari buah melon disini enak dan berbeda, teksturnya lebih renyah dibanding melon pada umumnya, sehingga saya minat untuk kembali berkunjung bersama keluarga,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan Keuangan dan Umum Untidar, Sulistyaningrum, S.E. di hari pertama turut mengunjungi sekaligus menilai bahwa kualitas melon yang dihasilkan memiliki nilai unggul dan layak untuk dipasarkan secara luas. 

“Kualitas dari buah melon yang dipetik sudah bagus dan berbeda dengan melon yang biasa dijual di pasaran. Kegiatan Wisata Petik Melon ini berpotensi besar untuk dikembangkan melalui dukungan promosi yang lebih luas serta peningkatan kapasitas produksi.” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Untidar menegaskan komitmennya dalam pengembangan agrowisata inovatif yang meningkatkan partisipasi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan lokal. Sebagai informasi tambahan, Untidar merencanakan perluasan komoditas melalui budidaya anggur yang masih dalam tahap pertumbuhan, guna mendorong nilai ekonomi hasil pertanian serta penguatan pertanian berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Penulis: Maura Deaazaria Firdanisahara
Editor: Humas Untidar