4000 Peserta Ramaikan Jalan Sehat dalam Rangka Dies Natalis Untidar ke-46

Sebanyak 4000 peserta yang terdiri masyarakat, mahasiswa, serta civitas akademik mengikuti kegiatan Jalan Sehat yang diselenggarakan Universitas Tidar (Untidar) pada Minggu (18/5) di Kampus Sidotopo sebagai rangkaian acara Dies Natalis Untidar ke-46. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan kekeluargaan antara Untidar dengan masyarakat sekitar.

Ketua Pelaksana, Tri Agus Gunawan, M.H., menyampaikan bahwa kegiatan Jalan sehat ini sebagai penghubung jalinan silaturahmi Untidar dengan masyarakat semakin meningkat.

“Agenda hari ini merupakan rangkaian akhir dari acara Dies Natalis Untidar ke-46, dan melalui kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendekatan antara Untidar dengan masyarakat, mencerminkan kalau Untidar bukan hanya milik mahasiswa maupun civitas akademik saja melainkan milik masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Wawan juga menambahkan untuk rute yang diambil mencapai 4 kilometer dengan berfokus pada lingkungan sekitar kampus yang tidak mencapai jalan raya, sehingga tidak ada gangguan akibat kegiatan jalan sehat.

“Untuk rute kami tidak mencapai jalan raya dan hanya fokus pada jalan desa di sekitar kampus serta mengambil beberapa spot jalan yang memperlihatkan keindahan dari Gunung Sumbing,” tambahnya.

Guna menciptakan suasana Jalan Sehat yang menyenangkan, panitia menghadirkan kegiatan senam bersama, dan penampilan dari beberapa band-band lokal Magelang. Selain itu, panitia juga menyediakan hadiah bagi peserta yang beruntung. Tidak tanggung-tanggung, hadiah yang ditawarkan panitia berupa 1 unit sepeda motor, 2 ekor kambing, 1 unit motor listrik, 2 unit sepeda, kulkas, mesin cuci, smart TV, serta beberapa hadiah lain yang tidak kalah menarik.

Salah satu, peserta yang beruntung Ibu Hani dari Sidotopo memperoleh hadiah utama, yaitu 1 unit sepeda motor dengan merk Honda Beat yang diberikan langsung oleh perwakilan dari Bank Jateng serta Plt. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum, Dr. Astuty, M.Pd.

“Saya bahagia sekali, dan tidak menyangka bisa beruntung mendapatkan hadiah utama dalam kegiatan ini. Selain itu, saya mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Untidar atas diselenggarakannya kegiatan jalan sehat ini, semoga Untidar semakin jaya,” pungkasnya.

 

Penulis : Dewi, Aret

Editor   : Humas Untidar

Tidar Social and Political Debate Competition 2025 Sukses Digelar dalam Memeriahkan Dies Natalis ke-46 Untidar.

Universitas Tidar sukses menyelenggarakan Tidar Social and Political Debate Competition 2025 dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-46, Sabtu (10/05).

Kompetisi debat ini merupakan ajang bergengsi bagi mahasiswa dari perguruan tinggi seluruh Indonesia untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis melalui tema besar “Merebut Kembali Arah Bangsa: Dinamika Identitas, Kesejahteraan, dan Demokrasi Indonesia”.

Acara dimulai pukul 07.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 16.00 WIB, bertempat di GKU dr. H. R. Suparsono, Kampus Tuguran, Untidar. Peserta yang hadir adalah tim-tim debat pilihan dari berbagai universitas, yang sebelumnya telah mengikuti seleksi ketat dan terpilih 4 besar pada babak Final.

Penampilan perwakilan dari Untidar.

Sepanjang hari, kompetisi berlangsung dengan sangat dinamis, dengan debat-debat panas yang penuh argumentasi tajam mengenai isu-isu sosial dan politik yang relevan dengan perkembangan Indonesia.

Sistem kompetisi yang diterapkan adalah sistem gugur, dengan babak penyisihan hingga babak final yang menguji ketajaman berpikir para peserta. Debat-debat ini mendapat perhatian besar dari para penonton, baik yang hadir langsung maupun secara daring.

Setelah melalui berbagai babak yang penuh tantangan, berikut adalah para pemenang Tidar Social and Political Debate Competition 2025:

  • Juara I             : Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang
  • Juara II             : Universitas Tidar
  • Juara III             : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Juara Harapan : Universitas Muhammadiyah Malang

Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang meraih Juara 1 pada Tidar Social and Political Debate Competition 2025

Para juara mendapatkan hadiah dan trofi penghargaan Dengan suksesnya acara ini, Tidar Social and Political Debate Competition  diharapkan dapat terus menjadi ajang tahunan yang tidak hanya memperkuat kompetisi intelektual, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berperan aktif dalam membentuk masa depan bangsa.

Penulis : Panitia Tidar Social and Political Debate Competition

Editor : Humas Untidar

Audiensi Rektor Untidar dengan Bupati Kebumen, Bahas Potensi Kerjasama.

Rektor Universitas Tidar Prof. Dr. Sugiyarto M.Si. melakukan audiensi dengan Bupati Kebumen, Lilis Nuryani di Kediaman pribadi beliau di Gombong, Jumat (16/5). Agenda ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi bersama serta mengembangkan potensi kerjasama Untidar dan Kabupaten Kebumen secara lebih luas.

Pada kesempatan ini, Rektor memperkenalkan status baru Untidar yang telah bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum (BLU) dari Satuan Kerja (Satker). Perubahan status ini memberikan ruang gerak Untidar menjadi lebih luas untuk mengelola sumber daya secara mandiri dan optimal.

“Dengan status BLU yang disandang sejak satu tahun lalu, memberikan kami dorongan untuk menjadi lebih mandiri dan aktif dalam menjalin kerja sama dengan berbagai mitra, utamanya pemerintah daerah. Salah satunya, kami ingin membuka ruang kolaborasi dengan Kabupaten Kebumen,” ujarnya.

Beliau juga menyampaikan, Untidar memiliki program studi Akuakultur yang sangat tepat untuk mengembangkan potensi budidaya perikanan dan kelautan yang kuat di wilayah Kebumen sehingga menjadi ruang kolaborasi riset dan pengabdian yang saling menguntungkan.

Pada kesempatan ini turut hadir mendampingi Rektor,  Plt. Kepala LPPM, Dr. Eny Boedi Orbawati, M.Si., Ketua Tim Kerja Bidang Kerja Sama, Laila Alfizanna, S.S., MDCC, dan Ketua Jurusan Prodi Ekonomi Pembangunan, Dr. Emma Dwi Ratnasari, S.E., M.Si.

Dalam kesempatan yang sama, Laila memaparkan potensi dan sinergi yang diraih jika menjalin kerjasama, serta komitmen Untidar dalam mendukung pembangunan potensi lokal.

“Ada beberapa potensi dan sinergi yang akan diraih oleh mitra jika menjalin kerja sama dengan Untidar, diantaranya sinergi dengan program yang sedang berjalan di pemerintah daerah melalui program KKN, serta potensi kerjasama dengan mitra kami di bidang transportasi, layanan pemerintahan, lingkungan hidup, manajemen air, pendidikan tinggi, dan smart city,” jelasnya.

Bupati Kebumen, menyambut baik kunjungan ini dan terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan perguruan tinggi.

“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi, apalagi dengan banyaknya mahasiswa aktif dari wilayah Kebumen menjadikan harapan kami untuk kedepannya Untidar memperluas jangkauan pengabdiannya dan membantu dalam perwujudan program pemerintah Kebumen bagi masyarakat,” pungkasnya.

Kunjungan ini menjadi langkah awal menuju kolaborasi konkret antara Untidar dan Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam berbagai program seperti pengabdian masyarakat, riset dan penelitian, serta pengembangan potensi sumber daya.

 

Penulis : Dewi

Editor : Humas Untidar

LAPORAN KHUSUS DARI BELGIA : Find4s Hari Ke-2, Lab Visit dan Data Mining

FIND4S HARI KE-2, LAB VISIT DAN DATA MINING

Universitas Tidar berkesempatan masuk dalam konsorsium Enhancing Higher Education Capacity for Sustainable Data Driven Food Systems in INDonesia (FIND4S) yang didanai oleh Erasmus+. Untidar diwakili oleh Pradipta Bayuaji Pramono, S.Pt., M.Sc., Koordinator Program Studi S1 Teknologi Pangan dan Muhammad Iqbal Fanani Gunawan, S.T.P., M.Si, Kepala Laboratorium Gizi, Teknologi Pangan, dan Farmasi. Kedua perwakilan ini menuliskan pengalamannya selama mengikuti kegiatan di Belgia tersebut.

Gent, Belgia – Rabu, 14 Mei 2025 – Hari kedua diawali dengan kunjungan laboratorium yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung fasilitas riset mutakhir dan project-project besar yang sedang dilaksanakan di laboratorium tersebut. Laboratorium yang dikunjungi disebut dengan BioTeC+ (Chemical and Biochemical Process Technology and Control). Fokus penelitian mereka adalah menggabungkan model matematika dalam optimasi kondisi lingkungan untuk mengontrol pertumbuhan mikroba. Beberapa mahasiswa Program Doktor dan Postdoc memberikan tour dan penjelasaan terkait apa yang mereka kerjakan di lab ini, di antaranya Busra Erol (PhD candidate) yang menjelaskan project penelitian tentang pengaruh cahaya dalam meningkatkan efektivitas antimikroba nanopartikel untuk sterilisasi permukaan di fasilitas medis. Kemudian Julian Perez (PhD candidate) yang menjelaskan project penelitian pengaruh kombinasi plasma atmosfer dingin dan gelombang radio dalam menghambat pertumbuhan mikroba patogen (Listeria dan Salmonella) pada biji-bijian. Terakhir, Dmytro Kozak (Postdoc) menjelaskan project penelitian tentang gelombang elektromagnetik optimal yang dapat meningkatkan metabolisme Saccharomyces cerevisiae.

Iqbal Fanani Gunawan menjelaskan bahwa peserta tidak hanya ditunjukan berbagai alat dan metode.

“Tetapi yang paling penting adalah pemahaman praktis tentang bagaimana cara mengelola dan memanajemen laboratorium agar lab terus produktif menghasilkan produk dan data yang vaid dan kuat,” tambahnya.

Sesi berikutnya diisi dengan pelatihan bertema “Data Mining Fundamentals – Refresher”, yang disampaikan oleh Dr. Ir. Satyajeet Bonsale dari KU Luven. Sesi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bagaimana cara memperlakukan data sebelum data itu dapat di analisis. Sesi “Data Mining in Practice (Case Study: Dairy)” menjadi sesi pamungkas di hari kedua. Sesi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bagaimana cara mengambil atau mengoleksi data, terutama jika menggunakan data sekunder (secondary data) hingga data dianalisis dan divisualisasikan. Sesi ini disampaikan oleh Lydia Katsini (PhD candidate).

“Melalui pendekatan berbasis studi kasus ini, peserta memperoleh pengalaman aplikatif dalam mengolah data kompleks, menganalisis pola, serta menyajikan hasil visualisasi yang informatif untuk mendukung pengambilan keputusan di sektor pangan,” imbuh Pradipta Bayuaji Pramono.

Kegiatan Study Visit Day 2 ini semakin memperkuat komitmen Program Studi S1 Teknologi Pangan Untidar dalam meningkatkan keterampilan data science yang relevan dengan tantangan global dalam pengembangan sistem pangan berkelanjutan.

 

Penulis:

Pradipta Bayuaji

Muhammad Iqbal Fanani

 

Editor:

Danu Wiratmoko

JDIH Untidar Raih Penghargaan Pengelolaan JDIH Terbaik Kategori Perguruan Tinggi Provinsi Jawa Tengah 2025

Universitas Tidar kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Melalui Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH), Untidar berhasil meraih penghargaan sebagai Pengelola JDIH Terbaik I Kategori Perguruan Tinggi pada ajang Penghargaan JDIH Jateng Award Tahun 2025.

Penghargaan ini diserahkan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Pengelola JDIH Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 yang berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis (15/5). Acara yang mengusung tema “Satu Data Hukum: Langkah Strategis Integrasi Dokumen Hukum Desa dan Perguruan Tinggi di Jawa Tengah dalam Wadah JDIH Nasional” ini dihadiri oleh pengelola JDIH dari seluruh kabupaten/kota, DPRD, perguruan tinggi, dan pemerintah desa se-Jawa Tengah.

Penghargaan tersebut diterima oleh Dr. Astuty, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum yang hadir mewakili Rektor Untidar. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan serta menyampaikan komitmen Untidar untuk terus berperan aktif dalam pengembangan JDIH di lingkungan perguruan tinggi.

“Penghargaan ini menjadi wujud nyata pengakuan atas kerja keras dan dedikasi tim JDIH Untidar. Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum yang profesional, transparan, dan terintegrasi, baik untuk kebutuhan sivitas akademika maupun masyarakat umum,” ungkapnya.

Kegiatan penyerahan penghargaan yang dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah ini menjadi salah satu agenda strategis dalam mendorong penguatan ekosistem JDIH sebagai sarana penyediaan informasi hukum yang cepat, akurat, dan terpercaya.

Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Jawa Tengah dalam laporannya menyampaikan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi, inovasi, dan komitmen pengelola JDIH dalam penguatan dokumentasi hukum di berbagai sektor.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Untidar diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul di bidang pendidikan dan penelitian, namun juga menjadi pionir dalam pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum yang modern, inklusif, serta mendukung terwujudnya keterbukaan informasi publik.

Penulis : Yogi Prayogo, JDIH Untidar

Editor : Humas Untidar

Rektor Untidar Dukung Pengalihan Status Dosen dan Tendik PPPK BAST Menjadi PNS

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., menerima 45 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang menggelar aksi secara langsung menuntut pengalihan status menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Ruang Rapat Rektorat, Kamis (15/5).

Prof. Sugiyarto menyatakan dukungan penuh terhadap pengalihan status pegawai 49 pegawai PPPK Untidar menjadi PNS, beliau juga menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti aspirasi ini ke tingkat yang lebih tinggi.

“Kami akan mendukung Bapak/Ibu untuk menyuarakan dan memberi kan kesempatan kepada Bapak/Ibu terkait pengalihan status dari PPPK ke PNS ini. Lebih lanjut, kami juga akan segara memproses segala masukan dan aspirasi serta kendala yang dihadapi terkait pengalihan status ini,” ungkapnya.

Pegawai PPPK ini terdiri dari 49 Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) yang namanya termuat dalam Berita Acara Serah Terima Aset (BAST) dan Sumber Daya Manusia Universitas Tidar di Kota Magelang Provinsi Jawa Tengah dari Yayasan Perguruan Tinggi Borobudur Tidar (YPTBT) kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 014/YPTB/II/2014 dan Nomor : 219/E2.2/LK/2014 yang diangkat PPPK pada tahun 2021 dan 2024.

Kegiatan audiensi diakhiri dengan penandatangaan surat pernyataan Rektor mendukung aspirasi dari pegawai PPPK BAST terkait pengalihan status dari PPPK menjadi PNS.

Koordinator audiensi, Ibrahim Nawawi, S.T., M.T., yang juga merupakan Koordinator Audiensi PPPK BAST Untidar sekaligus Dosen Prodi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Untidar menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk kekecewaan dan keprihatinan atas ketidakjelasan status dan hak-hak mereka sebagai PPPK yang seharusnya setara PNS.

Sejumlah 45 dari 49 pegawai PPPK BAST yang terdiri dari 31 Dosen dan 14 Tendik bertemu langsung dengan Rektor menyampaikan aspirasi mereka selama ini, mengingat pengabdian mereka selama menjabat PPPK serta status Untidar yang telah menjadi Perguruan Tinggi Negeri tidak lepas dari peran para pegawai YPTBT.

Adapun beberapa poin utama yang disampaikan dalam audiensi tersebut adalah:

  1. Menuntut adanya kejelasan dan kepastian terkait pengangkatan PPPK BAST menjadi PNS. Mereka merasa bahwa status P3K tidak memberikan hak-hak yang setara dengan ASN.
  2. Menuntut pengesahan peraturan yang jelas terkait alih status dari PPPK menjadi PNS, bahkan untuk sekadar kenaikan pangkat pun tidak dapat dilakukan.
  3. Ketidakjelasan jabatan fungsional yang dilaksanakan sebagai PPPK yang berdampak pada pengembangan karir akademik dan profesional.
  4. Pemenuhan hak sebagai ASN yang seharusnya diterima sebagai ASN, termasuk kenaikan pangkat, pengakuan kinerja melalui jabatan fungsional yang jelas, dan perlindungan dari negara.
  5. Pengakuan masa kerja yang seharusnya didapatkan oleh para dosen dan tendik yang sebelumnya mengabdi di bawah naungan YPTBT merasa bahwa masa kerja mereka seharusnya diakui dalam proses peningkatan menjadi ASN.  

Para peserta audiens berharap agar Rektor Untidar dapat menyampaikan aspirasi dan tuntutan ini kepada pihak-pihak terkait di tingkat nasional. Dengan harapan akan adanya respons dan solusi agar keadilan dan kepastian karir dapat terwujud bagi seluruh dosen dan tendik di Untidar. Mereka berharap agar pengabdian dan kinerja mereka diakui secara utuh demi kemajuan Untidar. 

 

Penulis: Ruth Erica Margaret

Editor: Humas Untidar

LAPORAN KHUSUS DARI BELGIA : FIND4S Hari Ke-1, Pangan Berkelanjutan

Universitas Tidar berkesempatan masuk dalam konsorsium Enhancing Higher Education Capacity for Sustainable Data Driven Food Systems in INDonesia (FIND4S). Untidar diwakili oleh Pradipta Bayuaji Pramono, S.Pt., M.Sc., Koordinator Program Studi S1 Teknologi Pangan dan Muhammad Iqbal Fanani Gunawan, S.T.P., M.Si, Kepala Laboratorium Gizi, Teknologi Pangan, dan Farmasi. Beberapa hari ke depan, kedua perwakilan ini akan menuliskan pengalamannya selama mengikuti kegiatan di Belgia.

Gent, 14 Mei 2025 — Dalam rangkaian kegiatan konsorsium FIND4S, tim FIND4S Untidar melakukan kunjungan studi ke Eropa dalam rangka “Benchmarking on the State-of-the-Art of European Food System Sustainability”. Kegiatan ini merupakan rangkaian program kerja FIND4S yang sudah memasuki bulan ke-7 sejak resmi dimulai pada November 2024. Kunjungan belajar ini diisi dengan kegiatan-kegiatan seperti kursus, kunjungan ke laboratorium, dan lain sebagainya, yang akan berlangsung dari tanggal 13 sampai dengan 22 April 2025 di KU Leuven Kampus Gent, Belgia. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 13 dosen dari berbagai perguruan tinggi anggota konsorsium di Indonesia.

Sesi pertama pada hari pertama workshop dimulai dengan pemaparan dengan topik “Computational Food Science and Technology” oleh Dr. Ir. Satyajeet Bonsale dari Department of Chemical Engineering KU Leuven. Sesi kedua, “Meat- to eat or not to eat?” disampaikan oleh Malgorzata Korzeniowska, Ph.D., dan sesi ketiga tentang “Bacterial toxins that can kill us – how to prevent intoxication” oleh Prof. Dusan Misic dari Department of Environmental and Life Sciences Wroclaw University, Polandia.

Iqbal menjelaskan bahwa materi tentang MATLAB Primer menjadi salah satu topik yang menarik sebagai bagian dari pengetahuan dasar yang nantinya akan dapat di integrasikan sebagai bagian dari pangan berkelanjutan. Senada Iqbal, Bayu menyebut bahwa materi yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam kuliah. “Semua materi dalam workshop ini dapat diintegrasikan dengan perkuliahan sebagai bagian dari peran perguruan tinggi dalam mewujudkan pangan berkelanjutan,” ujar Bayu. Selain pemaparan materi terdapat kegiatan lain seperti kunjungan ke laboratorium dan direncanakan bertemu dengan kedutaan besar Indonesia di Belgia.

Penulis:

Pradipta Bayuaji

Muhammad Iqbal Fanani

 

Editor:

Danu Wiratmoko, Humas Untidar

Sospro Seleksi Mandiri, Untidar Gandeng Madrasah Aliyah (MA) se-Kedu dan DIY

Universitas Tidar menyelenggarakan sosialisasi Seleksi Mandiri 2025 di Gedung Kuliah Terpadu, Kampus Sidotopo pada Rabu (14/5). Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan guru dari Madrasah Aliyah (MA) di wilayah Kedu dan DIY. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi yang komprehensif mengenai jalur masuk Seleksi Mandiri Untidar tahun 2025 kepada para guru dan kepala madrasah sebagai ujung tombak persebaran informasi ke calon mahasiswa.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM., memberikan penjelasan terkait penekanan perilaku dan kebiasaan sebagai bekal utama mahasiswa di dunia kerja.

“Lulusan perguruan tinggi saat ini yang dicari bukan hanya ilmu yang dimiliki, melainkan sikap dan kebiasaan positif yang dimiliki. Menurut saya, siswa dari madrasah itu umumnya sudah dibekali dengan ilmu agama serta perilaku yang baik, sehingga kesiapan dalam pembentukan karakternya lebih ideal,” jelasnya.

Maka itu, Untidar berharap mendapatkan mahasiswa yang unggul dalam sikap, perilaku serta akademis salah satunya dengan menjajaki promosi melalui Madrasah Aliyah ini.

Pada kesempatan ini, Ketua Tim III Pendidikan Madrasah dari Kementerian Agama Yogyakarta, Abdul Naim mengungkapkan rasa terima kasih atas undangan dan sinergi Untidar dalam memberikan kesempatan untuk menjalin kerjasama dengan sekolah dibawah naungan kementerian agama.

“Sebelumnya Bapak Wakil Rektor 1 berkunjung ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Yogyakarta, dan menyampaikan beberapa agenda program, salah satunya adalah program terkait penerimaan mahasiswa baru dari Madrasah Aliyah (MA). Dengan undangan sosialisasi ini, kami sangat antusias karena dengan adanya kegiatan ini informasi baik terkait seleksi di Untidar semakin jelas,” ungkapnya.

Kepala Bagian Akademik Untidar, Wahyu Andriyanto berkesempatan menjelaskan profil serta informasi seleksi mandiri Untidar tahun 2025.

“Saat ini total 14.566 mahasiswa aktif yang berkuliah di Untidar, dengan sebaran mahasiswa berasal dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, hingga Maluku dan Papua. Selain itu, pada tahun 2024 terdapat 2.630 yang menerima beasiswa, dan dalam 5 tahun terakhir ini jumlah pendaftar Untidar sudah mencapai angka 93.403 dengan rasio keketatan 1:5,01,” jelas Andri.

Andri juga menambahkan tahun ini seleksi mandiri Untidar terdiri 6 jenis kategori, diantaranya SMJK-MS (Seleksi Mandiri Jalur Kerjasama Mitra Sekolah), SMJK-DUDI (Seleksi Mandiri Jalur Kerjasama Dunia Usaha dan Dunia Industri), SMJP (Seleksi Mandiri Jalur Prestasi), SMUTBK (Seleksi Mandiri Nilai UTBK), SMUT (Seleksi Mandiri Ujian Tertulis, dan SMODS (Seleksi Mandiri One Day Service).

“Setiap kategori jalur seleksi memiliki kriteria dan ketentuan yang berbeda. Namun semuanya tetap memiliki peluang besar bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan tingginya di Untidar,” tambahnya.

Pendaftaran seleksi mandiri Untidar dimulai 20 Mei 2025. Detail informasi dapat diakses pada laman um.untidar.ac.id

 

Penulis: Dewi Puji Lestari

Editor : Humas Untidar

Gebyar Kemahasiswaan Untidar 2025, Meriahkan Dies Natalis dengan Semangat Kompetisi dan Kebersamaan

Universitas Tidar (Untidar) sukses menyelenggarakan kegiatan Gebyar Kemahasiswaan 2025 sebagai bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-46 Untidar, Selasa (6/5). Acara ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas dengan menampilkan semangat kompetisi dan kreativitasnya melalui Lomba Paduan Suara, Gobak Sodor, dan Esai Ilmiah.

Kegiatan diawali dengan pertandingan Gobak Sodor yang diikuti oleh sebanyak 4 finalis dari Universitas Ngudi Waluyo, Universitas Wahid Hasyim, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), serta Universitas Tidar. Faiz Listyanda selaku PIC lomba Gobak Sodor menjelaskan kegiatan perlombaan ini dilaksanakan sebagai bentuk perwujudan dari visi misi Untidar, yakni ‘Unggul Berbudaya’. Untuk itu, gelaran lomba Gobak Sodor ini bertujuan melestarikan budaya Indonesia melalui permainan tradisional yang ada di Indonesia. 

“Harapannya dengan diadakannya perlombaan ini dapat menjadi ajang untuk melestarikan kebudayaan Indonesia. Permainan tradisional Gobak Sodor sesuai dengan visi Untidar yang mengedepankan wirausaha dan kebudayaan,” ujar Faiz. 

Untidar juga mengadakan perlombaan esai dengan mengusung tema ‘Kesehatan Mental’. Lomba ini diikuti 203 peserta dari berbagai universitas di Indonesia, mulai pulau Sumatra hingga Papua.  PIC Lomba esai, Suamanda Ika Novitasari S.Kom., M.Kom. mengatakan, tema kesehatan mental diangkat karena ada banyak fenomena kasus kesehatan mental yang terjadi pada mahasiswa saat ini. 

“Harapannya dengan tema ini, mahasiswa-mahasiswa yang mengikuti perlombaan esai ini dapat memiliki pandangan yang lebih luas mengenai kesehatan mental baik bagi dirinya maupun orang lain,” pungkasnya. 

Suamanda menambahkan, dari para peserta yang sudah menjadi finalis pada dasarnya memiliki esai yang menarik dengan presentasi yang relevan dan dapat mengatasi permasalahan kesehatan mental saat ini.

Lomba ketiga, yaitu Paduan Suara, turut memeriahkan Gebyar Kemahasiswaan 2025. Lomba ini diikuti oleh 5 tim paduan suara  terbaik yang lolos babak final. Mereka adalah Gisma Choir UPGRIS, PSM Grandio Sonora Tidar, PSM Talenta Universitas Slamet Riyadi, Nokus Choir STIKES Yogyakarta,  dan Synthon Choir Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Farmasi Semarang. Para peserta dinilai berdasarkan aspek vokal, harmonisasi dan ekspresi oleh dewan juri yang kompeten di bidang musik.

Dalam kesempatan ini, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama, Drs. Giri Atmoko, M.Si., menyampaikan apresiasinya pada para peserta dan harapan kompetisi di tahun mendatang.

“Saya mengapresiasi para peserta lomba dari  berbagai universitas, dan berharap kedepannya kegiatan ini tetap berlanjut dan semakin luas dalam menjaring peserta,” jelasnya.

Salah satu juri dari Lomba Paduan Suara Mahasiswa (LPSM), Septian memberikan tanggapannya terkait kegiatan hari ini yang menurutnya cukup antusias.

“Acara perlombaan hari ini sudah sangat antusias dan menjadi awal yang baik bagi acara kompetisi yang baru pertama kali diselenggarakan. Saya rasa sudah cukup untuk menjadi modal yang baik, dan kedepannya saya berharap Untidar dapat terus menyelenggarakan kompetisi ini, melihat antusias anak-anak yang semangat mulai dari persiapan dan penampilan mereka,” ungkapnya.

Berikut adalah daftar pemenang dalam kegiatan Gebyar Kemahasiswaan Untidar 2025.

 

Kategori Lomba

Pemenang

Kejuaraan Invitasi Nasional Gobak Sodor

  1. Universitas Wahid Hasyim
  2. Universitas Ngudi Waluyo
  3. Universitas Tidar
  4. Universitas Ahmad Dahlan

Lomba Esai Tingkat Nasional

  1. Rohmat Joan Prataman (Universitas Negeri Yogyakarta)
  2. Atsir Al Atsari (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  3. Amelia Rahma (Universitas Lambung Mangkurat)
  4. Karina Indah Khumaerah (Institut Pertanian Bogor)
  5. Nafisa Aliya Irfani (Universitas Tidar)

Lomba Paduan Suara Mahasiswa (LPSM)

  1. PSM Talenta Universitas Slamet Riyadi
  2. PSM Grandio Sonora Tidar 
  3. Gisma Choir Universitas PGRI Semarang
  4. Nokus Choir STIKES Yogyakarta
  5. Synthon Choir Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Farmasi Semarang 

Kegiatan ini menjadi bukti semangat kolaboratif dan kompetitif mahasiswa dari berbagai daerah, sekaligus memperkuat komitmen Untidar dalam mengembangkan potensi mahasiswa melalui kegiatan edukatif dan berbudaya.

 

Penulis : Ruth Erica Margareth, Dewi Puji Lestari

Kunjungan Rektor Untidar ke Kantor Walikota Magelang, Siap Kolaborasi Tingkatkan Pendidikan, Ekonomi, dan Pariwisata Kota Magelang

Rektor Universitas Tidar (Untidar), Prof . Dr. Sugiyarto, M.Si. didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM., serta Ketua Tim Kerja Bidang Humas, Danu Wiratmoko, melakukan kunjungan ke Kantor Walikota Magelang, Jumat (2/5). 

Dalam kunjungan ini, Rektor beserta rombongan diterima langsung oleh Walikota, H. Damar Prasetyono dan Wakil Walikota, dr. Sri Harso, M.Kes, Sp.S, di Ruang Rapat Walikota dengan hangat dan penuh antusias. Ia  menyampaikan apresiasi atas inisiatif Untidar dalam menjalin komunikasi aktif dengan pemerintah daerah guna kemajuan bersama.

“Kami kerap menerima aspirasi masyarakat perihal seleksi masuk Untidar, termasuk harapan agar semakin banyak putra-putri daerah bisa menempuh pendidikan tinggi di Untidar. Oleh karena itu, kami mendorong agar sosialisasi jalur penerimaan mahasiswa baru di Untidar semakin diperluas hingga masyarakat bawah,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Sugiyarto menjelaskan bahwa Untidar membuka akses lebar melalui berbagai jalur seleksi, termasuk seleksi nasional dan mandiri yang di dalamnya ada jalur afirmasi bagi sekolah maupun putra-putri daerah.

“Kami memiliki pemikiran untuk turut serta menghidupkan ekonomi Magelang dengan menjaring mahasiswa luar daerah melalui berbagai jalur seleksi, sehingga hal tersebut menjadi jalan yang dapat membantu peningkatan pendapat asli daerah (PAD). Selain itu, kami juga tidak lupa memprioritaskan penerimaan bagi putra-putri daerah dengan syarat tertentu,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Suyitno menyampaikan skema dan jenis-jenis jalur penerimaan mahasiswa baru Untidar.

“Seleksi mahasiswa Untidar ada 3 jenis, yaitu SNBP dan SNBT yang menjadi ranah pemerintah pusat, serta jalur mandiri yang kita susun sendiri skemanya dan tentunya tetap ada transparansi dalam proses, serta berdasar pada Surat Keputusan Rektor. Melalui seleksi ini Untidar dapat mengakomodasi berbagai stakeholder,” jelasnya. 

Suyitno juga menambahkan, untuk berperan serta meningkatkan PAD kota Magelang, Untidar juga memberikan kesempatan bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk mendapatkan mahasiswa baru. 

“Saat ujian mandiri, biasanya kami memberikan ruang bagi PTS, terutama di kota Magelang untuk membuka booth promosi di lingkungan kampus Untidar, sehingga diharapkan calon mahasiswa yang tidak diterima di Untidar, tetap dapat kuliah di kota Magelang.” lanjutnya. 

Wakil Walikota Magelang juga menyampaikan ke depannya Untidar diharapkan dapat berkolaborasi dalam mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kota Magelang.

“Ke depannya Untidar dapat membantu kami dalam meningkatkan branding pariwisata yaitu Taman Kyai Langgeng dengan kolaborasi bersama prodi Pariwisata, misalnya, serta masalah stunting Kota Magelang dengan mengajak mahasiswa Gizi, sehingga mahasiswa selain menguasai teori di kampus juga memiliki wadah untuk menerapkan langsung teorinya,” pungkasnya.

Penulis: Dewi Puji Lestari

Editor: Ruth Erica Margaret