Kemdiktisaintek Lantik Pemimpin Perguruan Tinggi, Pejabat Struktural dan Fungsional, serta PPPK

Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melantik Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional, dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kemdiktisaintek, Senin (8/12).

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang memimpin prosesi pelantikan yang digelar di kantor Kemdiktisaintek.

Dalam arahannya, Sesjen Togar menyampaikan kepada pejabat yang baru dilantik untuk menghadirkan perubahan nyata di sektor pendidikan tinggi, sains, dan teknologi dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

“Kita semua menyadari bahwa kementerian ini memegang peran besar dalam menyiapkan sumber daya Indonesia yang unggul dalam ekosistem riset dan inovasi, serta memastikan perguruan tinggi menjadi pusat pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” tutur Sesjen Togar.

Adapun pemimpin perguruan tinggi, pejabat struktural, dan penjabat fungsional yang dilantik diantaranya adalah :

  • Jefri Semuel Bale sebagai Rektor Universitas Nusa Cendana Periode 2025-2029
  • Shof’ul Amin sebagai Direktur Politeknik Negeri Banyuwangi Periode 2025-2029
  • Revalin Herdianto sebagai Direktur Politeknik Negeri Padang Periode 2025-2029
  • Ade Faisal sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Sekretariat Jenderal
  • Bhimo Widyo Andoko sebagai Kepala Biro Perencanaan, Keuangan dan Umum Institut Seni Indonesia Yogyakarta
  • Yayat Hendayana sebagai Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Jobih sebagai Analis Kebijakan Ahli Pertama, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
  • Handriyanto sebagai Auditor Ahli Pertama, Inspektorat I, Inspektorat Jenderal
  • Ismail sebagai Auditor Ahli Pertama, Inspektorat Investigasi, Inspektorat Jenderal
  • Muhammad Syarifuddin Fajri sebagai Kepala Sub Bagian Rumah Tangga, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Pengadaan Barang dan Jasa, Sekretariat Jenderal
  • Pradita Solistama sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Menteri dan Wakil Menteri, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Pengadaan Barang dan Jasa, Sekretariat Jenderal
  • Solehudin sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal, Staf Ahli Menteri, dan Staf Khusus Menteri, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Pengadaan Barang dan Jasa, Sekretariat Jenderal
  • Novita Sulistyana sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia, Sekretariat Jenderal
  • Ahmad Sutikno sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Biro Keuangan dan Barang Milik Negara, Sekretariat Jenderal

Empat Ketua Jurusan di Lingkungan Politeknik Perikanan Negeri Tual Periode 2025-2029, yaitu Buri Berel Tumiwa, Benediktus Jeujanan, Petrus Paulus Letsoin, dan Jamaluddin Kabalmay.

Kepada pemimpin perguruan tinggi yang dilantik, Sesjen Togar berpesan untuk memastikan seluruh kebijakan berjalan dengan prinsip meritokrasi, objektivitas, serta mendorong budaya riset dan inovasi.

“Pemimpin transformasional mampu menggerakkan seluruh sivitas akademika ke arah masa depan yang inovatif, unggul, dan berdaya saing. Memiliki budaya riset dan inovasi serta kolaborasi dengan industri dan pemerintah agar semakin relevan dengan kebutuhan bangsa,” tegas Sesjen Togar.

Pesan serupa juga disampaikan kepada pejabat fungsional dan struktural diharapkan dapat mewujudkan birokrasi yang adaptif, transformatif, serta responsif melalui tata kelola yang profesional, efektif, dan transparan.

“Jadilah teladan penerapan nilai-nilai berakhlak dan penggerak perubahan budaya kerja,” harap Sesjen Togar.

Sementara itu, kepada ketua jurusan di Lingkungan Politeknik Perikanan Negeri Tual, Sesjen Togar berpesan untuk memperkuat fungsi supervisi dan pemantauan dalam ketelitian administrasi serta mempercepat transformasi digital.

“Pastikan program memiliki hasil yang terukur, kualitas pengawasan dan kepemimpinan menentukan kelancaran proses di kementerian. Jadilah teladan dalam penerapan nilai berakhlak terutama pada aspek akuntabilitas, kompetensi, dan loyalitas dalam menjaga nama baik organisasi,” jelas Sesjen Kemdiktisaintek.

PPPK Universitas Negeri Makassar (UNM) yang turut serta dilantik diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi transformasi Perguruan Tinggi menuju institusi yang modern, inklusif, dan berprestasi. Sebagai bagian dari aparatur negara, PPPK diharuskan memberikan layanan profesional kepada masyarakat dan menjaga integritas dan kedisiplinan.

Dilakukan juga serah terima jabatan antara pemimpin perguruan tinggi yang baru dilantik dengan pimpinan perguruan periode 2021-2025. Sesjen Togar menyampaikan apresiasi kepada rektor Universitas Nusa Cendana periode 2021-2025, Maxs Urias Ebenhaizar Sanam dan Direktur Politeknik Negeri Padang periode 2021-2025, Surfa Yondri.

Kepada pejabat sebelumnya, Sesjen Kemdiktisaintek memberikan penghargaan tertinggi atas dedikasi dalam melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Semoga terus memberikan kontribusi terbaik dalam bentuk pengabdian lainnya,” tutup Sesjen Togar.

Kemdiktisaintek Dorong Jalur Pendidikan Tinggi sebagai Mesin Penghasil Atlet Nasional

Jakarta—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menekankan bahwa perguruan tinggi harus menjadi mesin utama pembinaan atlet nasional. Pesan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Fauzan Adziman mewakili Mendiktisaintek Brian Yuliarto pada Indonesia Sports Summit 2025 yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Minggu (7/12).

Dirjen Fauzan menyoroti perlunya “jalur kedua” pembinaan atlet selain klub, yakni berbasis perguruan tinggi. Menurutnya, ekosistem kampus punya potensi besar karena mahasiswa berada di usia emas performa atlet (18–25 tahun), sementara fasilitas laboratorium, pelatih, dan dukungan akademik sudah tersedia.

“Kita ingin membuka jalur kedua melalui pendidikan tinggi agar scaling up pengembangan atlet bisa lebih besar. Perguruan tinggi adalah tempat atlet berkembang, membangun karir, dan meraih prestasi,” ujar Dirjen Fauzan.

Dirjen Fauzan menyampaikan bahwa Indonesia tidak boleh tertinggal dalam era olahraga presisi. Perubahan paradigma dari olahraga berbasis bakat menuju olahraga berbasis keilmuan menjadi penting untuk memajukan bidang pendidikan dan keolahragaan Indonesia. Kemdiktisaintek mendorong integrasi akademik, riset, dan performa atlet sebagai satu sistem.

“Kita bergerak dari paradigma berbasis bakat menuju olahraga berbasis sains dan data. Ini kunci agar kita tidak tertinggal,” tegasnya. 

Dukungan konkret telah diberikan melalui beasiswa yang menyasar atlet mahasiswa berprestasi. Hingga saat ini, 159 atlet menerima beasiswa penuh mencakup biaya pendidikan dan biaya hidup. Kebijakan fleksibilitas akademik memungkinkan penjadwalan ulang kuliah/ujian, hingga pembelajaran daring saat atlet bertanding di luar negeri. 

“Kita tidak ingin mencetak mahasiswa template. Atlet perlu perlakuan khusus, pendampingan akademik, dan ruang belajar yang memungkinkan,” ungkap Dirjen Fauzan.

Riset sports science menjadi pilar penting. Kemdiktisaintek membuka pendanaan riset hingga Rp2 miliar per program per tahun, diarahkan untuk studi biomekanika, fisiologi, nutrisi, psikologi olahraga, hingga analisis data dan penggunaan wearable. Laboratorium di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berkembang sebagai Center of Excellence untuk pengembangan atlet presisi.

Dari sisi industri, Chief Executive Officer (CEO) Indonesian Basketball League (IBL), Junas Miradiarsyah menilai kampus berada di lapisan krusial piramida pembinaan atlet nasional. Ia menunjukkan data peningkatan kampus pemberi beasiswa atlet basket dari hanya 8 menjadi lebih dari 20 kampus ketika kompetisi berjalan konsisten. 

“Universitas yang memberikan beasiswa mencetak prestasi lebih baik. Ini menunjukkan ekosistem kampus itu nyata dan potensinya besar,” ujar Junas.

Junas menambahkan bahwa standarisasi pemberian beasiswa serta pendampingan psikologis menjadi pekerjaan rumah, karena menjadi mahasiswa-atlet adalah komitmen ganda yang berat. Ia sejalan dengan pendekatan yang dibangun Kemdiktisaintek bahwa pembinaan harus mencakup aspek mental, nutrisi, biomekanik, hingga coaching ilmiah.

Dengan langkah terukur dari pembinaan individu, penguatan riset, hingga konsolidasi kompetensi di perguruan tinggi, Kemdiktisaintek memandang pengembangan atlet sebagai agenda strategis nasional. Indonesia Sports Summit 2025 menandai awal penguatan kolaborasi antarsektor, dan Kemdiktisaintek menegaskan kesiapan untuk bekerja bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045.

Kemdiktisaintek-Kemensos Tandatangani Adendum MoU, Buka Akses Pendidikan Tinggi Lulusan Siswa Sekolah Rakyat

Jakarta—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dan Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menandatangani adendum nota kesepahaman untuk memperkuat dukungan pembinaan dan akses pendidikan tinggi bagi lulusan siswa Sekolah Rakyat. Penandatanganan dilakukan di Kantor Kementerian Sosial, Selasa (2/12).

Mendiktisaintek menegaskan bahwa adendum ini memperkuat komitmen kampus untuk menjadi pendamping akademik bagi Sekolah Rakyat. Dengan ekosistem pendidikan tinggi yang mencakup lebih dari 4.000 perguruan tinggi, 300.000 dosen, dan jutaan mahasiswa, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menempatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pembinaan siswa.

“Kami akan memasangkan satu kampus untuk membina satu hingga dua Sekolah Rakyat. Kampus akan hadir secara berkala untuk memberikan pembinaan, motivasi, pengayaan belajar, hingga membantu siswa memahami pilihan program studi sesuai minat dan bakat mereka,” ujar Menteri Brian.

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menyampaikan apresiasi terhadap realisasi kerja sama ini. Mensos menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat kini telah beroperasi di 166 titik sejak Juli hingga Oktober 2025, dengan lebih dari 15.000 siswa, hampir 3.000 guru, dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan. Untuk sementara, kegiatan pembelajaran dilakukan di gedung milik pemerintah daerah, Kemensos, dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), sebelum memasuki pembangunan lebih dari 100 unit sekolah permanen.

“Adendum nota kesepahaman ini bagian dari hilirisasi sistem pendidikan di Sekolah Rakyat, agar para siswa, khususnya lebih dari 6.000 siswa tingkat SMA, bisa meneruskan pembelajarannya ke perguruan tinggi,” ujar Mensos Saifullah.

Kemensos melakukan hilirisasi pendidikan melalui dua skema di tingkat SMA, yakni melanjutkan ke tingkat pendidikan tinggi atau menjadi pekerja terampil. Kemensos mencatat bahwa sekitar 37% siswa SMA Sekolah Rakyat menunjukkan minat pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Proses identifikasi minat dan bakat dilakukan sejak dini agar opsi pendidikan maupun karier lebih tepat sasaran.

Selain itu, Kemdiktisaintek membuka jalur afirmasi bagi lulusan Sekolah Rakyat, mulai dari beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan akses informasi akademik. Dilakukannya pendampingan dan pembinaan oleh kampus akan memastikan siswa tidak salah memilih jurusan dan dapat menyelesaikan pendidikan tinggi secara utuh.

“Dengan pendampingan, kita ingin memastikan mereka masuk jurusan yang tepat dan bisa lulus dengan baik,” tegas Menteri Brian.

Melalui adendum nota kesepahaman ini, kedua kementerian menegaskan komitmen bersama untuk membuka akses pendidikan yang lebih adil, berkualitas, dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan juga mendorong lahirnya generasi muda yang mampu melanjutkan pendidikan tinggi dan berkontribusi pada pembangunan bangsa.

Wamen Fauzan Raih Jawa Pos Radar Kediri Awards 2025: Tegaskan Pendidikan sebagai Fondasi Pembangunan Berkelanjutan

Kediri—Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan menghadiri Jawa Pos Radar Kediri Awards 2025 sekaligus menerima Anugerah Kategori A Rising Regional Icon, sebagai bagian dari penguatan ekosistem keberlanjutan, Sabtu (29/11).

Indonesia terus mencatat perkembangan positif dalam pembangunan manusia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia terus menunjukkan peningkatan hingga mencapai 75,90 poin. Di Jawa Timur, IPM dengan capaian positif sebesar 75,36 poin pada tahun yang sama. Peningkatan ini didukung oleh indikator pendidikan, antara lain Harapan Lama Sekolah sebesar 13,44 tahun serta Rata-rata Lama Sekolah yang mencapai 8,39 tahun.

Dalam sambutan di acara yang menjadi momentum apresiasi bagi tokoh serta institusi yang dinilai berperan strategis dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di berbagai sektor ini, Wamendiktisaintek mengenang masa sekolah selama tinggal di Kediri. Lebih lanjut, Wamen menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

“Sebenarnya kalau ingin mengentaskan kemiskinan itu, satu, yakni pendidikan. Tidak ada pilihan lain,” ujar Wamen Fauzan.

Menurutnya, pendidikan menjadi fondasi karena mampu menciptakan perubahan jangka panjang. Pesan ini selaras dengan konsep sustainability yang tidak hanya mengejar pertumbuhan cepat, tetapi juga pembangunan yang terukur, berjangka panjang, dan berkelanjutan.

“Penganugerahan ini dapat menjadi stimulus untuk menggerakkan pertumbuhan dari berbagai sisi termasuk sosial ke arah yang lebih bagus. Oleh karena itu, event seperti ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat ditindaklanjuti keberlanjutannya. lanjut Wamen kelahiran Kediri itu. 

Selaras dengan pesan tersebut, Direktur Jawa Pos Radar Kediri, Kurniawan Muhammad menyampaikan bahwa tema Radar Kediri Awards 2025 adalah Sustainable Growth sebagai bentuk komitmen media dalam memperkuat tata kelola pembangunan yang bertanggung jawab.

“Sustainable Growth adalah isu global yang menjadi kini menjadi rujukan di semua sektor, terutama dalam hal governance atau tata kelola. Karena itu, pada tahun ini kami memberikan special awards kepada figur yang telah terbukti berkontribusi secara luas di bidangnya. Mulai dari skala lokal, regional, dan juga nasional,” tutur Kurniawan.

Tahun ini, Jawa Pos Radar Kediri Awards 2025 memberikan penghargaan kepada 64 tokoh dan lembaga, terdiri dari 10 figur nasional, 23 figur daerah, dan 31 institusi penerima penghargaan.  

Kolaborasi untuk Dampak Nyata

Setelah rangkaian acara, Wamen Fauzan menekankan bahwa penghargaan seperti ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni, tetapi harus menjadi gerakan berkelanjutan yang mendorong perubahan nyata. Ia menegaskan bahwa kemajuan daerah maupun bangsa tidak dapat dicapai secara individu, melainkan melalui kerja bersama dan kolaborasi lintas sektor.

“Dengan berbagai elemen yang memperoleh penghargaan hari ini, menjadi modal bagi daerah untuk bersama-sama, berkolaborasi membagun daerah, membantu masyarakat supaya keluar dari masalah-masalah sosial maupun ekonomi yang dihadapi,” tutup Wamen Fauzan. 

PIMNAS 38 Resmi Ditutup: Unhas Pertahankan Piala Adikarta Kertawidya, 420 Karya Mahasiswa Persembahkan Inovasi Terbaik Bangsa

Makassar — Puncak penyelenggaraan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 tahun 2025 di Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi ditutup dengan penyerahan Piala Adikarta Kertawidya kepada Universitas Hasanuddin sebagai Juara Umum PIMNAS 38. Pengumuman tersebut disambut riuh tepuk tangan para delegasi yang memenuhi JK Arenatorium Unhas pada Kamis (27/11), menandai berakhirnya salah satu ajang ilmiah mahasiswa terbesar dan paling prestisius di Indonesia.

Tahun ini, PIMNAS 38 menghadirkan kompetisi dengan skala yang sangat kompetitif. Dari 33.093 proposal PKM 2025 yang diajukan oleh mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia, sebanyak 1.590 proposal berhasil didanai, dan 420 judul dipilih untuk bersaing sebagai finalis resmi PIMNAS. Selama beberapa hari, para peserta mengikuti rangkaian presentasi, sesi penjurian poster, gelar karya, hingga expo Side Fest, kuliah umum, dan agenda akademik lainnya yang mempertemukan ribuan mahasiswa dengan latar inovasi yang beragam.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Beny Bandanadjaja, menyampaikan apresiasi atas kualitas karya mahasiswa tahun ini. Menurutnya, capaian para finalis bukan hanya menunjukkan kemampuan akademik, tetapi juga ketangguhan, kreativitas, dan karakter ilmiah yang menjadi fondasi penting bagi masa depan bangsa.

“Para peserta telah menunjukkan bahwa inovasi bukan hanya hasil dari kecerdasan, tetapi juga buah dari komitmen dan kolaborasi. Semangat itu yang terus ingin kita rawat melalui PKM dan PIMNAS sebagai ekosistem pembibitan talenta terbaik Indonesia,” ujarnya.

Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa menjadi tuan rumah PIMNAS bukan sekadar kehormatan, tetapi juga kesempatan untuk menyaksikan langsung bagaimana ide, analisis, dan kepedulian sosial mahasiswa Indonesia berkembang menjadi solusi nyata.

“Kami bangga melihat ratusan inovasi dari seluruh Indonesia hadir dan saling menguatkan di kampus merah ini. Semoga pengalaman ini melahirkan kolaborasi baru yang berdampak bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain pengumuman juara umum, panitia PIMNAS 38 juga merilis daftar Top 5 Perguruan Tinggi Nasional berdasarkan akumulasi medali dari kategori presentasi dan poster. Daftar tersebut adalah:

  1. Peringkat 1 – Universitas Hasanuddin
  2. Peringkat 2 – Universitas Gadjah Mada
  3. Peringkat 3 – Institut Pertanian Bogor
  4. Peringkat 4 – Universitas Diponegoro
  5. Peringkat 5 – Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Pencapaian ini mencerminkan tingginya kompetisi antarperguruan tinggi dalam menghadirkan riset, teknologi, inovasi sosial, hingga gagasan kreatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Suasana haru dan kebanggaan mewarnai ruang penutupan ketika para delegasi, dosen pembimbing, dan panitia saling memberikan apresiasi atas kerja keras yang telah dilakukan. Para peserta tak hanya membawa pulang penghargaan, tetapi juga pengalaman kolaboratif, jejaring akademik, serta pembelajaran berharga dari proses penjurian yang intensif.

Sesuai SK Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, PIMNAS 38 tahun 2025 menetapkan pemenang dalam tiga kategori utama: Poster, Presentasi, dan Favorit, terdiri dari lebih dari 160 pemenang dari berbagai kluster Program Kreativitas Mahasiswa, antara lain PKM-RE, PKM-RSH, PKM-K, PKM-PM, PKM-PI, PKM-KC, PKM-GFT, PKM-GT, serta PKM-AI. Daftar lengkap para pemenang tercantum dalam lampiran resmi keputusan.

Dengan berakhirnya PIMNAS 38, Kemdiktisaintek kembali menegaskan pentingnya PKM dan PIMNAS sebagai ekosistem penguatan riset, inovasi, dan kepemimpinan akademik mahasiswa Indonesia. Kompetisi ini bukan hanya ruang adu gagasan, tetapi juga laboratorium besar tempat mahasiswa menguji keberanian intelektual mereka dalam memberi kontribusi nyata bagi bangsa.

 

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

Kemdiktisaintek Dorong Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan melalui Program Tendik Berdampak 2025

Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menyelenggarakan Seminar Nasional Tenaga Kependidikan (Tendik) Berdampak, Selasa (25/11).

Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian Program Tendik Berdampak 2025, yang merupakan upaya strategis untuk memperkuat kemampuan, kompetensi, dan profesionalisme Tendik di perguruan tinggi Indonesia. Rangkaian program ini menyelenggarakan seminar, pembelajaran modul digital, dan workshop benchmarking. Seminar yang mengusung tema “Kecerdasan Buatan (AI) dan Pelayanan Prima” ini, menekankan pentingnya kesiapan Tendik dalam menghadapi transformasi layanan pendidikan tinggi di era kecerdasan buatan.

Seminar ini dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Khairul Munadi bersama Direktur Sumber Daya, Sri Suning Kusumawardani. Dirjen Dikti, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam peningkatan kualitas tendik.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan kompetensi teknis, manajerial, dan sosiokultural tenaga kependidikan dapat semakin meningkat untuk menghasilkan tendik yang efisien, efektif, dan akuntabel dalam kinerja, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi kita,” ujar Dirjen Khairul.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Sumber Daya, Sri Suning Kusumawardani menekankan pentingnya kesiapan tendik dalam menghadapi perkembangan teknologi.

“Di angkatan pertama ini, kita mendorong adaptasi tenaga kependidikan terhadap teknologi guna memulihkan layanan prima pada pendidikan tinggi yang efisien, efektif, dan akuntabel,” jelas Direktur Sri Suning.

Program ini turut didukung oleh Indonesia Cyber Education Institute (ICE Institute) sebagai mitra penyelenggara yang menyediakan modul pembelajaran digital. Direktur ICE Institute, Rahayu Dwi Riyanti mendorong peserta memanfaatkan kesempatan ini dengan optimal.

“Kami berharap peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan ini, memilih mata kuliah yang tepat, dan mengikuti program dengan motivasi tinggi agar hasilnya tidak sia-sia,” ujar Rahayu.

Pemanfaatan AI untuk Produktivitas Berkelanjutan

Dalam pemaparannya, Dosen Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Syukron Abu Ishaq Alfarozi, menjelaskan bahwa AI pada dasarnya merupakan sistem data yang dirancang untuk menjalankan kemampuan yang dimiliki manusia.

“AI sebenarnya berasal dari data. AI tidak harus menyerupai manusia, namun ketika sebagian pengetahuan manusia ditransformasikan ke dalam sistem, kemampuan itu sudah dapat dikategorikan sebagai AI,” ujar Syukron.

Syukron menjelaskan bahwa AI dapat meningkatkan produktivitas karena mampu menangani berbagai pekerjaan yang bersifat berulang. Namun, pemanfaatannya perlu diseimbangkan dengan kemampuan analisis dan evaluasi luarannya.

“AI tetap memiliki potensi salah. Jika tidak memiliki kemampuan analisis dan evaluasi terhadap luarannya, kita akan mudah bergantung, yang berdampak pada menurunnya kapasitas berpikir kritis,” jelas Syukron.

Pelayanan Prima Berbasis Nilai

Widyaiswara Madya pada Pusdiklat Kepemimpinan dan Manajerial Kementerian Keuangan, Budi Setiawan memaparkan bahwa pelayanan yang baik harus memberikan nilai tambah dan menunjukkan komitmen untuk bekerja melampaui harapan.

“Pelayanan yang baik perlu ditopang unbelievable energi dan nilai. Prinsip ini berangkat dari keyakinan bahwa bekerja adalah ibadah, sehingga layanan tidak hanya memenuhi kebutuhan pengguna tetapi juga menjadi upaya untuk memberikan yang terbaik melebihi yang diharapkan,” ujar Budi.

Program Tendik Berdampak 2025 dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu Seminar Nasional, Pembelajaran Modul Digital, dan Workshop serta Benchmarking. Sejumlah perguruan tinggi yang turut mendukung kegiatan ini, yaitu Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Bina Nusantara (Binus), Universitas Indonesia (UI), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Institut Pertanian Bogor (IPB)

Program ini semakin menegaskan komitmen Kemdiktisaintek menghadirkan tenaga pendidik dan kependidikan yang profesional, kompeten dan inovatif dalam upaya meningkatkan proses pembelajaran dan administrasi kampus berfungsi optimal sehingga mampu mewujudkan visi Diktisaintek Berdampak.

Puncak Acara KMI Expo XVI 2025 Berlangsung Meriah, Puluhan Inovator Muda Raih Penghargaan Nasional

 

Magelang – Malam Puncak sekaligus Awarding Night KMI Expo XVI 2025 sukses diselenggarakan pada Jumat malam (21/11) di panggung utama, Kawasan Kampus Sidotopo, Universitas Tidar. Ajang penghargaan terbesar bagi wirausaha mahasiswa tingkat nasional ini menobatkan puluhan inovator muda dari berbagai kategori, sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan dampak usaha yang dikembangkan.

Acara puncak dihadiri oleh jajaran pimpinan perguruan tinggi, perwakilan pemerintah daerah, juri nasional, delegasi peserta KMI Expo, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat umum. Suasana semakin meriah dengan dukungan tata panggung megah dan penampilan hiburan yang mengisi rangkaian acara, dimulai dengan penampilan oleh Paduan Suara Mahasiswa Grandio Sonora Tidar (PSM GST) membawakan lagu Ahtoi Porosh dan Yamko Rambe Yamko.

Sebelum sesi awarding dimulai, acara diawali dengan laporan dari Ketua Pelaksana KMI Expo XVI 2025, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., yang mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya KMI Expo di Untidar, “alhamdulillah kita semua bersyukur kegiatan KMI Expo XVI tahun 2025 di Universitas Tidar berjalan dengan sangat baik, sangat lancar.” Ungkapnya. Ia juga menyampaikan bahwa banyak pengunjung antusias terhadap kegiatan ini. “Hasil catatan dari among tamu penerima tamu, teman-teman Satpol PP menghitung pengunjungnya total 13.000.” Tambahnya.

Dilanjutkan sambutan dari Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap seluruh elemen masyarakat. “Terima kasih atas kehadiran Bapak Ibu sekalian. Ini suatu event yang sungguh menjadi karunia, berkah bagi kami, terutama bagi Untidar karena memang kampus kami membawa misi untuk memajukan bidang kewirausahaan dan kebudayaan.” Jelasnya.

Sesi sambutan ditutup oleh Direktur Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., yang menyatakan bahwa KMI Expo ini merupakan ajang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam berwirausaha, “bentuk kewirausahaan adalah salah satu bentuk pendidikan yang perlu kita kembangkan dan perlu kita jalankan di dalam melaksanakan pendidikan tinggi. Oleh karena itu, tentunya kita perlu mempersiapkan lulusan-lulusan yang siap menjadi para wirausahawan,” tuturnya.

Ia juga mengucapkan apresiasinya terhadap Untidar sebagai tuan rumah,  “tentunya kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Rektor Universitas Tidar, Pak Wakil Rektor Universitas Tidar yang telah mempersiapkan acara yang luar biasa yang sangat meriah, 13 ribu itu bukan hal yang mudah,” ungkapnya.

 

Universitas Tidar meraih kemenangan pada 3 kategori lomba pada KMI Expo Tahun ini diantaranya Juara Harapan 2 pada kategori Lomba Stand Up Comedy; Juara 3 pada kategori Makanan dan Minuman (A) Tahapan Awal dengan inovasi “Es Herbalicious Inovasi Kuliner Es Krim Jamu Untuk Menjaga Tradisi Dan Kesehatan”  dan Juara 2 kategori Budidaya Tahapan bertumbuh dengan inovasi “SarwoMendho Circular Economy dalam Peternakan Domba dan Kambing Melalui Pemanfaatan Limbah  Menjadi Pupuk Organik dan Pakan Jangkrik”.

Pengumuman pemenang dilaksanakan secara bertahap berdasarkan kategori lomba. Berikut kategorinya:

Pemenang

Perguruan Tinggi

1. Lomba Stand Up Comedy

Juara 1

Universitas Tadulako

Juara 2

Universitas Yudharta Pasuruan

Juara 3

Universitas Hasanuddin

Juara Harapan 1

Universitas Muhammadiyah Malang

Juara Harapan 2

Universitas Tidar

Juara Harapan 3

Universitas Teuku Umar

2. Lomba Kirab Budaya

Juara 1

Universitas Gadjah Mada

Juara 2

Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Juara 3

Universitas Pendidikan Indonesia

Juara Harapan 1

Institut Seni Indonesia Surakarta

Juara Harapan 2

Universitas Jambi

Juara Harapan 3

Universitas Dian Nuswantoro

3. Lomba Stand Terbaik

Juara 1

Universitas Gadjah Mada

Juara 2

Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Juara 3

Universitas Brawijaya

Juara Harapan 1

Universitas Santo Borromeus

Juara Harapan 2

Universitas Negeri Malang

Juara Harapan 3

Universitas Palangka Raya

4. Kategori Bisnis Digital – Tahapan Awal

Juara 1

Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Inovasi : FounderHub Platform Edukasi Bisnis All in One Berbasis Personalized Learning Path

Juara 2

Universitas Dian Nuswantoro

Inovasi : Exantara Platform Digital Ekspor Berbasis SaaS Memberdayakan UMKM untuk Menembus Pasar Global

Juara 3

Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Inovasi : ZappOn SuperApp Layanan Transportasi Listrik Berbasis Mobile Untuk Mendukung Green Lifestyle

Juara Harapan 1

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Inovasi : HAGE Portal Digital untuk Game Edukasi Kreativitas dan Komunitas Pecinta Game

Juara Harapan 2

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Inovasi : Platform Otomasi Marketing Peningkat Engagement Berbasis Sistem Cerdas

Juara Harapan 3

Universitas Sugeng Hartono

Inovasi : Catetify Aplikasi Mobile Revolusioner untuk Optimalisasi Pencatatan dan Manajemen UMKM Berbasis Artificial Intelligence Menggunakan Metode Optical Character Recognition

5. Kategori Budidaya – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Diponegoro

Inovasi : BiooVermix Pupuk Organik dan Pelet Nutrisi Tinggi Guna Meningkatkan Hasil Panen serta Daya Cerna Pakan Ikan Berbasis Cacing

Juara 2

Universitas Hasanuddin

Inovasi : TANAHMU Inovasi Pupuk Berbasis Limbah Cangkang Tiram Cangkang Telur dan Daun Gamal sebagai Solusi Rehabilitasi Lahan Sub Optimal dalam Upaya Peningkatan Produktivitas Pertanian

Juara 3

Universitas Negeri Yogyakarta

Inovasi : ChickenZ Telur Omega 3 berbasis Smart Farming untuk Kemandirian Pangan dan Regenerasi Peternak Gen Z Masa Depan

Juara Harapan 1

Universitas Negeri Semarang

Inovasi : mart Organic Fertilizer Berbasis Limbah Kotoran Ternak untuk Peningkatan Kualitas dan Nilai Jual Hasil Pertanian dalam Mendukung Ketahanan Pangan

Juara Harapan 2

Universitas Negeri Malang

Inovasi : Rekan Inovasi Suplemen High Protein berbasis Limbah Ikan Rucah dengan Kandungan Triptofan untuk Anti Kanibalisme dan Meningkatkan Hasil Panen Lobster

Juara Harapan 3

Universitas Muhammadiyah Jambi

Inovasi : CocoBaggie Pemanfaatan Limbah Ampas Tebu dan Sabut Kelapa sebagai Media Tanam Inovatif

6. Kategori Industri Kreatif, Seni, dan Budaya – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Tanjungpura

Inovasi : Needstrawble Inovasi Sedotan Edible Pertama dari Singkong dan Bunga Telang

Juara 2

Universitas Pendidikan Indonesia

Inovasi : RAW2WEAR Produk Fashion Berkelanjutan dengan Teknik Upcycle dan Seni pada Tekstil

Juara 3

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Inovasi : Produk Kit Batik Peningkat Kemampuan Motorik dan Kreativitas Berbasis Praktik

Juara Harapan 1

Universitas Pelita Harapan

Inovasi : Versa Memory

Juara Harapan 2

Institut Teknologi Sawit Indonesia

Inovasi : Inovasi pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit menjadi kemasan biodegradable berbasis Plantable Seed Paper

Juara Harapan 3

Universitas PGRI Semarang

Inovasi : Batik Matur

7. Kategori Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Pendidikan Indonesia

Inovasi : Titik Santai Eco Cafe Mahasiswa

Juara 2

Universitas Negeri Makassar

Inovasi : Chaospace Jasa Penyediaan Stress Out and Sharing Room untuk Pelajar Mahasiswa dan Pekerja di Mamminasata

Juara 3

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Inovasi : Sobat Ceria Program Stimulasi Tumbuh Kembang yang Inklusif berbasis Mindfulness dan Family Co Creation

Juara Harapan 1

Universitas Negeri Yogyakarta

Inovasi : MAKE BATIK Sustainable Milineris Batik dari Limbah Kertas Semen

Juara Harapan 2

Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang

Inovasi : K Box Inovasi Media Pembelajaran STEAM Ramah Lingkungan dengan Jasa Edukasi Hands On dan Terintegrasi Kurikulum Nasional

Juara Harapan 3

Universitas Pendidikan Ganesha

Inovasi : Dewata Dirt Bike

8. Kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Sam Ratulangi

Inovasi : Lumans Bliss Teh Calming Mood Warisan Sulawesi Utara

Juara 2

Universitas Palangka Raya c

Inovasi : Inovasi Parfum Roll On EDP Minyak Atsiri Berbasis Kayu Putih Serai Wangi Gaharu dan Bibit Parfum Ekstrak Tumbuhan untuk Efek Aroma Terapi yang Mendukung Kesehatan Pernapasan dan Relaksasi

Juara 3

Universitas Jambi

Inovasi : Ecopil Inovasi Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan Berbasis Limbah Sabut Pinang Lerak Dan Eco Enzyme

Juara Harapan 1

Universitas Ciputra Surabaya

Inovasi : Radja Geni sebagai Inovasi Teknologi Manufaktur Briket Pipih Berkelanjutan dari Limbah Tongkol Jagung dan Sekam Padi untuk Pemberdayaan Petani Lokal

Juara Harapan 2

Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Inovasi : PACE Papuan Essence

Juara Harapan 3

Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Inovasi : Transformasi Limbah Sandblasting Dan  Tempurung Kelapa Menjadi Media  Fungsional Dalam Penangkapan Karbon

9. Kategori Makanan dan Minuman (A) – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Ahmad Dahlan

Inovasi : BEKAMIE Inovasi Mie Instan Sehat Berbahan Dasar Bekatul Padi Sebagai Sumber Serat Dan Free Gluten

Juara 2

Universitas Hasanuddin

Inovasi : BROTEM Alternatif Camilan Sehat Brownies  Berbasis Tempe dan Oat  dengan Pemanis Alami dari Phoenix Dactylifera

Juara 3

Universitas Tidar

Inovasi : Es Herbalicious Inovasi Kuliner Es Krim Jamu Untuk Menjaga Tradisi Dan Kesehatan

Juara Harapan 1

STIKES Pelita Ibu

Inovasi : BonKelor Kendari Inovasi Pangan Lokal Berbasis Cakalang  Katsuwonus pelamis dan Kelor Moringa oleifera untuk Pencegahan Stunting dan Penggerak Ekonomi Pesisir Sulawesi Tenggara

Juara Harapan 2

Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Inovasi : Choco Deles Cokelat Premium Berjiwa Budaya

Juara Harapan 3

Universitas Internasional Semen Indonesia

Inovasi : Inovasi Bisnis Makanan DEMEN PASTA Berbahan Dasar Ampas Tahu Berprotein Tinggi Sebagai Bentuk Pemanfaatan Hasil Samping Industri Tahu

10. Kategori Makanan dan Minuman (B) – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Negeri Semarang

Inovasi : Fortizinc Beras Tak Perlu Di Cuci Berzat Gizi Tinggi Untuk Mencegah Stunting

Juara 2

Universitas Mataram

Inovasi : TuChips Transformasi Produk Tradisional Jaje Tujak Guna Memperpanjang Umur Simpan sebagai Oleh Oleh dan Peluang Ekonomi Kreatif Mahasiswa

Juara 3

Universitas La Tansa Mashiro

Inovasi : Kukis Gembili Anti Obesitas  sebagai Pangan Fungsional Inovatif

Juara Harapan 1

Universitas Ngudi Waluyo

Inovasi : MELGALANGA Inovasi Marshmallow Rempah Kombinasi  Campuran Jahe  Kencur dan Madu Sebagai Pelega Tenggorokan

Juara Harapan 2

Universitas Teknokrat Indonesia

Inovasi : Pineboost Minuman Probiotik Ekstrak Kulit Nanas

Juara Harapan 3

Universitas Muhammadiyah Tangerang

Inovasi : Barley Healthy Coffee Inovasi Kopi Rempah Sehat dengan Kemasan Drip Bag Praktis

11. Kategori Bisnis Digital – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Universitas Amikom Yogyakarta

Inovasi : SkillUpKids Startup Edutech AI untuk Memaksimalkan Potensi Anak Indonesia

Juara 2

Universitas Airlangga

Inovasi : Bisnis GC Gamingstore Platform Top Up Game Online Terintegrasi yang Mendukung Para Gamers Untuk Menjadi Pro Player Pada Kejuaraan ESports Tingkat Nasional maupun Internasional

Juara 3

Politeknik Negeri Banyuwangi

Inovasi : DENTAL DIARY Smart Medical Record System Berbasis Natural Language Processing dan WhatsApp Automation Untuk Klinik Gigi Modern

Juara Harapan 1

Universitas Negeri Jakarta

Inovasi : Study Fashion Aplikasi Kursus Rancang Busana Berbasis Virtual Reality Untuk Meningkatkan Kualitas Busana Para Wirausahawan

Juara Harapan 2

Universitas Muria Kudus

Inovasi : NUTRIDEL Nutrisi Delivery Platform Digital Penyedia Makanan Sehat

Juara Harapan 3

Universitas Jenderal Soedirman

Inovasi : Ricocapital Sebagai Inovasi Edukasi Kripto Dalam Mendorong Ekosistem Cryptocurrency Yang Berkelanjutan

12. Kategori Budidaya – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Inovasi : VertiCrab Budidaya Pembesaran Kepiting Bakau Berkualitas Guna Meningkatkan Nilai Jual Kepiting Bakau Menggunakan Budidaya Kepiting Vertikal Dilengkapi Teknologi Pengendalian Air

Juara 2

Universitas Tidar

Inovasi : SarwoMendho Circular Economy dalam Peternakan Domba dan Kambing Melalui Pemanfaatan Limbah  Menjadi Pupuk Organik dan Pakan Jangkrik

Juara 3

Universitas Muhammadiyah Bone

Inovasi : Inovasi GroCoco Grow with Coconut Sawdust Substrate

Juara Harapan 1

Universitas Trunojoyo

Inovasi : SEEDMART Bibit dan Tanaman Cabai Urban Farming Solusi Ketahanan Pangan Rumah Tangga

Juara Harapan 2

Universitas Muhammadiyah Malang

Inovasi : Embik Eco Green Farm An Integrated Disability Friendly Business with Impactful Product Innovation

Juara Harapan 3

Universitas Terbuka

Inovasi : Inovasi Kampus Berdampak Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Melalui Peternakan Ayam Kampung Yang Terintegrasi Berbasis Komunitas Desa

13. Kategori Industri Kreatif, Seni, dan Budaya – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Universitas Gadjah Mada

Inovasi : CV. Mandira Heritage Group Sebagai Perusahaan Penyedia Inovasi Media Edukasi Warisan Budaya Berbasis Teknologi Digital

Juara 2

Universitas Jambi

Inovasi : Moladambi Eksistensi Budaya melalui Permainan Interaktif Sebagai Pengembangan Industri Kreatif

Juara 3

Universitas Udayana

Inovasi : PRASI Produk Suvenir Khas Bali Berbahan Dasar Daun Lontar

Juara Harapan 1

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Inovasi : Refashioned Soluvia Ecostra Desain Fashion Kreatif Dengan Dukungan Augmented Reality

Juara Harapan 2

Universitas Riau

Inovasi : Wastra Project Pengembangan Budaya Melayu Melalui Wastra Nusantara Pada Tas Multifungsi Kemeja Dan Rok Tenun Dengan Dukungan Sumber Daya Lokal

Juara Harapan 3

Universitas Siliwangi

Inovasi : Tasik CraftCO Sustainable Fashion Etnis Kolaborasi Mendong dan Batik Khas Tasikmalaya

14. Kategori Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Universitas Diponegoro

Inovasi : MAKAIRA Street Coffee yang Berkelana Menebar Kebahagiaan di Setiap Sudut Jalan

Juara 2

Universitas Sam Ratulangi

Inovasi : The Condimentum Candle Gel Lilin Custom Berbahan Rempah Sulut

Juara 3

Universitas Sumatera Utara

Inovasi : Mobilized Fully Automated Photobooth untuk Optimalisasi Engagement dan Branding Industri MICE melalui Dokumentasi Interaktif Berbasis Digital

Juara Harapan 1

Universitas Agung Podomoro

Inovasi : Tiny Financiers Buku Literasi Finansial dan Dongeng Edukatif untuk Cerdas Kelola Uang Sejak Dini

Juara Harapan 2

Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Inovasi : Artamotion Layanan Pelatihan Animasi dan Ilustrasi Digital

Juara Harapan 3

Universitas Lambung Mangkurat

Inovasi : HYPERFIT Jasa Kelas Kebugaran Digital Training Course Consultant Fitness

15. Kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Universitas PGRI Semarang

Inovasi : AQUABOAT REBORN

Juara 2

Universitas Musamus Merauke

Inovasi : ECO PAVING BLOCK GENERASI KEDUA

Juara 3

Universitas Negeri Makassar

Inovasi : AUTO CLEAN Solusi Inovatif Untuk Perawatan Kendaraan Secara Mandiri Pada Masyarakat

Juara Harapan 1

Institut Pertanian Bogor

Inovasi : Polytree Rekayasa Produksi Biopolybag Biodegradable sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan

Juara Harapan 2

Universitas Mataram

Inovasi : Radiant Sea Inovasi Body Lotion dari Ekstrak Rumput Laut Padina sp Untuk Menjaga Kulit Tetap Kulit Sehat Lembab  dan Bernutrisi

Juara Harapan 3

Universitas Sebelas Maret

Inovasi : Tani Solution  Produsen Inovasi Semi Mekanisasi Alat Pertanian

16. Kategori Makanan dan Minuman – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Universitas Muhammadiyah Semarang

Inovasi : Valdian Cake Gluten Free dan Low Calory Berbahan Mocaf dan Stevia  Solusi Sehat Pecinta Cake

Juara 2

Universitas Palangka Raya

Inovasi : Brownchips Bawang Dayak Inovasi Olahan Bawang Dayak Eleutherine SP Dengan Kombinasi Tepung Ubi Manggala Khas Kalimantan Tengah

Juara 3

Institut Informatika Dan Bisnis Darmajaya

Inovasi : Inslove

Juara Harapan 1

Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Inovasi : Bun And Bean Varian Inovatif Dengan Ecofactpack Penuh Fakta Dan Cinta Bumi

Juara Harapan 2

Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri

Inovasi : Inovasi Camilan Makaroni Macwish Dengan Cita Rasa Nusantara Untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Juara Harapan 3

Institut Teknologi Kalimantan

Inovasi : SANDAY

 

Perayaan kemenangan ditutupan dengan penampilan tamu spesial oleh OM Janema sebagai penutup acara KMI Expo XVI yang berlokasi di Kampus Sidotopo Untidar, Magelang.

Penulis: Aghna Nur Shabrina
Editor: Hardina Suryanti

Riset Berdampak, Internasionalisasi dan Peran Kampus dalam Pembangunan Berkelanjutan

Surabaya-Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 atau Indonesia Higher Education Summit (IHES) memasuki hari kedua di Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jawa Timur, Kamis (20/11). 

Setelah dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto kemarin, salah satu agenda hari ini berfokus pada diskusi krusial mengenai Riset Berdampak, Internasionalisasi, dan Peran Kampus dalam Pembangunan Berkelanjutan yang melibatkan pimpinan institusi pendidikan, peneliti, dan pengambil kebijakan. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria hadir sebagai narasumber kunci dan menekankan bahwa riset fundamental yang dilakukan perguruan tinggi wajib menghasilkan dampak nyata (impactful research) bagi masyarakat dan industri. Menurut Kepala BRIN, sudah saatnya perguruan tinggi berkolaborasi dengan para periset BRIN untuk menghadirkan solusi terapan yang relevan dengan tantangan nasional, khususnya dalam mendukung Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Arif Satria menegaskan bahwa arah riset dan inovasi ke depan harus semakin berdampak nyata bagi kemajuan ekonomi nasional. Untuk itu pihaknya mendorong  penguatan  kolaborasi lintas disiplin dan menghasilkan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sebagai Kepala BRIN ia menyampaikan bahwa BRIN memandang sinergi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) adalah hal yang sangat penting.

Arief Satria kemudian menegaskan bahwa masa depan ekonomi Indonesia tidak akan terlepas dari inovasi. Pernyataan ini didasarkan pada korelasi kuat yang terlihat secara global, yaitu hubungan langsung antara Global Innovation Index dengan PDB per kapita suatu negara. Menurutnya tidak ada cara lain, Indonesia harus agresif dalam mendorong inovasi untuk mencapai kemajuan ekonomi yang berkelanjutan.

Untuk mewujudkan hal itu Arief menekankan fokus utama adalah penguatan ekosistem ilmu pengetahuan, teknologi, riset, dan inovasi.

“Perguruan tinggi menjadi aktor yang sangat penting dalam ekosistem riset dan inovasi ke depan, mengingat besarnya sumber daya yang mereka miliki. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi BRIN dan perguruan tinggi agar pertumbuhan ekonomi meningkat, sehingga kekuatan ekonomi kita benar-benar bertumpu pada inovasi,” terangnya.

Kolaborasi Riset Berdampak

​Kolaborasi kuat antara BRIN dan perguruan tinggi menurut Kepala BRIN adalah strategi mutlak untuk memastikan inovasi menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita tidak boleh lagi berhenti pada riset untuk sains semata. Riset harus menjawab kebutuhan nyata, baik dalam kesehatan, pertanian, lingkungan, maupun sosial, dan menghasilkan manfaat yang luas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Arif juga mengajak para peserta KPPTI membuka akses kolaborasi dengan perguruan tinggi, mahasiswa, dan mitra internasional. Ia berharap fasilitas riset BRIN dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai hub riset dan pendidikan global.

“Fasilitas BRIN sangat maju, contohnya fasilitas hidrodinamika BRIN di Surabaya, adalah yang terbaik di Asia Tenggara. Sudah saatnya kita membuka ruang kolaborasi agar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bisa memanfaatkannya,” tuturnya.

Menurut Arif, BRIN memiliki peran strategis dalam mengawal kebijakan nasional di bidang ketahanan pangan, energi, dan air. Tiga isu prioritas itu menjadi perhatian utama Presiden Prabowo. Ia menegaskan bahwa riset dan inovasi di BRIN harus mampu memberikan solusi konkret terhadap tantangan-tantangan di sektor tersebut. Selain memperkuat arah riset, Arif juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam membangun ekosistem riset yang solid. Ia menyampaikan bahwa BRIN memandang sinergi dengan Kemdiktisaintek adalah hal yang sangat penting.

Kampus sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelar Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 atau Indonesia Higher Education Summit (IHES) dan University Expo pada 19–21 November 2025 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Mendiktisaintek menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk melompat lebih jauh jika perguruan tinggi kita kuat, inklusif dan berdampak nyata. Dalam paparan bertajuk Konsolidasi dan Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045, Menteri Brian menekankan bahwa KPPTI 2025 harus menjadi “lintasan kolaborasi nasional” untuk memperkuat peran strategis kampus sebagai motor penggerak bangsa. Ia mengingatkan para pimpinan kampus bahwa perguruan tinggi tidak boleh lagi menjadi “menara gading”.

“Kita harus paham pola global yang terjadi, bahwa setiap negara maju memiliki pusat pertumbuhan ekonomi yang hebat. Kota yang unggul selalu ditopang perguruan tinggi kelas dunia, seperti yang kita lihat di California dengan Stanford University dan UC Berkeley. Oleh karena itu, Bapak/Ibu Rektor (harus, red)  datangi industri, Pemda, UMKM, tanyakan apa yang bisa dilakukan dan didukung oleh sumber daya yang ada di kampus,” tegas Menteri Brian.

Dengan demikian, menurut Menteri Brian Indonesia dapat unggul dengan kehadiran kampus-kampus yang kuat di bidang riset dan inovasi. Kampus-kampus tersebut akan membangun kota-kota di seluruh daerah di Indonesia, menjadi jantung pembangunan nasional.

Mendiktisaintek juga menyebut kolaborasi dengan industri sebagai “keniscayaan”, demi mewujudkan pembangunan nasional yang kokoh. Mendiktisaintek menekankan perlunya pergeseran fokus riset dari sekadar publikasi ilmiah. Menuju arah tersebut, Menteri Brian meminta agar kampus juga mendukung penguatan delapan industri strategis nasional, yang telah ditetapkan pemerintah. 

“Riset fundamental harus diperkuat, kerja sama industri harus diperkuat, dan kerja sama inovasi harus kita dorong. Utamanya dalam delapan industri strategis nasional yang menjadi fokus pembangunan, energi, pertahanan, digitalisasi, hilirisasi, kesehatan, pangan, maritim, dan manufaktur maju. KPPTI 2025 adalah momentum kita bersama untuk memastikan perguruan tinggi di Indonesia bisa berdiri kokoh. Dengan kolaborasi solid, riset berorientasi hasil, dan akses pendidikan yang adil, saya percaya ini bisa jadi motor kemajuan bangsa,” tegas Menteri Brian. 

Untidar Gelar Soft Opening Meriah, KMI Expo XVI 2025 Resmi Dimulai

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) secara resmi membuka gelaran KMI Expo XVI 2025 melalui prosesi soft opening dan pemotongan pita yang dipimpin langsung oleh Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., pada Rabu (19/11) di Kawasan Kampus Sidotopo. Pembukaan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian pameran kewirausahaan mahasiswa terbesar di Indonesia tersebut.

Prosesi berlangsung meriah dan disaksikan oleh peserta KMI Expo dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Tim Belmawa sejumlah 15 orang, juri sejumlah 32 orang, panitia, serta masyarakat umum. 

Turut hadir juga Wali Kota Magelang, H. Damar Prasetyono yang memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan nasional ini serta mendorong sinergi pengembangan wirausaha muda di Kota Magelang.

Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., Ketua Panitia KMI Expo, menegaskan bahwa KMI Expo 2025 tidak hanya menjadi ajang nasional bagi mahasiswa, tetapi juga ruang kolaborasi besar antara kampus dan masyarakat Magelang. “Makanya event KMI ini event kita bersama, kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan warga Kota Magelang,” ujarnya. 

KMI Expo XVI hari pertama menghadirkan beragam kegiatan mulai dari pameran Expo Kewirausahaan, EKKN, pameran UMKM, hingga Gelar Karya Kampus Berdampak,yang menyajikan hasil inovasi produk, dan karya kreatif mahasiswa dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini juga melibatkan penilaian stand oleh tim Belmawa Kemendiktisaintek. 

Pada sesi pagi, acara diawali dengan lomba mewarnai tingkat TK se-Kota Magelang, lomba menggambar tingkat SD se-Kota Magelang, serta penampilan seni dari Magelang Pantomime.

Selain pameran, hari pertama juga dimeriahkan dengan Festival Band Pelajar SMA/SMK se-Kedu Raya, Sarasehan pendamping dan pengelola KMI Expo 2025, serta kompetisi Stand Up Comedy antar peserta KMI.

Pada sesi Festival Band, SMS#5 dari SMA Negeri 2 Kebumen, berhasil meraih juara pertama Festival Band Pelajar. Vokalis band, Albertus Kia Bolen, mengungkapkan rasa harunya saat diumumkan sebagai pemenang. “Saya terharu karena tadi ada sedikit miss, jadi gak expect bisa juara satu. Untuk kesannya, keren banget, panggungnya bagus.” Ungkapnya.

Antusiasme juga datang dari pengunjung umum. Nisa Azzahra, salah satu penonton hari pertama, memberikan kesan positifnya. “Buat hari pertama ini seru banget, banyak banget stand-stand dari kampus seluruh Indonesia, dan bagus-bagus semua.”

Sebagai penutup rangkaian kegiatan hari pertama, panggung utama KMI Expo XVI 2025 akan dihibur oleh penampilan spesial dari Lapiezt Legiet yang akan menutup malam dengan suguhan musik energik sebagai bentuk apresiasi bagi seluruh peserta dan pengunjung.

Melalui penyelenggaraan KMI Expo XVI 2025, Universitas Tidar berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bertumbuh bagi para mahasiswa wirausaha untuk saling belajar, berjejaring, dan memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional, terutama di wilayah Magelang dan Kedu Raya.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Humas Untidar

Expo Pendidikan Tinggi KPPTI 2025, Ajang Pamer Karya Berdampak Perguruan Tinggi

Surabaya-Hadir sebagai ajang pameran inovasi dan karya berdampak terbaik perguruan tinggi, gelaran Expo Pendidikan Tinggi di Konferensi Puncak Perguruan Indonesia (KPPTI) 2025, diikuti puluhan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, Rabu (19/11).

 

Expo Pendidikan Tinggi merupakan salah satu rangkaian agenda KPPTI yang diikuti oleh perguruan tinggi di Indonesia. Total Sebanyak 35 booth bergabung serta menampilkan capaian, inovasi, karya berdampak, teaching factory, dan start up kampus. Pameran ini akan diselenggarakan selama tiga hari pada 19-21 November 2025.

Sejalan dengan tujuan KPPTI 2025, expo ini diselenggarakan sebagai wadah untuk menghimpun dan memamerkan capaian, potensi dan praktik baik perguruan tinggi dari jalur baik akademik, vokasi, maupun profesi. 

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyebut kegiatan ini dapat menjadi wahana berbagi pengalaman terbaik antar perguruan tinggi.

“Di setiap kampus kita bisa belajar bagaimana untuk menjadi unggul pada setiap bidang-bidang yang memang kita harus unggul. Mulai dari akademiknya, menghasilkan lulusan unggul. Mulai dari bagaimana menghasilkan produk riset berkualitas, berkelas dunia, dan bisa bersaing dengan kampus-kampus maju di dunia,” tutur menteri Brian saat memberikan keterangan pers.

Mendiktisaintek menambahkan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan dapat terjalin kolaborasi lintas sektor guna memastikan inovasi terus berkembang, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru.

“Tentunya bersama dosen-dosen yang pada akhirnya diharapkan mereka bisa juga menciptakan industri dan startup baru yang pada akhirnya bisa menjadi pembuka lapangan kerja. Jadi kedua hal ini kita coba penuhi,” ujar Menteri Brian.

Inovasi Berdampak Perguruan Tinggi

Puluhan perguruan tinggi di indonesia memamerkan hasil inovasi dan capaian terbaiknya dalam gelaran Expo Pendidikan Tinggi. Motor listrik dan Excelzyme yang merupakan produk inovasi ramah lingkungan dari Universitas Airlangga (Unair). Excelzyme merupakan bioproduk enzim-enzim konsorsium (enzim gabungan) yang berasal dari mikroorganisme di Indonesia serta dapat digunakan untuk membantu proses deinking daur ulang kertas dan pembuatan pakan ternak.

Jihan, peserta pameran Universitas Airlangga mengaku senang dapat terlibat dalam expo ini.

“Senang bisa membawa dan menjelaskan langsung berbagai hasil inovasi Unair dan semua yang ada di dalamnya,” ungkapnya.

Ada beberapa stand pameran yang menarik, antara lain booth dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa timur. Stand ini memamerkan inovasi “Patriot Metric” yang merupakan sistem pemeringkatan kampus bela negara. Selain itu, apa pula pameran berbagai olahan produk dari Mangrove.