Dukung Ketahanan Pangan, Dosen Untidar Terapkan Kincir Air Modern di Desa Bondowoso

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penerapan Kincir Air Modern untuk Efisiensi Energi Kelompok Tani di Desa Bondowoso” dan dilaksanakan pada (26/10) di Layar Sasiro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ir. Arrizka Yanuar Adipradana, S.T., M.Eng., selaku Ketua Tim Pengusul Pengabdian Masyarakat sekaligus dosen Fakultas Teknik Untidar. Tim pelaksana terdiri dari dosen Fakultas Teknik dan mahasiswa MBKM, antara lain Raka Mahendra Sulistiyo S.T., M.Sc., D Jayus Nor Salim M.Kom., Sekar Kinasih, dan Isnaeni Bagaskoro.

Menurut Yanuar, kegiatan ini telah dimulai sejak beberapa bulan sebelumnya melalui proses perancangan dan pembuatan kincir air modern sebagai teknologi tepat guna. “Kami memfabrikasi kincir air modern, melakukan uji coba di lapangan, dan kini memberikan penyuluhan serta diskusi dengan kelompok tani mengenai penerapannya untuk mendukung ketahanan pangan,” jelasnya.

Sebanyak 20 anggota kelompok tani dari Desa Bondowoso mengikuti kegiatan ini. Selama kegiatan berlangsung, terdapat tiga sesi pemaparan materi seputar penerapan kincir air modern, digital marketing hasil pertanian, hingga perawatan kincir air modern.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, program ini mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Desa dan sejalan dengan program nasional Asta Cita Presiden RI, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan ketahanan pangan nasional.

“Harapannya, transfer teknologi tepat guna ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh kelompok tani agar produktivitas pertanian meningkat, terutama saat musim kemarau,” ungkap Yanuar.

Ketua Kelompok Tani Bondowoso, Agus Sunaryo, menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Kegiatannya sangat membantu, bisa menambah pengetahuan tentang kincir air dan digital marketing. Jadi kami jadi lebih paham bagaimana teknologi ini bisa diterapkan di pertanian,” ungkapnya.

Ia juga berharap perguruan tinggi dapat terus hadir di tengah masyarakat. “Kami sebagai petani rata-rata sudah berusia di atas 40 tahun, jadi kami berharap pihak perguruan tinggi lebih proaktif lagi dalam mendampingi kami,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Tidar berharap dapat terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi teknologi dan penerapan hasil penelitian, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Pelatihan Public Speaking Bagi Para Petugas Protokol Universitas Tidar

Magelang, 23 Oktober 2025 — Protokol Universitas Tidar (UNTIDAR) menggelar kegiatan Pelatihan Public Speaking bagi para petugas protokol dengan tema “Etika dan Cara Berkomunikasi dalam Penyambutan dan Pendampingan Tamu Pimpinan”, bertempat di GKU dr.H.R Suparsono. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan profesionalisme petugas protokol di lingkungan UNTIDAR.

Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 50 Petugas Protokol dari berbagai unit kerja di UNTIDAR dan 10 orang Duta Untidar yang selama ini berperan penting dalam mendukung kelancaran kegiatan resmi UNTIDAR khususnya yang melibatkan pimpinan dan tamu kehormatan. Acara tersebut sebelumnya dilaksanakan secara online pada tanggal 7 sampai 9 Oktober 2025 dan hari ini 23 Oktober dilaksanakan secara offline.

Acara dibuka dengan laporan kegiatan yang disampaikan oleh Yogi Prayogo, S.H., M.H. selaku Ketua Tim Kerja Bidang Hukum, Reformasi Birokrasi, dan Protokol. Dalam laporannya disampaikan bahwa tujuan pelaksanaan Pelatihan Public Speaking ini adalah untuk menambah value atau nilai tambah kita dalam berkomunikasi yang baik dan efektif serta memberikan servis yang baik untuk menyambut tamu tamu pimpinan. Kemampuan berbicara di depan umum dan memahami etika komunikasi merupakan keterampilan yang wajib dimiliki oleh petugas protokol.

Rektor Universitas Tidar,Prof. Dr. Sugiyarto,M.Si. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, Rektor berharap melalui pelatihan ini tidak hanya mempelajari komunikasi tapi juga perangkat pendukung dan struktur cara berkomunikasi.  ‘Kami yakin Untidar semakin besar maka tuntutan semakin komplek maka dari itu petugas  Protokol kita harus memperkuat dan menyempurnakan SOP yang benar dan komunikasi yg baik harapan besar kegiatan ini terlaksana semoga protokol Untidar semakin berkembang dan manfaat”

Materi pelatihan disampaikan oleh Coach Riko Abu AlFatih, sebagai Founder & CEO Kamilatih. Dalam pelatihan diajarkan berbagai teknik berbicara di depan publik, bahasa tubuh yang tepat, serta strategi membangun kesan pertama yang positif saat menyambut tamu resmi.

Selain teori, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan simulasi penyambutan tamu pimpinan dan praktik public speaking dalam berbagai situasi formal. Melalui kegiatan ini, peserta dapat langsung mempraktikkan keterampilan komunikasi efektif dan mendapatkan umpan balik langsung dari narasumber.

Pelatihan ini diharapkan mampu menumbuhkan sikap profesional, sopan santun, dan ketepatan dalam berkomunikasi, sehingga petugas protokol Untidar semakin siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan berintegritas tinggi. Pelatihan Public Speaking dan Etika Komunikasi ini menjadi bagian dari komitmen Untidar untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang keprotokolan.

Penulis : Farhan Shulton Yaulhaq

 

Ferseri dan Muhadharah V UNTIDAR

Magelang (22/10) — Universitas Tidar (Untidar) kembali menggelar ajang bergengsi tahunan Festival Rebana dan Seni Religi V (Ferseri)  serta Lomba Muhadharah 2025 yang mencapai puncaknya dilaksanakan di Gedung Kuliah Umum  dr. HR. Suparsono Untidar, pada Rabu (22/10).

FERSERI dan Mudharabah V UNTIDAR

Kegiatan ini diikuti oleh 18 dari  Perguruan Tinggi di Indonesia. Setidaknya,  300 peserta berkompetisi dalam berbagai cabang lomba, seperti Festival Rebana Nasional, Musabaqah Hifdzil Qur’an, Musabaqah Khattil Qur’an, Musabaqah Tilawatil Qur’an, Musabaqah Essay Qur’an, dan Musabaqah Desain Aplikasi Qur’an. Acara tersebut terselenggara mulai dari bulan September 2025 melalui ajang penyisihan.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto,M.Si. menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap terselenggaranya kegiatan ini. “Sebagai akademisi kita tidak boleh lepas dari seni, agama, dan adab budaya. Harapan besar bagi kegiatan ini yang sudah ke 5 terlaksana semoga berlanjut terus semakin besar dan berkah.” Sebutnya.

Prof. Sugiyarto menambahkan, Ferseri dan Muhadharah bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk menumbuhkan gagasan, kreativitas, dan inovasi dalam bidang keagamaan dan budaya. “Melalui kegiatan ini, kita harapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan semangat keagamaan dalam membangun adab di Era modern ini,” imbuhnya.

FERSERI dan Mudharabah V UNTIDAR

Puncak acara ditandai dengan pengumuman para pemenang lomba Ferseri V dan Muhadharah, disertai penyerahan hadiah dan sertifikat oleh Rektor Untidar. Antusiasme peserta dan penonton tampak dari penuhnya auditorium, menandai keberhasilan panitia dalam menyelenggarakan kegiatan yang inspiratif dan berkesan.

Berikut adalah hasil perolehan kejuaraan tiap kategori lomba:

No

Kategori Lomba

Juara

Nama Peserta

Asal

1.

Festival Rebana Nasional (FRN)

Juara 1

Khalilurrahman

Universitas Sebelas Maret

Juara 2

Al-Ihya Usman

Universitas Jenderal Soedirman

Juara 3

JQH Al-Furqon

UIN Salatiga

Juara Harapan 1

Syubanul Undip

Universitas Diponegoro

Juara Harapan 2

Shoutul Fata

Universitas Tidar

2.

Musabaqah Khattil Qur’an (MKQ)

Juara 1

Muhammad Arifin

UIN Salatiga

Juara 2

Sigit Supriono

Universitas Tidar

Juara 3

Ayu Dina Karisma

LDKN INISNU Temanggung

Juara Harapan 1

Suci Pratiwi

UIN KH Abdurrahman Wahid

Juara Harapan 2

Dina Nur Hidayah

LDKN INISNU Temanggung

3.

Musabaqah Tilawah Qur’an (MTQ)

Juara 1

Muhammad Ilham Akbar

Universitas Tidar

Juara 2

Mohamad Lukman Khakim

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Juara 3

Azahra Luthfiana Fauzia

Universitas Diponegoro

Juara Harapan 1

Ahmad Rasit

Universitas Islam Raden Rahmat

Juara Harapan 2

Mohammad Aqila Hakim

Universitas Diponegoro

4.

Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ)

Juara 1

Roihan Rivqi Rihazhatul ‘Aisy

UIN Sunan Ampel Surabaya

Juara 2

Hilwa Aqila Salsabila

UIN Sunan Ampel Surabaya

Juara 3

Ricky Ardiyansyah

UIN Malik Ibrahim Malang

Juara Harapan 1

Sausan Nur Rofiqoh Khozin

Universitas Negeri Malang

Juara Harapan 2

Mhd Taufik Hasani Lubis

UIN Walisongo Semarang

5.

Musabaqah Desain Aplikasi Qur’an  (MDAQ)

Juara 1

Auliyah Puspita Dwi Mulyono

Universitas Negeri Surabaya

Juara 2

Ananda Rachmawati Purwanto

Universitas Diponegoro

Juara 3

Khuriyatul Lailiyah

Universitas Tidar

Juara Harapan 1

Akbar Masrukhan

Universitas Tidar

Juara Harapan 2

Mochamad Muzaky Abdur Rohman

UIN Maulana Malik Ibrahim

6.

Musabaqah Essay Qur’an (MEsQ)

Juara 1

Subhakti Hasanah

Universitas Tidar

Juara 2

Dwi Damara Agasta

Universitas Negeri Malang

Juara 3

IIlma Nafi’ Nur Hidayah

Universitas Brawijaya

Juara Harapan 1

Muhammad Ulinnuha

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Juara Harapan 2

Istianah Thoyyibah

UIN Sunan Ampel Surabaya

Penulis : Farhan Shulton Yaulhaq, Gita  Puspita Rakhmawati
Editor : Humas Untidar

JDIH Universitas Tidar Raih Nilai Tertinggi Kategori Perguruan Tinggi dalam Penilaian Kinerja JDIHN 2024

Magelang, 20 Oktober 2025 – Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Universitas Tidar (Untidar) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan hasil Penilaian Kinerja Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional Tahun 2024 yang dikeluarkan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, JDIH UNTIDAR berhasil meraih nilai 96, menempatkannya di posisi teratas di antara perguruan tinggi anggota JDIH di Indonesia.

Hasil tersebut tercantum dalam surat resmi BPHN Nomor PHN.4-HN.03.05-16603 tanggal 17 Oktober 2025 yang ditandatangani oleh Saefur Rochim, Kepala Pusat Layanan Literasi Hukum dan Pembinaan JDIHN. Penilaian ini dilakukan dalam rangka memastikan kualitas tata kelola dokumentasi dan informasi hukum di seluruh anggota JDIHN agar terpadu, terintegrasi, serta mudah diakses publik.

Penilaian mencakup berbagai aspek, antara lain kelembagaan, pengelolaan konten hukum, keterbaruan data, integrasi sistem dengan portal nasional JDIHN, serta inovasi layanan digital.

Dr. Astuty, M.Pd selaku Plt. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum menyampaikan apresiasi atas capaian ini. “Nilai 96 menjadi bukti nyata komitmen Universitas Tidar dalam mengembangkan sistem dokumentasi hukum yang modern, transparan, dan mendukung tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel. Capaian ini akan terus kami tingkatkan dengan memperkuat inovasi layanan hukum berbasis digital,” ujarnya.

Capaian ini sekaligus melengkapi kinerja baik JDIH Untidar setelah pada bulan April 2025 meraih predikat Pengelola Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Terbaik Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 kategori Perguruan Tinggi. Dua prestasi berturut-turut ini menunjukkan konsistensi JDIH Untidar dalam mewujudkan tata kelola dokumentasi hukum yang unggul di tingkat daerah maupun nasional.

Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara pengelola JDIH, serta dukungan penuh pimpinan Untidar. Sepanjang tahun 2024, JDIH Untidar aktif memperbarui basis data produk hukum, meningkatkan kualitas tampilan dan fungsi website JDIH, serta memperkuat integrasi sistem dengan portal JDIHN Nasional.

Dengan capaian tersebut, JDIH Universitas Tidar diharapkan menjadi model pengelolaan JDIH perguruan tinggi yang efektif dan inspiratif, sekaligus berkontribusi nyata dalam mendukung visi BPHN untuk mewujudkan “Satu Data Hukum Indonesia.”

 

 

Penulis : Farhan Shulton Yaulhaq

Editor : Humas Untidar

Wali Kota Magelang Komitmen Gandeng Kampus, Hadiri Diskusi Mahasiswa Fakultas Teknik Untidar

Magelang – Wali Kota Magelang, H. Damar Prasetyana, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Training Legislatif Dasar (TLD) yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Teknik Universitas Tidar, Sabtu (18/10/2025), bertempat di Gedung Fakultas Teknik 3.

Kegiatan yang mengusung materi Analisis Kebijakan Publik ini diikuti oleh puluhan mahasiswa perwakilan organisasi kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Teknik. Tujuannya untuk menanamkan kemampuan berpikir kritis, analitis, serta memperluas wawasan mahasiswa terhadap proses perumusan kebijakan publik yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Dalam pemaparannya, Wali Kota Magelang menekankan pentingnya penyusunan kebijakan publik yang berbasis data, terhubung dengan konektivitas media publik, serta berlandaskan literasi dan keterlibatan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa kondusivitas kota memiliki pengaruh besar terhadap pembangunan, dan kehadiran investor pun tidak terlepas dari stabilitas sosial dan politik di daerah.

“Kebijakan publik yang baik harus lahir dari keterlibatan masyarakat. Pemerintah perlu membuka ruang dialog, misalnya melalui Focus Group Discussion (FGD), untuk memantau kegiatan masyarakat dan memastikan arah kebijakan sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Damar.

Lebih lanjut, Damar mengutip gagasan dari Plato dalam bukunya Republik, bahwa idealnya kebijakan publik adalah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan bahwa tugas pemerintah bukan hanya membuat peraturan, tetapi juga memandu masyarakat agar tidak bingung dalam menjalani kehidupan, serta menjamin kesejahteraan bersama.

“Kita adalah bangsa yang kuat, tapi sayangnya masih sering menjadi objek, bukan subjek pembangunan. Pemerintah Kota Magelang berkomitmen untuk terus menggandeng kampus dalam membangun peradaban melalui kolaborasi dan pendidikan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Magelang menyediakan beasiswa bagi 200 anak berprestasi, sebagai bentuk nyata dukungan terhadap peningkatan kualitas SDM daerah. Ia turut menekankan pentingnya etika dan integritas dalam setiap kebijakan publik, karena hal itu menjadi pembeda antara satu pemimpin dengan pemimpin lainnya.

Mengutip Syekh Abdul Qadir Jailani, Damar menegaskan bahwa yang dibutuhkan bukan hanya orang yang pintar, tetapi juga orang yang beradab. Prinsip tersebut menurutnya menjadi fondasi penting dalam membangun pemerintahan yang berkarakter dan berkeadilan.

Selain itu, ia juga mengajak mahasiswa untuk merefleksikan prinsip kepemimpinan melalui empat nilai utama, yaitu humanisme dalam pelayanan, inovasi dan keberlanjutan, kolaborasi dan keterbukaan, serta kemampuan strong listening dalam menjaring aspirasi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Kegiatan Training Legislatif Dasar, Ivan Juliadi, menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritis di kalangan mahasiswa Fakultas Teknik.

“Saya berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan pola pikir kritis dan analitis, sehingga peserta mampu melihat permasalahan dari berbagai sudut pandang dan menemukan solusi yang solutif serta berkeadilan. Mahasiswa juga diharapkan mampu bertindak cerdas dalam pengambilan keputusan, baik dalam konteks organisasi maupun kehidupan bermasyarakat, dengan dasar etika, logika, dan data yang kuat,” ujar Ivan.

Kegiatan TLD ini menjadi salah satu agenda tahunan DPM Fakultas Teknik yang berfokus pada pembinaan karakter dan kepemimpinan mahasiswa, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berbasis pengetahuan dan nilai kemanusiaan.

 

Penulis : Humas Untidar

Editor : Humas Untidar

Direktur Pukat UGM di Fakultas Teknik Untidar: Bongkar Strategi Jitu Perangi Korupsi dalam Seminar Nasional Anti Korupsi

Magelang – Fakultas Teknik Universitas Tidar (Untidar) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Anti Korupsi yang interaktif. Seminar ini menghadirkan Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM, Dr. Totok Dwi Diantoro, S.H., M.A., LL.M., dan perwakilan dari Kejaksaan Negeri Kota Magelang, Wishnu Hayu K, S.H., M.H.Li, sebagai narasumber utama.

Mengusung tema “Penguatan Pemahaman Peran Legislasi, Reformasi Birokrasi, dan Zona Integritas di Fakultas Teknik,” kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu (15/10/2025) bertempat di Gedung dr. H. R. Suparsono Universitas Tidar Kampus Tuguran.

Kejaksaan Tegaskan Peran Masyarakat dan Ancaman Hukuman Bagi Koruptor

Sesi pertama diisi oleh Wishnu Hayu K dari Kejaksaan Negeri Kota Magelang. Beliau memaparkan secara gamblang mengenai alur penindakan jika terjadi indikasi tindak pidana korupsi. Dalam kesempatan tersebut, Kejaksaan menekankan bahwa peran serta dan partisipasi aktif masyarakat sangat krusial dalam upaya penindakan.

Selain itu, narasumber juga mengingatkan para peserta mengenai konsekuensi hukum bagi pelaku korupsi, yang meliputi pidana penjara, pidana denda dan uang pengganti, hingga kemungkinan pidana mati pada kondisi-kondisi tertentu yang diatur oleh undang-undang.

Pukat UGM Soroti Indeks Korupsi dan Strategi Pencegahan Organisasi

Sementara itu, Dr. Totok Dwi Diantoro selaku Direktur Pukat UGM memaparkan data yang cukup mengkhawatirkan. Beliau menegaskan bahwa Indeks Persepsi Korupsi (IPK) di Indonesia Tahun 2024 masih berada di angka 37/100. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih tertinggal di bawah skor rata-rata global (43) dan skor Asia Pasifik (44).

Berdasarkan kajian yang mendalam, Dr. Totok kemudian membeberkan strategi jitu untuk pencegahan korupsi di tingkat organisasi. Beberapa upaya pencegahan yang efektif tersebut meliputi:

  1. Komitmen Pemimpin
  2. Penilaian Resiko Korupsi
  3. Due Diligence/ Uji Kelayakan
  4. Pendidikan dan Pelatihan
  5. Penanganan, Pelaporan, dan Investigasi
  6. Pengawasan, Pemantauan, dan Evaluasi

Dukungan Penuh Fakultas~ Teknik untuk ZI dan WBK

Al Iza Trimulyanta selaku Ketua DPM Fakultas Teknik menjelaskan bahwa seminar ini adalah wujud nyata komitmen kampus. “Kegiatan ini sebagai bentuk kerja sama DPM FT dengan Tim Pembangunan Reformasi Birokrasi dan Zona Integritas Fakultas Teknik dalam mendukung program pemerintah membangun Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM),” ungkap Al Iza Trimulyanta.

 

Penulis : Humas Untidar

Editor : Humas Untidar

Ratusan Siswa SMA dari Yogyakarta geruduk Universitas Tidar, Ada Apa?

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) digeruduk 252 siswa SMA Negeri 2 Banguntapan Bantul dan 59 siswa SMA SahabatQu, Sleman pada Rabu (9/10) di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H.R. Suparsono, Kampus Tuguran. Bukan untuk tawuran, ternyata mereka melakukan kunjungan studi untuk mengenal dunia kampus lebih jauh. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih dekat lingkungan akademik dan fasilitas yang dimiliki Untidar kepada para siswa, sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai kehidupan perkuliahan di perguruan tinggi negeri yang berlokasi di Magelang tersebut.

Kepala Bagian Akademik Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama Universitas Tidar, Wahyu Andriyanto, S.A.P., menyampaikan bahwa kunjungan edukatif ini merupakan salah satu bentuk komitmen Untidar dalam memperluas akses informasi pendidikan tinggi.

“Harapannya, para siswa dapat mengenal lebih jauh seperti apa Universitas Tidar itu, mulai dari fasilitas, prestasi mahasiswa, hingga akreditasi program studi. Kami ingin mereka mendapatkan gambaran utuh agar bisa menjadikan Untidar sebagai pilihan kuliah di masa depan,” jelasnya.

Beliau menambahkan, kegiatan semacam ini juga menjadi media bagi siswa untuk melihat langsung suasana akademik kampus dan memahami potensi Magelang sebagai kota pendidikan dan wisata. “Biasanya, rombongan siswa juga melanjutkan kunjungan ke destinasi wisata edukatif seperti Ketep, Borobudur, atau Museum BPK RI,” imbuhnya.

Salah satu peserta, Levy, dari SMA Negeri 2 Banguntapan, mengungkapkan kesan positifnya terhadap kegiatan ini. “Aulanya keren banget, luas, dingin, dan nyaman. Kegiatannya juga menarik, karena dari awal sampai akhir dijelasin semua tentang kampus, jadi kita gak perlu tanya-tanya lagi,” ujarnya dengan antusias.

Melalui kegiatan kunjungan edukatif ini, Universitas Tidar berharap dapat membuka wawasan para siswa SMA tentang dunia perkuliahan sekaligus menumbuhkan motivasi untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya di Universitas Tidar.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Danu Wiratmoko

Untidar Raih Pendanaan Erasmus+, Perkuat Kolaborasi Internasional Lewat Program FIND4S

Magelang –  Universitas Tidar (Untidar) memperluas kiprahnya di kancah internasional melalui program Food Innovation and Education for Sustainable Society (FIND4S, baca: Find Force) yang dihelat Senin (6/10), di Ruang Multimedia, Kampus Tuguran. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari konsorsium internasional yang didanai oleh Erasmus+ Uni Eropa dan melibatkan tujuh universitas di Indonesia serta empat mitra dari Eropa.

FIND4S berfokus pada pengembangan dan peningkatan kurikulum studi Teknologi Pangan agar lebih adaptif terhadap tantangan global, terutama dalam bidang inovasi pangan berkelanjutan. Dalam kesempatan ini hadir perwakilan dari universitas luar negeri di Eropa, yakni Prof. Jan Van Impe, Monika Polanska, Ph.D., dan Satyajeet Bhonsale, Ph.D. (KU Leuven, Belgia), Prof. Jean Titze (Anhalt University of Applied Science, Jerman), Prof. Rui Morais dan Prof. Alcina Morais (Catholic University of Portugal), serta Dr. Rajat Nag (University College Dublin, Irlandia).

Dosen Program Studi Teknologi Pangan Universitas Tidar sekaligus Kepala Laboratorium Gizi, Teknologi Pangan dan Farmasi, Muhammad Iqbal Fanani Gunawan, S.T.P., M.Si. menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara universitas-universitas di Indonesia dengan mitra Eropa dalam rangka penguatan kurikulum.

“FIND4S ini merupakan kegiatan konsorsium yang kami ajukan bersama Undip sebagai koordinator Indonesia ke Erasmus+. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas kurikulum teknologi pangan di Indonesia melalui kolaborasi dengan universitas-universitas Eropa,” jelasnya.

Iqbal menambahkan bahwa program FIND4S akan berjalan hingga tahun 2027 dan menjadi tonggak penting bagi Untidar karena ini merupakan kali pertama Untidar mendapatkan pendanaan dari Erasmus+. Selain sesi diskusi kurikulum, kegiatan di Untidar juga diisi dengan pemaparan kuliah umum dari perwakilan universitas Eropa yang hadir.

“Saya harapkan FIND4S ini bisa memberikan manfaat dan dampak yang baik bagi program Teknologi Pangan. Semoga dosen-dosen Universitas Tidar semakin semangat mencari pendanaan dan memperluas kerjasama, agar bisa memiliki lebih banyak jejaring dengan universitas luar negeri. Sebenarnya, peluang program kolaborasi dan pendanaan internasional itu banyak sekali, tinggal bagaimana kita aktif menjangkau dan memanfaatkannya.” Pungkasnya.

Melalui kolaborasi ini, Universitas Tidar berharap dapat memperkuat jejaring internasional, meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa, serta memperluas peluang kerja sama global di bidang pendidikan dan penelitian, khususnya dalam pengembangan inovasi pangan berkelanjutan.

Penulis: Aghna 

Editor: Danu 

Universitas Tidar Anugerahkan Penghargaan Pemustaka Teraktif,Apresiasi dan Dorong Semangat Literasi

Magelang – Perpustakaan Universitas Tidar anugerahkan penghargaan kepada 39 pemustaka terpilih yang secara aktif berkunjung dan meminjam buku, baik secara fisik maupun daring melalui iUntidar. Penganugerahan penghargaan tersebut dilaksanakan berdampingan dengan Workshop Akses Jurnal Internasional Wiley di Gedung Kuliah Umum dr. H.R. Suparsono, Kampus Tuguran, Senin (06/10).

Apresiasi tersebut merupakan langkah strategis Perpustakaan Untidar dalam mendorong ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan, terlebih dii tengah transformasi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran, literasi, dan informasi. “Partisipasi aktif pemustaka menjadi tolak ukur keberhasilan layanan perpustakaan,” sebut Ginanjar Kurniawan, salah  satu pustakawan Perpustakaan Untidar. Ginanjar menambahkan pemustaka yang aktif memanfaatkan fasilitas perpustakaan tidak hanya menunjukkan minat dan semangat belajar yang tinggi, tetapi juga turut mendukung budaya akademik yang berorientasi pada literasi informasi.

Penghargaan Pemustakan Teraktif ini sekaligus menjadi  wujud nyata dari komitmen UPA Perpustakaan Untidar. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya tahun ini sebagai tahun kedua penganugerahan penghargaan  Pemustaka Teraktif. 

Penghargaan ini terbagi dalam tiga kategori, yaitu: mahasiswa, tenaga kependidikan, dan tenaga pendidik. Tahun 2025 ini tterdiri dari 24 mahasiswa, 4 tenaga kependidikan, dan 11 tenaga pendidik.

Berikut daftar penerima penghargaan :

Pemustaka Teraktif Universitas Tidar

  1. Kategori Mahasiswa
  2. Anisa Zulfatul Janah, prodi S1 Agroteknologi
  3. Aulia Salwa Azizah, prodi S1 Teknik Elektro
  4. Ananda Putri Haryanti, prodi S1 Ilmu Administrasi Negara
  5. Niken Puji Rahayu, prodi S1 Akuntansi
  6. Muhammad Bagus Septiawiguna, prodi S1 Agroteknologi
  7. Erie Anggita, prodi S1 Peternakan
  8. Alia Nurul Hidayah, prodi S1 Pendidikan Matematika
  9. Farida Melladewi, prodi S1 Agribisnis
  10. Nasatifah, prodi S1 Agribisnis
  11. Aura Zulia Dwi Rahmawati, prodi S1 Ekonomi Pembangunan
  12. Netti Christina Pardosi, prodi S1 Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia
  13. Vely Kamahayani, prodi S1 Akuntansi
  14. Auliyana Chusna Afida, prodi S1 Ekonomi Pembangunan
  15. Nurul Tri Inayah, prodi S1 Manajemen
  16. Afifah Hanifah, prodi S1 Manajemen
  17. Nur Fitrianingsih, prodi S1 Agroteknologi
  18. Norifah Fuji Lestari, prodi S1 Ilmu Komunikasi
  19. Nurul Atiqa, prodi S1 Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia
  20. Arengga Melati Swandari, prodi S1 Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia
  21. Syabrina Eka Nur Oktafiani, prodi S1 Agribisnis
  22. Nastiti Lestari, prodi S1 Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia
  23. Aditya Arif Pratama, prodi S1 Hukum
  24. Muhamad Arya Brahma Putra, prodi S1 Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia
  25. Dias Lucky Ardiansyah, prodi S1 Teknik Sipil    

Kategori Tenaga Kependidikan

  1. Pipi Garnita, Subbagian Tata Usaha dan Barang Milik Negara, Bagian Umum, BPKU
  2. Agustinus Ambang Purnomo, Bagian Akademik, BAKK
  3. Sarwindyah Dwi Purningsih, Subbagian Tata Usaha dan Barang Milik Negara, Bagian Umum, BPKU
  4. Ayu Nur Annisa Ramadhani, Fakultas Pertanian                                             

Kategori Dosen

  1. Risky Via Yuliantari, dosen S1 Teknik Elektro
  2. Rahayu Wulan, dosen S1 Teknologi Pangan
  3. Sri Wulandari, dosen S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
  4. Agung Purnomo, dosen S1 Teknik Mesin
  5. Fauziah Eka Permadani, dosen S1 Ekonomi Pembangunan
  6. Lina Samhina, dosen S1 Agribisnis
  7. Ratna Suminar, dosen S1 Agroteknologi
  8. Bina Arumbinang Wajdi, dosen S1 Teknik Sipil
  9. Aditya Kumala Dewi, dosen S1 Ekonomi Pembangunan
  10. Ibda Fikrina Abda, dosen S1 Ilmu Komunikasi
  11. Sri Mulyani, dosen S1 Ilmu Administrasi Negara                    

Masing-masing penerima penghargaan mendapatkan lima bentuk apresiasi, yaitu: Plakat ucapan terima kasih, Sertifikat yang memuat data statistik aktivitas pemustaka, Kaos dengan pesan motivasi untuk membudayakan berpikir, Botol tumbler bertuliskan quote kekinian, dan selempang. Berkesempatan dalam acara tersebut, Kepala Perpustakaan Untidar, Dr. Drs. Hari Wahyono, M.Pd.  menyematkan selempang pemustaka teraktif secara langsung.  Penyematan selempang tersebut sekaligus menjadi simbol dukungan dari Perpustakaan Untidar untuk terus berliterasi dan menginspirasi.

Sementara itu, rekor pemustaka teraktif tercatat pada pemustaka yang membaca selama 18,6 jam melalui aplikasi iUntidar, dengan total 166 ebook terbaca, termasuk 23 ebook yang dipinjam. Sementara itu, pemustaka dengan rekor peminjaman terbanyak berhasil meminjam hingga 83 eksemplar buku, serta melakukan 188 kali kunjungan fisik ke gedung perpustakaan selama periode penilaian.

Penulis: Ginanjar Kurniawan

Editor: Yasmin

Workshop Akses Dan Submit Artikel Database Jurnal Internasional WileyMenuju Peningkatan Kualitas Publikasi Ilmiah Dosen

Magelang — Dalam rangka meningkatkan kapasitas  sumber referensi ilmiah bereputasi, sekaligus mendorong peningkatan publikasi pada jurnal internasional, Perpustakaan Untidar selenggarakan kegiatan workshop bertajuk “Akses dan Submit Artikel Database Jurnal Internasional Wiley”. Diselenggarakan di Gedung Kuliah Umum dr. H.R. Suparsono, Senin (06/10), workshop ini menghadirkan 2 narasumber ternama, yakni Dwi Janto Suandaru, Marketing Manager PT. Jasaraya Tama Jaya Buana dan Dr. Evi Widowati, S.KM., M.Kes, Kepala Pusat Pengembangan Jurnal dan Publikasi LPPM Universitas Negeri Semarang.

Dwi Janto merupakan perwakilan dari Wiley yang  membawakan materi mengenai cara efektif mengakses database jurnal Wiley. Sementara itu, Dr. Evi sebagai akademisi profesional membagikan pengalaman serta strateginya dalam menyusun serta mengirim artikel agar lolos terbit di jurnal-jurnal Wiley.

Sebagai moderator yang memandu diskusi dalam acara ini adalah Dr. Phil. Arif Budy Pratama, MPA., dosen Universitas Tidar dan penulis aktif di berbagai jurnal internasional, salah satunya Wiley.

Kepala Perpustakaan Untidar, Dr. Drs. Hari Wahyono, M.Pd. menyebut workshop ini lengkap karena menghadirkan 2 orang yang sama-sama terhubung dengan Wiley. “Tentunya ini penting juga, khususnya untuk memperluas kemudahan akses dan publikasi di Universitas Tidar ini,” lanjutnya.

Melalui workshop ini juga, diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam mendukung upaya institusi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah dosen pada jurnal internasional terindeks, sejalan dengan visi penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Khususnya, apabila ada dosen yang telah aktif menulis di Wiley atau jurnal internasional lainnya,  nantinya para mahasiswa juga akan aktif mencari referensi di jurnal internasional yang telah disediakan oleh UPA Perpustakaan,” imbuh Hari.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dosen dari setiap program studi dengan tujuan memberikan pemahaman praktis mengenai pemanfaatan database jurnal dari penerbit Wiley, serta langkah-langkah strategis dalam proses submission artikel ilmiah ke jurnal-jurnal yang dikelola oleh Wiley. Tak hanya itu, sekelompok mahasiswa Untidar peraih penghargaan duta perpustakaan dan pemustaka teraktif pun turut serta mengikuti workshop ini.

Ibda Fikrina Abda, S.I.P., M.I.Kom., dosen Ilmu Komunikasi yang hadir sebagai peserta mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi dosen yang memang sedang ditugaskan untuk penelitian dan juga bisa terbit artikel di jurnal internasional. “Apalagi pemateri juga memberikan saran, tips supaya artikel penelitian kami bisa tembus di Scopus. Terkait Wiley, kami juga akhirnya mempunyai akses jurnal internasional  yang artinya, baik mahasiswa maupun dosen, bisa memiliki referensi yang bagus, yang baik dan juga terindeks internasional,” ujarnya.

Wiley sendiri merupakan salah satu penerbit akademik terkemuka di dunia yang telah berdiri sejak tahun 1807. Dengan lebih dari 2.000 jurnal ilmiah yang mencakup berbagai disiplin ilmu—mulai dari ilmu kesehatan, sains dan teknologi, hingga ilmu sosial dan humaniora—Wiley menjadi rujukan penting bagi akademisi dan peneliti di seluruh dunia. Selain menyediakan akses ke jurnal-jurnal berkualitas tinggi, Wiley juga dikenal dengan proses editorial yang ketat dan reputasi internasional yang sangat baik.

Keunggulan lain dari Wiley terletak pada komitmennya dalam mendukung peneliti global, termasuk dari negara berkembang, untuk dapat berkontribusi dalam publikasi ilmiah bereputasi. Wiley menyediakan berbagai panduan dan dukungan teknis dalam proses submission, serta membuka peluang publikasi terbuka (open access) guna memperluas dampak penelitian. Dengan demikian, memahami cara mengakses dan memanfaatkan platform Wiley menjadi keterampilan penting bagi dosen dan peneliti.

Penulis: Ginanjar Kurniawan

Editor: Yasmin